Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Perancangan Informasi Infografis untuk Menarik Minat Anak-Anak pada Koleksi Lagu Anak Indonesia di Museum Musik Indonesia Kota Malang Jawa Timur Halid Hasan*1. Farika Nikmah2. Ratnaning Palupi3. Joni Dwi Pribadi4. Rachma Bhakti Utami5. Tri Yulistyawati Evelina6 1,2,3,4,5,6Jurusan Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Malang. Indonesia *e-mail: halid. hasan@polinema. id1, farika. nikmah@polinema. id2, r. palupi@polinema. dwi@polinema. id4, rachma. utami@polinema. id5, trievelina@polinema. Abstrak Rendahnya minat anak-anak untuk menikmati lagu anak Indonesia menjadi keprihatinan semua. Museum Musik Indonesia yang menjadi mitra pada kegiatan Pengabdian kepada Masyrakat (PkM) ini, memberikan bukti bahwa koleksi lagu anak Indonesia di Museum Musik Indonesia, jarang dilihat oleh pengunjung, termasuk anak-anak. Sehingga kegiatan PkM ini fokus pada menciptakan informasi yang menarik tentang koleksi lagu anak Indonesia, dengan menyusun informasi berbentuk infografis pada ecatalog di website Museum Musik Indonesia. Metode yang dilakukan, pertama melakukan identifikasi kemudian mengelompokkan koleksi lagu anak Indonesia berdasarkan media simpannya . inyl dan kaset Selanjutnya menyusun rancangan, dan terakhir disusun infografisnya. Hasil kegiatan PkM ini menyediakan informasi koleksi lagu anak Indonesia yang menarik dan dapat diakses dengan mudah pada website Museum Musik Indonesia oleh masyarakat luas terutama anak-anak, sehingga lagu anak Indonesia dinikmati dan dinyayikan kembali oleh anak-anak Indonesia. Kata kunci: E-Catalog. Infografis. Koleksi Lagu Anak Indonesia. Museum Musik Indonesia Abstract Music Museum, which is a partner in this community service activity, provides evidence that the collection of Indonesian children's songs at the Indonesian Music Museum is rarely seen by visitors, including So this community service activity focuses on creating interesting information about the collection of Indonesian children's songs, by compiling information in the form of infographics in the e-catalog on the Indonesian Music Museum website. The method used is to first identify and then group the collection of Indonesian children's songs based on their storage media . inyl and cassette tape. Then compile the design, and finally compile the infographics. The results of this community service activity provide interesting information about the collection of Indonesian children's songs that can be easily accessed on the Indonesian Music Museum website by the wider community, especially children, so that Indonesian children's songs are enjoyed and sung again by Indonesian children. Keywords: Collection Of Indonesian Children's Songs. E-Catalog. Indonesian Music Museum. Infographics PENDAHULUAN Museum memainkan peran krusial dalam menjaga dan memamerkan warisan sejarah suatu bangsa, tidak hanya bagi masyarakat saat ini, tetapi juga untuk generasi-generasi yang akan datang . Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015 tentang Museum, menyebutkan bahwa museum adalah lembaga yang berfungsi untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Museum merupakan tempat untuk mendapatkan informasi tentang peristiwa atau kejadian yang sudah pernah terjadi di masa lalu . , sebagai tempat belajar yang efektif untuk memperkuat rasa nasionalisme, patriotisme, serta membangun karakter bangsa . , serta berfungsi sebagai pusat pembelajaran, edukasi dan kegiatan budaya . Museum Musik Indonesia merupakan salah satu museum khusus yang didedikasikan untuk melestarikan dan memperkenalkan kekayaan musikal Indonesia kepada masyarakat luas. Museum Musik Indonesia yang berlokasi di Kota Malang Jawa Timur merupakan satu-satunya museum yang menyimpan koleksi musik dari musisi Indonesia, dengan sekitar 35. 000 koleksi P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. yang mencakup kaset, piringan hitam, cakram padat, poster, majalah, alat musik, peralatan audio, dan pakaian artis/musisi . Salah satu koleksi penting yang dimiliki oleh Museum Musik Indonesia adalah dokumentasi lagu-lagu anak Indonesia dari berbagai era. Lagu anak, termasuk lagu dolanan Jawa merupakan salah satu bentuk ekspresi seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral, pendidikan, dan pembentukan karakter positif bagi anak-anak . Namun sayangnya, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan selera musikal masyarakat, koleksi lagu anak Indonesia di Museum Musik Indonesia semakin kurang diminati oleh pengunjung, terutama oleh anak-anak yang menjadi target utama edukasi Menurunnya minat pengunjung anak-anak terhadap koleksi lagu anak Indonesia di Museum Musik Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, maraknya lagu-lagu dewasa populer kontemporer yang cenderung kurang mendidik dan tidak sesuai dengan usia perkembangan anak . Lagu-lagu tersebut seringkali mengandung lirik yang mengeksploitasi tema-tema dewasa seperti percintaan, patah hati . , atau bahkan mengandung unsur kekerasan dan seksualitas. Sementara lagu anak memiliki lirik yang sarat dengan pendidikan karakter . Lagu anak dan lagu daerah hampir punah dan kurang menunjukkan eksistensinya karena kurang digemari oleh generasi sekarang . Hal ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat anak-anak adalah individu yang masih dalam tahap pembentukan karakter dan sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya, termasuk musik yang mereka dengarkan sehari-hari. Faktor kedua yang menyebabkan rendahnya minat pengunjung anak-anak terhadap koleksi lagu anak Indonesia adalah kurangnya media informasi dan promosi yang menarik dan Pada era digital seperti saat ini, terjadi peningkatan sistem informasi diberbagai bidang yang mengakibatkan perlu adanya perubahan sistem secara merata, termasuk dalam pengelolaan museum . Selama ini. Museum Musik Indonesia mengandalkan metode penyajian koleksi secara konvensional, seperti display fisik peralatan musik dan panel-panel informasi yang statis. Metode tersebut dirasa kurang efektif dalam menarik perhatian dan minat pengunjung anak-anak yang cenderung lebih tertarik pada tampilan visual yang dinamis, colorful, dan interaktif. Anak-anak saat ini tumbuh di era digital, di mana mereka terbiasa dengan gadget, aplikasi, dan konten multimedia yang menawarkan pengalaman belajar dan bermain yang lebih menyenangkan. Faktor ketiga yang berkontribusi terhadap menurunnya apresiasi anak-anak terhadap lagu anak Indonesia adalah minimnya upaya pelestarian dan promosi dari berbagai pihak, baik pemerintah, institusi pendidikan, industri musik, maupun masyarakat secara umum. Lagu anak seolah terpinggirkan di tengah gegap gempita musik populer yang didominasi oleh lagu-lagu bertema cinta dan patah hati . Padahal, lagu anak memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, merangsang kreativitas, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda . Tanpa upaya yang serius dan berkelanjutan untuk melestarikan dan mengenalkan kembali lagu anak Indonesia, dikhawatirkan generasi mendatang akan semakin tercerabut dari akar budayanya sendiri. Berdasarkan penjelasan di atas, bahwa Museum Musik Indonesia menghadapi masalah pada menurunnya minat pengunjung terhadap koleksi lagu anak Indonesia. Sebenarnya ini bukan masalah Museum Musik Indonesia saja, ini menjadi tanggung jawab bersama untuk membekali anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa dengan muatan-muatan karakter, dimana salah satu media penyampaiannya dengan memperkenalkan kembali lagu anak Indonesia. Koleksi lagu anak Indonesia di Museum Musik Indonesia perlu ditingkatkan tampilannya, misalnya disampaikan informasinya dalam bentuk infografis. Informasi berbentuk infografis adalah bentuk visualisasi data atau ide-ide yang disusun untuk lebih mudah dipahami . Infografis merupakan sajian visualisasi yang menarik bagi khalayak karena bentuknya yang beragam selain menggunakan lambang/simbol juga animasi, overlay maupun bentuk tiga dimensi, informasi yang tersaji menjadi lebih singkat sehingga dapat menghemat ruang . Maka tujuan dari kegiatan ini adalah menyampaikan informasi koleksi lagu anak Indonesia yang ada di Museum Musik Indonesia dengan tampilan yang menarik, edukatif, sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan anak-anak sekarang. Sesuai dengan tujuan tersebut, maka pada kegiatan ini dibangun perancangan informasi koleksi lagu anak Indonesia P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. dalam bentuk infografis yang ditampilkan pada e-catalog Museum Musik Indonesia. Tampilan informasi koleksi lagu anak Indonesia dibuat lebih menarik, colorfull, dengan mencerminkan keseharian anak-anak yang ceria. Informasi koleksi lagu anak Indonesia bentuk infografis pada e-catalog, lebih mudah diakses serta tersaji sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, dimana mereka lebih memilih mendapatkan informasi berbasis online. METODE Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan oleh tim bersama mitra yaitu Museum Musik Indonesia, serta dengan melibatkan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret Ae Mei 2025, dengan lokasi pelaksanaan di Museum Musik Indonesia untuk pengumpulan data dan diskusi, dan kegiatan merancang infografis dilakukan di kampus Politeknik Negeri Malang, oleh tim pelaksana kegiatan dibantu oleh mahasiswa. Mahasiswa yang terlibat sebanyak empat orang, sebagai implementasi project untuk mata kuliah Manajemen Pemasaran Informasi pada Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi. Politeknik Negeri Malang. Mitra yang terlibat empat orang, yaitu satu orang Kepala Museum Musik Indonesia, dan tiga orang kurator koleksi museum. Kegiatan PkM fokus pada upaya mengatasi permasalahan mitra, dengan urutan pelaksanaan sebagai berikut: Melakukan identifikasi dan kurasi data koleksi lagu anak Indonesia. Pada tahap ini, koleksi lagu anak Indonesia diidentifikasi, kemudian dikelompokkan berdasarkan media penyimpanannya . inyl dan kaset pit. , kemudian dilakukan klasifikasi dengan urutan nama album_isi album_pengarang/pencipta_penyanyi_jenis lagu_tahun terbit. Merancang informasi berbentuk infografis sesuai data yang telah diperoleh dari hasil identifikasi dan kurasi koleksi lagu anak Indonesia. Menyusun e-catalog yang berisi informasi bentuk infografis koleksi lagu anak Indonesia. Guna melaksanakan ketiga tahap di atas, tim pelaksana PkM, bersama dengan mitra dan mahasiswa melakukan diskusi untuk menyamakan persepsi tentang data yang ditampilkan dalam infografis, layout/tampilan infografis, serta kebutuhan mitra atas e-catalog yang akan Setelah diskusi, tim menyampaikan materi pentingnya media informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat terkini serta pemanfaatan teknologi informasi untuk pengelolan museum. Selanjutnya, tim pekasana PkM dengan dibantu oleh mahasiswa mulai melaksanakan kegiatan PkM tahap demi tahap sampai terselesaikannya penyusunan e-catalog dalam bentuk infografis untuk koleksi lagu anak Indonesia bagi Museum Musik Indonesia. Dalam rangka memastikan bahwa hasil kegiatan PkM ini dapat mengatasi permasalahan mitra, maka dilakukan evaluasi keberhasilan kegiatan. Evaluasi dilakukan bersama-sama antara pelaksana kegiatan dan mitra dengan me-review hasil kegiatan. Pelaksana kegiatan memberikan beberapa instrumen pertanyaan terkait kelayakan dan keberterimaan hasil kegiatan kepada mitra, dengan memberikan interval jawaban pada skala 1 sampai 5 . angat tidak bermanfaat, tidak bermanfaat, netral, bermanfaat, sangat bermanfaa. Semua pertanyaan yang diajukan, dijawab oleh mitra pada skala 5 . angat bermanfaa. Sampai pada tahap uji coba skala terbatas, mitra yang diwakili oleh kepala Museum Musik Indonesia, menyatakan bahwa tampilan informasi koleksi lagu anak Indonesia dengan bentuk infografis, memberikan warna lain pada tampilan website. HASIL DAN PEMBAHASAN Museum Musik Indonesia merupakan satu-satunya museum seni musik di Indonesia, berada di Kota Malang. Jawa Timur. Tiap-tiap aspek kehidupan memiliki sejarahnya sendiri. Demikian pula dengan perkembangan musik yang tiap-tiap zamannya memiliki masa Baik itu nyanyian, penyanyi, gaya hidup hingga dengan media . lat rekam dan denga. untuk menikmatinya. Museum ini berlokasi di Gedung Kesenian Gajayana lantai 2 Jl. Nusakambangan No. 19 Kota Malang Setelah lama menempati Gedung Kesenian Gajayana Jalan Nusakambangan Kota Malang, pada tanggal 1 November 2023 MMI pindah ke Gedung P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Penunjang Museum Mpu Purwa Lantai 2 yang terletak di Perumahan Griya Santa Blok B Jalan Soekarno Hatta Kota Malang. Sejarah Museum Musik Indonesia hakekatnya telah diawali semenjak lama. Cikal bakalnya merupakan Kelompok Pecinta Katjoetangan (Kayutanga. yang eksis semenjak 1970an. Kelompok ini berisikan para pecinta musik yang yang menghibahkan diri, energi, waktu, dan hartanya untuk merawat warisan musik yang ada. Kayu tangan sendiri diketahui sebagai tempat daerah berkumpulnya para organisator seni di Malang tempo dahulu. Seiring waktu, bendera Sosial Pecinta Katjoetangan menjelma menjadi Galeri Malang Tarik (Bernyany. Galeri Malang Bernyanyi kemudian bertransformasi menjadi Museum Musik Indonesia pada Setelah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Museum Musik Indonesia pun resmi berdiri. Pengelolaannya yang bersifat swadaya. Museum Musik Indonesia membutuhkan beberapa pihak termasuk akademisi dalam mengembangkan organisasinya. Atas dasar inilah, kegiatan PkM dilakukan untuk memberikan kontribusi pada Museum Musik Indonesia khususnya dalam memberikan inovasi layanan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terkini. Termasuk koleksi lagu anak yang ada di Museum Musik Indonesia. Koleksi ini jarang dilirik oleh pengunjung, karena bergesernya selera anak-anak pada lagu orang Maka, pada kegiatan PkM ini dilakukan penyusunan model informasi koleksi lagu anak Indonesia dengan model infografis yang ditampilkan pada e-catalog Museum Musik Indonesia. Harapannya, dengan tampilan infografis yang futuristik dan colorful, akan memberikan daya tarik pada koleksi lagu anak Indonesia, sehingga koleksi ini kembali diminati dan dicintai terutama oleh anak-anak Indonesia. Museum Musik Indonesia sangat terbuka menerima kegiatan penelitian dan PkM, serta menyediakan ruang untuk mengisi di website-nya atas hasil-hasil penelitian dan PkM. Seperti hasil kegiatan PkM saat ini, nantinya akan diinput pada website Museum Musik Indonesia untuk melengkapi informasi-informasi seputar koleksi dan perkembangan Museum Musik Indonesia. Alamat website Museum Musik Indonesia yaitu https://museummusikindonesia. id/ dan website ini dikelola dan dikembangkan secara mandiri oleh pengelolanya, yang notabene mereka tidak terlalu mahir dalam mengembangkan konten, menyusun berita, sehingga hasil penelitian dan PkM sangat membantu untuk terus meremajakan berita-berita dan konten website. Gambar 1. Tampilan Website Museum Musik Indonesia Seperti yang tampak pada website Museum Musik Indonesia, pada bagian Proyek Publikasi, informasi infografis hasil kegiatan PkM ini akan ditampilkan. Tahap pertama yang dilakukan yaitu mengelompokkan koleksi lagu anak Indonesia berdasarkan media penyimpananya, vinyl dan kaset pita. P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Gambar 2. Hasil Pengelompokan Koleksi Lagu Anak Indonesia dengan Media Simpan Vinyl Pengelompokan koleksi dilakukan berdasarkan konten atau isi koleksi. Kegiatan ini bermakna bahwa arsip yaitu koleksi lagu anak Indonesia dikelompokkan berdasarkan isi atau materi . , yang terkandung dalam koleksi lagu anak Indonesia dalam bentuk vinyl. Pengelompokan ini berdasarkan kategori subyek, yaitu mengelompokkan koleksi lagu anak Indonesia dengan media simpan vinyl, berdasarkan topik, subyek, atau bidang kegiatan terkait . Pengelompokan dilakukan dengan urutan berdasarkan nama album, isi album, pencipta lagu, penyanyi, jenis lagu, dan tahun terbit. Selanjutnya dilakukan pengelompokan koleksi lagu anak Indonesia dengan media simpan kaset pita. Gambar 3. Hasil Pengelompokan Koleksi Lagu Anak Indonesia dengan Media Simpan Kaset Pita Setelah selesai dilakukan pengelompokan atas koleksi lagu anak Indonesia, kemudian dilakukan perencanaan atas model informasi berbentuk infografis. Berikut yang dapat digambarkan dari hasil diskusi pelaksana PkM. P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Gambar 4. Rancangan Informasi Infografis Koleksi Lagu Anak Indonesia Sesuai gambar 4 di atas, berdasarkan hasil pengelompokkan koleksi lagu anak Indonesia, maka dapat direncanakan tujuh . kelompok informasi infografis, sebagai berikut: . Perjalanan Nada. Pencipta Legenda. Suara Emas Kecil. Warna-Warni Nada. Nusantara Bersenandung. Tahukah Kamu?. Portal Melodi Digital. Pemilihan judul ini, disesuaikan dengan dunia anak, untuk menarik perhatian mereka. Selanjutnya, pada tahap merancang infografis dengan menyelaraskan warna, bentuk, konten berita. Berikut beberapa rancangan informasi koleksi lagu anak Indonesia berbentuk infografis yang berhasil disusun. Gambar 5. Rancangan Informasi Infografis Nama Pencipta Lagu Anak Indonesia Berdasarkan pengelompokan pada pencipta koleksi lagu anak Indonesia di Museum Musik Indonesia, ada A. Mahmud. Mamo Agil. Titiek Puspa. Adi Bing Slamet. Pak Kasur. Nomo Koeswoyo, dan pengarang lainnya. Tampilan ini memberikan informasi tentang pencipta lagu anak Indonesia yang menjadi koleksi di Museum Musik Indonesia, dengan memberikan P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. sentuhan warna-warni khas keceriaan dunia anak-anak, dengan foto dan nama pada masingmasing pencipta, untuk lebih mengenalkan kepada anak-anak bahwa pencipta lagu ini berjasa dalam menciptakan lagu anak yang sarat akan pesan moral di setiap syairnya. Lagu anak menceritakan dunia anak-anak yang berwarna, ceria dengan syair yang sederhana . Tampilan informasi dalam bentuk infografis, singkatan dari informasi grafis adalah representasi visual dari informasi, data, atau pengetahuan . , yang bertujuan menyajikan informasi dengan cara yang lebih menarik dan mudah dicerna oleh pembaca . Pilihan kata dan bahasa yang lugas perlu dipertimbangkan untuk informasi yang mudah diterima dan dipahami oleh yang membacanya . Gambar 6. Rancangan Informasi Infografis Riwayat Pencipta Lagu Tampilan pada gambar 6, menjelaskan tentang riwayat masing-masing pencipta lagu. Ternyata, yang terkenal dengan nama Papa T. Bob memiliki nama asli Erwanda R. Lukas. Kemudian dilengkapi dengan tahun lahir dan meninggalnya beliau. Narasi ini memberikan informasi kepada anak-anak, juga sebagai bahan belajar untuk pembelajaran kesenian. Hadirnya perkembangan teknologi dan media digital, infografis dapat disajikan dalam berbagai format yang lebih interaktif dan dinamis . , sehingga lebih mudah untuk dipahami. Gambar 7 di bawah, menjelaskan lebih spesifik pencipta beserta lagu yang Masing-masing ditampilkan per pencipta untuk menjelaskan kepada anak-anak bahwa setiap pencipta lagu mampu menciptakan banyak lagu yang sangat bagus-bagus, sehingga dapat memotivasi anak-anak untuk menghargai hasil karya orang lain. Pencipta lagu anak memiliki misi mulia dalam menciptakan lagu dengan menyajikan syair-syair yang mengandung pendidikan karakter, seperti menghormati orang tua, bertutur kata santun, dan nilai-nilai lainnya . Cara belajar ini memberikan daya tarik tersendiri terutama bagi pengunjung Museum Musik Indonesia, dan lebih menguatkan museum tidak hanya untuk kegiatan wisata juga sebagai sarana edukasi . , yang memberikan pengalaman berselancar audio dan visual bagi pengunjung. P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Gambar 7. Rancangan Informasi Infografis Pencipta dan Karyanya Gambaran di atas adalah sebagian hasil dari penyusunan informasi dalam bentuk infografis untuk koleksi lagu anak Indonesia di Museum Musik Indonesia. Harapannya, dengan penambahan informasi ini di website Museum Musik Indonesia, akan memberikan informasi yang menarik kepada pengunjung terutama anak-anak untuk lebih mengenal lagu anak Indonesia, sebagai karya indah yang memberikan pesan edukatif. Anak-anak akan lebih mengenal lagu anak, menyenandungkannya, menyanyikannya dalam keseharian mereka. Mungkin di awal mereka mencari informasi tentang lagu anak karena mendapat tugas dari sekolah, namun dengan tampilan informasi yang menarik, mereka akan ingin mengenal lebih jauh tentang lagu anak Indonesia. KESIMPULAN Pelaksanaan PkM ini, mampu membantu Museum Musik Indonesia dalam menyajikan informasi koleksi lagu anak Indonesia dengan tampilan yang lebih menarik dalam bentuk Informasi ini ditampilkan pada e-catalog yang ada di website Museum Musik Indonesia, dan menambah khasanah informasi atas koleksi lagu di Museum Musik Indonesia. Hasil kegiatan PkM memberi dampak positif karena pihak pengelolan Museum Musik Indonesia juga dibekali pengetahuan bagaimana menyusun narasi berita yang baik, sehingga koleksi lagu yang ada di Museum Musik Indonesia tidak terkesan kuno, usang namun memberikan kesan sarat akan makna dan informasi. Sehingga, pengelola Museum Musik Indonesia ke depan, secara mandiri dapat menyusun informasi dalam bentuk infografis untuk koleksi lagu lainnya, mengingat koleksi yang dimiliki berjumlah ribuan. Informasi dalam bentuk infografis yang tersaji di e-catalog pada website Museum Musik Indonesia, memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pengunjung untuk mendapatkan informasi terkini, sesuai dengan kebutuhan saat ini, bahwa informasi digital lebih diminati karena lebih praktis dan mudah diakses. UCAPAN TERIMA KASIH Disampaikan terima kasih kepada Politeknik Negeri Malang melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) yang telah menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Kemitraan Masyarakat sekaligus mendukung pendanaan pada kegiatan ini. P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. DAFTAR PUSTAKA