Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Benarkah Usaha Home Industry Kue Karah SebagaiKuliner Warisan Indatu Di Aceh Barat Memiliki Kelayakan Untuk Dikembangkan? Maisaraha. Syahrilb a,b Program Studi Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Teuku Umar Corresponding author: syahril@utu. ABSTRACT The purpose of this study was to test the non-financial and financial feasibility of the kala cake home industry in Kawai XVI District. West Aceh Province. The research sample consisted of 5 entrepreneurs of the karah cake home industry in Kaway XVI District. West Aceh Regency. The method of analysis in this study uses qualitative and quantitative analysis. The results of non-financial analysis include technical, human resources, environmental, legal, market and economic and social aspects, and financial analysis proves that the net present value (NPV) is positive, the value of Internal Rate of Return (IRR) > discount factor . %). PBP > 1, the value of BEP production and BEP price < the amount of cake karah production and the price of cake karah and the value of Benefit Cost Ratio (BCR) > 1 business, it concludes that the home industry of karah cake in Kaway XVI District. West Aceh Regency is feasible to be developed. These findings can be used as a reference for formulating policies and strengthening the home industry of karah cakes as an indigenous culinary heritage. Keywords: Feasibility Analysis. Non-Financial Aspects. Financial Aspects and Kue Karah. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menguji kelayakan non finansial dan finansial dari home industry kue kala di Kecamatan Kawai XVI Provinsi Aceh Barat. Sampel penelitian terdiri dari 5 pengusaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis non finansial meliputi aspek teknis. SDM, lingkungan, hukum, pasar dan ekonomi dan sosial, dan analisis finansial membuktikan nilai Net present value (NPV) positif, nilai Internal Rate of Return (IRR) > discount faktor . %). PBP > 1, nilai BEP produksi dan BEP harga < jumlah produksi kue karah dan harga kue karah serta nilai Benefit Cost Ratio (BCR) >1 usaha, maka menyimpulkan home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat layak untuk dikembangkan. Temuan tersebut dapat dijadikan acuan untuk merumuskan kebijakan dan memperkuat home industry kue karah sebagai kuliner warisan Kata Kunci : Analisis Kelayakan. Aspek Non Finansial. Aspek Finansial dan Kue Karah. PENDAHULUAN Indonesia saat ini sedang mengembangkan industri skala kecil . ome industr. Salah satu industri yang maju adalah industri makanan dan minuman. Aceh merupakan daerah dengan berjutaadat dan tradisi, serta terdapat berbagai makanan tradisional dengan berbagaibentuk dan Oleh karena itu. Makanan tradisional Aceh memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut (Anwar, 2. Kabupaten Aceh Barat termasuk dalam salah satudaerah dengan Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 pengembangan sektor home industry. Berdasarkan data UMKM Aceh Barat, terdatasekitar 011 data usaha home industry yang tersebar di seluruh Kabupaten yang terdiri dari usahamikro, kecil dan menengah (Dinas Koperasi dan UKM Aceh, 2. Di Kecamatan Kaway XVI sendiri terdapat 79 usaha mikro, dimana 9 diantaranya adalah usaha jajanan kue tradisional yang membuat dan menjual kue karah, bolu ikan, kue sapik dan lain sebagainya (UMKM, 2. Makanan khas Aceh merupakan peluang besar untuk terus berkembang di industri makanan. Karena Kue Karah merupakan makanan khas daerah Aceh. Jadi ada peluang untuk dijual ke luar kota bahkan ke luar negeri . Hal ini dikarenakan variasi, rasa yang lezat, dan bentuk kue Kara yang unik tidak ditemukan di tempat lain. Namun, setelah perkembangan ini, perlu dikembangkan sistem manajemen yang baik dan layak untuk dapat mengirimkan . hasil produksi dari dalam kota dan luar negeri. Jika pangan dijual secara nasional daninternasional, maka kualitas dan kuantitasnya harus sangat baik dari segi sistem manajemen dan skor profitabilitasnya (Anwar, 2. Studi kelayakan merupakan kegiatan yang memberikan pemahaman secara detail tentang bisnis atau usaha yang sedang Studi kelayakan berfungsi untuk meminimalisir hambatan dan resiko yang akan terjadi dalam sebuah usaha atau bisnis. Studikelayakan usaha umumnya digunakan untuk mengetahui apakah usaha atau bisnis tersebut layak atau tidaknya untuk dijalankan yang dinilai dari berbagai aspek kelayakan (Hidayat,2. Analisis kelayakan sebuah usaha bisa ditinjau dari aspek-aspek non finansial dan finansial. Aspek non finansial adalah studi kelayakan yang ditinjau dari keadaan lingkungan atau sekitar tanpa memperhitungkan investasi. Analisis aspek finansial biasanya terdiri dari aspek lingkungan, aspek manajemen SDM, aspek pemasaran dan aspek teknis (Nabila et al, 2. Hal ini dibuktikan oleh Fuad et al . yang menyatakan bahwa kelayakan sebuah usaha dapat dinilai dari aspek aspek lingkungan, aspek manajemen SDM, aspek pemasaran dan aspek teknis. Aspek finansial adalah studi kelayakan dengan menjumlahkan seluruh investasi yang digunakan untuk seluruh biaya produksi terhadap manfaat yang diperoleh. Analisis aspek finansial biasanya terdiri dari biaya produksi, penerimaan dan keuntungan. Net Present Value (NPV). Internal Rate of Return (IRR). Payback Period (PBP). Break Event Point (BEP), dan Benefit Cost Ratio (BCR) (Rasyid et al, 2. Hal ini dibenarkan oleh Zulpikar et al . yang menyatakanbahwa kelayakan sebuah usaha dapat dilihat dari nilai aspek finansial. Proses administrasi dan manajemen home industry usaha kue karah yang berada di daerah Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat saat ini masih tergolong sangat sederhana. Dimana belum terdapat perhitungan rinci yang menjadi dasar pengelompokan biaya atau pengeluaran dalam hal finansial maupun non finansial. Sehingga perlu dilakukan analisis evaluasi secara rinci terhadap kelayakan usaha home industry tersebut untuk dijalankan. Oleh Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 sebab itu, penelitian ini menguji kelayakan usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. KAJIAN LITERATUR Kue Karah Kue karah sudah ada dan telah dikenal sejak masa silam dan masih ada hingga saat ini. Makanan khas aceh ini banyak digemari oleh masyarakat Aceh bahkan pariwisata. Kue karah memiliki struktur yang garing dan mempunyai rasa yang manis. Kue ini diproses secara tradisional dengan menggunakan peralatan yang terbuat dari bambu dan sabut kelapa (Fitriadiet al, 2. Bahan dasar pembuatan kue kara adalah tepung beras, gula, garam dan Campur semua bahan dengan baik dan uleni sampai tidak menempel lagi di tangan Anda. Kualitas kue karah sangat dipengaruhi oleh kekasaran atau kehalusan tepung yang digunakan dan peralatan cetak tradisional. Tidak semua orang dapat membuat kue karah dengan kualitas yang bagus seperti serat yang halus dan bentuk yang rapi. Produksi kue karah biasanya berbentuk segitiga, bulan sabit, lingkaran dan bentuk pipa. Umumnya harga jual kue karah berdasarkan ukuran kue yang dibuat, mulai dengan harga Rp. 000 hingga Rp. (Nurnita, 2. Home Industry Home Industry merupakan sebuah kegiatan ekonomi dengan skala kecil yang dikerjakan di rumah . yahsudarni,2. Dikutip dari peraturan pemerintah yang tertuang dalam UU. No 9 tahun 1995 menyatakan bahwa home industry merupakan suatu bentuk kegiatan ekonomi masyarakat yang mengolah bahan baku, mentah, barang setengah jadi dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai jual yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ada beberapa aspek yang diperlukan untuk mendukung berjalannya industri seperti permodalan, bahan baku, tenaga kerja, pemasaran dan konsumen. Semua aspek ini terkait. Karakteristik utama dari Home Industry, seperti jenis produk yang dihasilkan dan lokasi bisnis, ditentukan dalam izin. NPWP dan persyaratan hukum. SDM memiliki pengalaman dan biasanya sebagian besar usaha Home Industry tidak memiliki sistem manajemen yang baik dan benar (Fitriyani, 2. Studi Kelayakan Usaha Kajian profitabilitas bisnis adalah kegiatan yang mengkaji secara utuh dan menyeluruh bisnis yang dijalankan atau dilaksanakan (Hidayat, 2. Untuk menentukan dan mengetahui apakah suatu bisnis layak atau tidak, dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Setiap aspek harus memiliki standar nilai tertentu untuk dianggap layak sebagai bagian dari pengukuran Namun, penilaian atau keputusan kelayakan tidak diukur dari satu perspektif saja. Namun harus berdasarkan semua faktor yang akan dievaluasi nanti. Studi kelayakan adalah studi perencanaan bisnis yang lebih dari sekadar menganalisis kelayakan bisnis. Namun, juga Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 menganalisis kapan digunakan secara rutin untuk manfaat maksimal dalam jangka waktu yang tidak ditentukan, seperti rencana peluncuran produk (Khasmir et al, 2. Keunggulan studi kelayakan perusahaan, misalnya kemampuan mengetahui risiko yang dihadapi, mengetahui dampak perusahaan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi. Aspek Studi Kelayakan Usaha Aspek-aspek yang dipertimbangkan dalam studi kelayakan usaha dibagi menjadi dua kategori yaitu aspek non finansial dan finansial. Biasanya aspek-aspek yang ditinjau mendeskripsikan karakteristik dari masing-masing usaha. Aspek finansial adalah studi kelayakan dengan memperhitungkan investasi dalam penggunaan biaya produksi terhadap manfaat yang diperoleh (Nurmalina et al, 2. Adapun aspek-aspek non finansial terdiri dari (Nurmalina et al, 2. Biaya Produksi Kegiatan produksi dalam sebuah usaha atau bisnis dilakukan untuk mengubah input menjadi Selain menentukan bahan apa yang dibutuhkan, toko atau tempat usaha juga harus mempertimbangkan harga barang tersebut. Dimana harga produk adalah biaya produksi dari produk tersebut. Bauran produk adalah volume keluaran yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk. Sedangkan biaya produksi adalah jumlah . ilai monete. dari sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan produk. Harga merupakan faktor penting dalam menentukan jumlah barang atau jasa yang akan dijual. Penerimaan Pendapatan adalah jumlah yang diterima dari penjualan beberapa produk, dengan kata lain, pendapatan total yang diperoleh perusahaan dari penjualan produknya. Pendapatan diperoleh dengan mengalikan jumlah unit barang yang terjual dengan harga barang yang bersangkutan. Pendapatan produk adalah pendapatan penjualan kotor dikurangi biaya penjualan. Jumlah total pendapatan produksi ditentukan oleh harga produk dan jumlah produk yang terjual. Keuntungan Keuntungan adalah pemasukan bersih yang telah dikurangi dengan total biaya awal produksi. Dalam menghitung Keuntungan sebuah usaha diperlukan keterangan atau keadaan pengeluaran dan penerimaan dalam usaha tersebut berlangsung dalam waktu yang ditentukan. Keuntungan dalam usaha adalah nilai uang yang diterima dari penjualan produk dalam usaha Aspek non finansial merupakan studi kelayakan yang ditinjau dari keadaan lingkungan atau sekitar tanpa memperitungkan invertasi. Adapun aspek-aspek finansial terdiri dari (Nurmalina et al, 2. Aspek Teknis Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Aspek teknis adalah aspek yang berkaitan dengan proses pengembangan teknis dan pengoperasiannya setelah berakhirnya kontrak. Berdasarkan analisis tersebut dapat diketahui bahwa desain awal perkiraan biaya modal meliputi biaya operasional (Nurmalina et al. , 2. Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia Aspek manajemen sumber daya manusia atau dikenal dengan human resource aspect. Aspek manajemen sumber daya manusia adalah kemampuan manajer dan karyawan dalam bisnis. Isu-isu terkait pengelolaan tersebut antara lain terkait dengan pengembangan, pemanfaatan dan perlindungan sumber daya manusia. Tugas manajemen sumber daya manusia adalah untuk meneliti dan mengembangkan cara-cara untuk secara efektif menggabungkan orang-orang ke dalam organisasi yang berbeda untuk mencapai tujuan mereka (Hidayat, 2. Aspek sumber daya manusia diambil untuk menentukan apakah pengembangan dan pelaksanaan usaha dianggap layak yang dibuktikan dengan ketersediaan sumber daya manusia. Keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan pertumbuhan bisnis atau perusahaan tergantung pada sumber daya manusia yang kuat antara manajer dan tim atau anggotanya (Sulasih et al, 2. Aspek Hukum Aspek hukum mengkaji bagaimana bentuk usaha yang akan digunakan dengan kekuatan hukum dan akibat-akibatnya. Pada aspek ini juga dapat mempelajari jaminan-jaminan yang dapat diberikan jika menggunakan sumber dana berupa pinjaman, berbagai akta, sertifikat dan Aspek hukum dari sebuah usaha sangat penting dalam hal mempermudah dan membantu pelaku usaha dalam melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Perusahaan yang terkonsolidasi dapat melakukan bisnis di semua sektor ekonomi seperti industri, perdagangan, masyarakat dan keuangan (Sulasih et al, 2. Aspek Sosial dan Ekonomi Aspek sosial dan ekonomi menilai sejauh mana suatu perusahaan memiliki dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat secara keseluruhan. Diantara aspek sosial yang dipelajari adalah penambahan lapangan pekerjaan atau pengurangan pengangguran, yang tidak diterima oleh masyarakat sekitar. Sehingga diterima secara sosial budaya dan membawa kemakmuran (Nurmalina et al, 2. Aspek Pasar Prospek pasar adalah analisis yang memperhitungkan potensi pasar perusahaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jika pasar usaha cocok untuk pemasaran produk, terdapat pasar input yang cukup dan produk yang dijual kompetitif atau lebih unggul dari produk sejenis pesaing (Hidayat, 2. Aspek Lingkungan Aspek lingkungan adalah analisis tentang bagaimana sebuah usaha dapat mempengaruhi Apakah bisnis ini memiliki kemampuan untuk mengubah keadaan di sekitarnya menjadi lebih baik atau bahkan menjadi lebih buruk. Dalam merancang sebuah Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 bisnis, seseorang harus memperhatikan lingkungan sekitar. Dengan demikian dapat mendukung kualitas dan kuantitas produk dalam suatu perusahaan, baik di lingkungan alami maupun di lingkungan sosial budaya (Nirmalina et al, 2. Aspek Produksi Aspek produksi adalah salah satu yang berkaitan dengan kapasitas bisnis atau perusahaan dan berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi sangatlah penting. Oleh karena itu, jika ada masalah dengan pasokan bahan baku, tindakan apa yang akan dilakukan manajemen perusahaan untuk mengatasi masalah tersebut? Karena keterlambatan input bahan baku dapat menyebabkan keterlambatan produksi barang manufaktur dan dapat mempengaruhi keterlambatan penjualan (Nirmalina et al. ,2. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan analisa kualitatif dan kuantitatif yang berdasarkan pada explanatory research. Data yang digunakan merupakan data primer melalui insterview dan observasi langsung ke setiap usaha home industri. Kajian ini menggunakan metode pengambilan sampel adalah metode Purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 5 usaha home industriyang berada di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Analisis kualitatif yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis aspek lingkungan, aspek manajemen sumber daya manusia, aspek pasar, aspek teknis, aspek hukum, sosial, ekonomi dan teknologi produksi. Analisis kuantitatif yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis kelayakan finansial. Perhitungan data dalam penelitian ini menggunakan kriteria investasi yaitu biaya produksi, pendapatan dan laba, present value (NPV), internal rate of return (IRR), payback period (PBP), break event point (BEP), dan profit-versus Cost. (BCR) (Ibrahim, 2. Biaya Produksi. Persamaan yang digunakan dalam menghitung biaya produksi adalah (Ibrahim, 2. ycNya = yaya ycOya Dimana. TC adalah Biaya total (Total cos. FC adalah Biaya tetap (Fixed cos. dan VC adalah Biaya variabel (Variable cos. Penerimaan dan keuntungan. Persamaan yang digunakan dalam menghitung penerimaan dan keuntungan adalah (Ibrahim,2. Penerimaan : ycNycI = ycy y yc Dimana. TR adalah Jumlah penerimaan (Total Revenu. p adalah Harga per unit. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 adalah Jumlah produksi Keuntungan: ycN = ycNycI Ae ycNya Dimana. T adalah Keuntungan. TR adalah Jumlah penerimaan. dan TC adalah Jumlah biaya Net Present Value (NPV) Persamaan yang digunakan dalam perhitungan Net Present Value (NPV) adalah sebagai berikut (Ibrahim, 2. Dimana, : Net Benefit (Benefit-Cos. : Discount factor I : Tahun . Penilaian kelayakan finansial berdasarkan NPV yaitu - Jika NPV > 0 maka usaha layak - Jika NPV ia 0 maka usaha impas - Jika NPV < 0 maka usaha tidak layak Internal Rate of Return (IRR) persamaan yang digunakan dalam perhitungan Internal Rate of Return (IRR) adalah (Ibrahim, 2. Dimana : : Tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1 : Tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2 Penilaian kelayakan finansial berdasarkan IRR yaitu : Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 - Jika IRR > rate of return yang ditentukan, maka investasi diterima. - Jika IRR = rate of return yang ditentukan, maka investasi dapat terima. - Jika IRR < rate of return yang ditentukan, maka investasi ditolak. Payback Period (PBP) Persamaan yang digunakan dalam perhitungan Pay Back Period (PBP) adalah (Ibrahim. Keterangan : PBP : Payback Period. ycNycyOe1 : Tahun sebelum terdapat PBP. yaycn : Jumlah investasi yang telah di discount. yaAycnyceycyOe1 yaAycy : Jumlah benefit yang telah di discount sebelum payback period. : Jumlah benefit pada payback period berada. Penilaian kelayakan finansial berdasarkan Pay Back Period (PBP) yaitu : - Jika Payback Period < 3 tahun, maka pengembalian modal usaha dikategorikan cepat. - Jika Payback Period 3-5 tahun, maka pengembalian modal usaha dikategorikan sedang. - Jika Payback Period > 5 tahun, maka pengembalian modal usaha dikategorikan lambat. Break Event Point (BEP) Persamaan yang digunakan dalam perhitungan Break Event Point (BEP) adalah (Andriansyah, 2. BEP Produksi BEP : Break even point. : Biaya total (Total cos. P : Harga per unit Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 BEP Harga BEP : Break even point. : Biaya total (Total cos. : Jumlah Produksi Net Benefit Cost Ratio (BCR) Persamaan yang digunakan dalam perhitungan Net Benefit Cost Ratio (BCR) adalah (Ibrahim, 2. Keterangan : : Net Benefit (Benefit-Cos. : Discount factor I : Tahun . Penilaian kelayakan finansial berdasarkan Benefit Cost Ratio (BCR) : - Jika BCR > 1, maka usaha layak atau dapat diteruskan. - Jika BCR = 1, maka usaha impas. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Masyarakat wilayah Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat ini memiliki sifat konsumtif, ini memberikan peluang yang sangat besar terhadap para pengusaha home industry atau bisnis dalam memberikan kepuasan tersendiri pada para konsumen. Dari berbagai usaha atau bisnis, usaha home industry kue karah merupakan usaha yang tidak banyak diminati oleh masyarakat karena proses pembuatan kue karah yang cukup sulit dan hanya beberapa orang saja yang dapat melakukannya. Namun, kue karah sangat banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 memberikan keuntungan bagipengusaha home industry kue karah karena kurangnya persaingan dalam usaha atau bisnis (Nurnita,2. Berdasarkan data dari 5 orang responden yang mempunyai usaha home industry kue karah diperoleh data berupa nama, umur, alamat, jenis kelamin, pengalaman dan jumlah karyawan yang dimiliki. Penggolongan yang dilakukan kepada responden dalam survei ini dimaksudkan untuk menggambarkan secara jelas dan akurat responden sebagai subjek survei. Tabel 1. Karakteristik Responden No Nama Responden Alamat Sawang Teube Tanjong Meulaboh Menuang Tanjong Pungkie Keuramat Nurhabibah Nur Aini Mariani Yusniar Wilda Umur Pengalaman Jumlah Jenis Kelamin (Tahu. Karyawan L P - P 54 7 - P 40 6 - P 48 22 - P 59 27 - P 43 5 Sumber : Data Primer, diolah 2022 Analisis Studi Kelayakan Usaha Home Industry Kue Karah Aspek Non Finansial Aspek teknis Aspek teknis merupakan aspek yang menganalisis kesiapan metode dan ketersedian teknologi yang diperlukan untuk menjalankan sebuah usaha atau bisnis (Nurmalina et al, 2. Usaha home industry kue karah dilakukan dengan cara manual yaitu menggunakan alat yang masih sederhana hingga proses pengemasannya. Adapun teknologi yang digunakan dalam proses pembuatan kue karah meliputi kompor minyak atau kompor gas, wajan besi, acuan kue karah dan sendok yang terbuat dari belahan bambu. Sedangkan proses pengemasannya hanya menggunakan plastik atau kardus (Sumber : Wawancar. Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa dari aspek teknis yang digunakan oleh para pengusaha home industry kue karah masih sangat sederhana dan belum memanfaatkan teknologi yang terbaru. Hal ini sejalan dengan penelitian Syahsudarmi . yang menyatakan bahwa sebuah usaha dapat dikatakan layak jika memiliki kondisi tempat usaha dan peralatan produksi tetap bersih dan terjaga kualitasnya walaupun tidak menggunakan teknologi modern. Aspek manajemen sumber daya manusia Aspek manajemen sumber daya manusia merupakan aspek yang menganalisis tentang peranan sumber daya manusia dalam berbagai hal pada suatu usaha atau bisnis (Hidayat, 2. Pada usaha home industry kue karah di wilayah Kecamatan Kaway XVI menggunakan jasa karyawan mulai dari 3-5 orang. Dimana setiap karyawan memiliki tugas yang sama dalam Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 proses produksi kue karah yaitu membuat adonan dan mencetaknya di atas minyak panas. Pemberian upah karyawan berdasarkan jumlah adonan karah yang dicetak. Untuk setiap 3 kg tepung yang dibuat akan dibayar sebesar Rp 30. Rata-rata upah per bulan diberikan sebesar Rp 1. Semua karyawan yang ada di usaha home indusrty kue karah mempunyai sifat yang jujur dan penuh tanggung jawab terhadap pekerjaannya. Pemilik usaha kue karah juga menjalin hubungan yang baik dengan para karyawan serta membangun hubungan solidaritas yang tinggi (Sumber : Wawancar. Berdasarkan aspek sumber daya manusia usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI dapat dikatakan layak. Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara dan pengamatan berupa sumber daya manusia atau biasa disebut sebagai karyawan yang sudah memenuhi ketentuanketentuan yang telah ditetapkan oleh usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI (Sumber : Wawancar. Hal ini dibenarkan oleh penelitian Syahsudarmi . , yang menyatakan bahwa sebuah usaha dapat dikatakan layak jika pemilik usaha berupaya untuk menjalin hubungan yang baik dengan para karyawan dan membina solidaritas yang tinggi antar karyawan. Aspek lingkungan Aspek lingkungan kerja adalah aspek yang menganalisis lingkungan dan dampak dari keberadaan suatu usaha atau bisnis. Adapun hal-hal yang maksud seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan (Nurmalina et al, 2. Adapun aspek lingkungan yang dapat terjadi dari adanya usaha home industry adalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah-sampah plastik, kardus, dan minyak jelantah dari proses produksi kue karah (Sumber: Wawancar. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, dapat diketahui bahwa sejauh ini tidak ada pencemaran yang terjadi di sekitar lokasi usaha home industry kue karah. Hal ini membuktikan bahwa usaha home industry kue karah telah memenuhi ketentuan dari aspek Hal ini dibuktikan oleh penelitian Patimah et al . , menyatakan bahwa sebuah usaha dapat dikatakan layak jika tidak menghasilkan atau menimbulkan limbah yang berpotensi merusak lingkungan hidup. Aspek hukum Aspek hukum merupakan aspek yang menganalisis tingkat kemampuan pelaku bisnis dalam memenuhi ketentuan hukum (Nurmalina et al, 2. Secara ketentuan hukum yang berlaku seperti izin lokasi usaha dan ketentuan pemberian upah terhadap karyawan. Usaha home industry kue karah yang dikelola oleh ibu Nurhabibah, ibu Nur Aini, ibu Mariani, ibu Yusniar dan ibu Wilda telah memiliki izin lokasi usaha yang meliputi sertifikat tanah, pemberian upah karyawan setiap bulan dan pelunasan PBB setiap tahunnya (Sumber : Wawancar. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden dapat diketahui bahwa seluruh usaha home industry kue karah yang ada di Kecamatan Kaway XVI telah memenuhi ketentuan aspek Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 hukum yang berlaku (Sumber : Wawancar. Hal ini dibuktikan oleh penelitian Nabila et al . , yang menyatakan bahwa sebuah usaha dapat dikatakan layak apabila memiliki perizinan terkait yang dibutuhkan seperti izin lokasi yang ditempatkan. Aspek pasar Aspek pasar merupakan aspek yang menganalisis potensi pasar, persaingan dan menganalisis strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan konsumen (Nurmalina et al, 2. Usaha home industry kue karah masih memiliki potensi pasar yang sangat mendukung karena terbatasnya pemasok atau pembuat kue karah di wilayah Kecamatan Kaway XVI dan sebagai makanan wajib yang harus ada dalam berbagai acara adat seperti kenduri jirat, kenduri 1 sampai 7 hari orang meninggal, 40 hari orang meninggal dan hantaran kue meugang. Banyaknya permintaan konsumen akan kue karah membuat pedagang kue karah sering kekurangan ketersediaan kue karah di toko. Sedangkan pemasaran kue karah ada yang diambil oleh agen atau dibeli oleh konsumen secara langsung (Sumber : Wawancar. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, dapat diketahui bahwa usaha home industry kue karah sudah berjalan dengan baik dan telah memenuhi ketentuan kelayakan dari aspek pemasaran. Dari segi pemasaran dan potensi pasar, usaha kue karah ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan serta layak untuk mendapatkan perhatian pemerintah dalam melestarikan kue tradisional ini. Hal ini dikuatkan oleh penelitian Syahsudarmi . , yang menyatakan bahwa sebuah usaha dapat dikatakan layak jika mempunyai strategi terkait pemasaran dan memiliki ketersediaan bahan baku serta bahan pembantu yang memadai. Aspek sosial dan ekonomi Aspek sosial dan ekonomi merupakan analisis seberapa besar dampak sosial dan ekonomi dari usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI terhadap masyarakat secara Keberadaan usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar karena tidak menimbulkan kebisingan dalam proses produksinya hingga finish. Adapun dapat positif dari usaha home industry kue karah yaitu menciptakan peluang pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar dan menguatkan tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar (Sumber : Wawancar. Hal ini dibenarkan oleh penelitian Nabila et al . , menyatakan bahwa sebuah usaha dapat dikatakan layak apabila dapat memberikan dampak positif secara sosial dan ekonomi. Aspek produksi Aspek produksi merupakan analisis untuk mengetahui kemampuan pelaku usaha atau bisnis dalam proses produksi seperti jumlah bahan baku yang tersedia, kemampuan pengolahan bahan baku hingga bahan baku setengah jadi hingga menjadi bahan jadi atau produk yang diselesaikan tepat waktu (Nurmalina et al, 2. Usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI yang dikelola oleh ibu Nurhabibah, ibu Nur Aini, ibu Mariani, ibu Yusniar dan ibu Wilda Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 telah memiliki bahan baku yang cukup sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu (Sumber : Wawancar. Hal ini dibuktikan oleh penelitian Syahsudarmi . yang menyatakan bahwa sebuah usaha dapat dikatakan layak jika dapat memenuhi kapasitas produksi yang ditargetkan. Aspek Finansial Biaya produksi pada usaha home industry kue karah meliputi biaya tetap . ixed cos. dan biaya tidak tetap . ariable cos. Biaya produksi adalah jumlah biaya tetap . ixed cos. dengan biaya tidak tetap . ariable cos. Biaya tetap pada usaha home industry kue karah meliputi biaya perlengkapan alat produksi kue karah seperti bangunan, wajan, tabung gas, kompor gas, kompor minyak dan perlengkapan lainnya. Tabel 1. Kebutuhan Investasi Responden Bangunan Investasi Awal Peralatan Produksi Total Investasi Awal Rp 600. Rp 630. Rp 2. Rp 900. Rp 1. Rp1. Rp 26. Rp 30. Nurhabibah Rp 25. Nur Aini Rp 20. Mariani Rp 30. Yusniar Rp 20. Wilda Rata-rata Rp 25. Sumber : Data Primer, diolah 2022 Biaya Tetap . ixed cos. Rp 918. Rp 768. Rp 669. Rp 927. Rp 639. Rp 784. Biaya tidak tetap . ariable cos. yang digunakan pada usaha home industry di Kecamatan Kaway XVI meliputi biaya upah karyawan, listrik, bahan penunjang seperti gas dan biaya bahan baku seperti tepung, kelapa, gula, minyak, garam dan lainnya. Tabel 2. Total Biaya Tidak Tetap . ariable cos. Responden Listrik Bahan Baku (R. (R. (R. Nurhabibah KNur Aini Mariani Yusniar Wilda Rata-rata Bahan Penunjang (R. Upah Karyawan Biaya Tidak Tetap ( Variabel (R. (R. Sumber : Data Primer, diolah 2022 Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Biaya produksi adalah jumlah dari semua biaya tetap . ixed cos. dengan biaya tidak tetap . ariable cos. Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi kue karah pada usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI dalam sebulan. Tabel 4. Total Biaya Produksi . otal cos. Responden Biaya Tetap/bulan . ixed cos. (R. Nurhabibah Nur Aini Mariani Yusniar Wilda Rata-rata Sumber : Data Primer, diolah 2022 Biaya Tidak Tetap / bulan Total Biaya Produksi / (Variabel cos. (R. bulan (TC) (R. Penerimaan Penerimaan adalah jumlah perkalian antara produksi kue karah yang dihasilkan dengan harga jual kue karah saat dijual. Setiap responden memproduksi kue karah dalam jumlah yang berbeda tergantung pesanan konsumen. Ibu Nurhabibah mampu memproduksi kue karah sebanyak 110 pieces dalam 2 hari. Ibu Nur Aini mampu memproduksi kue karah sebanyak 125 pieces dalam 2 hari. Ibu Mariani mampu memproduksi kue karah sebanyak 270 pieces dalam 2 hari. Ibu Yusniar mampu memproduksi kue karah sebanyak 200 pieces dalam 2 hari. Ibu Wilda mampu memproduksi kue karah sebanyak 135 pieces dalam 2 hari. Sehingga setiap responden dapat memproduksi kue karah sebanyak 15 kali dalam sebulan. Harga setiap kue karah bervariasi tergantung ukurannya. Semua usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI memiliki harga dan ukuran kue karah yang sama. Jika dirata-ratakan harga untuk setiap kue karah adalah sebesar Rp 5. 667/pieces. Tabel 5. Total Penerimaan . otal revenu. Nama Responden Nurhabibah Nur Aini Mariani Yusniar Wilda Jumlah Rata-rata Sumber : Data Primer, diolah 2022 Jumlah ProduksiI (Q) Harga Jual (P) Rp 5. Rp 5. Rp 5. Rp 5. Rp 5. Total Penerimaan / Revenue (TR) Rp 71. Rp 14. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Keuntungan Tabel 6. Total Keuntungan Total Keuntungan(T) Penerimaan / Revenue (TR) 000 Rp 000 Rp2. 1 Nurhabibah 900 Rp 10. 000 Rp2. 2 Nur Aini 000 Rp 22. 000 Rp1. 3 Mariani 000 Rp 17. 000 Rp1. 4 Yusniar 000 Rp 11. 000 Rp1. 5 Wilda Rata-rata Rp 12. Rp 14. Rp 1. Sumber : Data Primer, diolah 2022 Nama Responden Total Biaya Produksi (TC) Berdasarkan tabel 6, dapat diketahui bahwa pada usaha home industry kue karah dalam 1 bulan di Kecamatan Kaway XVI memperoleh rata-rata keuntungan sebesar Rp 1. untuk setiap produksi. Adapun keuntungan terbesar dari usaha home industry kue karah diterima oleh Ibu Nurhabibah. Sedangkan keuntungan yang kecil diterima oleh Ibu Wilda. Analisis Studi Kelayakan Bisnis Adapun asumsi yang digunakan dalam analsisis kelayakan usaha home industri kue karah di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat yaitu meliputi discount factor sebesar 14% danpajak usaha sebesar 5%. Tabel 7. Hasil Analisis NPV. IRR. PBP. BEP dan BCR No Responden Nurhabibah Nur Aini Mariani Yusniar Wilda NPV (R. BEP IRR PBP Produksi 71% 1,44 78% 1,26 81% 1,19 60% 1,70 72% 1,41 Harga BCRKeter 329,09 554,08 194,81 029,00 890,86 1,91 Layak 2,15 Layak 2,27 Layak 1,64 Layak 1,95 Layak Sumber : Data Primer, diolah. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Net present value (NPV) Berdasarkan tabel 7, dengan tingkat discount factor 14% diperoleh nilai Net present value (NPV) terbanyak pada Ibu Nur Aini sebesar Rp 29. 954 yang berarti usaha home industry kue karah milik Ibu Nur Aini akan mendapatkan sebesar Rp 29. 954 selama umur usaha 3 tahun menurut nilai waktu sekarang. sedangkan nilai Net present value (NPV) yang paling kecil terdapat pada Ibu Yusniar sebanyak 19. 832 yang berarti usaha home industry kue karah milik Ibu Yusniar akan mendapatkan keuntungan sebesar 19. 832 selama umur usaha 3 tahun berdasarkan nilai waktu sekarang. Nilai variabel Net present value (NPV) > 0, artinya usaha home indusrty kue karah di Kecamatan Kaway XVI layak untuk diusahakan dan Hal ini dikuatkan oleh penelitian Patimah et al . , apabila nilai Net present value (NPV) lebih besar daripada nol maka usaha tersebut bersifat layak untuk Rate of return (IRR) Berdasarkan tabel 7, bahwa kelayakan finansial dengan variabel internal rate of return dengan persentase terbesar terdapat pada Ibu Mariani sebesar 81% dan persentase paling kecil terdapat pada responden ke 4 sebesar 60%. Hasil analisis memperlihatkan bahwa semua usaha home industry kue karah yang ada di Kecamatan Kaway XVI mempunyai persentase lebih besar dari pada tingkat suku bunga yang berlaku yaitu 14%. Artinya semua usaha ini akan memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan mendepositokan modalnya di bank dengan sukubunga yang berlaku. Sehingga nilai investasi yang digunakan dapat diterima serta akan memberikan keuntungan yang lebih besar dari pada persentase discount factor. Hal ini dibuktikan oleh penelitian Tasik et al . , yang menyatakan bahwa setiap perusahaan yang tingkat pengembalian internal (IRR) lebih tinggi dari nilai faktor diskonto memperoleh keuntungan lebih banyak daripada jika menginvestasikan modalnya di bank dengan tingkat bunga tetap. Payback period (PBP) Berdasarkan tabel 7, memperlihatkan bahwa durasi waktu paling lama untuk mengembalikan nilai reinvestasi dalam usaha home industry kue karah yang ada di Kecamatan Kaway XVI terdapat pada Ibu Yusniar yaitu 1 tahun 7 bulan. Sedangkan 4 usaha yang lain mempunyai waktu pengembalian modal investasi di bawah 1 tahun 7 bulan. Rata-rata durasi waktu Pay back period (PBP) yang dihasilkan dalam analisis kelayakan usaha home industry kue karah yaitu 1 tahun. Artinya seluruh usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI mempunyai durasi pengembalian modal atau investasi usaha dalam kurun waktu 1 tahun. Pengembalian modal pada usaha home industry kue karah ini tergolong dalam kategori cepat karena pengembalian modal atau investasi kurang dari 3 tahun. Hal ini dijelaskan oleh penelitian Tasik et al . , jika pengembalian modal < 3 tahun, makan pengembalian dikategorikan cepat. Sedangkan pengembalian modal > 3 tahun, maka pengembalian modal dikatakan lambat. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Break Event Point (BEP) Berdasarkan tabel 7, dapat diketahui bahwa setiap responden memiliki harga jual kue karah yang lebih besar dari pada nilai BEP harga. Jumlah produksi kue karah juga lebih besar dari pada nilai BEP produksi. Dimana jumlah BEP produksi dan BEP harga yang paling tinggi dimiliki oleh ibu Mariani. Sedangkan yang nilai BEP produksi dan BEP harga yang paling rendah dimiliki oleh ibu Nurhabibah. Karena seluruh Responden memiliki jumlah produksi kue karah dan harga jual kue karah yang lebih besar dari pada nilai BEP produksi dan BEP harga, maka seluruh usaha home industri kue karah yang ada di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat layak untuk terus dikembangkan. Cost Benefit Ratio (CBR) Berdasarkan tabel 7, dapat diketahui bahwa usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI memiliki nilai Benefit Cost Ratio (BCR) > 1. Artinya usaha home industry kue karah yang ada di Kecamatan Kaway XVI secara ekonomi layak untuk Sehingga dapat dikatakan bahwa usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI bersifat layak dan dapat diteruskan. Hal ini disebabkan oleh nilai Benefit cost ratio (BCR) yang didapatkan lebih besar dari pada 1 dan dapat diartikan mempunyai nilai manfaat yang diperoleh dalam usaha ini sebesar nilai Benefit cost ratio (BCR). KESIMPULAN Analisis kelayakan non finansial dan finansial usaha home industry kue karah di Kecamatan Kaway XVI dikatakan layak karena telah memenuhi standar kelayakan non finansial. spek teknis. SDM, lingkungan, hukum, pasar dan ekonomi dan sosia. dan nilai NPV. IRR. PBP,BEP dan BCR telah memenuhi standar kelayakan finansial. Diharapkan pada pemerintah daerah harusnya memberikan dana dan memberikan pelatihan agar usaha home industry kue karah ini dapat dikelola dengan lebih baik lagi dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Kemudian pada pemilik dan calon pemilik usaha agar lebih kreatif dan inovatif baik dari sisi produksi maupun sistem pemasaran digital pada usaha home industry kue karah. DAFTAR PUSTAKA