Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap FLearn Dengan Pendekatan USER EXPERIENCE QUESTIONNAIRE (UEQ) Edwind Alex Suak1*. Rudy Latuperissa2 1,2Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Kristen Satya Wacana. Indonesia Email: 682021137@student. edu1, rudi. latuperissa@uksw. Abstract The rapid development of digital technology has transformed learning systems in higher education, particularly through the implementation of Learning Management Systems (LMS) as the primary platform for online learning. LMS plays an important role in supporting content delivery, academic communication, and flexible learning management. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) developed an internal LMS called F-Learn as part of its digital learning development strategy. This study aims to evaluate student satisfaction with the F-Learn LMS as a basis for periodic evaluation to support sustainable system development. The study employed the User Experience Questionnaire (UEQ) using a quantitative approach consisting of problem identification, literature review, questionnaire-based data collection, data analysis and discussion, and conclusion formulation. A total of 139 active UKSW students participated as respondents. The results indicate that all UEQ variables fall into good and above-average categories, with dependability achieving the highest score . , followed by efficiency . and perspicuity . However, stimulation . and novelty . recorded the lowest scores, indicating limited engagement and innovation. In conclusion. FLearn adequately fulfills functional user needs, but improvements in interface design, content diversity, and interactive features are required to enhance the overall learning experience sustainably. Keywords: Learning Management System. F-Learn. User Experience Questionnaire, user satisfaction, e-learning. Abstrak Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi sistem pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya melalui penerapan Learning Management System (LMS) sebagai media utama pembelajaran daring. LMS berperan penting dalam mendukung distribusi materi, komunikasi akademik, serta pengelolaan aktivitas pembelajaran secara fleksibel dan terintegrasi. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengembangkan LMS internal bernama F-Learn sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan mahasiswa terhadap LMS F-Learn sebagai dasar evaluasi berkala dalam mendukung pengembangan sistem yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ) dengan pendekatan kuantitatif yang meliputi tahapan identifikasi masalah, studi literatur, pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis hasil dan pembahasan, serta penarikan Penelitian ini melibatkan 139 mahasiswa aktif Universitas Kristen Satya Wacana sebagai Hasil penelitian menunjukkan seluruh variabel UEQ berada pada kategori baik dan di atas rata-rata, dengan ketepatan memperoleh nilai tertinggi . , diikuti efisiensi . dan kejelasan . Namun, stimulasi . dan kebaruan . memperoleh nilai terendah yang menunjukkan sistem masih terasa monoton dan kurang inovatif. Kesimpulannya. F-Learn telah memenuhi kebutuhan fungsional pengguna, tetapi pengembangan pada aspek tampilan, variasi konten, dan interaktivitas masih diperlukan untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa secara Kata kunci: Learning Management System. F-Learn. User Experience Questionnaire, kepuasan pengguna, e-learning. Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap F-Learn A (Edwind Alex Sua. | 110 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik PENDAHULUAN Pada era digital yang semakin pesat, perkembangan teknologi informasi telah membawa transformasi yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan . Khususnya pada era Pendidikan 4. adopsi teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi elemen kunci yang mendorong terwujudnya pembelajaran berbasis digital . Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan menghadirkan konsep e-learning sebagai inovasi pembelajaran yang memungkinkan proses belajar menjadi lebih fleksibel, efisien, dan interaktif . E-learning merupakan suatu sistem pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media utama dalam penyampaian materi pembelajaran berbasis digital. Melalui sistem ini, proses belajar tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, serta dapat berlangsung secara lebih kolaboratif antara pendidik dan peserta didik . Salah satu bentuk penerapan e-learning yang paling luas digunakan di institusi pendidikan tinggi adalah Learning Management System (LMS), yaitu sebuah platform berbasis teknologi yang dirancang untuk mengelola dan mendukung seluruh proses pembelajaran secara daring . LMS memungkinkan dosen untuk mendistribusikan materi perkuliahan, memberikan penugasan, serta memfasilitasi komunikasi dua arah dan kolaborasi antar mahasiswa secara real-time. Sejak pandemi COVID-19, penggunaan LMS mengalami peningkatan pesat di berbagai perguruan tinggi sebagai solusi utama untuk menjamin keberlangsungan proses pembelajaran daring. Penelitian yang dilakukan oleh E. Doni Sirait et al, menunjukkan bahwa penerapan LMS secara signifikan dapat meningkatkan fleksibilitas dan kemandirian belajar mahasiswa . Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) sebagai salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah turut menunjukkan komitmennya terhadap inovasi pendidikan dengan mengembangkan sistem LMS internal bernama F-Learn . Platform ini dikembangkan secara mandiri oleh Biro Teknologi dan Sistem Informasi (BTSI) UKSW untuk menunjang seluruh kegiatan perkuliahan di lingkungan kampus. F-Learn menyediakan berbagai fitur yang mendukung proses pembelajaran, seperti akses materi pembelajaran berbasis teks, video, audio, forum diskusi daring, pengumpulan tugas, kuis, ujian daring, serta sistem presensi online . Melalui fitur-fitur tersebut. F-Learn diharapkan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi antara dosen dan mahasiswa, memperluas kesempatan kolaborasi akademik, serta menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Pemanfaatan F-Learn sebagai Learning Management System di Universitas Kristen Satya Wacana menuntut adanya evaluasi berkala untuk memastikan bahwa platform ini tetap relevan, efektif, dan mampu mendukung kebutuhan pembelajaran yang terus berkembang. Perubahan karakteristik pengguna, perkembangan teknologi, serta dinamika pembelajaran digital menuntut sistem LMS untuk terus diperbarui dan disesuaikan agar dapat memberikan manfaat Melalui pengukuran kepuasan mahasiswa sebagai pengguna utama, institusi dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan F-Learn, baik dari sisi fungsional maupun pengalaman pengguna. Hasil evaluasi ini menjadi dasar Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap F-Learn A (Edwind Alex Sua. | 111 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik penting dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan dan penyempurnaan sistem, sehingga F-Learn diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang konsisten, efisien, dan berkelanjutan bagi seluruh civitas Berdasarkan penelitian F. Gallo et al, berjudul AuPengukuran Tingkat Kepuasan Pengguna Flexible Learning di Universitas Kristen Satya Wacana Menggunakan Pendekatan End User Computing Satisfaction (EUCS)Ay, dapat disimpulkan bahwa Flexible Learning berada pada kategori puas pada seluruh aspek EUCS, karena persentase kepuasan berada di kisaran 75Ae77%. Namun, hasil tersebut juga menunjukkan kelemahan penting: tidak ada aspek yang mencapai kategori sangat puas, sehingga kualitas konten, keakuratan informasi, format tampilan, ketepatan waktu, dan kemudahan penggunaan masih perlu ditingkatkan agar mampu memberikan pengalaman yang benar-benar optimal bagi pengguna . Adapun penelitian terdahulu oleh A. Masruroh et al, mengenai kepuasan pengguna aplikasi Jaminan Kesehatan Nasional dengan menggunakan metode UEQ, menyimpulkan hasil evaluasi, sistem menunjukkan performa yang cukup baik pada enam aspek yang diukur, yaitu daya tarik, kejelasan, efisiensi, ketepatan, stimulasi, dan kebaruan. Mayoritas aspek berada dalam kategori above average hingga excellent, mencerminkan pengalaman pengguna yang positif secara umum. Namun, aspek kejelasan memperoleh nilai terendah dan masuk dalam kategori below average. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna masih mengalami kesulitan dalam memahami sistem, baik dari segi kemudahan belajar maupun kejelasan tampilan, sehingga perlu dilakukan perbaikan agar sistem lebih mudah digunakan . Penelitian lain yang berjudul "Analisis Kepuasan Pengguna Pada Aplikasi Tokopedia Menggunakan Metode User Experience Questionnaire (UEQ)" mendapati hasil serupa, di mana aspek efisiensi dan ketepatan juga memperoleh nilai tinggi, menunjukkan kinerja sistem yang mendukung penyelesaian tugas dengan baik. Namun, aspek kebaruan pada penelitian tersebut juga menjadi salah satu nilai terendah, yang mengindikasikan bahwa kebutuhan pengguna terhadap inovasi dan pembaruan fitur merupakan tantangan umum dalam menjaga kualitas pengalaman pengguna . Pada penelitian berjudul AuEvaluasi Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Flearn UKSW Menggunakan Metode User Experience (UEQ) Sebagai Tinjauan Terhadap Pengalaman Pembelajaran Mahasiswa" yang disusun oleh E. Chrisna et al, menyimpulkan bahwa bahwa evaluasi terhadap aplikasi FLearn UKSW melalui metode UEQ menunjukkan kesan pengguna yang cukup positif, terutama pada aspek kejelasan dan ketepatan. Meski begitu, aspek lain seperti tampilan, kemudahan penggunaan, serta kesan inovatif masih dinilai kurang dan masuk dalam kategori "Kurang Baik" berdasarkan hasil benchmark. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pengalaman pengguna secara menyeluruh . Merujuk pada berbagai penelitian sebelumnya yang menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ) pada objek dan konteks yang beragam, metode ini terbukti relevan dan efektif dalam mengevaluasi kepuasan pengguna secara menyeluruh melalui pengalaman langsung mereka. Oleh karena itu. Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap F-Learn A (Edwind Alex Sua. | 112 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik penelitian ini menerapkan metode UEQ untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap website F-Learn di lingkungan mahasiswa UKSW. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi dasar evaluasi dalam mendukung peningkatan kualitas dan pengembangan aplikasi secara berkelanjutan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini diawali dengan proses identifikasi masalah yang difokuskan pada perlunya evaluasi tingkat kepuasan mahasiswa terhadap platform F-Learn sebagai Learning Management System di Universitas Kristen Satya Wacana. Evaluasi ini dilakukan untuk menilai sejauh mana F-Learn mampu memenuhi kebutuhan pengguna serta memberikan dukungan yang efektif terhadap proses pembelajaran digital. Mengingat dinamika perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran yang terus berubah, pengukuran kepuasan pengguna secara menyeluruh menjadi penting sebagai dasar perbaikan dan pengembangan sistem secara berkelanjutan. Gambar 1. Tahapan Penelitian Studi Literatur dilakukan untuk memperoleh landasan teoritis yang relevan dengan subjek penelitian. Hasil studi literatur digunakan untuk memperkuat kerangka teori dan mendukung pemilihan metode pengukuran dalam penelitian Penelitian ini menggunakan instrument User Experience Questionnaire (UEQ) adapun 6 variabel utama dari instrument UEQ, yaitu Daya Tarik (Attractivenes. Efisiensi (Effisienc. Kejelasan (Perspicuit. Ketepatan (Dependabilit. Stimulasi (Stimulatio. , dan Kebaruan (Novelt. Berdasarkan hasil data yang dikumpulkan, selanjutnya akan dianalisis menggunakan UEQ tools . Penentuan Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKSW yang masih berstatus aktif. Penghitungan ukuran sampel minimum didasarkan pada kriteria dari Hair J dkk, yang menetapkan bahwa sampel harus 5 kali lipat dari jumlah pernyataan yang digunakan. Dengan demikian, ukuran sampel minimum yang diperlukan adalah 130 responden . Pengumpulan data pada penelitian dilakukan membagikan kuesioner . oogle-for. kepada seluruh mahasiswa UKSW lewat gmail student, sehingga pendekatan ini memanfaatkan modul kuantitatif untuk mengumpulkan data dalam bentuk angka dan analisis statistik . Kuesioner ini disebarkan pada seluruh mahasiswa UKSW yang masih aktif, dengan rentang waktu 2 bulan (NovemberDesembe. Adapun kuesioner yang dibagikan menggunakan format UEQ yang Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap F-Learn A (Edwind Alex Sua. | 113 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik terdiri dari 26 pertanyaan dan 2 pertanyaan terbuka. Terdapat 6 skala penilaian utama yaitu attractiveness . aya tari. , efficiency . , perspicuity . , dependability . , stimulation . , dan novelty . Penggunaan metode UEQ digunakan karena dinilai mampu memberikan gambaran secara menyeluruh terhadap kepuasan pengguna dari segi pengalaman pengguna yang akan diuji. Gambar 2, merupakan 26 pertanyaan dasar UEQ yang terdapat dalam Adapun kedua pertanyaan terbuka meliputi kesan dan saran. Pertanyaan terbuka bertujuan untuk tidak membatasi responden dalam memberikan pendapat mengenai F-Learn, serta menjadi salah satu tolak ukur untuk penarikan kesimpulan dan saran. Gambar 2. Daftar Pertanyaan Dasar Kuesioner UEQ Setelah melakukan pengumpulan data, analisis data dilakukan dengan menggunakan UEQ Data Analisis Tools (DAT) . Langkah-langkah sebagai . Memasukkan semua data yang diperoleh dari spreadsheet G-form ke dalam sheet Data pada UEQ tools . Memastikan reliabilitas variabel pada sheet Scale Consistency. Adapun setiap variabel dinilai reliabel jika CronbanchAos Alpha berada di atas nilai 0,7 . Konversi data kuesioner dari yang sebelumnya berskala 1-7, menjadi skala 3 sampai 3 pada sheet DT. Diartikan -3 menjadi jawaban paling negatif, 0 netral, dan 3 menjadi jawaban paling positif. Hasil analisis terhadap 26 pertanyaan dapat dilihat pada sheet Result ditandai dengan anak panah naik berwarna hijau . atau tidak. Dalam Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap F-Learn A (Edwind Alex Sua. | 114 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik sheet ini juga terdapat mean dan variance dari 6 aspek utama UEQ dan pengelompakan tingkat 2 dari 6 aspek tersebut menjadi attractiveness, pragmatic quality . erspicuity, efficiency, dan dependabilit. , serta hedonic quality meliputi stimulation dan novelty. Dari hasil analisis ini penelitian ini akan menilai sejauh mana tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan nilai rata-rata ke-6 variabel, serta mengetahui faktorfaktor apa saja yang mempengaruhinya. Guna memperoleh kebaruan penelitian maka hasil penelitian dibandingkan dengan penelitian terdahulu . Kemudian perumusan kesimpulan ditarik dan difokuskan pada evaluasi dan pengembangan sistem untuk keberlangsungan di masa depan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini mengumpulkan data dari 139 responden. Para partisipan adalah mahasiswa aktif yang memiliki pengalaman menggunakan F-Learn. Jumlah sampel tersebut mewakili persyaratan minimum yaitu 130 responden. Semua data yang dikumpulkan kemudian diproses dan dianalisis menggunakan UEQ Data Analysis Tools untuk mengevaluasi dan mengukur pengalaman pengguna dalam semua enam aspek inti UEQ. Dari data yang diinput ke dalam sheet data UEQ data tools, mendapatkan CronbanchAos alpha setiap variabel sebagai berikut: Daya Tarik . Kejelasan . Efisiensi . Ketepatan . Stimulasi . , dan Kebaruan . Dengan demikian semua variabel dalam penelitian ini dinyatakan reliabel, karena melewati standar minimal yaitu 0,7. Tabel 1. Hasil CRONBANCHAoS ALPHA Setiap Variabel (VALID) Adapun pengukuran 6 aspek UEQ terhadap 26 pertanyaan yang dibagikan dikategorikan sebagai berikut: Analisis aspek Daya Tarik . ertanyaan 1, 12, 14, 16, 24, . menggambarkan evaluasi keseluruhan pengguna terhadap F-Learn, termasuk kesan pertama, kenyamanan penggunaan, serta seberapa menyenangkan dan menarik aplikasi digunakan secara umum. Kejelasan. ertanyaan 2, 4, 13, . mengukur tingkat kemudahan pemahaman aplikasi serta sejauh mana F-Learn tidak membingungkan bagi pengguna. Dimensi Efisiensi . ertanyaan 9, 20, 22, . Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap F-Learn A (Edwind Alex Sua. | 115 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik menilai kecepatan akses dan efektivitas fitur dalam mendukung aktivitas Dimensi Ketepatan . ertanyaan 8, 11, 17, . berfokus pada stabilitas penggunaan serta kesesuaian fitur dengan ekspektasi pengguna dalam konteks Selanjutnya, dimensi Stimulasi . ertanyaan 5, 6, 7, . menilai kemampuan aplikasi dalam memberikan motivasi, manfaat, serta daya tarik Terakhir, dimensi Kebaruan . ertanyaan 3, 10, 15, . mengevaluasi unsur kebaruan, kreativitas, dan inovasi yang ditawarkan oleh F-Learn. Tabel 2. Hasil Perhitungan MEAN. VARIANCE. DAN STANDARD DEVIATION Hasil rata-rata dari setiap pertanyaan menyimpulkan bahwa 24 dari 26 pertanyaan berada pada kategori positif. Sedangkan pertanyaan ke-3 . , dan pertanyaan ke-6 . menunjukkan indikasi kuning . Adapun pada hasil rata-rata tiap pertanyaann ini menujukkan bahwa F-Learn dinilai mendukung kegiatan belajar mengajar dengan bukti mendapat nilai tertinggi . pada pertanyaan ke-11. Sedangkan dari hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa masih menilai bahwa penggunaan F-Learn bersifat membosankan, karena mendapat nilai terendah pada pertanyaan ke-6 yaitu . dengan indikator anak panah kuning ke samping yang menandakan netral. Tabel 3. Hasil Rata-Rata Ke 6 Variabel F-LEARN UKSW Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap F-Learn A (Edwind Alex Sua. | 116 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Tabel 4. Hasil BENCHMARK Ke- 6 Variabel Gambar 3. Grafik Ke-6 Variabel Dari hasil rata-rata pada 6 variabel utama UEQ, menyatakan bahwa Ketepatan berada di posisi tertinggi dengan nilai 1,610 . Sebaliknya posisi terendah terdapat pada variabel Kebaruan dengan nilai 1,094 . i atas rata-rat. Secara keseluruhan seluruh variabel F-Learn sudah berada dalam kategori yang Tingginya nilai rata-rata variabel Ketepatan yaitu 1,610 . serta kategori baik pada benchmark sejalan dengan penilaian mahasiswa bahwa aplikasi F-Learn mendukung penyelesaian pekerjaan, disusul dengan rasa aman dan kendali penuh, serta dinilai sesuai dengan ekspektasi. Semua pertanyaan mengenai variabel ini berada di atas nilai 1. Efisiensi menyusul pada posisi kedua dengan nilai rata-rata variabel 1,594 . dibuktikan dengan hasil penilaian mahasiswa pada bagian pertanyaan, yang menilai aplikasi ini efisien dan praktis dengan nilai di atas 1,5. Juga menilai aplikasi ini cukup terorganisir dan cepat dengan nilai di atas 1. Menurut mahasiswa F-Learn dapat dipahami dan memiliki kejelasan yang jelas, sehingga memberikan nilai rata-rata variabel Kejelasan 1,556 . i atas rata-rat. berada di posisi ke-3. Hal ini juga didukung oleh pengalaman F-Learn yang dapat dipahami pada posisi tertinggi di variabel, ini disusul dengan mudah dipelajari dan jelas, serta dinilai cukup sederhana. Berdasarkan data rata-rata pertanyaan sebagian besar mahasiswa memiliki pengalaman menyenangkan, nyaman, dan ramah pengguna selama menggunakan aplikasi ini. Berdasarkan penilaian juga, mahasiswa dinilai cukup menyukai FLearn. Namun penilaian atraktif mendapat nilai 1 . ampir berkategori netra. Oleh karena itu Daya Tarik menempati posisi ke-4 dengan nilai rata-rata variabel1,430 . i atas rata-rat. Stimulasi mendapat peringkat ke lima dengan nilai rata-rata variabel 1,128 . i atas rata-rat. , menurut mahasiswa F-Learn masih cukup membosankan untuk digunakan, hal ini dibuktikan dengan nilai ratarata pertanyaan akan membosankan dan tidaknya F-Learn mendapat nilai terendah yaitu 0,6 dengan indikator netral. Namun di satu sisi mahasiswa perlu Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap F-Learn A (Edwind Alex Sua. | 117 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik menggunakannya karena merasa bahwa sistem ini bermanfaat dan aman. Menurut mahasiswa F-Learn masih kurang memotivasi penggunaan, sejalan dengan kebosanan mereka, nilai memotivasi juga mendapat nilai cukup rendah dengan 0,9. Di posisi terakhir terhadap Kebaruan dengan nilai . hal ini sejalan dengan penilaian mahasiswa yang merasa F-Learn terasa monoton, penilaian ini merupakan yang kedua terendah dalam rata-rata pertanyaan dengan nilai 0,8. Penilaian mengenai lazim dan tidaknya F-learn masih berada nilai yang baik tapi tidak begitu tinggi yaitu 1. Nilai inovatif dalam aplikasi ini mendapat nilai 1,3 yang berkategori baik. Namun ada sedikit daya tarik mahasiswa terhadap F-Learn yang dibuktikan dengan nilai 1,2. Tabel 5. Variabel Lanjutan UEQ: Daya Tarik. Pragmatis, dan Hedonik Analisis dilanjutkan dengan 3 kategori lebih lanjut dari 6 variabel sebelumnya: Daya Tarik. Kualitas Pragmatis . ejelasan, efisien, & ketepata. , dan Kualitas Hedonis . timulasi & kebarua. Dari pemaparan Tabel 5, dilihat bahwa kualitas Pragmatis mendapat nilai tertinggi . , yang di dalamnya yaitu kejelasan, efisiensi, dan ketepatan merupakan variabel yang paling unggul. Daya Tarik . menyusul di posisi kedua yang berarti daya tarik F-Learn dinilai jelas, efisien, dan tepat dalam membantu kegiatan belajar mengajar. Keunggulan ini meliputi kemudahan penggunaan, kecepatan sistem, mendukung pekerjaan, dsb. Sedangkan hedonis adalah yang terlemah . , hal ini disebabkan karena penilaian mahasiswa akan ini dinilai kurang mampu memberikan pengalaman yang menarik, menyenangkan, dan memotivasi pengguna. Penelitian oleh I. Ekadiany dkk yang menganalisis kepuasan E-Learning suatu universitas dengan basis LMS mendapati bahwa dengan metode yang sama mendapatkan rata-rata variabel Ketertarikan menjadi yang tertinggi, namun keseluruhan benchmark variabel masih dalam indikator bad . Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa perbaikan menyeluruh masih diperlukan terhadap sistem LMS tersebut, hasil ini berbanding terbalik dengan penelitian kali ini yang secara besar sudah dalam keadaan baik dan tidak memerlukan perbaikan secara menyeluruh. Penelitian saat ini mendapati variabel tertinggi adalah ketepatan dan semua indikator benchmark di atas rata-rata. Kesamaan hanya terdapat pada variabel Stimulasi dan Kebaruan yang menjadi hasil yang paling Jika Dibandingkan dengan penelitian terdahulu mengenai F-Learn UKSW, mendapati bahwa variabel Ketepatan menjadi nilai tertinggi dan sejalan dengan hasil penelitian saat ini. Dengan tingginya variabel ini bertanda bahwa pengguna memiliki tingkat kepercayaan terhadap kinerja sistem, sesuai ekspektasi, dan akurat. Namun kini variabel Efisiensi menjadi posisi kedua menggantikan Kejelasan, hal ini dapat terjadi karena pengguna sering belajar Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap F-Learn A (Edwind Alex Sua. | 118 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik melalui pengalaman berulang, bukan dari desain yang jelas sejak awal, namun di sisi yang lain ini menandakan bahwa sistem telah mampu memfasilitasi penyelesaian tugas secara dan efektif, namun tidak sepenuhnya dipahami Variabel kejelasan kini berada di posisi ketiga, menggeserkan Daya Tarik yang sebelumnya di posisi ketiga, meskipun variabel kejelasan turun menjadi posisi ketiga dari sebelumnya posisi kedua, namun tetap berada di atas variabel daya Tarik, hal ini dikarenakan oleh semakin turunnya variabel daya Tarik ke posisi keempat. Hal ini semakin membuktikan bahwa daya Tarik semakin tidak menjadi prioritas utama penggunaan sistem. Kejelasan sistem tetap menjadi suatu kunci penggunaan yang berkelanjutan, penurunan variabel Kejelasan hanya dikarenakan oleh karena meningkatnya persepsi pengguna akan variabel efisiensi di penelitian kali ini. Pada variabel Stimulasi dan Kebaruan memiliki tingkatan yang tidak berubah yaitu keduanya tetap menjadi yang terendah . Penelitian lain memiliki hasil yang berbeda, variabel Kejelasan berada di posisi pertama, di ikuti dengan Ketepatan. Daya Tarik. Efisiensi. Stimulasi, dan Kebaruan. Namun semua benchmark variabel pada penelitian ini berada di bawah rata-rata. Salah satu perbedaan penelitian ini juga adalah variabel Daya Tarik melampaui variabel Efisiensi, penyebabnya dikarenakan karena rata-rata pada pertanyaan no. mengenai cepat atau lambat mendapatkan nilai cukup yaitu 0,4. Kesamaan yang terdapat adalah stimulasi dan kebaruan mendapat hasil paling rendah pada penelitian ini. Namun ada perbedaan hasil mengenai penilaian kepuasan, penelitian kali ini juga memaparkan perubahan prioritas terhadap fungsi fungsional daripada nilai estetika sistem. Dua variabel yang konsisten paling lemah, yaitu stimulasi dan kebaruan, menunjukkan bahwa F-Learn masih terasa monoton, kurang variatif, dan belum menawarkan unsur kreativitas maupun pembaruan yang mampu membuat pengguna lebih betah. Rendahnya tingkat stimulasi umumnya dipengaruhi oleh tampilan antarmuka yang terlalu sederhana, minim elemen visual yang menarik, serta alur penggunaan yang terasa datar tanpa memberikan rasa pencapaian. Sementara itu, lemahnya kebaruan menandakan bahwa F-Learn belum menghadirkan inovasi, pengalaman baru, atau pembaruan fitur yang signifikan, seperti tampilan yang jarang berubah, konten yang didominasi teks tanpa variasi multimedia, serta fitur yang cenderung standar sebagaimana platform e-learning pada umumnya. Meskipun demikian, kedua variabel ini tetap berada pada indikator benchmark di atas rata-rata. Penelitian lain membuktikan kemanfaatan dan kemudahan penggunaan berkontribusi positif terhadap intensi mahasiswa dalam menggunakan LMS FLearn Universitas . Jika dilihat dari hasil penelitian kali ini yang menyatakan semua variabel berada pada posisi baik dan di atas rata-rata, hal ini dapat mengindikasikan bahwa sistem yang telah mencapai tingkat kematangan tertentu tidak lagi melihat hedonik menjadi aspek utama pengguna. Namun hal ini masih memerlukan penelitian yang lebih lanjut. Berdasarkan hasil 6 variabel UEQ dan pertanyaan terbuka dalam kuesioner, mahasiswa menilai bahwa pengembangan pada aspek stimulasi dan kebaruan, bersama dengan elemen pendukung seperti variasi konten pembelajaran, desain Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap F-Learn A (Edwind Alex Sua. | 119 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik antarmuka yang lebih modern, serta peningkatan interaksi pengguna, tetap diperlukan guna meningkatkan kualitas pengalaman belajar secara menyeluruh. Pengembangan pada area tersebut diharapkan mampu mengurangi rasa monoton serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, dinamis, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa saat ini. Dengan peningkatan berkelanjutan pada variabel tersebut. F-Learn berpotensi tidak hanya menjadi platform yang fungsional, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, serta mendorong motivasi pengguna dalam jangka Secara keseluruhan, semua variabel UEQ dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang baik dan berada di atas rata-rata, menyatakan bahwa F-Learn telah mampu memenuhi kebutuhan dasar pengguna dari sisi kejelasan, efisiensi, hingga ketepatan fungsi. Namun, temuan dari kedua pertanyaan terbuka memperlihatkan sudut pandang mahasiswa yang mengharapkan pengembangan sistem, terutama pada aspek tampilan dan elemen visual yang dinilai masih kurang variatif serta kurang menarik. Masukan tersebut menunjukkan bahwa meskipun F-Learn sudah berfungsi dengan baik secara pragmatis, peningkatan pada sisi estetika dan pengalaman penggunaan tetap menjadi kebutuhan penting agar platform ini tidak hanya efektif, tetapi juga lebih menarik dan menyenangkan bagi mahasiswa. SIMPULAN Berdasarkan hasil benchmark UEQ, variabel Ketepatan (Dependabilit. memperoleh nilai tertinggi sebesar 1,61 pada kategori baik, diikuti oleh Efisiensi (Efficienc. dengan nilai 1,59 pada kategori baik. Kejelasan (Perspicuit. dengan nilai 1,56 pada kategori di atas rata-rata. Daya Tarik (Attractivenes. dengan nilai 1,43 pada kategori di atas rata-rata. Ketiga kategori tersebut membuktikan bahwa dari segi fungsional. F-Learn dinilai mampu mendukung pembelajaran, penyelesaian tugas, mudah digunakan, serta dinilai cukup efisien. Namun variabel hedonis mendapatkan posisi terendah: Stimulasi (Stimulatio. dengan nilai 1,13 pada kategori di atas rata-rata, serta Kebaruan (Novelt. dengan nilai 1,09 yang juga berada pada kategori di atas rata-rata. Mahasiswa menilai F-Learn masih membosankan, kurang memotivasi, dan minim inovasi. Penilaian mendapat nilai netral pada pertanyaan tentang kebosanan . dan kreativitas . semakin menegaskan bahwa platform ini belum memberikan pengalaman yang menarik atau variatif. Temuan dari kedua pertanyaan terbuka juga menunjukkan bahwa meskipun F-Learn telah berfungsi baik secara teknis dan memenuhi kebutuhan dasar pembelajaran, mahasiswa tetap mengharapkan peningkatan yang lebih signifikan pada sisi visual, variasi konten, dan elemen interaktif. Dengan demikian, meskipun kualitas pragmatis F-Learn sudah baik dan berada di atas rata-rata, pengembangan pada aspek estetika, kreativitas, dan interaktivitas tetap diperlukan agar F-Learn tidak hanya efektif secara fungsional, tetapi juga mampu menyediakan pengalaman belajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan memotivasi mahasiswa. Pengembang F-Learn di masa depan perlu mempertimbangkan penambahan fitur inovatif yang tidak hanya mendukung fungsi akademik, tetapi juga meningkatkan Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa UKSW Terhadap F-Learn A (Edwind Alex Sua. | 120 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 11. Nomor 1. Februari 2026, pp 110-122 Terakreditasi Nomor 204/E/KPT/2022 | ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik pengalaman pengguna secara emosional. Integrasi elemen interaktif, personalisasi pembelajaran, serta desain antarmuka yang menarik dapat meningkatkan keterlibatan dan kepuasan pengguna secara berkelanjutan. Selain itu, pendekatan yang memperhatikan aspek hedonik dan daya tarik sistem berpotensi mendorong motivasi belajar serta loyalitas pengguna terhadap platform F-Learn. DAFTAR PUSTAKA