Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Pemberdayaan Masyarakat melalui Penerapan Model Edu-Aquaculture Integratif Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan di Desa Jembayat. Kabupaten Tegal. Jawa Tengah Karina Farkha Dina1. Ninik Umi Hartanti2. Alinda Cahyani3. Alin Fithor*4 1,2,3,4Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Pancasakti Tegal. Indonesia *e-mail: alinfithor@upstegal. Abstrak Desa Jembayat. Kabupaten Tegal, memiliki potensi perikanan air tawar yang besar namun terkendala produktivitas rendah, tingginya biaya pakan, pencemaran limbah, serta minimnya kapasitas kewirausahaan Program pengabdian ini menerapkan model Edu-Aquaculture Integratif berbasis green-tech dan kewirausahaan untuk meningkatkan kinerja budidaya dan keberlanjutan usaha. Kegiatan meliputi: . penerapan teknologi ramah lingkungan seperti bioflok dan aquaponik untuk efisiensi pakan dan penurunan . pendidikan partisipatif melalui sekolah lapang dengan kurikulum 4M dan pelatihan teknis bagi 15 pembudidaya. penguatan kewirausahaan digital melalui pelatihan pengolahan hasil dan pemasaran daring. Program dilaksanakan selama 8 bulan melalui tahap persiapan, implementasi teknologi, dan pendampingan usaha. BOD turun 57,3%. COD turun 53,3%, dan amonia turun 77,5%, sehingga memenuhi baku mutu budidaya. Hasil kegiatan mencakup berfungsinya tiga unit teknologi, peningkatan kompetensi pembudidaya, produk olahan perikanan ber-PIRT, serta tersusunnya luaran akademik dan panduan praktik dengan tiga unit teknologi operasional, yaitu satu sistem bioflok, satu unit aquaponik skala rumah tangga, dan satu unit instalasi pengolahan limbah empat tahap. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan kapasitas kewirausahaan masyarakat yang ditunjukkan oleh peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis budidaya, serta kemampuan manajerial dan pemasaran berbasis teknologi ramah lingkungan. Kata Kunci: Aquaponik. Bioflok. Edu-Aquaculture Integratif. Teknologi Hijau. Abstract Jembayat Village. Tegal Regency, has significant freshwater fisheries potential but is hampered by low productivity, high feed costs, waste pollution, and limited entrepreneurial capacity among farmers. This community service program implements an Integrated Edu-Aquaculture model based on green-tech and entrepreneurship to improve cultivation performance and business sustainability. Activities include: . the application of environmentally friendly technologies such as biofloc and aquaponics for feed efficiency and ammonia reduction. participatory education through field schools with the 4M curriculum and technical training for 15 farmers. strengthening digital entrepreneurship through training in product processing and online marketing. The program was implemented for 8 months through the stages of preparation, technology implementation, business mentoring, and evaluation. BOD decreased by 57. COD decreased by 3%, and ammonia decreased by 77. 5%, thus meeting cultivation quality standards. The results of the activities include the functioning of three technology units, increased competency of farmers, processed fishery products with PIRT, and the preparation of academic outputs and practice guidelines with three operational technology units, namely one biofloc system, one household-scale aquaponics unit, and one four-stage wastewater treatment installation unit. This activity resulted in increased community entrepreneurial capacity as demonstrated by increased knowledge, technical cultivation skills, and managerial and marketing capabilities based on environmentally friendly technology. Keywords: Aquaponics. Biofloc. Integrative Edu-Aquaculture. Green Technology. PENDAHULUAN Survei baseline terhadap 40 pembudidaya menunjukkan hanya 15% yang pernah mengikuti pelatihan budidaya berbasis teknologi ramah lingkungan. Pengukuran kualitas air menunjukkan kadar amonia sebesar 0,8 mg/L, melebihi baku mutu O0,02 mg/L, sehingga diperlukan intervensi peningkatan kapasitas dan perbaikan sistem budidaya. Minat generasi muda terhadap sektor perikanan juga sangat rendah, ditandai dengan lebih dari 70% pemuda P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. memilih bekerja di sektor informal di wilayah perkotaan. Padahal, jika dikelola dengan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan green-tech dan kewirausahaan, sektor perikanan air tawar di desa ini dapat berkembang menjadi usaha yang menarik dan menguntungkan. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya menunjukkan keterkaitan beberapa faktor. Dari aspek teknis, studi lapangan pada biaya pakan yang mencapai Rp12. 000Ae15. 000 per kilogram dan harga ikan yang fluktuatif menjadi hambatan utama peningkatan pendapatan(Malik et al. , 2025. Witoko et al. , 2. Dari aspek lingkungan, praktik budidaya konvensional telah menyebabkan akumulasi limbah organik yang meningkatkan kadar amonia di perairan, melebihi baku mutu yang ditetapkan. Dari aspek kelembagaan, belum terbentuknya kelompok usaha yang kuat membuat pembudidaya memiliki posisi tawar rendah terhadap tengkulak, sehingga keuntungan bersih yang diperoleh hanya sekitar 15Ae20%, jauh lebih kecil dibandingkan margin tengkulak yang mencapai 30Ae40%(Ramiro et al. , 2. Berdasarkan masalah tersebut, program pengabdian ini dirancang untuk menawarkan solusi komprehensif melalui pendekatan Edu-Aquaculture Integratif(Recent advancement of the sensors for monitoring the water quality parameters in smart fisheries farming, 2. Pendekatan ini menggabungkan tiga pilar utama: . penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan seperti bioflok dan aquaponik yang mampu menekan biaya pakan dan mengelola limbah secara efektif. peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, meliputi teknik budidaya, manajemen produksi, dan pemasaran. penguatan kewirausahaan berbasis komunitas untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan. Pendekatan ini selaras dengan prioritas pembangunan Desa Jembayat dalam RPJMDes 2021Ae2026 yang menekankan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Penerapan model Edu-Aquaculture Integratif didukung oleh berbagai kajian yang menunjukkan efektivitasnya(Berkelanjutan et al. , 2025. Pujo et al. , 2. Penerapan teknologi ramah lingkungan dalam akuakultur dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi dampak ekologis. Integrasi green-tech mampu meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk perikanan(Harjanti et al. , 2023. Qin et al. , 2. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Desa Jembayat. Secara teknis, teknologi green-tech diproyeksikan dapat meningkatkan produktivitas hingga 40% serta menurunkan biaya produksi sebesar 25Ae30%. Secara sosial, model eduaquaculture berpotensi mendorong regenerasi pelaku usaha perikanan dengan menarik minat generasi muda untuk kembali ke sektor produktif desa. Dari aspek lingkungan, pengelolaan limbah yang lebih baik akan menurunkan beban pencemaran dan menciptakan ekosistem budidaya yang lebih berkelanjutan dengan target luaran jelas, yaitu berupa: Jurnal pengabdian masyarakat, serta hak cipta. METODE Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 8 bulan di Desa Jembayat. Kabupaten Tegal, dengan menggunakan pendekatan Edu-Aquaculture Integratif yang mengombinasikan penerapan teknologi ramah lingkungan, pendidikan partisipatif, dan penguatan kewirausahaan komunitas(Tegar et al. , 2. Seperti dijelaskan pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Tahapan Kegiatan Tahap Persiapan dan Sosialisasi (Bulan 1Ae. Pada tahap awal, tim pengabdi melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Jembayat. Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Sejahtera, dan Karang Taruna. Kegiatan meliputi: Observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi kolam, kualitas air, dan infrastruktur pendukung. Penyusunan kebutuhan alat dan bahan untuk teknologi bioflok dan aquaponik. Sosialisasi program kepada masyarakat untuk membangun komitmen dan memastikan partisipasi aktif. Penentuan 15 peserta utama program berdasarkan rekomendasi kelompok pembudidaya dan kriteria kesiapan usaha. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Implementasi Teknologi Green-Tech (Bulan 3Ae. Tahap ini berfokus pada penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan sebagai solusi peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya produksi. Kegiatan mencakup: Pembangunan tiga unit teknologi operasional, yaitu satu sistem bioflok, satu unit aquaponik skala rumah tangga, dan satu unit instalasi pengolahan limbah empat tahap. Pelatihan teknis mengenai pembuatan probiotik, manajemen pakan, kontrol amonia, dan monitoring kualitas air (DO, pH, nitrit, amoni. Pendampingan intensif dalam pengelolaan sistem bioflok dan aquaponik, termasuk pengaturan padat tebar, pemberian pakan efisien, dan pemeliharaan tanaman sayuran. Sumber : Analisa lapangan, 2025 Metode yang digunakan mengutamakan partisipasi aktif masyarakat, kolaborasi multistakeholder, serta pendekatan teknologi terapan yang relevan dengan konteks lokal. Dengan dijelaskan pada tabel berikut : Tahapan Persiapan Sosialisasi Pembangunan Teknologi Pelatihan Teknis Pendampingan & Monitoring Tabel 2. Tahapan pelaksanaan Sumber : Analisa lapangan, 2025 Dengan strategi ini, program dirancang tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis pembudidaya, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan perikanan di Desa Jembayat. Pengukuran BOD. COD, dan amonia dilakukan secara pre-test dan post-test dengan frekuensi satu kali per bulan selama enam bulan implementasi. Sampel diambil pada titik inlet, kolam budidaya, dan outlet instalasi pengolahan limbah dengan tiga kali pengulangan(Herdiansyah, 2. Analisis dilakukan di laboratorium lingkungan terakreditasi KAN (ISO/IEC 17. Parameter BOD dianalisis menggunakan metode inkubasi 5 hari (SNI 72:2. COD menggunakan metode refluks tertutup (SNI 6989. 2:2. , dan amonia menggunakan metode fenat (SNI 06-6989. Efisiensi penurunan dihitung dalam bentuk persentase dan dibandingkan dengan baku mutu sesuai regulasi nasional(Ahzan et al. , 2026. Atiqah et al. , 2025. Pujo et al. , 2. Keberhasilan program diukur menggunakan indikator kuantitatif yang meliputi aspek teknis (SR dan FCR), lingkungan . enurunan BOD. COD, dan amoni. , ekonomi (R/C ratio dan peningkatan pendapata. , serta kapasitas peserta . eningkatan skor pre-test dan post-tes. Program dinyatakan berhasil apabila minimal 70% peserta menunjukkan peningkatan indikator teknis, parameter kualitas air memenuhi baku mutu. R/C ratio >1, dan terjadi peningkatan skor pemahaman Ou20%. Teknik analisis data Keberhasilan program diukur menggunakan instrumen evaluasi yang terdiri dari pre-test dan post-test, lembar observasi praktik, serta monitoring parameter teknis dan ekonomi. Kisi-kisi Pre-test dan Post-test Instrumen evaluasi program meliputi tiga aspek utama. Aspek pengetahuan teknis diukur melalui pemahaman peserta mengenai konsep bioflok, aquaponik, probiotik, manajemen pakan, dan kualitas air, dengan menggunakan soal pilihan ganda dan uraian singkat, dinilai pada skala 0Ae100 (Ahmad et al. , 2025. Witoko et al. , 2. Aspek keterampilan operasional P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. dinilai melalui lembar observasi praktik langsung, yang mencakup kemampuan peserta dalam pengaturan padat tebar, pemberian pakan, dan pemeliharaan tanaman, menggunakan skala 1Ae4. Aspek kewirausahaan diukur melalui studi kasus dan lembar kuisioner, meliputi kemampuan manajemen usaha, pencatatan biaya dan pemasukan, serta analisis R/C ratio, juga menggunakan skala 1Ae4. Monitoring Lingkungan dan Produksi Parameter teknis: produksi . , kelangsungan hidup ikan (%). FCR Parameter lingkungan: BOD. COD. NHCE. DO, pH Parameter ekonomi: pendapatan, biaya, laba bersih. R/C ratio Data Dukung Penelitian Data Kuantitatif Teknis dan Lingkungan: Data produksi, kualitas air, dan FCR dianalisis secara deskriptif. Perubahan dihitung dalam bentuk selisih absolut dan persentase: Perubahan (%)=Nilai post-test / postintervensiOeNilai baselineNilai baseliney100\text{Perubahan (\%)} = \frac{\text{Nilai posttest / post-intervens. - \text{Nilai baselin. }{\text{Nilai baselin. } \times 100Perubahan (%)=Nilai baselineNilai post-test / post-intervensiOeNilai baseliney100 Ekonomi: Pendapatan, laba bersih, dan R/C ratio dianalisis per siklus budidaya, dibandingkan sebelum dan sesudah intervensi. Kapacitas Peserta: Skor pre-test dan post-test dianalisis menggunakan rata-rata dan persentase kenaikan. Data Kualitatif Observasi praktik dan wawancara dikodekan untuk menilai tingkat kemandirian, adopsi teknologi, dan partisipasi masyarakat. Analisis dilakukan secara deskriptif naratif untuk mendukung data kuantitatif. Penentuan Keberhasilan Program dinyatakan berhasil apabila: Ou70% peserta menunjukkan peningkatan indikator teknis . SR. FCR) . Parameter lingkungan memenuhi baku mutu budidaya . R/C ratio >1 dan terjadi peningkatan laba bersih . Ou60% peserta mampu mengoperasikan sistem secara mandiri . Skor pre-test dan post-test meningkat Ou20% HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil program menunjukkan bahwa pendekatan Edu-Aquaculture Integratif mampu mengatasi beragam permasalahan yang sebelumnya dihadapi pembudidaya: rendahnya teknologi, tingginya biaya produksi, dan lemahnya kewirausahaan(Gunawan et al. , 2025. Noor et , 2. Integrasi teknologi hijau dengan pelatihan partisipatif terbukti lebih efektif dibandingkan pelatihan teori konvensional(Alam et al. , 2024. Basuki et al. , 2. Penerapanzteknologi dilakukan antara bulan ke-3 hingga ke-8 melalui pembangunan dua sistem Sistem Bioflok Terintegrasi Dibangun satu unit bioflok berkapasitas 1. 000 liter dengan aerator tenaga surya. Diuji coba untuk budidaya ikan lele sebanyak 1. 000 ekor dengan kepadatan awal 250 ekor/mA. Teknologi Biofilter dan Biogas Instalasi 4 tahap . iofilter zeolitAearang aktifAefitoremediasiAebioga. mampu menurunkan BOD sebesar 62% dan COD sebesar 65%. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Limbah padat difermentasi menghasilkan gas metana yang cukup untuk menyalakan dua unit kompor biogas rumah tangga selama 3 jam/hari. Limbah cair sisa fermentasi diolah menjadi pupuk organik cair (POC) yang digunakan untuk kebun warga, dijelaskan pada Gambar 1 berikut : Gambar 1. Konstruksi Pembuatan dan Implementasi kolam bioflok ikan Lele Pelatihan dan Sekolah Lapang Edu-Aquaculture dilaksanakan dalam tiga klaster pelatihan: Klaster Teknis Materi: manajemen air, penggunaan kit digital (DO meter, pH mete. , pembuatan pakan Hasil: 15 peserta mampu membuat pakan dengan bahan lokal . mpas tahu, dedak, tepung ika. dan menghasilkan pakan dengan protein kasar 28Ae30%. 80% peserta menunjukkan peningkatan kemampuan teknis berdasarkan pre-test dan post-test . ari skor rata-rata 56 menjadi . Klaster Pengolahan dan Nilai Tambah Pelatihan pembuatan produk olahan ikan: nugget ikan . varian ras. , abon lele, dan bakso Hasil uji pasar menunjukkan produk nugget ikan varian pedas dan original paling diminati dengan nilai preferensi konsumen 88%. Tiga produk telah memperoleh label PIRT dan dikembangkan di bawah merek lokal AuJembayat Aqua Green. Ay Klaster Kewirausahaan Digital Materi: branding produk, pemasaran digital, fotografi produk, dan manajemen keuangan Peserta dilatih membuat akun toko online di Tokopedia dan WhatsApp Business, serta konten promosi di Instagram dan TikTok. Hasilnya, 12 peserta aktif menjalankan usaha digital, dan rata-rata penjualan meningkat 35Ae40% dalam tiga bulan pertama. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, teknologi ini juga memberikan manfaat tambahan berupa produksi energi alternatif. Limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan budidaya dimanfaatkan dalam sistem biogas untuk menghasilkan energi. Energi tersebut dapat digunakan kembali untuk mendukung operasional budidaya, sehingga menciptakan sistem yang lebih mandiri dan efisien. Pendapatan rata-rata peserta meningkat dari Rp 7. 000 menjadi Rp 000 per siklus budidaya . aik 40,6%). Laba bersih meningkat sebesar 128,7%, dari Rp 000 menjadi Rp 3. 000, dengan R/C ratio meningkat dari 1,30 menjadi 1,61. Pada aspek lingkungan, terjadi penurunan BOD sebesar 57,3%. COD 53,3%, dan amonia 77,5% dibandingkan P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Selain itu, skor pemahaman peserta meningkat rata-rata 46,4% berdasarkan hasil pretest dan post-test (Elliff et al. , 2. Gambar 2. Pelatihan Edu-Aquaculture ke masyarakat dan pokadan Desa Jembayat Hasil implementasi model Edu-Aquaculture integratif berbasis teknologi ramah lingkungan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek teknis, ekonomi, dan kapasitas Dari perspektif ekonomi, pendapatan rata-rata peserta naik 40,6% dan laba bersih meningkat 128,7%, menunjukkan bahwa integrasi teknologi ramah lingkungan tidak hanya berdampak ekologis tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha. Secara sosial, skor pemahaman peserta meningkat rata-rata 46,4%, dengan lebih dari 60% peserta mampu mengoperasikan sistem secara mandiri, menunjukkan keberhasilan pemberdayaan dan transfer teknologi. Hasil ini relevan dengan SDG 12 . onsumsi dan produksi berkelanjuta. melalui efisiensi pakan dan pengelolaan limbah, serta SDG 14 . erlindungan ekosistem peraira. melalui penurunan polutan yang signifikan. Dengan demikian, model ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan pendapatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, sehingga memiliki potensi direplikasi pada komunitas pembudidaya lain(Martynez-Vyzquez et al. , 2. Integrasi pelatihan kewirausahaan dan inovasi pangan berbasis ikan mampu meningkatkan daya saing desa dan mendukung ketahanan pangan lokal, selanjutnya dapat dilihat pada Tabel 4 berikut : Jenis Luaran Teknologi terapan Peserta terlatih Produk olahan Publikasi ilmiah Video dokumentasi Dampak lingkungan Dampak ekonomi Dampak sosial Tabel 3. Hasil yang dicapai Hasil yang Dicapai 3 unit bioflok operasional integratif 15 pembudidaya, 5 wirausaha muda 3 varian . ugget, abon, bakso ika. 1 artikel dikirim ke jurnal pengabdian nasional 1 video berdurasi 10 menit Penurunan amonia 68%. BOD 62%. COD 65% Peningkatan pendapatan 35Ae40% Terbentuk kelompok wirausaha muda AuAqua Green TeamAy Sumber : Temuan lapangan, 2025 Pemberdayaan masyarakat melalui penerapan model Edu-Aquaculture integratif berbasis teknologi ramah lingkungan merupakan pendekatan inovatif yang menggabungkan kegiatan edukasi, praktik budidaya perikanan, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan(C. Li et , 2026. Serrano et al. , 2. Model ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran sekaligus pelaku usaha budidaya, sehingga tidak hanya meningkatkan kapasitas pengetahuan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi lokal. Integrasi antara P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. pendidikan lingkungan dan praktik budidaya memungkinkan masyarakat memahami prinsip ekologi perairan sekaligus menerapkannya secara langsung dalam kegiatan produksi perikanan. Konsep Edu-Aquaculture menekankan pada pembelajaran partisipatif melalui kegiatan pelatihan, demonstrasi teknologi, serta pendampingan teknis kepada kelompok masyarakat(Ahzan et al. , 2. Sistem ini memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk mengolah limbah organik menjadi sumber nutrisi tambahan bagi ikan, sehingga mampu meningkatkan efisiensi pakan sekaligus menjaga kualitas air budidaya. Selain meningkatkan produktivitas perikanan, model Edu-Aquaculture integratif juga berperan dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan perairan secara berkelanjutan. Melalui pendekatan edukatif, masyarakat didorong untuk memahami hubungan antara kegiatan budidaya, kualitas lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya perairan(Ahmad et al. , 2. Penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti bioflok, pengelolaan limbah organik, serta optimalisasi penggunaan air menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem budidaya. Implementasi model ini juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Peningkatan keterampilan teknis dalam budidaya perikanan memungkinkan masyarakat mengembangkan usaha produktif yang lebih efisien dan bernilai ekonomi(S. Li et al. Selain itu, kegiatan edukasi yang terintegrasi dengan praktik lapangan dapat membuka peluang pengembangan kawasan budidaya sebagai sarana pembelajaran berbasis komunitas, sehingga mampu menarik partisipasi generasi muda dalam sektor perikanan berkelanjutan. Penerapan model Edu-Aquaculture integratif berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan perairan(Yu et al. , 2. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan usaha budidaya, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya praktik perikanan yang bertanggung jawab. Melalui sinergi antara edukasi, teknologi, dan partisipasi masyarakat, model ini berpotensi menjadi solusi inovatif dalam pengembangan ekonomi berbasis sumber daya perairan yang berkelanjutan. Program ini juga memperlihatkan bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kolaborasi multipihak, pendampingan berkelanjutan, dan penguatan kelembagaan usaha(Sulistiyo et al. , 2. (Australian Public Service Commission. Model ini berpotensi direplikasi pada desa lain dengan kondisi serupa, terutama desa yang sedang mengembangkan ekonomi perikanan berbasis lingkungan. KESIMPULAN Penerapan model Edu-Aquaculture integratif berbasis teknologi ramah lingkungan di Desa Jembayat. Kabupaten Tegal, berhasil meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, dan kapasitas kewirausahaan masyarakat pembudidaya. Secara teknis, produksi rata-rata meningkat dari 320 kg menjadi 450 kg per siklus ( 40,6%) dengan tingkat kelangsungan hidup Ou80% dan perbaikan FCR, sementara kualitas air membaik: BOD turun 57,3%. COD turun 53,3%, dan amonia turun 77,5%, sehingga memenuhi baku mutu budidaya. Secara ekonomi, pendapatan rata-rata peserta naik dari Rp 7. 000 menjadi Rp 9. 000 per siklus ( 40,6%), dan laba bersih meningkat 128,7% dari Rp 1. 000 menjadi Rp 3. 000 per siklus, dengan R/C ratio naik dari 1,30 menjadi 1,61, menunjukkan kelayakan dan efisiensi usaha yang meningkat. Dari sisi kapasitas, skor pemahaman peserta meningkat rata-rata 46,4% berdasarkan pre-test dan posttest, dan lebih dari 60% peserta mampu mengoperasikan sistem bioflok, aquaponik, dan pengolahan limbah secara mandiri. Secara keseluruhan, model ini terbukti efektif secara teknis, ekonomis, dan sosial, serta memiliki potensi untuk direplikasi pada kelompok pembudidaya lain dengan karakteristik serupa, mendukung penguatan kewirausahaan perikanan berkelanjutan. Model ini diharapkan menjadi bagian tingkat kenaikan penyelasaian permasalahan ekonomi di seluruh wilayah. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. DAFTAR PUSTAKA