Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENGARUH ASUHAN KEBIDANAN KOMPLEMENTER TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN Helen Evelina Siringoringo1. Junie Harista2 Program Studi Kebidanan STIK Bina Husada1,2 Email: helenevelina@gmail. junieharista@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Dalam persalinan, tingkat kecemasan yang tinggi dapat memengaruhi proses persalinan, memperpanjang durasi persalinan, serta berdampak pada kondisi ibu dan janin. Pendekatan non-farmakologis yang aman asuhan kebidanan komplementer . eknik relaksasi, pijat, dan aromaterap. Tujuan: Menganalisis pengaruh asuhan kebidanan komplementer terhadap tingkat kecemasan ibu Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental . on-equivalent control group desig. Sampel penelitian ibu bersalin normal kala I fase aktif, menggunakan teknik purposive sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi . dan kelompok kontrol . Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner standar. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Rata-rata tingkat kecemasan pada kelompok intervensi mengalami penurunan yang signifikan dari 24,2 menjadi 14,8 . = 0,. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi penurunan yang bermakna . ,9 menjadi 21,2. p = 0,. Uji independent t-test pasca-intervensi menunjukkan perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan antara kedua kelompok . = 0,. Saran: Agar tenaga kesehatan diharapkan menerapkan metode komplementer seperti pijat, relaksasi, dan aromaterapi secara konsisten sebagai standar pelayanan non-farmakologis untuk mengatasi kecemasan serta nyeri persalinan. Kata Kunci: Komplementer. Kecemasan. Persalinan ABSTRACT Background: During childbirth, high levels of anxiety can affect the labour process, prolong the duration of labour, and impact the condition of both the mother and the foetus. Safe nonpharmacological approaches in complementary midwifery care . elaxation techniques, massage, and Objective: To analyse the effect of complementary midwifery care on the anxiety levels of labouring mothers. Method: Quantitative research with a quasi-experimental design . on-equivalent control group desig. The research sample consisted of mothers in the active phase of the first stage of normal labour, using purposive sampling technique, divided into intervention group . and control group . The measurement of anxiety levels was conducted before and after the intervention using a standard questionnaire. Data were analysed univariately and bivariately using paired t-test and independent t-test. Results: The average anxiety level in the intervention group significantly decreased 2 to 14. = 0. Meanwhile, in the control group, there was no significant decrease . rom 9 to 21. p = 0. The post-intervention independent t-test showed a significant difference in anxiety levels between the two groups . = 0. Suggestion: Healthcare professionals are expected to consistently apply complementary methods such as massage, relaxation, and aromatherapy as a standard non-pharmacological service to address anxiety and labour pain. Keywords: Complementary. Anxiety. Childbirth | 221 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Intervensi non-farmakologis seperti PENDAHULUAN mengombinasikan pijat . dan fisiologis yang memberikan pengalaman penggunaan aromaterapi terbukti secara emosional mendalam bagi seorang ibu, namun tingginya tingkat kecemasan dan nyeri sering kali menjadi hambatan dalam menghambat impuls nyeri ke otak dan mencapai persalinan yang positif (Smith et , 2. Tren pelayanan kesehatan saat kecemasan ibu secara signifikan (Efe & ini mulai bergeser dari model medis murni Ogce, 2. Persalinan Berdasarkan menuju pendekatan yang lebih holistik melalui pelayanan persalinan berbasis yang dilakukan di PMB Dewi Anggraini, komplementer, seperti hypnobirthing dan fenomena yang ditemukan menunjukkan aromaterapi, yang bertujuan meningkatkan kenyamanan serta menurunkan intervensi medis yang tidak perlu (Jones & Brown, hingga berat saat memasuki kala I fase aktif. Permasalahan Dari hasil wawancara awal dengan 5 . ibu bersalin di lokasi tersebut, kecemasan fasilitas kesehatan belum terstandarisasi, di dipicu oleh ketakutan terhadap intensitas mana tenaga kesehatan sering kali masih nyeri kontraksi, kurangnya pendampingan terpaku pada luaran klinis fisik dan mengabaikan aspek kepuasan subjektif ibu ketidaktahuan mengenai metode pengalihan (Rahayu & Lestari, 2. nyeri non-farmakologis. Di sisi lain. Kecemasan yang tidak teratasi pada meskipun PMB Dewi Anggraini memiliki ibu bersalin kala I fase aktif dapat memicu angka kunjungan persalinan normal yang peningkatan hormon stres . atekolamin dan cukup tinggi . ata-rata 15 persalinan per vasokonstriksi pembuluh darah, penurunan komplementer seperti pijat . dan aliran darah ke uterus, penurunan kontraksi, aromaterapi belum diintegrasikan secara serta memperpanjang durasi persalinan terjadwal atau masih diberikan secara (Loke & Wong, 2. insidental hanya jika ibu mengeluh sangat | 222 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Keterbatasan waktu bidan dalam kelompok: Kelompok Intervensi . = . memberikan asuhan one-on-one secara dan Kelompok Kontrol . = . Kriteria konvensional menjadi salah satu pemicu Inklusi adalah Ibu bersalin kala I fase aktif tingginya ketegangan psikologis pada ibu dengan persalinan normal . berisiko rendah, usia kehamilan aterm . Ae 42 mingg. dan mampu berkomunikasi METODE PENELITIAN Kriteria Eksklusi. Ibu bersalin Penelitian . preeklampsia, perdarahan antepartum, atau Fokus gawat jani. dan mengalami indikasi Quasi-Eksperimental. penelitian ini adalah menguji pengaruh rujukan segera ke rumah sakit. variabel independen terhadap variabel Analisis Univariat disajikan dalam dependen melalui perbandingan kelompok bentuk distribusi frekuensi dan persentase intervensi dan kelompok kontrol dengan untuk karakteristik demografi responden pengukuran sebelum . re-tes. dan sesudah . sia, paritas, pendidika. serta nilai rata- . ost-tes. dan standar deviasi (SD) tingkat Penelitian dilaksanakan di PMB Dewi Anggraini. Waktu penelitian April s. Juni 2025, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin normal yang terdaftar di PMB Dewi Anggraini. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling Analisis Bivariat menggunakan uji Paired T-Test perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dalam satu kelompok, serta uji Independent T-Test untuk menganalisis intervensi antar-kelompok . ilai p < 0,. HASIL PENELITIAN | 223 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Demografik Responden No. Variabel Usia 20-35 Tahun Primigravida Multigravida Pendidikan OuSMA Intervensi . = 12 . %) 9 . %) 6 . %) 10 . %) Kontrol . %) 8 . %) 7 . %) 9 . %) Berdasarkan tabel 1, sebagian besar tinggi dibandingkan multigravida, sehingga responden pada kedua kelompok berada cocok untuk menilai efektivitas intervensi. pada rentang usia 20Ae35 tahun, yaitu 80% Tingkat pendidikan responden juga pada kelompok intervensi dan 73% pada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan berpendidikan Ou SMA pada kelompok bahwa mayoritas responden berada pada intervensi 10 . %) dan kelompok kontrol usia reproduksi sehat yang relatif tidak 9 . %). Secara keseluruhan, karakteristik berisiko tinggi dalam persalinan. responden antara kelompok intervensi dan Dilihat dari paritas, sebagian besar responden adalah primigravida, yaitu 60% perbedaan hasil yang diperoleh lebih pada kelompok intervensi dan 53% pada mungkin disebabkan oleh intervensi yang kelompok kontrol. Kondisi ini relevan diberikan, bukan oleh faktor karakteristik memiliki tingkat kecemasan yang lebih Tabel 2. Rata-Rata Tingkat Kecemasan No. Kelompok Pre-Test (MeanA Post-test (Mean A SD) 2 A 3. 8 A 2. 1 Intervensi 9 A 3. 2 A 3. 2 Kontrol Berdasarkan rata-rata menurun menjadi 14,8 setelah intervensi. Penurunan perubahan yang cukup besar pada tingkat kebidanan komplementer adalah 24,2 dan kecemasan ibu bersalin setelah diberikan | 224 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Sementara itu, pada kelompok sekresi hormon kortisol dan adrenalin (Coad et al. , 2. rata-rata intervensi adalah 23,9 dan hanya menurun Intervensi sedikit menjadi 21,2 setelah persalinan farmakologis memberikan ruang bagi ibu tanpa intervensi komplementer. Hal ini untuk beradaptasi dengan nyeri persalinan, menunjukkan bahwa tanpa intervensi, menciptakan kenyamanan psikospiritual, penurunan kecemasan tidak signifikan. dan menghasilkan pengalaman melahirkan yang minim trauma bila dibandingkan dengan ibu yang hanya menerima asuhan PEMBAHASAN Hasil t-test kelompok intervensi menunjukkan nilai p = 0,000 . < 0,. , yang berarti terdapat penurunan kecemasan yang signifikan setelah diberikan intervensi. Sebaliknya, pada kelompok kontrol diperoleh p = 0,09 . > 0,. , yang menunjukkan bahwa penurunan kecemasan tidak signifikan. Selanjutnya, hasil uji independent ttest pada post-test menunjukkan p = 0,002 . < 0,. , yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa asuhan kebidanan signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu bersalin. Penurunan kecemasan ini secara fisiologis berkaitan dengan stimulasi sistem saraf Hypothalamic-Pituitary- Adrenal (HPA) sehingga menurunkan (Puspitasari Hukmilah, 2. Temuan ini sejalan dengan bukti ilmiah dari Cochrane Collaboration oleh Smith et al. yang menegaskan bahwa aromaterapi efektif sebagai manajemen non-farmakologis untuk mengurangi stres, nyaman dan kontrol ibu atas Intervensi fisik berupa pijatan . , sementara aromaterapi memberikan efek menenangkan secara psikologis melalui sistem limbik di otak. Berdasarkan hasil analisis data, kecemasan yang signifikan pada kelompok intervensi tidak hanya dipengaruhi oleh efek fisiologis dari asuhan komplementer itu sendiri, melainkan juga oleh hadirnya rasa aman dan perhatian interpersonal yang | 225 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 intens selama proses intervensi dilakukan. Pada antara sentuhan fisik . , panduan disinyalir mampu mengalihkan fokus ibu dari rasa takut dan nyeri persalinan, sehingga menciptakan respons relaksasi bahwa pada kelompok kontrol, meskipun ibu bersalin menerima asuhan standar belum terpenuhi secara optimal. Tanpa Rata-rata bersalin pada kelompok intervensi mengalami penurunan yang signifikan setelah diberikan asuhan kebidanan komplementer, yaitu dari skor 24,2 . re-tes. menjadi 14,8 . ost-tes. yang menekan hormon stres. Sebaliknya. KESIMPULAN spesifik, ibu pada kelompok kontrol Kelompok menerima asuhan persalinan standar tidak menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang signifikan secara statistik . ,9 menjadi 21,. Terdapat perbedaan tingkat kecemasan intervensi dan kelompok kontrol pascaperlakuan . = 0,. cenderung lebih fokus pada intensitas kontraksi rahim dan lingkungan persalinan SARAN Berdasarkan yang asing, sehingga tingkat kecemasan mengalami penurunan yang berarti hingga Oleh karena itu, perbedaan hasil yang signifikan antar kedua kelompok ini memperkuat asumsi bahwa integrasi asuhan menerapkan metode komplementer seperti pijat, relaksasi, dan aromaterapi secara akhir pengamatan. persalinan standar merupakan komponen esensial, bukan sekadar pelengkap, untuk menjaga stabilitas psikologis ibu bersalin. konsisten sebagai standar pelayanan nonfarmakologis untuk mengatasi kecemasan serta nyeri persalinan. Hal ini perlu khususnya Praktik Mandiri Bidan (PMB), dengan menyediakan sarana pendukung yang memadai serta memfasilitasi pelatihan KESIMPULAN DAN SARAN keterampilan profesional staf. | 226 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 DAFTAR PUSTAKA