Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Menggunakan Metode Demonstrasi Pada Kelas II di SDN Maria Santy1. Alberth Supriyanto Manurung2 1,2 Universitas Esa Unggul. Indonesia Corresponding Author: mariasanty409@gmail. ABSTRACT ARTICLE INFO Article history: Received 10 November 2024 Revised 21 December 2024 Accepted 10 January 2025 Key Word How to cite This research comes from observations at SD Negeri Setia Asih 05, where it was found that students tended to enjoy learning more on their own or showed less interest in Mathematics lessons delivered through the lecture method. Meanwhile, one useful learning method is the demonstration method. This method can help engage students in learning so that they do not feel stuck or bored. With this method, students can see the teaching aids shown during the learning session. The aim of this research is to improve the learning outcomes of class II students at SDN Setia Asih 05. This research was conducted in the form of classroom action research (PTK) by utilizing data collection techniques through observation, examiners and interviews. Increase in student learning outcomes from the pre test by 72% to 84%. With an increase of 12%. After that, in their activities, the percentage of teacher participation increased from 83% to 84%. This had an impact on increasing student participation from 65% to 83%, an increase of 18%. Demonstration Method. Mathematics Learning Outcomes. Classroom Action Research. https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Pendidikan adalah kebutuhan esensial bagi kehidupan dunia ini, memiliki peran vital dalam mendukung kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia, yang diamanatkan oleh Tuhan. (Manurung, 2. Pendidikan merupakan usaha yang terencana oleh manusia untuk menggali potensi yang dimiliki. (Rosyid. Ainur 2. Guru berperan penting dalam membimbing kemajuan peserta didik menuju pencapaian potensi terbaik. (Rosyid, 2. Belajar yang diperoleh siswa dalam proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, membantu membentuk kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis. (Manurung et al. , 2. Pencapaian belajar merujuk pada kemampuan yang dimiliki pelajar setelah melalui proses pembelajaran, yang dapat diukur melalui berbagai aspek seperti pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, serta aspek afektif dan psikomotorik. (Syofyan, 2. Hasil belajar merupakan pencapaian yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 311-316 dalam periode waktu tertentu (Manurung, 2. Matematika diajarkan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Matematika adalah area penelitian yang melibatkan konsep abstrak dan logika deduktif untuk mencapai kebenaran . Oleh karena itu, hubungan antar konsep dalam matematika sangat erat dan jelas (Zuliatin, 2. Pemilihan metode demonstrasi dilakukan oleh Zuliatin . karena memiliki keunggulan dalam meningkatkan semangat peserta didik selama proses pembelajaran. Metode ini efektif karena menerapkan penggunaan alat peraga. Alat peraga adalah sarana yang membantu memperkaya pembelajaran, meningkatkan minat siswa, serta mendorong partisipasi aktif dalam proses belajar. Dengan memanfaatkan benda nyata, siswa dapat lebih lancar menguasai materi daripada tanpa alat peraga. (Syofyan et al. Alat peraga yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebuah tangga unik yang terbuat dari bahan gabus. Tangga ini akan digunakan untuk demonstrasi di kelas selama proses belajar mengajar. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, digunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas adalah sebuah studi yang dilaksanakan oleh guru dalam lingkungan kelas guna menyelesaikan masalah yang timbul selama pembelajaran Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan studi yang dijalankan oleh guru dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkesinambungan melalui tahapan siklus yang terus menerus. (Susilo Herawati, 2. Penelitian ini dilaksanakan untuk memahami pengaruh tindakan yang dilakukan di dalam kelas terhadap siswa. Data yang dipakai dalam penelitian mencakup para pelajar, pengajar, dan kolega. Cara yang digunakan untuk mendapatkan data adalah dengan membuat observasi, melakukan wawancara, mengadakan tes, serta mendokumentasikan Validasi data melibatkan pengecekan pada keabsahan, keandalan, perbedaan, tingkat kesulitan, dan potensi pengaruh faktor lain. Terdapat tiga langkah dalam menerapkan teknik analisa data:. Reduksi data melibatkan penyaringan, fokus pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data mentah dari catatan lapangan. Proses ini terjadi terus menerus selama penelitian. (Uin & Banjarmasin, 2. Penyajian data adalah tindakan mengatur informasi agar dapat diambil kesimpulan dan tindakan yang sesuai. (Uin & Banjarmasin, 2. Pada tahap ini, data yang dikumpulkan akan disusun untuk dianalisis lebih lanjut. Penarikan Kesimpulan adalah proses dimana peneliti merangkum temuan dari data yang dikumpulkan dan menafsirkan proses yang terjadi di lapangan. Analisis hasil lembar observasi guru dan peserta didik Analisis data dari lembar observasi kegiatan guru dan peserta didik menggunakan metode demonstrasi dalam pembelajaran matematika materi Satuan Panjang, dilakukan dengan menghitung persentase dari beberapa aspek berikut ini: Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 311-316 yce P= x 100% ycA Penjelasan: : Jumlah kegiatan guru dan peserta didik : Jumlah skor yang didapat : Jumlah Skor Maksimal HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Hari Kamis, 20 Juni 2024, terdapat peserta didik yang belum mencapai KKM 75 dalam pre test mata pelajaran matematika mengenai satuan panjang. Dari total 25 peserta, yang tidak tuntas sejumlah 28% atau 7 peserta, sementara yang tuntas mencapai 72% atau ada 18 peserta. Nilai tertinggi adalah 100 dan terendah adalah 44. Dengan nilai rata-rata sebesar 76,96. Hasil Pre Test Gambar 1. Statistik Pre Test Berdasarkan tabel di atas, nilai tertinggi yang diperoleh adalah 100, dan nilai terendah Selanjutnya, untuk menyusun daftar distribusi frekuensi dengan panjang kelas yang seragam, langkah pertama adalah menghitung rentang, jumlah kelas interval yang diperlukan, dan panjang kelas interval sebagai berikut: Rentang: Untuk menghitung rentang, nilai tertinggi dikurangi dengan nilai Nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendah adalah 44, sehingga rentangnya adalah 100 - 44 = 56. Jumlah Kelas Interval: Untuk menentukan jumlah kelas interval, digunakan . anjutkan dengan rumus yang dimaksu. Banyak Kelas = 1 . log Maka banyak kelas Interval yaitu : Banyak kelas = 1 . log 25 = 1 . log 1,397 = 5,61 Panjang Kelas Interval, untuk mencari panjang kelas, maka menggunakan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 311-316 ycy= ycyceycuycycaycuyci ycaycaycuycycayco ycoyceycoycayc ycy= 6 ycy = 9,33 atau 10 Dari hasil penelitian Pre Test, terlihat dengan sangat jelas bahwa jumlah total frekuensi adalah 25. Frekuensi relatif mencapai 100% dan juga frekuensi kumulatif mencapai 100%. Ada 3 peserta didik yang mendapat nilai di antara 41-50, yang setara dengan 12% dari total peserta. Kemudian, diangkatlah 3 peserta yang memiliki nilai antara 51 hingga 60, dengan proporsi sebanyak 12%. Di kisaran nilai 61-70, tak ada peserta yang termasuk, sehingga persentasenya nol persen. Dalam kisaran nilai 71-80, terdapat tujuh peserta siswa yang mewakili 28%, sementara dalam rentang nilai 81-90 ada juga tujuh peserta siswa yang mewakili 28%. Terakhirnya, nilai 91-100 di capai oleh lima peserta dengan persentase 20%. Hasil Post Test Pada siklus pertama, terdapat dua kali pertemuan dengan durasi 2 x 35 menit untuk setiap pertemuan. Pelaksanaan akan dilakukan pada hari Kamis, 27 Juni 2024. Pertemuan kedua dalam perencanaan siklus pertama dijadwalkan sebagai berikut. Gambar 1. Statistik Post Test berdasarkan tabel di atas nilai tertinggi yaitu 100, dan nilai terendah 52. untuk membuat daftar distribusi frekuensi dengan panjang kelas yang sama maka terlebih dahulu mencari rentang, banyak kelas interval yang diperlukan, dan panjang kelas interval sebagai berikut: Rentang, untuk mencari rentang maka data nilai terbesar dikurangi dengan data nilai terkecil. maka rentang data nilai terbesar yaitu 100, dan rentang data nilai terkecil yaitu . maka 100-52 = 48 Banyak Kelas Interval, untuk mencari banyak kelas interval maka menggunakan rumus Banyak Kelas = 1 . log Maka banyak kelas Interval yaitu : Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 311-316 Banyak kelas = 1 . log 25 = 1 . log 1,397 = 5,61 Panjang Kelas Interval, untuk mencari panjang kelas, maka menggunakan ycyceycuycycaycuyci ycy= ycaycaycuycycayco ycoyceycoycayc ycy= 6 ycy=8 Dari hasil penelitian Post Test, terlihat dengan jelas bahwa frekuensi adalah 25 dengan frekuensi relatif mencapai 100%, sementara frekuensi kumulatif mencapai Para siswa yang memperoleh nilai antara 50 hingga 60 ada 2 orang, menyumbang 8% dari total peserta didik. Sementara itu, jumlah peserta didik yang mendapat nilai 61-70 juga terdiri dari 2 orang, atau 8% dari total. Untuk rentang nilai 71-80, terdapat 6 peserta didik, dengan jumlah yang berkontribusi sebesar 24% dari Selanjutnya, terdapat 7 peserta didik yang mencapai nilai 81-90, menempati 20% dari total peserta didik. Dan yang terakhir, sebanyak 10 peserta didik memperoleh nilai 91-100, menyumbangkan 40% dari total peserta didik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, penerapan metode demonstrasi menggunakan alat peraga "tangga pintar" dalam pembelajaran matematika telah terbukti mampu meningkatkan pencapaian belajar siswa di kelas II B SD Negeri 05. Kemajuan dalam belajar bisa disorot melalui persentase yang dicapai. Dalam ujian permulaan, kemajuan belajar mencapai 72%. Setelah itu, prosentase itu meningkat menjadi 84% pada siklus pertama pertemuan kedua setelah ujian akhir. Peningkatan ini disebabkan oleh tindakan langsung guru yang telah dipersiapkan dengan baik. Sama seperti aktivitas guru, menunjukkan peningkatan dalam kualitas dan efektivitas pengajaran. Persentase aktivitas guru pada awalnya mencapai 83%. Setelah siklus pertemuan kedua, persentasenya meningkat menjadi 84%, mengalami peningkatan sebesar 1%. Kegiatan guru yang meningkat memberikan dampak yang baik pada kegiatan peserta didik. Dulunya cuma 65%, lalu meningkat jadi 83%, dengan kenaikan sekitar 18%. DAFTAR PUSTAKA