Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. Pelatihan Pengenalan Penyakit Gigi dan Mulut Bagi Kader Kesehatan Gigi di Desa Kwadungan Gunung Temanggung. Jawa Tengah Retno Kusniati*1. Ratna Sulistyorini2. Yasinia Annisa Purbomurti3 1Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Muhammadiyah Semarang. Indonesia 2,3Departemen Biologi Oral. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Muhammadiyah Semarang. Indonesia *e-mail: drg. retno@unimus. id1, ratnadrg@unimus. id2, yasinia. p@unimus. Artikel dikirim: 24 Maret 2025. Revisi: 28 April 2025. Diterima: 06 Mei 2025. Dipublikasikan : 20 Mei 2025 Abstrak Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih tinggi, dengan prevalensi karies mencapai 88,80%. Kader kesehatan gigi memiliki peran penting dalam edukasi masyarakat, namun masih banyak yang belum memiliki pemahaman cukup mengenai penyakit gigi dan mulut. Pelatihan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi kader dalam mengenali dan menangani penyakit gigi. Kegiatan ini merupakan pelatihan bagi kader kesehatan gigi di Desa Kwadungan Gunung. Temanggung. Sebanyak 33 kader mengikuti pelatihan yang meliputi pemberian materi menggunakan media presentasi dan buku panduan, serta praktik pemeriksaan penyakit gigi dan mulut. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader terhadap penyakit gigi dan mulut. Sebelum pelatihan, rata-rata skor pengetahuan peserta adalah 66, yang meningkat menjadi 93,9 setelah pelatihan, dengan kenaikan sebesar 27,3 poin. Kader juga berhasil menguasai teknik dasar deteksi dini penyakit gigi dan mulut melalui pemeriksaan visual. Peserta memberikan tanggapan positif terhadap metode pelatihan yang digunakan. Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman kader kesehatan gigi tentang penyakit gigi dan mulut serta keterampilan deteksi dini. Dengan peningkatan kompetensi kader, diharapkan angka prevalensi penyakit gigi dan mulut di desa dapat berkurang, sehingga derajat kesehatan masyarakat meningkat. Kata Kunci: Gigi. Kader. Mulut. Pelatihan. Penyakit Abstract Dental and oral health problems in Indonesia are still high, with caries prevalence reaching 88. Dental health cadres have an important role in educating the community, but many still do not have sufficient understanding of dental and oral diseases. Training is needed to improve the competence of cadres in recognizing and treating dental diseases. This activity is a training for dental health cadres in Kwadungan Gunung Village. Temanggung. A total of 33 cadres participated in the training which included providing materials using presentation media and guidebooks, as well as dental and oral disease examination Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure the increase in participant This training showed a significant increase in cadres' understanding of dental and oral diseases. Before the training, the average knowledge score of participants was 66, which increased to 93. 9 after the training, with an increase of 27. 3 points. Cadres also succeeded in mastering the basic techniques of early detection of dental and oral diseases through visual examination. Participants gave positive responses to the training methods used. This training was effective in improving dental health cadres' understanding of dental and oral diseases and early detection skills. By increasing the competence of cadres, it is hoped that the prevalence of dental and oral diseases in villages can be reduced, so that the level of public health can Keywords: Cadres. Disease. Mouth. Training. Teeth PENDAHULUAN Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih memerlukan perhatian serius (Kemetrian, 2023. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan dan mengatasi masalah ini, hasil nyata belum terlihat jika diukur berdasarkan indikator kesehatan P-ISSN 2830-2303 | E-ISSN 2830-1773 Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. gigi dan mulut masyarakat, seperti prevalensi karies gigi dan penyakit periodontal. Sebagian besar orang, pernah mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut, termasuk gigi berlubang, radang gusi, peradangan pada jaringan penyangga gigi, serta bau mulut atau halitosis. Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia mencakup tingginya angka karies gigi, rendahnya akses terhadap perawatan gigi, serta minimnya edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 juga mengungkapkan bahwa prevalensi karies gigi mencapai 88,80% (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023, masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dengan prevalensi 56,9% pada penduduk berumur 3 tahun ke atas (Kemetrian, 2023. Data dari Kementerian Kesehatan tahun 2023 menunjukkan bahwa Indeks DMF-T (Decayed. Missing. Filled Teet. cenderung rendah pada kelompok usia 12 tahun, namun meningkat seiring bertambahnya usia, dengan nilai tertinggi pada kelompok usia 65 tahun ke atas (Kemetrian, 2023. Penyakit gigi dan mulut dapat mengakibatkan efek bagi kesehatan tubuh secara Beberapa efek yang tecatat sebagai akibat dari penyakit gigi dan mulut yaitu meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 25%, meningkatkan risiko stroke, meningkatkan keparahan diabetes, berkontribusi terhadap kelahiran premature dan berat bayi lahir rendah, berkontribusi terhadap penyakit pernapasan, mengganggu pencernaan, berperan dalam osteoporosis, stress, menurunkan ketahana tubuh terhadap infeksi, mengurangi usia harapan hidup (McGuire, 2. Kader kesehatan gigi berperan penting dalam mengedukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesehatan gigi. Mereka adalah ujung tombak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan gigi yang baik (Poetri et al. , 2. Namun, kader kesehatan gigi di Desa Kwadungan Gunung mungkin belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk dapat mengenali penyakit-penyakit yang ada di gigi dan mulut. Kader kesehatan perlu dibekali dengan pemahaman dan pengetahuan tentang penyakit-penyakit yang ada di gigi dan mulut , gambaran umumnya, tanda dan gejala, jenis-jenis serta risiko-risiko yang mungkin muncul (Mujiyanti et al. , 2. Melalui program pengabdian masyarakat ini, diharapkan akan ada upaya konkret untuk mengatasi masalah-masalah yang telah disebutkan di atas. Program ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan gigi di Desa Kwadungan Gunung dalam terkait penyakit gigi serta bagaimana perawatannya. Dengan melibatkan mereka dalam pelatihan yang mendalam, diharapkan akan tercipta kader yang lebih kompeten dan terampil dalam melakukan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya kader yang lebih kompeten dan mampu memberikan edukasi kesehatan gigi, diharapkan angka penyakit gigi di Desa Kwadungan Gunung bisa menurun dan derajat kesehatan gigi masyarakat Desa Kwadungan Gunung bisa menjadi lebih baik. METODE Bentuk Kegiatan Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara mengadakan pelatihan bagi kader mengenai penyakit gigi dan mulut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai kesehatan gigi dan mulut, termasuk kemungkinan adanya keluhan atau masalah pada kesehatan gigi dan mulut. Tempat dan Sasaran Pengabdian masyarakat dilakukan di POS Posyandu Desa Kwadungan Gunung wilayah kerja Puskesmas Kledung pada tanggal 19 Oktober 2024. Sasaran pada kegiatan ini adalah kader posyandu Desa Kwadungan Gunung kurang lebih sekitar 33 orang. Dalam acara tersebut, kader akan diberikan berbagai informasi dan keterampilan yang bermanfaat terkait dengan penyakit gigi mulut dan perawatanya. P-ISSN 2830-2303 | E-ISSN 2830-1773 Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. P-ISSN 2830-2303 | E-ISSN 2830-1773 Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. Tahapan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tahapan sebagai Pelatihan kader tentang penyakit gigi dan mulut serta perawatannya Pelatihan dilaksanakan sesuai dengan waktu dan lokasi yang telah direncanakan Media penyuluhan yang digunakan yaitu power point dan buku panduan. Metode dua arah akan digunakan untuk menarik perhatian peserta guna meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Evaluasi Kegiatan Evaluasi diukur dengan melihat tingkat pengetahuan dan keterampilan tentang penyakit gigi mulut dan perawatanya. Tingkat pengetahuan tentang diukur dengan memberikan kuesioner baik sebelum maupun setelah intervensi dilakukan, sedangkan keterampilan diukur dengan lembar penilaian berupa uji lisan dan praktik yang diamati oleh tim pengabdian masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk memahami sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang mereka tangkap setelah mendapatkan pelatihan. Dengan cara ini, efektivitas intervensi dapat diukur dan ditingkatkan untuk kegiatan pelatihan di masa HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan Kader Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 33 kader yang diberikan pelatihan mengenai pengenalan penyakit gigi dan mulut. Rata-rata usia kader yang mengikuti kegiatan ini yaitu 38 tahun. Pelatihan diberikan oleh pemateri dengan media power point. Materi pelatihan mencakup pemahaman mengenai jenis-jenis penyakit gigi dan mulut, gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan, dan alat pemeriksaan di rongga mulut. Setelah itu, dilanjutkan dengan praktik pemeriksaan penyakit gigi dan mulut kepada sesama peserta yang ikut serta dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Dari praktik tersebut para kader menemukan penyakit/gangguan pada mulut seperti sariawan, gusi memerah, gigi berlubang dan karang gigi. Para kader tidak diberi peralatan medis untuk membantu memeriksa adanya penyakit gigi dan mulut, namun dalam pelatihan dijelaskan untuk melakukan pemeriksaan dengan alat sederhana seperti menggunakan sumpit yang sudah di sterilkan menggunakan alkohol dan penerangan menggunakan senter. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam kegiatan ini adalah metode Training of Trainer (ToT) (Amtha et al. , 2024. Hollanda et al. , 2. Metode ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada kader tentang penyakit gigi dan mulut, tetapi juga melibatkan tutorial dan pelatihan praktis mengenai cara penggunaan alat pemeriksaan sekaligus memeriksa dan mengenali kesehatan gigi dan mulut. Pelatihan yang dilakukan dengan memberikan pengetahuan dikombinasikan dengan praktik langsung, memiliki efektivitas yang baik dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan (Dipankara et al. , 2. Tindakan intervensi berupa pelatihan ini, sekaligus merupakan langkah pencegahan dalam melawan penyakit gigi dan mulut serta sebagai promosi kesehatan yang berlangsung terus-menerus (Amtha et al. , 2024. Rahman et al. , 2024. Umniyati et al. , 2. Selain itu diakhir kegiatan pelatihan, peserta juga diberi buku panduan untuk membantu dalam melakukan pengenalan penyakit gigi dan mulut. P-ISSN 2830-2303 | E-ISSN 2830-1773 Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. Gambar 1. Kegiatan pelatihan Evaluasi Kegiatan Untuk mengevaluasi pelatihan yang telah diberikan, tim pengabdian masyarakat memberikan pre-test dan post-test kepada para peserta untuk mengetahui peningkatan pnegetahuan yang telah diterima setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil dari evaluasi tersebut mendapatkan peningkatan skor yang baik. Sebelum pelatihan rata-rata skor yang diperoleh yaitu 66 setelah mendapatkan pelatihan, skor meningkat menjadi 93,9. Peningkatan dari rata-rata skor yang diperoleh yaitu sebanyak 27,3. Gambar 2. Peningkatan Pengetahuan Setelah mengikuti pelatihan, para kader kesehatan menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai berbagai penyakit gigi dan mulut, seperti karies, gingivitis, periodontitis, dan sariawan. Selain itu ketika melakukan praktik pemeriksaan penyakit gigi dan mulut antar sesama peserta, mereka berhasil menguasai teknik dasar deteksi dini penyakit gigi dan mulut, seperti pengamatan visual pada gigi dan gusi, serta memahami tanda-tanda awal kerusakan gigi dan mulut. Peserta pelatihan memberikan tanggapan yang positif terhadap materi dan metode pelatihan yang diberikan. Mayoritas dari peserta menyatakan bahwa pelatihan ini bermanfaat bagi kader untuk membantu meningkatkan kapasitas mereka sebagai kader kesehatan gigi. Pelatihan pengenalan penyakit gigi dan mulut bagi kader kesehatan gigi di Desa Kwadungan Gunung. Temanggung, menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hal ini mencerminkan efektivitas metode pelatihan yang digunakan, termasuk penggunaan media presentasi, buku panduan, dan sesi praktik Pelatihan juga berhasil membekali peserta dengan kemampuan dasar dalam deteksi dini penyakit gigi dan mulut. Kader mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan seperti karies, gingivitis, dan periodontitis melalui pemeriksaan visual sederhana. Kompetensi ini sangat penting, mengingat kader adalah ujung tombak dalam memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan di masyarakat. Selain itu, tanggapan positif dari peserta menunjukkan bahwa metode pelatihan yang interaktif dan aplikatif telah berhasil meningkatkan minat dan motivasi mereka untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat (Christyaningsih et al. , 2024. Sovitriana et al. , 2. P-ISSN 2830-2303 | E-ISSN 2830-1773 Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. Peningkatan kapasitas kader kesehatan gigi diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam menurunkan angka prevalensi penyakit gigi dan mulut di Desa Kwadungan Gunung. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, kader mampu menjalankan peran mereka sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Kader kesehatan gigi berperan sebagai jembatan antara masyarakat dan tenaga medis, seperti dokter gigi atau petugas kesehatan. Mereka bertugas menyampaikan informasi tentang masalah gigi, cara pencegahan, serta perawatannya, terutama bagi masyarakat di daerah yang sulit mengakses layanan kesehatan (Suhartono et al. , 2. Keberadaan mereka sangat penting dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan gigi dan membantu mencegah penyakit gigi sejak dini. Selain itu, kader kesehatan gigi juga berperan dalam mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan perawatan gigi, sehingga dapat mengurangi risiko berbagai masalah gigi yang sebenarnya bisa dicegah (Suhartiningtyas et al. , 2. KESIMPULAN Kegiatan pelatihan pengenalan penyakit gigi dan mulut di Desa Kwadungan Gunung. Temanggung, berhasil meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dengan rata-rata peningkatan skor yang diperoleh yaitu sebanyak 27,3. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap berbagai penyakit gigi dan mulut, serta kemampuan mereka dalam mendeteksi dini masalah tersebut. Dengan adanya kader kesehatan yang lebih kompeten, diharapkan angka prevalensi penyakit gigi dan mulut di desa dapat berkurang secara bertahap, sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Univrsitas Muhammadiyah Semarang yang telah memberi dukungan financial terhadap pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA