Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 Analisis Struktur dan Makna Modalitas Epistemik Kamoshirenai. Darou. Hazu da dalam Kalimat Bahasa Jepang Ragam Tulis (Blo. Dicky Yoshamdhani 1. Ari Artadi 2. Hari Setiawan 3 Prodi Bahasa & Kebudayan Jepang. Bahasa & Budaya. Universitas Darma Persada Prodi Bahasa & Kebudayan Jepang. Bahasa & Budaya. Universitas Darma Persada Prodi Bahasa & Kebudayan Jepang. Bahasa & Budaya. Universitas Darma Persada Penulis untuk Korespondensi/E-mail: ari_artadi@fs. id / artadi. unsada@gmail. AbstractAi This study aims to describe and explain the sentence structure and meaning, as well as to describe the similarities and differences of epistemic modalities kamoshirenai, darou, and hazu da which have similar structures and meanings in their use. This research is a descriptive qualitative research. The data used in this research is the written variety of the online corpus BCCWJ (Balaced Corpus of Contemporary Written Japanes. From the analysis, it is found that the epistemic modalities kamoshirenai, darou, and hazu da in terms of structure can both be attached to verbs, i-adjectives, nouns and nouns and can both be placed in the main sentence and subordinate clauses. In terms of meaning, the epistemic modality kamoshirenai is used to express a conjectural possibility with a low level of prediction. The epistemic modality darou is used to express an assumption of a possibility based on assumptions and imagination, so the prediction level is not higher than the epistemic modality hazu da, where the epistemic modality hazu da is used to express an assumption of a possibility based on logical thinking, so the prediction level is quite high. AbstrakAi Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan struktur kalimat dan makna, serta untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da yang memiliki kemiripan struktur dan makna dalam penggunaannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan ragam tulis dari korpus online BCCWJ (Balaced Corpus of Conteporary Written Japanes. Dari hasil analisis didapatkan bahwa modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da dilihat dari segi struktur sama-sama dapat menempel pada kata kerja, kata sifat-i, kata sifat-na dan kata benda serta sama-sama dapat diletakkan pada kalimat utama maupun klausa subordinat. Sedangkan dilihat dari segi makna, modalitas epistemik kamoshirenai digunakan untuk menyatakan dugaan kemungkinan yang tingkat prediksinya rendah. Modalitas epistemik darou digunakan untuk menyatakan dugaan sebuah kemungkinan atas dasar pemikiran yang bersifat asumsi dan imajinasi, sehingga tingkat prediksinya tidak lebih tinggi jika dibandingkan dengan modalitas epistemik hazu da, yang dimana modalitas epistemik hazu da digunakan untuk menyatakan dugaan sebuah kemungkinan atas dasar pemikiran yang logis, sehingga tingkat prediksinya cukup tinggi. Keywords : Kamoshirenai. Darou. Hazu da. Modalitas. Struktur. Makna. PENDAHULUAN Aturan-aturan dalam bahasa tidak lepas dari ilmu tata bahasa atau biasa disebut AuLinguistikAy. Linguistik adalah ilmu tentang bahasa atau penyelidikan bahasa secara ilmiah (Kridalaksana, 2008:. Dalam bahasa Jepang linguistik di sebut dengan A gengogaku. Chounan . mengatakan bahwa acOCeiAoCU iaoACGengogaku wa kotoba wo kenkyuu suru gakumon desu. Linguistik adalah bidang ilmu yang meneliti mengenai bahasa. Chounan juga menjelaskan bahwa cabang-cabang linguistik yaitu terdiri dari fonetik . , fonologi . , morfologi . , sintaksis . , semantik . , pragmatik . Dalam hal ini, penelitian ini mengacu ke dalam ranah sintaksis dan semantik. Sutedi . menjelaskan bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang mengkaji tentang struktur dan unsur-unsur pembentuk kalimat atau Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. suatu kaidah yang menentukan bagaimana kata bergabung membentuk frasa atau kalimat. Sedangkan menurut Kridalaksana . menjelaskan bahwa semantik mengkaji makna yang merupakan bagian dari struktur bahasa dan juga struktur makna suatu wicara. Struktur bahasa memiliki kaitan erat dengan istilah kategori gramatikal. Modalitas merupakan kategori gramatikal yang digunakan pembicara dalam menyatakan suatu sikap terhadap sesuatu kepada lawan bicaranya, seperti dengan menginformasikan, menyuruh, melarang, meminta, dan sebagainya dalam kegiatan berkomunikasi (Sutedi, 2011:. Dalam bahasa Indonesia, modalitas dinyatakan secara leksikal, contohnya dengan kata-kata mungkin, barangkali, sebaiknya, seharusnya, tentu, pasti, boleh, mau, ingin, dan lain-lain. Modalitas dibagi menjadi empat yaitu modalitas intensional, modalitas epistemik, modalitas deontik, dan modalitas dinamik. Modalitas epistemik dalam bahasa Jepang disebut soEEAEEIC ninshiki modaliti. soEEAEEIC aUIUAAoCUAOUAsooEAACOAOn CeAoCCaCCUACNinshiki modaliti to wa, jitai ni taisuru hanashite no ninshiki teki na toraekata wo arawasu mono dearu. Modalitas epistemik adalah modalitas yang mengungkapkan cara memahami nalar si pembicara terhadap suatu keadaan (Nitta, 2003:. Penanda modalitas epistemik dalam bahasa Jepang yaitu darou, mai, rashii, mitai, hazu da, ni chigainai, dan kamoshirenai. Pada skripsi ini penulis meneliti mengenai modalitas epistemik kamoshirenai, darou, hazu da yang merupakan sama-sama memiliki fungsi untuk menunjukkan kemungkinan atau suatu dugaan terhadap suatu Agar lebih jelas, berikut contoh kalimat dengan bentuk kamoshirenai, darou, dan hazu da yang menunjukkan prediksi pembicara: AAyCUAUAAsAAEAUCCACUAAEAC Kare wa sore ga dekinai kamoshirenai. Dia mungkin tidak dapat melakukan itu. Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 Lucy mungkin saat ini sedang berada di dapur. Pada contoh . modalitas kamoshirenai menunjukkan dugaan kemungkinan dari pembicara. Sehingga kalimat . memiliki makna bahwa pembicara memiliki dugaan kalau orang yang dimaksud pembicara tidak dapat melakukan hal itu, akan tetapi pembicara merasa kurang yakin terhadap kebenaran situasi tersebut. Pada contoh . modalitas darou menunjukkan dugaan kemungkinan dari pembicara. Sehingga kalimat . memiliki makna bahwa pembicara memiliki dugaan kalau besok orang yang dimaksud pembicara akan Sedangkan pada contoh . modalitas hazu da juga menunjukkan dugaan kemungkinan dari pembicara. Sehingga kalimat . memiliki makna bahwa pembicara memiliki dugaan kemungkinan kalau saat ini Lucy sedang berada di dapur yang didasarkan oleh pengetahuan si pembicara akan kebiasaan Lucy. Meskipun sudah terdapat penjelasan mengenai modalitas epistemik kamoshirenai, darou, hazu da yang terdapat pada buku pelajaran, akan tetapi masih belum cukup sebagai acuan untuk pengetahuan akan struktur dan makna maupun kesamaan dan perbedaan penggunaan dari modalitas epistemik kamoshirenai, darou, hazu Buku yang digunakan selama perkuliahan yaitu buku pelajaran Minna no Nihongo, modalitas kamoshirenai, darou, hazu da yang diterangkan hanya menjelaskan hal-hal dasar mengenai penggunaannya dan fungsinya. Sehingga banyak mahasiswa yang belum mengetahui mengenai struktur dan makna dari modalitas epistemik kamoshirenai, darou, hazu da secara Berdasarkan hal tersebut penelitian mengenai modalitas kamoshirenai, darou, hazu da yang sama-sama termasuk ke dalam modalitas epistemik yang menunjukkan makna yang mirip yaitu kemungkinan atau suatu dugaan terhadap suatu peristiwa adalah hal yang perlu dilakukan, agar struktur, fungsi, dan makna dari modalitas tersebut menjadi jelas dan mudah dipahami. METODE AACAoyuCUACsAIAC Kare wa asu kuru darou. Dia mungkin besok datang. EECEAOaOaECUAAoAAC Lucy wa ima daidokoro ni iru hazu da. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah menggunakan metode deskriptif Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang ditunjukkan untuk memberikan fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat. Berikut langkah-langkah penelitiannya: Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. Metode Pengumpulan Data Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang diperkuat oleh hasil analisis data. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode kepustakaan . ibrary researc. , yaitu metode yang menggunakan pengumpulan banyak data atau berbagai informasi dari beberapa buku atau referensi yang berkaitan dengan pembahasan (Poerwadi, 1998:. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat yang kamoshirenai, darou, dan hazu da yang diperoleh dari The Balanced Corpus of Contemporary Written Japanese (BCCWJ). Data tersebut dikumpulkan kemudian dipilah, lalu data yang sudah dipilah dituliskan dalam kartu data. Metode Analisis Data Pada tahap analisis data, penulis menggunakan metode agih. Metode agih merupakan metode yang alat penentunya berasal dari bahasa yang bersangkutan (Sudaryanto, 2015:. Secara garis besar metode agih terbagi ke dalam dua teknik yaitu teknik dasar dan teknik lanjut. Teknik dasar yang digunakan pada penelitian ini berupa BUL . agi unsur langsun. , yaitu satuan datanya menjadi beberapa bagian. Setelah data-data terkumpul lalu penulis menganalisis data-data tersebut untuk mengetahui struktur dan makna dari modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da, serta persamaan dan perbedaan dari modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da dalam kalimat bahasa Jepang ragam tulis Metode Penyajian Hasil Data Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Dimana penulis menggunakan kata-kata yang mudah dipahami dalam memaparkan hasil analisis data dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan dijabarkan secara rinci mengenai hasil analisis struktur dan makna, serta persamaan dan perbedaan dari modalitas epistemik kamoshirenai, darou dan hazu da dalam ragam bahasa tulisan dalam blog yang datanya diambil dari korpus online BCCWJ (Balaced Corpus of Conteporary Written Japanes. Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 Analisis Struktur dan Makna Modalitas Epistemik Kamoshirenai Secara struktur diketahui bahwa modalitas epistemik kamoshirenai dapat melekat pada kata kerja, kata sifat-i, kata sifat-na, dan kata benda. Sedangkan secara makna modalitas epistemik kamoshirenai memiliki dua makna yaitu, menunjukkan makna pendapat secara umum. Sebelum menjelaskan hasil analisis secara terperinci perihal sturktur dan makna dari modalitas epistemik kamoshirenai, dibawah ini akan disajikan hasil analisis dalam bentuk grafik fungsi dan makna modalitas kamoshirenai. Grafik 1 Fungsi dan Makna Modalitas kamoshirenai Menyatakan Kemungkinan . Menyatakan Pendapat Umum . Berdasakan hasil analisis grafik 1 di atas dapat diketahui bahwa kalimat modalitas epistemik kamoshirenai yang menyatakan makna sebuah kemungkinan sebanyak 627 data atau sekitar 99%. Sedangkan kamoshirenai yang menyatakan pendapat secara umum sebanyak 5 data atau sekitar 1%. Menunjukkan Kemungkinan Analisis modalitas epistemik kamoshirenai yang menunjukkan makna kemungkinan serta strukturnya akan dijelaskan sebagai berikut. Berdasarkan grafik 1 di atas jumlah dan persentasi kamoshirenai menunjukkan makna kemungkinan, dari total 633 kalimat ada 627 kalimat atau 99 % yang menunjukan makna kemungkinan. Berikut contoh kalimat majemuk dengan modalitas epistemik kamoshirenai dan penjelasan mengenai makna dan strukturnya. uCOaOAEAnAUoUunaEACOAACe IsAUAoCUCUAUCCACUAAuCeAC Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. Shiriai /no /kata /ga /kiroku /koushin /shiteitara /tabun /juni /ga Kenalan /PAR /orang /PAR /rekor /perbaruan /seandainya / mungkin /posisi /PAR /zureru /kamoshiremasen. /bergeser /mungkin. Jika seandainya teman memperbarui rekornya mungkin posisi akan bergeser. (Korpus online BCCWJ) Pada kalimat . dilihat dari strukturnya terdiri dari kalimat utama, yaitu I s AU Ao CU CU dan klausa subordinat, yaitu uCOaOAEAnAUoUunAoCU yang dihubungkan oleh kata penghubung A CO . Pada kamoshirenai dengan bentuk sopan AUCCACUA Au Ce menempel pada kalimat utama yang merupakan kata kerja AoCUCU. Serta pada kalimat ini juga terdapat kata bantu AACe yang terletak di depan kalimat utama. Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 epistemik kamoshirenai dan penjelasan mengenai makna dan strukturnya. AiACUAoCAUCOAUcAAesCOCUAAE CUAAUCCACUAAEAC Hito /wa /umareta /toki /kara /unmei /no /ito /ini /ayatsurareteiru /no Manusia /PAR /lahir /saat /dari /takdir /PAR /benang /PAR /dikendalikan /PAR /kamoshirenai. /mungkin. Manusia mungkin sedari lahir takdirnya sudah (Korpus online BCCWJ) Pada kalimat . dilihat dari strukturnya terdiri dari kalimat utama, yaitu AiACUAoCAUCOAUcA AesCOCUAAECU. Pada kalimat ini modalitas epistemik kamoshirenai dengan bentuk sopan AU CCACUAAE menempel pada kalimat utama yang merupakan kata kerja esCU dalam bentuk pasif dan uCOaOAEAnAUoUunaECUUACOUA bentuk progresif esCOCUAAECU yang dihubungkan ACeUIsAUAoCUCUUAUCCACUAAuCe Klausa subordinat kata penghubung kata bantu kalimat utama kamoshiremasen oleh partikel A yang berfungsi sebagai penegas. Sedangkan dilihat dari maknanya modalitas epistemik kamoshirenai pada kalimat ini menyatakan makna kemungkinan pada kalimat utama juni ga zureru Aoposisi bergeserAo dengan kondisi pada klausa subordinat shiriai no kata ga kiroku koushin shiteitara Aojika seandinya teman memperbarui rekornyaAo. Pada kalimat ini terdapat kata bantu tabun AomungkinAo yang menambah makna kemungkinan yang akan terjadi. Sehingga kalimat ini memiliki makna bahwa pembicara memiliki dugaan kemungkinan kalau posisi akan bergeser, jika temannya memperbarui rekornya. Menunjukkan Pendapat Secara Umum Analisis modalitas epistemik kamoshirenai yang menunjukkan makna pendapat secara umum serta strukturnya akan dijelaskan sebagai berikut. Berdasarkan grafik 1 di atas jumlah dan persentasi kamoshirenai menunjukkan makna pendapat secara umum, dari 633 kalimat ada 5 kalimat atau 1 % yang menunjukan makna pendapat secara umum. Berikut contoh kalimat majemuk dengan modalitas AiACUAoCAUCOAUcAAesCOCUAAECU UAUAUCCACUAAE Kalimat utama partikel kamoshirenai Sedangkan dilihat dari maknanya modalitas epistemik kamoshirenai pada kalimat ini masyarakat secara umum mengenai kehidupan Secara keseluruhan kalimat ini menyatakan bahwa manusia sedari lahir takdirnya sudah ditentukan. Analisis Struktur dan Makna Modalitas Epistemik Darou Secara struktur diketahui bahwa modalitas epistemik darou dapat melekat pada kata kerja, kata sifat-i, kata sifat-na, dan kata benda. Sedangkan secara makna modalitas epistemik darou memiliki dua makna yaitu, menunjukkan makna kemungkinan dan menunjukkan makna Sebelum menjelaskan hasil analisis secara terperinci perihal sturktur dan makna dari modalitas epistemik darou, dibawah ini akan Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 disajikan hasil analisis dalam bentuk grafik fungsi dan makna modalitas epistemik darou. Grafik 2 Fungsi dan Makna Modalitasdarou modalitas epistemik darou dengan bentuk sopan A A CN AI menempel pada kalimat utama yang merupakan kata kerja Aa Cs A AE n iU dihubungkan oleh partikel A yang berfungsi sebagai penegas. Serta pada kalimat ini juga terdapat kata bantu oOI yang terletak di depan kalimat utama. oOIUCECAnAniUAEEas Menyatakan Kemungkinan . Menyatakan konfirmasi . Berdasarkan hasil analisis grafik 6 di atas dapat diketahui bahwa kalimat modalitas epistemik darou yang memiliki makna sebuah kemungkinan sebanyak 240 data atau sekitar 73%. Sedangkan kalimat modalitas epistemik darou yang menunjukkan makna konfirmasi sebanyak 89 data atau sekitar 27%. Menunjukkan Kemungkinan Analisis modalitas epistemik darou yang strukturnya akan dijelaskan sebagai berikut. Berdasarkan grafik 6 di atas jumlah dan persentasi modalitas epistemik darou yang menunjukkan makna kemungkinan, dari 329 kalimat ada 240 kalimat atau 73% yang menunjukan makna Berikut contoh kalimat majemuk dengan modalitas epistemik darou dan penjelasan mengenai makna dan strukturnya. oOICECAnAniUAEEaso aCsAAEniUaCNAIAC Tabun /keeji /no /soto /no /sekai /wa /puu /ni /totte /wa /kiken /de Mungkin /kandang /PAR /luar /PAR /dunia /PAR /Buu /PAR /bagi / PAR /bahaya /juga /osoroshii /sekai /na /no /deshou. /mengerikan /dunia /PAR /PAR /mungkin. Mungkin menurut Buu dunia di luar kandang merupakan dunia yang mengerikan dan (Korpus online BCCWJ) Pada kalimat . dilihat dari strukturnya terdiri dari kalimat utama, yaitu CECAnAniUAEEA asoaCsAAEniU. Pada kalimat ini oaCsAAEniUUAUAACNAI Kata bantu kalimat utama partikel deshou Sedangkan dilihat dari maknanya modalitas epistemik darou pada kalimat ini menyatakan makna dugaan kemungkinan berdasarkan asumsi pembicara mengenai kalimat utama keeji no soto no sekai wa Buu ni totte wa kiken de osoroshii sekai Aomenurut Buu dunia di luar kandang merupakan dunia yang mengerikan dan berbahayaAo. Pada kalimat ini terdapat kata bantu tabun yang menambah makna kemungkinan. Sehingga kalimat ini memiliki makna bahwa pembicara memiliki dugaan bahwa menurut Puu dunia di luar kandang merupakan dunia yang mengerikan dan berbahaya. Menunjukkan Makna Konfirmasi Analisis modalitas epistemik darou yang menunjukkan makna konfirmasi serta strukturnya akan dijelaskan sebagai berikut. Berdasarkan grafik 6 di atas jumlah dan persentasi modalitas epistemik darou yang menunjukkan makna konfirmasi, dari 329 kalimat ada 9 kalimat atau 27% yang menunjukan makna konfirmasi. Berikut contoh kalimat majemuk dengan modalitas epistemik darou dan penjelasan mengenai makna dan . ACCeAiAEyCAUiuCCACCUCaAcaEu iAEAEECeUAACeaEAOayCO CEasAAEAACNAIAC Anna /nagai /saka /ga /nanbon /mo /aru /wake /nanode, /aiyou Seperti itu /panjang /bukit /PAR /beberapa batang /PAR /ada /PAR /karena itu, /kesayangan /no /chari /wo /mochikonda /towaie, /sorya, /kitsui /deshou. /PAR /sepeda /PAR /membawa /walau /itu ya /sulit /kan. Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. Karena ada beberapa tanjakan yang panjang seperti itu, walaupun dengan membawa sepeda kesayangan, pastinya itu sulit kan? (Korpus online BCCWJ) Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 Fungsi dan Makna Modalitashazu da Pada kalimat . dilihat dari strukturnya terdiri dari dua klausa subordinat 1, yaitu ACCeAiAEyCAUi uCCACCUCaAc dan klausa subordinat 2, yaitu Eui A EA E E Ce UA A Ce A A A AE AO yang Menyatakan Kemungkinan . dihubungkan oleh kata penghubung A A dan Menyatakan Keyakinan . kalimat utama, yaitu Ay CO CE AA As A AE . Pada kalimat ini modalitas epistemik darou dengan bentuk sopan AACNAI menempel pada kalimat utama yang merupakan kata sifat-i AsAAE. ACCeAiAEyCAUiuCCACCUCaAcUAAUEui AEAEECeUAACeaEAOUAyCOCEas AAEUAACNAI Klausa subordinat 1 kata penghubung klausa subordinat 2 kalimat utama deshou Sedangkan dilihat dari maknanya modalitas epistemik darou pada kalimat ini menyatakan makna konfirmasi terhadap kalimat utama sore wa kitsui Aoitu sulitAo, atas dasar terhadap klausa subordinat anna nagai saka ga nanbon mo aru wake Aokarena ada beberapa tanjakan yang panjang seperti ituAo. Sehingga kalimat ini memiliki makna bahwa pembicara meminta konfirmasi kepada lawan bicaranya mengenai setuju atau tidaknya terhadap pendapatnya bahwa walaupun dengan membawa sepeda kesayangan pun pastinya akan itu sulit, karena ada beberapa tanjakan yang panjang. Analisis Struktur dan Makna Modalitas Epistemik Hazu da Secara struktur diketahui bahwa modalitas epistemik hazu da dapat melekat pada kata kerja, kata sifat-i, kata sifat-na, dan kata benda. Sedangkan secara makna modalitas epistemik hazu da memiliki dua makna yaitu, menunjukkan makna kemungkinan dan menunjukkan makna Sebelum menjelaskan hasil analisis secara terperinci perihal sturktur dan makna dari modalitas epistemik hazu da dibawah ini akan disajikan hasil analisis dalam bentuk grafik fungsi dan makna modalitas epistemik hazu da. Grafik 3 Berdasarkan hasil analisis grafik 3 di atas dapat diketahui bahwa kalimat modalitas epistemik hazu da yang memiliki makna sebuah kemungkinan yaitu sebanyak 108 data atau sekitar 24% lebih sedikit dibandingkan kalimat modalitas epistemik hazu da yang memiliki makna sebuah kemungkinan yaitu sebanyak 338 data atau sekitar Menunjukkan Kemungkinan Analisis modalitas epistemik hazu da yang strukturnya akan dijelaskan sebagai berikut. Berdasarkan grafik 3 di atas jumlah dan persentasi modalitas epistemik hazu da yang menunjukkan makna kemungkinan, dari 446 kalimat ada 108 kalimat atau 24% yang menunjukan makna Berikut contoh kalimat majemuk dengan modalitas epistemik hazu da dan penjelasan mengenai makna dan strukturnya. ACAEaOUAUAeAOACUAUCOaCeac AAEAAEAIAAoAAC Aitsu /wa, /shitagakoeteru /kara, /tabun /oishii /toiu /hazuda. Orang itu /PAR, /berselera makan /karena, /mungkin /lezat /PAR /mungkin. Orang itu berselera makan karena mungkin makanannya lezat. (Korpus online BCCWJ) Pada kalimat . dilihat dari strukturnya terdiri dari kalimat utama, yaitu a c A AE A AE AI dan klausa subordinat, yaitu ACAEaOUAUAeAOACU yang dihubungkan oleh kata penghubung AU CO . Pada kalimat ini modalitas epistemik hazu da dengan bentuk biasa A Ao A menempel pada kalimat utama yang merupakan kata kerja AAI. Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. Serta pada kalimat ini juga terdapat kata bantu AA Ce yang terletak di depan kalimat utama. Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 epistemik hazu da dengan bentuk sopan AAoAAo menempel pada kalimat utama yang merupakan kata kerja AyAI dalam bentuk progresif AyaE ACAEaOUAUAeAOACUUAUCOUAACeUa cAAEAAEAIUAAoA Klausa subordinat kata penghubung kata bantu kalimat utama hazu da Sedangkan dilihat dari maknanya modalitas epistemik hazu da pada kalimat ini menyebabkan berdasarkan pemikiran si pembicara mengenai kalimat utama oishii to iu Aomaksudnya nikmatAo, atas dasar pemikiran yang berasal dari klausa subordinat aitsu wa, shita ga koeteru Aodia berselera makanAo. Pada kalimat ini terdapat kata bantu tabun yang juga semakin menambah makna kemungkinan. Sehingga kalimat ini memiliki makna bahwa pembicara memiliki dugaan kemungkinan kalau makanan yang dia makan lezat, karena si pembicara melihat dia berselera makan. Menunjukkan Keyakinan Analisis modalitas epistemik hazu da yang menunjukkan makna keyakinan serta strukturnya akan dijelaskan sebagai berikut. Berdasarkan grafik 3 di atas jumlah dan persentasi modalitas epistemik hazu da yang menunjukkan makna keyakinan, dari 446 kalimat ada 338 kalimat atau 76% yang menunjukan makna keyakinan. Berikut contoh kalimat majemuk dengan modalitas epistemik hazu da dan penjelasan mengenai makna dan . EoeONCCAsaeayAA AECUAAoAAoAC Petto /jishin /mo /kitto /kazoku /no /ichinin /da /to Binatang peliharaan /diri sendiri /juga /pasti /keluarga /PAR /bagian /PAR /PAR /omotteiru /hazudesu. /berpikir /pasti. Pasti binatang peliharaan sendiri pun berpikir bahwa dia juga merupakan bagian dari keluarga. (Korpus online BCCWJ) Pada kalimat . dilihat dari strukturnya terdiri dari kalimat utama, yaitu EoeONCCaeA CU. Kalimat ini juga terdapat kata bantu AsAA yang terletak pada kalimat utama. AUEoeONCCAsaeayaE CUAsUAAoAAo Kalimat utama . rasa kata bantu klaus. hazu Sedangkan dilihat dari maknanya modalitas epistemik hazu da pada kalimat ini menyatakan makna keyakinan yang berdasarkan pemikiran si pembicara mengenai kalimat utama petto jishin mo kitto kazoku no ichininda to omotteiru Aobinatang peliharaan sendiri pun pasti berpikir bahwa dia juga merupakan bagian dari keluargaAo. Kata bantu kitto pada kalimat ini menambahkan keyakinan si Sehingga kalimat ini memiliki makna bahwa pembicara merasa yakin kalau, binatang peliharaan sendiri pun berpikir bahwa dia juga merupakan bagian dari keluarga. Persamaan Modalitas Epistemik Kamoshirenai. Darou dan Hazu da dari sudut pandang struktur kalimat dan makna Berdasarkan hasil analisis pada struktur dan makna bagian di atas, pada bagian ini akan dijelaskan mengenai persamaan dari modalitas epistemik kamoshirenai, darou dan hazu da dari sudut pandang struktur kalimat bahasa Jepang dan dari sudut pandang makna. Pada prinsipnya modalitas epistemik kamoshirenai, darou dan hazu da dapat menempel pada kosakata kata sifat dan kata kerja. Ketiganya sering terlihat digunakan bersama-sama kata keterangan tabun dan osoraku dalam kalimat untuk memperkuat makna kemungkinan atau dugaan. Seperti contoh kalimat berikut ini. uCOaOAEAnAUoUunaEACOAA CeIsAUAoCUCUAUCCACUAAuCeAC Shiriai no kata ga kiroku koushin shiteitara tabun juni ga zureru kamoshiremasen. Jika seandainya teman memperbarui rekornya mungkin posisi akan bergeser. A Ay A A AE CU . Pada kalimat ini modalitas Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. oOICECAnAniUAEEa soaCsAAEniUaCNAIAC Tabun keeji no soto no sekai wa Buu ni totte wa kiken de osoroshii sekai na no deshou. Mungkin menurut Buu dunia di luar kandang merupakan dunia yang mengerikan dan . ACAEaOUAUAeAOACUAUCOaCea cAAEAAEAIAAoAAC Aitsu wa, shitagakoeteru kara, tabun oishii toiu hazuda. Orang itu berselera makan karena mungkin makanannya lezat. (Korpus online BCCWJ) Pada ketiga kalimat di atas terdapat kata bantu Sehingga dapat disimpulkan bahwa modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da sama-sama dapat digunakan bersama kata keterangan tabun. Kemudian, kalimat berikut menunjukan penggunaan kata keterangan osoraku dalam kalimat majemuk dengan modalitas kamoshirenai, darou, dan hazu da. AOAyCOaOsCOAUCUAoAAuuCAEEC EsioAuEcAoCUAUCCACUAAEAC Osoraku, maeuri ga urezu. Nihon sakkaa kyoukai wa konwaku suru kamoshirenai. Asosiasi sepak bola Jepang sepertinya kebingungan karena penjualan tidak lancar. AOAyCOAauaECUaCeAAEAAE AACNAIAC Osoraku shitteiru hito wa hotondo inai Mungkin hampir tidak ada orang yang . AaCOAaOueuaeENcEEAECCUoA ACUAACNAIAcAAuCeAeAoAsUCeuA uoEayuaoAAoAC Osoraku konkai Kankoku wa, touzen kinmedaru mo neratteru deshou kedo [Nihon wo taos. koto wo saidai mokuteki toshite kita Ya tentu saja Korea pun mengincar medali emas, akan tetapi kali ini mungkin Korea Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 datang dengan tujuan utama untuk mengalahkan Jepang. (Korpus online BCCWJ) Pada ketiga kalimat di atas terdapat kata bantu Sehingga dapat disimpulkan bahwa modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da sama-sama dapat digunakan bersama kata bantu tabun dan osoraku. Selanjutnya kamoshirenai, darou, dan hazu da dari sudut pandang struktur juga dapat diletakan pada klausa subordinat pada kalimat majemuk, seperti contoh di bawah ini. nAuuaCACOUCOCUAAEAUCCACU AAuCeAUAAUauUIIAiaUAiCeAA NAUuAACUCEEAOAaueEAAsAAoAC Hoka no tochi de wa amari mirarenai kamoshiremasen ga. Ibaraki kennai no sobayasan de wa ishiusu ga mawatteru shiin wa yoku mokugeki dekimasu. Mungkin di tempat lain jarang sekali terlihat, tapi di toko soba yang ada di Ibaraki bisa menyaksikan pemandangan operasi mortar. AeiAEAuICCaECUACsAIAUCOAA AoaUAyCaCOAAEAC Hodoubangumi wa henshuu mo shiteiru darou kara, subete no jijistu wa tsutawaranai. Karena acara berita juga mungkin di edit, maka tidak semua fakta tersampaikan. auAiaeACeaECUAAUOIAU aECUAAoAAoAUCOnoAUUiAsAAoAC Kodomotachi wa, dare no koto wo itteiru no ka wakatteiru hazudesu karashisen ga Anak-anak pandangannya bekerja karena mungkin mengerti sedang membicarakan (Korpus online BCCWJ) Pada . kamoshirenai terletak pada klausa subordinat n AuuaCACOUCOCUAAEUAUCCACUAAu Ce yang dihubungkan oleh kata hubung AU. Pada kalimat . modalitas epistemik darou terletak pada klausa subordinat nAeiAEAuICCAA Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. AECUUACsAI yang dihubungkan oleh kata hubung AUCO. Pada kalimat . modalitas epistemik hazu da terletak pada klausa subordinat AAeACeA aECUAAUOIAUaECUUAAoAAo yang dihubungkan oleh kata hubung AU CO . Sehingga dapat disimpulkan bahwa baik modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da sama-sama dapat diletakkan pada klausa subordinat. Seperti yang dapat dilihat dari hasil analisis dibagian sebelumnya, dari sudut pandang makna, ketiga modalitas ini memiliki makna untuk menunjukan suatu kemungkinan atau dugaan. Hal tersebut dapat dilihat dari contoh kalimat dibawah ini dan penjelasan analisisnya. cEOAAUACOEECECOsAACCA AUAACOniUEAeiCEsAoCUAUCC ACUAAEAAoAAC Wesuto West kakutokusuru kamoshirenaidesu ne. West cukup berada di posisi atas, barang kali sepertinya akan jadi juara dunia. OuAuACOAcaCeioCCuOIO ACCUCUAeAAUAAsAAECeACsAIAC Kyou wa kumo darake nanode tabun yuuhi mo gekkouyoku mo miru koto ga dekinain darou. Karena hari ini sangat berawan, sepertinya tidak akan bisa melihat matahari terbenam serta sinar bulan. ACAEaOUAUAeAOACUAUCOaCea cAAEAAEAIAAoAAC Aitsu wa, shitagakoeteru kara, tabun oishii toiu hazuda. Orang itu berselera makan karena mungkin makanannya lezat. (Korpus online BCCWJ) Pada . kamoshirenai menyatakan makna kemungkinan pada kalimat utama sekai chanpion kakutokusuru Aomendapatkan juara duniaAo, atas dasar pada klausa subordinat West wa kanari ranking joui AoWest cukup berada di posisi atasAo. Pada kalimat itu juga terdapat kata bantu moshikashitara yang biasanya Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 digunakan bersamaan dengan modalitas epistemik kamoshirenai untuk menyatakan kemungkinan. Kemudian, pada kalimat . modalitas epistemik darou menyatakan makna kemungkinan pada kalimat utama yuuhi mo gekkouyoku mo miru koto ga dekinai Aotidak bisa melihat matahari terbenam serta sinar bulanAo, atas dasar pada klausa subordinat kyou wa kumo darake Aohari ini sangat berawanAo. Pada kalimat itu juga terdapat kata bantu tabun yang digunakan untuk menyatakan kemungkinan. Lalu, pada kalimat . modalitas epistemik hazu da pada kalimat ini menyebabkan penambahan makna kemungkinan yang berdasarkan pemikiran si pembicara mengenai kalimat utama oishii to iu Aomaksudnya nikmatAo, atas dasar pemikiran yang berasal dari klausa subordinat aitsu wa, shita ga koeteru Aodia berselera makanAo. Pada kalimat juga ini terdapat kata bantu tabun yang juga semakin menambah makna kemungkinan. Sehingga berdasarkan penejelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa baik modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da sama-sama dapat berfungsi untuk menyatakan makna sebuah dugaan Agar lebih jelas, berikut ini akan ditampilkan persamaan dari modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da secara keseluruhan dalam bentuk tabel seperti di bawah Tabel 1 Persamaan modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da. No. Persamaan Keterangan Sama-sama dapat menempel Struktur pada kata sifat-i Sama-sama dapat menempel Struktur pada kata kerja Sama-sama dapat digunakan Sturktur & bersama kata bantu tabun Makna Sama-sama dapat digunakan Sturktur & bersama kata bantu osoraku Makna Sama-sama dapat diletakkan Struktur pada klausa subordinat Sama-sama memiliki bentuk Struktur Sama-sama memiliki makna Makna Dengan melihat tabel di atas dapat diketahui bahwa modalitas epistemik kamoshirenai, darou, hazu da secara struktur sama-sama dapat menempel pada kata sifat dan kata kerja, sama-sama dapat diletakkan pada klausa subordinat, serta sama-sama memiliki bentuk sopan. Sedangkan secara makna Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. modalitas epistemik kamoshirenai, darou, hazu da sama-sama memiliki makna kemungkinan dan sama-sama dapat digunakan bersama kata bantu tabun dan osoraku. Perbedaan Modalitas Epistemik Kamoshirenai. Darou dan Hazu da Berdasarkan hasil analisis pada struktur dan makna bagian di atas, dan penjelasan persamaan dari sudut pandang struktur dan makna, pada bagian ini akan dijelaskan mengenai perbedaan dari modalitas epistemik kamoshirenai, darou dan hazu da dari sudut pandang struktur kalimat bahasa Jepang dan dari sudut pandang makna. Dari sudut padang struktur kalimat bahasa Jepang dan makna kalimat perbedaannya adalah sebagai Pertama, adalah penggunaan kata keterangan yang berbeda dalam kalimat yang menyebabkan perbedaan makna. Kalimat yang menggunakan kamoshirenai menggunakan kata keterangan moshikasuruto yang menunjukan pembicara tidak sepenuhnya yakin atau tidak begitu yakin akan kemungkinan atau dugaan yang disampaikan. Sedangkan, pada kalimat yang menggunakan modalitas darou dan hazu da sering kali digunakan bersamaan dengan kata keterangan kitto seperti contoh kalimat di bawah ini. iuOsAiuaEAIEICCACCUAA CCAAUAoCUAAyAAUeAUCCACUAAuCe Suujitsu maeni houchoushita toiu jouhou mo aru node, moshikasuruto sana kotai Beberapa hari sebelumnya juga ada informasi mengenai pelepasan burung, jadi mungkin saja itu. OuAOAoasaCCA aCsAIAAC Kyou no hanabi taikai, kitto tottemo kireidatta darou na. Pesta kembang api hari ini pasti sangat indah. EoeONCCAsaeayA AAECUAAoAAoAC Petto jishin mo kitto kazoku no ichinin da to omotteiru hazudesu. Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 Pasti binatang peliharaan sendiri pun berpikir bahwa dia juga merupakan bagian dari (Korpus online BCCWJ) Pada kalimat . terdapat kata keterangan moshikashitara yang digunakan bersama modalitas epistemik kamoshirenai untuk menyatakan Kemudian, pada data kalimat tidak moshikashitara pada kalimat yang menggunakan modalitas epistemik darou dan hazu da. Begitu pula sebaliknya pada contoh seperti . kata keterangan kitto yang tidak ditemukan pada kalimat yang menggunakan modalitas epistemik kamoshirenai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modalitas epistemik darou dan hazu da sulit digunakan bersamaan bersama kata keterangan menunjukkan kemungkinan yang kecil. Sebaliknya modalitas epistemik kamoshirenai sulit digunakan bersamaan dengan kata bantu kitto yang digunakan untuk menunjukkan kemungkinan yang besar akan tetapi modalitas epistemik darou dan hazu da Artinya kalimat yang menggunakan modalitas epistemik kamoshirenai memiliki persentasi kemungkinan isi kalimat akan terjadi atau terwujud lebih rendah dibanding kalimat kemungkinan yang menggunakan modalitas modalitas epistemik darou dan hazu da. Perbedaan selanjutnya dari sisi struktur kalimat adalah modalitas epistemik darou tidak dapat difungsikan sebagai kata keterangan . dari kata benda. Sedangkan modalitas epistemik kamoshirenai dan hazu da dapat digunakan sebagai kata keterangan . kata benda, seperti contoh di bawah . caEuAEAUCCACUAAEAAUuAEAUCCACU AAEnIueAiCeAEAAC Hitori kamoshirenai shinnyuushain ita. Ada orang baru yang sepertinya cantik dan . yioaoAuAUAAcEONCUAAEAAC Horyuu no hazu no denwa ga matamoya Telepon yang seharusnya terhubung lagi-lagi (Korpus online BCCWJ) Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. Selanjutnya dari sudut pandang struktur kalimat, kata sifat na yang menempel bersama modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da memiliki perbedaan bentuk, terutama kata sifat na yang menempel pada modalitas hazu da yang muncul dalam bentuk lengkap dengan akhir na, kamoshirenai, dan darou kata sifat na digunakan tanpa akhira na, seperti contoh kalimat dibawah ini. CAeCCAaOAAOnAiCUCUA IAUCCACUAAEAC Salariiman mo kyuuyoshotoku de handan sarereba kouhei kamoshirenai. Pekerja kantoran pun sepertinya adil jika dilihat dari pendapatannya. OAAeECeOAoaiAsCCAoCneAU IAACsAIAC Kowashita kankyou wo modosuniwa, nanbai mo no jikan ga hitsuyou darou. Mungkin diperlukan waktu yang sangat banyak untuk mengembalikan lingkungan yang rusak. EaEEOEcEAuUNaAUEcECEEO asCUCaAcAAUCOauCCOA eoEaEaoAAC Nootopasokon no denchizanryou ga paasento hyouji ni dekiru wake dakara, keitaidenwa mo gijutsuteki ni wa kanouna hazuda. Karena jumlah baterai pada notebook bisa di tampilkan dalam persen, maka secara teknologi pada telepon selular pun pasti bisa. (Korpus online BCCWJ) Berikutnya penggunaan kata benda yang menempel sebagai kata keterangan . pada modali tas hazu da juga ditambahkan partikel no, berbeda dengan kata benda yang berfungsi sebagai kata ket erangan pada modalitas kamoshirenai, darou tid ak perlu menambahkan partikel no, seperti contoh k alimat dibawah ini. iuOsAiuaEAIEICCACCUa CCAAUAoCUAAyAAUeAUCCACUAAuCeAC Suujitsu maeni houchoushita toiu jouhou mo aru node, moshikasuruto sono kotai Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 Beberapa hari sebelumnya juga ada informasi mengenai pelepasan burung, jadi mungkin saja itu. oauAaOAuOUAAOAyCOAaeuACsAIAC Ashita no shiai no aite wa osoraku darou. Sepertinya lawan pada pertandingan besok adalah Korea. yioaoAuAUAAcEONCUAAEAAC Horyuu no hazu no denwa ga matamoya Telepon yang seharusnya terhubung lagi-lagi (Korpus online BCCWJ) Terakhir dari sisi struktur penggunaan modalitas ep istemik kamoshirenai, darou, danhazu da, mod alitas kamoshirenai, darou dapat digabungkan de ngan pola to omou(AAyAI), sedangkan kalimat y ang menggunakan modalitas hazu da sulit digunak an bersamaan dengan pola to omou (AAyAI), sep erti contoh kalimat dibawah ini. EucauAUCCACUAAEAAyAEaCN AAIAAcOaUCAAUAA Bosu mo sekkyaku chuu kamoshirenai to omoi, chotto mattemoratte tashikameni itta. Saya berpikir mungkin bos juga sedang ada tamu, jadi saya suruh menunggu sebentar lalu pergi untuk memastikan. AiAACOCUACsAIAAyAAe EaCeAAoAcACOAAEAC Gohan tabetara naoru darou to omotte morimori tabetetandesu kedo naoranai. Saya pikir kalau makan mungkin akan sembuh, maka dari itu Saya makan banyak, tapi setelah makan banyak pun tidak sembuhsembuh. (Korpus online BCCWJ) Pada kalimat . modalitas epistemik kamoshirenai dan modalitas epistemik darou sama-sama diikuti oleh pola kalimat to omou. Akan tetapi pada data tidak ditemukan modalitas epistemik hazu da yang diikuti oleh pola kalimat to omou. Berdasarkan hal tersebut diantara Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da, modalitas hazu da adalah modalitas yang menunjukan kemungkinan atau dugaan yang paling kuat. Artinya perihal atau isi kalimat yang menggunakan modalitas hazu da memiliki kemungkinan akan terjadi paling besar, dibanding kamoshirenai dan darou. Berikutnya adalah perbedaan dari sudut pandang makna, jika kita melihat hasil analisis makna dari modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da didapatkan hasilnya yang berbeda dalam makna dan penggunaan. Dari data yang sudah dikumpulkan dapat diketahui masingmasing prosentase penggunaan makna dari modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da pada korpus online BCCWJ, yakni sebagai berikut: Presentase penggunaan makna kemungkinan pada modalitas epistemik kamoshirenai jauh lebih tinggi dibandingkan makna pendapat secara umum, yakni 99% berbanding 1%. Presentase penggunaan makna kemungkinan pada modalitas epistemik darou jauh lebih tinggi dibandingkan makna konfirmasi, yakni 73% berbanding 27%. Presentase penggunaan makna keyakinan pada modalitas epistemik hazu da jauh kemungkinan, yakni 76% berbanding 24%. Dari hasil analisis tersebut diketahui bahwa kalimat kamoshirenai, darou, dan hazu da masing Ae masing memiliki perbedaan dalam penggunaan utama . ungsi utam. dan makna. Modalitas epistemik kamoshirenai, dan darou memiliki penggunaan atau fungsi utama untuk memunculkan makna kemungkinan atau dugaan. Sedangkan epistemik hazu da memiliki penggunaan atau fungsi utama dan makna sesuatu Selanjutnya dari sudut pandang makna modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da masing Ae masing memiliki tingkat keyakinan yang berbeda, seperti contoh kalimat di bawah ini. AIaEaUCCACUAAEaEAUAAEAU CCACUAAEaCCaIaEAACOe CEAC Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 Umakuiku kamoshirenai, demo, umakuittara lakkii. Mungkin saja berjalan lancar, mungkin juga tidak, tapi seandainya berjalan lancar beruntung. iuOsAiuaEAIEICCACCUAA CCAAUAoCUAAyAAUeAUCCACUAAuCe Suujitsu maeni houchoushita toiu jouhou mo aru node, moshikasuruto sana kotai Beberapa hari sebelumnya juga ada informasi mengenai pelepasan burung, jadi mungkin saja itu. Pada . kamoshirenai menyatakan kemungkinan dalam bentuk kontradiksi, yaitu memiliki kemungkinan yang saling berlawanan. Jika ditunjukkan dalam angka yaitu 50:50. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembicara yang menggunakan modalitas kamoshirenai kemungkinan yang tidak lebih dari 50%. Selain itu pada umumnya modalitas epistemik kamoshirenai sering digunakan bersama kata bantu hyottoshitara dan moshikasuruto yang berfungsi untuk menunjukkan kemungkinan yang kecil seperti pada kalimat . Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat prediksi pada modalitas epistemik kamoshirenai rendah. Selanjutnya untuk tingkat keyakinan modalitas epistemik darou dapat dilihat dari kalimat berikut ini. OuAuyAUCOuaoAUAAoAiCsAA CECAACsAIAOaEAAoAC Kyou wa asa kara ame na nodesu ga, hi goro ni wa yamu darou to yosoku shiteimasu. Hari ini hujan turun dari pagi, tapi saya memperkirakan sekitar siang hari hujan akan . OuAOAoasaCCA aCsAIAAC Kyou no hanabi taikai, kitto tottemo kireidatta darou na. Pesta kembang api hari ini pasti sangat indah. Pada kalimat . modalitas epistemik darou digunakan untuk memprediksi kemungkinan berhentinya hujan berdasarkan pemikiran si Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. pembicara yang bersifat subjektif dengan melihat Telah dijelaskan juga sebelumnya bahwa tidak ditemukan penggunaan kata bantu hyottoshitara dan moshikasuruto yang berfungsi untuk menunjukkan kemungkinan yang kecil yang digunakan bersama modalitas epistemik darou. Akan tetapi modalitas epistemik darou bisa digunakan bersama kata batu kitto yang berfungsi untuk menunjukkan kemungkinan yang tinggi, seperti pada kalimat . Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat prediksi modalitas epistemik darou lebih tinggi dibanding modalitas epistemik kamoshirenai. Selanjutnya untuk tingkat keyakinan modalitas epistemik hazu da dapat dilihat dari kalimat berikut ini. EoeONCCAsaeayA AAECUAAoAAoAC Petto jishin mo kitto kazoku no ichinin da to omotteiru hazudesu. Pasti binatang peliharaan sendiri pun berpikir bahwa dia juga merupakan bagian dari . AeCUAUCOoIAUaUNCUoCuAOaCUAUCO ACeaCUAAoAAC Korekara minna ga kyuuyo ga deru jiki ni naru kara mise wa kondekuru hazuda. Mulai dari sekarang waktunya semua orang untuk mendapatkan gaji, karena itu sepertinya toko akan mulai penuh. (Korpus online BCCWJ) Pada kalimat . modalitas epistemik hazu da digunakan bersama kata bantu kitto yang berfungsi untuk menunjukkan kemungkinan yang tinggi. Sedangkan pada kalimat . modalitas epistemik hazu da menyatakan makna kemungkinan berdasarkan pemikiran logis yang bersifat objektif, sehingga dapat dikatakan pembicara yang menggunakan modalitas epistemik hazu da tingkat prediksinya tinggi, lebih tinggi jika dibandingkan dengan modalitas epistemik darou. Terakhir dari sudut pandang makna, modalitas epistemik kamoshirenai dapat muncul makna kemungkinan yang saling berlawanan, yang tidak dimiliki oleh darou, dan hazu da seperti contoh kalimat berikut ini. Penerbit. LPPM Unsada Tanggal. 8 Maret 2024 . AIaEaUCCACUAAEaEAUAAEAU CCACUAAEaCCaIaEAACOe CEAC Umakuiku kamoshirenai, demo, umakuittara lakkii. Mungkin saja berjalan lancar, mungkin juga tidak, tapi seandainya berjalan lancar beruntung. Pada . kamoshirenai menyatakan kemungkinan dalam bentuk kontradiksi, yaitu memiliki kemungkinan yang saling berlawanan. Pada data tidak ditemukan penggunaan bentuk kontradiksi dalam modalitas epistemik darou dan hazu da, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemungkinan yang saling berlawanan . entuk kontradiks. hanya bisa kamoshirenai. Berdasarkan hasil analisis perbedaan modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da dari sudut pandang struktur dan makna, perbedaan dari modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da secara keseluruhan dalam bentuk tabel adalah seperti dibawah ini. Tabel 2 Perbedaan modalitas epistemik kamoshirenai, darou, dan hazu da. No. Perbedaan Penggunaan moshikasuruto & kitto Modalitas epistemik darou tidak dapat menerangkan kata Perbedaan penggunaan kata sifat-na pada modalitas hazu Perbedaan penggunaan kata benda pada modalitas hazu Memiliki makna lain Tingkat prediksi yang berbeda Modalitas epistemik darou dan hazu da tidak dapat kemungkinan yang saling Modalitas epistemik hazu da tidak dapat digunakan dalam pola kalimat to omou Keterangan Makna Struktur Struktur Struktur Makna Makna Struktur Struktur Jurnal Sosial Humaniora Vol. No. p-ISSN. Dengan melihat tabel di atas dapat diketahui bahwa modalitas epistemik kamoshirenai, darou, hazu da secara struktur memiliki perbedaan dalam hal menerangkan kata benda dan perbedaan dalam penggunaan kata sifat-na dan kata benda pada modalitas epistemik hazu da, selain itu diketahui penggunaan kemungkinan bentuk kontradiksi hanya bisa digunakan pada modalitas epistemik kamoshirenai. Sedangkan secara makna modalitas epistemik kamoshirenai, darou, hazu da memiliki perbedaan yakni, dalam hal penggunaan kata bantu moshikasuruto dan kitto, memiliki makna lain selain kemungkinan, dan memiliki perbedaan dalam tingkat prediksinya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis modalitas epistemik kamoshirenai, darou, hazu dari data korpus online BCCWJ (Balaced Corpus of Conteporary Written Japanes. Diketahui bahwa modalitas epistemik kamoshirenai, darou, hazu da, jika dilihat dari sudut pandang struktur samasama dapat menempel pada kata kerja, kata sifat-i, kata sifat-na dan kata benda serta sama-sama dapat diletakkan pada kalimat utama maupun klausa Sedangkan dilihat dari sudut pandang makna, modalitas epistemik kamoshirenai, darou, hazu da dapat memunculkan makna kemungkinan atau dugaan. Namun ada hal berbeda kamoshirenai digunakan untuk menyatakan dugaan kemungkinan yang tingkat prediksinya rendah serta menyatakan pendapat secara umum. Sedangkan modalitas epistemik darou digunakan untuk menyatakan dugaan sebuah kemungkinan atas dasar pemikiran yang bersifat asumsi dan imajinasi, sehingga tingkat prediksinya tidak lebih tinggi jika dibandingkan dengan modalitas epistemik hazu Sedangkan modalitas epistemik hazu da digunakan untuk menyatakan dugaan sebuah kemungkinan atas dasar pemikiran yang logis, sehingga tingkat keakuratan prediksinya paling tinggi dibanding kamoshirenai, dan darou. Oleh sebab itu fungsi utama dari modalitas epistemik hazu da menunjukan keyakinan akan suatu prediksi dibanding suatu kemungkinan atau dugaan. REFERENSI