Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. IMPLEMENTASI METODE BERCERITA MENGGUNAKAN CERITA UUT & UTI DALAM MENGEMBANGKAN BAHASA RESEPTIF ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ISLMIC CENTER SAMARINDA Siti Yomi Rohmah. Heppy Liana 1*. Lailatul Hidayah. Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur Jl. APT Pranoto. Samarinda Kota. Kalimantan Timur *Email: heppy. liana@unukaltim. ABSTRACT Language skills in receptive children have been developed from an early through various methods of learning by telling stories. This study aimed to determine the implementation of telling stories methods using the story of Uut & Uti as well as the development of the language-receptive children aged 5-6 years in the kindergarten Islamic Center Samarinda. This research was qualitative research with the subject of research being six students aged 5-6 years in the level of kindergartens. Collecting data was carried out using observation, interview, and documentation. The Analysis technique used Milles and Huberman's analysis. The result was delivered by using the props. The steps of this result were to set children's preparation in receiving the story, set a seat position of children, tell the introduction of the story and the characters in the story, and deliver the contents using children's language clearly and fluently, at the end of the story, the teacher asked questions. The result shows that the ability of receptive language in the range of 5-6 years improved well in giving attention, understanding the command and the contents of the story then also retelling the story. Keywords: Early Childhood. Receptive Language. Telling Stories Method. ABSTRAK Kemampuan bahasa reseptif anak dikembangkan sejak dini melalui berbagai metode pembelajaran seperti metode bercerita Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode bercerita menggunakan cerita Uut & Uti sebagi bentuk perkembangan bahasa reseptif anak usia 5-6 tahun di TK Islamic Center Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian 6 siswa anak usia 5-6 tahun pada jenjang taman kanak-kanak. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Milles dan Huberman. Hasil yang diperoleh yaitu metode bercerita menggunakan cerita Uut & Uti disampaikan dengan menggunakan alat peraga tidak langsung, melakukan langkahlangkah kegiatan yakni mengatur persiapan anak dalam menerima cerita, mengatur posisi duduk anak, menyampaikan pendahaluan cerita dengan mengenalkan tokoh-tokoh dalam cerita. menyampaikan isi cerita menggunakan bahasa anak dengan pelafalan serta kejelasan ucap dan intonasi suara. cerita dengan memberikan pertanyaan kepada anak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan bahasa reseptif anak usia 5-6 tahun berkembang dengan baik dalam menyimak cerita, mengerti perintah, memahami isi cerita, dan mampu menceritakan kembali isi cerita yang disampaikan. Keywords: Anak usia dini. Bahasa reseptif. Metode bercerita, transform Vol. No. Oktober 2023: 1-5 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun yang dilakukan dengan memberi rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Permendikbud no. 146 tahun 2014 pasal 1. Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, bahkan perkembangan. Mulyasa . Bahasa mengekspresikan pikiran dan pengetahuan bila anak mengadakan hubungan dengan orang lain. Anak yang sedang tumbuh dan kebutuhan, pikiran dan perasaannya melalui bahasa dengan kata-kata yang mempuyai makna. Bahasa merupakan alat untuk berfikir, mengekspresikan diri dan sebagai komunikasi. Dengan demikian bercerita dalam konteks komunikasi dapat dikatakan sebagai upaya mempengaruhi orang lain melalui ucapan sebagai upaya kemampuan berbahasa anak melalui pendengaran dan kemudian menuturkannya kembali dengan tujuan melatih anak dalam bercakap-cakap untuk menyampaikan ide dalam bentuk lisan. Cerita Uut & Uti merupakan cerita karya Fitri Susilowati yaitu salah satu Kalimantan Timur. Peneliti menggunakan cerita Uut & Uti, karena cerita Uut & Uti mengangkat cerita yang mengadung kebudayaan, yaitu budaya Kalimantan Timur seperti mengenal dan menyayangi binatang khas Kalimantan Timur yaitu Pesut, sebagai sahabat yang harus Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka peneliti bermaksud memotret AuImplementasi Metode Bercerita Menggunakan Cerita Uut & Uti dalam Mengembangkan Bahasa Reseptif Anak Usia 5Ae6 Tahun di TK Islamic Center SamarindaAy. Penelitian ini lebih menitik beratkan penerapan metode bercerita menggunakan cerita Uut & Uti yang diberikan guru kepada anak usia 5-6 tahun di TK Islamic Center sehingga memiliki kemampuan bahasa reseptif berkembang secara optimal. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menerapkan metode bercerita menggunakan Cerita Uut & Uti. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini yaitu 6 . siswa anak usia 5-6 tahun pada jenjang Taman Kanakkanak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Milles dan Huberman. HASIL DAN PEMBAHASAN TK Islamic Center memiliki sistem belajar bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Pembelajaran yang menyenangkan bagi anak sebagai dasar pembelajaran anak agar mereka merasa senang ketika menerima pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas. Sistem pembelajaran yang biasa disebut dengan metode sentra sebagai cerminan kebebasan anak dalam memilih dan menyelesaikan tugas yang di berikan guru di kelas. Tenaga pendidikan yang beragam yaitu: Sarjana (S. , bahasa inggris, pendidikan anak usia dini (PAUD), sosial, dan psikolog. Hal ini pendidikan anak, namun saling melengkapi dan kerjasama. Peningkatkan kualitas guru TK Islamic Ceter Samarinda mengikuti pelatihan-pelatihan di dalam hingga luar transform Vol. No. Oktober 2023: 1-5 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. Peningkatkan mutu dan kualitas guru yang diselenggarakan baik dari dinas pendidikan ataupun lembaga yang Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa beberapa teknik bercerita yang dapat dipergunakan diantaranya yaitu dapat membaca langsung dari buku cerita, menggunakan ilustrasi suatu buku sambil meneruskan bercerita, menceritakan dongeng, bercerita dengan menggunakan papan flanel, bercerita permainan peran, bercerita dari majalah bergambar, bercerita melalui filmstrip, bercerita melalui lagu dan cerita melalui rekaman audio yang mana hal ini sesuai dengan Uswatun Hasanah . Data dari informan diperoleh bahwa: AuEfektifitas bercerita menggunakan alat peraga langsung, anak lebih memahami dengan melihat langsung ekspresi atau benda nyatanya, dari pada hanya cerita tanpa peraga harusnya anak tidak bisa sedangkan anak harus ada bukti kongkritnya, tanpa peraga anak tidak bisa berimajinasiAy. Metode bercerita Uut & Uti merupakan penerapan metode bercerita dalam mengembangkan bahasa reseptif anak disampaikan dengan peraga tidak langsung yaitu boneka dan buku cerita, dengan melakukan rancangan sebagai berikut: . Mengatur persiapan anak sebelum bercerita Uut & Uti, . Mengatur Posisi Duduk Anak, . Menyampaikan Pendahuluan Bercerita Uut & Uti, . Menyampaikan Isi Cerita Uut & Uti. Penutup Bercerita Uut & Uti. Hasil pengamatan yang dilakukan peneliti pada tahap pertama yaitu pendahuluan, cerita di awali dengan duduk rapi, memberikan peraturan-peraturan disepakati sehingga anak disiplin, tanpa peraturan anak tidak akan displin, kemungkinan anak tidak mendengarkan cerita, dan tidak tau konsekuensinya jika tidak mendengarkan cerita. Aturan dimaksudkan tercipta pembelajaran timbal balik antara guru dan anak sehingga satu sama lain tidak ada yang mengacuhkan, dan anak biasa disiplinAy . unda Dea, lamp. Pada tahap kedua yaitu Mengatur Posisi Duduk Anak. Guru mengarahkan posisi duduk anak dengan menghadap guru membentuk lingkaran. Mengatur posisi bernyanyi: Aysiapa anak sholeh duduk rapiAy hingga posisi duduk anak menjadi rapi. Peneliti mendapat data dari informan yang menyatakan bahwa: AuDuduk rapi memberi manfaat anak terbiasa disiplin . asil wawancara . Data diperkuat dari peneliti terdahulu oleh Eka Pentiernitasari . mengatakan bahwa AyRancangan langkahlangkah pelaksanaan bercerita merupakan urutan kegiatan yang dilakukan oleh guru pada saat kegiatan bercerita langsung yaitu dengan mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita mengatur tempat dudukAy. Tahap ketiga, yaitu guru membuka cerita dengan menanyakan kabar anak dengan memberikan terlebih dahulu untuk memberikan semangat kepada anak-anak. Kemudian guru memberikan pendahuluan cerita dengan mengenalkan tokoh-tokoh dalam cerita. AuGuru: hai teman-teman apa kabarmu? Anak: baik! Hai teman-teman apa kabarmu? Anak: Baik! Hai temanteman berbahagialah jadi anak Indonesia. Jadi anak Indonesia. Jadi apa? Anak: jadi anak IndonesiaAy . isampaikan dengan lagu dan bertepuk tanga. Data diperkuat dengan informan yang menyatakan bahwa: AuSebelum memasuki inti pembelajaran anak-anak mendapatkan refresh anak-anak lebih fokus, harus membuat suatu pancingan yang menarik seperti menyanyi, bisa memancing anak mengalihkan perhatian anak ke guruAy. Tahap keempat, yaitu Menyampaikan Isi Cerita Uut & Uti menggunakan bahasa yang jelas dan bisa di pahami sesuai usia Peneliti mengamati guru dalam bercerita: Aut & Uti adalah dua sahabat yang ada di sungai mahakam, tepatnya di sungai pelak. Mereka adalah dua ekor transform Vol. No. Oktober 2023: 1-5 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. sahabat yang cara bernapasnya sama seperti kita, mereka disebut binatang mamalia, benapasnya dengan apa? dengan paruparu. Makanya Uut & Uti sering menyemburkan air ke atas kepalanya, karena pada saat kepalanya ada air ia membuang nafasnya. Jadi kesemburlah airnya keatas. Uut & Uti sering menyemburkan air di kepalanyaAy. Tahap menemukan data dengan wawancara kepada informan yang menyatakan bahwa: AuDalam menyampaikan isi cerita Uut & Uti mengandung pesan kepada anak seperti membuang sampah, pesan-pesan anak tentang kebaikan. Penyampaian isi cerita harus menggunakan intonasi dengan alat peragaAy . Hal ini dikuatkan dengan data wawancara informan . unda Fitri, 8 September 2. menyatakan bahwa: AuDalam menyampaikan cerita untuk anakanak dalam hal ini menggunakan cerita Uut & Uti harus menggunakan Bahasa yang dipahami oleh anak, pelafalan dan pengucapan yang jelas dalam bercerita digunakan untuk memberi pemahaman anak dalam menerima ceritaAy . Tahap kelima yaitu Penutup . Berdasarkan pembelajaran Cerita Uut & Uti diakhiri dengan guru mengajukan pertanyaan kepada anak-anak. AuBunda sudah selesai cerita, apakah anak-anak senang dengan cerita bunda? Bunda cerita apa tadi? Siapakah Uut & Uti? mereka bernapas dengan apa? Siapa yang memakan sampah? Buang sampah sembarang baik atau tidak? Siapa nama dokter yang ada dicerita?Ay. Setelah menanyakan kembali cerita Uut & Uti guru juga memberikan kesempatan kepada anak-anak agar bercerita kembali isi cerita yang dilakukan untuk mendapatkan hasil perkembangan reseptif anak, memahami isi dan mengulang kembali isi Peneliti mengamati beberapa anak yang senang bercerita kembali setelah mendengarkan cerita Uut & Uti. Informan . unda Id. menyatakan AuSebagian kemampuan dalam menjawab atau mengulang kembali dengan baik bahkan sampai berlebihan sehingga guru harus memberikan gantian pada yang lain, ada sebagian anak yang menjawab atau untuk bercerita harus di persilakan oleh guru, diberi ruang untuk menyampaikan, jika tidak anak mungkin tidak akan menjawab ceritaAy. Data dilapangan menyatakan bahwa untuk mengetahui anak yang fokus atau tidak, guru melakukan pertanyaan kembali pada anak setelah bercerita sehingga guru dapat melakukan evaluasi baik evaluasi diri sendiri . , serta menanyakan kembali, apa saja? Memotivasi agar pesan-pesan yang disampaikan tersampaikanAy. Penutup cerita Uut & Uti mengembangkan bahasa reseptif anak pertanyaan dan anak bercerita kembali. Selain itu, anak-anak diberikan nyanyian atau gerakan senam kepada anak. Hal ini dilakukan agar anak merasa senang mendapatkan cerita Uut & Uti. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa menggunakan cerita Uut & Uti dapat mengembangkan bahasa reseptif anak usia 5-6 tahun yang dibuktikan dengan ditemukannya adanya perkembangan bahasa reseptif. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih ditujukan kepada institusi dan pendanaan yang mendukung penelitian ini yaitu TK Isamic Center Samarinda bekerjasama dengan Program Studi PG PAUD Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur . DAFTAR PUSTAKA