Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 Vol. No. Juni 2025: 141-149 ANAK DI BAWAH BAYANGAN : CITRA KELAM DALAM NOVEL ARAB BERGENRE REALIS Ikhwan Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Padjadjaran. Jatinangor. Sumedang E-mail: ikhwan@unpad. ABSTRAK. Karya-karya naratif sastra Arab telah berkembang dari bentuk tradisional yang bersifat fiktif-didaktis ke arah realis. Novel Arab modern bergenre realis dipandang lebih jujur dalam menggambarkan kehidupan tentang anak, baik yang menempatkannya sebagai pusat penceritaan ataupun sudut pandang yang menceritakan kebenaran secara jujur dan polos. Penelitian ini mengangkat objek novel-novel realis berbahasa Arab yang dipilih secara nonprobability dan dianalisis dengan metode eksplanatif-komparatif untuk tujuan mendapatkan gambaran mengenai citra anak dalam bayang-bayang situasi dominan yang hadir di sekitar kehidupannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam novel realis berbahasa Arab anak dicitrakan secara bermacam-macam, tetapi memiliki kesamaan dalam perspektif citra kelam khas yang diakibatkan oleh faktor . etika orang dewasa, . nasib keluarga, . ketidakhadiran peran ayah, . ketidakhadiran peran ibu, dan . tradisi yang non-produktif. Kelima aspek tersebut merupakan faktor penentu tumbuh kembang anak. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa karya sastra anak tidak hanya muncul dalam bentuk ideal sebagai sarana pembelajaran untuk anak, namun juga dibicarakan untuk konsumsi pembaca dewasa dalam konteks edukasi. Kata Kunci : Naratif. novel realis. citra kelam anak. faktor traumatik THE CHILD IN THE SHADOW: DARK IMAGES IN ARABIC NOVELS OF THE REALIST GENRE ABSTRACT. Narrative works in Arabic literature have evolved from fictitious-didactic traditional forms towards the realist model. Modern Arabic novels of the realist genre are seen as more honest in describing life about children, both those that place them as the center of storytelling or point of view that tells the truth honestly and innocently. This study raises the object of Arabic realist novels chosen non-probability and analyzed using the comparative-explanatory method for the purpose of getting a picture of the child's image in the shadows of the dominant situation that is present around his life. The results show that in Arabic realist novels children are imaged in various ways, but have similarities in the perspective of a typical gloomy image caused by factors . adult ethics, . family fate, . absence of father's role, . absence of mother's role, and . non-productive These five aspects are determinants of children's growth and development. This also shows that children's literary works not only appear in the ideal form as a means of learning for children, but are also discussed for the consumption of adult readers in the context of education. Keywords: Narrative. realist novel. gloomy image of children. traumatic factor PENDAHULUAN Dunia Arab saat ini dicirikan oleh perkembangan ilmu pengetahuan ilmiah, metode ilmiah, hingga ke bidang seni dan sastra pada umumnya, serta kritik pada khususnya. Ilmu pengetahuan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Arab, sehingga sekat-sekat antara Arab dan NonArab terbuka lebar. Dalam situasi ini, literatur dalam sastra Arab kontemporer dicirikan oleh tiga kecenderungan khas: Pertama, kecenderungan para penulis untuk mencari dasar dokumentasi karya mereka dalam rangka menemukan dan menunjukkan kebenaran sejarah, realitas dan kemajuan Kedua, adanya pengaruh luar biasa dari model-model karya fiksi ilmiah sebagai konsekuensi dari revolusi teknologi. Ketiga, semakin banyaknya minat untuk menghasilkan karya sastra berbasis pengetahuan dan pendekatan ilmiah (Abu Haif, 1992: 72-. Hal ini berpengaruh terhadap perkembangan hasil-hasil karya dalam khazanah sastra Arab yang tidak lagi dapat dibatasi pada bentukbentuk tertentu yang dipahami secara tradisional, bahkan semakin sulit dibatasi. Bentuk-bentuk hasil karya sastra Arab menjadi lebih luas, . Literatur Ilmiah (A)E EEIOA, yaitu berbagai karya hasil kajian ilmu yang untuk mempelajari ilmu pengetahuan tertentu seperti matematika, fisika, geografi, ilmu alam, dsb. Literatur pendidikan (A)E EEOIOA, yaitu berbagai hasil pembahasan tentang cara-cara pendidikan melalui bentuk-bentuk ekspresi, baik cerita narasi maupun syair untuk menjelaskan materi ilmiah. Anak di Bawah Bayangan : Citra Kelam dalam Novel Arab Bergenre Realis (Ikhwa. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 . Literatur fiksi ilmiah (A) EOE EEIOA, yaitu hasil-hasil karta yang mengedepankan imajinasi baik melalui penyampaian mitos kuno, cerita legenda, ataupun fiksi ilmiah. (Abu Haif, 2001: 193-. Interaksi budaya menyebabkan sastra Arab tidak dapat menghindar dari tuntutan cara pandang baru, baik terhadap aspek-aspek kesastraan maupun ide dan muatan yang terkandung di dalamnya. Karya-karya naratif dalam sastra Arab mengalami perkembangan dari bentuk tradisional yang bersifat fiktif-didaktis ke arah model realis, menyusul genre puisi yang jauh lebih dahulu mengenal jenis itu. Hal ini tampak jelas pada karya-karya naratif bertema anak. Karya sastra anak tidak lagi muncul dalam bentuk ideal sebagai sarana pembelajaran untuk anak. Di dalam karya-karya sastra Arab modern, khususnya novel, tema anak juga dibicarakan untuk konsumsi pembaca Situasi digambarkan dengan cara tertentu untuk meyakinkan para pembaca dewasa bahwa anakanak merupakan fase penting dalam kehidupan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Masa kanak-kanak mengandung arti usia permulaan, sering diartikan sebagai fase pertama dari tahap perkembangan usia manusia, dan dimulai dari saat lahir hingga pubertas. pra-kelahiran, menyusui, anak usia dini, usia tengah, hingga akhir masa kanak-kanak di mulai dari sembilan hingga 12 tahun, fase ketika anak mulai belajar mengenal lingkungan untuk kebutuhan hidupnya Istilah anak dalam tulisan ini tidak mengacu pada definisi semacam itu, melainkan menunjuk pada eksistensi hubungan antara seseorang dengan orang tuanya, baik orang tua yang melahirkan maupun orang tua angkat. Dalam konteks ini, relasi antar-individu lebih penting dibandingkan usia atau perkembangan fisik dan psikologisnya, karena berapa pun usia seseorang dan bagaimana pun perkembangan psikologisnya, ia tetap menjadi anak bagi orang Dalam perepektif perkembangan individu, anak-anak tidak merepresentasikan dirinya sendiri di dalam karya sastra, tetapi diwakili oleh orang dewasa. Anak di dalam sastra adalah seorang anak yang dipulihkan, dibicarakan oleh orang dewasa yang berusaha berbicara tentang AukeagunganAy mereka. Masa kanak-kanak dilukis ulang oleh ingatan dan imajinasi orang dewasa. Dalam karya sastra anak-anak, metafora Auanak di mata pengarangAy lebih Pengarang memasuki dunia anakanak, berusaha menyelami perasaan dan imajinasi mereka. Atas dasar asumsi ini, anakanak di dalam karya sastra tidak menawarkan ideologi apapun, bahkan tidak memiliki tempat ekspresi diri. Apa yang ditawarkan dari motivasi, keinginan, dan harapan-harapan mereka di dalam karya sastra muncul dari citra mereka dalam pandangan pengarangnya. Berbeda halnya dalam terminologi anak sebagai relasi terikat dengan orang tuanya. Dalam perspektif ini, anak tetap dapat mengekspesikan diri di dalam karya untuk mengekspresikan hubungan dirinya dengan orang tuanya, sehingga tidak hanya orang tua, seorang anak juga dapat memanifestasikan ideologi, motivasi, keinginan, dan harapanharapannya secara real. METODE Objek penelitian ini adalah novel-novel berbahasa Arab yang dipilih secara nonprobability melalui teknik purposive sampling, yaitu teknik sampling dengan kriteria . nklusi dan ekslus. yang telah dipilih oleh peneliti untuk tujuan mendapatkan gambaran mengenai citra anak dalam bayang-bayang situasi dominan yang hadir di sekitar kehidupannya. Lima novel terpilih, yaitu Zainab karya Muhammad Husein Haikal. Al-Hubz al-Hafiy karya Muhammad Syukri. At-Talashshush karya Shan'ullah Ibrahim. Kullu ahdziyati dhayyiqah karya Adil AsAoad Al-Mairy, dan Bait an-Nakhl karya Thariq Thayyib dianalisis dengan metode eksplanatif-komparatif. Proses eksplanasi dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan antargejala pada setiap objek yang diteliti. sedangkan proses komparasi dilakukan untuk menemukan persamaan dan perbedaan antargejala pada masing objek, sehingga karakteristiknya dapat teridentifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Citra anak-anak dalam sastra Arab terbentuk pada medan teks yang sangat luas dan di tingkat budaya yang berbeda. Hampir semua cerita, baik dalam bentuk novel ataupun cerpen, tidak memiliki karakteristik khusus mengenai kepribadian anak yang mewakili khas Arab, karena masa kanak-kanak merupakan pengalaman universal, dimiliki semua manusia dalam budaya yang berbeda-beda. Setiap upaya untuk menarik karakter kepribadian umum dimulai dari masa kanak- Anak di Bawah Bayangan : Citra Kelam dalam Novel Arab Bergenre Realis (Ikhwa. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 kanak, baik untuk menyelidiki penyebab dan faktor yang menjadikannya apa adanya atau untuk mengembalikan masa kanak-kanak sebagai waktu yang hilang. Anak merupakan model halus dalam sastra yang menjadi sarana manifestasi otoritas, representasi, kepentingan dan dominasi, agama dan pendidikan, dsb. Pembacaan terhadap karya sastra anak dapat dipengaruhi oleh sejumlah persepsi yang berhubungan dengan makna-makna tertentu seperti kepolosan, permainan, kelucuan, dan angelisme, serta simbol-simbol seperti masa awal dan masa depan sebagai ciri-ciri dari masa kanakkanak itu sendiri. Persepsi ini tidak terbatas pada cara pandang optimis, tetapi ada juga beberapa asumsi dan gagasan tentang kejahatan AulatenAy yang sedang menunggu giliran misalnya dari kelahiran anak yang tidak diinginkan, pola asuh yang salah, serta lingkungan luar lain yang Dalam sastra Arab, nostalgia merupakan pintu yang selalu terbuka untuk menghadirkan kembali kenangan masa kanak-kanak. Tidak sedikit karya-karya naratif yang mencitrakan eksistensi masa kanak-kanak dalam tema penyesalan, kenangan desa, cinta palsu, dsb. Novel Arab modern menawarkan versi yang berbeda dengan dikenalnya, meminjam istilah Dr. Faishal Darraj . , model as-shabiy al-waAoid Auanak yang menjanjikanAy, sebuah ekspresi dari kerinduan untuk kemerdekaan nasional dan masa depan Arab pascakolonialisme. Anak dalam model ini memainkan peran Juru selamat dalam agama, mengalahkan penyimpangan, kesesatan, dan ketidakadilan. Selain model Auanak yang menjanjikanAy, ada banyak citra atau gambaran tentang realitas anak-anak Arab yang diperoleh dari membaca karya-karya sastra naratif bergenre realis. Beberapa novel Arab terindikasi mengekspresikan anak dengan citra suram yang khas, antara lain: . anak di bawah bayangan etika, . anak di bawah bayangan nasib, . anak di bawah bayangan ayah, . anak di bawah bayangan ibu, dan . anak di bawah bayangan tradisi. Anak di Bawah Bayangan Etika AuAnak di bawah bayangan etikaAy merupakan ungkapan lain dari as-shabiy al-waAoid . nak yang menjanjika. yang diberikan Dr. Faishal Darraj di dalam AuDalalah as-Shabiy alWaAoid fi Takwin ar-Riwayah al-AoArabiyahAy . Istilah ini mengacu pada kecenderungan perkembangan anak yang diceritakan menjadi sosok yang akhirnya menjadi Aujuru selamatAy karena memegang teguh nilai-nilai etika yang diajarkan secara turun temurun. Citra Auanak di bawah bayangan etikaAy dipresentasikan antara lain di dalam novel Zainab karya Muhammad Husein Haikal. Novel ini, disebutkan Haywood . dan Thaha Badr . , diterbitkan pertama kali pada tahun 1914. Zainab dianggap sebagai novel Mesir Modern pertama (Badawi, 1993: . , karena di Mesir kontemporer, novel pertama yang menampilkan dialog dalam bahasa Arab Mesir, dan terutama karena merepresentasikan karakter Auautentik MesirAy sebagai yang bukan turunan dari tema Eropa (Haqqi, 1987: . Judul lengkapnya dalam bahasa Arab adalah Zainab: Manazhir wa Akhlaq Rifiyyah (Zainab: Panorama Alam dan Etika Pedesaa. Novel ini terdiri atas tiga bagian yang ditulis pada 310 halaman pada penerbit Dar al-MaAoarif (Kairo: 1. Di dalamnya menggambarkan kehidupan anak-anak muda di pedesaan Mesir, mempresentasikan hubungan romantis dan pernikahan tradisional serta interaksi antara kelas pekerja dengan kelas pemilik perkebunan, sekaligus sebuah kritik tentang perjodohan, jilbab, dan keterkucilan perempuan. Zainab diceritakan sebagai seorang gadis petani kapas yang cantik. Kehidupannya dikelilingi tiga laki-laki yang berusaha mendapatkan perhatiannya: Hamid . utra tertua Ibrahim . andor perkebuna. , dan Hasan . emuda yang dijodohkan denganny. Diceritakan bahwa Zainab mencintai Ibrahim, tetapi ayahnya justru menikahkannya dengan Hasan. Ia kemudian mengikuti keputusan ayahnya dan pindah ke rumah suaminya untuk menjadi ibu rumah Pernikahan yang tidak diinginkan membuatnya jatuh sakit yang akhirnya membawanya ke ranjang kematian. Novel Zainab meskipun berakhir tragis dengan kematian sang tokoh utama, tetapi mempresentasikan anak-anak yang memiliki karakteristik etika pedesaan yang patuh kepada orang tua masing-masing. Hamid, meskipun ia berpendidikan tinggi, setiap libur semester selalu pulang ke desanya, sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh tuntutan sosial kehidupan kota. sedangkan Ibrahim adalah sosok pemuda pekerja keras sehingga di usianya yang masih muda telah diangkat menjadi mandor. Dia juga tidak membuang waktu berkeliaran di kedai kopi seperti pemuda lain di desanya. Demikian pula Hasan, merupakan pemuda pekerja keras yang bekerja di perkebunan ayahnya. Karena kerja kerasnya itu, ayahnya menikahkannya dengan gadis yang dia cintai. Zainab. Kesabaran Hasan diuji ketika Zainab sakit keras. Hasan tetap Anak di Bawah Bayangan : Citra Kelam dalam Novel Arab Bergenre Realis (Ikhwa. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 bekerja keras dan sabar untuk mencoba Mereka adalah model anak-anak yang menjanjikan bagi orang tuanya dan selalu menjunjung tinggi kehormatan keluarga, meskipun pada kenyataannya harus menderita secara Zainab dan Ibrahim, selama masa pacaran, keduanya tidak terlibat dalam hal-hal yang bertentangan dengan agama (Isla. , yang mengarah pada rusaknya kehormatan dan reputasi keluarga. Zainab selalu menjaga kesucian dirinya dan Ibrahim tidak berusaha memanfaatkan Zainab, meskipun mereka sering bertemu di tempat sepi dan terpencil. Dalam bayang-bayang etika yang mengharuskan mereka selalu berperilaku AubaikAy, kehidupan psikologis mereka terpuruk. Anak di Bawah Bayangan Nasib Citra Auanak di bawah bayangan nasibAy merupakan ungkapan lain untuk menggambarkan situasi Auanak korban keadaanAy. Citra ini terekspresi antara lain di dalam Al-Hubz al-Hafiy (Sepotong Rot. , novel otobiografi karya seorang penulis dan novelis Maroko. Muhammad Syukri . Di dalamnya menggambarkan kemalangan penulisnya sejak masa anak-anak hingga beranjak dewasa. Novel yang menceritakan pengalaman hidup antara tahun 1935 hingga 1956 ini pada terbitan Dar as-Saqi dicetak pada 228 halaman buku, ditulis menggunakan bahasa Arab fusha dengan sesekali diselingi bahasa sehari-hari (Aoamiya. Novel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris berjudul AuFor Bread AloneAy oleh pengarangnya bersama Paul Bowles, dan baru diterbitkan dalam bahasa Arab, diterjemahkan oleh pengarangnya sendiri pada tahun 1982 (Thompson, 2. Al-Hubz al-Hafiy menggambarkan tentang kesuraman masa kecil dan remaja anak-anak Maroko dalam menghadapi kenyataan hidup di tengah kelaparan yang dialami masyarakat kelas Muhammad Syukri mengambil posisi mewakili nasib buruk anak-anak seusianya, sebagai narator yang menceritakan pengalaman hidupnya di dalam novel tersebut. Muhammad, demikan ia dipanggil, diceritakan berusaha melepaskan diri dari kekeringan dan kelaparan di Rif, sebuah desa di pegunungan Profinsi Nador. Maroko. Ia memilih lari dan hidup di jalanan, mengais-ngais makanan apa pun yang tersedia, bahkan melacurkan dirinya sendiri. Ia hidup mengemis, mencuri, melacur, melakukan penyelundupan dan sesekali bekerja apa adanya. Dia belajar menikmati seks, narkoba, dan alkohol demi bertahan hidup. Perjuangan hidup demi sesuap nasi inilah yang diangkat oleh sang penulis dengan judul Al-Hubz al-Hafiy (Sepotong Rot. Muhammad Syukri lahir pada 1935, di Bani Syukr, sebuah desa kecil di pegunungan Rif, dekat Nador. Ia dibesarkan di keluarga miskin, dengan ayah yang pemarah dan sewenangwenang. Keadaan itulah yang mem-buatnya lari dari keluarga dan menjadi anak tunawisma, tinggal di lingkungan miskin Tangier. Kehidupannya dikelilingi oleh kesengsaraan, prostitusi, kekerasan dan penyalahgunaan Gaya bahasa novel ini tergolong unik, bertentangan dengan norma-norma tradisional yang tercermin dalam tulisan-tulisan biografi Arab pada umumnya. Biografi yang ditulis secara berani, kasar, dan mengejutkan, justru menjadi daya tarik sekaligus keunikan karya ini. Novel Al-Hubz al-Hafiy gambaran semua bentuk kekerasan fisik. Syukri dibesarkan di bawah kondisi kemiskinan yang sangat parah. Delapan saudara laki-laki dan perempuannya meninggal karena kekurangan gizi dan kelaparan, sedangkan satu adik lakilakinya dibunuh secara kejam oleh ayahnya Pada bagian pertama novel diungkapkan tentang kondisi kelaparan yang menyebabkan kematian adiknya. Abdul Qadir, di tangan ayahnya sendiri. Episode ini diceritakan dari perspektif anak yang melihat kebengisan sang ayah kepada adik laki-lakinya. Adegan mengerikan itu meresap dalam kesadaran sang narator sejak masa kecilnya, ketika berusia tujuh Kejadian itu yang menyebabkan ia melarikan diri dari kekejaman sang ayah, hingga masuk ke dunia gelap dengan berbagai kekejaman dan kesengsaraan. Kekejaman sang ayah dapat dilihat sejak bagian awal cerita: A EOA. A OAIOA. A OEO EAUUA OEOO EIAUAO OEOA A EIOI AO OIOINA. A EO OIO uEONA. A N OIO uEONA. AINA A O AO OEOA. A E OC I OIINA. AON OA A OA. AO! IIOI! IION! OEOO EEOI ICN IAA A N OI UE uONA. A EI OAC II AINA. AOEOOA AII INO EIEA A AOA. AOE IO eI OEAA A EIA. A AO EE EEOE O OCO IIOA. AOIA c AE A AuAdikku menangis, meratapi lapar, menangis untuk sepotong roti. Aku yang waktu itu masih kecil juga ikut menangis. Lalu aku melihat ayahku berjalan ke arahnya seperti monster, cahaya gila kemarahan terpancar dari matanya. Tangannya mencengkeram kuat, tidak seorang pun mampu keluar Aku berteriak dalam hati, monster! Anak di Bawah Bayangan : Citra Kelam dalam Novel Arab Bergenre Realis (Ikhwa. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 gila! jangan lakukan itu!. Sang monster laknat memutar kepala kecil itu dengan Adikku meronta-ronta, darah segar lalu mengalir keluar dari mulutnya. Aku segera berlari keluar rumah, seiring jeritan ibuku yang terhenti dengan tendangan di Aku bersembunyi dan menunggu hingga pembantaian itu berakhirAAy Cerita berjalan tak henti-hentinya menjunjukkan kemalangan dan perjuangan untuk bertahan hidup. Sebagai seorang anak laki-laki. Muhammad Syukri kemudian mengenal minum dan menghisap kif . , melacur, berkelahi, dan bahkan menemukan cara untuk berhubungan seks yang tidak lazim. Demi bertahan hidup, ia makan bangkai ayam dan ikan yang kebetulan ditemukan, bahkan ia pernah terjun ke dalam air penuh kotoran hanya untuk mengambil sisa sandwich yang dibuang seseorang. Narasi dalam novel ini dipresentasikan dengan bahasa yang ringan dan mengalir, didasarkan pada pengalaman langsung dan keprihatinan hidup pengarangnya. Sebagai novel autobiografi, pengarang tidak tertalu tertarik dengan kondisi lingkungannya, kecuali yang langsung berhubungan dengan perkembangan dirinya sejak masa kecil. Cerita lain muncul dan menghilang tanpa kejelasan dan hanya sedikit yang terhubung dengan dunia lebih luas, bahkan jauh dari fenomena kerusuhan yang mengiringi lahirnya kemerdekaan Maroko dari Perancis pada Meskipun peristiwa kemerdekaan ini disinggung di bagian tengah novel, pengarang lebih mengungkapkan dirinya sebagai pengamat dibandingkan sebagai peserta dari peristiwa Al-Hubz al-Hafiy diakhiri dengan keputusan Muhammad Syukri untuk belajar membaca dan menulis. Keputusan ini diambil ketika usianya 20 tahun, setelah ia hidup sebagai penyelundup dan akhirnya ditangkap karena terlibat perkelahian dengan pemabuk jalanan. akhir cerita disebutkan bahwa ia kembali untuk mengunjungi kuburan adiknya. Kuburan itu tidak begitu jelas, karena pada saat dikuburkan mereka hidup miskin, sehingga tidak mampu membangunnya. Ia tidak begitu yakin di bagian mana persisnya adiknya di kuburkan di sekitar tempatnya berdiri, ia hanya mengira-ngira dan kemudian duduk di tempat itu untuk membacakan surat Yasin dan beberapa surat pendek, diiringi menabur bunga di atas tanah di Lalu ia teringat perkataan Syikh yang menguburkan adiknya ketika itu. Auadikmu kini bersama malaikat. Ay Di dalam hati ia berkata: AuAdikku kini menjadi malaikat, sedangkan aku? Tidak ragu lagi, aku akan menjadi setan. Mereka yang mati ketika masih anak-anak akan menjadi malaikat, sedangkan yang mati setelah besar akan menjadi setan. Ay Karakterisasi Syukri tentang dirinya dalam karyanya tersebut tepat didefinisikan sebagai anti-heroik. Sebelum dia tumbuh remaja, dia telah biasa menghisap ganja dan minum minuman keras, mencuri, berhubungan dengan pelacur, bahkan ia juga pernah memperkosa anak laki-laki lain. Dia diceritakan sebagai seorang yang buta huruf di sepertiga bagian pertama dan awal bagian kedua. Ini merupakan bagian dari potret suram dari kehidupan anak-anak Maroko pada awal hingga pertengahan abad ke-20. Anak di Bawah Bayangan Ayah Citra Auanak di bawah bayangan ayahAy terekspresi antara lain di dalam novel AtTalashshush . emata-mata. karya pengarang Mesir berhaluan nasionalis-kiri. Shan'ullah Ibrahim . Karya-karya novelnya, terutama yang belakangan, banyak memasukkan banyak kutipan dari surat kabar, majalah, dan sumber-sumber politik lainnya sebagai cara untuk mencerahkan masyarakat tentang masalah politik atau sosial tertentu. Karena pendapat politiknya ia pernah ditahan pada tahun 1959 dan menerima hukuman penjara tujuh tahun dari pengadilan militer (Hasan, 2003. Creswell. Cerita tentang penahanannya ditampilkan dalam buku pertamanya, kumpulan cerita pendek berjudul Tilka ar-RaAoihah (Bau it. yang merupakan salah satu tulisan pertama dalam sastra Mesir yang mengadopsi nada modernis. Karya terakhirnya yang berjudul Yaumiyyat alWahat (Hari-hari di Oas. juga masih menampilkan model yang sama. At-Talashshush diterbitkan pertama kali di Kairo pada 2007. Shan'ullah Ibrahim menyebut karyanya itu sebagai drama shaghirah Audrama kecilAy, terjadi dengan latar belakang Kairo tahun 1948, setelah PD II berakhir, ketika mulai pecahnya perang Palestina dan bangkitnya protes rakyat Mesir terhadap Raja Farouk. Meskipun latar sosial penulisan novel ini terdapat di sekitar revolusi Mesir, tetapi atTalashshush bukan novel politik. Naratornya adalah seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun yang mengamati secara dekat tindakan orang dewasa, termasuk ayahnya. Kahlil Bey, seorang pensiunan perwira militer, yang tinggal bersamanya di sebuah apartemen kumuh dipenuhi serangga di Kairo. Anak itu Anak di Bawah Bayangan : Citra Kelam dalam Novel Arab Bergenre Realis (Ikhwa. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 menghabiskan banyak waktu untuk mematamatai ayahnya yang telah berusia 65 tahun, serta teman-teman dan kenalannya. Jika dia tidak mengintip melalui lubang kunci untuk mematamatai momen pribadi mereka, dia menguping pembicaraan mereka. Bahkan, ia tampaknya lebih tertarik pada dunia orang dewasa dibanding anak-anak lain. Ia hanya bermain dengan anakanak lain ketika dipaksa. Gaya tuturan yang digunakan tergolong tidak biasa, dibentuk oleh kalimat-kalimat pendek yang mungkin dapat mengganggu pembaca yang belum terbiasa, misalnya: A A. A II EAEA. A EA OEC NA A EE EOA. AEN uEO EC EIO EEIA AEO EC AO E o EE AOC ION AOA A AO INONA. A ON OI EII uEAIOA. AEAOAA A CA AOC ECIOI EIOOIA. A A NA. AEII EEOA A EC NA. A EIIA. A OEA. AEOI O ANA A OEO AIOA. A E EII A EEOA. AEAOA AuAku meninggalkan ruangan dan menutup Aku keluar melalui pintu ruang Aku menyeberangi ruang tamu ke lorong di samping dapur. Lemari es kayu yang tertutup di musim dingin dan berfungsi di musim panas. Aku melewatinya dan menyeberang di depan kamar mandi bergaya Perancis. Di ujungnya ada kamar mandi bergaya lokal. Aku membuka Aku berdiri membuka kaki di atas dua marmer dengan lubang di tengahnya. Aku kencing. Aku meninggalkan kamar Aku menutup pintu di belakangku. Aku masuk ke kamar mandi yang lebih besar di sebelahnya . Ay Gaya bahasa yang digunakan Ibrahim juga tergolong AumelanggarAy tradisi penuturan cerita berbahasa Arab, misalnya dalam ungkapan A OI IN OA. A OEO AONA. AN O E IOCA A ON I O OA. A IA16 A INA. :A NA EIA. U ANIA A EIO OCAOI EO E OAAEO OA. AI IN EONIA A EIA. A IN IE IEOA O O EA. A EI E CIOA IOI A A OA. AAE OCAA A EOE I EO uINA. A O AOA AO AOANA A EIA. A EI CEN O UI EO EEI II OI NI ONA. AEA A EENI AEO EO EIOA. AO EO II E A NA Aku terus berjuang agar tetap terjaga. Suaranya semakin menghilang. Kulihat dia Benar-benar kupasang telinga:A dia berusia enam belas tahun. Ayahnya meninggal dan Aisyah tinggal sendiri bersama ibunya. Mereka berdiri di atas karpet, membuat mentega. Ibunya kemudian tidak terlihat dan hanya suaranya yang terdengar dari balik pintu. Gadis itu masih berdiri di sana. Dia mengenakan baju tidur dengan bagian dada terbuka lebar. Dia memakai lipstik. Itu adalah pertama kalinya aku menyadari dia sudah dewasa. Aku sering bertemu dengannya di tangga tanpa peduli Ketika dia membungkuk untuk mengambil sekeranjang mentega aku melihat payudaranya AAy Dari segi isi. Novel Talashsush menampilkan kisah mencekam sekaligus memukau tentang kesadaran seorang anak lakilaki yang tumbuh dewasa di dunia orang dewasa. Di dalamnya mengekspresikan pengalaman dunia di mata anak-anak. Seorang anak mendapatkan pengetahuan tentang dunia melalui kebiasaannya mengintip para pelayan dan mencuri dengar percakapan ayahnya dengan teman-teman perempuannya. Seorang bocah mengambil posisi sebagai narator, menjelaskan detail perasaan dan perbuatannya serta pengetahuannya tentang dunia dengan mengambil ciri-ciri ayah, tanpa kehadiran sang ibu yang pergi tanpa ia tahu kapan dan apa penyebabnya . ebelum akhirnya diketahui ternyata ke rumah sakit jiw. Dia sangat mencintai ayahnya, menerima setiap perkataannya, dan mengidentifikasi diri terhadap perilakunya. mencoba untuk melakukan semua tugas untuk menggantikan ketidakhadiran ibunya. Kehadiran seorang anak gadis seusianya menjadi ujian dalam melepaskan ketergantungannya terhadap sosok ayah. Untuk itu, ia berusaha mengamati setiap gerak-gerik orang dewasa di sekitar kota secara sembunyisembunyi. Petualangan imajinasinya menggambarkan Kairo sebagai kota yang penuh dengan bintang film, bangsawan, revolusioner, dan orang biasa yang mencoba bertahan dalam situasi. Berbagai aspek kehidupan politik yang terjadi di Mesir, termasuk sirene serangan udara selama Perang Dunia II dan ketidakpuasan politik digambarkan melalui kacamatanya. Narator kecil itu tercitra sebagai anak yang belum mengetahui bagaimana berinteraksi dengan dunia. Keinginannya yang paling kuat adalah ketika berusaha mengetahui masalah seksualitas yang banyak dibicarakan sepanjang jalannya cerita. Dari satu lubang kunci ke lubang kunci yang lain, dia bergerak dari kamar ke kamar untuk melihat apa yang dilakukan orang Anak di Bawah Bayangan Ibu Citra Auanak di bawah bayangan ibuAy terekspresi di dalam novel Kullu ahdziyati dhayyiqah . emua sepatuku sempi. karya Adil Anak di Bawah Bayangan : Citra Kelam dalam Novel Arab Bergenre Realis (Ikhwa. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 AsAoad Al-Mairy, diterbitkan di Kairo 2005 oleh penerbit Dar Afaq, 220 halaman. Dalam novel ini. Al-Mairy menggabungkan antara imajinasi novelis dengan pengalaman pribadi. Dinarasikan menggunakan bahasa Arab fusha dengan diselingi beberapa dialog bahasa Aoamiyah Mesir. Di dalam novel ini dipresentasikan tentang citra anak yang berada di bawah tekanan psikologis ibu kandungnya yang kejam dan Ibu yang biasanya dalam sastra Arab dicitrakan dengan citra positif, dalam novel ini justru dicitrakan memiliki karakter penindas dan Kekajaman sang ibu misalnya dapat dilihat pada kejadian berikut: A E EO E AOAUAAII EI AO E O EIA A O O AOAUA OEI O C N uEO EIAUAO ECA A IAUA OE EO IO CINAUA EI E EIOAEOAUAIENA AA N uEO AE EIA AuKetika aku berumur empat atau lima tahun, aku bermain di karpet tamu. Adikku pergi ke sekolah sedangkan ayahku pergi bekerja, ibuku melepas pantopelnya, menendang bagian bawah perutkuAAy Akumulasi kekerasan dan penderitaan-nya pada masa kanak-kanak menyebabkan kesulitan dalam kehidupan seksualnya dan disfungsi hubungan dengan perempuan. Kejadian-kejadian masa kecil itu membuatnya trauma hingga tak bisa memaafkan ibunya, meskipun usianya kini telah mencapai 56 tahun. Melalui novel ini, al-Mairy seolah-olah psikoanalisis bahwa tekanan mental dan fisik di masa kanak-kanak dapat berdampak pada kehidupan anak ketika ia dewasa, bahkan hingga tutup usia. Untuk meyakinkan hal itu, al-Mairy banyak mengutip pendapat para Aoulama an-nafs . di dalam novelnya tersebut. Salah satu ungkapan yang cukup menjadi dasar mengenai pengalaman trumatik dalam membentuk kepribadian seseorang, disebutkan sbb: AOCOE EI EIA uI E AO EAEA AON EO E IN uEO INO IN AO ICA A ONE AuI ENI EIOEA. AAON CE I EA AEO uII EEAOE EO C II O EE EEIA AEOO N E O I EI I ENA AuEII II EI AEA AuPara Psikolog mengatakan bahwa tiga perempat dari kepribadian dan watak seorang anak yang akan tetap dibawa sampai akhir hayatnya. Kepribadian itu dibentuk ketika sebelum usia enam tahun. Dengan demikian, margin yang tersisa bagi setiap manusia untuk mendapatkan kebebasan bergerak yang diperlukan dalam mengubah kepribadian tidak dapat melebihi seperempat dari apa yang tersisa dari pengalaman masa kecilnya itu. Ay Hal yang tidak kalah pentingnya yang menjadi bagian dari amanat novel Kullu ahdziyati dhayyiqah adalah pentingnya belajar melalui Perkembangan keterampilan anak tidak cukup diperoleh dari sekolah, tetapi juga melalui pengalaman praktis dan pemanfaatan Al-Mairy mengungkapkan hal ini di dalam novelnya sbb: A O EI EOI CA IAE AO EI IA: AOCOE EIEA AEIE E NO IAA EOC uEO EI I IAAN EA AANO IA EOC EII uE EC ENIA AuPepatah mengatakan: Untuk belajar berenang, lemparkan dirimu ke dalam air, kemudian bekerja keras. Itu merupakan setengah jalan menuju kesuksesan. Adapun setengah sisanya adalah mengetahui waktu yang tepat untuk membuat keputusan Ay Anak di Bawah Bayangan Tradisi Citra Auanak di bawah bayangan tradisiAy terekspresi di dalam novel Bait an-Nakhl (Rumah Pal. karya penulis keturunan Sudan. Thariq Thayyib . ahir di Kairo, 1. Diterbitkan oleh Wizarah as-Tsaqafah. Kairo tahun 2014, terdiri atas 421 halaman. Ini merupakan karya Thariq Thayyib yang kedua, setelah novelnya yang pertama. Mudun bi la Nakhil (Kota-kota tanpa pohon pal. Bait an-Nakhl ditulis dalam bahasa Arab Fusha dengan beberapa dialog dalam bahasa Jerman. Diiterbitkan pertama kali dalam Bahasa Arab pada tahun 2006, sekarang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris melalui AUC Press dengan judul AuThe Palm HouseAy. Di dalam novel ini diceritakan perjalanan tokoh utama bernama Hamzah, narator novel yang kembali datang ke Eropa untuk kedua kalinya, kali ini ia ke Wina. Bagian awal novel Bait an-Nakhl memiliki kesan yang sangat kuat dan penting. Pada sekitar 160 halaman pertama kaya akan kejadian, menceritakan secara cerdas tentang seorang emigran Afrika di Wina. Eksistensi dingin Hamzah dipresentasi-kan secara dramatis melalui kilas balik menuju situasi suram perang sipil Sudan, penerbangan yang mengerikan ke Mesir, hingga keberangkatannya ke Austria. Isi novel ini secara umum menceritakan tentang kisah hidup Hamzah dengan Sandra, pacar yang baru dikenalnya di Wina. Hamzah beruntung, karena ternyata tidak semua orang Wina menolak keberadaannya. Kehadiran tokoh Sandra inilah yang memicu sebagian besar kilas Anak di Bawah Bayangan : Citra Kelam dalam Novel Arab Bergenre Realis (Ikhwa. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 balik Hamzah pada pengalaman masa kecilnya, hingga akhirnya ia dapat tinggal di sebuah kamar sangat dingin di AuPalm HouseAy bersama kucing kesayangannya. Hakimah. Ibu dan saudara perempuan Hamzah meninggal ketika desanya. Wad al-Nar, dilanda kelaparan dan kekeri-ngan. Ia lalu pindah ke Khartoum. Diceritakan bahwa pada usia yang masih sangat muda. Hamzah dipaksa mengikuti wajib militer, bergabung dengan tentara Sudan Utara, berjuang untuk perang saudara yang sama sekali tidak ia mengerti. Dia ditangkap oleh pasukan lawan, kemudian dibebaskan. Tidak berapa lama lalu ditangkap oleh kelompoknya sendiri dan dipenjara, sebelum akhirnya ia dapat melarikan diri dan pergi menuju Kairo, lalu ke Wina tempat keberadaannya saat ini. Ia terus berjuang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dan keluar dari stigma imigran. Karakter kuat Hamzah dalam mengarungi kehidupan tanpa mengeluh tidak keluar dari masa kanak-kanaknya, terutama didikan kasih sayang ibu dan saudara perempuannya. Meskipun novel ini juga menceritakan tentang situasi politik Sudan saat pengambilalihan kekuasaan oleh Umar al-Bashir, tetapi Thariq al-Thayib sangat hati-hati untuk tidak menceritakannya secara detil. Pada bagian itu ia lebih menonjolkan alasan di balik kehancuran Wad al-Nar dan kehilangan keluarganya. Situasi inilah yang membawa nasibnya saat ini. Tokoh Hamzah, merupakan representasi dari pengalaman dan pandangan dunia pengarangnya. Meskipun Thariq al-Thayib adalah keturunan Sudan, tetapi ia lahir di Kairo dan menghabiskan sebagian besar masa mudanya di sana, sebelum ia tinggal di Wina sejak 1984. Pengalaman kehidupannya ketika di Mesir memberi arti tersendiri dalam mencitrakan kehidupan dan tumbuh kembang anak-anak di sekitar Kairo. Di dalam Bait an-Nakhl, ia menggambarkan anak-anak yang hidup tanpa daya di tengah tradisi agama yang dipandangnya telah Beberapa praktik keagamaan mengekspresikan absurditas kehidupan anak-anak sebagai Seorang syeikh diceritakan memaksa anak-anak untuk minum air dari sumur tua menggunakan ember berkarat atau memberikan mereka air dari cucian piring yang ditulis dengan ayat-ayat Alquran untuk diminum. Ada juga ayah yang memaksa anaknya untuk minum air dari Surat al-Fatihah menggunakan tinta. Ritual-ritual semacam itu sangat popular, dipandang dapat menjadi penangkal keburukan dan sumber kesuksesan bagi kehidupan anak. Mereka dibesarkan dalam tradisi kepercayaan akan hal-hal yang berada di luar kemampuan nalar untuk menjelas-kannya. Mereka merupakan korban dari kepercayaan orang dewasa terhadap hal-hal semacam itu. SIMPULAN Masa kanak-kanak merupakan fase penting yang menentukan kehidupan seseorang. Tiga perempat dari kepribadian dan watak seorang anak akan tetap dibawa sampai akhir hayatnya. Novel-novel realis, baik disadari ataupun tidak oleh pengarangnya, memberikan gambaran tentang arti penting pengalaman hidup masa kanak-kanak seseorang di tengah lingkungannya. Pengalaman itu dapat menentukan kehidupannya bahkan nasibnya di masa dewasa. Anak dicitrakan secara bermacam-macam di dalam novel realis berbahasa Arab. Lima novel yang diambil sebagai sampel dalam studi ini masing-masing memberikan gambaran yang berbeda mengenai citraan tentang anak, tetapi memiliki kesamaan penggambaran dalam citra suram yang khas, yaitu kehidupan mereka berada di bawah bayangan lingkungan dan situasi dominan tempat mereka hidup. Terdapat lima aspek yang dapat mempengaruhi citra suram tersebut, yaitu . etika orang dewasa, . nasib keluarga, . ketidakhadiran peran ayah, . ketidakhadiran peran ibu, dan . tradisi yang non-produktif. Melalui studi ini dapat disimpulkan: Pertama, novel tentang anak dalam bahasa Arab, khususnya yang bergenre realis, sebagai hasil perkembangan karya sastra naratif, kini tidak hanya muncul dalam bentuk ideal sebagai sarana pembelajaran untuk anak, namun juga dibicarakan untuk konsumsi pembaca dewasa. Kedua, dari sekian banyak novel bertemakan anak dengan genre realis, tak luput dari role model orang dewasa yang dipandang menjadi contoh dalam kehidupan anak. Ketiga, dalam studi ini, etika sosial, nasib keluarga, peran anggota keluarga, serta tradisi merupakan faktor penentu tumbuh kembang anak. DAFTAR PUSTAKA