194 | Rimadhani et al. Formulasi dan Karakteristik Sediaan Lotion Formulasi dan Karakteristik Sediaan Lotion dengan Variasi Konsentrasi Minyak Atsiri Jahe Merah (Zingiber officinale var. Formulation and Characteristics of Lotion Preparations with Variations in The Concentration of Red Ginger Essential Oil (Zingiber officinale var. Farras Fajria Rimadhani1a. Amar MaAoruf1. Delfitriani Delfitriani1. Helmi Haris2 1Jurusan Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Ilmu Pangan Halal. Universitas Djuanda Bogor. Jl. Tol Ciawi No. Bogor 16720. 2Fakultas Ilmu Pangan Halal. Universitas Djuanda Bogor. Jl. Tol Ciawi No. Bogor 16720. aKorespondensi : Farras Fajria Rimadhani. E-mail: farrasfajria121@gmail. Diterima: 20 Ae 06 Ae 2025 . Disetujui: 31 Ae 08 Ae 2025 ABSTRACT Red ginger essential oil can be used as an additive in lotion formulations due to its active compounds such as zingiberene, gingerol, and shogaol, which possess antibacterial, anti-inflammatory, therapeutic, and antioxidant properties. This study aimed to evaluate the effect of red ginger essential oil addition on the physicochemical properties and microbial contamination of lotion preparations based on SNI-16-4399-1996 standards. The concentration variations of red ginger essential oil at 0%, 1%, 2%, and 3% served as the sole factor in a Completely Randomized Design (CRD) with two Hedonic testing was analyzed using ANOVA and the Friedman-Conover post-hoc test. The lotion characterization included appearance, pH, specific gravity, viscosity, total plate count, spreadability, irritation, and hedonic assessment. The analysis results showed that the addition of red ginger essential oil significantly affected pH . = 0. , total plate count . = 0. , and spreadability . = 0. , but had no significant effect on specific gravity . = 0. and viscosity . = 0. Microbial contamination levels decreased from 6. 218 y 10A cfu/ml . 617 y 10A cfu/ml . % Based on the hedonic test, the 1% concentration formulation received the highest scores for aroma, texture, and absorption level, although significant differences were only found in aroma and Keywords: essential oil, lotion, red ginger ABSTRAK Minyak atsiri jahe merah dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam komposisi lotion karena mengandung senyawa aktif seperti zingiberene, gingerol, dan shogaol yang memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, terapeutik, dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan minyak atsiri jahe merah terhadap sifat fisikokimia dan kontaminasi mikroba pada sediaan lotion berdasarkan SNI-16-4399-1996. Variasi konsentrasi minyak atsiri jahe merah pada 0%, 1%, 2%, dan 3% merupakan satu-satunya faktor dalam penelitian ini yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali ulangan serta uji hedonik menggunakan ANOVA dan uji lanjut Friedman-Conover. Karakterisasi sediaan lotion meliputi parameter penampakan, pH, bobot jenis, viskositas, angka lempeng total, daya sebar, iritasi, dan uji hedonik. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri jahe merah secara signifikan memengaruhi pH . = 0,. , angka lempeng total . = 0,. , dan daya sebar . = 0,. , namun tidak berpengaruh signifikan terhadap bobot jenis . = 0,. dan viskositas . = 0,. Tingkat kontaminasi mikroba menurun dari 6,218 x 10A cfu/ml . menjadi 2,617 x 10A cfu/ml . ormulasi 3%). Berdasarkan uji hedonik, formulasi dengan konsentrasi 1% mendapatkan skor tertinggi untuk aroma, tekstur, dan tingkat penyerapan, meskipun perbedaan signifikan hanya ditemukan pada aroma dan tekstur. Kata kunci: lotion, minyak atsiri, jahe merah Rimadhani. MaAoruf. Delfitriani. Haris. Formulasi dan Karakteristik Sediaan Lotion dengan Variasi Konsentrasi Minyak Atsiri Jahe Merah (Zingiber officinale var. Jurnal Agroindustri Halal, 11. , 194 Ae 204. Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 11 Nomor 2. Agustus 2025 | 195 PENDAHULUAN Jahe merah (Zingiber officinale var. dikenal sebagai tanaman rimpang yang memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Jahe merah memiliki konsentrasi antioksidan lebih besar . ,14 pp. dibandingkan jenis jahe lainnya, serta komponen senyawa volatil dan nonvolatil yang lebih banyak, seperti minyak atsiri dan oleoresin (Azkiya et al. , 2017. Herawati & Saptarini, 2. Kandungan utama dalam minyak atsiri jahe merah, seperti zingiberene, gingerol, dan shogaol memiliki sifat analgesik, antiinflamasi, serta antioksidan. Sifat senyawa tersebut dapat meredakan nyeri dan peradangan otot, mencegah radikal bebas, serta menjaga kesehatan kulit (Ahnafani et al. , 2025. Paujiah et al. , 2. Hal ini menunjukkan potensi minyak atsiri jahe merah sebagai komponen yang berharga dalam pengembangan produk perawatan kulit, termasuk lotion. Lotion merupakan bentuk sediaan produk yang dapat membantu melembabkan kulit dengan menarik kelembapan dari udara ke stratum korneum yang dehidrasi dan mengurangi penguapan kulit (Sumbayak & Diana, 2. Penambahan minyak atsiri yang kaya akan kandungan baik untuk kulit dapat meningkatkan nilai tambah produk lotion berupa efek antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, aroma terapi, serta memberikan kelembapan yang optimal bagi kulit. penambahan minyak atsiri ke dalam formulasi topikal seperti lotion atau krim dapat meningkatkan aktivitas antibakteri, memberikan efek relaksasi melalui aromaterapi, serta mendukung hidrasi dan regenerasi kulit (Wijayadi et al. , 2. Penelitian yang mengeksplorasi potensi jahe merah dalam bidang kesehatan telah banyak dilakukan, namun pemanfaatan minyak atsiri jahe merah dalam formulasi kosmetik, terutama lotion masih sangat terbatas. Berdasarkan penjelasan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menilai dampak dari perbedaan konsentrasi minyak atsiri jahe merah terhadap kualitas sediaan lotion sesuai dengan ketentuan SNI 16-4399-1996, mengetahui formulasi sediaan lotion jahe merah yang paling disukai berdasarkan uji hedonik . , dan menentukan formulasi lotion terpilih berdasarkan hasil pengujian SNI dan hedonik. MATERI DAN METODE Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu minyak atsiri jahe merah, trietanolamin, asam stearat, aquades, gliserin, propil paraben, paraffin cair, setil alkohol, metil paraben, dan larutan NaCl fisiologis. Alat yang digunakan meliputi timbangan digital, gelas ukur, spatula, magnetic stirrer, hand mixer, thermometer, cawan petri, kertas millimeter blok, kaca, stopwatch, pH meter, viscometer ostwald, piknometer, corong, dan botol wadah lotion. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai Februari 2025, bertempat di Laboratorium UPT Sartika. Universitas Djuanda Bogor. Analisis Karakteristik Mutu Sediaan Lotion Berdasarkan Uji SNI Formulasi Penelitian Formulasi pembuatan sediaan lotion dengan penambahan variasi minyak atsiri jahe merah dapat dilihat pada Tabel 1. Proses Pembuatan Proses pembuatan lotion dimulai dengan penimbangan komponen sesuai dengan formulasi, kemudian dilakukan pemanasan dalam dua tahap: fase air . rietanolamin, gliserin, metil paraben, aquade. dan fase minyak . sam stearat, setil alkohol, paraffin cair, propil Fase minyak dicairkan selama 15 menit pada suhu 70oC diatas magnetic stirrer dimana stir bar dimasukkan setelah fase minyak melebur untuk memastikan fase minyak Setelah homogen, stir bar diangkat, dan pengadukan dilanjutkan dengan spatula 196 | Rimadhani et al. Formulasi dan Karakteristik Sediaan Lotion sambil memasukkan fase air . ecuali trietanolami. ke dalam fase minyak. Kedua fase yang telah bercampur dipanaskan kembali hingga suhu 70oC, kemudian trietanolamin dan sisa aquades ditambahkan dan dicampur menggunakan handmixer hingga homogen. Setelah itu, sediaan lotion yang telah didiamkan hingga suhu ruang, ditambahkan minyak atsiri jahe merah pada konsentrasi 0%, 1%, 2%, 3% sesuai formulasi pada Tabel 1. Kemudian. lotion dimasukkan dalam wadah steril. Tabel 1. Formulasi sediaan lotion minyak atsiri jahe merah Bahan Formulasi Minyak atsiri jahe merah (%) Asam stearat . Setil alkohol . Trietanolamin . Gliserin . Parafin Cair . Nipagin (Metil Parabe. Nipasol (Propil Parabe. 0,05 0,05 0,05 0,05 Ad 100 Ad 100 Ad 100 Ad 100 Akuades . (Sumber: Nisa et al. , 2021 yang dimodifikas. Rancangan Percobaan Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf dan dua ulangan. Faktor perlakuan yang digunakan adalah variasi konsentrasi minyak atsiri jahe merah dengan empat taraf formulasi yakni sebesar 0% (L. , 1% (L. , 2% (L. , dan 3% (L. Berikut adalah model matematis Rancangan Acak Lengkap 1 Yij = AA Ei A . Yij = Pengamatan pada formulasi penambahan konsentrasi minyak atsiri jahe merah ke - i dan ulangan ke - j = Rataan umum Ei = Pengaruh formulasi penambahan konsentrasi minyak atsiri jahe merah ke - i A = Galat = Banyaknya taraf formulasi . , 2, 3, . = Banyaknya pengulangan . , . Data uji yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan taraf 5%. Sebelum dilakukan analisis, ditetapkan hipotesis sebagai berikut: HCA . ipotesis no. menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan terhadap parameter yang diuji, sedangkan HCA . ipotesis alternati. menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Apabila hasil anova menunjukkan nilai p < 0,05 maka H0 ditolak dan dinyatakan berbeda signifikan antara jenis formulasi dalam uji fisik dan kimia. Jika nilai p > 0,05 maka dinyatakan berbeda tidak signifikan antara jenis formulasi dalam uji fisik dan kimia. Pengujian lebih lanjut dilakukan pada formulasi dengan hasil yang berbeda signifikan menggunakan DuncanAos Multiple Range Test (DMRT) menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) untuk melihat pengaruh setiap formulasi. Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 11 Nomor 2. Agustus 2025 | 197 Prosedur Analisis Uji penampakan dilakukan secara visual dengan mengoleskan sediaan pada kaca preparat (Noer & Sundari, 2. , dimana lotion termasuk homogen jika tidak terdapat butiran kasar (Hamida et al. , 2. pH lotion diuji menggunakan pH meter, dimana pH yang baik yaitu berkisar 4,5 - 8,0 (Badan Standarisasi Nasional, 1. Uji bobot jenis dilakukan dengan piknometer untuk mengetahui massa jenis lotion, dengan nilai ideal antara 0,95 hingga 1,05 (SNI, 1996. Kemenkes RI, 2. Uji viskositas dilakukan menggunakan viskometer Ostwald, dimana viskositas yang baik berada dalam rentang 2. 000 - 50. 000 cP (SNI, 1996. Kemenkes RI, 2. Uji cemaran mikroba dilakukan dengan mengukur Angka Lempeng Total (ALT), yang harus memenuhi batas maksimal 103 koloni per ml atau gram (SNI, 1996. Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2. Daya sebar diuji dengan meletakkan 0,5 gram sediaan pada permukaan cawan petri, lalu diberikan beban secara bertahap mulai dari 50 gram hingga 200 gram (Pujiastuti & Kristiani, 2. , diameter yang baik berkisar 5 - 7 cm (Dominica & Handayani, 2. Pengujian iritasi menggunakan metode Human Patch Test (Basketter, 1. dengan hasil yang dikategorikan berdasarkan tingkat iritasi dari 0 . idak mengiritas. ritasi bera. (Fregert, 1. Analisis Formulasi Sediaan Lotion Berdasarkan Uji Hedonik Rancangan Percobaan Uji hedonik . ji kesukaa. dilakukan dengan meminta pendapat pribadi 30 orang panelis tidak terlatih tentang kesukaan atau ketidaksukaan terhadap produk lotion, skala nilai 1 - 5. Lalu, data hasil uji hedonik tersebut dianalisis dengan metode Friedman sebagai berikut : A = p2 p2 p2 p2 A. B = . R J = Angka hasil percobaan = Total panelis R J = Total nilai dari tiap formulasi yang dipangkatkan Langkah berikutnya yaitu menghitung nilai kritik (T) : ( yeaOeya )[ ycOe. eayeU . eU y. ycOeyc = Keseluruhan kuadrat total = Keseluruhan kuadrat total perlakuan = Total perlakuan Peubah T menyebar menurut sebaran F dengan derajat bebas K1 = k -1 dan K2 = . - . - . Kemudian nilai kritik (T) dianalisis terhadap nilai F dalam tabel. Apabila nilai T Ou F tabel, artinya ada pengaruh penambahan variasi konsentrasi minyak atsiri jahe merah terhadap parameter hedonik atau setidaknya ada satu formulasi . yang menunjukkan perbedaan signifikan dan pengujian dilanjut menggunakan uji Conover. Berikut adalah rumus uji lanjut Conover untuk mengidentifikasi formulasi yang menunjukkan perbedaan signifikan. cOey. ya R = T0,975 (. eaOey. eUOey. ) ya . = Nilai perhitungan ranking T0,975 = Konstanta dengan nilai 1,99 Penentuan Formulasi Sediaan Lotion Terpilih Formulasi sediaan lotion terbaik ditentukan berdasarkan hasil kombinasi dari evaluasi dua parameter pengujian, yaitu pengujian mutu SNI 16-4399-1996 dan pengujian hedonik. 198 | Rimadhani et al. Formulasi dan Karakteristik Sediaan Lotion Formulasi yang memiliki nilai paling sesuai dengan SNI dan rata-rata skor uji hedonik tertinggi akan ditetapkan sebagai formulasi terbaik HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Karakteristik Mutu Sediaan Lotion Berdasarkan Uji SNI Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) pada pengujian SNI sediaan lotion minyak atsiri jahe merah dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil uji SNI sediaan lotion minyak atsiri jahe merah L0 . L1 . L2 . L3 . SNI 16-4399-1996 Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen 7,95d 7,55c 7,25b 6,95a 4,5 Ae 8,0 Bobot Jenis . /m. 1,00a 1,00a 0,99a 0,99a 0,95 Ae 1,05 Viskositas . P) ALT . fu/m. 6,218b 2,6a 2,614a 2,617A 000 Ae 50. Maksimal 102 Konsentrasi Minyak Atsiri Jahe Merah Parameter Penampakan Literatur Daya Sebar . Iritasi 6,37c 5,94b 5,81b 5,50A 5 - 7 cm Tidak Mengiritasi Tidak Mengiritasi Tidak Mengiritasi Sedikit Mengiritasi Tidak Mengiritasi Keterangan : Perbedaan notasi huruf dalam baris yang sama menandakan berbeda signifikan pada taraf = 5%. Penampakan Hasil uji penampakan memperlihatkan bahwa lotion tidak mengandung gumpalan atau partikel kasar, yang mengindikasikan homogenitas dan kestabilan formulasi yang baik. Jika campuran lotion tercampur merata, warna merata, dan tidak ada gumpalan atau partikel kasar, maka campuran tersebut dianggap homogen (Hamida et al. , 2024. Mardikasari et al. Komponen-komponen yang tidak terdistribusi secara merata dapat mengurangi efektivitas dan menyebabkan iritasi kulit (Eliska et al. , 2. Pujiastuti & Kristiani . menyatakan bahwa penambahan ekstrak tanaman dalam konsentrasi kecil tidak mempengaruhi homogenitas sediaan lotion karena semua komponen utama lotion telah tercampur rata. Uji penampakan disajikan pada Gambar 1. Gambar 1. Hasil uji penampakan lotion Hasil analisis sidik ragam pH menghasilkan nilai signifikansi 0,001 . < 0,. , artinya penambahan konsentrasi minyak atsiri jahe merah berpengaruh signifikan terhadap pH Minyak atsiri . jahe merah cenderung bersifat asam karena senyawa gingerol jahe merah bersifat asam fenolik (Sugiarti et al. , 2. Nilai pH sediaan lotion turun seiring bertambahnya kandungan minyak atsiri jahe merah. Hasil uji pH menunjukkan bahwa formulasi L3 . %) memiliki nilai pH tertinggi, yaitu 7,95, diikuti L2 . %) pH 7,55. L1 . %) pH Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 11 Nomor 2. Agustus 2025 | 199 7,15, serta L0 . pH 6,95. Keseimbangan pH lotion sangat penting untuk perawatan kulit, karena kulit dapat beraksi negatif jika lotion memiliki perbedaan pH yang signifikan. yang terlalu basa mengakibatkan kulit bersisik dan kering, sedangkan pH terlalu asam menyebabkan iritasi (Sari et al. , 2. Bobot Jenis Hasil analisis sidik ragam bobot jenis menghasilkan nilai signifikansi 0,584 . > 0,. , yaitu penambahan konsentrasi minyak atsiri jahe merah tidak berpengaruh signifikan terhadap bobot jenis lotion. Nilai bobot jenis pada formulasi L0 . dan L1 adalah 1,00 g/ml, sementara formulasi L2 dan L3 memiliki nilai 0,995 g/ml. Hasil ini menunjukkan bobot jenis lotion yang stabil dan sesuai dengan SNI. Penambahan minyak atsiri dalam konsentrasi kecil tidak mempengaruhi bobot lotion. Selaras dengan Amaliyah et al. yang menyatakan penambahan minyak atsiri tidak berpengaruh signifikan terhadap bobot jenis Bobot jenis lotion dapat dipengaruhi oleh komposisi bahan-bahan penyusun lainnya, seperti asam stearat sebagai emulgator yang dapat meningkatkan bobot jenis jika konsentrasinya ditambah (Erlangga et al. , 2. Bobot jenis lotion yang terlalu tinggi akan menyebabkan konsistensi lotion menjadi terlalu cair, mengurangi efektivitas dan kenyamanan penggunaan (Widyasanti et al. , 2. Viskositas Hasil analisis sidik ragam viskositas menghasilkan nilai signifikansi 0,187 . > 0,. , artinya penambahan konsentrasi minyak atsiri jahe merah tidak berpengaruh signifikan terhadap viskositas lotion. Penelitian ini menunjukkan fluktuasi nilai viskositas antar Menurut Wulanawati et al. , emulsi dapat meningkatkan viskositas lotion, namun viskositas juga dapat menurun akibat pemanasan saat proses pembuatan lotion yang menyebabkan dekomposisi gliserin. Hasil uji viskositas dengan viskometer ostwald menunjukkan nilai tertinggi yaitu pada formulasi L3 . %) dengan nilai 6. 500 cP, diikuti oleh L1 . %) dengan nilai 6. 400 cP. L2 . %) dengan nilai 5. 800 cP, dan L0 . dengan nilai 400 cP. Semakin tinggi nilai viskositas, emulsi menjadi semakin stabil karena ukuran droplet yang lebih kecil dan lebih tahan terhadap pemisahan (Erwiyani et al. , 2. Namun, viskositas yang terlalu tinggi dapat mengurangi kenyamanan pengguna karena lotion menjadi sulit Angka Lempeng Total Seluruh formulasi telah memenuhi syarat SNI yaitu ALT maksimal 1 x 102 koloni/gram. Tingkat kontaminasi mikroba tertinggi ditemukan pada sampel L0 . ,218 x 101 cfu/m. , sementara tingkat kontaminasi mikroba terendah terdapat pada sampel L3 . ,617 x 10 1 cfu/m. Hasil uji ALT menggunakan analisis sidik ragam menghasilkan nilai signifikansi 0,002 . < 0,. , yaitu penambahan konsentrasi minyak atsiri jahe merah memberikan pengaruh signifikan terhadap ALT lotion. Hal tersebut karena adanya zat kimia fenolik dan hidroksil yang memiliki sifat antibakteri di dalam minyak atsiri jahe merah (Fitayani, 2. Gugus alkohol ini mengganggu integritas membran sel bakteri, menyebabkan lisis, dan mendenaturasi protein yang menghambat pertumbuhan atau membunuh sel bakteri (Murti & Putra, 2. Namun, kontaminasi mikroba juga dapat terjadi selama proses produksi atau pengemasan (Cahyani & Purwanto, 2. Cemaran mikroba yang melebihi standar dapat merusak sediaan lotion dan menyebabkan infeksi kulit (Aprilika, 2. Daya Sebar Nilai daya sebar tertinggi ditemukan pada formulasi L0 . dengan nilai 6,37, diikuti oleh L1 . %) dengan nilai 5,94. L2 . %) dengan nilai 5,81, dan L3 . %) dengan nilai 5,50. Hasil analisis sidik ragam daya sebar menghasilkan nilai signifikansi 0,006 . < 0,. , yaitu artinya penambahan konsentrasi minyak atsiri jahe merah berpengaruh signifikan terhadap daya sebar lotion. Daya sebar lotion dapat dipengaruhi oleh faktor konsentrasi zat 200 | Rimadhani et al. Formulasi dan Karakteristik Sediaan Lotion aktif, suhu, ukuran partikel, cara pengadukan, viskositas, dan pH (Widyaningrum et al. , 2. Sejalan dengan penelitian Karim et al. , dimana daya sebar suatu sediaan akan berkurang seiring dengan meningkatnya viskositas. Daya sebar yang semakin kecil mengakibatkan lotion sulit merata saat dioleskan ke kulit. Iritasi Formulasi L0 . tidak menyebabkan iritasi pada kulit, mengindikasikan bahwa dasar lotion yang dihasilkan aman di kulit. Formulasi L1 dan L2 juga tidak memperlihatkan reaksi iritasi pada kulit panelis, sementara formulasi L3 menunjukkan reaksi sedikit Menurut Soedirman et al. , penggunaan jahe merah yang diekstraksi sebagai komponen biologis dapat mempengaruhi timbulnya iritasi kulit. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan minyak jahe merah tidak meningkatkan potensi iritasi, selama konsentrasi minyak atsiri jahe merah tetap berada dalam batas aman. Hasil Analisis Formulasi Sediaan Lotion Berdasarkan Uji Hedonik Hasil analisis Friedman-Conover pada pengujian hedonik sediaan lotion minyak atsiri jahe merah disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil uji hedonik sediaan lotion minyak atsiri jahe merah Parameter Warna 89,0cd 79,5abc 67,5ab 64,0a Aroma 69,5ab 91,5d 72,5abc 66,5a Tekstur 61,5a 85,0bcd 79,5bc 74,0ab Tingkat Penyerapan 72,0ab 81,0cd 78,0c 69,0a Keterangan : Perbedaan notasi huruf dalam baris yang sama menandakan berbeda signifikan pada taraf = 5%. Warna Berdasarkan hasil pengujian Friedman, penambahan konsentrasi minyak atsiri jahe merah berpengaruh signifikan terhadap nilai hedonik warna, dengan T = 3,85 Ou T Tabel (K = 3. K2 = . = 2,71. Hasil uji lanjut Conover pada Tabel 3. menunjukkan formulasi L0 berbeda tidak signifikan dengan L1, namun berbeda signifikan dengan L2 dan L3. Selaras dengan penelitian Karim et al. , penambahan konsentrasi minyak atsiri yang semakin tinggi, dapat meningkatkan kepekatan warna yang dihasilkan. Kepekatan warna kuning pada minyak atsiri jahe merah dipengaruhi oleh faktor warna alami tanaman jahe dan lama waktu penyulingan (Iskandar et al. , 2. Penampakan warna sediaan lotion yang dihasilkan disajikan pada Gambar 2. Gambar 2. Warna sediaan lotion minyak atsiri jahe merah Aroma Berdasarkan hasil pengujian Friedman, penambahan konsentrasi minyak atsiri jahe merah berpengaruh signifikan terhadap nilai hedonik aroma, dengan T = 3,14 Ou T Tabel (K = 3. K2 = . = 2,71. Pada Tabel 3, uji lanjut conover menunjukkan formulasi L0 berbeda tidak signifikan dengan L2 dan L3, namun formulasi L0. L2, dan L3 berbeda signifikan dengan L1. Perbedaan yang signifikan dan tidak signifikan ini terjadi akibat perbedaan konsentrasi minyak atsiri jahe merah tiap formulasi. Selain itu, uji hedonik melibatkan evaluasi subjektif Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 11 Nomor 2. Agustus 2025 | 201 panelis yang bervariasi. Menurut Pratiwi & Wulandari . , penambahan minyak atsiri dalam jumlah sedikit akan menghasilkan aroma yang ringan dan tidak menyengat. Tekstur Berdasarkan hasil pengujian Friedman, penambahan konsentrasi minyak atsiri jahe merah memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai hedonik tekstur, dengan T = 3,30 Ou T Tabel (K = 3. K2 = . = 2,71. Tabel 3. menunjukkan bahwa formulasi L0 berbeda tidak signifikan dengan L3. Tetapi formulasi L1 dan L2 berbeda signifikan dengan L0. Perbedaan yang nyata disebabkan karena variasi konsentrasi minyak atsiri jahe merah yang mempengaruhi tekstur. Formulasi yang tidak berbeda nyata disebabkan oleh preferensi panelis perbedaan tekstur yang kecil antar formulasi. Menurut Oktaviasari & Zulkarnain . peningkatan zat aditif dalam formulasi dapat mempengaruhi konsistensi dan tekstur Tingkat Penyerapan Berdasarkan hasil pengujian Friedman, penambahan konsentrasi minyak atsiri jahe merah berpengaruh tidak signifikan terhadap nilai hedonik tingkat penyerapan, dengan T = 0,75 O T Tabel (K = 3. K2 = . = 2,71, sehingga tidak diperlukan uji lanjut. Pengaruh yang tidak signifikan ini karena panelis memberikan respon yang serupa terhadap tingkat penyerapan dari berbagai formulasi. Sediaan lotion minyak atsiri jahe merah mendapatkan preferensi skor 3 . karena bentuk sediaan lotion yang cepat meresap dan tidak lengket. Hal ini sejalan dengan Ulandari & Sugihartini . , dimana lotion memiliki karakteristik meresap dengan cepat, mudah dioles pada permukaan kulit, dan membentuk lapisan pelindung tipis. Penentuan Formulasi Sediaan Lotion Terpilih Pemilihan formulasi terpilih dilakukan berdasarkan penampakan yang homogen, pH terkecil dan tidak menimbulkan iritasi, bobot jenis dan viskositas terbesar. ALT terkecil, daya sebar terbesar, serta tidak mengiritasi. Produk terpilih hasil uji hedonik ditentukan berdasarkan penilaian tertinggi. Formulasi L1 . %) memiliki karakteristik sediaan lotion yang paling sesuai dengan SNI, tidak menimbulkan iritasi, serta lebih disukai panelis. Hasil analisis karakteristik kualitas lotion minyak atsiri jahe merah terpilih (L. disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil mutu lotion terpilih Parameter Uji L1 . Satuan SNI 16-4399-1996 Homogen Homogen 7,55 4,5 - 8,0 Bobot jenis, 200C 1,00 0,95 - 1,05 Viskositas, 250C Centi Poise 000 - 50. Angka Lempeng Total 2,6 x 101 Koloni/gram Maks. Hedonik Uji Connover Rerata Keterangan Warna 3,83 Kearah suka Aroma Kearah suka Tekstur 3,83 Kearah suka Tingkat Penyerapan 3,37 Netral Penampakan Meskipun nilai hedonik formulasi terbaik (L. berada di bawah skor 4 . , skor ini menunjukkan bahwa formulasi tidak ditolak oleh panelis. Hal ini masih dinilai layak untuk tahap formulasi awal dan dapat ditingkatkan pada penelitian lanjutan dengan optimasi aroma atau tekstur. 202 | Rimadhani et al. Formulasi dan Karakteristik Sediaan Lotion KESIMPULAN Hasil pengujian mutu SNI menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi minyak atsiri jahe merah memberikan pengaruh terhadap penampakan, pH, angka lempeng total, serta daya sebar lotion, namun tidak berpengaruh terhadap viskositas dan bobot jenis lotion. Selanjutnya, hasil uji hedonik menunjukkan formulasi L1 yang mengandung 1% minyak atsiri jahe merah secara umum lebih disukai panelis. Dengan demikian, berdasarkan hasil evaluasi mutu dan preferensi, formulasi lotion dengan konsentrasi 1% minyak atsiri jahe merah merupakan formulasi terbaik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi kestabilan sediaan selama penyimpanan, evaluasi efektivitas antibakteri secara in vitro maupun in vivo, serta menguji keamanan sediaan secara dermatologis untuk mendukung kelayakan produk sebagai inovasi kosmetik berbahan alami. DAFTAR PUSTAKA