Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 3 Juli 2024 e-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 90-96 DOI: https://doi. org/10. 59031/jkppk. Evaluasi Pembelajaran Kritis Pada Teks Akademik Anak Usia Dini : Tinjauan Literatur Dan Penelitian Lapangan Marcellita Nainggolan1. Setiani Hotnidah Rambe2. Dwi Anggita3. Rifka Sriwilda Manik4. Hartoti Sitohang5. Anggia Puteri6 Universitas Negeri Medan1-6 Jl. William Iskandar Ps. Kenangan Baru. Kec. Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara 20221 Marcellita Nainggolan : marcelitanainggolan@gmail. Abstract. Critically based learning is recognized as an effective approach to improve analytical thinking skills and understanding of academic texts in early childhood. This study aims to evaluate the effectiveness of this strategy in the Indonesian educational context,where interest in reading and literacy skills are still low. The methods used include literature reviews and field observations at TK Kartika 1-1. A literature review shows that criticalbased learning can improve critical thinking skills and understanding of academic texts, with children who engage in critical activities showing better analytical, synthetic and evaluation skills. Field observations support these findings, showing significant improvements in the ability to read and understand academic texts, as well as active participation in class discussions. Teachers report that these strategies not only increase students' understanding but also their motivation and engagement in the learning process. This research suggests the importance of integrating criticalbased learning strategies in early childhood education curricula, as well as adequate training for teachers to implement this approach. Although the results are promising, further research with a larger sample is needed to ensure the generalizability of these findings in various early childhood education contexts in Indonesia. Keywords: learning strategies, critical, early childhood, literature review, field Abstrak. Pembelajaran berbasis kritis diakui sebagai pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis dan pemahaman teks akademik pada anak usia dini. Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas strategi ini dalam konteks pendidikan Indonesia, di mana minat baca dan kemampuan literasi masih rendah. Metode yang digunakan meliputi tinjauan literatur dan observasi lapangan di TK Kartika 1-1. Tinjauan literatur menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kritis dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman teks akademik, dengan anakanak yang terlibat dalam aktivitas kritis menunjukkan kemampuan analitis, sintesis, dan evaluasi yang lebih baik. Observasi lapangan mendukung temuan ini, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca dan memahami teks akademik, serta partisipasi aktif dalam diskusi kelas. Guru melaporkan bahwa strategi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga motivasi dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyarankan pentingnya integrasi strategi pembelajaran berbasis kritis dalam kurikulum pendidikan anak usia dini, serta pelatihan yang memadai bagi guru untuk mengimplementasikan pendekatan ini. Meski hasilnya menjanjikan, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar untuk memastikan generalisasi temuan ini di berbagai konteks pendidikan anak usia dini di Indonesia. Received Juni 8, 2024. Accepted Juni 12, 2024. Published Juli 31, 2024 * Marcellita Nainggolan : marcelitanainggolan@gmail. e-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 90-96 Kata kunci: Strategi Pembelajaran. Kritis. Anak Usia Dini. Tinjauan Literatur. Penelitian Lapangan. LATAR BELAKANG Pembelajaran berbasis kritis telah menjadi salah satu pendekatan yang diakui dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis dan pemahaman teks akademik (Brookfield, 2. Pendekatan ini menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, yang memfasilitasi pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Facione, 2. Pada anak usia dini, kemampuan memahami teks akademik merupakan dasar penting bagi perkembangan literasi selanjutnya (Kucan, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas yang dirancang secara tepat (Fisher, 2. Namun, penerapan strategi pembelajaran berbasis kritis pada anak usia dini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan dalam pengembangan materi yang sesuai dan kurangnya pelatihan bagi pendidik (Paul & Elder, 2. Dalam pembelajaran Indonesia, literasi anak usia dini masih perlu ditingkatkan, mengingat rendahnya minat baca dan kemampuan literasi di kalangan siswa (PISA, 2. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi efektivitas strategi pembelajaran berbasis kritis dalam konteks ini, guna memberikan rekomendasi yang tepat bagi pendidik dan pembuat kebijakan (Kemendikbud, 2. KAJIAN TEORITIS Pembelajaran kritis pada anak usia dini merupakan topik yang memerlukan pemahaman mendalam tentang teori perkembangan anak serta pendekatan pembelajaran yang efektif. Beberapa teori kunci dan penelitian sebelumnya memberikan landasan yang kuat untuk mengeksplorasi bagaimana kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan pada anak-anak usia dini melalui evaluasi teks akademik. Teori perkembangan kognitif Jean Piaget menyatakan bahwa anak-anak usia dini berada pada tahap praoperasional, di mana mereka mulai mengembangkan kemampuan berpikir simbolis namun belum mampu berpikir secara logis seperti orang dewasa. Hal ini mengimplikasikan bahwa metode pembelajaran kritis harus disesuaikan dengan kemampuan kognitif mereka, dengan menggunakan alat bantu visual dan narasi yang menarik untuk menstimulasi pemikiran mereka. Piaget juga menekankan bahwa anak- Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan AeVol. 2 No. 3 Juli 2024 EVALUASI PEMBELAJARAN KRITIS PADA TEKS AKADEMIK ANAK USIA DINI : TINJAUAN LITERATUR DAN PENELITIAN LAPANGAN anak belajar melalui interaksi aktif dengan lingkungan mereka, yang sejalan dengan teori konstruktivis yang menganggap pembelajaran sebagai proses aktif di mana anakanak membangun pemahaman mereka sendiri melalui pengalaman. Lev Vygotsky, dengan teori belajar sosialnya, memperkenalkan konsep Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) yang menunjukkan bahwa anak-anak belajar paling efektif ketika mereka didukung oleh orang dewasa atau teman sebaya yang lebih Dalam konteks evaluasi pembelajaran kritis, ini berarti bahwa anakanak dapat mencapai pemahaman yang lebih tinggi tentang teks akademik jika mereka diberi bimbingan yang tepat. Pendekatan ini menekankan pentingnya peran guru dan pendidik dalam mengarahkan diskusi dan aktivitas yang merangsang pemikiran kritis. Penelitian sebelumnya memberikan bukti empiris yang mendukung teori-teori ini. Fisher . menemukan bahwa anak-anak prasekolah dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui cerita yang menantang pemikiran mereka dan melalui diskusi yang difasilitasi oleh guru. Studi ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang relevan dan metode interaktif sangat penting dalam pembelajaran kritis. Selain itu. Hohmann dan Weikart . dalam High/Scope Perry Preschool Study menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran aktif, di mana anak-anak terlibat langsung dalam proses belajar melalui kegiatan yang dirancang dengan baik, dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Pendekatan ini mencakup penggunaan proyekproyek yang memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi dan menemukan informasi sendiri, yang sejalan dengan prinsip-prinsip konstruktivis. Studi Glenda MacNaughton . juga menyoroti pentingnya mengajarkan anak-anak untuk berpikir kritis tentang gender melalui analisis cerita dan media. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahkan anak-anak yang sangat muda dapat diajarkan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bias dalam teks dan gambar, yang merupakan aspek penting dari pembelajaran kritis. Berdasarkan teori dan penelitian tersebut, dapat dihipotesiskan bahwa pembelajaran kritis pada teks akademik untuk anak usia dini dapat ditingkatkan melalui metode pembelajaran interaktif dan berbasis proyek yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif anak. Dukungan dan bimbingan dari guru serta penggunaan bahan ajar yang relevan dan menantang sangat penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada anak-anak usia dini. Dengan demikian, kajian teoritis Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan AeVol. 2 No. 3 Juli 2024 e-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 90-96 ini menunjukkan bahwa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada anakanak usia dini, diperlukan pendekatan yang menggabungkan teori perkembangan kognitif, pembelajaran sosial, dan konstruktivis dengan bukti empiris dari penelitian Pendekatan ini tidak hanya memungkinkan anak-anak untuk memahami teks akademik secara kritis tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi pemikir kritis di masa depan. METODE PENELITIAN Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur dan penelitian lapangan. Tinjauan literatur dilakukan untuk mengumpulkan informasi dari sumbersumber akkademik terkait strategi pembelajaran berbasis kritis dan pemahaman teks akademik pada anak usia dini. Penelitian lapangan dilakukan melalui observasi langsung di beberapa lembaga pendidikan anak usia dini yang menerapkan strategi pembelajaran berbasis kritis. Partisipan penelitian ini meliputi anak usia dini, pendidik dan orang tua. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran berbasis kritis telah menjadi salah satu pendekatan yang diakui dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis dan pemahaman teks akademik (Brookfield, 2. Pendekatan ini menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, yang memfasilitasi pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Facione, 2. Pada anak usia dini, kemampuan memahami teks akademik merupakan dasar penting bagi perkembangan literasi selanjutnya (Kucan, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas yang dirancang secara tepat (Fisher, 2. Namun, penerapan strategi pembelajaran berbasis kritis pada anak usia dini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan dalam pengembangan materi yang sesuai dan kurangnya pelatihan bagi pendidik (Paul & Elder, 2. Dalam pembelajaran Indonesia, literasi anak usia dini masih perlu ditingkatkan, mengingat rendahnya minat baca dan kemampuan literasi di kalangan siswa (PISA,2. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi efektivitas strategi pembelajaran berbasis kritis dalam konteks ini. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan AeVol. 2 No. 3 Juli 2024 EVALUASI PEMBELAJARAN KRITIS PADA TEKS AKADEMIK ANAK USIA DINI : TINJAUAN LITERATUR DAN PENELITIAN LAPANGAN guna memberikan rekomendasi yang tepat bagi pendidik dan pembuat kebijakan (Kemendikbud, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Dalam konteks evaluasi strategi pembelajaran berbasis kritis dalam memfasilitasi pemahaman teks akademik pada anak usia dini, tinjauan literature dan peneloitian lapangan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kemampuan anak dalam memahami teks akademik. Dengan demikian, disarankan agar lembaga pendidikan anak usia dini mempertimbangkan penerapan strategi bagian integral dari pendekatan pembelajaran mereka. Penelitian selanjutnya dapat melibatkan sampel yang lebih luas dan metode penelitian yang lebih mendalam untuk memperkuat temuan ini. UCAPAN TERIMA KASIH