Tersedia secara online https://e-journal. id/index. php/dv/ E-ISSN 2775-4200 P- ISSN: 2580-8028 Jurnal Dhammavicaya: Volume: IX Nomor: 1 Juli 2025 Halaman: 09-21 Peranan Refleksi Harian Dalam Pengembangan Profesionalisme Guru Pada Kegiatan PPL Mahasiswa STAB Kertarajasa. Tahun Akademik 2024/2025 Di SD My Little Island Malang Priadi Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa. Indonesia Jl. Raya Mojorejo No. Mojorejo. Kec. Junrejo. Kota Batu. Jawa Timur 65322 Email: priadi762@gmail. ABSTRACT The purpose of this study was to describe the role of daily reflection in the development of teacher professionalism in the Field Experience (PPL) practice of STAB Kertarajasa teachers at My Little Island Elementary School. Malang. The research methodology used was a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of observation, documentation, and interviews. The subjects of the study were four PPL students, one supervising teacher, and one principal. The results of the study indicate that human reflection is very important to improve teacher professionalism, especially in the field of pedagogical competence in this case including evaluating their teaching practices directly and objectively every day. by reflecting, teachers can identify successes and shortcomings in the learning process, understand the responses and needs of students, and find solutions to problems that arise in the classroom. in this process encourages teachers to continue learning, adapting, and improving themselves which are the main characteristics of professionalism. Daily reflection helps PPL students in the following matters: . identifying learning difficulties and weaknesses. assessing learning outcomes and implementation. utilizing real things in teaching. aligning learning methods and media with the needs of students. One of the most popular reflection techniques is the reflection triangle, which helps PPL students analyze the effectiveness of their learning. And Daily Reflection serves as a foundation for teacher professional development because it encourages self-evaluation, improvement, and adaptation to changes in the classroom environment. Key words : Daily reflection. Field Practice Program (PPL). Pedagogical competence. Teacher ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran refleksi harian dalam pengembangan profesionalisme guru pada praktik Pengalaman Lapangan (PPL) guru STAB Kertarajasa di SD My Little Island Malang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian adalah empat mahasiswa PPL, satu guru pamong, dan satu kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi manusia sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme guru, khususnya dalam bidang kompetensi pedagogik dalam hal ini mencakup mengevaluasi praktik mengajarnya secara langsung dan objektif setiap dengan melakukan refleksi, guru dapat mengidentifikasi keberhasilan dan kekurangan dalam proses pembelajaran, memahami respon dan kebutuhan peserta didik, serta mencari solusi atas permasalahan yang muncul di kelas. dalam proses ini mendorong guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperbaiki diri yang merupakan ciri utama dari profesionalisme. Refleksi harian membantu mahasiswa PPL dalam hal-hal berikut: . mengidentifikasi kesulitan dan kelemahan belajar. menilai hasil dan pelaksanaan belajar. memanfaatkan nyata dalam mengajar. menyelaraskan metode dan media pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik. Salah satu teknik refleksi yang paling populer adalah segitiga refleksi, yang membantu mahasiswa PPL menganalisis efektivitas pembelajaran mereka. Dan Refleksi Harian berfungsi sebagai landasan bagi pengembangan profesional guru karena mendorong evaluasi diri, perbaikan, dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan kelas. Kata kunci : Kompetensi pedagogik. Profesionalisme guru. Program Praktik Lapangan (PPL). Refleksi Riwayat Artikel : Diterima: 29-07-2025 Disetujui: 30-07-2025 Alamat Korespondensi: Priadi Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa. Indonesia Jl. Raya Mojorejo No. Mojorejo. Kec. Junrejo. Kota Batu. Jawa Timur 65322 Email: priadi762@gmail. LATAR BELAKANG Dalam (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2. berkenaan guru dan Dosen menyampaikan bahwa guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan melakukan evaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui arah pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam undang-Undang ini menyampaikan Batasan bahwa tugas pokok guru sebagai pendidik profesional dalam kegiatan mengajar berupa: . Menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik di sekolah, 2 Mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah, . Mengorganisasikan lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa, . Memberikan bimbingan belajar kepada siswa, . Mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang baik sesuai dengan ketentuan yang terdapat di Masyarakat, . Membantu siswa dalam mencari Solusi atas permasalahan yang dialami peserta didik (Azima dkk, 2. STAB Kertarajasa mengadakan program Praktik Pengalaman lapangan (PPL) dalam menciptakan calon guru yang profesional. Praktik Pengalaman lapangan (PPL) merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan para calon pengajar atau para calon guru dengan Mahasiswa belajar berkenaan dengan pentingnya kompetensi guru melalui PPL, dalam buku Pedoman Pelaksanaan Praktik Lapangan Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa Tim Penyusun, . PPL ini dilaksanakan oleh para mahasiswa atau praktikan sebagai kegiatan intrakurikuler yang mencakup Latihan mengajar dan tugas-tugas pendidikan . ukan pengaja. secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi persyaratan guru, selain itu (Baharudin, 2. menyatakan bahwa dalam praktik pengalaman lapangan, mahasiswa mengaplikasikan atau menerapkan seluruh pengalaman belajar yang diperoleh secara teori yang diperoleh dapat selama perkuliahan kedalam pelatihan yang berkaitan dengan kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya. Namun berdasarkan hasil observasi mahasiswa masih kesulitan dalam membuat pembelajaran dan mengalami kesusahan dalam menyesuaikan dengan peserta didik. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi guru dalam pengembangan profesional, terutama terkait keterbatasan waktu akibat padatnya tuntutan mengajar, penyiapan materi, dan administrasi, sehingga menyulitkan partisipasi dalam pelatihan atau pengembangan Kondisi ini menyebabkan minimnya kesempatan guru untuk meningkatkan kompetensi mereka, sehingga diperlukan strategi pengelolaan waktu yang lebih efektif. Selain itu, berdasarkan observasi mahasiswa PPL di SD My Little Island Malang, ditemukan bahwa pemahaman guru mengenai refleksi harian masih terbatas, baik dalam hal konsep maupun perannya dalam pengembangan profesional. Akibatnya, pelaksanaan refleksi harian belum memberikan dampak yang optimal terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPeranan Refleksi Harian Dalam Pengembangan Profesionalisme Guru Pada Kegiatan PPL Mahasiswa STAB Kertarajasa. Tahun Akademik 2024/2025 di SD My Little Island MalangAy. KAJIAN TEORITIS Refleksi adalah sebuah proses yang mendalam dan signifikan untuk memahami diri, mengambil pelajaran dari pengalaman, dan terus meningkatkan diri seiring waktu. Proses ini memberikan peluang untuk mengeksplorasi dan meresapi berbagai aspek kehidupan, sehingga kita dapat tumbuh menjadi individu yang lebih baik serta memiliki kesadaran yang lebih mendalam tentang arti kehidupan, (Chang, 2. Selain itu menurut (Yuliyanto dkk, 2. menjelaskan bahwa refleksi adalah proses introspeksi mendalam di mana seseorang secara aktif mempertanyakan motivasi, tujuan, serta dampak dari tindakan atau keyakinannya. Proses ini membantu individu untuk lebih memahami cara pengambilan keputusan, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan bagaimana keputusan tersebut dapat diperbaiki atau dipertahankan di masa mendatang. refleksi melibatkan aktivitas mental yang terfokus dan berpikir kritis, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman diri, pengambilan keputusan yang lebih efektif, dan pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan. Profesionalisme guru mencakup pelaksanaan proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas, serta menjalankan berbagai tugas lainnya, seperti mengerjakan administrasi sekolah dan pembelajaran, memberikan bimbingan dan layanan kepada siswa, serta melaksanakan penilaian (Rusyan, 2. Guru profesional akan mencerminkan kualitas keguruannya melalui wawasan yang luas dan sejumlah kompetensi yang mendukung tugasnya. Meskipun berada dalam pekerjaan yang sama atau ruang kerja yang serupa, guru profesional menunjukkan sikap yang berbeda dibandingkan dengan mereka yang tidak profesional. Guru profesional selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas diri dan terus memperbarui kompetensinya (Kristiawan, 2. Selain itu. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan mahasiswa program kependidikan yang diselenggarakan oleh pihak kampus atau LPTK yang bekerja sama dengan instansi pendidikan atau sekolah yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa untuk menjadi guru (Septiani, 2. Dalam upaya menciptakan kompetensi lulusan program sarjana kependidikan, sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2022, khususnya dalam pasal 7. PPL memiliki peranan penting dalam meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan kemampuan mengajar bagi calon guru. Melalui PPL mahasiswa diarahkan untuk memahami secara komperhensif berkenaan dengan peserta didik serta mengembangkan kemampuan praktik pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan individual peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih untuk mengeksplorasi fenomena alamiah secara mendalam. Data diperoleh melalui analisis kata-kata tertulis atau lisan, serta mempertimbangkan pendapat narasumber. Penelitian kualitatif ini tidak berfokus pada data berupa angka atau hitungan, tetapi lebih pada interpretasi dan pemahaman yang mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Dengan melakukan penelitian dalam kondisi alamiah dan langsung kepada sumber data, informasi yang diperoleh menjadi lebih akurat dan Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin mendeskripsikan peran refleksi harian dalam mengembangkan profesionalisme guru pada kegiatan PPL di SD My Little Island Malang Tahun akademik 2023/2024. Oleh karena itu, metode kualitatif dipilih untuk memungkinkan analisis yang lebih mendalam dan relevan terhadap konteks penelitian. Kemudian. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini, yaitu wawancara (Intervie. dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan Selanjutnya Dalam penelitian ini menggunakan analisis data model Miles and Huberman (Sugiyono, 2. , mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu dimulai dari data collection, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan regulasi sumber karena informasi didapatkan melalui proses wawancara yang kemudian data yang telah didapatkan kemudian dibandingkan untuk mendapatkan informasi yang valid yang kemudian dimasukan serta dijadikan hasil dari penelitian. Triangulasi sumber akan dilakukan kepada kepala sekolah SD My Little Island, guru pamong dan 4 mahasiswa semester VII STAB Kertarajasa Tahun Akademik 2024/2025. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan refleksi harian dalam mengembangkan Profesionalisme guru di SD My Little Island Malang? Refleksi merupakan langkah yang melibatkan pemikiran rasional, pengalaman emosional. Refleksi adalah cara untuk mengintegrasikan pengetahuan baru dengan pengalaman yang sudah dilalui yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan meningkatkan (Moon. Penerapan profesionalisme guru dilakukan melalui kegiatan evaluasi diri yang sistematis setiap kali setelah pembelajaran berlangsung. Guru mencatat dan menganalisis apa yang telah terjadi di kelas mulai dari bagaimana materi disampaikan, bagaimana siswa merespon, hingga bagaimana tujuan pembelajaran tercapai. kemudian (Bagou dkk, 2. , menjelaskan bahwa sebagai seorang guru yang profesional harus memiliki komitmen untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan senantiasa menambah pengetahuan untuk terus belajar baik secara forman atau informal. Selain itu, menurut (Bowman, 2. Kegiatan refleksi adalah kegiatan yang memberikan banyak menfaat terutama dalam mengembangkan profesionalisme guru. sehingga mampu memberikan pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas. Selain itu Kunandar, . menegaskan bahwa guru professional merupakan guru yang mengenal perihal dirinya yakni memahami tentang profesi yang digeluti saat ini untuk membimbing peserta didik, maka seorang guru dituntut untuk belajar bagaiamana semestinya siswa belajar yang mencakup kegagalan dan keberhasilan peserta didik, kemudian mencari Solusi yang baik bukan menyalahkan peserta didik. dari pendapat para ahli tersebut bahwa memang refleksi memberikan peran yang singnifikan dalam mengembangkan profesionalisme guru karena supaya guru dapat menjadi seorang pendidik yang professional maka pendidik hendaknya terus meningkatkan pengetahuan. Dengan melaksanakan refleksi harian secara rutin maka guru akan mengetehui apa saja yang perlu diperbaiki dan apa saja yang harus dipelajar sehingga dengan demikian kualitas pembelajaran akan semakin maksimal. Selanjutnya, bedasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Hafidah dkk, 2. menunjukan bahwa dengan melakukan kegiatan refleksi secara berkelanjutan pendidik terdorong meningkatkan kinerja mereka dan memperbaiki kualitas pembelajaran, serta salah satu fokus dari kompetensi profesional yakni mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif dengan berlatih dan melakukan evaluasi kinerja sendiri terkait dengan pembelajaran peserta didik. selain itu bedasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Wahyuni, 2. menjelaskan bahwa refleksi merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kesadaran tentang pengajaran prakik professional, dan refleksi berperan dalam mendukung guru membuka pikiran, memperbaharui metode dan strategi pengajaran Kemudian, (Seco. Cendana, 2. menegaskan bahwa penerapan refleksi bermanfaat untuk membantu guru mengevaluasi diri dan menemukan solusi untuk memperbaiki kesalahannya saat memfasilitasi siswa pada pembelajaran. bedasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa dengan melakukan refleksi secara rutin akan membantu dalam mengembangkan profesionalisme guru, oleh karena itu di SD My little island Malang dalam penerapan refleksi dilakukan berkesinambungan melakukan refleksi yakni setiap setelah melakukan pembelajaran guru akan melakukan refleksi, dan wali kelas juga akan melakukan refleksi secara menyeluruh yakni seharian penuh kegiatan peserta didik disekolah. dengan demikian maka sekolah akan melakukan evaluasi untuk meningkatan kaulitas Jadi, dapat disimpulkan bahwa Hubungan antara penerapan refleksi harian dan pengembangan profesionalisme guru sangat erat dan saling mendukung. Refleksi harian berfungsi sebagai alat bagi guru untuk mengevaluasi praktik mengajarnya secara langsung dan objektif setiap hari. dengan melakukan refleksi, guru dapat mengidentifikasi keberhasilan dan kekurangan dalam proses pembelajaran, memahami respon dan kebutuhan peserta didik, serta mencari solusi atas permasalahan yang muncul di kelas. dalam proses ini mendorong guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperbaiki diri yang merupakan ciri utama dari Melalui refleksi yang konsisten, guru tidak hanya mengandalkan rutinitas, tetapi berusaha menjadi lebih efektif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pembelajaran. dengan kata lain, refleksi harian menjadi fondasi dalam membentuk guru yang profesional, karena melibatkan kesadaran diri, evaluasi berkelanjutan, dan tindakan perbaikan yang nyata dalam praktik mengajar. Peranan Refleksi Harian untuk Mahasiswa STAB Kertarajasa dalam Kegiatan Program Praktik Lapangan (PPL) di SD MY Little Island Malang Refleksi harian berperan sebagai instrumen kritis yang memfasilitasi transformasi pengalaman praktik menjadi pembelajaran bermakna. Melalui rutinitas refleksi, mahasiswa tidak hanya sekadar menjalankan tugas mengajar, tetapi secara sistematis menganalisis efektivitas strategi pembelajaran, mengevaluasi interaksi dengan peserta didik, serta mengidentifikasi area pengembangan profesional. Kebiasaan ini memungkinkan mahasiswa PPL untuk secara aktif menyesuaikan pendekatan pedagogis dengan karakteristik unik siswa di SD My Little Island, sekaligus membangun kesadaran reflektif sebagai fondasi pengembangan diri yang berkelanjutan. Dengan demikian, refleksi harian tidak hanya meningkatkan kualitas pelaksanaan PPL, tetapi juga mempersiapkan calon pendidik yang adaptif dan responsif terhadap dinamika pembelajaran di lingkungan sekolah yang nyata. Menurut Dewey, . mendefinisikan refleksi sebagai pengamatan yang cermat terhadap pengalaman untuk memahami apa yang terjadi dan bagaimana pengalaman tersebut dapat digunakan untuk memecahkan masalah atau memperbaiki tindakan di masa depan. Dewey menekankan bahwa pembelajaran bermakna terjadi ketika siswa diberi kesempatan untuk merefleksikan pengalamannya. hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti berkenaan dengan peran refleksi harian dalam mengembangkan profesionalisme guru pada program PPL mahasiswa STAB Kertarajasa menunjukan bahwa refleksi memiliki peran dalam mengetehui kekurangan dan kelebihan dalam pembelajaran yang sudah dilakukan. Bedasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdapat lima peran refleksi harian dalam mengembangkan profesionalisme guru yang berfokus pada kompetensi pedagogik atau pengajaran yakni, sebagai berikut: Membantu mahassiswa PPL untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam pembelajaran yang sudah dilakukan Refleksi harian membantu mahasiswa PPL (Praktik Pengalaman Lapanga. untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam pembelajaran yang telah mereka lakukan dengan cara meninjau kembali setiap langkah dalam proses mengajar. Melalui refleksi, mahasiswa PPL dapat mengevaluasi apa yang sudah berjalan dengan baik, seperti keterlibatan siswa, kejelasan penyampaian materi, atau efektivitas metode yang digunakan. Di sisi lain, mereka juga dapat mengenali kendala atau kelemahan, seperti kurangnya penguasaan kelas, penggunaan media yang tidak tepat, atau kurangnya variasi dalam strategi pembelajaran. Dengan memahami kekuatan dan kelemahan ini, mahasiswa PPL dapat merancang perbaikan yang lebih terarah untuk pembelajaran berikutnya, sehingga mereka berkembang sebagai calon guru yang lebih profesional, reflektif, dan siap menghadapi tantangan nyata di dunia pendidikan. Hal ini sejalan dengan pendapat Wardani. menyatakan bahwa melakukan refleksi secara rutin terutama ketika selesai melakukan pembelajaran dapat mengetahui kelemahan dan juga kelebihan dalam pembelajaran yang sudah dilakukan, refleksi dilakukan secara konsisten terutama setiap akhir pembelajaran yang mencakup apa peristiwa yang terjadi dan dampaknya bagi calon guru, kemudian hasil refleksi yang diperoleh digunakan untuk melakukan perbaikan. Kemudian. Selain itu (Avalos, 2. menegaskan bahwa bahwa dengan melakukan refleksi harian secara berkesinambungan dapat membantu guru dalam memperoleh pemahaman yang lebih mendalam perihal diri, profesi, serta bagaimana mereka menjadi guru yang efektif, efiseien, dan membuat siswa berhasil dalam belajar. Selain itu refleksi juga membantu pendidik dalam mengekplorasi potensi-potensi yang terdapat dalam diri, memperbaiki kelemahan dan mencari solusi yang relevan untuk mengambangkan profesi oleh karena itu, sebagaimana dengan hasil penelitian ini, kegiatan refleksi harian memberikan konstribusi yang tinggi dalam mengembangkan profesionalisme guru, dan dampat selanjutnya tentu akan memberikan pengaruh yang positif terhadap efektivitas kegiatan belajar mengajar yang berfokus pada peningkatan komptetensi peserta didik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa refleksi harian sangat membantu mahasiswa PPL dalam mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam melakukan pembelajaran, apabila refleki dilakukan secara rutin supaya memperoleh data yang baik untuk melakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang sudah dilakukan, serta memudahkan dalam melakukan perbaikan. Mengevaluasi Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran Mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran hasil dari refleksi berarti mahasiswa PPL meninjau kembali sejauh mana rencana yang telah disusun . eperti RPP) terlaksana dengan efektif di kelas, dan bagaimana dampaknya terhadap ketercapaian tujuan Dalam proses ini. Mahasiswa PPL membandingkan antara apa yang direncanakan . isalnya metode, media, alokasi waktu, serta aktivitas sisw. dengan apa yang benar-benar terjadi saat mengajar. jika terdapat ketidaksesuaian, misalnya kegiatan tidak berjalan sesuai waktu, siswa kurang aktif, atau materi sulit dipahami, maka mahasiwa PPL dapat mengidentifikasi faktor penyebabnya melalui refleksi. hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk memperbaiki perencanaan berikutnya, seperti memilih metode yang lebih sesuai, mengatur waktu dengan lebih efisien, atau menyesuaikan materi dengan karakteristik peserta Dengan demikian, evaluasi melalui refleksi tidak hanya memperbaiki kualitas pembelajaran, tetapi juga meningkatkan kemampuan pedagogik guru secara berkelanjutan. Hal ini selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Konno. Higuchi, . juga menyatakan bahwa metode refleksi, terbukti merupakan upaya yang efektif untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Tentu perbaikan dalam hal ini mengacu pada perkembangan profesionalisme guru, disamping refleksi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik, refleksi juga diperlukan dalam melakukan penetian dan pengabdian kepada Kemudian. Hermawansyah, . juga menegaskan dalam penelitian yang sudah dilakukan terkait dengan pelaksanaan refleksi dalam hasil penelitiannya menyampaikan bahwa dengan melakukan pendekatan refleksi dalam membangun budaya pembelajaran yang berkelanjutkan disekolah, dalam lingkungan sekolah harus mendorong refleksi dan evaluasi diri membantu menciptakan iklim akademik yang lebih dinamis, dimana seorang guru bukan hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga terus belajar dan berkembang dalam profesinya. Dengan melakukan refleksi berkontribusi dalam membangun pola pikira pertumbihan pada guru, dimana mereka tidak hanya berfokus pada pencapaian sementara, tetapi perkembangan jangkan panjang yang berpegaruh terhadap pendidikan secara menyeluruh. Dari penelitian yang sudah dilakukan maka terlihat jelas refleksi memliki peran penting dalam mengembangkan profesionisme guru. Mendorong Pengalaman Nyata bagi Mahasiswa PPL Mendorong pengalaman nyata bagi mahasiswa PPL dalam hal ini membantu mahasiswa dalam mengaitkan teori yang telah dipelajari di perkuliahan dengan praktik langsung di lapangan secara lebih mendalam dan bermakna. Melalui refleksi, mahasiswa PPL dapat menyadari bagaimana strategi, pendekatan, atau metode pembelajaran yang mereka gunakan benar-benar berdampak dalam situasi kelas yang nyata. Misalnya, mereka bisa melihat bagaimana respon siswa terhadap aktivitas tertentu, bagaimana manajemen kelas dijalankan, atau bagaimana menghadapi kesulitan saat menjelaskan materi. Dari pengalaman tersebut, mereka tidak hanya belajar dari apa yang berhasil, tetapi juga dari kesalahan dan tantangan yang dihadapi. Proses ini memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap konteks pembelajaran yang sesungguhnya dan membentuk keterampilan reflektif sebagai bekal menjadi guru profesional yang mampu terus berkembang melalui pembelajaran dari pengalaman langsung. Kemudian. Asrori, . juga mengungkapkan bahwa Seorang guru yang terdidik harus memperhatikan kualitas dan kesempurnaan dalam pekerjaannya. oleh karena itu, penting bagi guru untuk selalu berpikir secara matang dan memiliki kejernihan pikiran, yang tercermin dalam perhatian terhadap setiap rincian kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan tugas. Guru yang terpelajar dan profesional seharusnya memiliki kepedulian yang mendalam terhadap bidangnya, mencintai dan merasa bahagia atas keberhasilan siswa, serta menunjukkan kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang muncul di Jadi, berdasarkan penjelasan tersebut dan juga pendapat dari beberapa para ahli dapat disimpulkan bahwa kegiatan refleksi memiliki pengaruh yang singnifikan terutama dalam menganalisis kendala yang dialami setelah melakukan pembelajaran, sehingga guru dapat melakukan evaluasi. Selain itu juga dengan adanya kegiatan refleksi memberikan manfaat dalam mengembangkan guru profesional, namun manfaat dari kegiatan refleksi dapat diperoleh ketika refleksi dilakukan secara mendalam. Menyesuaikan Metode dan Media Pembelajaran Menyesuaikan metode dan media pembelajaran berdasarkan hasil refleksi berarti Mahasiswa, termasuk mahasiswa PPL, menggunakan hasil evaluasi dari praktik mengajar untuk memilih atau mengubah pendekatan pembelajaran dan alat bantu yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. setelah melakukan refleksi, mahasiswa PPL dapat menyadari apakah metode yang digunakan sudah efektif dalam mendorong keterlibatan siswa dan mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya, jika metode ceramah membuat siswa pasif, mahasiswa PPL dapat menggantinya dengan diskusi kelompok atau pembelajaran berbasis proyek. Begitu pula dengan media, jika media yang digunakan kurang menarik atau sulit dipahami siswa, guru bisa mencari alternatif seperti video interaktif, gambar, atau alat peraga sederhana yang lebih Penyesuaian ini penting agar proses pembelajaran menjadi lebih dinamis, sesuai dengan karakteristik peserta didik, dan mampu meningkatkan pemahaman serta motivasi belajar siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Susiloningsih, . menjelaskan bahwa Peran refleksi yang penting untuk dipahami adalah bahwa guru harus melaksanakan refleksi setelah setiap pembelajaran yang dilakukan, dan menggunakan hasil refleksi tersebut sebagai dasar untuk memperbaiki pembelajaran di masa mendatang. Kegiatan refleksi ini diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh guru, sehingga mereka dapat melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran dan pada akhirnya meningkatkan kualitas diri mereka sebagai pendidik. Refleksi yang konsisten memungkinkan guru untuk terus berkembang dalam metode dan pendekatan mereka, memastikan bahwa pembelajaran yang diberikan semakin efektif. Lebih lanjut, manfaat refleksi harian dijelaskan oleh Slameto dkk, . bahwa Pendidik yang luar biasa selalu melakukan refleksi terhadap pekerjaan mereka dan terus berusaha mencari cara untuk meningkatkan praktik mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk memanfaatkan sumber daya yang ada secara lebih efektif serta menghasilkan ide-ide inovatif yang dapat memotivasi mereka untuk menganalisis, menyerap, mengenali, dan menerapkan solusi baru. Proses reflektif ini berfungsi sebagai sarana untuk terus berkembang dan mengadaptasi metode pengajaran yang lebih baik. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Sriyanto, dkk, . hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa refleksi secara umum dianggap memiliki peran yang signifikan oleh sebagian besar orang dalam mencapai tujuan personal mereka. Namun, hasilnya dapat bervariasi tergantung pada bagaimana refleksi dilakukan, seberapa mendalam prosesnya, dan seberapa konsisten refleksi tersebut dilakukan. Untuk memaksimalkan manfaatnya, penting untuk terus mengembangkan dan mendalami proses refleksi sesuai dengan kebutuhan dan konteks masing-masing individu. Hal tersebut sesuai dengan temuan penelitian yang menunjukan bahwa refleksi harian berperan dalam mencapai tujuan yakni mengembangkan profesionalisme guru yang berfokus pada kompetensi pedagogik. Selain itu. Boud dkk, . mengungkapkan bahwa manfaat refleksi sering kali bersifat jangka panjang dan tidak selalu tampak secara langsung. Ketika individu tidak merasakan manfaat segera, mereka cenderung kehilangan motivasi untuk melanjutkan praktik refleksi secara konsisten. hal ini sejalan dengan temuan penelitian ini yang menunjukkan bahwa kegiatan refleksi harian di SD My Little Island malang dilakukan secara konsisten yakni setelah dilakukan proses pembelajaran, oleh karena itu guru ataupun peserta PPL mengetahui data secara jelas perihal pembelajaran yang sudah dilakukan karena refleksi dilakukan secara rutin. Jadi, dapat disimpulkan bahwa refleksi harian memiliki hubungan yang kuat dan langsung dalam mengembangkan profesionalisme guru, karena melalui refleksi, mahasiswa PPL dilatih untuk secara sadar mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajarannya setiap hari. profesionalisme guru tidak hanya ditunjukkan melalui penguasaan materi atau kemampuan mengajar, tetapi juga melalui sikap terbuka terhadap evaluasi diri, pembelajaran berkelanjutan, dan peningkatan mutu pengajaran. Refleksi harian memungkinkan guru untuk memahami apa yang berhasil dan tidak dalam kegiatan belajar-mengajar, serta menyesuaikan metode, strategi, dan pendekatan sesuai kebutuhan peserta didik. dengan membiasakan diri merefleksikan pengalaman mengajar. Mahasiswa PPL mengembangkan kompetensi pedagogik, kemampuan mengambil keputusan berbasis data, serta kepekaan terhadap perkembangan siswa. Semua ini merupakan bagian dari ciri guru yang professional yaitu guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar dan bertransformasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian mengenai peranan refleksi harian dalam mengembangkan profesiolisme guru pada program PPL mahasiswa STAB Kertarajasa menunjukan bahwa penerapan refleksi harian dan pengembangan profesionalisme guru sangat erat dan saling mendukung. Karena refleksi harian berfungsi sebagai alat bagi guru untuk mengevaluasi praktik mengajarnya secara langsung dan objektif setiap hari, melalui refleksi yang konsisten, guru tidak hanya mengandalkan rutinitas, tetapi berusaha menjadi lebih efektif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pembelajaran. Dengan kata lain, refleksi harian menjadi fondasi dalam membentuk guru yang profesional, karena melibatkan kesadaran diri, evaluasi berkelanjutan, dan tindakan perbaikan yang nyata dalam praktik mengajar. Selain itu, refleksi harian berperan secara positif karena membantu mahasiswa PPL dalam mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam pembelajaran, membantu Mengevaluasi Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran, membantu menyesuaikan metode dan media pembelajaran dengan peserta didik, serta mendorong peserta didik dalam beradaptasi dengan lingkungan yang nyata. Selain itu dengan melakukan refleksi harian secara konsisten berdampak pada perkembangan kompetensi pedagogik Bagi mahasiswa PPL. Melakukan refleksi harian sangat memiliki peran yang positif, hendaknya bagi guru atau pun mahasiswa PPL dapat secara rutin melakukan refleksi harian. Refleksi merupakan salah satu cara untuk mengembangkan profesionalisme guru secara efektif dan efisien, hal ini dikarenakan keterbatasan waktu bagi pendidik untuk mengembangkan professionalisme guru dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka kegiatan refleksi harian perlu untuk ditepakan di Lembaga-lembaga Pendidikan lainnya. DAFTAR REFERENSI Asrori. Penelitian tindakan kelas. Bandung: P. T Sandiarta Sukses. Azima Dimyati. Pengembangan profesi guru. Gre Publishing. Bagou. Analisis kompetensi profesionalisme guru. Jambura Journal of Educational Management, 1. , 1Ae2. Baharudin. , & dkk. Penguasaan keterampilan dasar mengajar mahasiswa praktik pengalaman lapangan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Jurnal Mudarrisuna, 10. , 94. Boud. Keogh. , & Walker. Reflection: Turning experience into learning. London: Kogan Page. Chang. Reflection in learning. Online Learning Journal, 23. , 95Ae110. https://doi. org/10. 24059/olj. Dewey. How we think: A restatement of the relation of reflective thinking to the educative process. DC Heath. Hidayat. Pengaruh menonton film The Tinder Swindler terhadap self disclosure perempuan di Kota Bogor. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4. , 71Ae82. Hidayat. Narasi kebangsaan di era media sosial: Relevansi Pancasila dalam ekosistem digital. PACIVIC, 5. , 105Ae118. https://doi. org/10. 36456/p. Hidayat. , & Hadibroto. Tradisi Tiatiki dan pemimpin opini: Analisis media vernakular dalam komunikasi, pelestarian lingkungan, dan politik lokal Papua. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial. Politik dan Humaniora, 4. , 967Ae979. https://doi. org/10. 55606/jurrish. Kristiawan. , & Rahmat. Peningkatan profesionalisme guru melalui inovasi Jurnal IqraAo: Kajian Ilmu Pendidikan, 3. , 373Ae390. https://journal. id/index. php/ji/article/view/348 Kunandar. Guru profesional: Implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan persiapan menghadapi sertifikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Moon. A handbook of reflective and experiential learning: Theory and practice. Routledge. Seco. , & Cendana. Penerapan refleksi pribadi untuk membantu guru menjalankan peran sebagai fasilitator pada pembelajaran daring. Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1. , 103Ae116. Slameto. Purnasari. Sadewo. Owen. , & Saputro. Membongkar mitos ketangguhan melalui refleksi. Journal of Educational Learning and Innovation (ELI. , 3. , 175Ae192. https://doi. org/10. 46229/elia. Sriyanto. Gambaran praktik reflektif di kalangan guru. Prosiding, 84. Sugiyono. Metodelogi penelitian bisnis: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, kombinasi dan R&D. Bandung: Alfabeta. Susiloningsih. Respon mahasiswa dalam penerapan strategi jurnal refleksi Edustream: Jurnal Pendidikan Dasar, 2. , 55Ae63. Tim Penyusun. Program praktik lapangan (PPL). Batu: STAB Kertarajasa. Wahyuni. Refleksi: Pendekatan untuk meningkatkan profesional dalam praktik Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 1. , 185Ae192. https://doi. org/10. 24967/psn. Wiwit Rizqiani, & Hidayat. Analisis frekuensi dalam penggunaan media sosial berdasarkan gender: Studi kasus masyarakat Buddhis di Indonesia. Dhammavicaya: Jurnal Pengkajian Dhamma, 8. , 62Ae71. https://doi. org/10. 47861/dhammavicaya. Yuliyanto. Hidayah. Istyastono. , & Wijoyo. Analisis refleksi pada pembelajaran: Review research. Seminar Nasional Edusaintek, 30Ae36. https://jurnal. id/index. php/psn12012010/article/view/4077