SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 PERANAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT TERHADAP PELEMBAGAAN PARTAI POLITIK ISLAM DI KABUPATEN CIREBON Agus Rianto Dosen Tetap Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Cirebon. Jl. Tuparev No. 70 Cirebon. Telp/Fax: 0231-209806 Email: agusrian1976@gmail. Abstrak Di Kabupaten Cirebon, peran pemerintah dalam pelaksanaan pembinaan politik untuk mencapai tujuan demokratisasi di tingkat daerah yaitu dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana tercantum dalam Peraturan Bupati tentang Rincian Tugas. Fungsi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Nomor 65 Tahun 2008, berdasarkan latar belakang tersebut maka tujuan penelitian ini adalah . Untuk mengetahui peranan Badan Kesbanglinmas terhadap Pelembagaan Partai Politik Islam di Kabupaten Cirebon. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peranan Badan Kesbanglinmas terhadap Pelembagaan Partai Politik Islam oleh di Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara yang berpedoman pada lembar wawancara yang telah disusun, pengamatan dan studi pustaka. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive random Responden yang diambil adalah berasal dari unsur Badan Kesbanglinmas sebanyak 4 . Partai Politik Islam sebanyak 12 yang diambil dari 3 orang pengurus partai politik tingkat kabupaten dari empat partai islam . ua bela. Jadi, jumlah informan yang diwawancarai adalah sebanyak 16 . nam belas oran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Badan Kesbanglinmas dalam pelembagaan partai politik islam di kabupaten cirebon sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan tugas, wewenang dan fungsi Badan Kesbanglinmas yang rinci berdasarkan aspek rumusan kebijakan yang jelas sebagai pedoman pelaksnaan tugas, aspek dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah dalam pengembangan demokratisasi adalah fasilitasi bantuan keuangan partai politik yang terlaksana dengan baik. Dalam aspek pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan demokratisasi sudah cukup bermakna. Kegiatan sosialisasi pendidikan politik, diskusi politik, pembekalan pengurus parpol serta sosialisasi peraturan perundangan tentang partai politik sudah dilaksanakan dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi peranan Badan Kesbanglinmas dalam pelembagaan partai politik islam. Faktor yang berpengaruh dalam peranan Badan kesbanglinmas adalah. Pertama. faktor pendukung yang meliputi tersedianya kebijakan teknis yang menjadi pedoman pelaksanan tugas, keterlibatan partai politik islam yang selalu mendukung program kerja Badan Kesbanglinmas, serta ketersediaan SDM Badan Kesbanglinmas yang cukup. Kedua. faktor penghambat meliputi alokasi anggaran yang belum menunjang kegiatan serta kurangnya pelatihan bagi pegawai Badan Kesbanglinmas Kata Kunci : Peranan. Badan Kesbanglinmas. Pelembagaan Partai Politik mewujudkannya perlu ada langkah-langkah yang harus dilakukan secara bertahap. Peningkatan kesadaran politik masyarakat serta penanaman nilai tidak boleh diabaikan, hal inilah yang kita inginkan dalam proses pembangunan politik. Dalam konteks negara Indonesia, yang notabenenya warga negaranya mayoritas Islam ini, dinamika politik yang ada, khususnya politik Islam memiliki pasang Pendahuluan Latar Belakang Salah satu kondisi politik pasca Reformasi dihidangkan dengan sistem baru yang menuntut masyarakat untuk lebih terlibat pro-aktif Dalam penerapannya tidaklah semudah membalikkan SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 Indonesia adalah sebuah negara modern yang dimana di dalamnya dalam proses pemerintahannya menggunakan sistem partai dalam menentukan pemerintahannya seperti negara-negara modern lainnya sehingga politik Islam masuk dalam sistem partai. Dalam proses sejarahnya, partai politik Islam menuai dinamika perpolitikan. Hal ini tidak terlepas pluralnya penduduk Indonesia yang bukan hanya Islam saja di Dinamika tersebut dapat terlihat pada track record keikutsertaan partai politik Islam dalam sejarah panjang pemilihan umum di Indonesia. Perubahan-perubahan dalam dinamika perpolitikan Indonesia kususnya yang terjadi pada partai politik Islam dari masa ke masa, pemahaman Islam dan politik partai. Munculnya partai-partai Islam dalam era reformasi sebagai kendaraan politik menuju kekuasaan adalah sebuah dinamika yang menarik mengingat pada era ini warga Indonesia semakin cerdas dan pragmatis dalam menentukan masa depan mereka. Berkaitan otonomi daerah, maka pembinaan politik telah memberikan ruang yang seluasluasnya melaksanakan proses pembinaan politik. Secara spesifik di Kabupaten Cirebon, peran pemerintah dalam pelaksanaan pembinaan politik untuk mencapai tujuan demokratisasi di tingkat daerah yaitu dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana tercantum dalam Peraturan Bupati tentang Rincian Tugas. Fungsi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Nomor 65 Tahun 2008. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, penulis tertarik untuk meneliti lebih mendalam terkait dengan kiprah Badan Kesbanglinmas Kabupaten Cirebon dalam pembinaan politik dengan judul : "Peranan Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat terhadap Pelembagaan Partai Politik Islam di Kabupaten Cirebon ". Rumusan Masalah Bagaimana Badan Kesbanglinmas terhadap Pelembagaan Partai Politik Islam di Kabupaten Cirebon? Faktor-faktor Badan Kesbanglinmas dalam Pelembagaan Partai Politik Islam oleh di Kabupaten Cirebon? Tujuan Penelitian Untuk mengetahui peranan Badan Kesbanglinmas terhadap Pelembagaan Partai Politik Islam di Kabupaten Cirebon. Untuk mengetahui faktor-faktor yang Badan Kesbanglinmas terhadap Pelembagaan Partai Politik Islam oleh di Kabupaten Cirebon. Lokasi Penelitian Penelitian Kabupaten Cirebon. pada Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Cirebon. Tinjauan Pustaka Tugas Fungsi Badan Kesbanglinmas Kabupaten Cirebon Sesuai dengan Susunan Organisasi yang ada di Badan Kesbanglinmas, maka pengembangan demokratisasi yang dikepalai oleh seorang Kepala Bidang. Bidang pengembangan demokratisasi mempunyai tugas mengelola penyusunan dan pelaksanaan pengembangan demokratisasi sebagaimana dituangkan dalam pasal 10 ayat . Perbup Cirebon No. 65 Tahun 2008. Dalam sebagaimana dimaksud pada ayat . Bidang Pengembangan Demokratisasi mempunyai fungsi sebagaimana ayat . perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan demokratisasi. penyelenggaraan pemerintahan daerah SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan demokratisasi. pelaksanaan tugas lain, yang diberikan oleh Kepala Badan, sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sebagai unsur pelaksana bidang pengembangan demokratisasi maka terdapat 2 subbidang yang berada di bawahnya yaitu Subbidang Pengembangan Etika. Pendidikan dan Partisipasi Politik dan subbidang Fasilitasi Organisasi/ Lembaga Politik dan Kemasyarakatan. Dalam Perbup Cirebon Nomor 65 Tahun 2008 Pasal 11 ayat . Subbidang Pengembangan Etika. Pendidikan dan Partisipasi Politik mempunyai tugas pendidikan dan partisipasi politik. Untuk sebagaimana dimaksud pada ayat . Subbidang Pengembangan Etika. Pendidikan dan Partisipasi Politik mempunyai fungsi: perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan etika, pendidikan dan partisipasi politik. penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pengembangan etika, pendidikan dan partisipasi politik. pembinaan dan pelaksanaan tugas di pendidikan dan partisipasi politik. pelaksanaan tugas lain, yang diberikan Bidang Pengembangan Demokratisasi, sesuai dengan tugas dan fungsinya. perumusan kebijakan teknis di bidang fasilitasi organisasi/lembaga politik dan kemasyarakatan. organisasi/lembaga pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang fasilitasi organisasi/lembaga politik dan kemasyarakatan. pelaksanaan tugas lain, yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Demokratisasi, sesuai dengan tugas dan fungsinya. Institusionalisasi Partai Politik Menurut Huntington pelembagaan atau institusionalisasi partai adalah sebuah proses pengorganisasian dan prosedur untuk mencapai stabilitas dan nilai tertentu. Samuel P. Huntington pernah mengutarakan bahwa Aypartai-partai yang demokrasi yang lebih baik. Ay Secara umum, pelembagaan partai politik dalam pengertian klasik Huntington adalah ketika organisasi langsung telah mendapatkan Aivalue . dan stability . Ay. Jika partai politik telah nilai-nilai organisasionalnya serta dalam periode terdapat stabilitas internal, maka partai politik dapat dikatakan terlembagakan dengan baik. Dalam menjamin dan menyalurkan aspirasi konstituen itu, struktur organisasi partai politik yang bersangkutan haruslah disusun kepentingan dalam masyarakat dapat ditampung dan diakomodasikan seluas Karena itu, struktur internal partai politik penting untuk disusun secara tepat. Di satu pihak harus sesuai dengan kebutuhan untuk mobilisasi dukungan dan penyaluran aspirasi konstituen. Di pihak lain, struktur organisasi partai politik juga harus disesuaikan dengan format organisasi pemerintahan yang diidealkan menurut visi Dalam Perbup Cirebon Nomor 65 Tahun 2008 Pasal 12 ayat . Subbidang Fasilitasi Organisasi/Lembaga Politik dan Kemasyarakatan melaksanakan fasilitasi organisasi/lembaga politik dan kemasyarakatan. Untuk sebagaimana dimaksud pada ayat . Subbidang Fasilitasi Organisasi/Lembaga Politik dan Kemasyarakatan mempunyai SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 partai politik yang dimintakan konstituen untuk memberikan dukungan Semakin cocok struktur internal organisasi partai itu dengan kebutuhan, makin tinggi pula derajat pelembagaan organisasi yang bersangkutan. Pelembagaan partai politik menurut Guillermo OADonnell melibatkan dua aspek penting, yaitu value infution . ilai pemasukka. dan behavioral routinization . utinitas Value merupakan suatu proses dimana para anggota menggeser fokus dari tujuan-tujuan dan kepentingan individual yang spesifik ke arah tujuan-tujuan besar organisasi partai politik. Sementara itu, behavioral routinization terjadi kalau ada pola-pola organisasi yang stabil, dimana aturan-aturan dan normanorma secara formal dan informal tertanam di dalam pola-pola tersebut sehingga akan ada prediktabilitas dan reguritas perilaku dan ekspektasi-ekspektasi dari para anggota, pengurus partai, maupun masyarakat luas Bukanlah melakukan pengembangan kelembagaan partai politik pada masa transisional, setidaknya itu yang diuraikan oleh Larry Diamond dan Richard Gunther dalam bukunya Political Parties and Democracy. Ada seperangkat cara yang perlu dilakukan oleh partai tumbuh dan berkembang sesuai dengan peran dan fungsi yang sejatinya. Sedikitnya pengembangan partai politik hendaknya dikedepankan, yaitu : Keutuhan Internal Suatu keutuhan partai dapat dilihat dari ada tidaknya pembelahan dalam partai . aksionalisme interna. Adanya dialog dalam partai memang prasyarat penting bagi tumbuhnya wacana yang sehat, namun tumbuhnya perdebatan bahkan lahirnya faksionalisme dalam partai akan dapat merugikan pengembangan partai politik ke depan. Karena itu, ada beberapa keutuhan internal partai. mendorong dialog demokrasi di dalam tubuh partai, . meresapi berbagai prinsip dan kebijakan internal partai, dan . memiliki mekanisme yang menjamin berlakunya proses dan prosedur yang benar ketika muncul pertikaian. Ketangguhan Organisasi Partai politik memiliki tujuan dan kepentingan untuk meraih konstituen guna pembangunan legitimasi politik dirinya. Tujuan tersebut dapat tercapai apabila partai politik berhasil menyebarkan sumber dayanya ke level-level yang lebih rendah daripada di tingkat Pusat/Nasional. Hal ini menunjukkan bahwa ketangguhan partai politik di semua level adminitrasi pemerintahan perlu dibangun sedemikian sumber-sumber . anusia, finansial, serta metod. dapat bekerja demi kepentingan dan tujuan partai politik dalam jangka pendek dan jangka Identitas Politik Partai Identitas partai menjadi penting ketika ia berupaya untuk mengejar jabatan di Karena itu gagasan yang jelas dan konstruktif, prinsip-prinsip yang berorientasi publik, pelibatan anggota partai, serta program-program yang matang menjadi mengonstruksi identitas partai yang kuat. Dukungan suara pada partai politik memerlukan strategi yang jitu dan konkret. Dan, salah satu jalan yang paling jitu dalam meraup dukungan pemilih adalah melalui Guna memaksimalkan perolehan dukungan dari mengorganisasi sumber daya-sumber daya internal partai. Untuk tujuan itu, partai politik harus memiliki gagasan yang jelas mengenai realisasi kebutuhan pemilih. Pelembagaan partai merujuk pada empat dimensi sistem institusionalisasi partai yang dikembangkan Mainwaring dan Scully . : Pertama, stabilitas kompetisi partai. Kompetisi partai yang tidak disertai institusionalisasi akan mempertinggi angka volatility dalam pemilu. Kedua, kedalaman akar partai dalam masyarakat. Partai memiliki wilayah pendukung utama yang tidak berubah setiap pemilu dan mempunyai ideologi yang mengikat. Akar partai dalam SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 masyarakat ditentukan oleh program dan ideologi yang jelas dan dapat diterima masyarakat serta menyangkut hungungan antara partai dan pemilihnya. Lemahnya hubungan ideologi antara partai pemilih menjadi salah satu komponen yang memperlemah pengakaran partai di Ketiga, adanya legitimasi aktor-aktor politik terhadap partai. Mereka melihat partai sebagai sebagai bagian yang penting dalam demokrasi. Keempat, partai dianggap terlembaga apabila organisasi kepartaian bukan merupakan subordinasi dari kepentingan pemimpin-pemimpinnya. dengan peranan kesbanglinmas pelembagaan partai politik Islam. Operasional Variabel Konsep Peranan Badan Kesbanglinmas. Di dalam penelitian ini, peranan Badan Kesbanglinmas didasarkan pada tugas pokok dan fungsi Badan Kesbanglinmas khususnya Pembinaan menunjuk pada kemampuan orang atau kelompok masyarakat, khususnya kelompok rentan dan lemah sehingga mereka memiliki kekuatan atau kemampuan dalam. memenuhi kebutuhan dasarnya, menjangkau sumber-sumber produktif, dan berpartisipasi Konsep Pelembagaan Partai Politik Islam Ada seperangkat cara yang perlu dilakukan oleh partai politik islam untuk melembagakan dirinya sendiri agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan peran dan Metodologi Penelitian Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang lebih menekankan pada pengungkapan makna dan proses dari berbagai faktor yang berhubungan Variabel Peranan Badan Kesbanglinmas Pelembagaan Partai Politik Islam Tabel 1 Operasionalisasi Variabel Dimensi Indikator Tugas dan perumusan kebijakan teknis Fungsi Badan pemberian dukungan atas penyelenggaraan Kesbanglinmas pemerintahan daerah pembinaan dan pelaksanaan tugas Perangkat Keutuhan Internal Pelembagaan Ketangguhan Organisasi Partai Politik Identitas Politik Partai perannya dan partai politik Islam yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan . Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan Aipurposive sampleAn yaitu memilih secara sengaja dengan pertimbangan bahwa responden yang dipilih dianggap banyak mengetahui dan berkompeten terhadap masalah yang dihadapi Adapun yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah: Badan Kesbanglinmas sebanyak 4 . Partai Politik Islam sebanyak 12 yang diambil dari 3 orang pengurus partai Teknik Pengumpulan Data Sumber data dalam kegiatan penelitian ini adalah : Orang . Peristiwa/situasi. Dokumen. Berdasarkan sumber data diatas, maka proses dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yakni : Wawancara . n-depth Pengamatan . Dokumentasi . Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah unsur Badan Kesbanglinmas berkaitan dengan SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 politik tingkat kabupaten dari empat partai islam . ua bela. Jadi, diwawancarai adalah sebanyak 16 . nam belas oran. Selain itu pemberian bantuan keuangan bagi partai politik juga sedikit banyak menguatkan ketangguhan partai politik karena sebagian besar dananya yaitu 60% dari dana bantuan adalah untuk pendidikan politik termasuk Hal ini diakui dari hasil wawancara kepada beberapa pengurus partai politik islam yang menyimpulkan bahwa kegiatan fasiltasi bintek bantuan keuangan bagi bendahara partai politik setidaknya memberikan pengetahuan tentang bagaimana menyusun dan melaporan keuangan. Peranan Badan Kesbanglinmas terkait dengan identitas partai politik rumusan kebijakan teknis terhadap upaya peningkatan institusionalisasi partai politik yang dituangkan dalam rencana dan program kerja yang diturunkan dari Rencana Strategis. Identitas partai politik dapat terbangun dari hasil validasi negara dalam hal ini Badan Kesbanglinmas yang memfasilitasi verifikasi Partai Politik dalam rangka pengembangan demokratisasi, diskusi politik, pembekalan pengurus parpol serta sosialisasi peraturan perundangan tentang partai politik sudah dilaksanakan dengan baik. Kegiatan seminar, sosialisasi dan talkshow menurut pengurus memberikan manfaat dalam menunjukkan eksistensi partai politik kepada masyarakat. Keikutsertaan parpol dalam kegiatan yang Badan Kesbanglinmas menguatkan bahwa pendidikan politik yang menjadi tugas Badan Kesbanglinmas dapat berjalan efektif. Keutuhan internal partai politik mensyaratkan suatu sistem demokratisasi internal yang menjamin adanya dialog terbuka dalam proses pembentukan kehendak politik. Demokratisasi dengan dialog terbuka hanya dapat dilaksanakan dengan pendidikan politik yang berhasil. Oleh karena peranan Badan Kesbanglinmas dalam agenda pendidikan politik yang dilaksanakan setiap tahun sudah dilaksanakan sebagaimana terjadwal sesuai dengan pernyataan pengurus partai islam yang berhasil mendapatkan kursi di DPRD kabupaten Cirebon Analisa Data Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis model interaktif . nteractive model of analysi. meliputi tiga komponen analisis yaitu : Reduksi data . eduction dat. Sajian data . ata displa. Penarikan . ongclution Hasil Penelitian dan Pembahasan Peranan Badan Kesbanglinmas dalam pelembagaan Partai Politik Islam Keterkaitan Badan Kesbanglinmas dalam proses pelembagan partai politik islam adalah dengan melihat dari aspek dukungan atas penyelenggaraan pemerintah dalam pengembangan sumber daya internal partai politik. Pengembangan sumber daya . anusia dan finansia. melalui penguatan ketangguhan organisasi kepada pengurus partai politik misalnya melalui bintek bendahara partai politik yang mengatur tentang pengunaan keuangan bagi partai Salah satu bentuk penggunaan berdasarkan petunjuk teknis adalah salah satu kegiatannya untuk membiayai pengkaderan anggota partai politik secara berjenjang dan Hal ini menjadikan partai politik penerima bantuan harus mengikuti pada pedoman dan tata cara penggunaan, penyaluran dan pelaporan bantuan keuangan partai politik. Dengan fasiltasi bantuan keuangan bagi parpol, maka partai politik dapat mempertanggungjawabkan keuangan partai secara baik. Dengan demikian dapat disimpulkan peranan Badan Kesbanglinmas dalam memberikan fasiltasi dalam penguatan peningkatan sumberdaya manusia partai politik dalam pengembangan pendidikan politiknya yang dilakukan secara kontinyu. SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 dimaksudkan agar pegawai Badan Kesbanglinmas dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dalam hal pendidikan politik terlebih dahulu, sebelum mentransfernya kepada masyarakat di Kabupaten Cirebon Faktor-faktor yang mempengaruhi Peranan Badan Kesbanglinmas dalam Pelembagaan Partai Politik Islam Faktor Pendukung . Ketersediaan kebijakan teknis yang Badan Kesbanglinmas dalam melaksanakan peranannya di bidang pengembangan pelembagaan partai politik. Mulai Undang-undang peraturan Bupati telah mengatur secara rinci tugas, wewenang dan fungsi Badan Kesbanglinmas dalam Satuan kerja perangkat daerah. Partisipasi Partai Politik khususnya Parpol Islam dalam keikutsertaannya terhadap rencana dan program kerja Badan Kesbanglinmas cukup baik, hal ini dapat dilihat dari selau terlibatnya kader-kader parpol islam dalam kegiatan pembinaan politik . Tercukupinya sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas di Badan Kesbanglinmas. Sebagai Badan yang memiliki tugas untuk memberikan pemerintah (PNS) yang memiliki SDM yang berkualitas. Faktor penghambat . Alokasi anggaran yang belum Untuk pelaksanaan pendidikan politik yang berkelanjutan diperlukan alokasi anggaran yang tidak sedikit. Alokasi anggaran yang telah ditetapkan tidak kegiatan pendidikan politik secara Dalam hal ini. Badan Kesbanglinmas harus melaksanakan kegiatan dengan dana yang minim. Sehingga kecendrungannya, kegiatan terlaksana dengan seadanya. Kurangnya Pelatihan bagi Pegawai Badan Kesbanglinmas. Untuk Badan Kesbangpolimas, dilakukan dengan cara mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan Hal Penutup Kesimpulan Peranan Badan Kesbanglinmas terhadap pelembagaan partai politik islam di Kabupaten Cirebon Peranan Badan Kesbanglinmas dalam pelembagaan partai politik islam di kabupaten cirebon sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan tugas. Badan Kesbanglinmas yang rinci berdasarkan aspek rumusan kebijakan yang jelas sebagai pedoman pelaksnaan tugas, aspek pemerintah daerah dalam pengembangan demokratisasi adalah fasilitasi bantuan keuangan partai politik yang terlaksana dengan baik. Dalam aspek pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan demokratisasi sudah cukup bermakna. Kegiatan sosialisasi pendidikan politik, diskusi politik, pembekalan pengurus parpol serta sosialisasi peraturan perundangan tentang partai politik sudah dilaksanakan dengan Faktor-faktor peranan Badan Kesbanglinmas dalam pelembagaan partai politik islam Faktor pendukung yang meliputi tersedianya kebijakan teknis yang menjadi pedoman pelaksanan tugas, keterlibatan partai politik islam yang selalu mendukung program kerja Badan Kesbanglinmas. SDM Badan Kesbanglinmas yang cukup Faktor penghambat meliputi alokasi anggaran yang belum menunjang kegiatan serta kurangnya pelatihan bagi pegawai Badan Kesbanglinmas SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 Mardialis, id/280/3/BAB II. Moeleong. Lexy J. , 2007. Metodologi Penenlitian Kualitatif. Bandung: P. Remaja Rosdakarya. Rahman H. Sistem Politik Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu. Ramlan Surbakti. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Sastroatmodjo . Sudijono, 1995. Perilaku Politik. Semarang: IKIP Press Suharto . Edi. Analisis Kebijakan Publik : Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial. Alfabeta : Bandung. Suharto. Edi. Pembangunan. Kebijakan Sosial Pekerjaan Sosial: Spektrum Pemikiran. Bandung : Lembaga Studi Pembangunan STKS (LSPSTKS). Suryadi. Budu. Sosiologi Politik Sejarah. Definisi dan Perkembangan Konsep. Yogyakarta: IRCiSoD Syarbaini Syahrial. Rahman. Monang Djihado. Sosiologi dan Politik Ghalia Indonesia. Usman Abdul Muis Ruslan. Pendidikan Politik Ikhwanul Muslimin, (Solo: Era Intermedia, 2000 Wiranto. Perpustakaan menjawab tantangan jaman. Semarang : Penerbit Universitas Katolik Soegijapranata bekerjasama dengan Perpustakaan Daerah Jawa Tengah. Saran Dari kesimpulan yang dikemukakan di atas, penulis membuat catatan saran sebagai berikut, bahwa: Peranan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Badan Kesbanglinmas Kabupaten Cirebon sebaiknya terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja yang telah dicapai selama ini, dan dimasa yang akan datang. Khususnya mengenai peranannya partai politik Mengupayakan peningkatan dukungan anggaran untuk mendukung aktivitas pelembagaan partai politik Badan Kesbanglinmas mengoptimalkan langkah-langkah pembinaan berkelanjutan terhadap partai politik baik yang mendapat kursi di DPRD maupun yang Perlunya segera menyiapkan langkahlangkah sosialisasi dan pembinaan sebagai tindak lanjut perkembangan kehidupan politik secara nasional yang akan berimbas pada kehidupan politik di daerah DAFTAR PUSTAKA