Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 PERAN PENDIDIKAN AGAMA TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI MTS N 5 KAUR Syukri Amin 1. Arini Raza Aula2 Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Bengkulu. Indonesia2 syukriamin@umb. id, ariniaula@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru pendidikan agama islam terhadap kenakalan remajadi MTS 5 Kaur. Pendekatan penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, obseravsi dan dokumen. Analisi data dilakukan berdasarkan pengamatan di lapangan atau pengalaman empiris berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian disusun dan ditarik Kenakalan remaja yang sering dilakukan oleh siswa MTS N 5 Kaur adalah bolos waktu jam pelajaran, merokok, mabuk-mabukan, pacaran dan membuang sampah sembarangan. Penyebabnya beragam seperti siswa merasa tidak nyaman di dalam kelas, siswa yang bosan di dalam kelas dan juga siswa yang memiliki masalah keluarga seperti perpisahan orang tua. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan: Peran pendidikan agama terhadap kecendrungan kenakalan remaja pada Siswa MTS N 5 Kaur sangatlah penting karena dengan melalui pendidikan dan pembinaan agama Islam dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang ajaran Islam kepada siswa dan ini sangat membantu siswa untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berkualitas. Guru PAI Memberikan pemahaman tentang pendidikan agama melalui pelajaran di dalam kelas. Mengadakan kegiatankegiatan keberagamaan baik hari besar agama ataupun kegiatan keberagamaan siswa setiap harinya. Solusi dalam mengatasi kenakalan remaja pada Siswa MTS N 5 Kaur dengan menanamkan nilai-nilai yang baik pada siswa, memberitahu konsekuensi dari kenakalan remaja, selalu menjaga komunikasi kepada siswa, mendorong siswa agar mengikuti kegiatan yang positif baik disekolah maupun diluar sekolah dan juga bersikap tegas pada siswa yang naka-nakal. Solusi juga dapat dilakukan dengan cara menjaga komunikasi yang tepat, memahami siswa. Memberikan perhatian dan pengawasan khusus bagi siswa/I yang bermasalah karena dengan perhatian khusus itu maka mereka memiliki kesadaran akan kesalahan-kesalahan yang mereka buat serta memberikan nasehat pada siswa yang berbuat kenakalan untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi. Kata Kunci: Pendidikan Agama. Kenakalan Remaja. Siswa ABSTRACT This study aimed to find out the role of Islamic religious education on juvenile delinquency of the students at MTS N 5 Kaur. This study used qualitative method. The data collection techniques of this study used interview, observation and documents. The data analysis was carried out based on empirical experience based on data obtained from interview, observation and documentation then compiled and concluded. The results of the study show that the role of religious education in the tendency of juvenile delinquency of students at MTS N 5 Kaur is very important because it can provide insight and knowledge about Islamic teachings to students. It helps students to become good human beings. PAI teacher provides an understanding of religious education through lessons in class. Organize religious activities both religious holidays or student religious activities every day. The solution to overcome juvenile delinquency of students at MTS N 5 Kaur is by instilling good values in students, informing the consequences of juvenile delinquency, always maintaining communication with students, encouraging students to take part in positive activities both at school and outside of school and also being assertive towards naughty students. Solutions can also be made by maintaining proper communication, understanding students, providing special attention and supervision for students who have problems because with special attention they have awareness of the mistakes that have been made and provide advice to students who commit mischief to don't make that mistake anymore. Keywords: Religious Education. Juvenile Delinquency. Students Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 PENDAHULUAN Remaja adalah bagian dari kelompok manusia atau masyarakat dengan karakter dan profil yang berbeda bila dibandingkan dengan kelompok manusia atau masyarakat lainnya. Perbedaan itu dapat dilihat dari segi usia, dimana remaja berada pada masa transisi dan perkembangan fisik serta psikologis yang begitu cepat. Dengan demikian, keunikan dan kompleksitas perilaku remaja terletak pada perubahan perilaku yang kurang stabil dan gejala-gejalanya sangat sulit untuk Sehubungan dengan perkembangan perilaku remaja. Zakiah Dadjat menggambarkan bahwa: AuSuatu keadaan jiwa yang dapat kita pastikan tentang remaja adalah penuh kegoncanganAy. Kegoncangan jiwa remaja tersebut, berkaitan erat dengan kondisi internal . alam dir. dan eksternal . iluar dir. remaja akibat rangsangan-rangsangan yang terjadi. Keadaan ini dapat berakibat positif dan negatif terhadap perubahan perilaku remaja. Hal itu terlihat dari fenomena perilaku yang menyimpang dari norma sosial. Setiap remaja memiliki lingkungan yang berbeda-beda serta latar belakang ekonomi yang berbedabeda, pergaulan, keluarga, pendidikan, dan seterusnya. Pergaulan yang salah menjadi salah satu penyebab terjadinya kenakalan remaja. Apalagi di zaman sekarang ini dengan alasan modernisasi para remaja ingin mencoba sesuatu yang seharusnya tak pantas dikerjakan. Misalnya penggunaan obat terlarang seperti narkoba, minum-minuman keras, pergaulan bebas, dan sebagainya. Apabila kenakalan remaja dibiarkan begitu saja, tentu akan merusak masa depan mereka sendiri, terlebih masa depan bangsa ini. Kenakalan remaja di era modem ini sudah melebihi Batas yang sewajamya. Banyak anak di bawah umur yang sudah mengenal rokok, narkoba, freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkuri lagi, kita dapat melihat brutalnya remaja zaman sekarang. Kenakalan remaja itu dilakukan oleh manusia yang tak lepas dari dua faktor yaitu nafsu amarah . uka emosi dan sombon. dan juga nafsu lawwamah yakni nafsu yang mementingkan dirinya sendiri dan rakus . go sentrie. , maka solusi yang terbaik untuk mengatasi itu semua hanyalah kembali kepada ajaran agama yang selalu membawa umatnya ke jalan kebenaran dan kebahagiaan dunia akhirat. 3 Peranan pendidikan agama Islam sangat berpengaruh bagi perkembangan anak, pendidikan agama harus dilakukan secara intensif dalam segala aspek, baik di keluarga, sekolah, masyarakat dan lain-lain agar tidak terjadi perilaku menyimpang anak remaja. Pendidikan formal pendidikan agama juga harus diberikan secara maksimal untuk meminimalisir adanya perilaku menyimpang pada anak didik. Peserta didik harus berpartisipasi dalam kegiatan di luar jam pelajaran seperti: kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), kegiatan pesantren kilat, tadarus al-Quran, pengajian, hari raya idul adha, panitia zakat fitrah dan lain-lain. Serta kegiatan bakat minat siswa seperti: olah raga, pramuka, seni Herman. Remaja Dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan Islam IAIN Kendari Vol. 10 No. Juli 2015, hlm. Shofwatal. Kenakalan Remaja (Analisis Tentang Faktor Penyebab dan Solusinya dalam Perspektif Pendidikan Agama Isla. Jurnal Sumbula : Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2017 Muchlish Huda. Kenakalan Remaja Dalam Perspektif Pendidikan Islam. Journal for Islamic Studies Vol. No. January 2019 E-ISSN :2614-4905. P-ISSN :2614-4883 Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 dan musik, drama keterampilan-keterampilan, dan rekreasi, jika kegiatan diikuti oleh siswa peserta didik maka kenakalan pada siswa dapat diatasi. Siswa usia remaja ini dalam proses penyempurnaan penalaran dan ingin mengekspresikan ideidenya namun ada kegiatan yang dilakukan itu bersifat negatif dan positif. Kenakalan remaja menjadi empat bentuk menurut Jensen dalam Sarwono : . kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain: perkosaan, perampokan, pembunuhan, dan lain-lain. kenakalan yang menimbulkan korban materi: perusak, pencurian, pencopetan, pemerasan, dan lain-lain. kenakalan sosial yang tidak menimbulkan korban dipihak orang lain . kenakalan yang melawan status, misalnya mengingkari status anak sebagai pelajar seperti membolos, minggat dari rumah, membantah perintah. 4 Kenakalan remaja pada MTS Negeri 5 Kaur merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap peraturan sekolah, siswa bukan hanya melakukan pelanggaran ringan seperti tidak mengumpulkan tugas atau mencontek pada saat ujian tetapi mereka melakukan pelanggaran berat seperti bolos pada jam pelajaran dimulai, menggunakan obat-obatan terlarang, mengkonsumsi narkoba, meminum minuman keras dan balapan liar. MTS merupakan lembaga pendidikan yang muatan agama Islamnya lebih besar dibandingkan dengan lembaga pendidikan yang lain seperti SMP, karena itu saya tertarik ingin meneliti kenakalan siswa atau remaja di MTS 5 Kaur. Karena Madrasah tersebut mempunyai permasalahan yang berkenaan dengan siswa dan peraturan sekolah. Dari pengamatan penulis ada beberapa siswa yang melakukan kenakalan atau pelanggaran terhadap peraturan-peraturan sekolah. Peraturan tersebut tidak sepenuhnya dipatuhi oleh seluruh siswa, sehingga perlu adanya penanganan terhadap permasalahan kenakalan siswa. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana peran pendidikan agama terhadap kenakalan remaja di MTS 5 Kaur. TINJAUAN PUSTAKA Kenakalan Remaja Kenakalan remaja boleh jadi berkaitan erat dengan hormon pertumbuhan yang fluktuatif sehingga menyebabkan perilaku remaja sulit diprediksi, namun ini bukanlah jawaban yang dapat menjadi justifikasi atas perilaku remaja. Rasanya angapan sebagian orang yang menyatakan bahwa hormon berpengaruh sangat besar, hal itu rasanya agak dilebih-lebihkan, penulis sependapat dengan para pengamat kriminalitas, bahwa nampaknya ada faktor lain yang menyebabkan mengapa angka kriminalitas di kalangan remaja menjadi sangat tinggi danperbuatan kriminalitas tersebut dianggap sangat meresahkan masyarakat secara luas. Kenakalan remaja menurut M. Arifin adalah kehipudan remaja yang menyimpang dari berbagai pranata dan norma hukum yang berlaku. Baik yang menyangkut kehidupan masyarakat, tradisi, maupun agama, serta hukum yang berlaku. Alasanya karena reamaja yang nakal itu pada prinsipnya telah melanggar norma-norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat dan Negara. Sarwono. W . Psikologi Remaja. Edisi Revisi, (Jakarta: PT Raja. Grafindo, 2. Unayah. Nunung dan Muslim Sabarisman. Fenomena kenakalan remaja dan kriminalitas. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial 1. Titania. Listiawati. Penanggulangan Kenakalan Remaja Menurut Konsep Kartini Kartono Ditinjau Dari Perspektif Pendidikan Islam. Diss. Uin Raden Intan Lampung, 2. , h. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 Konsep Remaja Remaja merupakan suatu masa dari kehidupan manusia. Pada masa ini banyak mengalami dinamika, karena membawanya pindah dari masa anak-anak menuju kepada dewasa. Perubahanperubahan yang terjadi, meliputi segala dimensi kehidupan manusia, yaitu jasmani, rohani, pikiran, perasaan dan sosial. Perubahan jasmani menyangkut segi-segi seksual, dan terjadi pada umur antara 13-an tahun. Perubahan itu disertai juga dengan perubahan-perubahan lain, yang berjalan sampai pada umur 20 tahun. Kondisi ini yang pada akhirnya dijadikan dasar untuk mendefinisikan masa remaja, sehingga masa remaja dianggap terjadi antara umur 13 sampai dengan 20 tahun. Kenakalan siswa remaja yang dilakukan oleh anak remaja atau siswa pada umumnya merupakan produk dari adanya peraturan-peraturan keras dari orang tua anggota keluarga dan lingkungan terdekatnya yaitu masyarakat ditambah lagi dengan keinginan yang mengarah pada sifat negatif dan melawan arus yang tidak terkendali terkendali. Adapun bentuk-bentuk kenakalan remaja yang sering dilakukan diantaranya membolos lari dari sekolah tidak mengerjakan PR tidak menggunakan ikat pinggang sering terlambat mencontek dan berpacaran. Kenakalan-kenakalan tersebut tergolong kenakalan ringan yaitu suatu kenakalan yang tidak sampai pada pelanggaran Pengaruh sosial dan kultural memainkan peran yang besar dalam penbentukan atau pengondisian tingkah laku kriminal anak-anak remaja. Mayoritas pelaku juvenile delinquency berusia di bawah 21 tahun. Angka tertinggi tindak kejahatan ada pada usia 15-19 tahun, dan sesudah umur 22 tahun, kasus kejahatan yang dilakukan oleh gang-gang delinquen jadi menurun. Sigmund Freud dalam Sudarsono, sebab utama dari perkembangan tidak sehat, ketidakmampuan menyesuaikan diri dan kriminalitas anak dan remaja adalah konflik-konflik mental, rasa tidak dipenuhi kebutuhan pokoknya seperti rasa aman, dihargai, bebas memperlihatkan kepribadian dan lain-lain. Terjadinya kenakalan remaja biasanya disebabkan oleh faktor internal . aktor yang berasal dari remaja itu sendir. dan faktroe ekternal ( faktor yang berasal dari lua. Faktor Internal Krisis identitas. Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja yang memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. Kontrol diri yang lemah. Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku Muhajarah. Kurnia. Kontribusi Pendidikan Agama Islam dalam Pencegahan Kenakalan Remaja, (TARBIYA ISLAMIA: Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, 2. , h. Sari. Yetty Yulinda. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanggulangi Kenakalan Siswa Di Smp N 02 Banjar Baru Tulang Bawang, . , h. Lilis. Karlina. Fenomena Terjadinya Kenakalan Remaja. Jurnal Edukasi Nonformal, 2. , h. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 AonakalAo. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan Faktor Eksternal Lingkungan keluarga. keadaan lingkungan keluarga yang menjadi sebab timbulnya kenakalan ramaja seperti keluarga yang broken home, rumah tangga yang berantakan dapat disebabkan oleh kematian ayah atau ibunya, keluarga yang diliputi konflik keras, ekonomi keluarga yang kurang, semua ini merupakan sumber yang memicu terjadinya kenakalan remaja. Pegaruh dari lingkungan sekitar. Bergaul dengan teman sebaya yang kurang baik dapat mempengaruhi perilaku dan watak remaja ke dalam hal yang negatif. Tempat pendidikan. Kenakalan remaja yang sering terjadi di sekolah, sering membolos pada saat jam pelajaran, sering melanggar peraturan sekolah. Hakikatnya manusia menurut Islam adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Hakikat wujudnya manusia adalah makhluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan. Manusia adalah makhluk utuh yang terdiri atas jasmani, akal, dan rohani sebagai potensi pokok, manusia yang mempunyai aspek jasmani, disebutkan dalam QS. AlQashash Artinya: AuDan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu . negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari . duniawi dan berbuat baiklah . epada orang lai. sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang yang berbuat kerusakan. Jika seorang anak tidak belajar adab-adab pergaulan yang benar sejak kecil, maka ia akan menuai banyak kecaman dari orang-orang sekitamya dan bahkan akan jatuh dalam posisi yang sulit dan Oleh karena itu, salah satu kewajiban orang tua adalah memperhatikan hal ini sejak kecil dan mengajarinya adab dan sopan santun umum ketika hadir di suatu tempat. Islam telah mengatur perilaku remaja. Perilaku tersebut merupakan batasanbatasan yang dilandasi nilai-nilai Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan yaitu penelitian yang menjelaskan tentang AuPeran Pendidikan Agama Terhadap Kenakalan Remaja Di MTS N 5 KaurAy. Penelitian ini dilaksanakan di MTS 5 Kaur. Adapun waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2023 sampai selesai. Subjek dari penelitian ini yaitu Waka Kesiswaan MTS Negeri 5 Kaur. Guru MTS Negeri 5 Kaur. Siswa MTS Negeri 5 Kaur Tahap menganalisa data adalah tahap yang paling penting dan menentukan dalam suatu Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan tujuan menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Selain itu data diterjunkan dan dimanfaatkan agar dapat dipakai untuk menjawab masalah yang diajukan dalam penelitian. Dalam Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 penelitian ini berlandaskan pada analisa induktif. Peneliti berusaha merumuskan pernyataan atau abstraksi teoritis lebih umum mendasarkan peristiwa, induksi analisis yang menghasilkan proposisi-proposisi yang berusaha mencakup setiap kasus yang dianalisis dan menghasilkan proposisi interaktif universal. Salah satu ciri penting induksi analisis adalah tekanan pada kasus negatif yang menyangkut proposisi yang dibangun peneliti. Analisis ini dilakukan berdasarkan pengamatan di lapangan atau pengalaman empiris berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian disusun dan ditarik kesimpulan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kenalakan Remaja Siswa MTS Negeri 5 Kaur Adapun kenakalan remaja yang sering dilakukan oleh siswa MTS N 5 Kaur adalah bolos waktu jam pelajaran, merokok, mabuk-mabukan, pacaran dan dan membuang sampah sembarangan, ada beberapa yang sampai menggunakan obat-obatan terlarang di luar jam sekolah. Penyebabnya beragam seperti siswa merasa tidak nyaman di dalam kelas, siswa yang bosan di dalam kelas dan juga siswa yang memiliki masalah keluarga seperti perpisahan orang tua. Peran pendidikan agama terhadap kecendrungan kenakalan remaja pada Siswa MTS N 5 Kaur Peran pendidikan agama terhadap kecendrungan kenakalan remaja pada Siswa MTS N 5 Kaur sangatlah penting karena dengan melalui pendidikan dan pembinaan agama Islam dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang ajaran Islam kepada siswa dan ini sangat membantu siswa untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berkualitas. Guru PAI Memberikan pemahaman dan pengertian tentang pendidikan agama yaitu dengan melalui pelajaran di dalam kelas. Mengadakan kegiatan-kegiatan keberagamaan baik hari besar agama ataupun kegiatan keberagamaan siswa setiap harinya, seperti sholat dhuhur berjamaah dan sholat jumAoat bersama di masjid sekolah. Bagaimana solusi dalam mengatasi kenakalan remaja pada Siswa MTS N 5 Kaur Solusi memecahkan masalah kenakalan remaja dengan menanamkan nilai-nilai yang baik pada siswa, memberitahu konsekuensi dari kenakalan remaja, selalu menjaga komunikasi kepada siswa, mendorong siswa agar mengikuti kegiatan yang positif baik disekolah maupun diluar sekolah dan juga bersikap tegas pada siswa yang naka-nakal. Memperketat aturan madrasah, memberikan pengarahan, dan memberikan sanksi bagi siswa yang melanggar. Solusi juga dapat dilakukan dengan cara menjaga komunikasi yang tepat, pendekatan yang baik pada siswa dan juga memahami siswa atau karakter dari Memberikan perhatian dan pengawasan khusus bagi siswa/I yang bermasalah karena dengan perhatian khusus itu maka mereka memiliki kesadaran akan kesalahan83 Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 kesalahan yang mereka buat serta memberikan nasehat pada siswa yang berbuat kenakalan untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi. Pembahasan Mengenai kenakalan terjadi di MTS negeri 5 Kaur, setiap peserta didik masing-masing memiliki kenakalan yang berbeda-beda, tetapi pada umumnya jenis kenakalan yang ada meliputi peserta didik sering terlambat ke sekolah, bolos di jam pelajaran dan tidak hadir tanpa keterangan atau alfa. Selain itu jarak rumah dan sekolah sangat jauh sehingga menyebabkan siswa terlambat masuk ke sekolah. Ada pula kenakalan lain seperti tidak fokusnya siswa di saat kegiatan belajar mengajar berjalan, seperti pada saat seorang guru memberikan materi justru ada sebagian siswa yang bercerita di belakang dan tidk memperhatikan guru tersebut. Kenakalan berat yang dilakukan oleh siswa adalah merokok, mabuk-mabukan di toilet sekolah, pacaran ngelem serta ada beberapa yang sampai menggunakan obat-obatan terlarang saat di luar jam sekolah. Masalah seperti ini langsung diberikan hukuman dengan cara menyuruh siswa yang melakukan kesalah tadi untuk menjelaskan kembali apa yang sudah diajarkan guru, dan jika itu masih dalam batasan wajar maka diberi hukuman yang ringaan dan ini merupakan tugas guru, tetapi jika sampai ketahauan pihak sekolah siswa mabuk di sekolah dan ada yang menggunakan obat-obatan terlarang maka sekolah akan menindaklanjuti. Peserta didik atau siswa memiliki karakter berbeda-beda hal ini muncul karena mereka berasal dari lingkungan yang berbeda-beda. Lingkungan inilah yang membetuk pribadi siswa itu sendiri. Perilaku siswa dapat dinilai dan diamati dalam hubungan dengan teman, guru dan lain sebagainya, dikatakan menyimpang apabila siswa melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan peraturan sekolah. Peran Pendidikan Agama Yang Diberikan Guru di Sekolah Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Peran guru PAI dalam upaya memajukan generasi bangsa yaitu dengan memberikan pendidikan ilmu agama, dan menanamkan moral pada siswa. Pada masa sekarang banyak sekali kita jumpai siswa-siswi yang menyepelekan adab dan akhlak. Guru PAI mempunyai peran penting dalam menjadikan siswa beradab serta meningkatakan akhlaqul kharimah Sebagai usaha yang diberikan oleh guru PAI dalam proses pembelajaran Agama di sekolah yaitu dengan menanamkan sikap tolerasi kepada siswanya agar mereka tidak termakan oleh isu-isu yang belum pasti kebenarannya. Dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 yang berbunyi "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadah menurut kepercayaan agamanya itu". Menanamkan toleransi yang diberikan oleh guru PAI yaitu menjadi contoh teladan yang baik bagi siswanya dengan cara bersikap demokratis disetiap tingkah lakunya dan peduli terhadap kejadian-kejadian yang berhubungan dengan agama. Misalnya kejadian pemboman yang dilakukan oleh teroris, sebagai guru PAI mampu menjelaskan keprihatinannya atas Mia. Maulana. Audia & Zahrouddin. Peran Pendidikan Agama Islam (Pa. dalam Mencegah Timbulnya Juvenile Deliquency, (Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, 21. , 2. , h. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 kejadian itu dan mampu menjelaskan bahwa seharusnya kejadian itu jangan sampai terjadi. Karena didalam semua agama untuk menyelesaikan suatu masalah dilarang menggunakan Dalam pendidikan formal guru merupakan faktor penting dalam mengimplementasikan nilai-nilai toleransi keberagamaan dalam proses pembelajaran. Apabila seorang guru, mempunyai pemahaman keberagamaan yang moderat maka dia juga mampu mengajarkan dan mengimplementasikan nilai-nilai itu kepada siswanya. Peran Pendidikan Agama Yang diberikan Orang Tua dirumah Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Kontribusi pendidikan agama Islam dalam mencegah kenakalan remaja dapat dikatakan bahwa dengan memberikan pendidikan agama sejak kecil di lingkungan rumah yang akan membentengi dirinya terhadap kenakalan yang ada selain itu dengan pendidikan agama Islam akan memberikan panduan dalam berperilaku sekaligus sebagai yang mengawasi tingkah laku dalam hidupnya. Selain itu materi dalam pendidikan agama Islam tidak lepas dari pengajaran agama yaitu pengetahuan yang ditujukan kepada pemahaman-pemahaman dan kewajiban-kewajiban serta norma-norma yang harus diindahkan dan dilakukan oleh remaja melalui orang tuanya. Anak menjadi tanggung jawab orang tua dalam pembentukan karakter dan agamanya. Menurut Ibnu Qoyyim dalam buku karangan Marzuki bahwa tanggung jawab terhadap anak, terutama dalam hal pendidikan, berada dipundak orangtua dan pendidikan . , apalagi anak tersebut masih berada pada awal pertumbuhannya. Pada awal pertumbuhannya, anak kecil sangat membutuhkan pembimbing yang selalu mengarahkan akhlak dan prilakunya karena anak belum mampu membina dan menata akhlaknya sendiri. Anak sangat membutuhkan pembinaan dan teladan (Qudwa. yang bisa dijadikan panutan baginya. Peran Pendidikan Agama di Lingkungan Masyarakat Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Hubungan pendidikan agama Islam dengan kemasyarakatan itu sangatlah memiliki Dimana pendidikan agama Islam adalah sebuah usaha secara sadar dan serius dalam menanamkan dan mem-bangun nilai-nilai moral, agama untuk dikembangkan di masyarakat. Pendidikan diharapkan mampu menjadi media antara manusia dengan ilmu. Maka, dapat dimaknai disini bahwa pendidikan merupakan pusat dalam mengembangkan ilmu. Andian Husain mengatakan, bahwa pendidikan tidak dapat dilepaskan ilmu. Misal di suatu masyarakat terjadi sebuah kerusakan moral, adab, ataupun norma-norma, maka hal tersebut pasti di awali dari rusaknya ilmu. Rusaknya sebuah ilmu disini dimaksudkan bahwa ilmu dalam perannya dalam Khoirunnisa. Eti Cahya. Peran Guru Pai Dalam Menanamkan Sikap Toleransi Beragama Siswa Kelas IX Di Smp Terpadu Ponorogo, (Diss. IAIN PONOROGO, 2. , h. Syahid. Abd, and Kamaruddin Kamaruddin. Peran Orang Tua dalam Pendidikan Islam Pada Anak, (ALLIQO: Jurnal Pendidikan Islam, 2. , h. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 sebuah pembentuk akhlak atau taAodhib. Maka, ketika terdapat fenomena-fenomena yang menyimpang dalam sebuah masyarakat itu disebabkan gagalnya penanaman ilmu sebagai pembentuk akhlak tersebut. Oleh sebab itu, diharapkan disini pendidikan Islam mampu membangkitkan kembali ataupun memperbaiki dari keadaan yang ada pada suatu masyarakat yang demikian menjadi yang lebih baik. Yaitu dengan mewujudkan nilai-nilai Islam pada pribadi manusia, sehingga menjadi sosok yang muslim, beriman, bertakwa, berilmu pengetahuan, dan berakhlak mulia. PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat ditarik kesimpulan Kenakalan remaja yang sering dilakukan oleh siswa MTS N 5 Kaur adalah bolos waktu jam pelajaran, merokok, mabuk-mabukan, pacaran dan membuang sampah sembarangan. Penyebabnya beragam seperti siswa merasa tidak nyaman di dalam kelas, siswa yang bosan di dalam kelas dan juga siswa yang memiliki masalah keluarga seperti perpisahan orang Peran pendidikan agama terhadap kenakalan remaja pada Siswa MTS N 5 Kaur sangatlah penting karena dengan melalui pendidikan dan pembinaan agama Islam dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang ajaran Islam kepada siswa dan ini sangat membantu siswa untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berkualitas. Guru PAI Memberikan pemahaman dan pengertian tentang pendidikan agama yaitu dengan melalui pelajaran di dalam kelas. Mengadakan kegiatan-kegiatan keberagamaan baik hari besar agama ataupun kegiatan keberagamaan siswa setiap harinya, seperti sholat dhuhur berjamaah dan sholat jumAoat bersama di masjid sekolah namun dalam menghadapi kenakalan remaja tetaplah pendidikan agama dari orang tua yang paling dibutuhkan karena orang tua lebih memamahi remaja dan waktu bersama lebih banyak dengan orang tua. Solusi dalam mengatasi kenakalan remaja pada Siswa MTS N 5 Kaur Solusi memecahkan masalah kenakalan remaja dengan menanamkan nilai-nilai yang baik pada siswa, memberitahu konsekuensi dari kenakalan remaja, selalu menjaga komunikasi kepada siswa, mendorong siswa agar mengikuti kegiatan yang positif baik disekolah maupun diluar sekolah dan juga bersikap tegas pada siswa yang naka-nakal. Memperketat aturan madrasah, memberikan pengarahan, dan memberikan sanksi bagi siswa yang melanggar. Solusi juga dapat dilakukan dengan cara menjaga komunikasi yang tepat, pendekatan yang baik pada siswa dan juga memahami siswa atau karakter dari Memberikan perhatian dan pengawasan khusus bagi siswa/I yang bermasalah Soniya. Cantika Mila, et al. Realita dan Peran Pendidikan Agama Islam Terhadap Sosial Masyarakat, (Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2. , h. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 karena dengan perhatian khusus itu maka mereka memiliki kesadaran akan kesalahankesalahan yang mereka buat serta memberikan nasehat pada siswa yang berbuat kenakalan untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi Saran Pada kesempatan ini penulis ingin memberikan saran sebagai berikut: Kepada Pihak Sekolah Diharapkan agar pihak sekolah mendatangkan BNN untuk mengecek siswa yang menggunakan obat-obat terlarang agar bisa diketahui apakah ada atau tidak siswa yang mengkonsumsi obat-obat terlarang. Diharapkan agar turut serta mengoptimalisasikan proses-proses belajar khususnya Pendidikan Agama Islam Menciptakan suasana belajar pendidikan agama Islam yang kondusif, agar proses belajar mengajar lancar dan tercapainya tujuan Menjalin hubungan yang baik dengan peserta didik. Sekolah harus dapat memberikan bimbingan keagamaan khususnya mengenai kenakalan remaja Bagi Siswa Bagi siswa harus sadar bahwa kenakalan remaja bukanlah hal yang baik, harunya lebih menghormati, menghargai guru dan juga teman-teman sekolah. Bagi Orang Tua Orang tua hendaklah dapat menjadi contoh yang baik dalam segala aspek kehidupannya bagi si anak, terutama amaliyah islamiyah. Orang tua harus memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Kepada Masyarakat Mengadakan pengawasan terhadap perkumpulan-perkumpulan remaja. Mengadakan pengawasan dan tindakan yang tegas terhadap peredaran buku-buku porno, majalah, komik-komik, dan sebagainya. Mengembangkan jasa pengabdian psikolog, counselor, klinik-klinik terapi. Mentradisikan nilai-nilai Islam. DAFTAR PUSTAKA