Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . GAMBARAN KEBUTUHAN INFORMASI TENTANG PAP SMEAR PADA IBU PKK DI CEMPAKA PUTIH TENGAH 13 KELURAHAN CEMPAKA PUTIH TIMUR JAKARTA Lusiana1. Rosini1*. Elfitri Kurnia Erza1 Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas YARSI *Korespondensi: rosini. @yarsiac. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebutuhan informasi tentang pap smear pada ibu-ibu PKK di Cempaka Putih Tengah 13 Kelurahan Cempaka Putih Timur Jakarta Pusat. Jenis penelitian yaitu deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling jenis sampel jenuh. Populasi penelitian yaitu ibu PKK di Kelurahan Cempaka Putih Timur dengan sampel sebanyak 70 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Subjek Informasi: responden membutuhkan informasi mengenai topik apa itu pap smear dan bagaimana cara melakukannya . 82%), dengan alasan untuk memenuhi tugas pekerjaan . ,21%). Sumber Informasi: responden menyatakan lebih menyukai internet 62,74%. Fungsi Informasi: informasi tentang pap smear untuk menambah pengetahuan sendiri . 15%). Bentuk Sumber: informasi yang paling banyak digunakan adalah . tercetak: buku 42,13%, . elektronik: website . ,86%), . langsung: tenaga ahli/dokter . ,33%). Kesadaran akan Informasi: informasi pap smear dibutuhkan untuk diri sendiri guna mencegah kanker serviks . 74%). Sudut Pandang: dari sudut pandang lingkungan diketahui bahwa sudah banyak yang terkena penyakit kanker serviks 47,05%. Gaya Hidup: diketahui bahwa timbulnya penyakit kanker serviks disebabkan karena tidak melakukan pap smear secara berkala 35,29%. Kualitas Informasi: informasi berkualitas berasal dari pakar ahli kesehatan . 62%). Kemutakhiran Informasi: 100%. Kata kunci: Kanker serviks. Kebutuhan informasi. ibu PKK. Pap smear PENDAHULUAN Salah satu informasi yang penting untuk diketahui masyarakat adalah informasi tentang Informasi kesehatan adalah sebuah data seseorang terkait dengan kesehatan seseorang, termasuk gejala, diagnosis, prosedur, dan hasil pemeriksaan . nternational, no dat. Pendapat lainnya menyebutkan bahwa informasi kesehatan merupakan sebuah data pribadi tentang kesehatan seseorang (Australian Law Reform Commission, 2. Salah satu topik informasi kesehatan yaitu mengenai kanker serviks. Kanker serviks adalah pertumbuhan sel-sel abnormal pada lapisan serviks (Cancer Council, 2. Menurut Globocan 2020 (The Global Cancer Observatory, 2. , kanker serviks merupakan penyakit kanker kedua yang banyak diderita wanita setelah kanker payudara Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 sekaligus sebagai peringkat kedua dan juga penyebab kematian nomor 2 pada 10 penyakit kanker tertinggi di Indonesia. Gambar 1. Kanker serviks sebagai penyakit kanker kedua terbanyak pada wanita (Sumber: The global cancer observatory, 2. Gambar 2. 10 Penyakit kanker tertinggi di Indonesia ( Sumber: The global cancer observatory, 2. Upaya pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dini terhadap serviks secara rutin. Deteksi dini kanker serviks yang ada saat ini meliputi IVA . nspeksi visual asam aseta. , pap smear, pap smear berbasis cairan, dan HPV DNA (Bulan Kesadaran Kanker Serviks : Januari 2021, 2. Dari berbagai macam metode tersebut, metode tes pap smear merupakan metode yang banyak disarankan oleh World Health Organization (WHO, 2. yang merekomendasikan kepada wanita yang telah menikah atau telah berhubungan seksual untuk menjalani pemeriksaan pap smear minimal setahun Dengan banyaknya kasus kanker serviks ini, masyarakat khususnya wanita membutuhkan informasi terkait dengan pentingnya pemeriksaan pap smear. Agar dapat diketahui dengan jelas dan pasti kebutuhan informasi tentang pap smear, maka perlu dilakukan analisis kebutuhan. Salah satu kelompok yang membutuhkan informasi tentang Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 pap smear adalah ibu PKK, yaitu sebuah organisasi kemasyarakatan desa yang mampu menggerakkan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan, juga berperan dalam kegiatan perkembangan desa (Joan F Rantang, 2. Hampir di seluruh unit kelurahan atau desa mempunyai PKK, termasuk PKK di daerah Cempaka Putih Timur. Jakarta Pusat. Lalu bagaimana gambaran kebutuhan informasi tentang pap smear pada ibu-ibu PKK di Cempaka Putih Tengah 13 Kelurahan Cempaka Putih Timur. Jakarta Pusat. Dari permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebutuhan informasi tentang pap smear pada ibu-ibu PKK di Cempaka Putih Tengah 13 Kelurahan Cempaka Putih Timur Jakarta Pusat. METODE 1 Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pemilihan metode tersebut berkaitan dengan tujuan penelitian, yaitu mengetahui gambaran mengenai kebutuhan informasi kesehatan tentang pap smear pada ibu PKK di Cempaka Putih Tengah 13 Kelurahan Cempaka Putih Timur. Jakarta Pusat. 2 Jenis dan Sumber Data Jenis data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diambil dengan instrumen Kuesioner menggunakan jenis pertanyaan terbuka . heck bo. dan tertutup . kala likert dan guttma. Untuk pertanyaan tertutup dengan skala likert, menggunakan nilai skala seperti pada Tabel 1, sedangkan untuk pertanyaan tertutup dengan menggunakan skala guttman, dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 1. Penghitungan Skor Skala Likert Pertanyaan Skor Sangat Sering Sering Cukup Sering Jarang Tidak Pernah Tabel 2. Penghitungan Skor Skala Guttman Pertanyaan Tidak Skor Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 3 Populasi dan Sampel Berdasarkan informasi dari salah satu perwakilan dari PKK di wilayah Cempaka Putih Tengah 13 Kelurahan Cempaka Putih Jakarta Pusat bahwa ibu-ibu yang mengikuti organisasi PKK di wilayah tersebut berjumlah 70 orang. Dengan menggunakan teknik nonprobability sampling jenis sampling jenuh, maka responden dalam penelitian ini berjumlah 70 orang. 4 Operasional Variabel Operasional variabel adalah uraian dari variabel yang digunakan dalam penelitian. Pembuatan kuesioner mengacu pada teori kebutuhan informasi yang diterapkan oleh Nicholas . Teori ini memetakan 8 indikator untuk memetakan kebutuhan informasi. Namun, dari 8 indikator tersebut, dalam penelitian ini hanya mengunakan 7 indikator. Dikarenakan salah satu variabel tersebut tidak sesuai dengan kondisi dan tujuan dalam Dari ketujuh indikator tersebut, diturunkan menjadi 14 pertanyaan. Table 3. Variabel dan Indikator pembuatan kuesioner Variabel Indikator Item Pertanyaan - Topik Informasi Kebutuhan Subjek Informasi - Referensi sumber informasi Informasi - Alasan mencari informasi (David Nichola. Fungsi Informasi - Manfaat dari informasi tersebut Bentuk/Format sumber - Cetak - Elektronik - Sumber langsung Kesadaran akan - Kesadaran mengenai kebutuhan informasi - Cara yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasi - Alasan Sudut Pandang - Lingkungan - Gaya Hidup Kualitas Informasi - Sumber informasi yang berkualitas Kemutakhiran - Kemutakhiran informasi Informasi Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 5 Analisis Data Analisis data dilakukan secara deskriptif. Untuk menyederhanakan data penelitian menjadi informasi yang lebih sederhana dan lebih mudah dipahami, dilakukan analisis tabulasi data dengan perangkat microsoft excel. Tabulasi tunggal dibuat dengan menggunakan rumus: P F/N X 100% Keterangan: P = Persentase responden F = Jumlah jawaban yang diperoleh N = Jumlah total responden 6 Uji Validitas dan Reliabilitas Sebelum kuesioner sebagai instumen disebarkan, maka kuesioner harus valid dan reliabel. Untuk itu dilakukan pengujian terhadap instrumen, yaitu kuesioner Pada uji validitas, dilakukan analisis butir dengan menggunakan statistical product and service solutions (SPSS). Adapun kriteria pengujian jika koefisien . > r tabel pada taraf signifikansi 0,05 maka instrumen penelitian dinyatakan valid, sedangkan sebaliknya jika koefisien . < r tabel pada taraf signifikansi 0,05 maka instrumen penelitian dinyatakan tidak valid. Dari hasil uji validitas, didapatkan hasil r table sebesar 361, sedangkan pada seluruh pertanyaan baik yang menggunakan skala likert maupun guttman, diperoleh semuanya > dari r tabel. Dengan demikian, seluruh item pertanyaan pada responden dinyatakan valid. Sedangkan untuk uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS hasil uji diketahui nilainya sebesar 0. 974 untuk pertanyaan dengan skala likert dan 981 untuk pertanyaan skala guttman. Dengan demikian, seluruh item pertanyaan juga dinyatakan reliabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari seluruh responden tersebut diberikan pertanyaan filtering atau seleksi terkait apakah responden membutuhkan informasi mengenai pap smear atau tidak. Hasilnya adalah ada 51 responden yang membutuhkan informasi, sedangkan sisanya sebanyak 19 Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 responden merasa tidak membutuhkan informasi mengenai pap smear. Sehingga data responden yang diolah dan dianalisis sebanyak 51 responden. Untuk mendapatkan besarnya persentase yang merupakan hasil penelitian ini, maka dilakukan dengan cara menghitung sesuai dengan rumus persentase di bagian metode di atas, yaitu jumlah jawaban yang diperoleh dibagi dengan jumlah total responden kemudian dikalikan 100%. Untuk pertanyaan dengan skala guttman, jumlah yang dihitung adalah jawaban AuYaAy, sedangkan untuk pertanyaan dengan skala likert, jumlah yang dihitung adalah dengan menghitung pada jawaban AuseringAy dan Ausangat seringAy. Hasil penelitian yang diperoleh dari setiap indikator pada penelitian ini adalah sebagai Tabel 5. Kebutuhan Informasi Ibu PKK Cempaka Putih Tengah 13 Tentang Pap Smear Berdasarkan Indikator David Nicholas No. Indikator (David Nichola. Subjek Informasi Fungsi Informasi Bentuk/Format Sumber Informasi Kesadaran akan Informasi Sudut Pandang Kualitas Informasi Topik Item Pertanyaan - Topik Informasi - Referensi sumber - Alasan mencari subjek informasi Apa itu pap smear dan bagaimana cara Sumber referensi internet Untuk memenuhi tugas Menambah pengetahuan Buku Website Pakar/Ahli (Dokte. Mencari informasi tentang pap smear untuk keperluan sendiri dalam rangka mencegah terjadinya kanker serviks Cara yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang pap smear adalah menanyakan ke ahli Melakukan pencarian informasi kesehatan karena saat ini di lingkungan rumah saya sedang ada isu kesehatan tentang pap Tidak melakukan pemeriksaan leher rahim secara berkala Mempercayai informasi yang disampaikan oleh para pakar ahli kesehatan, seperti : - Manfaat dari informasi tersebut - Cetak - Elektronik - Sumber langsung - Kesadaran - Cara yang dilakukan untuk - Lingkungan - Gaya hidup - Sumber informasi yang berkualitas Presentase 58,82% 62,74% 39,21% 92,15% 42,13% 56,86% 60,33% 62,74% 61,29% 47,05% 35,29% 68,62% Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 Kemutakhiran Informasi dokter, dokter kandungan. Memilih informasi terkini - Kemutakhiran Dari Tabel 5 tersebut, maka dapat diketahui kebutuhan informasi pada indikator subjek informasi tentang pap smear yang dirasakan oleh para responden adalah Auapa itu pap smearAy dan Aubagaimana cara melakukan pap smearAy sebanyak 30 orang atau sebesar 82% atau lebih dari setengah jumlah responden. Namun demikian, ada pula kebutuhan lainnya dari para responden terhadap pap smear. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bawden dan Robinson . bahwa kebutuhan informasi setiap orang pastinya berbeda dan waktu penggunaan informasi tersebut juga rata-rata tidak bersamaan. Data alasan mengapa para responden memiliki kebutuhan informasi terhadap pap smear, yaitu untuk memenuhi tugas atau pekerjaan . ,21%) sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Christina . , bahwa kebutuhan informasi adalah sesuatu yang sebaiknya dimiliki seseorang untuk memenuhi tugas pekerjaannya, penelitian, pendidikan, dan juga sebagai Untuk bentuk atau format informasi para responden memilih buku 42,13% untuk informasi tercetak, website 56,86% untuk elektronik, dan pakar/ahli . 60,33% sebagai informasi secara langsung. Hasil ini juga sesuai dengan pernyatan Nicholas . bahwa pengguna informasi memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda dalam memperoleh informasi. Ada kalanya pengguna informasi lebih paham menggunakan atau mencari informasi dengan format cetak atau online hal tersebut tergantung masing-masing Secara keseluruhan, para responden lebih memilih bentuk informasi secara langsung dibandingkan dengan bentuk informasi tercetak. Kesadaran akan kebutuhan informasi ini menjadi motivasi dalam diri seseorang untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa responden rata-rata membutuhkan informasi untuk keperluannya sendiri dalam rangka mencegah terjadinya kanker serviks sebesar 62. 74% atau lebih dari setengah. Responden konsisten dengan jawabannya ketika ditanyakan mengenai fungsi informasi tentang pap smear, hampir seluruhnya . ,15%), yaitu untuk menambah pengetahuan sendiri. Motivasi lain yang tak kalah besar nilainya . 78%) yang juga mendorong pencarian informasi tentang pap smear adalah karena merasa belum paham mengenai pap smear. Setiap orang akan Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 sadar pada saat membutuhkan suatu informasi baik itu untuk kebutuhan sendiri atau kebutuhan akibat tuntutan pekerjaan Nicholas . Menurut Khairunnisa et. gaya hidup merupakan salah satu indikator kualitas hidup seseorang. Gaya hidup dan lingkungan juga mendorong terjadinya pencarian informasi atau kebutuhan informasi pada indikator sudut pandang seseorang. Dalam penelitian ini, gaya hidup yang kurang sehat yaitu Autidak melakukan pemeriksaan leher rahim secara berkalaAy mempengaruhi pencarian informasi pada 18 orang responden atau sebesar 35,29%. Sedangkan sebanyak 24 orang atau 47,05% merasa perlu mencari informasi tentang pap smear karena Audi lingkungan rumah saat ini sedang ada isu kesehatan tentang pap smearAy. Untuk indikator kualitas informasi diwakili oleh pemilihan sumber informasi yang dianggap bekualitas oleh para responden. Berdasarkan Tabel 5 di atas, dapat dilihat bahwa kualitas sumber informasi yang dipilih responden dalam mencari informasi tentang pap smear rata-rata informasi yang disampaikan oleh para pakar ahli kesehatan, seperti dokter, dokter kandungan, dsb. dengan jumlah 68. 62% atau lebih dari setengah responden memilih pernyataan tersebut. Pemenuhan kebutuhan informasi didukung oleh sumber informasi yang valid Nicholas . Dari hasil yang telah diperoleh, responden lebih memilih para pakar ahli, maka dapat disimpulkan bahwa pendapat yang disampaikan Nicholas ada kesamaan dengan hasil yang diperoleh pada penelitian ini. KESIMPULAN Kebutuhan informasi setiap orang berbeda-beda. Begitu juga dengan kebutuhan informasi para ibu PKK di Cempaka Putih mengenai pap smear. Kebutuhan informasi ini dipengaruhi oleh berbagai indikator seperti yang disampaikan Nicholas . yaitu subjek informasi yang dicari, fungsi atau pemanfaatan informasi, format atau bentuk sumber informasi, kesadaran akan informasi tersebut, sudut pandang pencari informasi, kualitas dan kemutakhiran informasi yang diinginkan dan diharapkan. Penelitian ini menggambarkan kebutuhan informasi para ibu PKK Cempaka Putih Tengah 13 Jakarta Pusat. Kelemahan penelitian ini adalah jumlah responden yang sedikit dan dilakukan di satu wilayah tertentu saja sehingga hasil penelitian kurang bisa menggambarkan kebutuhan informasi secara utuh dan global. Penelitian sejenis mungkin dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan penelitian ini. Penelitian sejenis dapat dilakukan dengan pendekatan Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 metode atau profesi yang berbeda sehingga dapat menjadi khasanah pengetahuan tentang kebutuhan informasi di bidang tertentu. DAFTAR PUSTAKA