JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 69-. Diterima: Februari 2023 Disetujui: Mareti 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 OPTIMALISASI USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA TERU MELALUI KEMANDIRIAN PENGADAAN MEDIA TUMBUH DAN PENANAMAN BIBIT JAMUR Optimization Of Oyster Mushroom Cultivation Business In Teru Village Through Independent Procurement Of Growing Media And Oyster Planting Anggraeni*. Salmi. Henny Helmi. Robika Prodi Biologi. Fakultas Pertanian. Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung. Gedung Daya (F) FPPB Kampus terpadu UBB Balunijuk-Kontak POS no. 33172-Bangka 0. -422145 * Penulis Korespodensi : Anggraeni *e-mail korespondensi: anggieib@gmail. ABSTRAK Jamur tiram (Pleurotus ostreat. adalah jamur pangan kedua yang banyak dibudidayakan di dunia. Jamur ini memiliki nilai nutrisi yang baik dan nilai ekonomi yang menjanjikan. Kebutuhan konsumsi jamur tiram semakin meningkat namun produksinya masih rendah. Pemerintah Desa Teru. Kecamatan Simpang Katis. Kabupaten Bangka Tengah memandang ini sebagai peluang untuk memberdayakan kaum perempuan di desanya. Kegiatan budidaya jamur dilakukan oleh Ibu-ibu PKK, namun belum maksimal karena tidak memiliki keahlian untuk melakukan pembuatan media tumbuh dan penanaman biibt jamur Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian budidaya jamur tiram di Desa Teru melalui pelatihan pembuatan media tumbuh dan penanaman bibit jamur. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi . agar peserta mendapat pengalaman lansung. Pendampingan dilakukan mulai dari proses persiapan hingga pemantauan pertumbuhan misselium jamur tiram. Ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan telah mendapatkan keahlian dalam membuat media tumbuh dan menanam bibit jamur. Sebanyak 73. 77% media tumbuh yang diinokulasi pada masa pelatihan menunjukkan adanya pertumbuhan miselium jamur tiram yang bewarna Kata Kunci: bibit jamur, jamur tiram, media tumbuh, pelatihan. ABSTRACT Oyster mushroom (Pleurotus ostreat. is the second most widely cultivated food mushroom in the world. This mushroom has good nutritional value and promising economic value. The need for consumption of oyster mushrooms is increasing but the production is still low. The Teru Village Government. Simpang Katis District. Central Bangka Regency sees this as an opportunity to empower women in their village. Mushroom cultivation activities are carried out by PKK women, but they are not optimal because they do not have the expertise to make growing media and plant oyster mushroom seeds. This community service activity aims to create independent oyster mushroom cultivation in Teru Village through training in making growing media and planting mushroom seeds. The training is carried out using lecture and demonstration methods . so that participants get hands-on experience. Assistance is carried out starting from the preparation process to monitoring the growth of the oyster mushroom mycelium. PKK women as training participants have gained expertise in making growing media and planting mushroom A total of 73. 77% of the growing media inoculated during the training period showed the growth of white oyster mushroom mycelium. Keywords: growing media, mushroom seeds, oyster mushroom, training. PENDAHULUAN Jamur tiram (Pleurotus ostreatu. merupakan salah satu jenis jamur yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Jamur ini dapat menjadi sumber alternatif protein karena mengandung protein yang cukup Sebanyak 10. 4% protein pada jamur tiram mengandung asam-amino Jamur tiram juga mengandung zat nutrisi lainnya seperti karbohidrat . Anggraeni et al. Optimasi Usaha Budidaya Available at http:// http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 69-. Diterima: Februari 2023 Disetujui: Mareti 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 8%), lemak . 2%) dan serat kasar . 7%)(Hakiki et al. , 2. Jamur tiram menjadi jamur pangan kedua yang banyak dibudidayakan di dunia setelah Agaricus bisporus. Rasa yang enak dan kandungan nutrisi yang beragam menjadikan jamur ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Jamur tiram juga memiliki nilai ekologis dan bermanfaat sebagai obat. Wolff et al. melaporkan bahwa jamur tiram memiliki regulator sistem imun, antihipertensi dan Harga jamur tiram relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan sumber protein lainnya sehingga permintaan konsumsi cukup tinggi, namun belum diimbangi dengan produksi yang seimbang (Riyanto. Kondisi ini dijadikan sebagai suatu peluang oleh pemerintah Desa Teru. Kecamatan Simpang Katis. Kabupaten Bangka Tengah dalam pemberdayaan perempuan di desa. Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Teru telah melakukan budidaya jamur tiram. Kegiatan budidaya jamur tiram di desa teru masih terbatas pada kegiatan pemeliharaan jamur saja. Ibu-ibu PKK belum memiliki keterampilan dalam penyediaan media tumbuh dan penanaman bibit jamur. Hal inilah yang penyebabkan tahap penyediaan baglog sebagai media tumbuh masih mengandalkan pihak ketiga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian pembudiayaan jamur tiram di desa Teru melalui pelatihan pembuatan media tumbuh dan penanaman bibit jamur tiram bagi ibuibu PKK Desa Teru. METODE Pendampingan ibu-ibu PKK desa Teru menuju kemandirian dalam kegiatan budidaya jamur tiram dilakukan dengan dengan beberapa metode, diantaranya. Pelatihan pembuatan media tumbuh jamur tiram dengan metode ceramah dan demostrasi . Metode ceramah dinilai lebih efektif diberikan kepada ibu-ibu PKK untuk memberi gambaran umum hal-hal yang dibutuhkan dan tahap-tahap dalam pembuatan media tumbuh. Praktik membuat media tumbuh lansung oleh ibu-ibu PKK pengalaman lansung sehingga nantinya dapat melakukan pembuatan media tumbuh secara mendiri. Pelatihan penanaman bibit jamur tiram pada media tumbuh dengan metode ceramah dan demostrasi . Metode ceramah dinilai efektif untuk mengenai penanaman bibit jamur dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat penanaman bibit. Pengalaman praktik menanam bibit jamur tiram dapat menjadi pengalaman secara lansung sehingga nantinya dapat melakukan kegiatan penanaman bibit jamur secara Pendampingan ibu-ibu PKK selama fase inkubasi penumbuhan bibit jamur. Pendampingan kepada ibu-ibu PKK pada fase inkubasi penumbuhan bibit jamur ini dilakukan untuk memantau berbagai kendala seperti kontaminasi pada media tumbuh yang telah ditanami bibit. Pendampingan juga dilakukan setelah bibit jamur tumbuh dan ibu-ibu PKK melakukan proses pembuata media dan penanaman bibit jamur secara mandiri. Anggraeni et al. Optimasi Usaha Budidaya Available at http:// http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 69-. Diterima: Februari 2023 Disetujui: Mareti 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa Teru dalam budidaya jamur tiram dilakukan dalam beberapa Kegiatan diawali dengan penjajakan dengan perangkat desa ibu-ibu PKK Desa Teru. Pada tahap penjajakan ini dapat terlihat antusiasme pemerintah desa maupun ibu-ibu PKK dalam usaha budidaya jamur tiram. Pihak Desa teru pun telah mendukung dengan adanya bangunan khusus yang diperuntukan untuk kegiatan budidaya jamur. Namun, usaha budidaya jamur tiram masih terbatas dalam hal dikarenakan ibu-ibu PKK belum memiliki keahlian dalam membuat media tumbuh dan melakukan penanaman bibit jamur. Upaya menyelesaikan permasalahan ini yaitu pendampingan pembuatan media tumbuh dan penanaman bibit jamur tiram bagi ibuibu PKK Desa Teru. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi, serta pendampingan selama proses berlansung. Ibu-ibu PKK diberi mempraktekkan proses pembuatan media tumbuh dan penanaman bibit jamur. Adapun rangkai kegiatan pelatihan dan pendampingan ini yaitu: Persiapan alat dan bahan Peralatan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan media tumbuh diantaranya plastik baglog, cincin paralon, tali plastik, kapas, plastik penutup baglog, terpal/mulsa, dan sterilizer. Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan media tumbuh diantaranya serbuk kayu, dedak, tepung jagung, gypsum, kapur, dan air. Penyiapan materi pelatihan Materi pelatihan berisi mengenai gambaran umum pembibitan jamur tiram, pembuatan media tumbuh, perawawtan harian dan perawatan terhadap penyakit, pemanenan dan peningkatan nilai jual kamur tiram. Pemaparan materi pelatihan Pemaparan materi pelatihan dilakukan dengan metode ceramah (Gambar . Kegiatan pemaparan materi dilakukan salah satu ruangan kantor Desa teru. Peserta yang mengikuti pemaparan materi ini tidak hanya ibu-ibu PKK saja, namun juga dihadiri oleh beberapa peserta laki-laki dan perangkat Desa Teru. Peserta diberi kesempatan untuk Adanya pemaparan materi di awal diharapkan ibu-ibu PKK menjadi lebih siap saat dilakukan praktik penanaman bibit jamur. Gambar 1. Pemaparan materi gambaran umum budidaya jamur Anggraeni et al. Optimasi Usaha Budidaya Available at http:// http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 69-. Diterima: Februari 2023 Disetujui: Mareti 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 . Praktik pembuatan media tumbuh jamur Pembuatan media tumbuh jamur dilakukan dalam beberapa langkah (Gambar . , yang diawali dengan persiapan alat dan bahan. Sebuk kayu yang akan digunakan sebagai bahan utama pembuatan media tumbuh diayak terlebih dahulu untuk mendapatkan ukuran serbuk yang seragam. Serbuk kayu selanjutnya dicampurkan dengan bahan tambahan lainnya seperti dedak, kapur, sukrisa dan air serta pupuk cari EM4 berdasarkan komposisi yang telah Campuran selanjutnya dimasukkan ke dalam plastik tahan panas. Campuran media harus dipastikan padat dan tidak menyisakan ruang didalam plastik. Sebuah ring yang terbuat dari pipa paralon kecil ditempatkan pada ujung plastik. Media dikomposkan selama 3 hari. Steriliasi media tanam dilakukan memodifikasi drum bekas. Sterilisasi dilakukan dengan prinsip pengukusan. Proses ini dilakukan selama A 8 jam. Media yang telah steril didinginkan terlebih dahulu, sebelum ditanami dengan bibit jamur tiram. Gambar 2. Dokumentasi pembuatan media tumbuh . Praktik penanaman bibit jamur tiram ke media tumbuh. Praktik penanaman bibit jamur . dilakukan setelah media tumbuh dingin (Gambar . Penanaman bibit jamur dilakukan pada ruangan bersih dan tertutup. Proses ini dilakukan secara aseptik. Ibu-ibu PKK diajarkan bagaimana melakukan pekerjaan secara aseptik yaitu dengan mengawali menstrerilkan tangan dan alat yang akan digunakan untuk menanam bibit dengan Sendok yang akan digunakan untuk memindahkan bibit jamur juga harus dibakar terlebih dahulu di atas api sebelum digunakan. Kemasan media tumbuh dibuka bagian atasnya kemudian diisi dengan Anggraeni et al. Optimasi Usaha Budidaya Available at http:// http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 69-. Diterima: Februari 2023 Disetujui: Mareti 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 satu sendok makan bibit F1, lalu ditutup Media tumbuh yang telah ditanami bibit selanjutnya disusun pada Gambar 3. Pelatihan penanaman bibit jamur tiram . Inkubasi media tumbuh Inkubasi dilakukan selama A40 Selama masa inkubasi, kondisi ruangan minim pencahayaan dan hendaknya cukup lembab. Kelembapan ruangan dapat diupayakan dengan melakukan penyemprotan air di area sekitar rak tempat penyusunan media Keberhasilan pembibitan dapat dilihat dengan tumbuhnya misselium yang menutupi media tumbuh pada akhir masa inkubasi. Monitoring dan evaluasi kegiatan Kegiatan monitoring dilakukan selama dua kali. Monitoring pertama dilakukan untuk melihat kemajuan hasil pembuatan media tumbuh secara mandiri oleh peserta pelatihan. Berdasarkan hasil monitoring, peserta pelatihan telah berhasil membuat sebanyak kurang lebih 67 media tumbuh jamur siap inokulasi. Namun, sebanyak 6 media tumbuh tidak dapat digunakan karena terendam air saat proses sterilisasi berlangsung. Kegiatan dilakukan 1,5 bulan setelah monitoring keberhasilan pertumbuhan jamur setelah inokulasi pada media tumbuh yang Berdasarkan monitoring, 73,77 % atau 45 dari 61 menunjukkan adanya pertumbuhan miselium jamur tiram yang berwarna Miselium tersebut nantinya akan tumbuh menjadi tubuh jamur yang siap Fase penumbuhan tubuh buah ini masih akan memerlukan waktu 2 hingga 3 bulan. PENUTUP Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan media tumbuh dan penanaman bibit jamur tiram sebagai upaya untuk mencapai Anggraeni et al. Optimasi Usaha Budidaya Available at http:// http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 69-. Diterima: Februari 2023 Disetujui: Mareti 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 kemandirian budidaya jamur di Desa Teru telah berhasil dilakukan. Ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan telah mendapatkan keahlian dalam membuat media tumbuh dan menanam bibit jamur. Sebanyak 73. 77% media tumbuh yang diinokulasi pada masa pelatihan menunjukkan adanya pertumbuhan miselium jamur tiram yang bewarna UCAPAN TERIMA KASIH