Raqib: Jurnal Studi Islam Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 ISSN: x-x | E-ISSN: x-x KAIDAH TAFSIR SEBAGAI PANDUAN MEMAHAMI SUMBER DASAR TAFSIR AL-QURAoAN (Interpretation Rules as a Guide to Understanding the Basic Sources of Qur'an Interpretatio. Kholisoh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta email: 23105030089@student. uin-suka. Abstract To understand the Qur'an correctly and avoid misinterpretation, a set of principles known as Qawaid Tafsir is required in the interpretation of the Qur'an. As a sacred text, the Qur'an has been interpreted throughout the ages, opening up opportunities to explore the divine messages contained within it using different approaches. One may face challenges that are not easy to overcome, leading to ambiguity when understanding the Quran without the guidance of an interpretation or knowledge of The presence of principles of Quranic interpretation will undoubtedly assist in comprehending the content of the Quran broadly and deeply. In this context, the author will briefly present an article on the principles of interpretation based on the sources that serve as references for these principles. Keywords: Rules of Interpretation. Basic Sources. Interpretation of the Qur'an Abstrak Untuk dapat memahami al-qurAoan dengan benar dan menghindari penyimpangan diperlukan suatu kaidah dalam sebuah penafsiran al-QurAoan yang disebut Qawaid Tafsir. Al-QurAoan sebagai teks suci selalu ditafsirkan dari zaman ke zaman dan membuka peluang untuk menggali pesan pesan Ilahi yang terkandung dialamnya dengan menggunakan pendekatan yang berbeda. Seseorang akan mengahadapi persoalan yang tidak mudah hingga menimbulkan sikap ambiguitas ketika memahami al-QurAoan dengan tanpa bekal sebuah tafsir atau pengetahuan menegnai dengan adanya kaidah kaidah penafsiarn al QurAoan tentunya akan membantu untuk memahami kandungan al-QurAoan secara luas dan mendalam. Dalam hal ini penulis akan sedikit menyajikan tulisan mengenai kaidah kaidah tafsir pada sumber sumber yang menjadi rujukan kaidah tafsir. Kata Kunci: Kaidah Tafsir. Sumber Dasar. Tafsir Al-QurAoan PENDAHULUAN Al-QurAoan sebagai sebuah kitab suci umat muslim yang keasliannya sudah dijamin langsung oleh allah yang disebutkan dalam Q. hijr :9 ,Dan menyatakan bahwa ia merupakan kitab hidayah . Oleh kerana itu al quran memiliki sifat dinamis yang relavan dari zaman dahlu hingga zaman modern. Kehadiran al-QurAoan diengah Tengah umat islam mendorong pada pengembaraan intelektual yang mana membangkitkam umat islam untuk melakukan sebuah penafsiran ataupun mengembangkan makna makna yang perlu diperjelas lagi. Namun, karena turunnya al quran dimakkah dengan dialek arab, sementara ia merupakan kitab petunjuk yang tidak hanya diperunntukkan Masyarakat arab saja, sehingga al QurAoan selalu menghadapi dua realitas yaiu realitas teks dan konteks. Sementara pada dekade terakhir, banyak sekali muncul kajian keislaman khususnya terkait dengan ke-al-QurAoanan merupakan suatu hal yang luar biasa, namun juga menghawatirkan. Sebab al-qurAoan sebagai sebuah teks tidak dapat berbicara mengenai kandungan isinya sendiri, melainkan yang berbicara adalah para pengkajinya . Para pengkaji tersebut membutuhkan sebuah acuan untuk sampai pada pemahaman yang sesuai dengan yang dikehendaki al-qurAoan. meskipun tidak sepenuhnya benar, karena hanya milik alah lah kebenaran yang Berdasar realitas yang telah disebutkan, maka sangat diperlukan sebuah kaidah untuk sebuah penafsiran terhadap ayat ayat al-qurAoan. beberapa ulama tafsir telah Menyusun kaidah kaidah tersebut, berawal dari tulisan pada selipan kitab kitab tafsir hingga menjadi suatu keilmuan tersendiri. Sebagai sebuah rujukan utama agama islam, al-QurAoan memerlukan sebuah pendekatan yang sistematis sehingga maknanya dapat dipahami dengan tepat, sesuai dengan konteks serta dapat Sehubungan dengan hal tersebut, keberadaan Qawaid AtTafsir atau Kaidah-Kaidah Tafsir memiliki posisi penting, yaitu berfungsi sebagai panduan dalam menafsirkan. Kaidah tafsir tidak hanya membantu mufassir untuk menafsirkan ayat ayat yang ada didalam al-QurAoan saja, tetapi juga memberikan kerangka kerja ilmiah dalam menentukan objek kajian serta sumber sumber dasar yang shahih dalam ilmu tafsir. Objek yang dikaji dalam ilmu tafsir mencakup aspek pesan dan makna yang terkandung dalam suatu ayat, baik secara lafadz maupun makna, sedangkan sumber dasar tafsir mencakup al-QurAoan sebagai sumber utama , sunnah nabi, qoul sahabat, pendapat tabiin serta pendekatan linguistik dan kontekstual. Dalam hal ini, pemahaman terhadap kaidah kaidah tafsir menjadi langkah awal yang penting untuk memahami dan mendalami ilmu tafsir dengan tepat. Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana kaidah tafsir berkontribusi dalam memahami objek dan sumber dasar tafsir al-QurAoan. 3 Berdasarkan penjelasam yang telah disebutkan di atas, maka perlu mengetahui beberapa hal mengnai. bagaimana kedudukan qawaid tafsir dalam struktur metodologi ilmu tafsir, apa saja objek dan sumber dasar dalam ilmu tafsir, dan bagaimana keterkaitannya dengan kaidah tafsir. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literatur review untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai kaidah tafsir dan sumber dasar tafsir Al-Qur'an. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif yakni untuk menggali makna dan interpretasi yang kompleks dalam konteks tafsir AlQur'an. dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber tertulis Husnul Hakim IMZI. KAIDAH TAFSIR BERBASIS TERAPAN . edoman begi para pengkaji al-qurAoa. Yayasan eLSiQ tabarakarrahman januari 2022, hal Damanhuri. Asep. Qawa'id al-Tafsr: Kaidah-Kaidah dalam Menafsirkan alQur'an. (Jakarta: Kencana, 2. Hasan. Metodologi Tafsir Kontemporer. (Bandung: Pustaka Seti. 2020 Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 65 seperti kitab tafsir, artikel ilmiah, buku, serta dokumen penunjang yang relevan dengan kaidah tafsir. Penelitian ini berupaya merusmuskannya menjadi bagunan konseptual yang sesuai dengan pembahasan mengenai kaidah tafsir dan sumber dasar tafsir Al-Qur'an. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Kaidah Tafsir Kaidah tafsir terdiri dari dua kata, yakni kaidah dan tafsir. Kaidah berasal dari Bahasa arab A CAsecara Bahasa memiliki arti asas atau dasar . secara jelas yaitu sesuatu yang menjadi dasar atas sesuatu yang lain. Sedangkan kata tafsir jika dilihat secara bahasa berarti al-kasyf . dan al-bayan . Secara jelas yaitu mengeluarkann sesuatu dari tempat yang tersembunyi kepada tempat yang leih jelas. Dari pejelasan tersebut, dapat ditarik Kesimpulan bahwasanya kaidah tafsir merupakan hukum umum yang yang dapat menghantarkan sang penafsir pada hal yang dikehendaki oleh allah melalui ayat ayatnya. AoAli Iyazi mendefnisikan kaidah tafsir sebagai Sesutu yang dibutuhkan oleh setiap mufassir. Kedudukan Qawa'id al-Tafsir dalam Struktur Metodologi Ilmu Tafsir Kaidah tafsir (Qawaid Al-Tafsi. memiliki posisi sentral dalam kegiatan penafsiran al-Qur'an. la berfungsi sebagai sebuah panduan yang mengatur cara seorang mufassir memahami dan menafsirkan teks wahyu secara tepat dan terlepas dari pemahaman subjektif mufassir. Sebagaimana ilmu fikih memiliki ul al-fiqh, maka ilmu tafsir pun memiliki qawA'id al-tafsir sebagai pedoman dalam berpikir, berargumentasi, dan menyusun sebuah penafsiran. mayoritas ulama sepakat bahwa kaidah tafsir memiliki tujuan utama yaitu memberikan panduan kepada para mufassir agar tidak terjadi penyimpang saat melakukan penafsiran Al-QurAoan. tanpa adanya kaidah-kaidah tafsir sebagai acuan, seseorang yang hendek berusaha memahami ayat-ayat al-quran beresiko melekukan kesalahan dalam penafsiran. Proses penafsiran tanpa adanya sebuah kaidah yang menjadi pedoman dapat bersifat spekulatif dan memberi celah terhadap pemahaman subjektif yang tidak bisa Dalam hal ini, imam al-Zarkash menekankan bahwa kaidah tafsir harus bersumber dari kombinasi antara prinsip-prinsip kebahasaan Arab dan tradisi penafsiran pada generasi awal Islam, seperti sahabat dan tabi'in. Seperti kaidah al-'ibrah bi al-siyAq . akna suatu lafaz dipahami berdasarkan kontek. atau lA ta Aruda fi al-Qur'an . idak ada kontradiksi didalam al-Qur'a. menjadi instrumen Husnul Hakim IMZI. KAIDAH TAFSIR BERBASIS TERAPAN . edoman bagi para pengkaji al-qurAoa. , (Depok: Yayasan eLSiQ tabarakarrahma. januari 2022, hal 15-17 Fatichatus SaAodiyah. Kaidah Tafsir, (Jurnal Al-Thiqah Vol. No. 1 April 2. Hal 4-5 Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 66 penting yang menunjukkan bahwa teks suci memiliki keteraturan internal dan makna secara menyeluruh. Sumber Dasar dalam Ilmu Tafsir serta Keterkaitannya dengan Kaidah Tafsir Dalam Ilmu tafsir terdapat beberapa sumber utama yang menjadi dasar mufassir dalam kegiatan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an. Secara umum, dikelompokkan menjadi tiga kategori utama sebagai berikut. Tafsir Bil MaAotsur Tafsir bil maAotsur adalah sebuah tafsir yang didasarkan kepada al-qurAoan langsung ataupun dengan manggunaan Riwayat shahih sesuai dengan. menafsirkan al quran dengan alquran . atu ayat dengan ayat lainny. , kedua , al quran ditarsirkan dengan sunnah baik iyu hadits nabi ataupun perkataan shahabat karena generasi inilah yang paling mengerti dengan kitabullah dan yang terakhir menafsirkan dengan pendapat thabiin. Jadi tafsir bil maAotsur adalah penafsiran pada ayat ayat al qurAoan dengan ayat al qurAoan yang lain, penafsiran yang dijelaskan oleh hadits ataupun sunnah, penafsiran yang dijelaskan oleh perkataan sahabat dan juga Beberapa kitab tafsir bil maAotsur . JamiAo Al Bayab TaAowil Ayi Al-QurAoan. Tafsir Al QurAoan Al-Adzhim. Dan Al-Durr Al-Mantsur Fi Al-Tafsir Bi Al MaAotsur. Tafsir Bil RaAoyi Tafsir bil raAoyi merupakan tafsir yang berasal dari sebuah pendapat. RaAoyi artinya Tafsir ini tidak didasarkan al-qurAoan, sunnah maupun perkataan sahabat melainkan dari ijtihad mufassir itu sendiri. Dimana sebelum melakukan ijtihad mufassir harus menggali Bahasa arab dari berbagai aspeknya sarta mempertimbangkan dengan sababun nuzul. Mudahnya, mufassir harus mengetahui Bahasa arab serta seluk beluk yang ada didalamnya yng merupakan aspek aspek penting yang dibutuhkan ketika menafsirakan al-QurAoan. Berbeda dengan tafsir bil maAotsur yang menggunakan wahyu dan juga sunnah, tafsir bil raAoyi lebih menekankan sumber penafsirannya pada akal pikiran mufassir dan juga kedalaman Bahasa arab yang dimiliki. Para ulama membedakan tafsir bil maAotsur pada dua bagian. Yakni tafsir bil raAoyi mahmud. dan juga madzmum. Contoh penafsiran mahmud pada kata dzarrah yag terdapat di surah al zalzalah, dimaknai dengan benda kecil. para ulama era klasik umumnya memaknainya dengan biji gandum , biji sawi dan lain sebagainya. Ini tergolong penafsiran mahmud atau trpuji dan layak digunakan. Sedangkan contoh penafsiran yang madzmum ketika memkanai kata syajarah oleh oknum juru kampanye diartikan dengan pohon beringin dengan maksud untuk tidak memilih partai tersebut. Jalaludin al syuthi. Al-Itqan fi 'Ulm al-Qur'an. (Beirut: Dar al-Kutub al'Ilmiyya. 2003 Iklima khairunnisa, dkk. Sumber-Sumber Penafsira Al-Quran. MESIR: Journal Of Management Education Social Sciences Information And Religion. Vol 1. No 1. Maret 2024 Hal 12-14 Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 67 jelas sekali ketika ada sebuah penafsiran seperti ini dikategorikan penafsiran yang madzmum atau tercela dan tidak layak untuk dipergunakan. Beberapa Contoh kitab tafsir bil raAoyi. kitab tafsir mafatihul ghaib, tafsir jalalayn, dan anwar tanzil wa asrar al taAowil. Tafsir Bil-Isyari Isyarah Secara bahasa memiliki arti penunjuk atau pemberi isyarat. Sedangkan yang dimaksud tafsir isyar'i adalah menafsirkan ayat al-Quran berbeda dengan zhahirnya tetapi menggunakan sebuah isyarat yang kurang jelas. dan hanya dapat dipahami oleh orang yang memiliki ilmu serta bertakwa. Tafsir bill isyarah dibagi menjadi dua macam yakni tafsir bil isyarah yang makbul . dan tafsir bil isyarah mardud . Seperti Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui Manna Kholil Qattan menceritakan tentang Abu Abbas yang memberikan penafsiran terhadap Surah An-Nasr. Dalam hadis tersebut. Umar bin Khattab meminta pendapat dari para tokoh Perang Badar mengenai ayat itu. Ketika Ibnu Abbas menjelaskan bahwa ayat tersebut berkaitan dengan ajal Rasulullah, hanya Ibnu Abbas dan Umar yang benar-benar memahami penafsiran tersebut dengan mendalam. Ini menunjukkan bahwa tafsir Al-Ishari hanya ditujukan untuk hamba-hamba tertentu. Sedangkan tafsir bil ishari yang mardud itu merupakan tafsir yang tidak memenuhi syarat dan menyalahi ketentuan-ketentuan. Contoh Kitab Tafsir Bi Al Isyari Al Futuhat Al Makkiyah. Haqiq Al Tafsir. Tafsir Al Tustary. Adapun sumber dasar ilmu tafsir secara hierarkis dibagi sebagai berikut. Al-QurAoan menjelaskan Al-Qur'an Kaidah ini merupakan kaidah yang paling awal. Mengapa demikian? Karena ayat ayat dalam al-QurAoan pada dasarnya saling menjelaskan antar satu ayat dengan yang lain. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan atau korelasi antar ayat yang disebutu munasabah. Dimana suatu ayat dapt menjelaskan, memeperkuat dan melengkapi makna ayat sebelum ataupun sesudahnya. Contoh ayat Al-Qur'an yang ditafsirkan dengan ayat Al-Qur'an yang lain terdapat dalam surah Yunus syat 63 Allah Ta'ala dalam firmannya. "Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu mereka tidak merasakan kekhawatiran terhadap dan tidak pula merasa bersedih hatiAy. (QS. Yunus . dan Ayat ini dijelaskan dengan ayat yang turun setelahnya berbunyi AuWali-wali allah yaitu orang orang yang beriman dan mereka sesntiasa bertakwaAy (Q. Yunus . Iklima khairunnisa, dkk. Sumber-Sumber Penafsira Al-Quran. MESIR: Journal Of Management Education Social Sciences Information And Religion. Vol 1. No 1. Maret 2024 Hal 14-16 Iklima khairunnisa, dkk. Sumber-Sumber Penafsira Al-Quran. MESIR: Journal Of Management Education Social Sciences Information And Religion. Vol 1. No 1. Maret 2024 Hal 14-16 Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 68 Sunnah Nabi SAW Kaidah ini merupakan penafsirkan ayat al-QurAoan menggunakan sebuah riwayat mengenai suatu ayat dari sunnah ataupun hadits. Contoh dalam firman allah surah al anfal ayat 60 yang berbunyi AuSiapkanlah kalian untuk menghadapi mereka dari kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang dipersiapkan untuk Dengan persiapan itu kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian dan golongan selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya. namun Allah Apa saja yang kalian nafkahkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan sempurna kepada kalian dan kalian tidak akan dirugikan. Ay Penafsiran kata AukekuatanAy di ayat tersebut selanjutnya dijelaskan dengan menggunakan kaidah sunnah menjadi Aumelempar atau memanahAy sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Muslim ibn Hajjaj al Naisaburi berikut. a aO a aacO Ea aNI aI A AEIOA ca a A a aE au acI ECa acOA ca a AE aIO a aE au acI ECa acOA ca a AaI Ia I Ca acO a aE au acI ECa acOA a AEIA "Persiapkanlah untuk mereka apa saja yang kalian sanggupi dari kekuatan. Sesungguhnya kekuatan itu memanah/melempar. Adalah Sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah melempar. Sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah " (HR. Musli. Pendapat sahabat Pendapat atau qoul sahabat adalah perkatan yang disampaikan oleh sahabat. Sahabat merupakan orang yang bertemu nabi serta percaya bahwa nabi merupakan urusan allah. Apabila ia bertemu nabi dan sudah beriman namun murtad . eluar dari isla. maka itu tidak termasuk sahabat, karena ketika ia mati tidak dalam keadaan dari penjelasan tersebut dapat ditarik sebuah Kesimpulan bahwasannya qoul sahabat adalah setiap penjelasan dari ayat al-QurAoan yang disampaikan dari para sahabat baik penjelasan mengenai kata, makna, asbabun nuzul dan lain Tidak samapai disitu saja. Penafsiran dengan berdasar pada perkataan para sahabat dilakukan ketika tidak ditemukan penjelasan mengenai suatu ayat yang ada dalam Al-QurAoan maupun sunnah. Para sahabat memperoleh pemahaman langsung dari Nabi Muhammad SAW melalui penjelasan ketika menjelaskan ayat-ayat yang bersifat umum atau dengan cara mengatasi masalah yang muncul dalam pemahaman ayat tersebut. Selain itu, para sahabat hidup dalam periode yang sama dan menyaksikan secara langsung situasi serta kondisi saat turunnya Al-Qur'an. sehingga para sahabat dipandang dapat memberikan pemahaman yang mendalam. Aftonur Rosyad. QAWAID TAFSIR : TELAAH ATAS PENAFSIRAN ALQURAoAN MENGGUNAKAN QAUL SAHABAT (Jurnal Ulul Albab Volume 16. No. Tahun 2. Hal 251 Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 69 pengetahuan yang matang, perbuatan yang terjaga, hati yang bersih, serta kecerdasan dalam berpikir. Pendapat thabiAoin Pendapat thabiin dmejadi salah stau sumber rujukan dalam penafsiran al quran dikarenakan para tahabiin meruakan sebaik baik manusia setelah generasi sahabat, baik itu karena terpercaya, selamat dari hawa nafsu, serta pada generasi thabiin belum banyak perubahan dalam tatanan Bahasa arab. Sehingga generasi ini dipaandang dekat dengan kebenaran disbanding dengan generasi setelahnya. Contoh pengaplikasian dengan menggunakan kaidah ini terdapat pada sural al-falaq ayat 1 yang berbunyi Aukatakanlah, aku berlindung kepada allah yang menguasai waktu subuhAy dalam menafsirkan kata Aual falaqAy mujahid berkataa artinya AusubuhAy. Kaidah pertama yang telah diuraikan sebelumnya merupakan prinsip dasar ketika melakukan kegiatan penafsiran Al-Qur'an dan diadopsi oleh hampir seluruh mufassir klaisk hingga konteporer. Dalam kaidah pertama maupun kedua merupakan prinsip-prinsip yang bersumber dari wahyu dan memiliki kebenaran yang absolut apabila diterapkan dengan tepat dan bijaksana. Sementara itu, kaidah ketiga dan keempat mencerminkan pemahaman yang telah dikembangkan oleh generasi paling baik dalam Sejarah umat Islam setalah wafatnya nabi Muhammad dalam menafsirkan teks tertentu. Oleh karena itu, dalam kegiatan menafsiran ayat-ayat AlQur'an, penerapan seluruh kaidah merupakan nal yang sangat penting. KESIMPULAN Kajian mengenai qawaid al-tafsir sebagai panduan untuk memahami objek dan sumber dasar tafsir al-Qur'an sangat penting untuk menjaga kesahihan terhadap teks al-Qur'an. Kaidah tafsir berperan sebagai panduan atau petunjuk yang menjaga konsistensi dan objektivitas dalam proses penafsiran, sekaligus menghindari penafsiran yang subjektif atau bertentangan dengan ajaran islam. Secara umum, sumber-sumber tafsir dikelompokkan menjadi tiga kategori utama: pertama tafsir bil maAotsur yang berdasar dari al-qurAoan, sunnah/hadist, sabat dan juga tabiin, kedua tafsir bil raAoyi yang berdasar pada akal atau ijtihad mufassir, dan yang terakhir tafsir bi al isyarah yang mana hanya orang pilihan yang dapat memahaminya. Sumber dasar dalam ilmu tafsir meliputi al-Qur'an itu sendiri, sunnah, qoul sahabat, dengan pendapat tabiin serta ilmu-ilmu pendukung seperti bahasa Arab, ilmu asbAb al-nuzl, dan kaidah hukum Islam. Kaidah tafsir berfungsi untuk mengarahkan penggunaan sumber-sumber ini dengan cara yang benar, menjaga agar penafsiran tetap sahih dan tidak bertentangan dengan makna asli yang dimaksudkan oleh al-Qur'an. Secara Iklima khairunnisa, dkk. Sumber-Sumber Penafsira Al-Quran. MESIR: Journal Of Management Education Social Sciences Information And Religion. Vol 1. No 1. Maret 2024 Hal 14 SaAoid abu ukkasyah,sumber rujukan dalam menafsirkan al-qurAoan. id diakses pada 8 juni 2024 dari https://muslim. id/29738-sumber-rujukandalam-menafsirkan-al-quran-4. Haryono. Kaidah-Kaidah Tafsir Dan Aplikasinya Dalam Penafsiran Ayat, . urnal al-tadabbur: jurnal ilmu al qurAoan dan tafsi. hal 207-208 Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 70 keseluruhan, kaidah tafsir berperan dalam menjaga keberlanjutan metodologi tafsir yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan menerapkan kaidah-kaidah ini secara tepat, penafsiran al-Qur'an akan lebih terarah, konsisten, dan relevan dengan konteks zaman, sekaligus mempertahankan kebenaran dan kemurnian makna wahyu. Al-Suyuti. -D. Al-Itqan fi 'Ulm al-Qur'an. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah. Damanhuri. Qawa'id al-Tafsir : Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Tafsir. Bandung: Marja'. Damanhuri. Qawa'id al-Tafsr: Kaidah-Kaidah dalam Menafsirkan alQur'an. Jakarta: Kencana . Haryono. Kaidah-Kaidah Tafsir Dan Aplikasinya Dalam Penafsiran Ayat. Jurnal al-Tadabbur, 207-208. Hasan. Metodologi Tafsir Kontemporer. Yogyakarta : Idea Press. IMZI. KAIDAH TAFSIR BERBASIS TERAPAN . edoman bagi para pengkaji al-qurAoa. Depok : Yayasan eLSiQ Tabarakarrahman. khairunnisa, i. , & Alqizar. sumber-sumber penafsiran al-qur'an. Nasr. Islamic Philosophy from Its Origin to the Present: Philosophy in the Land of Prophecy. Albany: SUNY Press. Rosyad. QAWAID TAFSIR : TELAAH ATAS PENAFSIRAN AL-QURAoAN MENGGUNAKAN QAUL SAHABAT. Jurnal Ulul Albab, 251. SaAodiyah. Kaidah Tafsir. jurnal al-Thiqah, 4-5. Ukkasyah. Sumber Rujukan Dalam Menafsirkan Al-QurAoan. muslim or. diakses pada 8 juni 2024 dari https://muslim. id/29738-sumber-rujukandalam-menafsirkan-al-quran-4. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 71