ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE- 2 DI RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH LUBUK BAJA KOTA BATAM PERIODE JANUARI Ae OKTOBER 2023 Zulkarnain Edward1. Bratasena2. Ochavia Parmaditta3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, zulkarnainedward@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, bratasena@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, viac0993@gmail. ABSTRACT Background: Glycated hemoglobin or HbA1c has become the gold standard for long-term glycemic measures. People with diabetes mellitus must keep blood glucose levels under control to prevent various complications that can occur. High blood pressure is a high risk factor for diabetic complications. Methods: This study is a type of quantitative research with analytic observation method and cross sectional approach. Data were taken from medical records for the period January October 2023 at Santa Elisabeth Hospital Lubuk Baja Batam City. The sampling technique was total sampling with a total sample size of 77 patients. The results of the study were analyzed by frequency distribution and then tested with the spearman rank correlation test. Results: Based on the Spearman rank correlation test, the probability value . -valu. is <0. 001, because the p-value is smaller than 0. 05, it is concluded that there is a relationship between HbA1c levels and high blood pressure, where the correlation value . 719 which means it has a strong relationship with a positive direction. Conclusion: There is a significant relationship between HbA1c levels and high blood pressure in patients with type 2 diabetes mellitus at Santa Elisabeth Lubuk Baja Hospital. Batam City. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus. High Blood Pressure. HbA1c ABSTRAK Latar Belakang: Hemoglobin terglikasi atau HbA1c telah menjadi standar emas untuk mengukur glikemik jangka panjang. Penderita diabetes melitus harus menjaga kadar glukosa darah tetap terkontrol untuk mencegah berbagai komplikasi yang dapat terjadi. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko tinggi untuk komplikasi diabetes. Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasi analitik dan pendekatan cross sectional. Data diambil dari rekam medik periode Januari Ae Oktober 2023 di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 77 pasien. Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi kemudian diuji dengan uji korelasi rank spearman. Hasil: Berdasarkan uji korelasi rank spearman di dapatkan nilai probabilitas . -valu. < 0,001, karena p-value lebih kecil daripada 0,05 maka disimpulkan terdapat hubungan kadar HbA1c dengan tekanan darah tinggi. Dimana nilai korelasi . sebesar 0,719 yang berarti memiliki hubungan yang kuat dengan arah positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara Kadar HbA1c dengan tekanan darah tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam. Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2. Tekanan Darah Tinggi. HbA1c Universitas Batam Page 60 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 PENDAHULUAN Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. (WHO, 2. Diabetes melitus tipe 2 adalah suatu kondisi resistensi insulin yang disertai disfungsi sel beta. Pada awalnya, terjadi peningkatan sekresi insulin sebagai kompensasi, yang mempertahankan kadar glukosa dalam kisaran normal. Seiring dengan perkembangan penyakit, sel beta berubah, dan sekresi insulin tidak dapat mempertahankan homeostasis glukosa, sehingga menghasilkan hiperglikemia (Goyal, et. , 2. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko tinggi untuk komplikasi Komplikasi penyakit diabetes melitus yang sering terjadi berupa terganggunya fungsi pembuluh darah, baik pada pembuluh darah besar . Komplikasi makrovaskular umumnya mengenai organ jantung, otak dan pembuluh mikrovaskular dapat terjadi pada mata dan ginjal (Perkeni , 2. Komplikasi mikrovaskular terlibat dalam neuropati diabetik, retinopati dan Sebaliknya, makrovaskular berkontribusi terhadap patogenesis cardiovascular disease (CVD), serebrovaskular, dan penyakit arteri perifer (Yamazaki et. , 2. Hubungan antara diabetes dan tekanan darah tinggi sebagian dapat dijelaskan oleh resistensi insulin. Studi Universitas Batam klinis telah menunjukkan bahwa sekitar separuh dari pasien tekanan darah tinggi Hiperinsulinemia menyebabkan tekanan darah tinggi dengan meningkatkan reabsorbsi natrium di ginjal dan menstimulasi sistem saraf simpatis (Yamazaki et. , 2. Hasil penelitian menunjukkan 688 studi observasional tentang prevalensi tekanan darah tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di seluruh dunia, 50-75% kasus tekanan darah tinggi muncul menyertai diabetes melitus tipe 2 (Colosia et. , 2. Prevalensi diabetes melitus terus meningkat di seluruh dunia. Pada tahun 2021 diperkirakan 537 juta orang mengidap diabetes, dan jumlah ini diproyeksikan mencapai 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun Indonesia merupakan negara yang menduduki peringkat ke-5 di dunia dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak di dunia setelah Cina . ,9 juta jiw. India . ,2 juta jiw. Pakistan . juta jiw. dan Amerika Serikat Terdapat sekitar 19,5 juta penduduk di Indonesia yang menderita diabetes melitus, diabetes melitus di Indonesia akan meningkat 28,6 juta jiwa pada 2045 (International Diabetes Federation, 2. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar . menyatakan bahwa prevalensi diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk semua umur di Provinsi Kepulauan Riau Page 61 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Dalam Framingham Heart Study, diabetes tipe 2 dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, penyakit arteri perifer, dan infark miokard sebesar 2 hingga 4 kali lipat. Analisis Framingham lebih lanjut menunjukkan bahwa populasi dengan tekanan darah tinggi pada saat diagnosis diabetes memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi untuk semua penyebab. Data ini mendukung hubungan yang kuat antara diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi kardiovaskular (Jia & Sowers, 2. Tekanan darah tinggi pada diabetes melitus tipe 2 juga disebabkan angiotensin II dan menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. Kerusakan lapisan endotel arteri akibat tingginya kadar glukosa dalam darah, metabolit glukosa, atau tingginya kadar asam lemak dalam darah menyebabkan permeabilitas sel endotel meningkat sehingga molekul yang mengandung lemak masuk ke arteri. Kerusakan selsel endotel akan mencetuskan reaksi imun dan inflamasi sehingga akhirnya makrofag, dan jaringan fibrosis serta proliferasi sel otot polos pembuluh darah yang merupakan awal terjadinya lesi aterosklerosis dalam pembuluh darah sehingga memicu peningkatan tekanan darah. (Sari et. , 2. Penderita diabetes melitus harus menjaga kadar glukosa darah tetap terkontrol untuk mencegah berbagai Pengukuran hemoglobin (HbA1. merupakan kontrol glikemik Universitas Batam yang baik untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah selama dua hingga tiga bulan terakhir. Seseorang dikatakan memiliki diabetes melitus bila kadar HbA1c Ou 6,5%. Pasien yang memiliki kadar HbA1c Ou 7% akan berisiko 2 kali lebih tinggi untuk mengalami komplikasi. (Wulandari , 2. Maharani . dalam penelitian kekuatan hubungan antara kadar HbA1c dengan derajat tekanan darah tinggi adalah sedang dengan arah positif dan Haryati . dalam penelitiannya menyatakan secara statistik terdapat perbedaan antara rerata kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang disertai tekanan darah tinggi dengan tanpa tekanan darah tinggi. Berdasarkan pendahuluan yang telah dilakukan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam, bahwa didapatkan 10 penderita diabetes melitus tipe 2, dari 10 penderita tersebut terdapat 8 yang mengalami kadar HbA1c tinggi (Ou 6,5%) dengan tekanan darah tinggi. Jumlah ini merupakan jumlah yang cukup besar. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan tekanan darah tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam Periode Januari Ae Oktober 2023. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Page 62 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 penelitian yang digunakan yaitu crosectional. Data dikumpulkan dengan menggunkan data sekunder berupa data yang sudah ada . ekam medi. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang telah di diagnosis diabetes melitus tipe 2 oleh dokter dan memiliki hasil laboratorium HbA1c di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam periode Januari Ae Oktober 2023. Pada penelitian ini populasi berjumlah 77 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan eksklusi sampel sebanyak 12 sampel, sehingga total sampel yang dipakai adalah 65 sampel. Kemudian penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi kemudian diuji dengan uji korelasi rank spearman. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kadar HbA1c Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kadar HbA1c Kadar Frekuensi Persentase HbA1c . (%) Terkontrol Tidak Total Berdasarkan dilakukan di ruang rekam medik Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam diambil 65 rekam medik dan didapatkan lebih dari setengah pasien yang menderita diabetes melitus tipe 2 kadar HbA1c-nya tidak terkontrol (Ou6,5%) sebanyak 33 pasien . ,9%) Universitas Batam sedangkan pasien yang kadar HbA1c terkontrol (<6,5%) sebanyak 26 pasien . ,1%). Hemoglobin A1c (HbA1. adalah penyusun . kecil Hb yang stabil dan terbentuk secara melalui reaksi non enzimatik Hb dengan glukosa terus-menerus sepanjang masa hidup eritrosit selama 120 hari. HbA1c dibentuk dari proses penggabungan, yang dimulai dari pembentukan basa schiff yang mengalami penyusunan amadori menjadi ikatan ketoamin yang bersifat stabil. Penentuan kadar glikosilasi Hb (HbA1. merupakan pemantau peningkatan kadar glukosa darah rata-rata selama 1-3 bulan Pemeriksaan HbA1c, efektif untuk memantau glukosa darah jangka panjang bagi penderita diabetes melitus (Sukohar dkk, 2. Hemoglobin terglikasi atau HbA1c telah menjadi standar emas untuk mengukur glikemik jangka panjang. Kontrol glikemik yang buruk pada pasien diabetes melitus tipe 2 signifikan terhadap berkembangnya komplikasi diabetes (Haghighatpanah, et al. , 2. Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dipengaruhi oleh faktor Ae faktor seperti kepatuhan minum obat, jenis makanan yang dikonsumsi, stress, kebiasaan merokok, penambahan berat badan dan kurangnya berolahraga (Berkat, dkk. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Annisa Ichlasia Haryati dan Tri Ariguntar Wikaning Tyas . mengenai AuPerbandingan Kadar HbA1c pada Page 63 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang Disertai Hipertensi Tanpa Hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Duri. Mandau. Bengkalis. RiauAy terdapat 117 pasien . ,4%) dari 124 pasien mengalami kadar HbA1c diatas Ou 6,5% . idak terkontro. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan Utomo dkk, didapatkan penderita diabetes melitus tipe 2 yang memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol adalah sebanyak 17 pasien . ,3%) dan yang memiliki kadar HbA1c yakni sebanyak 4 pasien . 2%). Keadaan mempengaruhi pemeriksaan kadar HbA1c hemoglobinopati, riwayat transfusi darah 2 Ae 3 bulan terakhir, kehamilan dan gangguan fungsi ginjal (Perkeni. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tekanan Darah Tinggi Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tekanan Darah Tinggi Tekanan Frekuensi Persentase Darah . (%) Tinggi Tidak Total Berdasarkan dilakukan di ruang rekam medik Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam diambil 65 rekam medik dan didapatkan lebih dari setengah pasien yang menderita diabetes melitus tipe 2 mengalami tekanan darah tinggi sebanyak 36 pasien . ,4%) sedangkan Universitas Batam yang tidak mengalami tekanan darah tinggi sebanyak 29 pasien . ,6 %). Pada pasien diabetes melitus tipe 2 tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi (Perkeni. Pasien dengan diabetes tipe 2 sering mengalami resistensi insulin, di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Resistensi insulin produksi hormon insulin oleh pankreas. Tekanan hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Tekanan darah tinggi dapat ditegakkan sebagai diagnosis, ketika diukur pada dua hari yang berbeda, pembacaan tekanan darah sistolik pada kedua hari adalah Ou 140 mmHg dan atau pembacaan tekanan darah diastolik pada kedua hari adalah Ou90 mmHg. (World Health Organization, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh I Gusti Lanang Rama Dwi Suputra dan Dewa Gde Agung Budiyasa . mengenai AuFaktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pasien Rawat Jalan Di RSUD Sanjiwani GianyarAy terdapat 49 pasien . ,0%) mengalami hipertensi dan 20 pasien . tidak mengalami Penelitian lain yang sejalan dengan penelitian ini yaitu dilakukan oleh Annisa Ichlasia Haryati dkk, . dengan judul penelitian Perbandingan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang Disertai Hipertensi Page 64 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 dan Tanpa Hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Duri. Mandau. Bengkalis. Riau. Didapatkan pasien diabetes melitus dengan tekanan darah normal dan pre hipertensi 62 . %) dan pasien dengan hipertensi sebanyak 62 . %). Analisis Bivariat Hubungan Kadar HbA1c dengan Tekanan Darah Tinggi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam Periode Januari Ae Oktober 2023 Tabel 3. Hubungan Kadar HbA1c dengan Tekanan Darah Tinggi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tekanan Darah Tinggi Tidak Tekanan Tekanan HbA1c TOTAL P Value Darah Darah Tinggi Tinggi Terkontrol (<0,. 0,719 Tidak Terkontrol sehingga kadarnya di dalam darah Berdasarkan selalu dalam batas aman, baik saat dilakukan di ruang rekam medik Rumah puasa maupun setelah makan. Tarif Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota glukosa darah selalu stabil sekitar 70Batam diambil 65 rekam medik dan 140 mg/dL. Pada keadaan diabetes didapatkan Pasien dengan kadar HbA1c melitus, tubuh relatif kekurangan terkontrol (<6,5%) sebagian besar insulin sehingga pengaturan kadar memiliki tekanan darah dengan kategori glukosa darah menjadi mencampur. tidak tinggi yaitu sebanyak 24 pasien Meskipun kadar glukosa darah sudah . ,7%). Sedangkan pada pasien dengan tinggi, pemecahan lemak dan protein kadar HbA1c yang tidak terkontrol menjadi glukosa . di didapatkan sebagian besarnya memiliki hati tidak dapat dihambat . arena tekanan darah yang tinggi yaitu insulin kurang/relatif kuran. sehingga sebanyak 32 pasien . ,5%). kadar glukosa darah dapat semakin Fenomena ini dapat terjadi karena meningkat sehingga mengakibatkan pada pasien diabetes melitus tipe 2 kadar HbA1c tidak terkontrol. seringkali terkait dengan resistensi Pada kadar HbA1c yang tidak Dalam keadaan normal, glukosa diatur sedemikian rupa oleh insulin bahwa kadar glukosa darah rata-rata diproduksi oleh sel beta pankreas, pasien selama beberapa bulan terakhir Universitas Batam Page 65 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 juga tinggi. Perubahan dalam kadar gula darah dapat menyebabkan penumpukan gula darah tinggi pada dinding komplikasi makroangiopati diabetes. Setelah proses oksidasi, gula darah bereaksi dengan protein dinding pembuluh darah, menghasilkan AGEs. Advanced Glycosylated Endproducts (AGE. adalah hasil dari ikatan gula dan protein yang berlebihan. Keadaan ini merusak dinding bagian dalam pembuluh darah, menarik kolesterol dan lemak yang jenuh untuk menempel pada dinding, menyebabkan reaksi inflamasi. Dinding pembuluh darah menjadi lebih keras dan kaku karena plak, yang terdiri dari sel darah putih . dan sel pembekuan darah . , dan bahan lain. Akibatnya, penyumbatan terbentuk, yang menyebabkan tekanan darah Diabetes dapat meningkatkan tekanan darah rata-rata dan mengurangi kemampuan pembuluh darah untuk (Tanto dan Hustrini, 2. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Tri Ariguntar dkk, hipertensi merupakan salah satu penyebab dari diabetes melitus dan apabila hipertensi ini tidak terkontrol maka akan dapat merusak sistem vaskular baik makrovaskular maupun mikrovaskular sehingga dapat merusak organ target. Komplikasi makrovaskular berupa tekanan darah tinggi dapat terjadi karena keadaan hiperglikemia pada penyakit diabetes melitus tipe 2 dapat menyebabkan jumlah glukosa darah, dengan kadar yang tinggi ketika melewati pembuluh darah dapat Universitas Batam menempel pada dinding pembuluh darah, sehingga terjadi peningkatan stres oksidatif dan menyebabkan naiknya tekanan darah. Berdasarkan hasil analisa hubungan Kadar HbA1c dengan Tekanan Darah Tinggi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 diperoleh nilai p sebesar kurang dari 0,001. Nilai p value tersebut lebih kecil dari nilai signifikansi atau Sig. , yaitu sebesar 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara Kadar HbA1c dengan Tekanan Darah Tinggi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam. Dengan koefisien korelasi . sebesar 0,719 yang menunjukkan hubungan kuat dan arah korelasi yang positif antara dua varibel, semakin tinggi kadar HbA1c maka semakin tinggi tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nathasia Parhusip didapatkan hasil (OR = 7,. % CI = 3,8 Ae 75,. Hasil ini menunjukkan bahwa OR > 1, yang berarti kadar HbA1c menjadi salah satu dari faktor terjadinya komplikasi dengan jumlah penderita terbanyak yaitu 16 orang . ,7%) Penelitian lain yang sejalan juga didapatkan, yaitu pada penelitian yang dilakukan oleh Annisa Ichlasia Haryati dkk, . dengan judul penelitian Perbandingan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang Disertai Hipertensi Tanpa Hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Duri. Mandau. Bengkalis. Riau. Page 66 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Berdasarkan hasil penelitiannya dapat ditarik kesimpulan terdapat perbedaan rerata kadar HbA1c antara pasien diabetes melitus tipe 2 yang disertai hipertensi dengan diabetes melitus tipe 2 tanpa hipertensi. Dengan rerata kadar HbA1c lebih tinggi pada kelompok diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi dibanding kelompok tanpa dapat memberikan wawasan tentang faktor-faktor kontributor lain yang mungkin dapat mempengaruhi. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam Periode Januari Ae Oktober 2023,dapat disimpulkan bahwa: Lebih dari setengah . ,9%) pasien yang kadar HbA1c tidak terkontrol. Lebih dari setengah . ,4%) pasien mengalami tekanan darah tinggi. Terdapat hubungan yang bermakna kadar HbA1c dengan tekanan darah tinggi dengan P<0,001. Dimana didapatkan nilai korelasi 0,719 . ubungan kua. dengan arah yang positif. DAFTAR PUSTAKA SARAN Disarankan kepada pasien diabetes melitus untuk menjaga kontrol gula darah pada tingkat baik sehingga mengurangi risiko komplikasi gula darah tinggi tetapi juga dapat berkontribusi pada pengelolaan tekanan darah dan diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan faktor risiko lain yang berkaitan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 seperti berdasarkan usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), atau lama menderita diabetes. Yang diharapkan Universitas Batam UCAPAN TERIMAKASIH