Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X PENGARUH ETNOSENTRISME. CITRA MEREK DAN GAYA HIDUP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BATIK (Studi pada Konsumen di wilayah Jakarta Bara. Firman Fauzi. Ramadhia Asri Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana Jalan Meruya Selatan Kecamatan Kembangan Jakarta 11650 fauzi@mercubuana. Abstract This study aims to analyze the influence of ethnocentrism, brand image and lifestyle on batik purchase decision. Population in this study are consumers in the West Jakarta area. The sample used was 150 respondents, calculated based on the Hair formula. The sampling method of respondent used in this study is through convenience sampling. Data collection methods using survey methods, with the research instrument is a questionnaire. AnalysisAos system that used is a statistic analysis as multiple linear regression tests with SPSS version 23 application. The results of this study indicate that partially ethnocentrism and lifestyle have a positive and significant effect on batik purchase decision. While the brand image has a positive effect, but not significantly to the batik purchase decision. Keywords: ethnocentrism, brand image, lifestyle and purchase decision Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh etnosentrisme, citra merek dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian batik. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di wilayah Jakarta Barat. Sampel yang dipergunakan adalah 150 responden, dihitung berdasarkan rumus Hair. Metode penarikan sampel responden yang di gunakan dalam penelitian ini adalah melalui convenience Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode survey, dengan instrumen penelitian adalah kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis statistik dalam bentuk uji regresi linear berganda. Alat bantu analisis menggunakan aplikasi SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel etnosentrisme dan gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keputusan pembelian batik. Sedangkan variabel citra merek berpengaruh positif, namun tidak signifikan terhadap variabel keputusan pembelian batik. Kata Kunci : Etnosentrisme. Citra merek. Gaya hidup dan Keputusan pembelian. Pendahuluan Perkembangan mempengaruhi budaya dan aktifitas bernegara. Saat Indonesia mengikutsertakan diri pada Lembaga-lembaga Indonesia juga sudah lebih terbuka terhadap perkembangan dunia, ikut serta dalam perdagangan bebas dan semakin terbuka dengan masuknya produk dari negara luar . Hal ini menyebabkan perkembangan kebudayaan di Indonesia saat ini sudah bercampur oleh budaya-budaya asing yang dinilai lebih praktis dibandingkan dengan kebudayaan lokal. Perubahan budaya lokal yang terjadi merupakan hasil dari proses sosial seperti proses Akulturasi dan Asimilasi. Akulturasi merupakan suatu konsep yang Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 penting bagi para pemasar yang merencanakan untuk menjual produk di berbagai pasar luar negeri atau multinasional (Schiffman. Kanuk : Perkembangan globalisasi, ekonomi saat ini dan keterbukaan pemerintah terhadap masuknya produk luar tanpa disadari mem Budaya baru secara tidak langsung akan muncul dan mempengaruhi Hal ini perlu diperhatikan, karena dapat menyebabkan penurunan rasa cinta terhadap budaya lokal dan dapat membentuk pola pembelian konsumen terhadap produk lokal bergeser ke produk luar, karena Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X banyaknya pilihan produk yang saat ini ada di Berdasarkan rumusan masalah yang Indonesia sebagai salah satu negara dikemukan di atas maka tujuan penelitian ini berkembang memiliki konsumen dengan adalah sebagai berikut : karakteristik umumnya cenderung konsumtif, . Untuk mengetahui dan menganalisa cenderung lebih tertarik dan memandang apakah Etnosentrisme berpengaruh positif produk asing lebih baik secara kualitas dibandingkan produk lokal. Hal ini didukung pembelian batik. oleh mudahnya konsumen mendapatkan . Untuk mengetahui dan menganalisa produk impor. Hal inilah yang menyebabkan apakah Citra Merek berpengaruh positif persaingan dengan produsen dari luar negeri pembelian batik. Untuk mengetahui dan menganalisa Batik sebagai salah satu warisan budaya apakah Gaya Hidup berpengaruh positif Indonesia, hingga saat ini telah banyak Batik pembelian batik. memberikan kontribusi ekonomi Indonesia sebesar Rp. 2,1 triliun sepanjang tahun 2015 Kontribusi Penelitian (Julianto, 2. Batik merupakan sebuah karya Penelitian seni yang diwujudkan dalam motif kain, kayu memberikan kontribusi bagi berbagai pihak. dan dekorasi tertentu (Poerwanto dan Sukirno. Kontribusi yang diharapkan dari penelitian ini Batik di Indonesia merupakan produk antara lain: kebanggaan dari sisi produk tekstil di . Kontribusi Teoritis Indonesia. Saat ini telah tercatat sebanyak Penelitian ini diharapkan dapat menambah 3000 lebih motif batik di Indonesia (Widyaningrum, 2. khususnya pada pengetahuan tentang Batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui secara mendunia Dan Penelitian ini diharapkan dan kini telah menjadi brand image budaya dapat menjadi sebuah referensi untuk Indonesia. Pada tanggal 2 Oktober 2009, penelitian selanjutnya yang lebih mendalam UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai tentang faktor faktor yang mempengaruhi Masterpiece of Oral and Intangible Heritage Of keputusan pembelian konsumen terhadap Humanity. Dengan penetapan ini, pemerintah menjadikan tanggal 2 Oktober sebagai hari . Kontribusi Praktis. peringatan batik nasional (Suryanto,2. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan Diharapkan Indonesia dapat melestarikan dan sebagai referensi dalam pengembangan meningkatkan konsumsi batik di dalam negeri strategi pemasaran dan bisnis bagi maupun di luar negeri. Ekspor batik yang pengusaha ataupun entrepreneur agar dapat dilakukan merupakan salah satu strategi selalu mengembangkan Batik. Dan menjadi Pemerintah untuk melakukan pemasaran yang referensi bagi konsumen dalam melakukan lebih luas terhadap batik Indonesia. keputusan pembelian Batik. Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, fenomena yang terjadi. Tinjauan Pustaka dan hasil pra survei, maka dirumuskan Keputusan Pembelian permasalahan pokok yang akan dibahas dalam Definisi keputusan pembelian menurut penelitian ini sebagai berikut: Schiffman. Kanuk . adalah pemilihan Apakah Etnosentrisme berpengaruh dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan, terhadap keputusan pembelian batik ? artinya seseorang dapat membuat sebuah Apakah Citra Merek berpengaruh terhadap keputusan harus tersedia beberapa alternatif keputusan pembelian batik? Untuk melakukan proses keputusan Apakah Gaya Hidup berpengaruh terhadap pembelian keputusan pembelian batik? ketelitian dan ketepatan dalam memutuskan untuk membeli produk yang diinginkan oleh Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Sementara itu, menurut Daryanto 1: . keputusan pembelian adalah tingkah laku konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Menurut Kotler . keputusan pembelian adalah tahapan dalam proses pengambilan keputusan pembelian, dimana konsumen secara aktual melakukan pembelian produk. Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan. Terdapat 5 tahap proses dalam keputusan pembelian yaitu pengenalan masalah atau kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian. Citra Merek Menurut Kotler & Armstrong . citra merek adalah persepsi konsumen terhadap perusahaan atau produknya. Menurutnya, citra merek tidak dapat ditanamkan di dalam pikiran konsumen dalam waktu cepat dan melalui satu media saja, melainkan harus disampaikan kepada konsumen melalui tiap sarana komunikasi yang tersedia dan disebarkan secara terus menerus, tanpa citra yang kuat sangatlah sulit untuk suatu perusahaan dapat menarik konsumen baru untuk membeli produk dari perusahaan tersebut dan mempertahankan konsumen yang telah ada. Sementara itu, menurut Setiadi . citra merek berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi suatu merek. Konsumen yang memiliki citra positif terhadap suatu merek akan lebih memungkinkan untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk. Dan menurut Tjiptono . citra merek adalah deskripi tentang asosiasi dan keyakinan terhadap merek tertentu. Etnosentrisme Konsep Etnosentrisme berasal dari disiplin ilmu antropologi dan sosiologi. Etnosentrisme pertama kali diperkenalkan dan diterapkan oleh Sumner . , yang mengatakan bahwa Ethnosentrism adalah Authe Gaya Hidup Menurut Kotler . gaya hidup adalah pola hidup seseorang didunia yang diekspresi kan dalam aktivitas, minat, dan Gaya hidup menggambar kan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya, apa yang dipikirkan terhadap segala hal disekitarnya dan seberapa jauh kepedulian dengan hal itu dan juga apa yang dipikirkan tentang dirinya sendiri dan dunia luar. Sementara itu. Mowen dan Minor . mendefinisikan bahwa gaya hidup adalah Aubagaimana orang hidup, bagaimana bagaimana orang mengalokasikan waktu yang dimilikinyaAy. Menurut Cleopatra . gaya hidup adalah pola tindakan yang membedakan satu individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lainnya. Jika gaya hidup diasumsikan membentuk identitas diri yang bersifat individu maupun kelompok, identitas inilah yang menjadi pembeda satu dengan yang lainnya. Gaya hidup dapat mengarahkan seperti apa tujuan dari setiap individu yang dapat membentuk sebuah kebanggaan tersendiri. belief that oneAos own culture is superior to others, which is often accompanied by a tendency to make individious comparisonsAy. Etnosentrisme mewakili kecenderungan masyarakat secara universal dalam melihat kelompoknya sendiri menginterpretasikan unit sosial lain dari perspektif kelompoknya sendiri, dan cenderung menolak orang-orang yang berbeda secara budaya manakala menerima Aotanpa pandang buluAo orang-orang yang secara budaya menyerupai diri mereka sendiri (Worchel dan Cooper, 1. Sementara itu, menurut Shimp dan Sharma . Etnosentrisme adalah AuThe beliefs held by consumers about the appropriateness, indeed morality of purchasing Ae productsAy. Tingkat Etnosentrisme pada setiap individu atau konsumen beragam, berbeda-beda, dan tinggi rendahnya tingkat etnosentrisme konsumen tersebut mempengaruhi sikap dan keinginan konsumen untuk membeli atau tidak produk dari luar negeri (Klein, 2002. Orth dan Girbasova, 2. Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Kerangka Konseptual Berdasarkan tujuan penelitian, landasan teori dan penelitian terdahulu, maka, dapat dibuat sebuah kerangka konseptual teoritis seperti pada gambar berikut : telah memiliki kualitas produk yang dapat Hubungan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Menurut Cleopatra . gaya hidup adalah pola tindakan yang membedakan satu individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lainnya. Jika gaya hidup diasumsikan membentuk identitas diri yang bersifat individu maupun kelompok, identitas inilah yang menjadi pembeda satu dengan yang lainnya. Gaya hidup dapat mengarahkan seperti apa tujuan dari setiap individu yang dapat membentuk sebuah kebanggaan tersendiri. Metode Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian Proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan. Proses penelitian ini membutuhkan waktu sejak Februari 2019 sampai dengan Mei 2019. Penelitian ini menganalisa bagaimana pengaruh etnosentrisme, citra merek, dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian. Penelitian dilakukan di wilayah Jakarta Barat. Objek penelitian yang digunakan adalah konsumen di wilayah Jakarta Barat. Data hasil kuesioner yang didapatkan menjadi bahan penelitian yang etnosentrisme, citra merek, dan gaya hidup pembelian batik yang dilakukan oleh konsumen di Jakarta Barat. Pengembangan Hipotesis Hubungan Etnosentrisme Terhadap Keputusan Pembelian Menurut Schiffman. Kanuk . Etnosentrisme konsumen menyukai produk dalam negeri dan berkewajiban mendukung produk dalam negeri, serta keyakinan akan dengan pembelian produk luar negeri . akan memperlambat laju Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pradesta. menunjukkan bahwa etnosentrisme memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, pada penelitian lainnya yang dilakukan oleh Haikal. menunjukkan bahwa etnosentrisme konsumen memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Desain Penelitian Desain penelitian adalah rencana untuk pengumpulan, pengukuran dan analisis data berdasarkan pertanyaan penelitian dari studi (Sekaran. Bougie:2. Menurut Sugiyono . metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Menurut Sugiyono . hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat, jadi terdapat Hubungan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Citra merek adalah persepsi atau perusahaan atau produk yang dihasilkan oleh Citra merek merupakan persepsi baik atau buruk dari seorang konsumen terhadap suatu merek. Menurut Ekawati . konsumen cenderung melakukan pembelian terhadap merek yang sudah terkenal dengan alasan bahwasanya konsumen merasa lebih aman terhadap sesuatu yang telah dikenal dan Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X . ariabel yang dipengaruh. Pada penelitian dengan analisis regresi linear berganda disyaratkan untuk melakukan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik penting dilakukan untuk menghasilkan estimator yang linier tidak bias dengan varian yang minimum, yang berarti model regresi tidak mengandung Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali,2. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan cara analisis grafik dan uji statistik. Pada analisis grafik, distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan ploating data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau (Ghozali,2016:. Uji multikolinearitas dapat dilakukan untuk hasil regresi untuk kedua model yang akan Nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai variance inflation factor (VIF) Regresi yang bebas mutikolinearitas ditandai nilai VIF lebih dari 10 dan nilai toleransi tidak kurang dari 0,10. Dengan demikian semakin tinggi nilai toleransi semakin rendah derajat kolinearitas yang terjadi. Sedangkan untuk VIF, semakin rendah nilai VIF semakin rendah derajat kolinearitas yang Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel variabel tersebut tidak orthogonal. Variabel orthogonal berarti nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Uji Heteroskedastisitas Uji menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu (Ghozali,2016:. Apabila varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain berbeda, maka disebut terjadi heteroskedastisitas, dan Populasi dan Sampel Penelitian Populasi mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal-hal menarik yang ingin peneliti investigasi. Menurut Sekaran. Bougie . populasi merupakan kelompok orang, kejadian, atau hal-hal menarik . erdasarkan statistik sampe. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di wilayah Jakarta Barat, sehingga jumlah populasi tidak terindentifikasi. Metode Pengumpulan Data Dalam sebuah penelitian ilmiah metode penelitian yang dimaksudkan adalah untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dilakukan terhadap konsumen yang membeli batik. Artinya, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Menurut Sekaran. Bougie . kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah dirumuskan sebelumnya dimana responden akan mencatat jawaban mereka, biasanya dalam alternatif yang didefinisikan dengan jelas. Kuesioner merupakan mekanisme pengumpulan data yang efisien, karena secara umum lebih murah dan tidak memakan waktu. Metode Analisis Data Pada penelitian ini metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif. Menurut Sugiyono kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data keseluruhan responden atau sumber data terkumpul. Pada penelitian ini analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji kualitas data . ji validitas dan reliabilita. , uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis. Pengolahan data menggunakan alat bantu analisis SPSS 23. Uji Asumsi Klasik Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X jika varian dari residual satu pengamatan ke Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dengan melihat grafik plot. Jika ada pola tertentu yang teratur . ergelombang, melebar, atau menyempi. , maka mengindikasikan terjadinya heteroskedastisitas, jika berkebalikan atau tidak terjadi pola yang teratur dimana titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi Pada berdasarkan jenis kelamin terbagi menjadi 2 . kategori yaitu pria dan wanita. Hasil dari perhitungan frekuensi responden berdasarkan jenis kelamin sebagai berikut: Tabel 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Uji Hipotesis Uji Koefisien Determinasi (R. Uji koefisien determinasi (R. pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali,2016:. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel Namun penggunaan koefisien determinasi memiliki kelemahan yaitu bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model, setiap tambahan satu variabel independen maka R2 pasti meningkat tidak perduli apakah variabel terhadap variabel dependen. Valid Wanita Total Percent Sumber: Data Penelitian Diolah dengan SPSS 23 Berdasarkan tabel 1 di atas dapat berdasarkan jenis kelamin pada penelitian ini terdiri dari 51 responden adalah pria dan 99 responden adalah wanita, pada penelitian ini reponden dengan jenis kelamin wanita mendominasi dibandingkan responden pria. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Pada responden berdasarkan usia terbagi menjadi enam kategori usia yaitu usia 16-20 tahun, 2125 tahun, 26-30 tahun, 31-35 tahun, 36-40 tahun dan usia lebih dari 40 tahun. Hasil dari perhitungan frekuensi responden berdasarkan usia responden sebagai berikut: Hasil Dan Pembahasan Gambaran Umum Objek Penelitian Objek pada penelitian yang peneliti lakukan adalah konsumen yang mengetahui dan menggunakan produk batik. Responden yang dipilih dalam penelitian ini berjumlah 150 Gambaran umum responden meliputi ciri responden secara individual dan ciri-ciri khusus yang menggambarkan tentang Untuk karakteristik responden dapat diketahui sebagai Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Pria Frequency Tabel 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Valid Frequency Percent Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X dan responden yang memiliki pendidikan terakhir di tingkat D3 sebanyak 17 responden atau sebesar 11,3%. > 40 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pada responden berdasarkan pekerjaan terbagi menjadi 4 kategori yaitu PNS, pegawai swasta. Hasil perhitungan frekuensi responden berdasarkan pekerjaan sebagai berikut: Total Sumber: Data Penelitian Diolah dengan SPSS 23 Berdasarkan tabel 2 di atas dapat berdasarkan usia pada penelitian ini cukup beragam namun lebih banyak didominasi oleh responden dengan usia diantara 21-25 tahun yaitu sebanyak 58 responden atau sebesar Persentase terbesar kedua yaitu sebesar 22,7% terdapat pada responden dengan usia diantara 26-30 tahun sebanyak 34 responden dan persentase terbesar ketiga yaitu sebesar 20,7% terdapat pada responden dengan usia diantara 31-35 tahun sebanyak 31 Tabel 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Valid PNS Pegawai swasta Mahasiswa Wirausaha Total Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pada responden berdasarkan pendidikan terakhir para responden terbagi menjadi 4 kategori yaitu. SMA/Sederajat. D3. S1 dan S2. Hasil dari perhitungan frekuensi responden berdasarkan pendidikan terakhir responden sebagai berikut: Tabel 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Valid SMA/Sederajat Total Frequency Percent Percent Sumber: Data Penelitian Diolah dengan SPSS 23 Berdasarkan Tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa responden yang memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta dengan jumlah sebanyak 119 responden atau sebesar 79,3% mendominasi dibandingkan dengan kategori pekerjaan lainnya. Responden yang memiliki status pekerjaan sebagai mahasiswa berjumlah 21 responden atau sebesar 14% lalu responden yang memiliki status pekerjaan sebagai wirausaha sebanyak 7 responden atau sebesar 4,7% dan yang terakhir responden yang memiliki status pekerjaan sebagai PNS berjumlah 3 responden atau sebesar 2%. Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran Perbulan Pada responden berdasarkan pengeluaran perbulan terbagi menjadi 3 kategori yaitu pengeluaran perbulan di bawah tiga juta rupiah, antara tiga hingga lima juta rupiah dan lebih dari lima juta Hasil dari perhitungan frekuensi Sumber: Data Penelitian Diolah dengan SPSS 23 Berdasarkan Tabel 3 di atas diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pendidikan terakhir di tingkat SMA dengan jumlah sebanyak 84 responden atau sebesar Lalu pendidikan terakhir di tingkat S1 sebanyak 49 responden atau sebesar 32,7% Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Frequency Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X responden berdasarkan pengeluaran perbulan sebagai berikut: Tabel 5 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran Perbulan Valid < Rp. 3 juta Rp. 3 - 5 juta > Rp. 5 juta Total Frequency Percent Hasil Uji Validitas Variabel Citra Merek Hasil uji validitas terhadap variabel citra merek yang dilakukan pada 150 responden dengan 4 pernyataan diperoleh sebagai berikut Tabel 6 Hasil Uji Validitas Variabel Citra Merek Indikator Pernyataan r-tabel Ket. -hitun. Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Penelitian Diolah dengan SPSS 23 Sumber: Data Penelitian Diolah dengan SPSS 23 Berdasarkan Tabel 6 hasil pengujian validitas variabel citra merek menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel. Nilai r tabel didapat dengan menghitung df = n-2 . -2=. dengan alfa 0,05, maka r tabel = 0,1603. Sehingga dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan variabel citra merek dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk uji selanjutnya. Berdasarkan Tabel 5 di atas diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pengeluaran pada kategori tiga juta hingga lima juta rupiah setiap bulannya. Pada kategori tersebut menunjukkan 53. 3% responden atau sebanyak 80 responden memiliki pengeluaran perbulan pada kategori tiga juta hingga lima juta rupiah. Sisanya pada kategori pengeluaran perbulan di bawah tiga juta rupiah sebesar 23,3% atau sebanyak 35 responden dan kategori pengeluaran perbulan lebih dari lima juta rupiah sebesar 23,3% atau sebanyak 35 Hasil Uji Validitas Variabel Gaya Hidup Hasil uji validitas terhadap variabel gaya hidup yang dilakukan pada 150 responden dengan 7 pernyataan diperoleh sebagai berikut Tabel 7 Hasil Uji Validitas Variabel Gaya Hidup Analisis Data Pada penelitian ini metode analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji kualitas, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji analisis regresi berganda dan uji hipotesis. Dalam menggunakan alat bantu analisis SPSS 23. Hasil Uji Kualitas Data Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Sebuah kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu serta tepat untuk mengungkapkan sesuatu yang hendak diukur oleh kuesioner tersebut. Mengukur validitas dapat dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pernyataan dengan total skor konstruk atau variabel. Kemudian, hasil korelasi tersebut dibandingkan nilai kritis dengan taraf signifikansi 0,05 Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Pearson Correlation Indikator Pernyataan Pearson Correlation . r-tabel Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Penelitian Diolah dengan SPSS 23 Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X konsisten atau stabil dari waktu ke waktu atau suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60 (Sugiyono, 2016:. Parametersa,b Most Extreme Differences Tabel 8 Hasil Uji Reliabilitas Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Variabel Cronbach Alpha Keterangan 0,810 Reliabel 0,679 Reliabel 0,711 Reliabel 0,768 Reliabel Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true Sumber: Data Penelitian Diolah dengan SPSS 23 Sumber: Data Penelitin Diolah dengan SPSS 23 Dari Tabel 8 dapat dikatakan bahwa konstruk dari keempat variabel adalah reliabel atau handal. Hal ini terlihat dari nilai Cronbach Alpha masing-masing variabel baik variabel memiliki nilai lebih besar dari 0,60. Nilai Cronbach Alpha variabel etnosentrisme adalah sebesar 0,810. Lalu nilai Cronbach Alpha variabel citra merek sebesar 0,679 selanjutnya nilai nilai Cronbach Alpha variabel gaya hidup dan variabel keputusan pembelian sebesar 0,711 dan 0,768. Gambar 1 Grafik Histogram Keputusan Pembelian Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memilliki distribusi Uji normalitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu analisis statistik dan analisis Uji Statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogrov-Smirnov (K-S) (Ghozali,2016:. Dengan Jika Sig > 0,05 maka H0 diterima Jika Sig < 0,05 maka H0 ditolak Sumber: Data Penelitian Diolah dengan SPSS 23 Berdasarkan perhitungan yang diperoleh dari Tabel 9 yaitu uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorv-smirnov test memiliki nilai sig 0,200 yang berarti nilai tersebut lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima. Dan dari Gambar 4. 1 Grafik Histogram Keputusan Pembelian menunjukkan pola distribusi normal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa residual data terdistribusi normal dan model regresi telah memenuhi asumsi normalitas sehingga dapat dianalisa lebih lanjut. Tabel 9 Hasil Uji Normalitas Hasil Uji Multikolinieritas Uji multikoliniearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas didalam model One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X (Ghozali,2016:. Adjusted Model Square Square Predictors: (Constan. C Hasil Uji Heteroskedastisitas Uji menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk heteroskedastisitas melihat grafik plot. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur . ergelombang, heteroskedastisitas (Ghozali,2. Berikut ini Scatter plot dalam uji Sumber: Data Penelitian Diolah dengan SPSS 23 Pembahasan Hasil Penelitian Pengaruh keputusan pembelian Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji t, dimana nilai t hitung lebih besar dari t tabel serta nilai prababilitas signifikansinya lebih kecil dari 0,05 hal ini menunjukkan bahwa variabel signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ramadhani. M,D. menyatakan bahwa etnosentrisme, perceived quality dan brand awareness secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Pengaruh citra merek terhadap keputusan Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji t, dimana nilai t hitung lebih kecil dari t tabel serta nilai prababilitas signifikansinya lebih besar dari 0,05 hal ini menunjukkan bahwa variabel citra merek berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Haikal. D,M. menyatakan bahwa etnosentrisme dan citra merek secara parsial berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Pengaruh gaya hidup terhadap keputusan Gambar 2 Grafik Scatterplot Sumber: Data Penelitin Diolah dengan SPSS 23 Uji Hipotesis Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Uji Koefisien Determinasi (R. pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel Nilai R2 adalah antara nol dan satu. Apabila independen maka R2 yang dipakai. Tetapi apabila terdapat lebih satu variabel independen maka digunakan Adjusted R2 (Ghozali,2016:. Pada penelitian ini terdapat lebih dari satu variabel independen, maka digunakan Adjusted R2. Hasil pengujian koefisien determinasi Adjusted R2 dapat dilihat pada Tabel 4. berikut ini : Tabel 10 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji t, dimana nilai t hitung lebih besar dari t tabel serta nilai prababilitas signifikansinya lebih kecil dari 0,05 hal ini menunjukkan bahwa variabel gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pangestu. , & Suryoko. menyatakan bahwa gaya hidup dan harga secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Model Summary Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Std. Error of Estimate Kesimpulan Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Ethnocentrism: The Role Of Brand. Product Category And Country Of Origin. In 2014 Global Marketing Conference at Singapore . Berdasarkan hasil pengujian dan analisis yang dijelaskan pada bab sebelumnya pada penelitian ini, maka didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut : Variabel pembelian batik. Artinya bahwa apabila nilai etnosentrisme tinggi pada individu atau konsumen maka akan mendorong peningkatan Konsumen yang memiliki nilai etnosentrisme yang tinggi menjadi lebih peduli terhadap keberadaan batik sebagai warisan budaya dan lebih peduli terhadap laju pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Variabel citra merek berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap variabel keputusan pembelian batik. Artinya bahwa apabila citra merek dari batik peningkatan keputusan pembelian terhadap batik namun tingkat kebenarannya tidak begitu Hal ini berarti bahwa citra merek mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian tergantung bagaimana konsumen itu sendiri mempersepsikan merek tersebut dan faktor-faktor Variabel gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keputusan pembelian batik. Artinya bahwa gaya hidup individu atau konsumen saat ini akan mendorong peningkatan keputusan pembelian terhadap batik secara terus menerus. Berkembangnya tuntutan yang dialami oleh konsumen mempengaruhi aktivitas konsumen, minat serta opininya terhadap batik. Begitu pula dengan kondisi lingkungan, dapat mempengaruhi memandang batik, perlu atau tidaknya mengkonsumsi batik dalam kehidupan Farhan. , & Kamal. Analisis Pengaruh Citra Merek. Desain Produk. Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Nike (Studi Kasus pada Konsumen Nike di Kota Semaran. (Doctoral dissertation. Fakultas Ekonomika dan Bisni. Ghozali. Imam. Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23. Cetakan Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Haikal. The Effect of Consumer Ethnocentrism. Brand Image, and Perceived Quality. Purchase Decisions with Purchase Intention as Intervening Variable. Jurnal Akuntansi Manajemen dan Ekonomi, 20. , 38-49. Hurriyati. Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumsn. Bandung: Alfabeta. Indrawati. Pengaruh Citra Merek Dan Gaya Hidup Hedonis Terhadap Keputusan Pembelian Jilbab AuZoyaAy. Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen, 15. , 302-319. Kementrian Perindustrian. Data Nilai Ekspor Batik. Jakarta: Kementrian Perindustrian. Republik Indonesia. Kementrian Peraturan Perdagangan. Republik Perdagangan. tentang impor dan Ekspor. Jakarta: Kementrian Indonesia. Daftar Pustaka