Epistemologi:Teori. Konsep dan Sumber-SumberIlmu dalam Tradisi Islam Abdi Syahrial Harahap Email: abdisyahrial@dosen. Abstrak Makalah ini menjelaskankan beberapa hal yang berkaitan dengan epistemologi Islam yang mencakup teori,konsep dan sumber-sumber ilmu dalam Islam. Secara umum epistemologi adalah suatu disiplin ilmu yang membicarakan dan menyelidiki sumber, kaedah, proses dan batasansuatu ilmu ataupun pengetahuan sehingga membawa kepada pemahaman terhadap kebenaran yang hakiki. Dalam tradisi Islam, suatu ilmu yang diperolehi harus mencapai tahap yakin karena objektif akhir suatu perkara adalah mempunyai unsur-unsur kebenaran secara mutlak. Dari segi kebenaran sesuatu ilmu pula, kaedah epistemologi Islam menganggap ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang mungkin dan menolak pendapat para skeptis yang menganggap ilmu sebagai suatu kemustahilan. Manakala dari segi sumber ilmu, konsep epistemologi Islam yang berdasarkan kepada worldview tauhid tidak hanya terbatas kepada perolehan sumber kepada al-khabar al-sadiq dan ilham semata-mata, bahkan juga memberi ruang kepada akal dan pancaindera untuk memperolehi ilmu berdasarkan kepada ruang lingkup yang mampu dicapai oleh akal dan inderawi. Kata kunci: Epistemologi, teoriilmu, konsep ilmu, sumber ilmu. Pendahuluan Pembahasan ilmu dalam konteks Islam berkembang dan lahir berdasarkan kebenaran yang bersifat yakin. Hal ini dihubungkan dengan teori dan asal usul ilmu yang disebut sebagai nazariyatul maAorifah yaitu epistemologi atau teori ilmu pengetahun. Melalui epistemologi inilah sesuatu ilmu itu berdiri, berkembang dan membentuk pandangan hidup . asawwur atau world vie. seseorang terhadap suatu permasalahan. Epistemologi Islam berdasarkan sumber naqliyyah atau wahyu tanpa mengabaikan aspek-aspek `aqliyyah atau nalar yang berasaskan penyuburan akal dan perkembangan pemikiran manusia. Pembahasan ilmu dalam Islam merupakan suatu acuan yang terintegrasi yaitu gabungan antara akidah, syariah dan akhlak yang akhirnya membentuk suatu ilmu yang bersifat saintifik dan kemanusiaan seperti ilmu sains, teknologi, ekonomi dan lainnya. Vol. No. Desember 2020 14 | Abdi Syahrial Harahap Melalui konsep epistemologi, secara dasarnya istilah AoepsitemologiAo itu adalah sesuatu yang mesti dijelaskan karena merupakan dasar dari pembahasan ini. Selain dari itu, epistemologi juga merupakanbagian dari pembahasan filsafat yang mencakup secaraontologi Hasil daripada pecahan ini, disiplin epistemologi telah berdiri dengan sendirinya dan menjadi pencetus kepada ilmu lainnya. Konsep Epistemologi Islam Pembahasan tentang konsep epistemologi biasanya dikaitkan dengan masalahfilsafat di mana ia menjadi aspek penting dalam pembahasan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, konsep epistemologi menurut perspektif Islam memainkan peran penting dalam masyarakat yang mana epistemologi merupakan pandangan hidup . yang mencakup kehidupan di dunia dan akhirat. Definisi Epistemologi Istilah epistemologi berasal dari bahasa Inggeris AoepistemologyAo yang merupakan gabungan dua perkataan yunani iaitu AoepistemeAo yang bermaksud AupengetahuanAy dan AologosAo yang bermaksud Auilmu, sains, kajian, teori dan pembahasanAy. 1 Epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang membahas tentang suatu hakikat, makna, kandungan, sumber dan proses ilmu. Jadi dapat dikatakan bahwa epistemologi itu berarti Aupembahasan tentang ilmu pengetahuanAy. Istilah epistemologi juga dikaitkan dengan konsep ilmu yaitu suatu pengetahuan yang membawa kepada pemahaman kebenaran. Oleh karena itu pembahasan epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang membahas asal-usul, struktur, metode dan keabsahan ilmu. Dalam bahasa Arab, perkataan AoepistemologyAo diterjemahkan sebagai nazariyyah alma`rifah. Imam `Abd al-Fattahdi dalam bukunya yang berjudulMadhkal ila al-Falsafah menerangkan bahwa istilah nazariyyah al-ma`rifah mempunyai dua pengertian yaitu. Reese. William L. Dictionary of Philosophy and Religion: Eastern and Western Thought. New Jersey: Humanities Press, h. Muhammad Zainiy Uthman . AuLatAif al-AsrAr Li Ahl AllAh al-Atyar Karangan Nr al-Din alRaniri: Satu Tinjauan Epistemologi Dalam Falsafah EpistemologinyaAy dalam Hashim Awang et. Pengajian Sastera dan Sosiobudaya Melayu Memasuki Alaf Baru,Kuala Lumpur: Akademi Pengajian Melayu. Universiti Malaya, h. Runes. Dagobert D. ,Dictionary Of Philosophy . Totowa. New Jersey: Little-Field. Adams & Co. , h. 94 dan 161. Lihat juga Resse . , op. , h. 151-152 dan h. Tokoh Pertama yang menggunakan istilah epistemologi ialah J. Ferrier. Beliau menyatakan bahwa Knowledge berasal dari perkataan Yunani, gignoskein yang bermaksud menentukan atau memutuskan perintah/hukuman (Decre. juga merupakan teori ilmu yang didukung oleh Rasionalisme dan Empiricisme. Imam. Abd al-Fattah Imam . ,Madkhal ila al-Falsafah,Kaherah: Dar al-Falsafah, h. Vol. No. Desember 2020 Epistemologi:Teori. Konsep Dan Sumber-Sumber Ilmu Dalam Tradisi Islam | 15 . pengertian yang luas mencakupi seluruh pembahasan filsafat yang penting serta mempunyai hubungan dengan ilmu pengetahuan seperti ilmu-ilmu psikologi, biologi, sosiologi, sejarah dan sebagainya. pengertian yang sempit bermaksud ilmu yang membicarakan tentang hakikat ilmu pengetahuan, definisinya,dasarnya, sumbernya, syaratnya, dan bidangnya. Sementara itu. Jamil Saliba dalam al-Mu`jam al-Falsafimendefinisikan Aonazariyyah al-ma`rifahAo sebagai pembahasan mengenai hakikat ilmu, sumber asalnya, ketinggian nilainya, cara mendapatkannya serta skopnya. 5Selain daripada itu. Wan Mohd Nor Wan Daud mendefiniskan istilah AoepistemologiAo sebagai Aufilsafat yang membicarakan hakikat, makna, kandungan, sumber dan proses suatu ilmuAy. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan baawa epistemologi adalah suatu disiplin ilmu yang membahas dan menyelidiki tentang asal-usul, sumber, kaedah, proses dan batasansuatu ilmu ataupun pengetahuan yang mengantarkan kepada hakikat kebenaran. Epistemologi Sebagai Cabang Dari Filsafat Perkataan filsafat merupakan istilah bahasa Inggeris AophilosophyAo yang berasal dari gabungan dua perkataan Yunani iaitu AophiloAo dan AosophiaAo. AoPhiloAo bermaksud cinta manakala AosophiaAobermaksud hikmah atau kebijaksanaan. 7 Maka dapat dikatakan bahwa filsafat adalah Aucinta kepada hikmah, cinta kepada pengetahuan dan cinta kepada kebijaksanaanAy. Phytagoras merupakan orang yang pertama menggunakan istilah ini dan menyebut dirinya sebagai seorang philosophos atau pencipta kebijaksanaan. Dalam pembahasan ini, epistemologi merupakan salah satu daripada cabang utama pembahasan filsafat yang membicarakan tentang teori ilmu. 9 Adapun dari segi sejarah pula, pembahasan filsafat merupakan induk utama ilmu pengetahuan. Berdasarkan kepada disiplin filsafat ini, lahirlah cabang-cabang ilmu lain seperti matematika, ilmu logika atau mantik, ilmu kedokteran dan sebagainya. Saliba. Jamil . , al-Mu`jam al-Falsafibi al-Alfaz al-`Arabiyyah wa al-Faransiyyah wa alInjiliziyyah wa al-Latiniyyah,Beirut : Dar al-Kitab al-Lubnani,h. Kata pengantar Wan Mohd Nor Wan Daud dalam Syed Muhamad Dawilah al-Edrus . , op. ,h. Edwards. Paul . ) . The Encyclopedia of Philosophy. Jil. New York: The Macmillan & The Free Press & London: Collier-Macmillan Limited, h. AuPhilosophyAy. Reese . , op. , h. AuPhilosophyAy. `Abd al-Hamid,`Irfan . , al-Falsafah al-Islamiyyah Dirasah wa Naqd,Beirut: Muassasah alRisalah, h. Abdul Rahman Hj Abdullah . Falsafah Dan Kaedah Pemikiran Islam. Kuala Lumpur: Utusan Publications & Distributors Sdn Bhd h. The New Encyclopedia Britannica . , op. ,h. Abdul Rahman Hj Abdullah . , op. ,h. Jurnal Dakwatul Islam 16 | Abdi Syahrial Harahap Perkembangan dan kemajuan ilmu yang dicapai menyebabkan beberapa disiplin ilmu lain telah muncul dari induk filsafat yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu ontologi . eori hakikat/wuju. eori ilm. dan aksiologi . eori nila. Daripada komponen ini, muncul aliran-aliran tertentu dalam setiap bidang yang membahas secara mendalam dasar dasar utama filsafat tersebut sebagaimana yang akan dijelaskan kemudian. Secara umumnya, ontologi ialah satu disiplin ilmu yang membicarakan tentang hakikat Tuhan . eologi/metafisi. , hakikat alam semesta . dan hakikat manusia . Pembahasan dalam disiplin ontologi melahirkan beberapa aliran yang bersifat kualitatif dan kuantitatif di mana setiap aliran mempertahankan pendapat masing-masing tentang suatu hakikat dan kewujudan. Bagi aliran kualitatif, ia terdiri daripada naturalisme, supernaturalisme, materialisme, dan spiritualisme. Manakala bagi aliran kuantitaif terdiri dari dualisme, pluralisme, pantheisme dan monisme. Dalam aspek epistemologi pula terdapat beberapa aliran yang membahasmasalah ilmu menurut pendapat dan ide masing-masing di mana setiap aliran dilihat saling bertentangan antara satu dengan yang lain. Aliran itu terdiri daripada rasionalisme, emperisisme, positivisme, realisme dan idealisme. Manakala dalam filsafat aksiologi yaitu disiplin ilmu yang membahas tentang teori nilai, terdapat beberapa aliran yang muncul seperti naturalisme, hedonisme, aliran utilitarianisme, idealisme, vitalisme dan teleologikal. Berdasarkan kepada aspek ini, setiap aliran coba membicarakan isu, ruang lingkup dan skop aliran masing-masing. Hubungan Epistemologi Dengan Filsafat Yang Lain Filsafat merupakan suatu bidang ilmu yang luas di mana terdapat beberapa cabang ilmu lain yang berdiri di bawah induk filsafat seperti metafisik, etika, estetika, logika, filsafat bahasa, filsafat pemikiran, filsafat sains dan lain-lain lagi. Setiap cabang ilmu tersebut membincangkan perkara-perkara atau isunya yang tersendiri. misalnya metafisik yang membahas tentang tabiat kewujudan, kebenaran dan pengetahuan . akikat Tuha. etika yang membahas prinsip-prinsip akhlak atau moral dan nilai-nilai akhlak yang menjadi pegangan seseorang individu atau suatu kelompok agar hidup dalam keadaan nyaman dan baik. Reese . , op. , h. AuontologyAy. Ibid. , h. AuepistemologyAy. Ibid. , h. AuaxiologyAy. Vol. No. Desember 2020 Epistemologi:Teori. Konsep Dan Sumber-Sumber Ilmu Dalam Tradisi Islam | 17 estetika iaitu satu disiplin ilmu yang mengkaji konsep yang berkaitan dengan keindahan, cita rasa dan seumpamanya. Setiap disiplin coba untuk mencapai kefahaman yang sistematis terhadap isu-isu yang muncul secara terperinci dan mendalam. Hal ini penting dalam hubungan untuk membentuk teori-teori dasar atau prinsip secara luas, konsisten dan mempertahankan disiplin tersebut secara rasional. 15 Dari segi praktiknya, setiap teori coba meneliti secara kompleks tuduhan tuduhan yang muncul dalam berbagai isu-isu yang ada. Epistemologi sebagai salah satu cabang utama filsafat memainkan peran utama dalam hubungannya dengan disiplin-disiplin filsafat yang lain. Meskipun materi yang dibahas dalam sesuatu cabang filsafat itu berbeda antara satu dengan yang lain sering menjadi bahan kajian ahli filsafat, namun semuanyaberdasarkan kepada dasar dan asas yang sama yaitu coba untuk mencapai hakikat kebenaran dengan jalan keyakinan sebagai objektif akhir kajian. 16 Ia merupakan aspek utama yang dibahas dalam disiplin epistemologi yang menjadi dasar kepada cabang cabang filsafat lainnya. Jika suatu klaim yang dibuat, ia memerlukan kepada bukti yang kuat agar mencapai kepada tahap kebenaran dan keyakinan. Namun begitu, untuk mencapai semua ini berbagaipertanyaan berikut akan muncul yaitu bagaimanakah kita boleh menyatakan sesuatu perkara itu benar? Apakah bukti-bukti yang mendukung atau menentang suatu dalil? Dan bolehkah klaim tersebut itu dibuktikan? Oleh karena itu, hampir seluruhpertanyaan tersebut memerlukan kepada pertimbangan epistemologi dalam menyelesaikan masalah ini sebagaimana yang akan dijelaskan dalam topik berikutnya. Pembagian Ilmu Berdasarkan Perspektif Islam Pembagian ilmu menurut perspektif Islam sangat berbeda jika dibandingkan dengan pembagian ilmu menurut Barat yang mana dalam klasifikasi ilmu Islam, pembahagian ilmu itu disusun berdasarkan keutamaan dan kepentingan ilmu berdasarkan kepada al-QurAoan dan al-Hadis. Sedangkan menurut klasifikasi ilmu Barat yang mana ilmu itu dibagikan berdasarkan hierarki yang hanya melihat kepada perspektif dunia semata-mata. Berdasarkan kepada perspektif ini, umat Islam dilihat lebih menyeluruh dan teratur dalam mengklasifikasi ilmu yaitu berhasil menggabungkan antara ilmu naqli atau wahyu dan ilmu aqli atau nalar. Abdul Rahman Hj Abdullah . , op. , h. The New Encyclopedia Britannica . , op. ,h. Ibid. ,h. Wan Mohd Nor Wan Daud . Falsafah Dan Amalan Pendidikan Islam Syed M. Naquib al-Attas: Satu Huraian Konsep Asli Islamisasi,Kuala Lumpur: Penerbit Universiti Malaya, h. Jurnal Dakwatul Islam 18 | Abdi Syahrial Harahap Secara umumnya, para ilmuan Islam mengelompokkann ilmu itu kepada dua kelompok yaitu ilmu abadi . dan ilmu baru . Ilmu yang abadi . ini adalah bersifat kekal yang disandarkan kepada Zat Allah S. Adapuna ilmu yang baru . terdiri daripada tiga kategori yaitu yang terbukti dengan sendirinya, primer dan Penerangan konsep klasifikasi ilmu dalam Islam boleh dilihat secara lebih mendalam berdasarkan penjelasan al-Farabi. Ibnu Khaldun dan al-Ghazali mengenai pemikiran mereka dalam mengklasifikasikan ilmu . Osman Bakar di dalam Classification of Knowledge in Islam telah merumuskan pandangan al-Farabi dalam KitabIhsaAo al-`Ulum yangmenyebutkan bahwasanya ilmu itu dibagikan kepada lima bagian. Yang pertama adalah sains matematika . he mathematical scienc. yang terdiri dari aritmetika, geometri, astronomi dan musik. Yang kedua adalah sains ilmu alam . atural scienc. yang membahas tentang alam natural. Seterusnya yang ketiga adalah metafisik . dan pecahan-pecahannya. Yang keempat adalah sains Politik . olitical scienc. Adapun yang kelima adalah tentang sains atau filsafat hakum dan sains skolastik . urisprudence and dialetical theolog. Ibnu Khaldun dalam kitabnyaMuqaddimahdalam bab terakhirjuga membahas tentang persoalan epistemologi yang juga membahas tentang klasifikasi ilmu. Penjelasan Ibnu Khaldun dilihat agak mendatar di mana beliau mengelompokkan ilmu-ilmu yang menjadi tumpuan manusia itu kepada dua bagian iaitu ilmu naqlidan ilmu `aqli. 20 Pada setiap bagian . lmu naqlidan ilmu `aql. terdapat pula pecahan-pecahannya yang lain. Ibnu Khaldun membagi ilmu naqli kepada dua bagian iaitu ilmu yang bersumber dari wahyu dan ilmu yang tidak bersumber dari wahyu. Ilmu yang bersumber dari wahyu terdiri daripada al-QurAoan dan al-Hadith. Adapun ilmu yang tidak bersumber dari wahyu pula terdiri daripada ilmu tafsir, ilmu qiraAoat, ilmu hadith, ilmu usul fiqh, ilmu fiqh, ilmu faraAoid, ilmu kalam, ilmu tasawuf dan ilmu tafsir mimpi. Adapun dalam pembagian ilmu `aqli. Ibnu Khaldun membagi kepada empat bagian yaitu ilmu logika, ilmu sains . lmu kedokteran dan ilmu pertania. , ilmu metafisik . lmu sihir Ibid. Osman Bakar . Classification Of Knowledge in Islam,Cambridge. UK: The Islamic Texts Society, h. Che Zarrina SaAoari dan Mohd Kamil Hj. Ab. Majid . AuEpistemologi Islam Menurut Ibn KhaldunAy. Jurnal Usuluddin, bil 12. Disember 2000, h. Ibn Khaldun,`Abd al-Rahman . /1417H. Muqaddimah Ibn Khaldun, c. Beirut: Dar al-Fikr. Vol. No. Desember 2020 Epistemologi:Teori. Konsep Dan Sumber-Sumber Ilmu Dalam Tradisi Islam | 19 dan ilmu tentang rahsia-rahsia huru. dan ilmu pembelajaran . eknik, aritmetika, musik dan Sementara itu, pembagian ilmu menurut pandangan al-Ghazali dilihat agak kompleks di mana beliau membagi ilmu berdasarkan kepada kelompok-kelompok. berdasarkan kepada tahap kewajipan, sumber ilmu dan pembagian berdasarkan fungsi sosial. Hal ini banyak dibahas oleh Imam al-Ghazali dalam kitabnya IhyaAo`Ulum al-Din dan alRisalah al-Ladunniyah. Sebagai kesimpulannya walaupun terdapat perbedaan dalam pembagian ilmu yang dibuat oleh para ilmuan Islam , ia hanya berdasarkan kepada suasana dan latar belakang pemikiran mereka masing-masing. Namun begitu, semua ilmu adalah bersumber dari Allah sebagaimana yang dinyatakan oleh Prof al-Attas bahwa beberapa klasifikasi ilmu yang dibuat oleh ahli filsafat, para hukamaAo dan ahli sufi sebenarnya adalah didasarkan kepada latar belakang pendidikan seseorang muslim yang akhirnya mempunyai kesatuan ilmu juga yaitu ilmu dari Allah S. Ilmu Menurut Perspektif Islam Konsep Ilmu Perkataan AoIlmuAo dari segi bahasa berasal dari kata dasar `ilm/AEIAdi mana kata jamaknya `ulum/A AoEOIAbermaksud ilmu-ilmu. Dalam kamus al-Munjid mendefinisikan ilmu sebagai Aumemperolehi pengetahuan tentang sesuatu perkara dengan sebenar-benarnya atau mengetahui sesuatu perkara berdasarkan keyakinan dan pengetahuan. Ibnu Manzur dalam kitabnya Lisan al-`Arab memberikan empat penjelasan terhadap akar kata al-`ilmu. Pertama, `ilmu adalah merujuk kepada sifat-sifat Allah S. Yang Maha Mengetahui. Kedua, al-`ilmu lawan kataal-jahlu . idak tahu atau dung. Ketiga, `ilmuatau mengetahui sesuatu bermaksud mengenalinya atau `arafa. Keempatnya `ilmu dengan pengertian al-`alam berdasarkan akar kata yang sama tetapi memberimaksud tanda atau Adapun menurutHajj Khalifah dalam ensiklopedianya Kashf al-Zunun, merumuskan lima belas definisi ilmu yang telah dibahas oleh para ahli kalam, ahli fikih dan ahli filsafat. Beliau menjelaskan istilah ilmu sebagai pegangan terhadap sesuatu, pengenalan, pengetahuan, pencapaian sesuatu, pengesahan berdasarkan keyakinan, penjelasan, kepercayaan yang kuat. Ibid. , h. Wan Mohd Nor Wan Daud . , op. , h. Al-Munjid fi al-Lughah . , c. Beirut: Dar al-Mashriq, h. Jurnal Dakwatul Islam 20 | Abdi Syahrial Harahap keyakinan yang sempurna, penghasilan akal, kemampuan membedakan sesuatu dari yang lain, suatu ingatan dan terhasilnya makna sesuatu ke dalam jiwa. Konsep ilmu menurut perspektif Barat telah dirumuskan secara menyeluruh oleh The Encyclopedia of Philosophy yang menyatakan bahwa definisi umum tentang ilmu atau knowledge adalah Aukepercayaan yang benar dan hakikiAy (Knowledge is justified true belie. Sementara itu MerriamWebsterAos Collegiate Dictionary mendefinisikan ilmu sebagai Ausesuatu fakta atau keadaan mengetahui sesuatu dengan kebiasaan yang diperoleh melalui pengalaman atau sesuatu yang berkaitan. ataupun suasana atau keadaan untuk memahami sesuatu kebenaran atau fakta melalui proses berfikir atau nalarAy. Adapun kamus Bahasa Inggris Oxford Dictionary of English mendefinisikan ilmu sebagai Aufact, information and skills acquired through experience or education. the theoritical or practical understanding of a subjectAy . akta, informasi dan kemahiran mengetahui melalui pengalaman dan pendidikan. pemahaman secara teori dan praktik terhadap subjek atau materiAy29 Sementara itu golongan ilmuwan Islam juga mempunyai beberapa pandangan tersendiri terhadap pengertian ilmu contohnya Imam al-Ghazali yang juga membahas tentang konsep ilmu dari berbagai perspektif. Semua konsep ilmu menurut pandangan beliau dapat diselidiki melalui puluhan karya-karyanya seperti IhyaAo`Ulum al-Din, al-Munqidh Min alDalal,Mizan al-`Amal. Mi`yar al-Ilm,al-RisAlah al-Ladunniyah dan lain-lain lagi. Walaupun begitu, definisi yang dikemukakan dalam IhyaAo`Ulum al-Din, al-Munqidh Min al-Dalal dan Mizan al-`Amal dilihat lebih menyeluruh dan padat yaitu. Ilmu adalah satu kelebihan pada dirinya secara mutlak tanpa dihubungkan kepada yang lain dan ilmu merupakan sifat kesempurnaan bagi Allah S. dan kemuliaan bagi malaikat dan rasul-rasul. Ibn Manzr. Muhammad bin Mukram . Lisan al-`Arab,Jil. Beirut: Dar Sadir h. Lihat juga Ensiklopedia of Islam,. Lewis. Menage,V. Pellat. Ch. dan Schanct. Jil. Leiden: E. Brill, h. Antara pentakrifan `ilm menurut ensaiklopedia ini ialah pengetahuan atau knowledge yang berlawanan dengan jahl. dan berkaitan dengan hilm . opan santu. Ilmu juga bersamaan dengan istilah ma`rifah, fiqh,hikmah dan shu`ur. Lihat juga. Siddah, `Ali bin Isma`il . , al-Muhkam wa alMuhit al-A`zam,Jil. Kaherah: Matba`ah wa Maktabah Mustafa al-Babi wa al-Halabi wa Awladih, h. Hajj Khalifah. Mustafa bin `Abdullah . Kashf al-Zunun,`An Asami al-Kutub wa alFunun,Baghdad: Maktabah al-Muthanna, h. Edward. Paul . ) . ,The Encyclopedia of Philosophy. Jil. New York: Macmillan Publishing Co. & The Free Press, h. Merriam WebsterAos Collegiate Dictionary . ,10th. Massachusetts: Merriam Webster, h. Soanes. Catherine & Stevenson. Angus et al. ) . Oxford Dictionary of English, 2nd edition . Oxford: University Press, h. Al-Ghazali. AbuHamid Muhammad bin Muhammad . /1387H. IhyaAo`Ulum al-Din. Jil. Kaherah: MuAoassasah al-Halabi wa al-Shurakah li al-Nashr Wa al-Tawzi`, h. Vol. No. Desember 2020 Epistemologi:Teori. Konsep Dan Sumber-Sumber Ilmu Dalam Tradisi Islam | 21 Ilmu adalah hakikat semua perkara di mana ilmu adalah pengetahuan yang tidak dapat diragui yang dikenali sebagai `ilmu al-yaqin. Ilmu adalah tersingkapnya sesuatu perkara dengan sejelas-jelasnya sehingga tidak lagi ruang untuk ragu-ragu. tidak mungkin salah atau keliru. aman dari bahaya kesilapan dan disertai dengan keyakinan yang sebenar-benarnya. Franz Rosental yang mengumpulkan berbagai definisi ilmu, telah menggolongkan konsep ilmu berdasarkan kegunaan bagi kepentingan manusia seperti ilmu sebagai ilmu itu sendiri . akikat Isla. , ilmu sebagai pendidikan . spek masyaraka. , ilmu sebagai filsafat. spek pemikira. dan ilmu adalah cahaya . spek sufism. 33 Dari sudut sufisme. Rosental menyatakan penggunaan istilah AocahayaAo yang dirujuk kepada ilmu merupakan metafora yang sering digunakan oleh al-QurAoan bagi menunjukkan bahawa cahaya itu merupakan petunjuk kepada jalan yang benar 34 dan cahaya Allah akan diberikan kepada sesiapa yang dikehendakinya. 35 Al-QurAoan juga, adakalanya mengiringi istilah cahaya ini dengan kegelapan sebagai lawan kepada cahaya yang dikaitkan dengan kegelapan, kesesatan, kebodohan, kebatilan dan lain sebagainya. 36 Maka dari itu, penggunaan istilah cahaya yang dirujuk kepada ilmu merupakan gambaran bahwa ilmu itu adalah suatu yang bersih, suci, murni dan mulia. Sebagai kesimpulan, keragaman konsep ilmu yang muncul menunjukkan bahwa ruang lingkup pembahasannya adalah luas dan tidak terbatas kepada sesuatu skop saja. Definisi yang bermacam ini menggambarkan bahwa konsep ilmu itu adalah sesuatu yang tidak dapat dibatasi kepada sesuatu maksud tertentu. `Ilmal-Yaqin Sebagai Objektif Akhir Epistemologi Islam Epistemologi Islam sangat menekankan ilmu yang sampai kepada derajat yakin dalam objektif akhir suatu perkara yang mempunyai unsur-unsur kebenaran secara mutlak. Sesuatu yang benar itu seharusnya mempunyai elemen yang dipercayai kebenarannya secara yakin tanpa ada sedikitpun unsur keraguan, kesamaran dan prasangka terhadapnya. 37 Dalam arti Al-Ghazali . , al-Munqidh Min al-Dalal. Mahmud, `Abd al-Halim . )c. Kaherah: Maktabah al-Anjalu al-Misriyyah, h. Al-Ghazali . Mizan al-`Amal. Dunya. Sulayman . Kaherah: Dar al-Ma`arif, h. Rosenthal. Frank . Knowledge Triumphant: The Concept of Knowledge in Medieval Islam,Leiden: E. Brill, h. 70, 155, 194 & 240. Lihat juga edisi Bahasa Melayu. Rosenthal. Franz . Keagungan Ilmu,Syed Muhamad Dawilah Syed Abdullah . Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, h. 79, 177, 217 & 270. Surah Luqman 31:20. Surah al-Nur 24:35. Surah al-Baqarah 2:257. Syed Muhamad Dawilah al-Edrus . , op. ,h. Jurnal Dakwatul Islam 22 | Abdi Syahrial Harahap kata yang lain, sesuatu yang diterima sebagai benar itu adalah berdasarkan kepada `ilmu alyaqin, manakala yang tidak benar adalah berlawanan dengan ciri-ciri tersebut. Konsep `ilmu al-yaqin adalah ilmu yang dapat menampakkan sesuatu dengan jelas, di mana tidak ada keraguan dan kemungkinan wujudnya kesilapan dan kesamaran . l-wah. di sekitarnya tidak pernah difikirkan oleh seseorang yang memiliki ilmu tersebut. 38 `Ilmu alyaqin juga adalah ilmu yang mustahil adanya unsur kekeliruan, kesalahan dan kesamaran di mana seseorang itu tidak boleh membatalkan ilmu berciri tersebut atau mempercayai bahwa ilmu tersebut boleh dibatalkan. Istilah AoyakinAo adalah berlawanan dengan istilah AosyakAo. AowahmAo dan AozannAo. Konsep AoyakinAo ini amat ditekankan dalam epistemologi Islam, di mana hal-hal yang berkaitan dengan persoalan akidah Islam dan syariaat memerlukan tingkat keyakinan yang tinggi dalam pencapaian sesuatu tujuan. Dalam masalah akidah, seorang muslim harus mempunyai tingkat keyakinan yang tinggi dalam menyatakan keesaannya kepada Allah S. Adapun dalam bidang syariat pula, pemakaian `ilmu al-yaqin amat penting dalam pembuktian sesuatu kasus tanpa boleh ada sedikitpun keraguan dalam sesuatu bukti yang qat`i. Keyakinan terhadap suatu masalah melibatkan tiga tingkat keyakinan yang berkaitan dengan ilmu manusia yaitu `ilmu al-yaqin, `aynual-yaqin dan haqqual-yaqin. 40`Ilmu al-yaqin adalah ilmu yang berdasarkan alasan atau kesimpulan hasil dari kuasa manusia yang menghakiminya sebagaimana yang dapat difahami menerusi ayat berikut yang bermaksud:41 Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan `ilmu yang Manakala `aynual-yaqinmerupakan keyakinan melihat sesuatu perkara berdasarkan kepada mata sendiri yaitu melihat dan seterusnya mempercayainya sebagai mana apa yang digambarkan Allah S. T yang bermaksud:42 Sekali lagi kamu benar-benar melihatnya dengan `ayn al-yaqin. al-Ghazali . , op. ,h. Ashraf bin Md. Hashim . AuTahap Pembuktian di Dalam Kes-Kes Jenayah: Kajian Perbandingan Antara Undang-Undang IslamAy. Jurnal Syariah. Jil. Julai 2001, h. Syed Muhamad Dawilah al-Edrus . , op. , h. Surah al-Takathur 102:5. Surah al-Takathur 102:7. Vol. No. Desember 2020 Epistemologi:Teori. Konsep Dan Sumber-Sumber Ilmu Dalam Tradisi Islam | 23 Seterusnya tahap haqq al-yaqin adalah tahap di mana sesuatu kebenaran itu tidak mungkin terjadi unsur-unsur kesilapan dari tahap pertama dan kedua yaitu `ilmual-yaqindan `aynual-yaqin. Kebenaran ini merupakan sesuatu yang diwahyukan oleh Allah yang dinamakan sebagai haqq al-yaqin sebagaimana dijelaskan Allah S. yang bermaksud:43 Dan sesungguhnya al-QurAoan itu benar-benar kebenaran yang Sebagai rumusannya keyakinan yang mutlak adalah sesuatu yang mustahilada padanya sedikitpun unsur keraguan dan was-was dalam perolehan ilmu. Pandangan Islam Terhadap Skeptisme Skeptisme yang berasal dari istilah skeptis . agu-rag. merupakan satu aliran filsafat yang menjadikan dan menganggap keraguan merupakan suatu jalan kebenaran. 44Dalam tradisi filsafat, aliran ini muncul pertama kali dicetuskan oleh Cratlyus yaitu murid kepada Heraclitus yang hidup pada zaman Socrates. Namun, secara resminya aliran ini muncul pada zaman Hellenisme Romawi yaitu sesudah zaman keemasan filsafat Yunani yang berakhir dengan Aristotle. 45 Pada zaman modern ini, tokoh yang paling terkenal dengan aliran skeptisme ini adalah Rene Descartes . yang juga dianggap sebagai pelopor filsafat dan rasionalis modern. Metode keraguannya dalam rasionalisme telah membawa keyakinan kepadanya tentang kewujudan dirinya dan realitas realitas lainnya. Golongan yang mengikut dan memperjuangkan skeptismeini dikenali juga sebagai sofis . Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas dalam hal ini telah membagikan golongan sofis ini kepada tiga golonganyaitu al-la adriyyah, al-`indiyyah dan al-inadiyyah. Kelompokal-la adriyyah atau gnostik merupakan kelompok yang selalu mengatakan tidak Kelompok ini selalu mengatakan tidak tahu dan ragu-ragu terhadap sesuatu sehingga menolak kemungkinan ilmu pengetahuan. Kelompokal-`indiyyah pula terdiri daripada mereka yang bersikap subjektif di mana kelompok ini menerima kemungkinan ilmu pengetahuan akan tetapi menolak tujuan ilmu pengetahuan dan kebenaran. Sementara kelompok ketiga yaitu al-`inadiyyah terdiri daripada kelompok yang keras kepala yang Surah al-Haqqah 69:51. Abdul Rahman Haji Abdullah . Wacana Falsafah Ilmu: Analisis Konsep-Konsep Asas dan Falsafah Negara. Kuala Lumpur: Utusan Publications & Distributors Sdn Bhd, h. lihat juga Abdul Rahman Haji Abdullah . Pemikiran Islam Masa Kini: Sejarah dan Aliran. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, h. Abdul Rahman Haji Abdullah . , op. Ibid. , h. Jurnal Dakwatul Islam 24 | Abdi Syahrial Harahap menafikan segala hakikat sesuatu dan menganggap hakikat itu merupakan fantasi dan hayalan Ketiga-tiga kelompok di atas secara dasarnya bersikap ragu dan skeptis dalam memperolehi ilmu dan hakikat sesuatu. Metode keraguan dan dalam mendapat ilmu merupakan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip epistemologi Islam yang berdasarkan kepada ilmu yakin sebagaimana yang telah diterangkan. Berbeda dengan tradisi filsafat barat yang meragukan dan menyangsikan . dalam memperoleh sesuatu pengetahuan, sebaliknya tradisi keilmuwan Islam yang sejak dari dulu selalu berdasarkan kepada kebenaran dalam masalah akidah. Serta keimanan merupakan jalan untuk mencapai keyakinan. Kebenaran dalam tradisi Islam adalah kekal untuk selama-lamaya dan ia bersifat mutlak dan sempurna serta tidak memerlukan perubahan, penambahan dan pengurangan karana hakikat adalah tetap dan kekal. Namun yang mungkin berubah adalah persepsi manusia terhadap kebenaran tersebut dan itu disebabkan perubahan pandangan terhadap kebenaran tersebut. Oleh sebab itu, dapatlah disimpulkankan bahwa Islam tidak mengakui skeptis sebagai jalan yang membawa kepada kebenaran kerana tidak ada dasar yang tetap bagi suatu perkara khususnya terhadap hakikat ketuhanan. Hakikat ketuhanan dalam Islam adalah tetap tidak berubah dan tidak mungkin bersifat ragu terhadap kewujudanNya sebagaimana yang dinyatakan oleh kelompok sophis bahwa hakikat itu fantasi dan khayalan saja. Sumber Epistemologi Islam Sumber epistemologi Islam terdiri dari empat saluran yang utama yaitu pancaindera . l-hawas al-khamsa. , akal fikiran yang sehat . l-`aql al-sali. , berita yang benar . lkhabar al-sadi. dan intuisi . Pancaindera Pancaindera sebagai salah satu chanel utama yang menyiapkan atau memberikan ilmu pengetahuan kepada manusia, merupakan saluran yang bersifat realitas dan empiris. Saluran pancaindera ini merupakan indrawi luaran yang memberikan pengetahuaan tentang alam sekitar manusia. Sumber-sumber ini merupakan data yang bersifat empiris yang diperolehi daripada lima chanel utama yang melibatkan organ-organ manusia dan haiwan seperti melihat . , mendengar . , merasa . , menyentuh . dan mencium . Dikutip dari Wan Mohd Nor Wan Daud . , op. , h. Syed Muhammad Naquib al-Attas . Prolegomena To The Metaphysics of Islam: An Exposition of The Fundamental Elements of The Worldview of Islam. Kuala Lumpur: ISTAC, h. Vol. No. Desember 2020 Epistemologi:Teori. Konsep Dan Sumber-Sumber Ilmu Dalam Tradisi Islam | 25 Sumber-sumber yang diperolehi melalui data ini merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui indrawiluaran yang membekalkan pengetahuan berkaitan tentang alam sekitar. Data yang diperolehi melalui pancaindera ini juga terdiri daripada data al-mahsusat alzahirah di mana data yang bersifat sains ini dapat mencapai kepada pengetahuan yang berderajat `ilmu al-yaqin. Al-mahsusat al-zahirah adalah salah satu pengetahuan manusia yang dicapai melalui pancaindera manusia khususnya melalui penglihatan . rgan mat. Data-data ini bersifat menyensor yaitu data yang diperolehi manusia melalui alat inderawi luaran yang dimiliki oleh manusia. Oleh itu, data-data inilah yang membekalkan sesuatu pengetahuan yang benar tentang alam sekitar kita. Akal Berkaitan dengan kedudukan akal sebagai sumber epistemologi. Islam mengakui kedudukan akal berdasarkan kepada batasan yang mampu dicapai olehnya. Data-data yang diperolehi melalui saluran atau fakulti akal adalah bersifat rasio dan apriori50di mana akal akan menafsirkan sesuatu maklumat berdasarkan kepada kerangka logikanya. Umpamanya akal memberikan pengetahuan atau maklumat bahwa sepuluh lebih banyak daripada satu ataupun contoh lain yaitu seseorang itu tidak mungkin berada dalam dua tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Saluran pengetahuan ini adalah bersifat aksioma di mana maklumat ilmu itu terbukti dengan sendirinya melalui proses apiori. Penggunaan akal dengan baik amat difokuskan oleh Islam karena diantara satu syarat seseorang itu dibebankan atau mukallaf dengan hukum syariatadalah mempunyai akal yang 52 Berkaitan hal ini. Prof al-Attas menambah perkataan AosehatAo bagi perkataan akal sebagai sumber saluran ilmu disebabkan akal yang mudah dipengaruhi oleh imaginasi dan ramalan yang terkadang dapat menghasilkan keputusan yang salah dan keliru walaupun berdasarkan kepada pengetahuan yang betul. 53 Sementara itu. Ibnu Rushdi menyatakan bahwa penggunaan akal dalam menghasilkan sumber ilmu adalah berdasarkan tiga kerja dasaryaitu mengabstrak, menggabung dan menilai. Ketiga-tiga dasar ini merupakan tindakan akal dalam menyerap sesuatu gagasan maupun konsep yang bersifat universal dan hakiki. Al-Ghazali . , op. Apriori merupakan pengetahun yang diperolehi melalui cara berfikir tertentu terhadap sesuatu fakta atau maklumat tanpa memerlukan kepada pemerhatian dan pengalaman yang khusus. Al-Ghazali . , op. , h. Lihat umpamanya salah satu daripada syarat wajib bagi seseorang menunaikan solat iaitu AuberakalAy selain daripada syarat lain iaitu AuIslamAy dan AubalighAy. Lihat al-`Uthaymin. Muhammad bin Salih . Fiqh al`Ibadat,Jeddah: Dar al-NubalaAo, h. 108 & 109. Dikutip dari Wan Mohd Nor Wan Daud . , op. , h. Dikutip dari Esa bin Khalid . AuKajian Perbandingan Antara Pemikiran al-Ghazali dan Ibn Rushd Dalam Falsafah SainsAy. Tesis Ph. Jabatan Akidah dan Pemikiran Islam. Akademi Pengajian Islam. Jurnal Dakwatul Islam 26 | Abdi Syahrial Harahap Di samping itu juga, penggunaan akal sebagai sumber ilmu amat dititik beratkan dalam syariat Islam untuk menentukan persoalan hukum berlandaskan kepada sumber wahyu. Dalam hal ini, para ahli fikih Islam telah meletakkan peranan ijtihad dalam menggunakan fungsi akal dalam menentukan sumber hukum tambahan yang tidak tertulis secara jelas di dalam al-QurAoan dan al-Sunnah contohnya qiyas, ijma`, istihsan, maslahah, siyasah syar`iyyah, masalih mursalah dan sebagainya. Al-Khabar al-SAdiq (Berita Yang Bena. Al-Khabar al-Sadiq atau sumber berita yang benar merupakan sumber utama dalam saluran ilmu berdasarkan perspektif Islam. Sumber utama ini terdiri daripada dua jenis yaitu sumber yang berlandaskan wahyu . l-QurAoa. dan sumber-sumber mutawatir. Al-QurAoan sebagai sumber utama ilmu tidak dapat diragukan lagi karena merupakan kebenaran mutlak yang menghantar kepada keyakinan. Dalam Surah al-`Alaq jelas menunjukkan bahwa sumber segala ilmu adalah dari Allah kerana Allah lah yang mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui oleh manusia. 57Para malaikat juga mengakui bahwa mereka tidak mempunyai suatu ilmu melainkan apa yang diberikan oleh Allah S. Seterusnya al-QurAoan mengisyaratkan bahwa terdapat sumber-sumber ilmu yang lain jika diiringi dengan kajian dan orientasi yang betul akan membawa kepada kebenaran wahyu Ilahi. Ini disebabkan pada akhir suatu kajian itu akan membawa kepada sumber yang sama juga yaitu Allah S. 59 Oleh itu al-QurAoan sendiri merupakan sumber utama berbagai bentuk ilmu seperti ilmu sejarah, metafisik, sosiologi, sains dan sebagainya. Sumber-sumber mutawatir pula merujuk kepada semua data ataupun pengetahuan yang diambil dari banyak sumber lain secara bersambungan sehingga sampai kepada satu jumlah bilangan rowi tertentu yang menyebabkan tidak dapat diragui lagi tentang kebenaran data tersebut. Hadith mutawatir adalah contoh untuk berita yang benar di mana dalam Universiti Malaya, h. Rujukan asal adalah Taklhis Kitab al-Nafs karangan Ibn Rushd merupakan manuskrip yang tersimpan di Dar al-Kutub al-Misriyyah, diterbit dan telah disunting oleh Ahmad FuAoad al-Ahwani. Haytu. Muhammad Hassan . , al-Ijtihad wa Tabaqat Mujtahidi al-Shafi`iyyah. Beirut: Muassasah al-Risalah, h. Lihat juga. Rahimin Afandi Abdul Rahim . AuEpistemologi Hukum Islam: Satu PengenalanAy. Jurnal Usuluddin, bil. Julai 2002, h. al-Attas . , op. al-Ghazali . /1406H. ), al-Qistas al-Mustaqim, dalam Majm`ah RasAAoilal-ImAm al-GhazAli. Jil. Beirut: Dar al-Kutub al-`Ilmiyyah, h. 16& 17. al-Ghazali . FadaAoih alBatiniyyat wa FadaAoil al-Mustazhiriyat. Kaherah: Dar al-Qawmiyyat li al-Tiba`at wa al-Nashr, h. Surah al-`Alaq 96:5. AuIa mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinyaAy. Surah al-Baqarah 2:32. AuMalaikat itu menjawab: Maha Suci Engkau (Ya Alla. ! Kami tidak mempunyai pengetahuan selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami. sesungguhnya Engkau jualah Yang Maha Mengetahui, lagi Maha BijaksanaAy. Wan Mohd. Nor Wan Daud . Konsep Ilmu Dalam Islam,Rosnani Hashim . Kuala Lumpur: Dewan Bahasa Dan Pustaka, h. Vol. No. Desember 2020 Epistemologi:Teori. Konsep Dan Sumber-Sumber Ilmu Dalam Tradisi Islam | 27 periwayatan Hadith mutawatir penekanan terhadap sumber yang banyak dan data yang berterusan menyebabkan tidak mungkin terdapat keraguan dan kepalsuan. Oleh sebab itu, data yang berdasarkan kepada jenis ini merupakan data yang tidak mungkin dipermasalahkan 60 Disamping itu juga, sumber-sumber bersifat mutawatir ini didasarkan kepada rowi yang mempunyai keluhuran dan ketinggian akhlak yang tidak mungkin sama sekali kebohongan atau pemalsuan terhadap berita atau pengetahuan yang Intuisi/Ilham Intuisi atau ilham merupakan sumber ilmu bersifat dalaman yang berkaitan dengan hati, jiwa dan batin seseorang dalam memberikan sesuatu pengetahuan. Ilham yang benar adalah datang dari Allah. Ia dilemparkan ke dalam jiwa hambanya yang bersih melalui jalan Melalui jalan ini, pintu hati akan terbuka dan segala pengetahuan akan didapatkan tanpa ada halangan. Pencapaian ilmu melalui jalan ilham merupakan lemparan pengetahuan ke dalam hati seseorang tanpa perlu berusaha dan belajar. 62 Adapun hati yang menjadi tempat penerimaan ilham adalah hati rohani yaitu hati yang bersifat ketuhanan dan kerohanian. Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa dasar untuk menerima ilham adalah mempelajari semua dasar-dasar ilmu di alam ini. Manakala beramal dan beribadat boleh memudahkan jiwa menerima ilham yang benar dan aktivitas berfikir pula akan menyebabkan datangnya ilham itu. 64Prof. Syed Al-Attas juga turut menyatakan bahwa intuisi merupakan salah satu media yang sah dan penting dalam menghasilkan pengetahuan yang berbentuk Aktivitas seperti membaca, berfikir, melakukan percobaan dan berdoa merupakan salah satu daripada usaha dalam menghasilkan ilmu melalui saluran ilham. Muhammad Zainiy Uthman . , op. , h. Ibid. Al-Ghazali . /1387H. ), op. Jil. 3, h. Al-Ghazali menjelaskan bahawa hati mempunyai dua pengertian, pengertian yang pertama bagi hati ialah segumpal daging yang berbentuk bulat panjang yang terletak di dada sebelah kiri. Di dalamnya terdapat rongga-rongga yang mengandungi darah hitam dan berperanan sebagai roh. Hati ini juga terdapat pada binatang bahkan juga pada orang-orang yang telah mati. Manakala pengertian yang kedua bagi hati adalah pengertian yang halus lebih kepada kerohanian dan bersifat ketuhanan. Dalam pengertian rohani ini, hati itu merupakan hakikat manusia yang dapat menangkap segala pengertian dan pengetahuan. Oleh itu, ilmu yang diperoleh melalui jalan ilham menurut al-Ghazali adalah melalui pengertian hati yang kedua ini. Ibid. , h. Al-Imam al-GhazAli . /1406H. Aual-RisAlah al-LadunniyahAy, dalam Majm`ah RasAAoilal-ImAm al-GhazAli. Jil. Beirut: Dar al-Kutub al-`Ilmiyyah, h. Penerangan yang panjang lebar tentang cara-cara memperolehi ilham diterangkan dalam bab empat kajian ini memandangkan fokus kajian ini adalah terhadap ilham berasaskan pemikiran al-Ghazali. Wan Mohd Nor Wan Daud . , op. , h. 235- 236. Jurnal Dakwatul Islam 28 | Abdi Syahrial Harahap Berdasarkan asas ini, maka dapat disimpulkan bahwa ilham merupakan salah satu sumber untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan kebenaran yang telah diterima oleh mayoritas umat Islam. Namun begitu. Ilham tidak dapat mengalahkan sumber wahyu dalam mencapai tahap kesahihan dan kebenaran. Kesimpulan Filsafat ilmu dalam tradisi Islam bertujuan untuk melahirkan individu atau masyarakat yang seimbang antara dunia dan akhirat. Atas dasar inilah ruang lingkup pembahasan epistemologi menurut perspektif Islam adalah lebih luasdi mana sesuatu hakikat yang digapai itu adalah bersumberkan kepada keyakinan. Konsep epistemologi Islam yang berdasarkan kepada worldview tauhid tidak hanya terbatas kepada al-khabar al-sadiq dan ilham saja, akan tetapi memberi ruang juga kepada akal dan pancaindera untuk memperolehi ilmu berdasarkan kepada ruang lingkup yang mampu dicapai oleh saluran akal dan inderawi. Daftar Pustaka