Jurnal Geuthyy: Penelitian Multidisiplin (Multidiciplinary Researc. Vol. No. April 2025, pp. ISSN: 2614-6096. DOI: 10. 52626/jg. v%vi%i. ic 11 Determination of career preferences among marine science students through discriminant analysis Penentuan preferensi profesi mahasiswa ilmu kelautan melalui analisis diskriminan Khairul Umam1*. Ayu Mastura 2. Marzuki A3. Fonna N4. Latifah Rahayu5. Cut Yuni NH6. Riski R7 1,2,6,7 Department of Mathematics Education Syiah Kuala University. Banda Aceh. Indonesia. Banda Aceh. Indonesia, 3Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, 4Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas syiah Kuala. Aceh. Indonesia, 5Statistics Department. Faculty of Mathematics and Natural Science. Syiah Kuala University. Banda Aceh. Indonesia 1 khumam77@usk. id, 2 ayu. mastura@usk. id, 3 marzuki. ansari@ar-raniry. fonna@usk. id, 5latifah. rahayu@usk. id, 6cutyuni. nh@usk. 7Riskiramadhan17111999@gmail. *Corresponding Author: khumam77@usk. ABSTRACT The process of selecting a profession frequently poses a challenge for students transitioning into the workforce, including those in Marine Science. This decision necessitates careful consideration due to its direct correlation with their career trajectory and future prospects. This research aims to predict the professional preferences of Marine Science students towards careers as Conservation Experts. Environmental Impact Analysts, and Aquaculture Technicians, based on their academic course grades. This study employs a descriptive quantitative approach using literature research. The population of this research consists of Marine Science students from the 2020 cohort. A sample of 50 students was selected using simple random sampling techniques. Data were collected through documentation techniques, specifically student transcript records, and analyzed using Fisher's discriminant analysis with SPSS to formulate predictive functions. The results indicate that the formulated discriminant functions can accurately predict professional preferences based on course grades, achieving an accuracy rate of 88%. This high accuracy rate suggests that the derived discriminant function model has the potential to serve as a valuable tool for Marine Science students in making informed career decisions that align with their academic abilities, thereby minimizing uncertainty in determining suitable career paths . Keywords: profession. marine science. ABSTRAK Proses memilih profesi kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja, termasuk mahasiswa Ilmu Kelautan. Keputusan ini membutuhkan pertimbangan serius karena berkaitan langsung dengan arah karier dan masa depan mereka. Penelitin ini bertujuan untuk memprediksi preferensi profesi mahasiswa Ilmu Kelautan pada Ahli Konservasi. Analis Dampak Lingkungan, dan Teknisi Tambak berdasarkan nilai mata kuliah. Penelitian ini menggunakan pendektan kuantitatif jenis deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan angkatan 2020, dengan sampel sebanyak 50 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data Journal homepage: https://w. com/index. php/JG/index The published content of this journal is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. 12ic Determination Professional Preferences ofAi yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi berupa transkrip nilai mahasiswa, yang dianalisis menggunakan dengan bantuan software SPSS untuk merumuskan fungsi prediksinya. Hasil penelitian menunjukkan fungsi diskriminan yang diformulasikan dapat memprediksi preferensi profesi berdasarkan nilai mata kuliah secara tepat dengan tingkat akurasi 88%. Tingginya tingkat akurasi ini menunjukkan bahwa model fungsi diskriminan yang diperoleh berpotensi digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan bagi mahasiswa Ilmu Kelautan dalam memilih profesi yang sesuai dengan kemampuan akademik mereka, sehingga dapat meminimalisir kebingungan dalam menentukan karier yang tepat. Kata kunci: profesi, karier. ilmu kelautan. PENDAHULUAN Mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi, khususnya pada bidang Ilmu Kelautan, dihadapkan pada berbagai pilihan karier setelah menyelesaikan studi. Memilih profesi yang tepat menjadi sangat penting karena keputusan ini tidak hanya berdampak pada masa depan mereka secara individu, tetapi juga pada kontribusi mereka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat (Duke et al. , 2023. Fajriani et al. , 2. Di antara berbagai opsi yang tersedia, terdapat tiga jalur karier utama yang kerap menjadi pertimbangan bagi mahasiswa Ilmu Kelautan, yaitu ahli konservasi, analis dampak lingkungan, dan teknisi Ahli konservasi memiliki fokus utama pada pelestarian ekosistem laut serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, yang menuntut pemahaman komprehensif tentang ekologi laut dan kebijakan lingkungan (Angela, 2. Analis dampak lingkungan berperan dalam menilai serta mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan laut, memerlukan keterampilan analitis yang kuat dan pemahaman mendalam mengenai peraturan lingkungan (Muhimat, 2. Sementara itu, teknisi tambak bertanggung jawab dalam pengelolaan budidaya perikanan yang berkelanjutan, dengan kebutuhan penguasaan teknik budidaya serta manajemen operasional tambak (Astriana. Putra, & Ali. Di tengah berbagai faktor yang mempengaruhi pilihan karier mahasiswa, nilai mata kuliah memiliki potensi sebagai salah satu indikator yang mencerminkan kompetensi serta minat mahasiswa (Ardina. Vegirawati, & Ningsih, 2. Namun demikian, kajian empiris yang secara khusus meneliti hubungan antara nilai mata kuliah dan preferensi karier, khususnya dalam konteks pendidikan Ilmu Kelautan masih sangat terbatas. Sebagian besar penelitian mengenai karier mahasiswa lebih banyak menyoroti aspek-aspek seperti minat pribadi, prospek pekerjaan, pengaruh lingkungan sosial, serta ketersediaan lapangan kerja (Syamsu & Satrianta, 2021. Salim et al. , 2. , tanpa memberikan perhatian mendalam terhadap potensi nilai akademik sebagai prediktor pilihan profesi. Kondisi ini menciptakan adanya kesenjangan penelitian dalam memahami bagaimana nilai mata kuliah dapat dimanfaatkan untuk memprediksi kecenderungan karier mahasiswa di bidang Ilmu Kelautan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menganalisis peran nilai mata kuliah dalam proses pengambilan keputusan karier, serta mengembangkan model prediksi profesi yang lebih akurat dan komprehensif. Salah satu metode yang relevan untuk mendukung tujuan tersebut adalah analisis Analisis diskriminan merupakan salah satu analisis multivariat yang digunakan untuk mengklasifikasikan data ke dalam suatu kelompok berdasarkan variabel dependen dan variabel independen (Umam et al. , 2023. Rumeon. Talakua, & Persulessy, 2022. Mardiana. Kusnandar, & Satyahadewi, 2. Analisis diskriminan merupakan alat statistik yang efektif untuk mengidentifikasi variabel-variabel utama yang mempengaruhi pilihan karier mahasiswa (Putra & Ardiana, 2023. Umam, 2. Melalui pendekatan ini, penelitian dapat menentukan mata kuliah mana yang memiliki pengaruh signifikan dalam membedakan mahasiswa yang cenderung memilih profesi sebagai ahli konservasi, analis dampak lingkungan, atau teknisi JG. Vol. No. April 2025: 11 - 22 Khairul Umam. Ayu Mastura. Marzuki A. Fonna N. Latifah Rahayu. Cut Yuni NH. Riski R ic Hasil dari analisis diskriminan ini diharapkan tidak hanya memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hubungan antara capaian akademik dan preferensi profesi mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi institusi pendidikan dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam membuat keputusan karier yang lebih terinformasi, selaras dengan minat dan potensi diri mereka. Secara lebih luas, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun sistem pendidikan di bidang kelautan yang mendukung pengembangan karier yang berkelanjutan, kompetitif, dan responsif terhadap tantangan masa METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode literature research . tudi kepustakaa. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi preferensi profesi mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan angkatan 2020 di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh berdasarkan nilai mata kuliah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan angkatan 2020 di perguruan tinggi Sampel penelitian berjumlah 50 mahasiswa, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik ini dipilih karena setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel (Sugiyono, 2. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, yaitu transkrip nilai Mata kuliah yang dianalisis adalah Pengelolaan Wilayah Pesisir (X. Konservasi Sumberdaya Hayati Laut (X. Eksplorasi Sumberdaya Laut (X. Kimia Lingkungan (X. Instrumen Pengelolaan Lingkungan (X. Ekotoksikologi Laut (X. Marikultur (X. Ekofisiologi Laut (X. , dan Dinamika Populasi (X. Data dianalisis menggunakan analisis diskriminan Fisher dengan bantuan software SPSS versi. Analisis diskriminan digunakan untuk mengklasifikasikan preferensi profesi mahasiswa ke dalam tiga kelompok: ahli konservasi, analis dampak lingkungan (AMDAL), dan teknisi tambak. Sebelum analisis diskriminan dilakukan, uji asumsi statistik dilakukan untuk memastikan validitas hasil analisis. Uji normalitas dilakukan dengan bantuan SPSS untuk setiap variabel prediktor . ilai mata kulia. Uji homogenitas matriks kovarians dilakukan menggunakan uji Box's M. HASIL DAN DISKUSI 1 Hasil Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memprediksi preferensi profesi mahasiswa berdasarkan capaian akademik . ilai mata kulia. Analisis diskriminan digunakan untuk mengidentifikasi pola dengan jelas dan akurat mengenai preferensi profesi mahasiswa berdasarkan dokumen nilai . atau capaian akademiknya. Berikut ini disajikan tabel data hasil dokumentasi yang diperoleh: Tabel 1: Data nilai mahasiswa Ilmu Kelautan Ahli Konservasi (G. Kode Sampel Analis Dampak Lingkungan (G. Teknisi Tambak (G. ISSN: 2614-6096 A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 A25 A26 A27 A28 A29 A30 A31 A32 A33 A34 A35 A36 A37 A38 A39 A40 A41 A42 A43 A44 A45 A46 A47 A48 A49 A50 Determination Professional Preferences ofAi Sumber: Data penelitian, 2025. Uji Normalitas Data Tabel 1 di atas merupakan data primer yang diperolah dari transkrip nilai mahasiswa Ilmu Kelautan. Selanjutnya akan dilakukan uji normalitas data untuk mengetahui data tersebut merupakan data normal atau tidak. Berikut hasil pengujian normalitas data dengan bantuan software SPSS: JG. Vol. No. April 2025: 11 - 22 Khairul Umam. Ayu Mastura. Marzuki A. Fonna N. Latifah Rahayu. Cut Yuni NH. Riski R ic Gambar 1: Grafik normalitas data Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa titik-titik . menyebar mendekati garis diagonal, sehingga dapat disimpulkan bahwa data gabungan pada Tabel 1. data yang berdistirbusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas pada penelitian ini dilakukan untuk menguji varians dari tiap variabel menggunakan uji Box's M, dengan asumsi bahwa grup varians kovarians tiap variabel Uji homogenitas merupakan langkah penting dalam memastikan keakuratan dan validitas analisis statistik yang melibatkan perbandingan kelompok. Tabel 2: Hasil uji homogenitas Sumber: Hasil penelitian, 2025. Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai sig. adalah 0,981 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi grup varians kovarians matriks homogen terpenuhi. Dengan memastikan varians yang homogen, validitas dan reliabilitas hasil analisis meningkat. Ini berarti kesimpulan yang diambil dari analisis lebih dapat dipercaya dan akurat, yang pada akhirnya meningkatkan kredibilitas penelitian. Fungsi Diskriminan Fungsi diskriminan adalah alat analisis yang kuat untuk memisahkan kelompokkelompok berdasarkan sejumlah variabel independen. Ini membantu dalam klasifikasi. ISSN: 2614-6096 16ic Determination Professional Preferences ofAi prediksi, dan identifikasi variabel penting yang membedakan kelompok. Dalam penelitian ini, variabel-variabel yang mempengaruhi klasifikasi pemilihan profesi bagi lulusan Ilmu Kelautan adalah variabel independen . ilai mata kulia. Berikut hasil klasifikasi dengan metode Diskriminan Fisher's yang membentuk fungsi diskriminan dengan bantuan software SPSS: Tabel 3: Classification function coefficients Grub Analis Ahli Dampak Konservasi Lingkungan Pengelolaan wilayah Konservasi sumber daya Eksplorasi sumber daya hayati laut Kimia lingkungan Ekotoksikologi laut Instrument pengelolaan Marikultur Ekofisiologi laut Dinamika populasi (Constan. Fisher's linear discriminant functions Sumber: Hasil penelitian, 2025 Teknisi Tambak Berdasarkan Tabel 3 di atas, dapat diformulasikan model yang berguna untuk mengklasifikasikan preferensi profesi lulusan Jurusan Ilmu Kelautan kepada profesi ahli konservasi, analis dampak lingkungan atau teknisi tambak. Adapun fungsi diskriminan yang diformulasikan sebagai berikut: Profesi Ahli Konservasi . ycu7 (Oe0. ycu9 = 0 Profesi Analis Dampak Lingkungan . ycu1 (Oe0. ycu7 (Oe0. ycu9 = 0 Profesi Teknisi Tambak . ycu1 (Oe0. ycu7 (Oe0. ycu9 = 0 Hasil formulasi fungsi diskriminan yang diperoleh, kemudian akan diuji coba kepada beberapa sampel dari Tabel 1. Hal ini dimaksudkan untuk menguji apakah fungsi diskriminan yang dibentuk dapat mengklasifikasi preferensi profesi mahasiswa Ilmu Kelautan yang dominan ke bidang ahli konservasi, analis dampak lingkungan atau teknisi tambak. Berikut ini disajikan beberapa contoh penerapan dungsi diskriminan berdasarkan data pada Tabel 1. Kasus 1 Rincian nilai: Pengelolaan Wilayah Pesisir (X. = 82 Konservasi Sumber Daya Hayari Laut (X. = 90 Eksplorasi Sumber Daya Laut (X. = 77 Kimia Lingkungan (X. = 83 Instrumen Pengelolaan Lingkungan (X. = 80 JG. Vol. No. April 2025: 11 - 22 Khairul Umam. Ayu Mastura. Marzuki A. Fonna N. Latifah Rahayu. Cut Yuni NH. Riski R Ekotoksiokologi Laut (X. Marikultur (X. Ekofisiologi Laut (X. Dinamika Populasi (X. = 75 = 79 = 70 = 76 Hasil: Profesi Ahli Konservasi ycE1 = . (Oe0. = 81. 88 161,854 362,793 382. 895 (Oe34. 58 = 1. 069,237 Profesi Analis Dampak Lingkungan ycE2 = . (Oe0. (Oe0. = 63. 878 (Oe29,. 186 (Oe44. 66,728 = 1. Profesi Teknisi Tambak ycE3 = . (Oe0. (Oe0. = 65. 272 (Oe21. 650 58,302 (Oe32. 748 = 1. Berdasarkan hasil uji diatas, terlihat bahwa nilai tertinggi terletak pada profesi Ahli Konservasi, sehingga mahasiswa lebih dominan masuk ke profesi Ahli Konservasi. Kasus 2 Rincian nilai: Pengelolaan Wilayah Pesisir (X. Konservasi Sumber Daya Hayari Laut (X. Eksplorasi Sumber Daya Laut (X. Kimia Lingkungan (X. Instrumen Pengelolaan Lingkungan (X. Ekotoksiokologi Laut (X. Marikultur (X. Ekofisiologi Laut (X. Dinamika Populasi (X. = 79 = 84 = 75 = 90 = 90 = 95 = 95 = 75 = 86 Hasil: Profesi Ahli Konservasi ycE1 = . (Oe0. 78,605 2,688 157,650 393,390 198,9950 484,595 47,975-37,425 82,13 =1. 408,603 Profesi Analis Dampak Lingkungan ycE2 = . (Oe0. (Oe0. =61. 541 (-27,. 151,65 436,05 234,36 560,215 50,73 (-47,. 75,508 =1. 494,757 ISSN: 2614-6096 18ic Determination Professional Preferences ofAi Profesi Teknisi Tambak ycE3 = . (Oe0. (Oe0. =62,884 (-19,. 152,625 414,72 212,85 511,290 70,11 (-34,. 87,978 = 1. 457,749 Berdasarkan hasil uji di atas, terlihat bahwa nilai tertinggi terletak pada profesi Analis Dampak Lingkungan, sehingga mahasiswa lebih dominan masuk ke profesi Analis Dampak Lingkungan. Kasus 3 Rincian nilai: Pengelolaan Wilayah Pesisir (X. Konservasi Sumber Daya Hayari Laut (X. Eksplorasi Sumber Daya Laut (X. Kimia Lingkungan (X. Instrumen Pengelolaan Lingkungan (X. Ekotoksikologi Laut (X. Marikultur (X. Ekofisiologi Laut (X. Dinamika Populasi (X. = 79 = 84 = 75 = 90 = 90 = 95 = 95 = 75 = 86 Hasil: Profesi Ahli Konservasi ycE1 = . (Oe0. 77,61 2,784 189,18 380,19 185,724 443,787 46,46 (-38,. 84,995 =1. 291,808 Profesi Analis Dampak Lingkungan ycE2 = . (Oe0. (Oe0. =60,762 . 039 (-49,. 78,142 = 1. 011,142 Profesi Teknisi Tambak ycE3 = . (Oe0. (Oe0. = 62,088 20,619 1838,150 400,896 189,200 511,290 70,11 (-34,. 87,978 = 1. 122,23 Berdasarkan hasil uji di atas, terlihat bahwa nilai tertinggi terletak pada profesi Teknik Tambak, sehingga mahasiswa lebih dominan masuk ke profesi Teknik Tambak. Akurasi Hasil Klasifikasi Setelah fungsi diskriminan diformulasikan dan dilakukan pengujian klasifikasi fungsi diskriminan, selanjutnya akan dilihat seberapa besar tingkat akurasi klasifikasi kategori Hal ini dapat dilihat pada output SPSS pada Tabel 4 sebagai berikut. Tabel 4: Tingkat akurasi fungsi diskriminan JG. Vol. No. April 2025: 11 - 22 Classification Resultsa,c Predicted Group Membership Total Khairul Umam. Ayu Mastura. Marzuki A. Fonna N. Latifah Rahayu. Cut Yuni NH. Riski R Original Count Ahli Konservasi Analis Dampak Lingkungan ic Teknisi Tambak Ahli Konservasi Analis Dampak Lingkungan Teknisi Tambak Ahli Konservasi Analis Dampak Lingkungan Teknisi Tambak Cross-validatedb Count Ahli Konservasi Analis Dampak Lingkungan Teknisi Tambak Ahli Konservasi Analis Dampak Lingkungan Teknisi Tambak 0% of original grouped cases correctly classified. Cross validation is done only for those cases in the analysis. In cross validation, each case is classified by the functions derived from all cases other than that case. 0% of cross-validated grouped cases correctly classified. Sumber: Hasil penelitian, 2025 Berdasarkan Tabel 4 di atas, sebesar 88% data asli yang dikelompokkan diklasifikasi dengan benar, serta 74% data yang dikelompokkan dengan validasi silang diklasifikasi dengan Karena tingkat ketepatan lebih dari 50%, fungsi diskriminan yang diformulasikan dapat digunakan untuk memprediksi preferensi profesi mahasiswa Ilmu Kelautan berdasarkan nilai mata kuliah. Dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi ini, mengisyaratkan bahwa fungsi diskriminan yang diformulasikan, secara efektif dapat digunakan untuk pemilihan profesi bagi mahasiswa Ilmu Kelautan yang mungkin mengalami kebingungan untuk membuat keputusan karier atau profesi impian yang sesuai dengan minat dan potensinya. 2 Diskusi Analisis diskriminan dalam penelitian ini digunakan untuk memprediksi preferensi profesi mahasiswa ilmu kelautan berdasarkan nilai mata kuliah yang diperoleh selama masa Tiga pilihan profesi utama yang dianalisis adalah Ahli Konservasi. Analis Dampak Lingkungan, dan Teknisi Tambak. Diskusi ini akan menguraikan bagaimana nilai dari mata kuliah tertentu mempengaruhi preferensi mahasiswa terhadap ketiga profesi tersebut. Hasil analisis diskriminan menunjukkan bahwa terdapat mata kuliah yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap preferensi profesi lulusan, diantaranya Eksplorasi Sumber Daya Laut. Kimia Lingkungan. Instrumen Pengelolaan Lingkungan, dan Ekotoksiokologi Laut. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3 yang mengidentifikasikan bahwa nilai pada tiap variabel lebih besar dibandingkan dengan variabel lainnya. Mahasiswa yang menunjukkan preferensi terhadap profesi Ahli Konservasi umumnya memiliki nilai tertinggi dalam mata kuliah Pengelolaan Wilayah Pesisir. Konservasi Sumberdaya Hayati Laut, dan Eksplorasi Sumberdaya Laut. Mata kuliah Pengelolaan Wilayah Pesisir membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif tentang dinamika ekosistem pesisir, interaksi antara faktor fisik, biologis, dan sosial, serta teknik pengelolaan terpadu yang penting untuk menyeimbangkan kepentingan konservasi dan pembangunan (Reza & Azkia. Konservasi Sumberdaya Hayati Laut memberikan landasan teoritis dan praktis dalam konservasi keanekaragaman hayati laut, prinsip-prinsip ekologi populasi dan komunitas, teknik monitoring dan rehabilitasi habitat, serta pemahaman tentang ancaman terhadap biodiversitas laut (Laitupa, 2021. Nugroho & Budianto, 2. Eksplorasi Sumberdaya Laut ISSN: 2614-6096 20ic Determination Professional Preferences ofAi membekali mahasiswa dengan keterampilan survei dan inventarisasi sumber daya laut, metode eksplorasi ramah lingkungan, dan pemahaman tentang potensi dan keterbatasan sumber daya laut (Agustriani et al. , 2. Penguasaan materi dari ketiga mata kuliah ini sangat penting bagi ahli konservasi dalam penilaian kondisi ekosistem, perancangan program konservasi, dan advokasi kebijakan perlindungan, serta mencerminkan kesiapan mahasiswa untuk berkontribusi dalam konservasi laut. Mahasiswa yang lebih cenderung pada profesi Analis Dampak Lingkungan memiliki nilai tertinggi pada mata kuliah Kimia Lingkungan. Instrumen Pengelolaan Lingkungan, dan Ekotoksikologi Laut. Mata kuliah Kimia Lingkungan memberikan dasar pengetahuan tentang interaksi kimia dalam ekosistem laut dan dampak polutan (Bhardwaj et al. , 2022. Cheng et al. , membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang siklus biogeokimia, transformasi polutan, dan interaksi antara zat kimia dengan komponen lingkungan laut, serta metode analisis kimia untuk mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi polutan. Instrumen Pengelolaan Lingkungan memberikan keterampilan dalam menggunakan alat dan metode pengelolaan lingkungan (Nusantara et al. , 2. , pelatihan praktis dalam penggunaan berbagai instrumen dan teknik pengelolaan lingkungan, pengoperasian peralatan laboratorium dan lapangan, serta prinsip pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Ekotoksikologi Laut fokus pada dampak toksik zat kimia terhadap organisme laut (Achyani, 2023. Tlili & Mouneyrac, 2. , memberikan pemahaman tentang mekanisme toksisitas zat kimia, metode pengujian toksisitas, dan kriteria kualitas air laut serta standar toksisitas. Penguasaan materi dari ketiga mata kuliah ini sangat penting bagi analis dampak lingkungan dalam penilaian risiko lingkungan, perancangan program pemantauan, dan rekomendasi tindakan mitigasi, serta mencerminkan kesiapan mahasiswa dalam perlindungan lingkungan laut. Mahasiswa yang lebih cenderung pada profesi di bidang Teknik Tambak umumnya memiliki nilai tertinggi dalam mata kuliah Marikultur. Ekofisiologi Laut, dan Dinamika Populasi. Mata kuliah Marikultur memberikan keterampilan dalam budidaya organisme laut (Fahrurrozi & Madusari, 2. , membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang teknik budidaya berbagai organisme laut, prinsip manajemen nutrisi, pengendalian penyakit, rekayasa lingkungan budidaya, serta aspek ekonomi dan sosial dari budidaya Ekofisiologi Laut membahas hubungan antara organisme laut dan lingkungan fisiknya (Frontier et al. , 2. , membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang adaptasi organisme terhadap kondisi lingkungan, mekanisme fisiologis yang mendasari pertumbuhan, reproduksi, dan kelangsungan hidup, serta dampak stres lingkungan terhadap produktivitas Dinamika Populasi memberikan pemahaman tentang perubahan populasi organisme laut (Rapi. Djumanto & Murwantoko, 2. , membekali mahasiswa dengan faktorfaktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan fluktuasi populasi, model matematika untuk prediksi dinamika populasi dan pengelolaan stok, serta interaksi antar spesies dan dampak penangkapan ikan. Penguasaan materi dari ketiga mata kuliah ini sangat penting bagi teknisi tambak dalam merancang sistem budidaya, mengelola kesehatan organisme, dan memaksimalkan produktivitas, serta mencerminkan kesiapan mahasiswa dalam industri budidaya perikanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai mata kuliah tertentu dapat memprediksi preferensi profesi mahasiswa ilmu kelautan, sehingga institusi pendidikan harus menyesuaikan kurikulum untuk lebih mendukung karier yang diminati mahasiswa. Dengan menambahkan konten praktis dan proyek lapangan pada mata kuliah yang relevan, institusi dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa, mempersiapkan mereka untuk sukses dalam profesi pilihan mereka. Selain itu, hasil ini dapat digunakan oleh pusat bimbingan karier untuk memberikan saran yang lebih tepat, serta mendorong kolaborasi dengan industri kelautan untuk memastikan kurikulum tetap sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan terkini di lapangan kerja. JG. Vol. No. April 2025: 11 - 22 Khairul Umam. Ayu Mastura. Marzuki A. Fonna N. Latifah Rahayu. Cut Yuni NH. Riski R KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan diskusi dapat disimpulkan bahwa fungsi diskriminan yang diformulasikan dapat memprediksi preferensi profesi mahasiswa Ilmu Kelautan pada bidang Ahli Konservasi. Analis Dampak Lingkungan, dan Teknisi Tambak berdasarkan nilai mata Tingkat akurasi fungsi diskriminan dalam memprediksi profesi mahasiswa sebesar Fungsi diskriminan ini dapat diimplementasikan sebagai alat bantu yang objektif, memungkinkan mahasiswa untuk mengevaluasi kesesuaian antara kompetensi akademik mereka dengan jalur karier yang diinginkan. Selain itu, model ini juga memberikan landasan untuk intervensi karier yang lebih terarah. Konselor karier dan institusi pendidikan dapat memanfaatkan model ini untuk mengidentifikasi mahasiswa yang berpotensi mengalami kesulitan dalam pengambilan keputusan karier, dan memberikan bimbingan yang sesuai dengan potensi mereka. Penelitian selanjutnya disarankan agar mempertimbangkan variabel tambahan di luar aspek nilai akademik, seperti minat pribadi, kepribadian, pengalaman magang, serta pengaruh lingkungan sosial, guna memperoleh gambaran yang lebih jelas terkait preferensi karier Selain itu, cakupan penelitian dapat diperluas dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai angkatan maupun program studi serumpun, sehingga memungkinkan pengujian konsistensi dan generalisasi model diskriminan yang telah dikembangkan. Penggunaan metode analisis lain, seperti machine learning atau teknik klasifikasi lanjutan, juga menjadi rekomendasi potensial dalam upaya meningkatkan akurasi prediksi serta memberikan wawasan yang lebih mendalam. REFERENSI