Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Volume 22 Nomor 2 Desember 2025. Halaman 450-457 https://uia. e-journal. id/guidance https://doi. org/10. 34005/guidance. STUDI TENTANG KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA DARI KELUARGA BROKEN HOME DI SMPN 23 SAMARINDA Wilda Sari*1. Dwi Nugroho Hidayanto2 Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia*1, 2 E-mail: wildasari082003@gmail. Info Artikel Accepted: Oktober 2025 Published: Desember 2025 Abstract This research to determine the learning discipline of students who come from families broken home at SMPN 23 Samarinda. This study uses a qualitative approach with a qualitative descriptive research type. Data collection methods use interviews, observations and documentation. Data analysis is obtained through the process of analyzing the results of interview transcripts, data reduction, data presentation and drawing conclusions from BK teachers, subject teachers, students from families broken home and the student's close friends. Based on the research results, three students were found who came from families broken home have problems in their learning discipline as shown by evidence of their absence from school, and rarely submitting assignments given by teachers. Thus, it can be concluded that the family conditions of students at SMPN 23 Samarinda are not intact or broken home affect their learning discipline, especially in terms of attendance, assignment submission, and participation in school. Lack of parental attention due to divorce causes students to have to be independent and face various learning obstacles. Keywords: learning. broken home. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedisiplinan belajar siswa yang berasal dari keluarga broken home di SMPN 23 Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data didapatkan melalui proses menganalisis hasil tanskrip wawancara, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dari guru BK, guru mata pelajaran, siswa yang berasal dari keluarga broken home serta teman dekat siswa tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan tiga siswa yang berasal dari keluarga broken home memiliki masalah dalam kedisiplinan belajarnya ditunjukkan dengan bukti-bukti ketidakhadirannya di sekolah, dan jarang mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa kondisi keluarga siswa SMPN 23 Samarinda yang tidak utuh atau broken home berpengaruh terhadap kedisiplinan belajarnya, terutama dalam hal kehadiran, pengumpulan tugas, dan partisipasi di sekolah. Kurangnya perhatian orang tua akibat perceraian menyebabkan siswa harus mandiri dan menghadapi berbagai hambatan belajar. Kata kunci: belajar. broken home. p-ISSN1978-6794 e-ISSN 2715-5307 A2025 Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Alamat korespondensi: Kampus FKIP UIA. Jalan Jatiwaringin No. masalah ekonomi, perselisihan yang terjadi PENDAHULUAN Keluarga merupakan wadah pertama secara terus-menerus, kekerasan dalam rumah dan utama untuk tumbuh kembang anak dari tangga, atau bahkan ketidakhadiran salah satu lahir sampai dewasa. Keluarga terdiri dari orang tua karena alasan lain selain perceraian. orang tua . yah dan ib. dan anak. Sebagian Dengan demikian, broken home tidak hanya besar kehidupan anak berada di dalam disebabkan oleh perceraian, tetapi juga oleh keluarga, maka dari itu keluarga memiliki berbagai permasalahan internal keluarga yang peran yang sangat besar dalam diri anak, tidak terselesaikan dengan baik. Broken home terutama dalam pembentukan karakter atau berasal dari bahasa inggris yang artinya adalah moral di masa depan (Wardah, 2. keluarga tidak utuh. Menurut Keadaan . kondisi broken home dapat terjadi ketika berpengaruh positif terhadap perkembangan salah satu atau kedua orang tua tidak lagi hadir Sebaliknya, keluarga yang buruk akan meninggal dunia maupun karena perceraian. Ketidakhadiran orang tua ini menyebabkan berkeluarga pasti yang terbayang dalam keluarga menjadi tidak utuh, yang pada akhirnya benaknya adalah keluarga yang harmonis, dapat mengganggu keharmonisan keluarga dan sakinah, mawaddah, marohmah dan juga berdampak negatif pada perkembangan anak. Tetapi kenyataannya, tidak semua Oleh sebab itu, istilah broken home erat kaitannya dengan perpisahan orang tua. Anak yang berasal Terkadang terdapat konflik dalam dari keluarga broken home, biasanya kurang keluarga tersebut yang dapat terjadi secara mendapatkan perhatian atau kasih sayang yang berkelanjutan dan berujung pada perceraian. utuh dari keluarganya. Sehingga, dapat memicu Dalam permasalahan ini, yang merasakan perasaan frustrasi, agresif, dan perilaku negatif dampaknya adalah seorang anak, anak akan pada anak. Menurut Ardilla & Cholid . dampak broken home pada anak mencakup mengalami ketidakstabilan dalam proses beberapa hal, diantaranya . anak merasa belajarnya di sekolah. Bahkan, sering kali kehilangan dan kurang percaya diri, sehingga mereka mendapat julukan broken home dari teman-temannya. Saat Meskipun Yulianti et al sering dianggap sebagai penyebab utama . kesulitan mencapai target broken home, namun kenyataannya ada pendidikan karena kurangnya dukungan dari berbagai faktor lain yang dapat menyebabkan orang tua. Hal ini dapat berdampak pada keluarga menjadi tidak harmonis atau bahkan kedisiplinan belajar anak di sekolah. Faktor-faktor tersebut bisa berupa Menurut Susanto dalam Jannah & Alam . menegaskan bahwa disiplin belajar kedisiplinan belajar, terdapat indikator atau aspek adalah bagian dari pengendalian diri, yang yang dapat dijadikan alat untuk mengukur menjadi syarat utama dalam mencapai kedisiplinan belajar siswa menurut Arikunto keberhasilan belajar. Sehingga, kedisiplinan dalam Simbolon . yaitu kedisiplinan di belajar adalah kesadaran untuk mematuhi dalam kelas, kedisiplinan di luar kelas dan aturan dan tata tertib demi tercapainya lingkungan sekolah serta kedisiplinan di rumah. pembelajaran yang optimal. Tujuan dari Kedisiplinan belajar di sekolah merupakan disiplin belajar adalah membantu siswa untuk keseluruhan sikap dan tingkah laku siswa yang hadir dari kesadaran dirinya untuk belajar, dengan mengelola diri mereka secara mandiri tanpa menaati dan melakukan tanggung jawab sebagai bergantung pada pengaruh eksternal. Adapun siswa dalam berbagai kegiatan belajarnya sesuai faktor-faktor kedisiplinan belajar dibagi menjadi dua yaitu Kedisiplinan belajar sangat penting dimiliki oleh faktor internal dan faktor eksternal. Anwaroti seorang siswa dikarenakan sikap disiplin yang & Humaisi . mengemukakan faktor tertanam pada siswa memiliki tujuan supaya tidak internal meliputi . faktor bawaan seperti menjadi perilaku menyimpang dan hal-hal yang keturunan dan lingkungan tempat seseorang bisa menghalangi kelancaran dalam proses belajar . faktor kesadaran, kedisiplinan Bentuk kedisiplinan belajar disekolah yaitu seperti disiplin berpakaian, disiplin waktu, diimplementasikan apabila siswa memiliki displin belajar dan disiplin menaati tata tertib kesadaran untuk menaati aturan tanpa adanya paksaan dari pihak lain. faktor minat dan Berdasarkan faktor-faktor motivasi, apabila siswa memiliki minat dan dijelaskan di atas, peran keluarga terutama orang tua merupakan hal yang sangat penting dalam menerapkan kedisiplinan secara mandiri menanamkan serta menumbuhkan kedisiplinan tanpa dorongan dari luar. faktor pola pikir, belajar pada anak. Sejalan dengan penelitian ketika siswa memahami tentang disiplin Niken dkk . yang berjudul AuDampak Broken belajar mereka akan mudah menerapkannya Home terhadap Perilaku SiswaAy ditemukan bahwa dengan kesadaran pribadi. Adapun faktor siswa yang memiliki latar belakang keluarga eksternal meliputi pola asuh atau kontrol broken home dapat menunjukkan perilaku negatif orang tua, nasihat, latihan, lingkungan dan seperti terbiasa tidak tepat waktu untuk hadir di Kombinasi kedua faktor ini sangat sekolah, membuat kegaduhan ketika belajar, tidak berperan penting dalam membentuk dan terbiasa mengucapkan salam saat bertemu guru, meningkatkan kedisiplinan belajar siswa. sering mengganggu teman dan terbiasa melanggar Selain faktor-faktor yang mempengaruhi tata tertib sekolah. Namun, tidak semua siswa menunjukkan perilaku negatif tetapi juga pelajaran, dan siswa SMPN 23 Samarinda. dapat menunjukkan perilaku yang positif Sedangkan untuk data sekunder berupa penelitian seperti lebih mandiri, mengucap salam ketika terdahulu dan dokumen-dokumen lainnya yang mendukung penelitian ini. kesusahan, dan menaati peraturan sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan metode wawancara semi terstruktur, oleh guru BK di SMPN 23 Samarinda, observasi partisipan, dan dokumentasi seperti terdapat beberapa siswa yang memiliki latar foto-foto penelitian sebagai pelengkap teknik observasi dan teridentifikasi masalah tentang kedisplinan Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. ketidakhadiran siswa tersebut di beberapa Adapun langkah-langkah menganalisis data di mata pelajaran, dan jarang mengerjakan lapangan adalah sebagai berikut: tugas-tugas Pengumpulan data . ata collectio. Melihat permasalahan di atas, peneliti Pengumpulan data dilakukan melalui tertarik untuk melakukan penelitian mengenai AuStudi tentang Kedisiplinan Belajar Siswa dokumentasi atau sering disebut dengan dari Keluarga Broken Home di SMPN 23 SamarindaAy. penelitian, peneliti melakukan penjelajahan Pada umum terhadap situasi sosial atau objek yang diteliti. Semua yang dilihat, didengar. METODE Penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Jenis penelitian deskriptif dipilih menyajikan pemecahan masalah yang ada berdasarkan kata-kata. Hal ini sesuai dengan tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan studi tentang kedisiplinan belajar siswa dari keluarga broken home di SMPN Samarinda. Penelitian menggunakan jenis data kualitatif dari sumber data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari guru BK, guru mata dan direkam akan menjadi data yang Dengan demikian, peneliti akan memperoleh data yang bervariasi. Penyederhanaan data . ata reductio. Reduksi data adalah proses yang penyederhanaan, dan pembuatan abstraksi dari data mentah yang diubah menjadi catatan yang telah disortir dan diperiksa. Pada tahap ini, analisis data difokuskan dan data yang tidak relevan dihilangkan. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mengumpulkan data selanjutnya yang subjek penelitian dan dibandingkan dengan lebih terarah. subjek lain seperti guru BK dan wali kelas. Penyajian data . ata displa. Penyajian data merupakan proses atau pengambilan tindakan. Melalui penyajian data yang terstruktur dan sistematis, kita dapat dengan mudah memahami apa yang telah terjadi, selanjutnya berdasarkan pemahaman tersebut, serta mengidentifikasi pola atau tren yang mungkin muncul. Proses ini mencakup pengujian keteraturan pola-pola penjelasan secara logis dan metodologis. Dengan kata menginterpretasikan temuan penelitian, yang lebih mendalam dan komprehensif Kesimpulan didukung oleh bukti-bukti yang kuat dari data yang telah dianalisis. Keabsahan menggunakan teknik triangulasi sumber dengan membandingkan dan memeriksa Sumber data pada penelitian ini berasal dari guru BK, wali kelas dan 3 siswa yang berasal dari keluarga broken home. Data ini dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Reduksi atau penyederhanaan data Permasalahan yang dihadapi siswa dalam suatu sekolah sangatlah beragam. Salah satu permasalahan yang sering terjadi Tetapi, peneliti memfokuskan masalah Pengumpulan data adalah tentang kedisiplinan belajar siswa. Penarikan kesimpulan . onclution HASIL DAN PEMBAHASAN diperoleh dari wawancara langsung oleh kedisiplinan belajar ini dari siswa yang berasal dari keluarga broken home. Dalam memberikan pemahaman tentang kondisi siswa broken home terhadap kedisiplinan Display data atau penyajian data Temuan wawancara peneliti sajikan dalam bentuk Terdapat 4 aspek kedisiplinan belajar yaitu kepatuhan terhadap tata tertib mengerjakan tugas sekolah dan kepatuhan terhadap kegiatan belajar di rumah. Kepatuhan terhadap tata tertib sekolah Berdasarkan hasil wawancara, diketahui siswa-siswa terhadap tata tertib yang ditunjukkan sering menyontek dan bertanya dengan teman ketika ulangan. Sering kali tidak hadir ke sekolah, bahkan dalam satu Kepatuhan dalam mengerjakan tugas minggu mereka hanya hadir satu atau dua kali. Berdasarkan diketahui bahwa siswa-siswa tersebut . Sengaja untuk tidak memakai terkadang mengumpulkan tugas tidak tepat waktu dengan alasan malas karena seperti topi, dasi dan lain-lain. kesulitan dalam mengerjakan tugas. Tidak terlalu peduli dengan Kepatuhan terhadap kegiatan belajar di . Etika Berdasarkan hasil wawancara, diketahui siswa-siswa tersebut memilih untuk siswa-siswa bermain daripada belajar ketika ada seperti berbicara yang sopan pekerjaan rumah. Namun, mereka tidak memiliki masalah tentang pembagian menggunakan nada tinggi atau waktu walaupun kondisi keluarga tidak bahasa yang kasar. lagi sama. Dalam hal administrasi sekolah, siswa-siswa Berdasarkan aspek dan indikator dari kedisiplinan belajar yang telah disajikan di administrasi sekolah seperti izin atas, ditemukan bahwa siswa-siswa tersebut lebih banyak tidak patuh terhadap tata tertib Penarikan kesimpulan tangan orang tua. Tidak kegiatan ekstrakurikuler. Tidak melaksanakan tugas piket lingkungan sekolah maupun di lingkungan Hasil temuan penelitian di lapangan sesuai dnegan tujuan penelitian yang telah peneliti tetapkan paksaan untuk mengerjakannya. sebelumnya, yaitu tidak semua anak yang berasal dari Kepatuhan terhadap kegiatan belajar keluarga broken home memiliki masalah dalam Berdasarkan hasil wawancara, siswa-siswa tersebut tidak aktif dan kesulitan dalam memahami materi pelajaran, kedisiplinan belajarnya. Namun, kondisi keluarga memiliki dampak besar bagi kedisiplinan belajar Tanpa disadari, anak terpaksa harus memahami keaadaan keluarganya. Tidak hanya dampak negatif, justru dinilai memiliki etika dan sikap sosial yang baik. Mereka cenderung lebih menghargai orang lain. Mereka memiliki empati yang tinggi, serta menjaga sikap mengungkapkan bahwa kondisi keluarga dalam pergaulan. Hal ini dapat diasumsikan membuat mereka lebih cepat belajar untuk sebagai bentuk refleksi dari pengalaman mereka menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung dalam menghadapi dinamika keluarga yang Hal ini karena mereka telah terbiasa kompleks, sehingga menjadikan mereka lebih mengurus diri sendiri, tidak bergantung peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. secara emosional pada satu figur orang tua. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mampu menyikapi masalah secara meskipun berasal dari keluarga broken home. Selain kemandirian, beberapa siswa siswa-siswa pengalaman hidup mereka sebagai motivasi untuk menghasilkan uang sendiri, baik melalui Mereka tidak menjadikan latar pekerjaan paruh waktu maupun aktivitas yang belakang keluarga sebagai hambatan, melainkan sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. sebagai pemicu untuk tumbuh menjadi pribadi Ini menjadi salah satu bentuk konkret dari yang mandiri, berprestasi, dan memiliki karakter tanggung jawab dan kedewasaan yang yang kuat. Temuan ini sekaligus menantang mereka kembangkan sebagai respon terhadap stigma negatif yang sering dilekatkan pada anak- Pengalaman hidup yang penuh tantangan tampaknya mendorong mereka untuk lebih siap menghadapi realitas dan membentuk membentuk individu yang resilien. mental yang tangguh. Menariknya, siswa-siswa tersebut juga SIMPULAN menunjukkan potensi dan kelebihan di bidang Berdasarkan hasil penelitian yang telah tertentu, seperti e-sport dan futsal. Bidang- peneliti lakukan di SMPN 23 Samarinda dapat bidang ini tidak hanya menjadi sarana disimpulkan bahwa terdapat tiga siswa yang pelarian dari tekanan emosional, tetapi juga berasal dari keluarga broken home dan kurang memiliki kedisiplinan belajar ditandai dengan pengembangan diri. Mereka terlihat memiliki sering absen tanpa keterangan, tidak memakai semangat berkompetisi yang sehat dan atribut seragam dengan benar, tidak peduli kemampuan kerja sama tim yang baik, yang kebersihan sekolah, sering menyontek serta secara tidak langsung berkontribusi terhadap terlambat mengumpulkan tugas. Dengan begitu, pembentukan karakter positif. Selain dari segi kemampuan dan prestasi, para siswa ini juga signifikan terhadap kedisiplinan belajar siswa SMPN 23 Samarinda. SARAN Beberapa hal yang mejadi saran bagi Bandung: Alfabeta Yulianti. Rosantika Melisa T. Susanti Marselina. Identifikasi Pola Komunikasi Dalam Keluarga Broken Home. Journal Of Social Science Research: 3 . penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengadakan penelitian lanjutan tentang dampak positif siswa yang berasal dari keluarga broken home. Bagi praktisi di sekolah, diharapkan untuk dapat memberikan layanan yang berkaitan dengan aspek kedisiplinan belajar agar potensi siswa dapat dipertahankan dan terus berkembang. DAFTAR PUSTAKA