Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 11. November 2025 ISSN: 27342488 PENGARUH KEGIATAN PRA MENULIS MENGGUNAKAN PASIR KINETIK DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD CIKAL Fitria Agustina1. Siti Kholifah2. Muthia Sari3 Email: fitriaagustinaagustina5@gmail. Universitas Bina Bangsa ABSTRAK Pra-menulis adalah tahap krusial dalam mempersiapkan anak usia dini untuk menulis. Pentingnya stimulasi motorik halus sejak dini sebagai fondasi kesiapan menulis dan aktivitas sehari-hari menjadi latar belakang penelitian ini. Salah satu media yang efektif untuk meningkatkan motorik halus adalah pasir kinetik. Bermain dengan pasir kinetik menyenangkan bagi anak karena menarik dan relatif baru, serta dapat melatih koordinasi tangan dan jari sehingga menjadi lebih lentur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kegiatan pra-menulis menggunakan pasir kinetik terhadap peningkatan perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di PAUD Cikal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pra-menulis menggunakan pasir kinetik berpengaruh signifikan terhadap perkembangan motorik halus anak. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa media pasir kinetik efektif meningkatkan kemampuan menulis permulaan anak di kelas A PAUD Cikal, sekaligus mendorong anak untuk merasa senang dalam proses pembelajaran Kata Kunci: Pra Menulis. Pasir Kinetik. Motorik Halus. ABSTRACT Pre-writing is a crucial phase in preparing young children for formal writing. Early stimulation of fine motor skills is essential, as it forms the foundational building blocks for writing readiness and everyday activities. Kinetic sand emerges as an effective medium for enhancing these skills. Playing with kinetic sand is enjoyable for children due to its engaging and novel nature, and it actively trains hand and finger coordination, making them more flexible. This study aimed to investigate the impact of pre-writing activities using kinetic sand on the fine motor development of 4-5 year old children at PAUD Cikal. A quantitative research approach was employed, with primary data collected through observation, interviews, and documentation. The research findings indicate that pre-writing activities using kinetic sand significantly influenced children's fine motor development. Therefore, it can be concluded that kinetic sand is an effective medium for enhancing the early writing abilities of children in Class A at PAUD Cikal. Furthermore, its use makes the writing learning process more enjoyable for them. Keywords: Pre-Writing. Kinetic Sand. Fine Motor Skills. PENDAHULUAN Perkembangan anak usia dini merupakan pondasi penting bagi perkembangan selanjutnya, baik secara kognitif, sosial, emosional, maupun fisik. Salah satu aspek perkembangan fisik yang sangat krusial pada masa ini adalah motorik halus, yaitu kemampuan anak dalam mengordinasikan gerakan kecil yang melibatkan otot-otot tangan dan jari (Rahmania Octaviani et al. , 2. Motorik halus berperan penting dalam kegiatan sehari-hari anak, seperti memegang benda, mengancingkan baju, menggunting, hingga Kreatifitas guru sangat dibutuhkan dalam pembuatan media pembelajaran dari bahan-bahan bekas, atau bahan alam di lingkungan sekolah, bahan-bahan itu bisa dijadikan sebagai suatu media pembelajaran motorik untuk anak usia dini (Wahyuni et al. , 2. Menurut Rahmania et. ,al . pendidikan anak usia dini dapat memberikan stimulasi untuk meningkatkan perkembangan anak, pemberian stimulasi sejak dini dapat membantu anak mengoptimalkan seluruh kemampuan fisik maupun psikisnya. Dengan stimulasi yang sesuai, anak akan lebih mudah mengembangkan potensinya, baik dalam hal berpikir, berinteraksi, maupun dalam keterampilan fisik yang menunjang kemandiriannya. Oleh karena itu, peran pendidikan anak usia dini sangat penting dalam menyediakan lingkungan yang kaya akan rangsangan untuk membantu anak tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai tahap usianya. Dari data WHO (World Health Organitatio. tahun 2025, melaporkan bahwa 5-25% dari anak-anak usia pra sekolah menderita disfungsi otak minor termasuk gangguan perkembangan motorik halus. Perkembangan motorik halus yang terhambat juga dapat memengaruhi kesiapan anak untuk memasuki jenjang pendidikan formal, karena keterampilan motorik halus sangat berkaitan dengan kemampuan akademik awal, terutama dalam hal menulis dan menggambar oleh karena itu, penting bagi orang tua dan tenaga pendidik untuk mengenali gejala gangguan ini sejak dini, agar dapat dilakukan intervensi yang tepat melalui terapi atau stimulasi yang sesuai guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Perkembangan motorik halus juga dapat membantu anak dalam belajar menulis, karena menulis melibatkan kemampuan motorik halus yaitu koordinasi jari-jari. Kegiatan menulis dasar sudah dapat dimulai saat anak menunjukkan perilaku seperti mencoret-coret buku atau dinding, kondisi tersebut menunjukkan berfungsinya sel-sel otak yang perlu dirangsang supaya berkembang secara optimal. Menulis merupakan aktivitas yang bukan hanya mengandalkan kemampuan kognitif anak, melainkan membutuhkan koordinasi antara mata dan tangan (Andika et. , 2. Pra menulis merupakan tahap persiapan. Tahapan ini perlu diperhatikan karna merupakan hal penting dalam kegiatan menulis anak usia dini. Oleh karena itu, tahap pra menulis terkadang membutuhkan dorongan untuk memunculkan jawaban berupa ide atau Permendikbud No. 137 Tahun 2014 menyebutkan bahwa literasi anak usia dini dibagi menjadi pra membaca dan pra menulis. Kegiatan pra menulis termasuk salah satu kemampuan berbahasa pada anak usia dini melalui kegiatan menulis anak bisa berinteraksi dan menuangkan ide dan gagasan kedalam sebuah tulisan yang mana jika kemampuan berbahasa anak kurang baik anak akan kesulitan untuk mengungkapkan pemikiran dan keinginan kepada orang lain (SaAoida, 2. Salah satu yang digunakan untuk meningkatkan motorik halus ini yaitu dengan media pasir kinetik. Bermain dengan pasir kinetik anak merasa senang karena menarik dan merupakan hal baru yang jarang ditemui anak dan bermain pasir kinetik ini dapat melatih kordinasi tangan dan jari anak supaya tangan anak menjadi lentur (Muthiah et al. , 2. Pasir berwarna mudah untuk dipersiapkan oleh tenaga pendidik, mudah digunakan oleh anak serta membuat anak lebih cepat dalam memahami caranya menulis keunggulan pasir kinetik diantaranya secara tepat lebih ptaktis, disukai anak karena mereka dapat bermain serta berkreasi membentuk berbagai macam bentuk menarik, dan lebih bersih serta aman bagi anak (Fatimah 2. Melalui sentuhan dengan pasir, syaraf-syaraf dijari tangan anak akan aktif sehingga kemampuan menulis dapat berkembang. Pasir kinetik dipilih untuk kegiatan pembelajaran menulis bagi anak karena jejak tulisan diatas pasir itu mudah dihapus dan digores Kembali sehingga membuat anak tidak takut salah dalam menorehkan bentuk-bentuk garis, angka, dan huruf. Anak juga mudah menggoresnya cukup dengan jari-jari saja tanpa pensil dan kertas, sehingga memudahkan anak belajar membuat bentuk angka dengan Dengan media pasir kinetik dapat melatih kemampuan otot-otot tangan dan jemari anak dapat dilatih sehingga dapat berkembang dengan baik (Wulandari, 2. Pasir kinetik merupakan alat edukatif yang menyenangkan bagi anak yang mana media ini terbuat dari campuran bahan sintesis melalui bermain pasir kinetik anak dapat mengembangkan kebebasan eksplorasinya serta bermain pasir kinetik anak dapat ditingkatkan pasir kinetik atau dikenal dengan pasir ajaib merupakan media pengganti yang memiliki tekstur lembut dan bersih sehingga aman untuk anak. Menurut Yusanti et al. saat bermain pasir kinetik agar dapat merangsang motorik halus anak dilengkapi dengan memberikan berbagai bentuk cetakan biarkan anak imajinasinya masing-masing. Media pasir ajaib berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak. Hal ini dikarenakan media bermain pasir kinetik yang memiliki tekstur lembut dari pasir pantai dan tidak berantakan membuat media ini mudah dibentuk. Melalui membuat macam-macam bentuk menggunakan media bermain pasir kinetik akan mampu menstimulasi motorik anak serta menarik minat anak (SaAoadah & Komalasari, 2. Dari hasil observasi awal yang dilakukan di paud cikal kelurahan samangraya dari 12 anak di kelas A belum berkembang dengan baik pada saat melakukan kegiatan mengayak pasir, dalam mengikuti proses. kurangnya partisipasi siswa, siswa ramai sendiri, siswa mengantuk, kurang aktif dalam belajar, mengobrol dikelas dan rendahnya kemauan siswa untuk menganalisis materi. Bedasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: AuPengaruh Kegiatan Pra Menulis Menggunakan Pasir Kinetik Dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Pada Usia 4-5 Tahun Di Paud CikalAy. ME TODE PE NE LITIA N Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu penelitian berupa angka-angka dan dianalisis secara statistik. Dan menggunakan pendekatan kolerasional. Oleh karena itu penelitian kuantitatif dalam penelitianini digunakan untuk menganalisis data dan mengetahui pengaruh kegiatan pra menulis menggunakan pasir kinetik dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di PAUD Cikal. Dalam penelitian ini peneliti menelaah gejala yang terjadi di lapangan untuk membuktikan kebenarannya dan dinilai secara ilmiah berdasarkan kerangka teoritis yang berkenaan dengan permasalahan yang di angkat. (Feli Apriani, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil observasi yang telah dilaksanakan selama lima hari menunjukkan data capaian perkembangan kemampuan motorik halus peserta didik Kelas A pada PAUD Cikal. Observasi Hari Pertama Berdasarkan hasil pengamatan atau observasi yang dilakukan pada hari pertama, dapat dilihat bahwa perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui metode pasir kinetik pada kegiatan pra menulis menunjukkan rata-rata 6,25. Melihat hasil observasi pada hari pertama ini maka peneliti akan mengupayakan dengan lebih baik pada saat pelaksanaan observasi agar kemampuan motorik halus anak mengalami Hasil persentase yang didapat pada tahap observasi ini adalah 25% - 40%. Persentase perkembangan kemampuan motorik halus peserta didik Kelas A melalui metode pasir kinetik dapat digambarkan pada diagram batang di bawah ini: KELAS A Series 1 Gambar 1. Persentase Kemampuan Motorik Halus Kelas A Hari Pertama Berdasarkan grafik kemampuan motorik halus Kelas A pada hari pertama, terlihat bahwa capaian peserta didik berada pada kisaran 5% hingga 40%. Sebagian besar anak masih berada pada tahap awal perkembangan, yaitu kategori AuBelum BerkembangAy dan AuMulai BerkembangAy. Hanya sedikit anak yang sudah mendekati kategori AuBerkembang Sesuai HarapanAy, dan belum ada yang mencapai kategori tertinggi. Kondisi ini wajar terjadi pada awal siklus pembelajaran, mengingat anak masih dalam proses adaptasi terhadap kegiatan yang diberikan, seperti latihan menggunting, menempel, atau meronce. Data ini menjadi titik awal untuk memantau peningkatan kemampuan di hari-hari berikutnya, sekaligus sebagai dasar evaluasi efektivitas metode yang digunakan. Observasi Hari Kedua Berdasarkan hasil pengamatan atau observasi yang dilakukan pada hari kedua, dapat dilihat bahwa perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui metode pasir kinetik pada kegiatan pra menulis menunjukkan rata-rata 7,42. Melihat hasil observasi pada hari pertama ini maka peneliti akan mengupayakan dengan lebih baik pada saat pelaksanaan observasi agar kemampuan motorik halus anak mengalami Hasil persentase yang didapat pada tahap observasi ini adalah 30% - 50%. Persentase perkembangan kemampuan motorik halus peserta didik Kelas A melalui metode pasir kinetik dapat digambarkan pada diagram batang di bawah ini: KELAS A Series 1 Gambar 2. Persentase Kemampuan Motorik Halus Kelas A Hari Kedua Berdasarkan grafik kemampuan motorik halus Kelas A pada hari kedua, terlihat bahwa capaian peserta didik berada pada kisaran 5% hingga 60%. Sebagian besar anak masih berada pada kategori AuMulai BerkembangAy hingga AuBerkembang Sesuai HarapanAy. Meskipun capaian maksimal belum tinggi, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari pertama, yang menunjukkan adanya respons positif terhadap kegiatan pembelajaran. Kenaikan ini mencerminkan bahwa stimulasi yang diberikan, seperti latihan menggunting, menempel, atau meronce, mulai membantu anak dalam mengembangkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan manipulatif. Tahap ini menjadi pondasi penting untuk mendorong pencapaian target minimal keberhasilan di hari-hari selanjutnya. Observasi Hari Ketiga Berdasarkan hasil pengamatan atau observasi yang dilakukan pada hari ketiga, dapat dilihat bahwa perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui metode pasir kinetik pada kegiatan pra menulis menunjukkan rata-rata 12,2. Melihat hasil observasi pada hari pertama ini maka peneliti akan mengupayakan dengan lebih baik pada saat pelaksanaan observasi agar kemampuan motorik halus anak mengalami Hasil persentase yang didapat pada tahap observasi ini adalah 55% - 70%. Persentase perkembangan kemampuan motorik halus peserta didik Kelas A melalui metode pasir kinetik dapat digambarkan pada diagram batang di bawah ini: KELAS A Series 1 Gambar 3. Persentase Kemampuan Motorik Halus Kelas A Hari Ketiga Berdasarkan grafik kemampuan motorik halus Kelas A pada hari ketiga, terlihat bahwa capaian peserta didik berada pada kisaran 40% hingga 70%. Sebagian anak mulai menunjukkan perkembangan yang stabil, dengan tren kenaikan dari kategori AuMulai BerkembangAy menuju AuBerkembang Sesuai HarapanAy. Meskipun belum ada yang mencapai persentase maksimal, pergeseran nilai ke arah yang lebih tinggi menunjukkan efektivitas pembelajaran dalam melatih koordinasi gerak halus, seperti keterampilan memegang alat tulis, menggunting, dan menempel. Peningkatan ini menjadi indikator bahwa proses pembelajaran sudah berjalan pada jalur yang tepat, dan dengan keberlanjutan strategi yang sama, target minimal keberhasilan di atas 75% akan dapat dicapai pada hari-hari berikutnya. Observasi Hari Keempat Berdasarkan hasil pengamatan atau observasi yang dilakukan pada hari keempat, dapat dilihat bahwa perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui metode pasir kinetik pada kegiatan pra menulis menunjukkan rata-rata 14,1. Melihat hasil observasi pada hari pertama ini maka peneliti akan mengupayakan dengan lebih baik pada saat pelaksanaan observasi agar kemampuan motorik halus anak mengalami Hasil persentase yang didapat pada tahap observasi ini adalah 60% - 90%. Persentase perkembangan kemampuan motorik halus peserta didik Kelas A melalui metode pasir kinetik dapat digambarkan pada diagram batang di bawah ini: KELAS A Series 1 Gambar 4. Persentase Kemampuan Motorik Halus Kelas A Hari Keempat Berdasarkan grafik kemampuan motorik halus Kelas A pada hari keempat, terlihat adanya tren peningkatan yang signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sebagian besar anak menunjukkan capaian di atas 70%, bahkan beberapa sudah mendekati 90%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik telah berada pada kategori AuBerkembang Sesuai HarapanAy hingga AuBerkembang Sangat BaikAy. Peningkatan yang konsisten ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang diterapkan mampu memperkuat koordinasi mata dan tangan, keterampilan manipulatif, serta ketepatan gerak anak. Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa target minimal keberhasilan . % anak mencapai kategori tertingg. hampir tercapai pada tahap ini, sehingga hari keempat menjadi indikasi kuat bahwa seluruh anak berpotensi mencapai hasil optimal pada akhir siklus. Observasi Hari Kelima Berdasarkan hasil pengamatan atau observasi yang dilakukan pada hari keempat, dapat dilihat bahwa perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui metode pasir kinetik pada kegiatan pra menulis menunjukkan rata-rata 17,7. Melihat hasil observasi pada hari pertama ini maka peneliti akan mengupayakan dengan lebih baik pada saat pelaksanaan observasi agar kemampuan motorik halus anak mengalami Hasil persentase yang didapat pada tahap observasi ini adalah 75% - 100%. Persentase perkembangan kemampuan motorik halus peserta didik Kelas A melalui metode pasir kinetik dapat digambarkan pada diagram batang di bawah ini: KELAS A Series 1 Gambar 5. Persentase Kemampuan Motorik Halus Kelas A Hari Kelima Berdasarkan grafik persentase kemampuan motorik halus pada Kelas A di hari kelima, terlihat bahwa seluruh 12 anak telah mencapai capaian perkembangan yang tinggi, dengan persentase mendekati atau mencapai 100%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara konsisten selama lima hari mampu mengoptimalkan keterampilan motorik halus anak, seperti kemampuan memegang, menggunting, menempel, atau menggerakkan jari secara terkoordinasi. Data ini juga mengindikasikan bahwa tidak ada lagi anak yang berada pada kategori AuBelum BerkembangAy atau AuMulai BerkembangAy, melainkan mayoritas telah mencapai kategori AuBerkembang Sangat BaikAy. Hal ini menegaskan keberhasilan intervensi pembelajaran yang dilakukan, serta memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu minimal 75% anak mencapai kategori tertinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa pada observasi selama lima hari ini kemampuan motorik halus peserta didik sudah meningkat dan mencapai indikator keberhasilan yang Tahap tindakan yang diberikan pada observasi ini yaitu penggunaan pasir Pembelajaran juga dirangkaikan dengan pemberian kegiatan lain yang dapat menstimulasi kemampuan motorik halus peserta didik seperti meniru gambar dari instruksi yang diberikan. Dari hasil yang didapatkan, peneliti memutuskan untuk memberi masukkan pada observasi ini karena adanya peningkatan kemampuan motorik halus pada peserta didik dan telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan. Hasil pengukuran melalui observasi menunjukkan adanya peningkatan dalam aspek motorik halus anak khususnya dalam kemampuan menulis serta mengkoordinasikan mata dan tangan setelah diterapkan metode menggunakan pasir kinetik. Aspek-aspek lain yang ada pada diri peserta didik ikut meningkat, misalnya peningkatan minat serta semangat peserta didik dalam melakukan suatu kegiatan. Hal ini menandakan bahwa motorik halus peserta didik dapat dikatakan telah berkembang karena telah memenuhi beberapa tahap perkembangan motorik halus untuk usia 4-5 tahun. Adapun persentase perkembangan anak yang harus dicapai dan menjadi indikator keberhasilan apabila peningkatan persentase perkembangan anak termasuk dalam kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan persentase minimal 75%. Persentase perkembangan peserta didik Kelas A di PAUD Cikal. Tabel 1 Persentase Perkembangan Peserta Didik Hari (Ana. (%) (Ana. (%) BSH (Ana. BSH (%) BSB (Ana. BSB (%) Dari hasil observasi selama lima hari (N = . , terlihat adanya peningkatan kemampuan peserta didik dari kategori AuBelum Berkembang (BB)Ay menuju AuBerkembang Sangat Baik (BSB)Ay. Pada hari pertama hanya 1 siswa . ,3%) berada pada kategori BSB, sedangkan pada akhir observasi . ari ke-. semua 12 siswa . %) berada pada kategori BSB. Karena indikator keberhasilan yang ditetapkan minimal 75% siswa mencapai kategori BSB, maka pelaksanaan tindakan kelas ini berhasil. Perhitungan persentase dilakukan dengan rumus: umlah siswa pada kategori y . / total siswa. Tabel 2 Data Hasil Kuisioner Anak Skor Item Soal Hari Pertama Jumlah Hari Kedua Hari Ketiga Hari Keemapat Hari Kelima Pembahasan Berdasarkan dari hasil diatas menunjukkan motorik halus sebelum dilakukan pemberian pasir kinetic . inetic san. terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Cikal kelas A yang mengalami Tingkat perkembangan motorik halus anak. peneliti pasir kinetic . inetic san. merupakan salah satu alternatif bermain yang dapat membantu anak melatih kreatifitas serta perkembangan motorik halus pada anak dan merupakan permainan yang banyak manfaat. pasir kinetik . inetic san. memiliki manfaat melatih kemampuan visual anak, melatih pengamatan, melatih kecermatan dan ketelitian, melatih kemampuan ketepatan dalam merancang bangunan, melatih kretivitas serta mengembangkan fungsi otak anak usia dini. hal ini dikarenakan pasir kinetik . inetic san. memerlukan koordinasi kepekaan mata, tangan dan rasa yang dimotori oleh kinerja otak sehingga terjadi koordinasi baik antara fungsi otak kiri dan otak kanan. ning septiana. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, ada permasalahan yang perlu dikaji pada penelitian ini yaitu menulis permulaan anak pada kelas A di PAUD Cikal masih sangat menulis permulaan anak belum maksimal karena kurangnya media pembelajaran yang mendukung peningkatan pra menulis permulaan anak. Adapun pembiasaan yang sering dilakukan oleh guru hanya sekedar mengenalkan secara verbal tanpa menggunakan media pembelajaran sebagai media bantu dalam menyampaikan pembelajaran sehingga pembelajaran kurang menyenangan bagi anak dan membuat anak cepat merasa bosan serta kurang semangat dalam belajar. Menurut Muthiah Dkk dalam penelitianya mengatakan media pasir mampu mesntimulasi kemampuan menulis permulaan anak usia dini. selain itu nedia pasir juga merupakan salah satu media untuk mengembangkan keterampilan motorik halus. tentunya media pasir ini merupakan media yang paling disenangi anak, karena sifatnya yang fleksibel dan menyenangkan bagi anak, jadi bukan hanya menggunakan pensil anak bisa menulis, tetapi dengan menggunakan media pasir anak dapat menulis. Penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak lebih mudah belajar dengan bantuan media penggunaan media bantu mereka memahami materi Pelajaran dengan lebih baik. menunjukkan bahwa media pasir dapat meningkatkan menulis permulaan, karena media apsir membuat mereka lebih semangat dalam menulis. teori Jean Piaget mendukung temuain ini, dengan menyatakan bahwa pembelajaran harus disesuaikan dengan tahap praoperasional. Dimana mereka lebih mudah memahami konsep melalui benda nyata. (Muhammad Akbar Julianto, 2. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama lima hari di PAUD Cikal, terlihat adanya perkembangan yang signifikan pada kemampuan anak-anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pra menulis menggunakan media pasir kinetic. Pada hari pertama, capaian persentase menunjukkan angka tertinggi sebesar 40% dan terendah 25%. Dengan rentang tersebut, mayoritas anak anak masih berada pada kategori Mulai Berkembang (MB). Memasuki hari kedua, terjadi peningkatan dengan persentase tertinggi mencapai 50% dan terendah 30%. Kriteria penilaian pada hari kedua menunjukkan bahwa anak-anak berada dalam kategori Mulai Berkembang (MB) hingga Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Perkembangan yang lebih positif terlihat pada hari ketiga, dengan capaian tertinggi 70% dan terendah 50%, seluruh anak mulai menunjukkan peningkatan yang lebih stabil dalam keterlibatan dan kemampuan, sehingga masuk dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada hari keempat, capaian semakin meningkat dengan persentase tertinggi 90% dan terendah 60%, yang menempatkan anak-anak pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) hingga Berkembang Sangat Baik (BSB), anak-anak menunjukkan kemajuan yang nyata dalam proses adaptasi dan pembelajaran. Puncaknya terjadi pada hari kelima, dimana seluruh anak menunjukkan hasil yang sangat optimal, dengan persentase tertinggi mencapai 100% dan terendah 75%. Dengan pencapaian ini, seluruh anak berada dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), yang mengindikasikan keberhasilan pendekatan dengan metode pembelajaran menggunakan pasir kinetik sebagai media. Dengan demikian observasi yang dilakukan selama lima hari terjadi peningkatan perkembangan kemampuan anak secara bertahap dan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran menggunakan pasir kinetik efektif dalam mendorong partisipasi dan kemampuan anak-anak dalam kegiatan yang diberikan. KESIMPULAN Pra menulis merupakan tahap persiapan. Tahapan ini perlu diperhatikan karna merupakan hal penting dalam kegiatan menulis anak usia dini. Oleh karena itu, tahap pra menulis terkadang membutuhkan dorongan untuk memunculkan jawaban berupa ide atau Media pasir ajaib berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak. Hal ini dikarenakan media bermain pasir kinetik yang memiliki tekstur lembut dari pasir pantai dan tidak berantakan membuat media ini mudah dibentuk. Menurut Masganti dalam istilah motorik merujuk pada faktor biologis dan mekanisme yang mempengaruhi gerak. Istilah movement merujuk pada perubahan gerak tubuh yang terjadi dan dapat diamati dengan demikian motorik merupakan aspek perkembanan yang mampu mengubah bergam posisi tubuh. Pra menulis adalah cara merealisasikan simbolsimbol bunyi menjadi huruf yang dapat dikenali secara konkrit sesuai dengan tata cara menulis yang baik. Kinetik sand atau pasir kinetik yang sering disebut juga pasir ajaib yakni campuran pasir dengan bahan sintesis yang menghasilkan pasir dengan tekstur lebih lembut dari pasir pantai, tidak berantakan hanya menempel pada pasir kinetik . inetik san. itu Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu penelitian berupa angka-angka dan dianalisis secara statistik. Dan menggunakan pendekatan kolerasional. Tempat penelitian ini dilakukan di PAUD Cikal Desa Samangraya Kecamatan Citangkil Lingkungan Kalentemu Timur Kota Cilegon. Tekhnik pengumpulan datanya menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. dan pengumpulan data nya menggunakan analisis data, display data, reduksi data, penarikan kesimpulan, dan indikator keberhasilan. Pada hari pertama, capaian persentase menunjukkan angka tertinggi sebesar 40% dan terendah 25%. Dengan rentang tersebut, mayoritas anak anak masih berada pada kategori Mulai Berkembang (MB). Memasuki hari kedua, terjadi peningkatan dengan persentase tertinggi mencapai 50% dan terendah 30%. Kriteria penilaian pada hari kedua menunjukkan bahwa anak-anak berada dalam kategori Mulai Berkembang (MB) hingga Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Perkembangan yang lebih positif terlihat pada hari ketiga, dengan capaian tertinggi 70% dan terendah 50%, seluruh anak mulai menunjukkan peningkatan yang lebih stabil dalam keterlibatan dan kemampuan, sehingga masuk dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada hari keempat, capaian semakin meningkat dengan persentase tertinggi 90% dan terendah 60%, yang menempatkan anak-anak pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) hingga Berkembang Sangat Baik (BSB), anak-anak menunjukkan kemajuan yang nyata dalam proses adaptasi dan pembelajaran. Puncaknya terjadi pada hari kelima, dimana seluruh anak menunjukkan hasil yang sangat optimal, dengan persentase tertinggi mencapai 100% dan terendah 75%. Dengan pencapaian ini, seluruh anak berada dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), yang mengindikasikan keberhasilan pendekatan dengan metode pembelajaran menggunakan pasir kinetik sebagai media. Disimpulkan bahwa observasi selama lima hari di kelas ini telah berhasil karena telah mencapai indikator keberhasilan yang diinginkan. Dari 12 anak menunjukkan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) yang mana persentase minimum di antara 75%-100%. Maka indikator keberhasilan telah tercapai dan penelitian tindakan kelas ini berhasil. Saran Bersdasarkan Kesimpulan diatas peneliti memberikan beberapa saran yang dapat dilaksanakan demi meningkatkan kemampuan menulis anak melalui media pasir kientik, beberapa saran peneliti antara lain: Saran Praktis, kegiatan media pasir kinetik dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan pra menulis anak melalui Latihan ini, anak dapat belajar sambil bermain dengan cara yang menyenangkan. Saran Teoritis, melalui kegiatan media pasir kinetic dapat diterapkan di PAUD Cikal sebagai salah satu kegiatan pembelajaran dengan memperhatikan tahapan perkembangan anak, kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di sekolah tersebut. Saran Metodologis, orang tua diharapkan dapat membantu sekolah dalam meningkatkan kemampuan pra menulis anak salah satunya dengan cara bermain media pasir kinetic kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua sangat penting, diharapkan peneliti berikutnya dapat mengembangkan hasil penelitian ini agar menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi semua pihak. DAFTAR PUSTAKA