Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat APLIKASI TEKNOLOGI DAPUR BEBAS POLUSI UNTUK MENINGKATKAN MUTU DAN GIZI MAKANAN TRADISIONAL PISANG SALE PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA DESA TANJONG DALAM SELATAN KECAMATAN LANGKAHAN KABUPATEN ACEH UTARA Syukran1*. Azwinur2. Mukhlis3 1*,2 Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe Jurusan Tata Niaga Politeknik Negeri Lhokseumawe *Email: syukran@pnl. Abstrak Pisang sale adalah makanan khas tradisional yang berbahan dasar pisang. Saat itu hampir setiap rumah tangga memiliki unit produksi pisang sale. Kelompok usaha bersama merupakan salah satu kelompok yang bergerak dibidang produksi pisang Saat ini ketertarikan masyarakat untuk memproduksi pisang sale sudah berkurang dikarenakan banyaknya bermunculan produk makanan lainnya dan menurunnya minat masyarakat mengkonsumsi pisang sale sehingga harga jualnya pun mengalami penurunan. Saat ini pisang sale diproduksi dengan metode pengasapan langsung yang diyakini mengandung banyak polutan sisa pembakaran yang melekat pada pisang sale. Masyarakat yang sadar kesehatan tentu menghindari untuk menkonsumsi pisang sale yang tidak baik terhadap kesehatan tersebut sehingga mengurangi tingkat penjualan pisang sale dipasaran menurunnya produksi produk pisang sale ditingkat pengusaha. Berdasarkan hal tersebut pelaksana PKM merencanakan penerapan dapur produksi pisang sale dari dapur pengasapan yang mengandung polusi asap menjadi dapur bebas polutan dengan menggunakan peralatan penukar panas udara yang higienis dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas produk dibidang mutu dan gizi pisang sale. Kegiatan PKM ini meliputi survey lapangan, pembuatan 2 . unit penukar panas udara tipe shell and tube, instalasi peralatan dilapangan, pelatihan penggunaan peralatan, pemasaran dan pengemasan produk kedap udara. Target luaran dari kegiatan ini adalah pembuatan alat teknologi tepat guna (TTG) bagi masyarakat khususnya Kelompok Usaha Bersama. Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) kegiatan ini diyakini sangat tinggi karena masyarakat mendukung sepenuhnya penerapan dapur bebas polusi agar usaha pisang sale mereka bisa bertahan dan mampu bersaing dengan produk makanan lainnya di pasaran. Kata Kunci : Pisang sale, alat penukar panas, teknologi tepat guna, higienis. sebagai daerah sentra produksi pisang Ribuan hektar lahan pisang tersedia di daerah tersebut. Bahkan saat itu hampir setiap rumah tangga memiliki unit produksi pisang sale. PENDAHULUAN Pisang sale adalah makanan khas tradisional yang berbahan dasar pisang. Untuk Aceh. Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara sejak tahun 2005 sampai 2015 sangat dikenal Gambar 1. Dapur tradisional produksi pisang sale milik mitra. Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Saat ini ketertarikan masyarakat untuk memproduksi pisang sale sudah berkurang produk makanan lainnya dan menurunnya minat masyarakat mengkonsumsi pisang sale sehingga harga jualnya pun mengalami Di pasaran harga jual pisang sale berkisar 20. 000 sampai 25. Berdasarkan hal tersebut pengusul kegiatan program kemitraan masyarakat (PkM) merencanakan penerapan penukar panas udara pada dapur produksi pisang sale yang dimiliki oleh masyarakat. Dapur pengasapan yang mengandung polusi asap akan diganti dengan dapur yang memamfaatkan peralatan penukar panas udara sehingga produksi pisang sale bisa bebas kontaminasi asap. Penukar panas udara yang akan diterapkan tipe shell and tube dengan rak pengering bertingkat. Udara bersih dilewatkan dalam barisan tube sedangkan udara pemanas mengalir di dalam shell yang bersumber dari udara sisa Aliran fluida menggunakan blower/fan pada sisi keluar/masuk rak. Udara bersih akan mengalami kenaikan temperatur setelah melewati barisan tube. Seiring pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, masyarakat mulai mengindari untuk mengkonsumsi pisang sale yang tidak baik terhadap kesehatan mereka. Mereka sadar pisang sale yang dijual dipasaran tidak higienis karena proses pembuatan pisang sale dilakukan dengan cara pengasapan langsung sehingga pisang sale yang dihasilkan tentunya terkontaminasi dengan asap sisa pembakaran yang berbahaya bagi Dapur produksi pisang sale umumnya berbentuk konstruksi bertingkat yang mana lantai dasarnya digunakan sebagai area pembakaran kayu bakar sedangkan lantai diatasnya digunakan sebagai area pengeringan/pengasapan pisang dengan memamfaatkan asap sisa pembakaran dilantai dasar. Lama waktu pengasapan untuk sekali produksi pisang menggunakan 1-2 kubik kayu bakar untuk kapasitas produksi 200-250 kg pisang sale. Permasalahan ini menjadi hambatan bagi mitra karena berkurangnya penjualan produk pisang sale yang berakibat mengurangi pendapatan ekonomi mereka dan juga lamanya proses pengasapan untuk pengeringan karena masih menggunakan dapur konvensional. Usul kegiatan PkM ini merupakan implementasi langsung hasil penelitian yang dilakukan pengusul PkM ini sebelumnya tentang aplikasi penukar panas pertanian. Ide penerapan penukar panas pada proses produksi pisang sale dirasakan sangat sesuai dikarenakan proses pengeringan pisang sale tidak berkisar antara 50-60 C. Penukar panas udara tipe shell and tube sangat sesuai Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan pengusul ini tentang kaji aplikasi penukar panas udara tipe shell and tube untuk keperluan pengering produk pertanian menyimpulkan bahwa temperatur udara pengering yang dihasilkan berkisar 6070oC. Oleh sebab itu sangat diyakini bahwa penukar panas tersebut dapat digunakan pada proses produksi pisang sale. Dari segi produksi dan manajemen usaha permintaan agen ini disebabkan ruang lingkup pemasarannya tidak berkembang dan juga pengetahuan mitra tentang tata cara pemasaran yang menarik sangat minim karena tingkat pendidikan mitra masih tergolom rendah. Produk juga tidak ada kemasan produksi dan perizinan dari dinas terkait sehingga kurang menarik bagi pembeli dari luar kota Tujuan utama kegiatan PkM ini adalah membangkitkan kembali minat masyarakat untuk memproduksi dan mengkonsumsi membentuk/mengembangkan usaha bersama yang mandiri secara ekonomi dan sosial. Dengan penerapan penukar panas udara akan dihasilkan pisang sale yang bebas kontaminasi asap masyarakat dan menaikkan harga jual Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat dipasaran serta mapu bersaing dengan produk makanan lainnya dengan harga yang kompetitif. Target luaran dari kegiatan ini adalah alat teknologi tepat guna (TTG) bagi masyarakat khususnya Kelompok Usaha Bersama sehingga mampu mengembalikan minat masyarakat mengkonsumsi pisang sale yang higienis ekonomi masyarakat, pengemasan produk menggunakan mesin vacum sealer dengan penempelan logo serta nama usaha produksi yang berizin dari dinas disperindag dan publikasi artikel di jurnal ber-ISSN. Hasil survey pengusul program PKM ke lapangan menunjukkan antusias tinggi masyarakat terhadap rencana aplikasi dapur bebas polusi pada unit usaha pisang Kemasan produk akan Kabupaten Aceh Utara. Registrasi produk ini diperlukan sebagai upaya sosialiasi ke pemerintah daerah bahwa pisang sale sebagai makanan tradisional khas aceh perlu dikembangkan dan Monitoring kegiatan yang dilakukan minggu pertama, kedua dan ketiga. Monitoring minggu pertama dan kedua dilakukan untuk mengetahui kendala-kendala operasi yang mungkin dihadapi mitra saat proses produksi. Monitoring terakhir dilakukan untuk mengetahui tingkat perubahan dan peningkatan proses produksi yang terjadi. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan kegiatan program PkM ini meliputi tahapan sebagai berikut: Tahap survey lapangan Kegiatan survey dilakukan untuk mengetahui kondisi produksi sale yang (Kelompok usaha bersam. secara langsung yang berlokasi di Gampong Tanjong Dalam Selatan Dusun IV Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara. Desa tersebut adalah desa terpencil dengan jarak 100km dari Politeknik Negeri Lhokseumawe. Fabrikasi peralatan produksi pisang sale sebanyak 2 . unit yang terdiri dari bertemperatur dan bagian rak pengering pisang dengan kapasiatas 100kg/batch. Fabrikasi dilakukan di Laboratorium Pengelasan Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe. Mobilisasi peralatan ke lapangan untuk Pelatihan pengunaan peralatan terhadap Pelatihan dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat mampu menggunakan peralatan sesuai dengan prosedur sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Pelatihan pengemasan kedap udara produk pisang sale menggunakan mesin vacum sealer sehingga tahan lama dan bebas debu lingkungan pada saat Secara skematik alur proses kegiatan PKM ini dapat digambarkan dalam diagram alir sebagaimana ditunjukkan Gambar 4 berikut: Gambar 2. Diagram alir kegiatan PKM Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN KESIMPULAN Kegiatan PKM penerapan dapur bebas polusi pada proses produksi pisang sale ini menunjukkan pencapaian target yang sesuai dengan rencana. Hasil produksi pisang sale menggunakan peralatan yang dirancang oleh tim pelaksana memberikan hasil pisang sale yang bebas polutan asap tidak seperti pisang sale yang diproduksi sebelumnya oleh masyarakat. Berdasarkan hasil pengabdian maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang telah dicapai adalah sudah difabrikasi 2 unit alat pengering dan juga 2 unit alat penukar panas untuk menyuplai uap ke dapur pengering sehingga pisang sale tidak terpapar asap dan pisang sale tersebut menjadi lebih higienis. Tinjauan waktu yang diperlukan untuk DAFTAR PUSTAKA