Volume 7 Nomor 2 . Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research e-ISSN: 2774-227X Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media E-book terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Anemia pada Remaja Putri 1,2,3 Nia Anggi Lestari1 Sri Sumarni2 Fina Nurul Azizah3 Department of Midwifery. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Corresponding author: Nia Anggi Lestari Email: vaniavaniia173@gmail. ABSTRACT The survey results found that as many as . 0%) adolescent girls experienced anemia in Indonesia. Anemia causes negative impacts in the short and long term in adolescent girls and women of childbearing One way to overcome anemia is the use of media in education, which can be explained how to instill and develop knowledge and attitudes in adolescents so that they are aware and care about good nutritional health to prevent anemia. The purpose of this study is to find out the influence of health education with ebook media on knowledge and attitudes about anemia in adolescent girls. This research was conducted in the Semarang city area. This study uses Quasy experimental design nonequivalent control group design. The sample was selected using a total sampling technique totaling 61 respondents. Data analysis using the Wilcoxon test. The results of the study show that there is an influence of health education with e-book media on increasing knowledge and attitudes about anemia. With increased knowledge . -value = 0. and attitude . -value = 0. And there was a difference in influence between the two groups of p-value 0. on knowledge and p-value 0. 000 on attitude. The results of this study are expected to increase the awareness and knowledge of adolescent girls about anemia, become a strategic reference for health workers in policy making, provide a foundation for the development of further research, and encourage Islamic boarding schools to create an environment that supports adolescent health and nutrition optimally. Keyword : Anemia. Attitude. E-book. Health Education. Knowledge PENDAHULUAN Anemia adalah salah satu gangguan mikronutrien yang paling serius oleh prevalensi paling tinggi yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu di antarannya kelompok yang rentan terkait isu gizi adalah remaja. Remaja amat rentan terhadap anemia jika dibandingkan dengan anak- anak serta orang dewasa sebab remaja sedang berada dalam masa tumbuh kembang sehingga membutuhkan lebih banyak nutrisi mikro dan Berdasarkan usia, individu yang mengalami anemia berusia antara 5 hingga 14 tahun sebanyak 26,4% dan yang berusia 15-24 tahun sebanyak 18,4%. Faktor penyebab anemia defisiensi besi adalah kondisi sosial ekonomi yang rendah termasuk pendidikan dan pendapatan orang tua yang terbatas serta kondisi kesehatan individu di lingkungan yang kurang baik. Disamping itu, faktor penyebab anemia defisiensi nutrisi disebabkan karena kebutuhan yang bertambah, dampak dari penyakit kronis, serta kehilangan darah akibat menstruasi serta penyakit yang disebabkan oleh organisme parasit atau cacing. Anemia ditandai dengan rendahnya kadar hematokrit, jumlah eritrosit, dan hemoglobin (HB) dalam darah. Anemia akibat kekurangan gizi merujuk pada kondisi di mana kurangannya asupan nutrisi mengganggu proses pembentukan hemoglobin dalam tubuh karena konsumsi yang tidak memadai atau penyerapan yang buruk. Anemia menyebabkan dampak negatif pada jangka pendek maupun dampak jangka panjang pada remaja perempuan dan wanita dalam masa usia Copyright@2025. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR reproduktif. Dampak yang bakal dirasakan adalah penderitanya akan mudah terserang penyakit karena imunitas tubuh akan menurun, oksigen yang menuju sel otot serta oksigen yang menuju pada sel otak juga berkurang sehingga mengakibatkan penurunan kebugaran serta ketangkasan dalam berpikir, selain itu menyebabkan kondisi kesulitan untuk memutuskan kefokusan pada suatu hal karena gangguan konsentrasi. Dampak panjang yang akan dirasakan adalah saat menginjak kehamilan dimana akan terjadi peningkatan risiko gangguan tumbuh kembang pada janin, kelahiran prematur. BBLR, ibu akan mengalami perdarahan saat proses persalinan, dan risiko yang dapat terjadi pada bayi yaitu lahir dengan cadangan zat besi yang rendah. Data yang dihimpun pada World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa prevalensi kasus anemia mencapai 29,9% pada wanita masa reproduktif yaitu pada umur . hingga 49 tahu. di dunia. Data berdasarkan Kemenkes 2024, sebanyak . 0 %) remaja putri mengalami anemia di Indonesia. Adapun salah satu kelompok yang terpapar anemia menurut laporan riskesdas yaitu pada kelompok remaja usia 15-24 tahun. Proporsi kejadian anemia remaja di wilayah Provinsi Jawa Tengah yaitu 57,7. Sedangkan data yang dihimpun berdasarkan Dinas Kesehatan (Dinke. Kota Semarang pada tahun 2019 pemeriksaan dinyatakan ada 43,75 remaja yang mengalami anemia. Salah satu upaya pencegahan anemia pada remaja dapat dilakukan melalui penggunaan media dalam pendidikan, yang bertujuan untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan serta sikap remaja agar mereka lebih sadar dan peduli terhadap pentingnya kesehatan gizi yang baik untuk mencegah anemia. Penggunaan media ini perlu disesuaikan dengan karakteristik sasaran agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan Pendidikan gizi sejak usia dini sangat penting untuk memperkenalkan dan memperluas pemahaman tentang gizi, serta membentuk sikap positif dalam menjaga pola makan dan gaya hidup Electronic book atau e-book merupakan sebuah buku digital versi electronic. Secara umum, buku yang membahas tentang informasi dalam bentuk digital yang berupa tulisan atau visual yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Pendidikan kesehatan menggunakan media e-book dapat berpengaruh pada Peningkatan pemahaman remaja Kesimpulannya yaitu pemberian intervensi berupa e-book memberikan nilai efektif dan dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri. Pesantren Madinah Munawwarah merupakan salah satu pondok pesantren di Kota Semarang, dengan jumlah keseluruhan populasi 101 yaitu santri putra dengan jumlah 40 dan santri putri 61. Menurut studi pendahuluan yang telah dilaksanakan, dari hasil wawancara dengan 10 santri putri, ditemukan bahwa dari jumlah tersebut, hanya 1 santri yang mengetahui definisi anemia secara umum atau tidak mendalam, sementara 9 santri putri selebihnya belum mengetahui sama sekali mengenai pengetahuan dan sikap anemia. Dari 10 santri putri yang telah diwawancarai, belum ada yang memiliki pemahaman tentang pengetahuan dan sikap mengenai anemia secara menyeluruh, diagnosis anemia, faktor penyebab anemia, tanda-tanda anemia, akibat anemia, serta upaya pencegahan anemia pada remaja. Mereka belum mengetahui hanya mengetahui bahwa AuanemiaAy merupakan Aukekurangan darahAy. Sementara itu, hasil yang didapatkan saat wawancara dengan pengurus pondok mengungkapkan bahwa pesantren madinah munawwarah tidak menyelenggarakan kurikulum nasional khususnya pada pendidikan kesehatan mengenai pengetahuan dan sikap anemia. Selain itu belum ada penyuluhan yang diselenggarakan oleh dinas setempat terkait masalah ini. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran dan pendidikan mengenai pengetahuan anemia di pondok pesantren sebagai upaya pencegahan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media e-book terhadap pengetahuan dan sikap tentang anemia pada remaja putri. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain quasy nonequivalent control group design desain yang dipilih peneliti sama dengan pre-test dan post-test control group design dengan mendapatkan Variabel independen pada penelitian ini adalah pendidikan kesehatan anemia dengan media e-book . Sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai anemia. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 sampai 27 Januari 2025 di Pesantren Madinah Munawwarah Kota Semarang. Populasi Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri di Pesantren Madinah Munawwarah Usia 10 sampai Copyright@2025. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR 24 tahun dengan jumlah sebanyak 61 responden yang dalam hal ini terdiri 31 responden pada kelompok perlakuan dan 30 responden pada kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total Sebelum dilakukan analisis data dilakukan uji univariat dan uji homogenitas menggunakan menggunanakan Levene Test dan uji normalitas menggunakan Kolmogorov-smirnov. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Test untuk mengetahui perbedaan nilai pre-test dan post-test. Serta uji Mann whitney untuk mengetahui perbedaan nilai post-test antara kelompok kontrol dan kelompok Penelitian ini mendapatkan ethical clearance dari Komite Etik Penelitian Poltekkes Kemenkes Semarang No. 054/EA/F. XXi. 38/2025. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Karakteristik Responden Intervensi Kontrol Karakteristik Usia Remaja Awal . -14 Tahu. Remaja Tengah . -19 Tahu. Remaja Akhir . -24 Tahu. Tingkat Pendidikan Akhir SMP MTS SMA SMK Sistolik Normal Tidak Normal Diastolik Normal Tidak Normal Indeks Masa Tubuh Kurang (IMT <18,. Normal (IMT 18,5 Ae 22,. Risiko Obesitas (IMT 23 -24,. Obesitas I (IMT 25 Ae 29,. Obesitas II (IMT >. Berdasarkan tabel 1, diperoleh informasi bahwa dari 31 responden pada kelompok intervensi, sebanyak 13 . ,9%) dengan kategori remaja tengah dan 18 responden . ,1%) dengan kategori remaja akhir. Sementara itu 30 responden pada kelompok kontrol sebanyak 10 responden . ,3%) dengan kategori remaja tengah dan 20 responden . ,7%) dengan kategori remaja akhir. Sebagian besar responden dalam kelompok intervensi yaitu berkategori remaja akhir 18 . ,1%). Sedangkan pada kelompok kontrol yaitu berkategori remaja akhir 20 . ,7%). Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dwilianto et al. , 2. Usia tersebut berada pada tahap dewasa awal. Studi oleh Nur S, . juga menunjukkan pernyataan yang relevan bahwa semakin menuanya seseorang akan makin menambah kebijaksanaannya, artinya mereka memiliki pengetahuan dan informasi yang relatif memadai. Usia juga mempengaruhi kemampuan individu menangkap informasi dan tentu cara berpikir mereka. Dengan bertambahnya merekamengalami perkembangan menangkap informasi dan pole berpikirnya, yang membuat pengetahuannya juga akan makin . Berdasarkan pendidikan akhir responden, didapatkan informasi dari 31 kelompok intervensi, sebanyak 1 responden . ,2%) dengan pendidikan akhir SD, sebanyak 5 responden . ,1%) dengan kategori pendidikan akhir SMP, sebanyak 3 responden . ,7%) dengan kategori MTS, dan sebanyak 13 responde . ,9%) dengan kategori pendidikan akhir SMA, lalu disusul 2 responden . ,5%) dengan kategori pendidikan akhir SMK, dan yang terakhir 7 responden . dengan kategori pendidikan akhir di MA. Sementara itu pada kelompok kontrol dengan jumlah 30 responden terdapat 1 responden . ,3%) dengan pendididikan akhir SD, sebanyak 11 responden . ,7%) dengan pendidikan akhir SMP, sebanyak 2 responden . ,7%) dengan pendidikan akhir MTS, sebanyak 8 responde . ,7%) dengan pendidikan akhir SMA, disusul 5 responden . ,7%) dengan pendidikan akhir SMK, dan 3 responden . ,0%) dengan jenjang akhir MA. Copyright@2025. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR Mayoritas pendidikan akhir responden dalam kelompok intervensi yaitu berpendidikan akhir SMA 13 . ,9%). Sedangkan pada kelompok kontrol yaitu berpendidikan akhir SMP 11 . ,7%). Hasil ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Nisa et al. , . , yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang, yang pertama adalah faktor internal yang meliputi pendidikan. Tingkat pendidikan seseorang akan berpengaruh pada daya serap, pemahaman, dan kemampuan merespon pengetahuan yang diperoleh. Berdasarkan hasil sistolik didapatkan data bahwa dari 31 responden pada kelompok intervensi yaitu sebanyak 31 responden . ,0%) berada pada tekanan darah sistolik normal. Sementara itu pada 30 responde kelompok kontrol didapatkn data bahwa 30 responden . ,0%) berada pada tekanan darah diastolik normal. Sebagian besar responden pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol yaitu memiliki tensi darah sistolik dan diastolik dengan kategori normal yaitu pada kelompok intervensi 31 . ,0%) dan pada kelompok kontrol 30 . ,0%). Berdasarkan hasil sistolik didapatkan data bahwa dari 31 responden pada kelompok intervensi yaitu sebanyak 31 responde . ,0%) berada pada tekanan darah diastolik normal. Sementara itu pada 30 responde kelompok kontrol didapatkn data bahwa 30 responden . ,0%) berada pada tekanan darah diastolik normal. Berdasarkan Indeks Masa Tubuh (IMT) menunjukkan bahwa dari 31 responden kelompok intervensi sebanyak 7 responden . ,6%) berada pada kategori kurang atau underweight, sebanyak 18 responden . ,1%) berada pada kategori normal, sebanyak 3 responde . ,7%) berada pada kategori risiko obesitas, di susul sebanyak 2 responden . ,5%) berada pada kategori Obesitas I, dan sebanyak 1 responden . ,2%) berada pada kategori Obesitas II. Sementara itu pada 30 responden kelompok kontrol sebanyak 3 responden . ,0%) berada pada kategori kurang atau underweight, sebanyak 21 responden . ,0%) berada pada kategori normal, sebanyak 4 responden . ,3%) berada pada kategori risiko obesitas, di susul sebanyak 1 responden . ,3%) berada pada kategori Obesitas I, dan sebanyak 1 responden . ,3%) berada pada kategori Obesitas II. Mayoritas Indeks Masa Tubuh kelompok intervensi yaitu berkategori normal 18 responden . ,1%). Sedangkan pada kelompok kontrol yaitu mayoritas berkategori normal 21 responden . ,0%). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Febriana Muchtar et al. , . cara pengukuran status gizi pada remaja putri yaitu melobatkan hasil pemeriksaan berat badan dan tinggi badan untuk mendapatkan gambaran status gizi pada remaja putri. Remaja berstatus gizi yang baik akan menerima materi dan berpikir yang baik, serta memperoleh prestasi akademik yang baik pula, karena kecerdasan dan kemampuan dalam menangkap materi dapat dipengaruhi oleh status gizi seseorang. Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa IMT berpengaruh terhadap pengetahuan dalm diri seseorang. Indek Masa Tubuh adalah metode antropometri yang paling umum digunakan untuk menilai resiko kesehatan terkait berat badan. Metode BMI mengklasifikasikan individu ke dalam kategori status berat badan tertentu yang terkait dengan kelebihan berat badan, mendorong mereka untuk mengambil langkah-langkah pencegahan. Tabel 2. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Responden Pengetahuan Mean Mdn SD Min Max Intervensi Pre-test 63,10 64,00 3. Post-test 91,74 92,00 3. Kontrol Pre-test 53,33 54,00 3. Post-test 81,47 80,00 3. Sikap Mean Mdn SD Min Max Intervensi Pre-test 62,98 65,00 4. Post-test 93,39 92,50 2. Kontrol Pre-test 53,00 55,00 4. Post-test 83,00 82,50 1. (Data Penelitian Primer, 2. Berdasarkan tabel 2, menunjukkan gambaran variabel pengetahuan dan sikap mengenai pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media e-book pada kelompok intervensi dan kontrol remaja putri di pesantren madinah munawwarah. Pada variabel penelitian pengetahuan terdapat perubahan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Ratarata skor pengetahuan responden sebelum intervensi 10 dengan median 64. 00 yang kemudian meningkat menjadi 91. 74 dengan median 92. setelah intervensi. Peningkatan menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media e-book mampu meningkatkan pengetahuan remaja Pada variabel pengetahuan kelompok kontrol pada juga menunjukkan terdapat perubahan yang Copyright@2025. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR signifikan sebelum dan sesudah ceramah. Rata-rata skor pengetahuan responden sebelum intervensi 33 dengan median 54. 00 yang kemudian meningkat menjadi 81. 47 dengan median 80. setelah intervensi. Pada nilai tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media ceramah dapat meningkatkan pengetahuan remaja Berdasarkan tabel 2, pada variabel sikap kelompok intervensi terdapat perubahan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Ratarata skor pengetahuan responden sebelum intervensi 98 dengan median 65. 00 yang kemudian meningkat menjadi 93. 39 dengan median 82. setelah intervensi. Peningkatan menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media e-book mampu meningkatkan sikap remaja putri. Pada kelompok kontrol juga menunjukkan perubahan yang signifikan sebelum dan sesudah Rata-rata skor pengetahuan responden sebelum metode ceramah adalah 53. 00 dengan 00 yang kemudian meningkat menjadi 00 dengan median 82. 50 setelah metode Peningkatan menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah mampu meningkatkan pengetahuan remaja Tabel 3. Uji Wilcoxon Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Variabel Intervensi Kontrol MeanA Min- MeanA MinPengetahuan Max Max 63,10A 56- 53,33A 40Pre-test 17,19A 88- 81,47A 76Post-test 2,772 p-value* 0,000 0,000 MeanA Min- MeanA MinSikap Max Max 62,98A 50- 53,00A 40Pre-test 93,39A 90- 83,00A 80Post-test p-value* 0,000 0,000 (Data Penelitian Primer, 2. *Wilcoxon Test Berdasarkan tabel 3. Menunjukkan hasil uji Wilcoxon pada variabel pengetahuan dan sikap. Pada variabel pengetahuan, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test dalam masing-masing kelompok dengan nilai p- value = 0,000 pada kelompok intervensi dan p-value = 0,000 pada kelompok kontrol . < 0,. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan dengan media e-book yang diberikan memiliki efek yang lebih besar dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia dibandingan kelompok kontrol yang hanya diberikan edukasi melalui ceramah. Rata-rata skor pengetahuan pada kelompok intervensi mengalami peningkatan lebih besar dari 10 A 3. 824 menjadi 91. 74 A 3. 255 sedangkan pada kelompok kontrol peningkatannya lebih kecil yaitu dari 53. 33 A 3. 032 menjadi 81. 47 A 3. Pada uji Wilcoxon variabel sikap, juga menunjukkan hasil perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test dalam masingmasing kelompok dengan nilai p-value = 0,000 pada kelompok intervensi dan p-value = 0,000 pada kelompok kontrol . < 0,. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan dengan media e-book yang diberikan memiliki efek yang lebih besar dalam meningkatkan sikap remaja mengenai anemia dibandingan kelompok kontrol yang hanya diberikan edukasi melalui ceramah. Rata-rata skor pengetahuan pada kelompok intervensi mengalami peningkatan lebih besar dari 98A4. 350 menj adi 93. 39 A 2. 194 sedangkan pada kelompok kontrol peningkatannya lebih kecil yaitu dari 53. 00 A 4. 424 menjadi 83. 00 A 1. Tabel 4. Uji Mann Whitney Perbedaan Pengaruh Pengetahuan dan Sikap pPostVariabel Kelompok Mean Intervensi 45. Pengetahuan 0,000 Kontrol Mean Intervensi 46,00 Sikap 0,000 Kontrol 15,50 (Data Penelitian Primer, 2. *Mann Whitney Test Tabel 4 menunjukkan hasil uji MannWhitney variabel pengetahuan dan sikap. Pada variabel pengetahuan, didapatkan mean rank 82 sedangkan pada kelompok kontrol mean rank sebesar 15. 68 yang mengindikasikan pengetahuan kelompok intervensi cenderung lebih Nilai Asymp Sig. -taile. = 0,000 (<0,. yang muenunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan responden dibandingkan dengan kelompok kontrrol yang hanya diberikan ceramah saja dalam penelitian ini. Copyright@2025. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR Hasil uji Mann-Whitney variabel sikap pada kelompok intervensi didapatkan mean rank sebesar 00 sedangkan pada kelompok kontrol mean rank 50 yang mengindikasikan pengetahuan kelompok intervensi cenderung lebih tinggi. Nilai Asymp Sig. -taile. = 0,000 (<0,. yang menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap sikap responden dibandingkan dengan kelompok kontrrol yang hanya diberikan ceramah. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Ulya et al, . bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media e-book dapat berpengaruh pada peningkatan pengetahuan dan sikap remaja Kesimpulannya yaitu pemberian intervensi berupa e-book memberikan nilai efektif dan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja SIMPULAN Karakteristik usia terbanyak remaja pada kelompok intervensi yaitu remaja akhir . ,1%), sedangkan pada kelompok kontrol adalah remaja akhir . ,7%). Karakteristik pendidikan akhir pada kelompok intervensi adalah SMA . ,9%), sedangkan pada kelompok kontrol adalah SMP . ,7%). Karakteristik Tekanan Darah Sistolik pada kelompok intervensi adalah sebanyak normal . ,0%), sedangkan tekanan darah Sistolik pada kelompok kontrol adalah normal . ,0%). Karakteristik Tekanan Darah Diastolik pada kelompok intervensi adalah normal . ,0%), sedangkan tekanan darah diastolik pada kelompok kontrol adalah normal . ,0%). Karakteristik IMT (Indeks Masa Tubu. pada kelompok intervensi adalah normal . ,1%), sedangkan pada kelompok kontrol adalah normal . ,0%) Terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian media e-book terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol . -value <0,. Terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian media e-book terhadap sikap responden dan sesudah diberikan perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol . -value <0,. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan pengetahuan mengenai anemia pada remaja putri setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media e-book dibandingkan pada kelompok kontrol yang diberikan melalui metode ceramah . value <0,. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan sikap mengenai anemia pada remaja putri setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media e-book dibandingkan pada kelompok kontrol yang diberikan melalui metode ceramah . value <0,. UCAPAN TERIMA KASIH Saya mengucapkan terima kasih kepada Dr. Sugiyanto. Pd. App. Sc. selaku Plt. Direktur Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang. Dr. Krisdiana Wijayanti. Bdn. Mid. selaku Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang. Rizky Amelia. SiT. Kes. selaku Ketua Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Semarang Poltekkes Kemenkes Semarang. Dr. Sri Sumarni. Bdn. Mid. pembimbing I yang telah bersedia memberikan saran serta arahan selama proses bimbingan penyusunan skripsi. Fina Nurul Azizah. Tr. Keb. Tr. Keb. selaku pembimbing II yang telah memberi masukan, arahan, dan dorongan dalam penyusunan skripsi ini. segenap dosen dan tenaga kependidikan Jurusan Kebidanan Semarang yang telah membantu dan memfasilitasi dalam penyusunan skripsi ini. Pesantren Madinah Munawwarah yang senantiasa memfasilitasi dan memberikan izin. serta seluruh keluarga, terkhusus orang tua saya yang telah memberikan doa, dukungan, dan motivasi selama proses perkuliahan. DAFTAR PUSTAKA