Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Vol. 9 No. Juni 2024 . THE EFFECT OF AUDIT TENURE. COMPLEXITY OF COMPANY OPERATIONS. TOTAL ASSETS. SOLVENCY. AND PROFITABILITY ON AUDIT DELAY IN NON-PRIMARY CONSUMER GOODS SECTOR COMPANIES LISTED ON THE INDONESIAN STOCK EXCHANGE (IDX) IN 2018-2022 Mimelientesa Irman1. Sherly Alexa Candra2. Linda Hetri Suriyanti3 Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia, 3Universitas Muhammadiyah Riau Email : mimelientesa. irman@lecturer. ABSTRACT This study aims to determine the effect of audit tenure, complexity of company operations, total assets, solvency, and profitability on audit delay in non-primary consumer goods sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2018-2022. This research uses secondary data where the data obtained comes from the company's financial statements. The data collection technique in this study is purposive sampling technique. The number of samples in this study was 91 companies. The method of completing this research uses quantitative analysis techniques using SmartPLS software. From this study, it is concluded that the Audit Tenure variable has a negative effect on Audit Delay. As for the complexity of the company's operations. Total Assets. Debt to Asset Ratio (DAR), and Return on Asset (ROA) have no effect on Audit Delay. Keywords: Audit Delay. Audit Tenure. Complexity of Company Operations. Total Assets. Debt to Asset Ratio (DAR). Return on Asset (ROA) PENGARUH AUDIT TENURE. KOMPLEKSITAS OPERASI PERUSAHAAN. TOTAL ASET. SOLVABILITAS. DAN PROFITABILITAS TERHADAP AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN SEKTOR BARANG KONSUMEN NON-PRIMER YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2018-2022 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh audit tenure, kompleksitas operasi perusahaan, total aset, solvabilitas, dan profitabilitas terhadap audit delay pada perusahaan sektor barang konsumen non-primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder di mana data diperoleh berasal dari laporan keuangan perusahaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 91 emiten. Metode penyelesaian penelitian ini menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan menggunakan software SmartPLS. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa variabel Audit Tenure berpengaruh negatif terhadap Audit Delay. Sedangkan untuk Kompleksitas Operasi Perusahaan. Total Aset. Debt to Asset Ratio (DAR), dan Return on Asset (ROA) tidak berpengaruh terhadap Audit Delay. Kata Kunci: Audit Delay. Audit Tenure. Kompleksitas Operasi Perusahaan. Total Aset. Debt to Asset Ratio (DAR). Return on Asset (ROA) Pengaruh Audit Tenure. Kompleksitas Operasi Perusahaan. Total Aset. Solvabilitas, dan Profitabilitas Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumen Non-Primer Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2018-2022 (Mimelientesa Irman. Sherly Alexa Candra. Linda Hetri Suriyant. http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Di era Revolusi Industri 4. 0 Indonesia menghadapi kemajuan teknologi yang sangat pesat. Adanya digitalisasi, terutama dalam sektor ekonomi, telah membuka peluang berbagai inovasi dan investasi yang tidak terduga. Untuk mengatasi ketertinggalan dari negara-negara lain. Kementerian Perindustrian berupaya memajukan teknologi di Indonesia agar dapat bersaing di rancah industri global. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi ini diharapkan bisa menarik atensi para investor global untuk berinvestasi di Indonesia. Bursa Efek Indonesia memfasilitasi pembelian dan penjualan surat berharga . untuk berbagai investor. Kemampuan pencabutan efek serta tanggung jawab pengawasan transaksi dan pencegahan penipuan berada pada Bursa Efek Indonesia. Bisnis yang melanggar akan dikenakan hukuman. Oleh karena itu, badan usaha masyarakat Indonesia yang melakukan perdagangan di pasar modal wajib menyajikan laporan keuangan yang telah diaudit dan memenuhi Standar Akuntansi Keuangan. Laporan keuangan dan audit yang cepat membantu menjaga nilai saham perusahaan. Audit membutuhkan waktu. Oleh karena itu, laporan keuangan dan pengumuman pendapatan mungkin tertunda. Waktu yang diperlukan untuk mengeluarkan laporan keuangan disebut audit delay (Ningsih dan Widhiyani, 2. Pasal 4 Peraturan OJK No. 14/POJK. 04/2022 mewajibkan perusahaan publik yang tercatat di BEI menyampaikan laporan keuangan kepada OJK paling lambat bulan ketiga setelah akhir tahun buku. Menyertakan laporan audit KAP dalam laporan keuangan tahunan perusahaan kepada OJK. Artinya, auditor independen memeriksa kembali laporan keuangan tahunan perusahaan setelah selesai. Semakin lama prosedur audit, semakin besar kemungkinan tertundanya hasil keuangan perusahaan. Hal ini menyebabkan audit terlambat dari jadwal. Meskipun OJK mempunyai standar penyajian laporan keuangan tahunan, beberapa perusahaan masih saja terlambat dalam menyampaikan laporan yang telah diaudit. Berdasarkan pantauan BEI, terdapat 24 emiten yang tidak membuat laporan keuangan tahunan auditan pada periode 31 Desember 2018 hingga 9 Mei 2019. Jumlah emiten yang tidak diungkapkan laporan keuangan auditannya mencapai 42 emiten per 31 Desember 2019. Hingga akhir pada tahun 2020, terdapat 88 perusahaan yang tercatat sebagai emiten. pada akhir tahun 2021, jumlah tersebut meningkat menjadi 91. dan hingga akhir tahun 2022, terdapat 61 emiten yang belum memiliki laporan keuangan yang telah diaudit. Keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat memiliki dampak negatif signifikan terhadap perusahaan, terutama dalam pandangan investor. Investor cenderung memberikan penilaian buruk terhadap perusahaan yang terlambat menyampaikan laporan keuangannya karena berpotensi mengakibatkan suspensi Suspensi ini, sebagai bentuk sanksi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), menyebabkan investor tidak dapat melakukan transaksi saham hingga suspensi dicabut. Bahkan, kemungkinan terburuknya adalah delisting saham dari BEI. Delisting mengakibatkan saham tidak dapat diperjualbelikan di BEI, dan meskipun perusahaan masih dapat tetap menjadi perusahaan publik, sahamnya tidak lagi terdaftar di bursa. Delisting memiliki konsekuensi serius bagi para pemegang saham, terutama pemegang saham biasa, karena perusahaan tidak lagi memiliki kewajiban yang sama seperti saat tercatat. Oleh karena itu, dalam keputusan investasi, pemegang saham dan investor cenderung menghindari perusahaan yang berisiko terlambat menyampaikan laporan keuangan atau menghadapi risiko delisting untuk mengurangi potensi risiko dan dampak negatifnya. Sejak tahun 2019, terdapat peningkatan jumlah bisnis yang menghadapi suspensi saham dan penundaan Sektor konsumen non-primer, atau konsumen siklus, merupakan sektor dengan jumlah penundaan tertinggi. Tujuh emiten gagal menyampaikan laporan keuangan pada tahun 2018. Terdapat sembilan emiten pada tahun 2019, dua puluh satu emiten pada tahun 2020, dan dua puluh satu emiten pada tahun 2021, serta dua belas emiten pada tahun 2022 yang belum menyampaikan laporan keuangan. Akibatnya, menjadi tidak jelas apa yang melatarbelakangi semakin banyaknya keterlambatan penyampaian laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan lima . variabelAiaudit tenure, kompleksitas operasi bisnis, total aset, solvabilitas, dan profitabilitasAiyang diduga mempengaruhi audit delay. Masa audit adalah faktor pertama yang diperiksa. Durasi hubungan kerja antara pelanggan dan auditor dikenal sebagai audit tenure. Auditor berpengalaman yang bekerja dengan bisnis klien mendorong pertumbuhan ketajaman bisnis, yang pada gilirannya menghasilkan audit atas laporan keuangan yang lebih baik dan program audit yang lebih efektif. Menurut Kristiantini dan Sujana . , lamanya perusahaan audit beroperasi berpengaruh positif terhadap seberapa cepat laporan keuangan dipublikasikan. Menurut Ratnaningsih dan Dwirandra . Annisa . , serta Ismawati dan Nazir . tenure audit berpengaruh negatif terhadap ketepatan waktu publikasi laporan keuangan. Praptika dan Rasmini . Pratiwi dan Wiratmaja . , serta Sawitri dan Budiartha . tidak menemukan hubungan antara audit tenure dan delay-nya dari proses audit. Rumitnya operasional bisnis menjadi pertimbangan kedua. Jumlah anak perusahaan yang banyak menunjukkan rumitnya operasional dalam organisasi. Semakin lama proses audit maka semakin rumit pula prosedur operasional suatu perusahaan. Menurut Widyastuti dan Astika . serta Darmawan dan Widhiyani . menemukan bahwa kompleksitas operasi bisnis berdampak positif terhadap audit delay. Menurut Chandra . , kompleksitas operasi bisnis berdampak negatif terhadap audit delay. Waktu audit tidak berhubungan Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 dengan kompleksitas operasional perusahaan, menurut Fitrianingsih dan Triyanto . , yang bertentangan dengan penelitian ini. Ketiga, total aset. Total aset merupakan salah satu indikator besar kecilnya suatu perusahaan. Audit delay semakin berkurang seiring dengan bertambahnya aset perusahaan secara keseluruhan. Hal ini karena pengelolaan organisasi tunduk pada sistem pengendalian internal yang ketat yang terus-menerus menganalisis operasi bisnis untuk memastikan bahwa operasi tersebut dijalankan sebagaimana dimaksud oleh Aryaningsih dan Budiartha . Saputri . Darmawan dan Widhiyani . Apriyana dan Rahmawati . Ariyanto . , dan Natonis dan Tjahjadi . menemukan bahwa audit delay dipengaruh negatif oleh total aset. Menurut Armansyah dan Kurnia . Widyastuti dan Astika . Ulfa dan Primasari . , serta Pratiwi, dkk. ketepatan waktu publikasi laporan keuangan dipengaruhi positif oleh total aset. Namun. Aryaningsih dan Budiartha . serta Annisa . tidak menemukan hubungan antara durasi audit dengan keseluruhan aset, hal ini bertentangan dengan penelitian ini. Keempat, solvabilitas. Jika perusahaan pelarut, audit mungkin tertunda. Rasio solvabilitas dapat menunjukkan kesehatan keuangan suatu perusahaan. Tingkat solvabilitas yang lebih besar akan menunda audit laporan keuangan tahunan. Solvabilitas meningkatkan audit delay, menurut Aryaningsih dan Budiartha . Apriyana dan Rahmawati . Ariyanto . Pratiwi, dkk. , serta Saputri . Solvabilitas menunda audit, menurut Chandra . Ulfa dan Primasari . Fitrianingsih dan Triyanto . Ismawati dan Nazir . , serta Natonis dan Tjahjadi . berpendapat bahwa solvabilitas tidak ada hubungannya dengan audit delay. penelitian ini membantah klaim mereka. Kelima, profitabilitas. Profitabilitas adalah jumlah seluruh keputusan dan tindakan yang dibuat oleh manajemen perusahaan yang dapat digunakan untuk membuat prediksi setelah beberapa siklus manajemen bisnis Artinya, perusahaan BEI dengan margin keuntungan yang sehat akan berupaya semaksimal mungkin untuk transparan terhadap laporan keuangannya dan sesegera mungkin membagikannya kepada investor. Penundaan audit yang lebih lama dikaitkan dengan profitabilitas yang lebih besar, menurut Yartono dkk. Penelitian ini dilakukan bersama dengan Ariyanto . Chandra . , serta Natonis dan Tjahjadi . Namun perlu diketahui bahwa Armansyah dan Kurnia . Apriyana dan Rahmawati . Pratiwi dkk. , serta Ismawati dan Nazir . semuanya mengindikasikan bahwa profitabilitas tidak terpengaruh oleh penundaan audit. TINJAUAN PUSTAKA Agency. Signalling, dan Compliance Theory Jensen dan Meckling . menegaskan bahwa teori keagenan menunjukkan bagaimana konflik kepentingan menyulitkan pengembangan hubungan pemilik-manajer. Konflik bisa saja muncul di antara keduanya akibat asimetri informasi yang disebabkan oleh disparitas kepentingan. Auditor memediasi perselisihan tersebut sebagai pihak ketiga yang netral. Seperti telah disebutkan sebelumnya, konflik-konflik ini dapat mempengaruhi penyelesaian laporan keuangan dan dapat mengakibatkan keterlambatan audit. Teori sinyal menunjukkan bahwa suatu pihak . mengkomunikasikan informasi tentang dirinya kepada pihak lain . , menurut Connelly dkk. Investor dan masyarakat umum akan memandang perusahaan yang menyampaikan laporan keuangannya secara tepat waktu, menunjukkan kinerja yang kuat. Sebaliknya, penundaan dalam audit memberikan kesan kepada investor bahwa bisnis tersebut mengalami masalah kinerja dan menjadikan data yang diberikan tidak relevan. Investor memandang hal tersebut sebagai berita negatif yang dapat menyebabkan volatilitas fluktuasi harga saham. Teori Kepatuhan berfungsi sebagai tolak ukur moralitas seseorang dalam menaati hukum. Perusahaan didorong oleh gagasan ini untuk melaporkan laporan keuangan mereka sesuai tenggat waktu. Hal yang sama juga berlaku bagi auditor independen, yang diharapkan dapat segera menyiapkan laporan audit sesuai permintaan Durasi audit dalam menyelesaikan laporan keuangan juga memengaruhi ketepatan waktu (Pratiwi. Audit Audit adalah bidang studi yang dilakukan oleh individu dengan kualifikasi independen secara sistematis. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi dan memberikan opini tentang kinerja keuangan suatu perusahaan. Pihakpihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan kemudian dapat menggunakan laporan audit. Laporan Tahunan Laporan tahunan adalah dokumen resmi yang disajikan suatu perusahaan yang merinci pencapaiannya pada tahun Ini mencakup data keuangan dasar, tinjauan manajemen atas operasi tahun sebelumnya, dan tujuan masa depan perusahaan. Pengaruh Audit Tenure. Kompleksitas Operasi Perusahaan. Total Aset. Solvabilitas, dan Profitabilitas Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumen Non-Primer Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2018-2022 (Mimelientesa Irman. Sherly Alexa Candra. Linda Hetri Suriyant. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Laporan Keuangan Sebagai media komunikasi antara dunia usaha dengan pihak luar yang berkepentingan dengan operasionalnya, laporan keuangan menjadi tanggung jawab orang yang ditunjuk oleh pemilik perusahaan pada akhir setiap periode. Laporan Audit Alat komunikasi yang digunakan auditor dengan konsumen laporan keuangan adalah laporan audit. Dalam laporan audit, auditor mengungkapkan pandangannya atas kewajaran laporan keuangan yang diaudit. Audit Delay Jumlah waktu yang dimiliki auditor untuk menyelesaikan tanggung jawab audit kuantitatif dikenal sebagai audit Dimulai pada akhir tahun fiskal dan berakhir pada saat laporan auditor independen diterbitkan. Audit Tenure Audit tenure merujuk pada durasi Kantor Akuntan Publik (KAP) atau auditor secara berurutan melakukan audit pada perusahaan (Kristiantini dan Sujana, 2. Kompleksitas Operasi Perusahaan Banyaknya anak perusahaan yang dimiliki perseroan turut berkontribusi terhadap kompleksitas operasionalnya. Karena ketergantungan yang rumit antara berbagai unit dan tugas, permasalahan menjadi lebih kompleks jika anak perusahaan semakin tersebar luas dan banyak. Sebagai sarana penunjang operasional bisnis, aset merupakan salah satu indikator kinerja yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Total Aset Aset penting bagi organisasi karena digunakan sebagai metrik untuk mengukur ukuran bisnis. Total aset, kapitalisasi pasar, dan pendapatan merupakan tiga cara untuk mengklasifikasikan ukuran suatu perusahaan (Adinata, 2. Solvabilitas Solvabilitas suatu perusahaan menunjukkan kapasitasnya untuk memenuhi komitmen jangka pendek dan jangka Karena auditor yakin dalam menentukan apakah tingkat utang perusahaan dan kemampuan pembayarannya sesuai, maka prosedur audit akan semakin lama semakin tinggi rasio solvabilitas (Wulandari dan Utama, 2. Profitabilitas Rasio profitabilitas mengindikasikan kemampuan perusahaan dalam meraih laba dari operasionalnya, memberikan gambaran efektivitas manajemen. Rasio ini mencerminkan efisiensi perusahaan dan menjadi fokus penting bagi investor jangka panjang (Kasmir, 2. Perumusan Hipotesis Pengaruh Audit Tenure terhadap Audit Delay Durasi audit adalah berapa lama seorang auditor atau akuntan publik menganalisis suatu bisnis. Mempertahankan audit dari waktu ke waktu akan mengurangi penundaan. Pengalaman membantu Anda memahami sistem akuntansi, prosedur perusahaan, dan risiko bisnis, sehingga membuat audit lebih berhasil. Efisiensi audit membantu organisasi menyampaikan laporan keuangan lebih cepat (Kristiantini dan Sujana, 2. Kristiantini dan Sujana . mengindikasikan tenure meningkatkan ketepatan waktu laporan keuangan. Tenure berpengaruh negatif terhadap audit delay, menurut Annisa . Ismawati dan Nazir . , serta Ratnaningsih dan Dwirandra . Praptika dan Rasmini . Pratiwi dan Wiratmaja . , serta Sawitri dan Budiartha . tidak menemukan hubungan antara audit tenure dengan penundaan audit. H1 : Audit Tenure berpengaruh negatif terhadap Audit Delay Pengaruh Kompleksitas Operasi Perusahaan terhadap Audit Delay Auditor di organisasi klien dengan bisnis yang lebih rumit membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tugas auditnya, yang menyebabkan penundaan audit. Jika perusahaan sampel mempunyai tambahan anak perusahaan maka penyelesaian audit akan lebih lama (Rohmana, 2. Darmawan dan Widhiyani . serta Widyastuti dan Astika . menemukan bahwa kompleksitas operasional sangat mempengaruhi positif durasi audit. Penundaan audit mengurangi kompleksitas perusahaan (Chandra, 2. Penelitian ini bertolak belakang dengan Fitrianingsih dan Triyanto . yang menyatakan bahwa waktu audit tidak dipengaruhi oleh kompleksitas perusahaan. H2 : Kompleksitas Operasi Perusahaan berpengaruh positif terhadap Audit Delay Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Pengaruh Total Aset terhadap Audit Delay Seluruh aset suatu perusahaan mungkin dinilai. Perusahaan dengan aset yang lebih banyak kemungkinan akan mempunyai audit delay yang lebih pendek. Aryaningsih dan Budiartha . mengatakan hal ini dikarenakan sistem pengendalian internal perusahaan yang baik dalam mengawasi seluruh operasional bisnis. Apriyana dan Rahmawati . Ariyanto . Darmawan dan Widhiyani . Natonis dan Tjahjadi . , serta Saputri . menemukan bahwa total aset berpengaruh negatif terhadap audit delay. Total aset meningkatkan audit delay, menurut Armansyah dan Kurnia . Widyastuti dan Astika . Ulfa dan Primasari . , serta Pratiwi, dkk. Namun Aryaningsih dan Budiartha . serta Annisa . tidak menemukan hubungan antara durasi audit dengan keseluruhan aset, hal ini bertentangan dengan penelitian ini. H3 : Total Aset berpengaruh negatif terhadap Audit Delay Pengaruh Solvabilitas terhadap Audit Delay Kurnia . mengartikan solvabilitas sebagai kemampuan perusahaan dalam mengendalikan utangnya guna menghasilkan uang dan menyelesaikan kewajibannya. Kemampuan aset suatu perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya menjadi tolok ukur kinerjanya. Kerugian mungkin timbul dan auditor mungkin akan lebih skeptis terhadap akun keuangan yang diaudit jika persentase utang melebihi total aset. Ketika rasio hutang terhadap aset meningkat, menjadi jelas bahwa mengaudit laporan keuangan membutuhkan lebih banyak waktu. Solvabilitas meningkatkan audit delay, menurut Aryaningsih dan Budiartha . Apriyana dan Rahmawati . Ariyanto . Pratiwi, dkk. , serta Saputri . Menurut (Chandra, 2. , solvabilitas berdampak buruk terhadap audit delay. Ulfa dan Primasari . Fitrianingsih dan Triyanto . Ismawati dan Nazir . , serta Natonis dan Tjahjadi . berpendapat bahwa solvabilitas tidak ada hubungannya dengan audit delay. namun, penelitian ini membantah klaim mereka. H4 : Debt to Asset Ratio (DAR) berpengaruh positif terhadap Audit Delay Pengaruh Profitabilitas terhadap Audit Delay Lamanya audit dapat dipengaruhi oleh ROI. ROA mengukur seberapa baik perusahaan mengubah sumber daya menjadi keuntungan. Suatu perusahaan akan menyajikan laporan keuangannya lebih cepat jika semakin Bisnis yang menguntungkan dianggap memiliki informasi yang unggul, sehingga mendorong penyampaian laporan keuangan secara cepat (Devi dan Suaryana, 2. Yartono dkk. menemukan bahwa penundaan audit yang lebih pendek dikaitkan dengan tingkat profitabilitas yang lebih baik dalam penyelidikan mereka. Penelitian ini sependapat dengan Ariyanto . Chandra . , serta Natonis dan Tjahjadi . Sebaliknya laba tidak berpengaruh terhadap audit delay, menurut Armansyah dan Kurnia . Apriyana dan Rahmawati . Pratiwi dkk. , serta Ismawati dan Nazir . H5 : Return on Asset (ROA) berpengaruh negatif terhadap Audit Delay Kerangka Pemikiran Berdasarkan deskripsi hubungan antar variabel audit tenure, kompleksitas operasi perusahaan, total aset, solvabilitas, dan profitabilitas terhadap audit delay maka dirumuskan kerangka pemikiran sebagai berikut: Audit Tenure (AT) H1 (-) Kompleksitas Operasi Perusahaan (KOP) H2 ( ) Total Aset (TA) H3 (-) Debt to Asset Ratio (DAR) H4 ( ) Return on Asset (ROA) H5 (-) Audit Delay (AD) Sumber: Jurnal Penelitian yang Dikembangkan, 2023 Gambar 1. Kerangka Pemikiran METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini menganalisis perusahaan konsumen non primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan data dari w. id, emiten. CNBC Indonesia, situs resmi perusahaan, dll. Pada bulan Juli sampai dengan Januari 2024 adalah waktu yang digunakan untuk studi ini. Pengaruh Audit Tenure. Kompleksitas Operasi Perusahaan. Total Aset. Solvabilitas, dan Profitabilitas Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumen Non-Primer Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2018-2022 (Mimelientesa Irman. Sherly Alexa Candra. Linda Hetri Suriyant. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah sektor konsumen siklis atau sektor konsumen non primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018 hingga 2022. Statistik kependudukan per 13 Juli 2023 menunjukkan 146 isu. Pengambilan sampel purposif digunakan dalam penyelidikan ini. Adapun kriteria pemilihan sampel sebagai Tabel 1. Kriteria Sampel No. Kriteria Pengambilan Sampel Jumlah Perusahaan Perusahaan konsumen non-primer yang terdaftar di BEI periode 2018-2022. Perusahaan yang IPO setelah 1 Januari 2019. Perusahaan yang mengalami suspend selama periode 2018-2022. Jumlah Sampel Sumber: Bursa Efek Indonesia, 2023 Operasional Variabel Penelitian Dalam penelitian ini, variabel dependen dan independen yang akan digunakan terdiri dari : Audit Tenure (X. Dimulai dengan tahun awal keterlibatan dan menambahkan satu tahun untuk setiap tahun berikutnya, masa audit dihitung dalam tahun (Mahmudi dan Ratnaningsih, 2. Kompleksitas Operasi Perusahaan (X. Menurut Chandra . , kompleksitas operasi perusahaan diukur dengan rumus sebagai berikut : Kompleksitas Operasi Perusahaan = Jumlah Entitas Anak Perusahaan Total Aset (X. Dalam penelitian Pratiwi dkk. , total aset diukur dengan rumus sebagai berikut : Total Aset = Natural log . otal ase. Solvabilitas (X. Kasmir . menyatakan bahwa DAR yang membandingkan total utang dengan total aset mengukur solvabilitas. ycNycuycycayco yayceycayc yayceycayc ycycu yaycycyceycyc ycIycaycycnycu (DAR) = ycNycuycycayco yaycycyceyc Profitabilitas (X. Return on Assets (ROA) mengukur profitabilitas dengan menunjukkan pengembalian aset perusahaan (Kasmir, yaycaycycuycnycuyci yayceycyceyc ycNycaycu (EAT) ROA = ycNycuycycayco yaycycyceyc Audit Delay (Y) Menurut Saputri . Audit Delay diukur dengan rumus sebagai berikut : Audit Delay = Tanggal Laporan Audit Ae Tanggal Laporan Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Analisis deskriptif merangkum data. Teknik penelitian deskripsi ini mempengaruhi nilai minimum, maksimum, rata-rata, dan standar deviasi (Ghozali, 2. Uji Multikolinearitas Tujuan dilakukannya uji multikolinearitas dalam model regresi adalah untuk memastikan apakah variabel-variabel independen berkorelasi. Adanya multikolinearitas dapat dipastikan dengan memeriksa nilai Variance Inflation Factor (VIF). Untuk model regresi bebas multikolinearitas, aturan praktisnya adalah memastikan batas VIF adalah Multikolinearitas tidak diindikasikan jika skor VIF kurang dari 10 (Ghozali, 2. Uji Kelayakan Model Uji koefisien determinasi (R. menentukan apakah model penelitian ini cocok atau tidak. Tabel Adjusted R Square menunjukkan hasil Uji Koefisien Determinasi (R. untuk mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel independen terhadap variabel dependen. Variabel independen mempunyai pengaruh yang lebih kecil terhadap variabel dependen karena koefisien determinasi persamaan regresi mendekati nol. Mendekati 1, koefisien Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 determinasi menunjukkan adanya hubungan yang lebih kuat antara variabel independen dan dependen (Ghozali. Analisis Jalur (Path Analysi. Analisis jalur mengevaluasi hubungan sebab akibat yang diteorikan antar variabel dengan menggunakan analisis regresi (Ghozali, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara langsung dan tidak langsung. Uji Hipotesis (Uji . Ghozali . menyatakan uji t untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai-P (Sig . berikut memandu keputusan: Dengan menerima H1 dan menolak H0, maka Sig t < 0,05 menunjukkan adanya pengaruh signifikan variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai Sig t lebih dari 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak karena variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Analisis deskriptif dan distribusi frekuensi dari model penelitian dapat dilihat pada tabel 2 berikut. Tabel 2. Analisis Deskriptif Audit Tenure Kompleksitas Operasi Perusahaan Total Aset Debt to Asset (DAR) Return on Asset (ROA) Audit Delay Sumber: Data Olahan, 2023 Rata-Rata 5,0725 11,4945 28,1095 1,8546 -0,0821 -106,7077 Minimum 1,0000 0,0000 22,8400 0,0000 0,0000 31,0000 Maksimum 15,0000 147,0000 31,8700 101,8700 4,6900 820,0000 Standar Deviasi 3,4914 21,2112 1,6453 8,8942 0,2991 65,6300 Audit Tenure (AT) Nilai minimum yang diperoleh dari variabel Audit Tenure bernilai 1 yang diperoleh oleh sebagian perusahaan yang disebabkan oleh perusahaan tersebut menjalani ikatan kerja dengan KAP baru. Adapun nilai maksimum sebesar 15 didapat dari Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS). Rata-rata yang didapat dari variabel Audit Tenure adalah sebesar 5,0725 dan standar deviasi sebesar 3,4914. Kompleksitas Operasi Perusahaan (KOP) Nilai minimum yang diperoleh dari variabel Kompleksitas Operasi Perusahaan bernilai 0 yang diperoleh oleh sebagian perusahaan yang disebabkan oleh perusahaan tersebut tidak memiliki anak perusahaan. Adapun nilai maksimum sebesar 147 didapat dari Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN). Rata-rata yang didapat dari variabel Kompleksitas Operasi Perusahaan adalah sebesar 11,4945 dan standar deviasi sebesar 21,2112. Total Aset (TA) Nilai minimum yang diperoleh dari variabel Total Aset bernilai 22,8369 yang diperoleh oleh Globe Kita Terang Tbk. (GLOB). Adapun nilai maksimum sebesar 31. 8666 didapat dari Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN). Ratarata yang didapat dari variabel Total Aset adalah sebesar 28,1095 dan standar deviasi sebesar 1,6453. Debt to Asset Ratio (DAR) Nilai minimum yang diperoleh dari variabel Debt to Asset Ratio (DAR) bernilai 0,0024 yang diperoleh oleh Yelo Integra Datanet Tbk. (YELO). Adapun nilai maksimum sebesar 101,8660 didapat dari Globe Kita Terang Tbk. (GLOB). Rata-rata yang didapat dari variabel Debt to Asset Ratio (DAR) adalah sebesar 1,8546 dan standar deviasi sebesar 8,8942. Return on Asset (ROA) Nilai minimum yang diperoleh dari variabel Return on Asset (ROA) bernilai -7,8874 yang diperoleh oleh Omni Inovasi Indonesia Tbk. (TELE). Adapun nilai maksimum sebesar 4,6933 didapat dari Trikomsel Oke Tbk. (TRIO). Rata-rata yang didapat dari variabel Return on Asset (ROA) adalah sebesar -0,0821 dan standar deviasi sebesar 0,2991. Audit Delay (AD) Pengaruh Audit Tenure. Kompleksitas Operasi Perusahaan. Total Aset. Solvabilitas, dan Profitabilitas Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumen Non-Primer Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2018-2022 (Mimelientesa Irman. Sherly Alexa Candra. Linda Hetri Suriyant. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Nilai minimum yang diperoleh dari variabel Audit Delay bernilai 31 yang diperoleh oleh Red Planet Indonesia Tbk. (PSKT). Adapun nilai maksimum sebesar 820 didapat dari Tempo Intimedia Tbk. (TMPO). Rata-rata yang didapat dari variabel Audit Delay adalah sebesar -106,7077 dan standar deviasi sebesar 65,6300. Uji Multikolinearitas Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas No. Variabel VIF Keterangan Audit Tenure Tidak terjadi multikolinearitas Kompleksitas Operasi Perusahaan Tidak terjadi multikolinearitas Total Aset Tidak terjadi multikolinearitas Debt to Asset Ratio (DAR) Tidak terjadi multikolinearitas Tidak terjadi multikolinearitas Return on Asset (ROA) Sumber: Data Olahan SmartPLS, 2023 Variabel penelitian dapat disimpulkan tidak menunjukkan tanda-tanda multikolinearitas karena variabel dependen dan independen berdasarkan hasil uji multikolinearitas mempunyai nilai VIF kurang dari 10 (<. Uji Kelayakan Model Tabel 4. Hasil Uji Kelayakan Model (R Squar. No. Variabel R Square Adjusted Audit Delay Sumber: Data Olahan SmartPLS, 2023 Berdasarkan data pada Tabel 4, nilai Adj. R-squared pengaruh audit tenure, total aset, kompleksitas operasional perusahaan. DAR, dan ROA terhadap audit delay adalah sebesar 0,027 atau 2,7%. Variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti variabel Ukuran KAP. Auditor Switching. Opini Auditor. Usia Perusahaan. Jenis Industri. Fee Audit. Kualitas Audit, dan Good Corporate Governance (GCG) memberikan kontribusi sebesar 0,973 atau 97,3%. Analisis Jalur (Path Analysi. Tabel 5. Hasil Hasil Path Coefficients Variabel Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) AT -> AD KOP -> AD TA -> AD DAR -> AD ROA -> AD Sumber: Data Olahan SmartPLS, 2023 Kesimpulan Signifikan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Signifikan jika P Value < 0,05 Berdasarkan data pada tabel di atas, maka didapat hasil interpretasi sebagai berikut: AD = -0,074AT 0,050KOP - 0,030TA - 0,157DAR - 0,239ROA Uji Hipotesis (Uji . Pengaruh Audit Tenure terhadap Audit Delay Berdasarkan tabel Path Coefisien, variabel Audit Tenure mempunyai P Value sebesar 0,009, alpha sebesar 0,05 (P Values < 0,. , dan koefisien jalur sebesar -0,074. Jadi H1 benar dan H0 salah. Ada hubungan negatif antara Audit Tenure dan Audit Delay. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Pengaruh Kompleksitas Operasi Perusahaan terhadap Audit Delay Berdasarkan data pada tabel Path Coefisien, variabel Kompleksitas Operasional Perusahaan mempunyai alpha sebesar 0,05 (P Values > 0,. P Value sebesar 0,197, dan koefisien nilai jalur sebesar 0,050. Artinya meskipun H0 disetujui. H1 ditolak. Hal ini membuktikan bahwa kompleksitas operasional suatu perusahaan tidak ada hubungannya dengan keterlambatan suatu audit. Pengaruh Total Aset terhadap Audit Delay Data dari tabel Path Coefisien menunjukkan bahwa variabel Total Assets mempunyai koefisien nilai jalur -0,030, alpha sebesar 0,05 (P Values > 0,. , dan P Value sebesar 0,571. Kita kemudian dapat menyimpulkan bahwa H 1 ditolak meskipun H0 diterima. Hal ini membuktikan bahwa Total Aset bukan merupakan faktor penentu Audit Delay. Pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Audit Delay Berdasarkan tabel Path Coefisien, variabel Debt to Asset Ratio (DAR) mempunyai koefisien determinasi sebesar 157, alpha sekitar 0. 05 (P Values > 0. , dan P Value sebesar 0. 397 Kita dapat menghilangkan H1 dan menyimpulkan H0 dibingkai. Hal ini menunjukkan bahwa Audit Delay tidak berpengaruh terhadap DAR. Pengaruh Return on Asset (ROA) terhadap Audit Delay Tabel Koefisien Jalur menunjukkan bahwa variabel Return on Assets (ROA) mempunyai P Value sebesar 0,182, alpha sebesar 0,05 (P Values > 0,. , dan koefisien nilai jalur sebesar -0,239. Oleh karena itu H1 ditolak meskipun H0 diterima. Oleh karena itu. Audit Delay tidak berpengaruh terhadap Return on Assets. Hasil dan Pembahasan Pengaruh Audit Tenure terhadap Audit Delay Dari hasil uji t dapat disimpulkan bahwa Audit Tenure mempunyai pengaruh yang merugikan terhadap Audit Delay. Korelasi negatif antara masa audit dan penundaan audit menunjukkan bahwa auditor memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bisnis, efisiensi audit meningkat, dan penundaan audit menurun seiring dengan bertambahnya durasi audit. Hal ini menyederhanakan prosedur audit dari waktu ke waktu, membantu auditor menetapkan program audit yang sukses dan laporan keuangan yang baik. Audit yang efisien membantu perusahaan menghasilkan laporan keuangan tepat waktu. Mirip dengan penelitian sebelumnya, audit tenure menurunkan audit delay (Ismawati dan Nazmel Nazir. Ratnaningsih dan Dwirandra, 2. Penelitian ini bertentangan dengan Praptika dan Rasmini . Pratiwi dan Wiratmaja . , serta Sawitri dan Budiartha . yang tidak menemukan hubungan antara audit tenure dan delay. Masa audit juga membantu penyampaian laporan keuangan tepat waktu, menurut Kristiantini dan Sujana . Pengaruh Kompleksitas Operasi Perusahaan terhadap Audit Delay Rumitnya aktivitas perusahaan tidak banyak berpengaruh pada lamanya audit, menurut hasil uji t. Korporasi, dengan banyak anak perusahaan, berupaya memastikan penyampaian laporan keuangan tepat waktu untuk mempertahankan posisinya. Bisnis ini mengelola operasional anak perusahaannya yang rumit, namun juga memiliki pengendalian internal yang kuat dan sistem informasi akuntansi yang efisien untuk memastikan persiapan dan pengarsipan laporan keuangan berjalan lancar. Keberadaan anak perusahaan tidak mempunyai dampak material terhadap auditor yang melakukan audit. Auditor yang berpengalaman dapat dengan cepat memahami proses audit. Selain itu, semua perusahaan diawasi oleh investor, regulator, dan pihak lainnya sehingga diwajibkan untuk menyerahkan laporan keuangan tepat waktu. Persiapan, termasuk perencanaan pre-audit yang menyeluruh, adalah kunci untuk menghasilkan laporan keuangan dengan cepat. Jumlah anak perusahaan tidak mempengaruhi penundaan audit karena akuntan profesional menangani laporan konsolidasi dan auditor yang kompeten mendistribusikan pekerjaannya dengan tepat. Audit delay tidak mempengaruhi kompleksitas bisnis seperti yang ditemukan pada penelitian-penelitian sebelumnya (Fitrianingsih dan Triyanto, 2. Penelitian ini bertentangan dengan Darmawan dan Widhiyani . serta Widyastuti dan Astika . yang menemukan bahwa audit delay meningkatkan kompleksitas Penundaan audit mengurangi kompleksitas perusahaan (Chandra, 2. Pengaruh Total Aset terhadap Audit Delay Uji t menunjukkan tidak ada hubungan antara total aset dengan audit delay. Jumlah aset perusahaan tidak mempengaruhi durasi audit. Auditor selalu bertindak profesional dan mengikuti persyaratan audit IAI, berapa pun ukuran perusahaannya. Untuk menghindari penundaan audit, perusahaan memberi penghargaan kepada manajemen yang berkinerja tinggi. Investor, pengawas modal, dan otoritas pemerintah memantau perusahaanperusahaan yang terdaftar di BEI. Dengan demikian, tekanan pelaporan keuangan mempengaruhi organisasi aset besar, menengah, dan kecil. Pengaruh Audit Tenure. Kompleksitas Operasi Perusahaan. Total Aset. Solvabilitas, dan Profitabilitas Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumen Non-Primer Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2018-2022 (Mimelientesa Irman. Sherly Alexa Candra. Linda Hetri Suriyant. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Seperti penelitian sebelumnya, penelitian ini tidak menemukan korelasi antara durasi audit dan total aset (Annisa, 2018. Aryaningsih dan Ketut Budiartha, 2. Apriyana dan Rahmawati . Ariyanto . Darmawan dan Widhiyani . Natonis dan Tjahjadi . , serta Saputri . menemukan dampak negatif yang cukup besar, namun penelitian ini menemukan hal sebaliknya. waktu penyelesaian audit dan total aset. Total aset meningkatkan audit delay (Armansyah dan Kurnia, 2015. Pratiwi dkk. , 2019. Ulfa dan Primasari, 2017. Widyastuti dan Astika, 2. Pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Audit Delay Debt to Asset Ratio (DAR) tidak ada pengaruhnya terhadap Audit Delay, berdasarkan temuan uji t. Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah suatu perusahaan lebih suka meminjam uang atau menggunakan asetnya sendiri adalah rasio utang terhadap aset, atau DAR. Jika bisnis memutuskan untuk mengambil utang, baik jumlah utang maupun aset perusahaan akan meningkat. Rasio utang terhadap aset (DAR) yang tinggi, yang menunjukkan kemungkinan masalah keuangan, menunjukkan risiko keuangan yang lebih tinggi bagi bisnis. Meskipun demikian, pengaruh DAR tidak selalu merugikan. Profitabilitas perusahaan dapat meningkat drastis dan tantangan keuangan dapat dihindari jika utang dikelola secara efektif, efisien, dan tepat waktu. Selain itu, audit delay dapat dicegah dengan tidak melakukan negosiasi dengan auditor selama proses audit. Auditor memiliki standar yang harus dipatuhi selama proses audit dan memiliki rentang waktu yang telah ditentukan, oleh karena itu tinggi rendahnya utang bisnis tidak ada sangkut pautnya dengan standar yang mereka gunakan. Oleh karena itu, kondisi audit delay tidak dipengaruhi oleh tingkat Debt to Asset Ratio (DAR) perusahaan. Temuan ini mendukung penelitian Fitrianingsih dan Triyanto . Ismawati dan Nazmel Nazir . Natonis dan Tjahjadi . , serta Ulfa dan Primasari . yang tidak menemukan korelasi antara solvabilitas dan waktu audit. Berbeda dengan Apriyana dan Rahmawati . Ariyanto . Aryaningsih dan Budiartha . Pratiwi, dkk. , serta Saputri . , yang semuanya menemukan bahwa solvabilitas mempunyai dampak menguntungkan terhadap audit delay, temuan penelitian ini bertentangan dengan pernyataan tersebut. Menurut Chandra . , solvabilitas berdampak buruk terhadap audit delay. Pengaruh Return on Asset (ROA) terhadap Audit Delay Hasil uji t menunjukkan bahwa Audit Delay dan Return on Assets (ROA) tidak berhubungan. Tidak ada korelasi antara profitabilitas dan audit delay karena waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan laporan keuangan audit tidak berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan profitabilitas yang tinggi atau rendah dibandingkan dengan aset yang dimilikinya. Perusahaan ragu untuk segera memberikan laporan keuangan yang telah diaudit karena tidak banyak permintaan dari pemangku kepentingan. Alasan di balik hal ini adalah metode audit menjadi semakin serupa baik untuk bisnis yang menguntungkan maupun tidak produktif, karena organisasi dari semua ukuran bertujuan untuk menyederhanakan proses audit mereka. Penelitian Apriyana dan Rahmawati . Armansyah dan Kurnia . Ismawati dan Nazir . , serta Pratiwi dkk. tidak menemukan hubungan antara audit delay dengan profitabilitas. Kesimpulan ini juga didukung oleh penelitian ini. Di sisi lain, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay (Ariyanto, 2018. Chandra, 2022. Natonis & Tjahjadi, 2019. Yartono , 2. PENUTUP Perusahaan sektor produk konsumen non-primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami audit delay pada tahun 2018Ae2022, berdasarkan penelitian yang menguji pengaruh audit tenure, kompleksitas operasional perusahaan, total aset, solvabilitas, dan profitabilitas. pada penundaan audit. Hal-hal berikut dapat disimpulkan: . Terdapat korelasi negatif antara masa audit dan penundaan audit, yang berarti bahwa masa kerja audit akan berkurang seiring bertambahnya durasi masa kerja audit. Karena durasi audit tidak berhubungan dengan kompleksitas operasi bisnis, tingkat kompleksitas operasional yang lebih besar tidak akan mempengaruhi durasi audit. Peningkatan total aset tidak akan mempengaruhi audit delay karena total aset tidak mempengaruhi audit delay. Tidak terdapat korelasi antara audit delay dengan debt-to-asset ratio (DAR), sehingga semakin tinggi DAR tidak akan menyebabkan audit delay. Karena keterlambatan audit tidak berdampak pada Return on Assets (ROA), maka ROA yang semakin besar tidak akan menyebabkan penundaan audit. Penelitian ini memiliki sejumlah kelemahan, meskipun faktanya penelitian ini telah mengikuti seluruh prosedur ilmiah yang diperlukan: . Penting untuk berkonsultasi dengan situs web lain untuk mengumpulkan data, karena tidak semua operasi diungkapkan dalam laporan keuangan dan tahunan perusahaan. setiap perusahaan. Karena beberapa komponen tidak ada atau tidak jelas, maka yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan, bukan laporan keuangan triwulanan. Data penelitian dianggap tidak berdistribusi normal karena uji Kolmogorov-Smirnov software SPSS yang digunakan untuk menilai normalitas data menghasilkan nilai signifikan di bawah 0,05. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Setelah mempertimbangkan batasan penelitian yang telah disebutkan sebelumnya, diambil kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Oleh karena itu, peneliti ingin memberikan beberapa saran yang dapat bermanfaat bagi: Mereka berharap hasil penelitian ini dapat memberikan pencerahan terhadap variabel-variabel penyebab audit delay pada suatu perusahaan dan memberikan kontribusi pada diskusi akademis tentang pemeriksaan akuntansi . Audit delay diyakini dipengaruhi oleh variabel-variabel seperti ukuran KAP, pergantian auditor, opini auditor, umur perusahaan, jenis industri, biaya audit, kualitas audit, dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Peneliti selanjutnya berharap penelitian ini dapat memberikan lebih banyak referensi dan literatur untuk jenis penelitian ini. Untuk meminimalkan penundaan audit, auditor mengantisipasi bahwa temuan penelitian ini akan menjadi sumber daya untuk membuat rencana yang lebih efektif dan efisien. Hal ini dimaksudkan agar regulator dapat memberikan masukan dan mempertimbangkan penyebab terjadinya audit delay dalam pembuatan peraturan perundang-undangan mengenai jangka waktu penyampaian laporan keuangan yang telah diaudit. Agar laporan keuangan dapat disampaikan tepat waktu, perusahaan harus memperhitungkan temuan penelitian ini dalam kontribusinya. DAFTAR RUJUKAN Adinata. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Penyampaian Laporan Keuangan kepada Publik Studi Empiris pada Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2015 [Skrips. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Annisa. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Jenis Opini Auditor. Ukuran KAP, dan Audit Tenure terhadap Audit Delay. Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia, 1. , 108Ae121. https://doi. org/http://dx. org/10. 32493/JABI. Apriyana. , & Rahmawati. Pengaruh Profitabilitas. Solvabilitas. Ukuran Perusahaan, dan Ukuran KAP terhadap Audit Delay pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015. Nominal. Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 6. https://doi. org/10. 21831/nominal. Ariyanto. Pengaruh Total Asset. Profitabilitas. Solvabilitas. Ukuran KAP terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Jasa Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2. [Skrips. Universitas Islam Indonesia. Armansyah. , & Kurnia. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Profitabilitas, dan Opini Auditor terhadap Audit Delay. Jurnal Ilmu Dan Riset, 4. http://jurnalmahasiswa. id/index. php/jira/article/download/3224/3240 Aryaningsih. , & Ketut Budiartha. Pengaruh Total Aset. Tingkat Solvabilitas, dan Opini Audit Audit Delay. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 7. , 747Ae760. https://ojs. id/index. php/akuntansi/article/view/7621/6907 Chandra. Pengaruh Kompleksitas Operasi Perusahaan. Tingkat Profitabilitas, dan Solvabilitas terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2. Prosiding: Ekonomi Dan Bisnis, 1. https://jurnal. id/index. php/pros Connelly. Zweig. Webster. , & Trougakos. Knowledge Hiding in Organizations. Journal of Organizational Behavior, 33. , 64Ae88. Darmawan. , & Widhiyani. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Kompleksitas Operasi Perusahaan, dan Komite Audit pada Audit Delay. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 21. , 254Ae282. https://ojs. id/index. php/Akuntansi/article/download/32995/20673 Devi. , & Suaryana. Pengaruh Profitabilitas dan Solvabilitas terhadap Ketepatan Waktu dengan Reputasi Kantor Akuntan Publik Sebagai Pemoderasi. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 17. , 395Ae425. Fitrianingsih. , & Triyanto. Pengaruh Kompleksitas Operasi Perusahaan. Leverage. Umur Perusahaan dan Kontinjensi Terhadap Audit Delay (Studi pada Perusahaan Subsektor Perdagangan Besar yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2. E-Proceeding of Management, 7. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariabel dengan Program IBM SPSS 25 . th ed. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ismawati. , & Nazmel Nazir. Pengaruh Audit Tenure. Profitabilitas. Opini Audit, dan Leverage terhadap Audit Delay pada Perusahaan Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2021. Jurnal Ekonomi Trisakti, 3. https://doi. org/10. 25105/jet. Jensen. , & Meckling. Theory of the Firm: Managerial Behavior. Agency Costs and Ownership Structure. Journal of Financial Economics, 3. , 305Ae360. https://doi. org/10. 1016/0304405X. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Raja Grafindo Persada. Pengaruh Audit Tenure. Kompleksitas Operasi Perusahaan. Total Aset. Solvabilitas, dan Profitabilitas Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumen Non-Primer Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2018-2022 (Mimelientesa Irman. Sherly Alexa Candra. Linda Hetri Suriyant. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Kristiantini. , & Sujana. Pengaruh Opini Audit. Audit Tenure. Komisaris Independen, dan Kepemilikan Manajerial pada Ketepatwaktuan Publikasi Laporan Keuangan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 20. , 729Ae757. Kurnia. Analisis Signifikansi Leverage dan Kebijakan Deviden terhadap Nilai Perusahaan. JAK (Jurnal Akuntans. Kajian Ilmiah Akuntansi, 4. Mahmudi. , & Ratnaningsih. Pengaruh Ukuran Kantor Akuntan Publik. Audit Tenure. Rotasi Kantor Akuntan Publik Kualitas Audit. 1Ae16. http://repository. id/1828/1/11160000084_ARTIKEL INDONESIA_2020. Natonis. , & Tjahjadi. Determinant of Audit Report Lag Among Mining Companies in Indonesia. Jurnal Organisasi Dan Manajemen, 15. , 68Ae81. Ningsih. , & Widhiyani. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Laba Operasi. Solvabilitas, dan Komite Audit pada Audit Delay. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 12. , 481Ae495. https://repositori. id/protected/storage/upload/repositori/0288e39506476280e6b28b4010ccb4 Praptika. , & Rasmini. Pengaruh Audit Tenure. Pergantian Auditor, dan Financial Distress pada Audit Delay pada Perusahaan Consumer Goods. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 15. , 2052Ae2081. https://ojs. id/index. php/akuntansi/article/download/17786/13957 Pratiwi. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Spesialisasi Auditor, dan Reputasi Auditor terhadap Audit Report Lag (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2. [Skrips. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Pratiwi. , & Wiratmaja. Pengaruh Audit Tenure dan Kompleksitas Operasi terhadap Audit Delay Perusahaan Pertambangan di BEI Tahun 2013-2016. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 24. , 1964Ae1989. https://doi. org/10. 24843/eja. Pratiwi. Rasuli. , & Odiatma. Pengaruh Total Aset. Tingkat Solvabilitas. Opini Audit. Profitabilitas dan Jenis Industri terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur dan Multifinance yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi, 6. Ratnaningsih. , & Dwirandra. Spesialisasi Auditor sebagai Variabel Pemoderasi Pengaruh Audit Tenure dan Pergantian Auditor pada Audit Delay. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 16. , 18Ae44. https://ojs. id/index. php/Akuntansi/article/download/16074/14300 Saputri. Analisis Pengaruh Total Aset. Solvabilitas. Opini Auditor. Likuiditas, dan Ukuran KAP terhadap Audit Delay. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sawitri. , & Budiartha. Pengaruh Audit Tenure dan Financial Distress pada Audit Delay dengan Spesialisasi Auditor sebagai Variabel Pemoderasi. E-Jurnal Akuntansi, 22. , 1965Ae1991. https://doi. org/10. 24843/eja. Ulfa. , & Primasari. Pengaruh Laba Akuntansi. Opini Audit. Solvabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 6. , 161Ae180. Widyastuti. , & Astika. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Kompleksitas Operasi Perusahaan, dan Jenis Industri terhadap Audit Delay. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 18. , 1082Ae1111. https://ojs. id/index. php/Akuntansi/article/download/23399/17806 Wulandari. , & Utama. Reputasi Kantor Akuntan Publik sebagai Pemoderasi Pengaruh Profitabilitas dan Solvabilitas pada Audit Delay. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 17. , 1455Ae1484. Yartono. Asyari, & Achyarsyah. Critical Evaluation of Audit Delay Survey in Various Manufacturing Industry 2016 - 2020. International Journal of Economics. Management. Business and Social Science (IJEMBIS), 3. , 52Ae66. https://doi. org/https://doi. org/10. 59889/ijembis. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024