JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3477 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Pemberdayaan UMKM Kain Tenun Songket dan Kain Jumputan Binaan LPP-PEKKA Yayasan Masjid Agung Palembang untuk Meningkatkan Skala Produksi dan Pewarna Alami Shinta Puspasari1)*, Herri Setiawan2), Aji Windu Viatra3) , Tien Yustini4), Dhamayanti5), Rudi Heriansyah6), Marzuki Alie7) 1), 2), 6)Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer dan Sains 3)Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya 4),7)Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indo Global Mandiri *Email Penulis Koresponden: shinta@uigm.ac.id Received : 06/12/23; Revised:13/12/23 ; Accepted: 20/12/23 Abstrak Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan ini memiliki tujuan pembinaan, pemberdayaan, dan pemanfaatan bahan alami pewarna bahan kain di LPP-PEKKA Yayasan Masjid Agung Palembang. Program yang dirancang meliputi pelatihan Digital Marketing, Pelatihan Branding dan Packaging Produk, Pelatihan Manajemen Keuangan, dan Pelatihan Ketrampilan Produksi Pewarna Alami yang diikuti oleh 50 peserta UMKM LPP-PEKKA yang merupakan para pengerajin kain jumputan dan kain tenun songket Palembang. Metode pelatihan berupa penyampaian materi oleh narasumber, praktek langsung oleh para peserta, dan evaluasi kegiatan dengan pengisian kuesioner oleh peserta pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemberdayaan mitra yang mengalami peningkatan pengetahuan terkait materi pelatihan yang diberikan. Skor rata-rata peningkatan pengetahuan peserta sebesar 10%. Capaian luaran kegiatan PkM juga diukur dari peningkatan penerapan Iptek yang mendukung mitra UMKM LPP-PEKKA untuk memasarkan produk secara digital. Program ini diharapkan dapat meningkatkan skala produksi dan pewarna alami kain tenun songket dan kain Jumputan sebagai produk budaya tradisional Palembang sekaligus sebagai usaha untuk pelestarian budaya daerah. Dengan peningkatan pengelolaan keuangan dan peluang pasar produk hasil UMKM melalui pemasaran digital yang mampu menjangkau pasar global diharapkan dapat berdampak pada peningkatan perekonomian anggota UMKM LPP-PEKKA serta kelestarian lingkungan dengan pemanfataan pewarna alami yang ramah lingkungan dan aman bagi masyarakat. Kata kunci : UMKM, Produk Branding, Digital Marketing, Pewarna Alami, Manajemen Keuangan Abstract This Partnership-Based Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) Development Program aims to train, empower and utilize natural fabric dyes at the Palembang Grand Mosque Foundation LPP-PEKKA. The program designed includes Digital Marketing training, Product Branding and Packaging Training, Financial Management Training, and Natural Dye Production Skills Training which was attended by 50 UMKM LPP-PEKKA participants who are Palembang Jumputan and songket woven cloth craftsmen. The training method consists of delivering material by resource persons, direct practice by participants, and evaluation activities by filling out questionnaires by training participants. The results of the activity showed an increase in partner empowerment who experienced increased knowledge regarding the training material provided. The average score increased in participants' knowledge by 10%. The output achievements of PkM activities are also measured by increasing the application of science and technology which supports UMKM LPP-PEKKA partners to market products digitally. This program is expected to increase the production scale and natural dyes of songket woven cloth and Jumputan cloth as traditional Palembang cultural products as well as an effort to preserve regional culture. By improving financial management and market opportunities for UMKM products through digital marketing that is able to reach 187 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3477 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X global markets, it is hoped that it will have an impact on improving the economy of UMKM LPP-PEKKA members as well as environmental sustainability by using natural dyes that are environmentally friendly and safe for the community. Keywords : UMKM, Product Branding, Natural Dye, Digital Marketing, Financial Management 1. PENDAHULUAN Perempuan merupakan ujung tombak penggerak kewirausahaan bangsa. Melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola dan dijalankannya, perempuan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.Geliat partisipasi perempuan di sektor kewirausahaan terus meningkat. Sebanyak 64,5 persen dari total pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Indonesia adalah perempuan. Oleh karena itu, Pemerintah mendorong perempuan pelaku UMKM terus mengembangkan bisnisnya ke tingkat yang lebih tinggi. Jumlah perempuan dalam sektor kewirausahaan atau perempuan pengusaha (womenpreneur) setiap tahun semakin meningkat. Berdasarkan data BPS tahun 2021, perempuan mengelola 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia atau sekitar 37 juta UMKM dengan proyeksi di tahun 2025 memiliki total nilai sebesar USD 135 miliar, Ini menjadi bukti bahwa perempuan di Indonesia khususnya womenpreneur memiliki peran yang strategis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk memajukan sebuah usaha dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni dari para pelaku usaha tersebut. Seminar, pelatihan dan bimbingan teknis yang tepat dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan soft-skill dari para pelaku usaha, tidak hanya para pelaku Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) (Yustini, 2018), namun juga pengusaha pemula dan para pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya. Setiap Usaha Perekonomian untuk masyarakat, misalnya berupa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah perlu ditingkatkan perkembangannya sebagai bagian penting dalam membangun ekonomi rakyat yang berintegritas dan mempunyai kedudukan, tugas, dan potensi strategis. LPP-PEKKA dalam rangka menguatkan perannya telah membentuk Unit Usaha UMKM Berbasis Syariah telah menaungi 140 pelaku usaha yang tersebar di 18 Kecamatan dan 107 Keluarahan Kota Palembang yang menjadi kekuatan LPP-PEKKA. Namun, Personil Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga Yayasan Masjid Agung Palembang tergolong terbatas dan belum adanya relawan tetap dalam mendukung program LPP-PEKKA dan latar belakang pendidikan dan ekonomi menjadi faktor dan fokus utama sehingga menjadi hambatan dalam pengembangan UMKM dibawah binaan LPP-PEKKA. Periode 2020-2022 pertumbuhan UMKM Binaan PEKKA cenderung meningkat. Di dalam LPP-PEKKA Yayasan Masjid Agung Palembang memiliki delapan kelompok UMKM (3 pengerajin tenun songket dan 5 pengerajin kain jumputan). UMKM ini menghadapi permasalahan baik dalam proses penyediaan bahan baku, produksi, pemasaran, dan masih minimnya modal untuk mengembangkan usaha. Permasalahan lain yang dihadapi yaitu terkait dengan pengelolaan keuangan, pemasaran UMKM belum memiliki strategi perencanaan yang tepat, dan kegiatan produksi UMKM masih dilakukan dengan cara tradisional. Penentuan strategi yang tepat dan efektif dengan cepat melihat peluang dan potensi, ini menjadi poin utama dalam pembinaan, pengembangan dan pendayagunaan UMKM, melalui pelatihan branding, digital marketing, manajemen keuangan dan pemasaran, pelatihan rancang ragam hias motif kain tenun songket dan kain jumputan, pelatihan pengelolaan pewarna alam kain/tekstil. Saat ini yang menjadi produk unggul UMKM pada binaan LPP-PEKKA Yayasan Masjid Agung Palembang yakni usaha kuliner, usaha kain tenun songket, dan usaha kain jumputan yang pergerakannya cukup stagnan, belum mengalami peningkatan pendapatan yang cukup signifikan, disebabkan oleh pemasaran produk yang belum maksimal. Selain itu, metode produksi secara konvensional, kuantitas produksi yang rendah, belum bisa untuk memenuhi atau mencukupi kebutuhan konsumen, dan belum adanya tempat penjualan khusus seperti, toko, ruko, dan galeri, pengolahan manajemen usaha yang tidak maksimal, produk tersebut dipasarkan hanya secara tradisional dan belum adanya diversifikasi produk untuk meraih peluang pasar. 188 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3477 2. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan ini memiliki tujuan pembinaan, pemberdayaan, dan pemanfaatan bahan alami pewarna bahan kain di LPP-PEKKA Yayasan Masjid Agung Palembang. Solusi permasalahan yang ditawarkan meliputi 4 (empat) kegiatan (Gambar 1), yaitu: Pelatihan Digital Marketing, Pelatihan Branding dan Packaging Produk, Pelatihan Manajemen Keuangan, dan Pelatihan Ketrampilan Produksi Pewarna Alami. Mekanisme pelaksanaan Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan di LPP-Pekka Yayaysan Masjid Agung Palembang, sebagaimana digambarkan bagan sebagai berikut merupakan metode yang ditawarkan untuk meningkatkan keterampilan mitra (Marnisah & Setiawan, 2023) mengatasi permasalahan dan memanfaatkan peluang potensi mitra UMKM. Kegiatan diawali dengan tahapan sosialisasi. Sosialisasi efektif menyebarkan informasi kepada masyarakat (Puspasari & Dhamayanti, 2022). Gambar 1. Sistematika Kegiatan Pembinaan UMKM LPP-PEKKA 2.1. Pelatihan Digital Marketing Program ini menggunakan strategi pemasaran produk yang meliputi manajemen branding produk, rancangan harga, promosi, pemasaran dan distribusi ke konsumen. Metode lain yang dikembangkan adalah pembelajaran dan praktek dalam bidang aspek bisnis sederhana melalui digital marketing. Pelatihan efektif meningkatkan kemampuan peserta pelatihan (Sanmorino et al., 2023). Pemasaran akan dilakukan dengan menjalin komunikasi pada kelompok/komunitas UMKM di LPPPekka YMA, dan metode pemasaran digital akan menggunakan berupa aplikasi media sosial via online, antara lain Instagram, Facebook, Tiktok, dan Market Place. Peranan teknologi informasi dalam bidang marketing management dinilai mampu untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas, mengembangkan kinerja entitas usaha, untuk perlindungan asset serta meningkatkan produktivitas maupun mempermudah pekerjaan dalam organisasi. Digital Marketing juga dapat membuat atau membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya tertutup karena adanya keterbatasan waktu, cara komunikasi ataupun jarak (Halim & Viatra, 2023). Melalui digital marketing mitra UMKM dapat memperluas pemasaran tidak hanya sebatas titip produk kepada toko-toko pasar, namun ke arah pangsa pasar daerah lain, Kota Palembang, dan secara nasional (Setiawan et al., 2023). 2.2. Pelatihan Produksi Pewarna Alami Bahan Benang dan Kain Bahan pewarna alam yang biasa digunakan untuk tekstil diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan seperti akar , kayu, daun, biji ataupun bunga, sedangkan zat warna sintesis adalah zat warna buatan. Pelatihan efektif untuk meningkatkan keterampilan dan perekonomian masyarakat (Mubarat et al., 2022). Pelaksanaan pelatihan produksi pewarna alam diperlukan beberapa tahapan untuk pewarnaan alam dalam membuat benang dan kain yang akan dipakai, sehingga menghasilkan 189 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3477 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X warna yang sesuai dengan diinginkan. Proses pewarnaan alam memiliki beberapa tahap pengolahan benang dan kain diolah dengan menggunakan bahan-bahan pewarna alami, sebagai berikut: a. Proses pembuatan ekstrak/pasta bahan daun indigofera tinctoria menjadi pewarna alam b. Pembuatan larutan pewarna dari pasta indigofera tinctoria c. Pencelupan kain dan benang larutan pewarna alam d. Penjemuran Benang e. Penggulungan Benang dan Kain f. Pengemasan bahan benang dan kain ke suri, gulung ke papan g. Merangkai bahan benang dan kain menjadi produk kain songket dan jumputan 2.3. Perancangan Branding dan Packing Produk Metode ini dengan melakukan pengembangan dengan Pelatihan Perancangan Branding produk yang akan dihasilkan dari pelatihan, yaitu; produk kerajinan kain tenun songket dan kain jumputan. Produk ini akan dikemas melalui branding produk, agar dapat menambah nilai jual yang memiliki karakter visual khas lokal, dan lebih menarik (Viatra & Putra, 2022). Dalam Lunardi menurut Vaid mengemukakan brand identity adalah kunci dalam membangun hubungan antara brand dengan konsumen dan mencerminkan esensi dari brand. Sedangkan menurut Wheeler brand identity merupakan faktor yang dapat dilihat dan dirasakan. Brand identity dapat dilihat, disentuh, didengar, dan dilihat dalam pergerakan. Tujuan branding produk sangat penting untuk membangun pangsa pasar serta branding positioning. Peran branding sangat penting untuk memahami perkembangan dan informasi, dan review gambar tujuan untuk menentukan bagaimana sebuah gambar dapat membentuk dan mengubah presepsi para calon konsumen. Pelaksanaan strategi branding saat ini yang telah dilakukan belum memiliki perencanaan yang cukup baik. Maka dengan memiliki Brand Identity sebagai strategi branding berupa perancangan promosi visual produk untuk menambah nilai jual produk (Viatra et al., 2019). 2.4. Pelatihan Manajemen Keuangan Metode ini dengan melakukan pelatihan berbgai pengetahuan dan Teknik pengelolaan kuanganan meliputi aliran dana masuk dan keluar dalam usaha pengerajin kain tenun songket dan kain jumputan. Setiap aktivitas keuangan yang masuk dan keluar harus dapat dicatat dengan rapi untuk dapat dipergunakan nantinya sebagai bahan untuk menilai kinerja keuangan dan evaluasi usaha. Beberapa kegiatan dalam hal manajemen keuangan pada PkM ini diantaranya: 1. ceramah kepentingan manajemen keuangan dalam usaha, 2. pelatihan penyusunan laporan keuangan, 3. pendampingan dan praktek penyusunan laporan keuangan. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan dengan LPP-PEKKA Yayasan Masjid Agung Palembang, yakni memanfaatkan potensi budaya alam lokal berupa tumbuh-tumbuhan yang selama ini terbuang, menjadi produk yang bernilai pasar dan ramah lingkungan sehingga dapat digunakan dan dijual untuk meningkatkan skala produksi dan pewarna alami kain tenun Songket dan Kain Jumputan Palembang. Keberhasilan kegiatan dapat diukur dari capaian luaran peningkatan keberdayan mitra LPP-PEKKA dan peningkatan penerapan iptek di masyarakat. Khalayak sasaran pada program ini adalah anggota UMKM LPP-PEKKA binaan Yayasan Masjid Agung Palembang dengan peserta berjumlah 50 orang yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan, pelatihan maupun pendampingan (Gambar 2). 3.1. Peningkatan Pemberdayaan Mitra Program pelatihan yang diberikan kepada mitra UMKM LPP-PEKKA meliputi 4(empat) kegiatan, yaitu : Manajemen Keuangan, Digital Marketing, Branding & Packaging Produk, dan Pewarnaan Alami Kain Tenun Songket dan Kain Jumputan. Kegiatan dilaksanakan selama 4 (empat) hari. Masing-masing kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh narasumber yang ahli di bidang terkait topik pelatihan. Selanjutnya, peserta diminta untuk melakukan praktek langsung dengan pendampingan dari narasumber yang dibarengi dengan kegiatan diskusi serta tanya jawab dengan peserta terkait 190 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3477 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X permasalan yang dihadapi berkenaan dengan topik pelatihan. Tujuan nya agar peserta dapat memahami materi yang disampaikan sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang mereka hdapi terkait pemasaran digital, pengelolaan keuangan, dan pengemasan produk. Gambar 2. Program pelatihan 191 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3477 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengukur peningkatan pemberdayaan mitra setelah mengikuti kegiatan. Instrumen kuesioner diberikan kepada peserta setelah sesi diskusi dan tanya jawab kegiatan pelatihan. Hasil kuesioner menunjukkan bahawa rata-rata pengetahuan peserta meningkat 10%. Sebelum kegiatan skor pengetahuan peserta rata-rata > 69,43% dan setelah kegiatan skor pengetahuan peserta rat-rata > 82.29% (Gambar 3). Rata-rata skor peserta 69,43 82,29 Sebelum Sesudah Gambar 3. Skor pengetahuan rata-rata peserta program 3.2. Peningkatan Penerapan Iptek di Masyarakat Pada program pembinaan UMKM LPP-Mitra diserahkan sejumlah barang dan alat yang dapat dimanfaatkan oleh mitra untuk meningkatkan skala produksi dan pewarnaan alami kain tenun songket dan kain jumputan. Alat tersebut juga berupa perangkat mini studio yang dapat dimanfaatkan untuk pemasaran digital produk mitra. Peserta pelatihan dapat membuat foto produk yang menarik dan menyebarluaskan lewat berbagai media digital yang dimaksudkan untuk tujuan pengenalan dan pemasaran produk kain tenun songket dan kain jumputan secara luas. Sebelumnya mitra belum memiliki perangkat mini studio yang terdiri dari, perangkan komputer, lighting, kamera, tripot yang diperlukan untuk foto dan video pemasaran produk. Setelah kegiatan ini mitra diserahkan peralatan tersebut dan dapat secara penuh memanfaatkannya untuk kepentingan seluruh anggota UMKM LPPPEKKA Yayasan Masjid Agung dan diharapkan dapat turut melestarikan budaya daerah Palembang melalui teknologi digital (Puspasari & Marnisah, 2019). Pengetahun tentang teknik pemanfaatan Iptek tersebut telah diberikan oleh narasumber pelatihan digital marketing, produk branding, foto, dan video produk, serta pewarna alami kain. Gambar 4. Serah terima peralatan iptek kepada mitra LPP-PEKKA 192 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3477 4. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X KESIMPULAN Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan ini memiliki tujuan pembinaan, pemberdayaan, dan pemanfaatan bahan alami pewarna bahan kain di LPP-PEKKA Yayasan Masjid Agung Palembang. Solusi permasalahan yang ditawarkan meliputi 4 (empat) kegiatan, yaitu: Pelatihan Digital Marketing, Pelatihan Branding dan Packaging Produk, Pelatihan Manajemen Keuangan, dan Pelatihan Ketrampilan Produksi Pewarna Alami. Pelaksanaan kegiatan diagendakan selama 4(empat) hari dengan masing-masing narasumber yang kompeten sesuai topik pelatihan. Kegiatan pelatihan diikuti oleh anggota UMKM LPP-PEKKA yang dihadiri oleh 50 peserta. Hasil kegiatan dapat dilihat berdasarkan capaian luaran berupa adanya peningkatan pemberdayaan mitra yang mengalami peningkatan pengetahuan tekait materi pelatihan yang diberikan. Skor rata-rata peningkatan pengetahuan peserta sebesar 10%. Sebelum pelatihan pengetahuan peserta memiliki skor rata-rata 69.43% dan setelah pelatihan meningkat menjadi 82.29%. Selain itu, mitra juga diberikan peralatan Iptek yang mendukung UMKM LPP-PEKKA untuk memasarkan produk secara digital, meningkatkan daya saing lewat perangkat teknologi studio mini yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pemasaran produk secara digital. Pengetahuan pembuatan foto dan video menggunakan perangkat mini studio yang terdiri dari, komputer, kamera, lighting, dan tripot berikut teknik pengambilan gambar yang baik telah diberikan oleh narsumber kepada para peserta. Sebelumnya mitra belum memiliki perangkat mini studio yang efektif mendukung pemasaran produk UMKM LPP-PEKKA secara digital. Program ini diharapkan dapat meningkatkan skala produksi dan pewarna alami kain tenun songket dan kain Jumputan sebagai produk budaya tradisional Palembang sekaligus sebagai usaha untuk pelestarian budaya daerah. Dengan peningkatan peluang pasar produk hasil UMKM diharapkan dapat berdampak pada peningkatan perekonomian anggota UMKM dan masyarakat secara luas serta kelestarian lingkungan dengan pemanfataan pewarna alami yang ramah lingkungan dan aman bagi masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih dapat diberikan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi lewat Pendanaan Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan Kediareka 2023 serta LPPPEKKA Yayasan Masjid Agung Palembang selaku Mitra kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA Halim, B., & Viatra, A. W. (2023). Pelatihan Pemasaran Digital di Desa Tugu Mulyo, Kecamatan SUngai Lilin, Kabupaten Banyuasin. 6, 1109–1117. Marnisah, L., & Setiawan, H. (2023). Usaha Aneka Olahan Lombok Merah di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan. AKM: Aksi Kepada Masyarakat, 3(2), 383–394. https://doi.org/10.36908/akm.v3i2.712 Mubarat, H., Viatra, A. W., & Patriansah, M. (2022). Pelatihan Kerajinan Bambu sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan dan Ekonomi Keluarga Di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyu Asin Bamboo Craft Training as an Effort to Improve Family Skills and Economy in Sungai Lilin District , Musi Banyu Asin Re. 7(2), 164–173. Puspasari, S., & Dhamayanti. (2022). Sosialisasi Eksistensi Museum dr.AK.Gani di Pameran Bersama Museum Se-Sumsel untuk Peningkatan Kunjungan Eduwisata. Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 745–750. https://doi.org/https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i2.1972 Puspasari, S., & Marnisah, L. (2019). Implementasi E-Museum Dr. Ak. Gani Palembang. Jurnal Abdimas Mandiri, 3(2), 120–130. https://doi.org/10.36982/jam.v3i2.827 Sanmorino, A., Gustriansyah, R., Puspasari, S., Komputer, F. I., Indo, U., Mandiri, G., Jend, J., No, S., No, K., Iv, I. D., I, K. I. T., Palembang, K., & Indonesia, S. S. (2023). Pemanfaatan Teknologi Komputer untuk Pembelajaran Ilustrasi Digital pada Siswa Raudhatul Athfal Ma ’ had di Kota Palembang Utilization 193 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3477 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X of Computer Technology for Digital Illustration Learning for Raudhatul Athfal Students in Palembang City pemanfaatan tek. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 52–59. https://doi.org/https://doi.org/10.36312/linov.v8i1.1119 Setiawan, H., Ghazali, K., & Kesuma, H. Di. (2023). Peningkatan Manajemen Usaha Bersama Desa Barlian Makmur Menggunakan Aplikasi Satu Atap. AKM: Aksi Kepada Masyarakat, 3(2), 207–214. https://doi.org/10.36908/akm.v3i2.709 Viatra, A. W., Halim, B., & Ghazali, K. (2019). Pelatihan Peningkatan Keahlian Program Perancangan Multimedia Di F18 Digital Printing Palembang. Jurnal Abdimas Mandiri, 3(1), 11–19. https://doi.org/10.36982/jam.v3i1.724 Viatra, A. W., & Putra, M. E. P. (2022). Perancangan Corporate Identity Bumdes Darussalam, Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar, 9(3), 265. https://doi.org/10.26858/tanra.v9i3.37743 Yustini, T. (2018). MSME-Based Industrial Development Strategy Through the Role of LPDB (Revolving Fund Management Institution) and South Sumatra UMKM Readiness Facing the Digital 4.0. Business and Economic Research, 8(4), 109. https://doi.org/10.5296/ber.v8i4.13725 194