Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PAI DI SDN 074 BENGKULU UTARA Dewi Nikmatul Baroroh Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu nikmatuldewi4@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menerapkan pembelajaran menggunakan media gambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dibagi menjadi dua siklus dan di awali dengan Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, obeservasi, evaluasi, dan Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas V semester satu . di SDN 74 Bengkulu Utara tahun pelajaran 2024/2025. Adapun hasil penelitian yang dilaksanakan pada 11 orang siswa, pada kegiatan pra siklus jumlah siswa yang tuntas adalah 2 siswa . ,2%), sedangkan siswa yang belum tuntas 9 siswa . ,8 %) dengan nilai rata-rata 55,9%. Pada siklus I siswa mengalami peningkatan jumlah siswa yang tuntas 6 siswa . ,5%) sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 5 siswa . ,5%) dengan nilai rata-rata 70,9. Kemudian pada siklus II ini mengalami peningkatan yang sangat tinggi dibandingkan dengan siklus sebelumnya yaitu siswa yang sudah mencapai KKM berjumlah 10 siswa . ,9 %), sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 1 siswa . ,1 %) dengan nilai rata-rata 86,3. Penelitian ini menunjukan bahwa penerapan pembelajaran dengan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas V SDN 074 Bengkulu Utara. Kata Kunci: Hasil Belajar. Media Gambar. Pendidikan Agama Islam Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 PENDAHULUAN Pendidikan menurut sebagian besar orang, berarti berusaha membimbing anak untuk menyerupai orang dewasa sedangkan menurut Jean Piaget pendidikan sebagi penghubung dua sisi, disatu sisi individu yang sedang tumbuh dan disisi lain nilai sosial, intelektual, dan moral yang menjadi tanggung jawab pendidikan untuk mendorong individu tersebut. Pandangan tersebut memberi makna bahwa pendidikan adalah segala sistuasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Menurut beberapa ahli pendidikan menurut Kamus Besar Indonesia iyalah proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Sedangkan menurut McLeod bahawa pendidikan adalah dalam pengertian yang sempit pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan (Sagala, 2. Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan siswa untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertakwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran 2 agama Islam dari sumber utamanya kitab suci AL-QurAoan dan Al-Hadis, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan serta penggunaan pengalaman (Majid, 2. Agar suatu tafsir tidak menyimpang dari dasarnya, maka dalam penyampaian haru menggunakan strategi dan metode yang tepat dan mudah dipahami. Dalam hal ini guru harus memilik kopetensi pedagogik yakni, pemahaman guru terhadap anak didi, perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan anak didik untuk mengaktualisasikan sebagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi pedagogik ini juga sering dimaknai sebagai kemampuan mengelola pembelajaran (Agus dan Hamrin. Guru harus mampu menguasai dalam penggunaan media pembelajaran agar tercapainya proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter siswa. Penggunaan media atau alat bantu disadari oleh banyak praktisi pendidikan sangat membantu aktivitas proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas, terutama membantu peningkatan prestasi belajar siswa. Namun, dalam implementasinya tidak banyak guru yang memanfaatkannya, bahkan penggunaan metode ceramah monoton masih cukup populer di kalangan guru dalam proses pembelajaran. Keterbatasan media pembelajaran di satu pihak dan lemahnya kemampuan guru menciptakan media tersebut di pihak lain membuat penerapan metode ceramah makin Kondisi ini jauh dari menguntungkan. Terbatasnya alat-alat teknologi pembelajaran yang dipakai di kelas diduga merupakan salah satu sebab lemahnya mutu pendidikan pada Hal ini terlebih sangat dirasakan pada mata pelajaran keagamaan. Pemanfaatan media dalam proses pembelajaran di bidang keagamaan dapat dikatakan belum optimal. Demikian itu, lebih dirasakan bila dikaitkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (Handayani, 2. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu media gambar, berdasarkan hasil observasi di SDN 074 Bengkulu Utara dalam pembelajaran khususnya Pendidikan Agama Islam masih dilakukan dengan metode ceramah tanpa menggunakan media berupa gambar ataupun vidio visual. Hal ini tentunya menjadi kesulitan bagi guru dalam untuk pencapaian belajar siswa, tentunya dampak yang dialami siswa juga berupa kurangnya minat dalam belajar yang dapat mengakibatkan tidak tercapainya standar pencapaian nilai. Dari latar belakang tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: AuBagaimana penerapan pembelajaran dengan menggunakan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islan (PAI) di kelas V SDN 074 Bengkulu Utara?Ay Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 METODE Subyek Penelitian Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SDN 074 Bengkulu Utara pada semester satu Tahun Pelajaran 2024/2025 sebanyak 11 siswa, yang terdiri dari 7 siswa perempuan dan 4 siswa laki-laki. Penelitian tindakan kelas ini dibagi menjadi dua siklus, di awali dengan prasiklus, siklus I dan siklus II, selama 1 bulan pada bulan November tahun 2024. Adapun tempat penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 074 Bengkulu Utara pada semester Satu Tahun Pelajaran 2024/2025 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Langkah-langkah pelaksanaan Langkah-langkah awal dalam penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdapat empat tahap yaitu perencanaan, acting . , observasi . , dan refleksi. Berikut ini adalah gambar keempat langkah dalam PTK: Gambar 1. Suharsimi Arikunto. Penelitian Tindakan Kelas. Cet 11, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , h. Siklus 1 Tahap perencanaan pembelajaran Hal-hal perlu dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah: Menentukan materi pokok pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran atau (RPP). Menyusun materi pelajaran. Menyiapkan media . edia gamba. dan bahan ajar. Menyiapkan alat . observasi baik bagi siswa maupun bagi penulis. Tahap pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini dilakukan untuk mengelola proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan media gambar. Adapun langkahlangkah pembelajaran menggunakan media gambar dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ialah sebagai berikut: Siswa dibagi menjadi lima kelompok. Guru menyiapkan media gambar . ambar tata cara shola. Guru membagikan gambar tata cara sholat kepada tiap-tiap kelompok. Guru memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk mencermati gambar tersebut. Guru menjelaskan tiap-tiap gerakan yang ada pada gambar. Guru berkeliling pada tiap kelompok untuk menguji tingkat pemahaman siswa Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 setelah melihat gambar tersebut. Guru membagi lembar kerja pada masing-masing siswa. Masing-masing siswa mengerjakan lembar kerja. Ketua kelas menyatukan lembar kerja yang telah selesai dikerjakan oleh siswa. Tahap pengamatan Kegiatan ini dilakukan selama proses pembelajaran dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang lebih mendasar tentang suasana pembelajaran yang dilakukan mulai dari awal sampai akhir kegiatan pembelajaran. Data dari observasi tersebut digunakan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan sebagai acuan perbaikan pada siklus berikutnya. Tahap refleksi Refleksi adalah kegiatan yang dilakukan ketika penulis telah selesai melakukan Refleksi merupakan kegiatan menganalisis dan membuat kesimpulan berdasarkan hasil observasi selama siklus I berlangsung. Kegiatan refleksi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan penelitian tindakan kelas dan mengetahui perlu atau tidaknya diadakan siklus berikutnya. Berdasarkan tahap observasi, maka pada tahap refleksi perlu dilakukan adanya analisis serta membuat perbaikan berdasarkan pengamatan dan catatan lapangan pada setiap Siklus. Siklus 2 Pelaksanaan Siklus II dilaksanakan pada hasil refleksi siklus I. Apabila pada Siklus I hasil analisis belum memuaskan maka siklus tindakan yang dilanjutkan pada Siklus II Pelaksanaan Siklus II dilaksanakan untuk memperbaiki kelemahan atau kegagalan pada setiap Siklus. Teknik Pengumpulan Data Observasi Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. 7 Observasi atau pengamatan sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan (Margono, 2. Tes Tes adalah rangkaian pertanyaan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Jenis tes yang digunakan pada penelitian ini adalah pre test dan post test yang sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Adapun tujuan dari metode tes ini digunakan adalah untuk memperoleh data mengenai hasil belajar siswa sebelum dan setelah pembelajaran dengan menggunakan media gambar (Mahmud, 2. Dokumentasi Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti bukubuku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya (Arikunto, 2. Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui data kuantitatif. Analisis kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan angka-angka yang dijumlahkan Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 sebagai data yang kemudian dianalisis. Analisis data kuantitatif dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkan penggunaan media pembelajaran dalam proses siswa. Hasil belajar siswa akan dideskripsikan melalui pengolahan data dengan rumus: (Suharsaputra. Rumus untuk menghitung presentase : ya ycU100% ycA Keterangan: P = Presentase Ketuntasan Siswa F = Jumlah siswa yang mendapatkan nilai Ou 75 N = Banyaknya Siswa Rumus untuk menghitung rata-rata xE ycU= ycu Keterangan: X =Nilai rata-rata xE = Jumlah semua nilai tes siswa n =Jumlah siswa yang mengikuti tes HASIL Hasil Belajar Prasiklus Sebelum dilakukan penerapan pembelajaran dengan penggunaan media gambar pada pembelajaran PAI, diakukan tes terlebih dahulu pada siswa didapat nilai belajar sebegai berikut. Tabel 1. Data Hasil Belajar Siswa Prasiklus Aspek Deskripsi 11 Orang Jumlah Siswa yang ikut Tes 2 Orang . ,2 %) Jumlah Siswa yang Tuntas 9 Orang . ,8 %) Jumlah Siswa yang tidak Tuntas Jumlah Nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 75 dan nilai Nilai rata-rata yang dicapai adalah 55,9. Data hasil belajar siswa prasiklus dapat digambarkan grafik sebagai berikut: Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Ketuntasan Hasil Belajar PraSiklus 18,20% 81,80% Tuntas Tidak Tuntas Gambar 2. Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Prasiklus Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa dari 11 siswa, yang telah tuntas sebanyak 2 siswa dengan presentase 18,20 % dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 9 siswa dengan presentase 81,8 %. Hasil belajar Siklus I Setelah dilakukan pembelajaran pada siklus I, berikut adalah hasil belajar PAI siswa siklus I dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi . Tabel 2. Data Perolehan Hasil Belajar Siswa Siklus I Aspek Deskripsi Jumlah Siswa yang ikut Tes 11 Orang 6 Orang . ,5%) Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang tidak Tuntas 5 Orang . ,5%) Jumlah Nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 85 sedangkan nilai terendah yaitu 55. Nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 70,90. Data hasil belajar siswa siklus II dapat digambarkan dalam diagram berikut: Ketuntasan Hasil Belajar Murid Siklus I 45,50% 54,50% Tuntas Tidak Tuntas Gambar 3. Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa dari 11 siswa yang telah tuntas sebanyak 6 siswa dengan presentase 54,50 % dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 5 siswa dengan presentase 45,50%. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Hasil Belajar Siswa Siklus II Setelah melaksanakan pembelajaran pada siklus II berikut adalah hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa siklus II dengan penerapan pembelajaran Tabel 3. Data Perolehan Hasil Belajar Siswa Siklus Aspek Deskripsi 11 Orang Jumlah Siswa yang ikut Tes 10 Orang . ,9 %) Jumlah Siswa yang Tuntas 1 Orang . ,1 %) Jumlah Siswa yang tidak Tuntas Jumlah Nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 100 sedangkan nilai terendah yaitu 70. Nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 86,3. Data hasil belajar siswa siklus II dapat digambarkan dalam diagram berikut: Ketuntasan Hasil Belajar Murid Siklus II 9,10% 90,90% Tuntas Tidak Tuntas Gambar 4. Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus II Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa siswa yang telah tuntas sebanyak 10 siswa dengan presentase ketuntasan 90,9% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 1 siswa dengan presentase 9,1%. PEMBAHASAN Mengacu pada tahap-tahap kegiatan persiklus, dapat hasil penelitian di atas dapat dijabarkan sebagai berikut. Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam tentunya harus disampaikan dengan jelas dan teliti agar siswa tidak memahami materi yang disampaikan secara salah pada konsep dan arti. Hal ini dikarenakan akan membentuk persepsi siswa sampai pendidikan selanjutnya. Untuk mencapai suatu pencapaian pembelajaran tentunya haru menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang disampaikan, agar siswa dapat memecahkan maslah dalam pembelajaran, meciptakan minat serta termotivasi dalam belajar. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran dengan menampilkan gambar sesuai dengan materi pembelajaran. Jika guuru menjelaskan materi dengan disertakan gambar yang menari, tentunya akan menarik minat dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian penulis yakin bahwa dengan Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 diterapkannya pembelajaran dengan media gambar pada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran atau pada siswa yang kurang berminat dalam belajar dapat lebih termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran sesuai dengan tingkat kesiapan siswa . , minat siswa dan profil belajar dari siswa itu sendiri. Pelaksanaan Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan Modul pembelajaran KMB yang telah disusun pembelajaran berlangsung pada prasiklus, aktivitas siswa hanya sebatas mengamati guru saja, dan terdapat siswa yang asik bermain dengan teman Pada siklus I, aktivitas siswa masih terbatas pada mengamati gambar yang ditampilkan, hal ini menimbulkan ketertarikan perhatian siswa pada gambar dari materi yang disampikan, meskipun demikian siswa masi tidak ingin mengetahui secara rinci pada materi hanya sekedar melihat gambar saja. Pada siklus II, saat guru menjelaskan gambar dari setiap materi dengan disertakan guuru mengguring perhatian siswa untuk memahami arti dari gambar yang ditampilkan, hampir seluruh siswa menddengarkan dan mengamati dari penjelasn guru. Pengamatan Berdasarkan hasil analisis pengumpulan data maka diperoleh kesimpulan data hasil belajar. Rekapitulasi hasil belajar siswa per siklus melalui penerapan pembelajaran dengan disertakan gambar dapat dilihat dari tabel berikut ini: Uraian Prasiklus Siklus I Siklus II Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Siswa Tuntas Siswa Tidak Tuntas Frekuensi Frekuensi Rat-rata Perbandingan Prasiklus. Siklus I dan Siklus II 100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Prasiklus Siklus I Tuntas Siklus II Tidak Tuntas Gambar 5. Diagram Perbandingan Prasiklus. Siklus I dan Siklus II Dari perbandingan diatas dapat dilihat bahwa pada prasiklus siswa yang telah Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 tuntas sebanyak 2 siswa dengan presentase 18,2% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 9 siswa dengan prsentase 81,8 % , siklus I siswa yang telah tuntas sebanyak 6 siswa dengan presentase 54,5% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 5 siswa dengan presentase 45,5% , dan siklus II yang telah tuntas sebanyak 10 siswa dengan presentase 90,9% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 1 siswa dengan presentase 9,1%, yang berarti penggunaan media gambar dapat meningkatkan nilai kognitif belajar PAI siswa. Keberhasilan pencapaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dikarenakan dengan menyertakan gambar pada materi yang diajarkan mampu meningkatkan motivasi dan keinginan siswa untuk memahami dan memperhatikan saat guru menyampaikan materi di depan kelas. Tentunya siswa akan melihat secara langsung dalam bentuk gambar mengenai materi yang diajarkan. Hal ini menyebabkan ketertarikan siswa untuk melihat serta mempermudah bagi siswa untuk meniru atau melihat gerakan atau bentuk dari materi yang diajarkan. Lain halnya pada materi yang hanya disampaikan dengan metode caeramah tanpa memberikan media gambar atau vidio visual, siswa akan merasa bosan dan tidak tertarik dan tidak ada perhatian kepada penjelasan guru mengenai materi yang disampaikan, sehingga dengan menggunakan media gambar menjadi salah satu strategi bagi guru untuk meningkatkan nilai belajar siswa. Sari . , menjelaskan bahwa Profesinalisme seorang guru sangatlah dibutuhkan guna terciptanya proses pembelajaran yang kreatif, efektif, dan efesien dalam pengembangan kemampuan siswa yang memiliki karakteristik yang beragram. Guru sebagai fasilitor dalam pendidikan harus mampu menumbuhkan hasil belajar siswa. Dalam pembelajaran, guru adalah orang yang akan mengembangkan pembelajaran demokratis bagi siswa untuk mengkaji apa yang menarik dan megekspresikan ide-ide kreatif. Refleksi Pada prasiklus dikatakan belum adanya respin belajar siswa yang diharapkan dengan memperhatikan dan fokus kepada materi yang disampaikan, hal ini dikarenakan materi yang diajarkan hanya berupa paragraf yang menjelaskan topik dari materi yang Pada siklus I, siswa tampak memperhatikan materi dengan disertakan gambar, dengan melihat gambar siswa tentunya memiliki ketertarikan untuk membaca paragraf yang menjelaskan gambar dengan materi yang disampaikan. Meskipun demikian tidak semua siswa berminat membaca dari deskripsi gambar, sebagian siswa hanya memperhatikan gambar yang ditampilkan. Pada siklus II, merupakan penyempurnaan dari pencapaian pada siklus I, secara umum dikatakan hampir seluruh siswa memperhatikan gambar serta membaca materi untuk memahami dari materi yang Hal ini tentunya menambah pemahaman siswa pada materi yang disampaikan sehingga mampu menyelesaikan soal test dengan baik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan pembahasan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan Media Gambar dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas V SDN 072 Bengkulu Utara yang ditandai dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 55,9, nilai rata-rata post-test siklus I sebesar 70,9 dan rata rata nilai post-test siklus II sebesar 86,3. Tingkat ketuntasan yang didapat pada pre-test sebesar 18,2%, pada nilai post-test siklus I Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 mencapai 54,5% dan pada siklus II mencapai 90,9%. SARAN Peneliti memberikan saran berdasarkan hasil kesimpulan dan implikasi dalam penelitian yang telah dilakukan. Adapun saran-saran yang dapat peneliti kemukakan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam terutama dalam bahasan Melaksanakan Sholat dengan Tertib maka disarankan bagi guru, untuk menggunakan Media Gambar sehingga dapat membangkitkan minat belajar atau antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran juga meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam menerapkan Media Gambar, guru diharapakan melaksanakan sesuai dengan tahap-tahap yang telah ditentukan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan sampai tahap refleksi untuk keefektifan pembelajaran. REFERENSI