Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 7 No. 3 Juli 2023 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 58258/jisip. 5224/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Peran Patroli Polisi Dalam Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kejahatan Pada Polres Banyuwangi Handoko Ardhi Nugroho1,Retno Wulan2,Dedi Susanto3 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Administrasi. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik AuWaskita Dharma. Malang. Indonesia1,2,3 Article Info Article history: Received : 25 May 2023 Publish : 04 July 2023 Keywords: Police Role. Crime Prevention Efforts Info Artikel Article history: Diterima : 25 Mei 2023 Publis : 04 Juli 2023 Abstract The research method used is qualitative and then presented in a descriptive way, namely by parsing, summarizing, and describing cases that are familiar with this This research was carried out at the Gowa Police Station, by interviewing the Police, especially the Traffic Base and the Sabhara Basis. The use of qualitative analysis methods covers all the information that has been obtained, thus supporting the qualifications of this observation. The research results show that there are 4 forms of langlang carried out by the Gowa Police Police, namely walking langlang, bicycle langlang, motorbike langlang, and car The most regularly carried out trips are motorbike and car trips because they are more efficient in providing services to the community. The hindering aspects are the lack of square personnel, the increasing number of errors from year to year, the equipment and infrastructure that are still lacking and the residents not participating in maintaining security and discipline. Abstrak Metode penelitian yang dipakai merupakan kualitatif setelah itu dihidangkan dengan cara deskriptif, ialah dengan mengurai, menarangkan, serta melukiskan cocok dengan kasus yang akrab dengan penelitian ini. Riset ini dilaksanakan di Polres Gowa, dengan mewawancarai pihak Kepolisian khusunya Dasar Lalu serta Dasar Sabhara. Pemakaian metode analisa kualitatif melingkupi seluruh informasi yang sudah didapat, alhasil mensupport kualifikasi amatan ini. Hasil riset membuktikan kalau wujud langlang yang dilaksanakan polisi Polres Gowa terdapat 4 ialah langlang jalur kaki, langlang sepeda, langlang motor, serta langlang mobil. Langlang yang sangat teratur dilaksanakan merupakan langlang motor serta mobil sebab lebih efisien dalam membagikan jasa pada warga. Aspek yang jadi penghalang ialah minimnya personil alun- alun, terus menjadi melonjaknya nilai kesalahan dari tahun ke tahun, alat serta infrastruktur yang sedang kurang dan warga kurang ikut serta dalam melindungi keamanan serta This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagiSerupa 4. 0 Internasional Corresponding Author: Handoko Ardhi Nugroho Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Email : handokoardhinugroho@waskitadharma. PENDAHULUAN Peranan Polisi dalam menghindari serta mengatasi kesalahan merupakan selaku pengemban guna melindungi ialah menghindari supaya kesempatan terbentuknya kesalahan terus menjadi kecil serta pula selaku pengemban guna represif ialah menguak perbuatan kesalahan serta menangani pelakon kesalahan. Sedangkan tanggung jawab Polisi merupakan menghasilkan keamanan serta ketentraman untuk warga dengan melempangkan hukum dan membagikan proteksi, dukungan serta jasa pada warga. Wujud langlang yang dilaksanakan polisi Banyuwangi terdapat 4 ialah langlang jalur kaki, langlang sepeda, langlang motor, serta 2. Peran Patroli Polisi Dalam Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kejahatan Pada Polres Banyuwangi (Handoko Ardhi Nugroh. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 langlang mobil. Langlang yang sangat teratur dilaksanakan merupakan langlang motor serta mobil sebab lebih efisien dalam membagikan jasa pada warga. Tiap area memiliki kondisi sosial, adat serta kebudayaan yang berlainan, perihal itu menimbulkan kesalahan disatu tempat berlainan dengan tempat yang lain, kesalahan di Kabupaten Banyuwangi belum pasti serupa metode serta pemicu yang melatarbelakangi apabila dibanding dengan kesalahan di kota lain. Warga tetap aktif serta kesalahan tetap mendampingi cara itu, alhasil dibutuhkan wawasan buat menekuni kesalahan itu, mulai dari wawasan mengenai pelakon, sebab- sebab pelakon itu melaksanakan kesalahan, hingga dengan melaksanakan kejahatannya itu. Wawasan itu juga diketahui dengan julukan kriminologi. Kriminologi awal kali dikemukakan oleh P. Topinard( 1830- 1. , seseorang pakar antropologi Perancis. Kriminologi terdiri dari 2 kaum tutur ialah crime yang berarti kesalahan serta logos yang berarti ilmu wawasan, hingga kriminologi bisa berarti ilmu mengenai kesalahan. Langlang polisi dicoba buat mengenali mengenai gimana kondisi sosial warga serta budayanya alhasil diketahuilah tradisi warga disatu tempat yang kesimpulannya bila sesuatu hari ditemui halhal yang diluar Kerutinan wilayah itu hingga hendak lekas dikenal, serta gampang mengatasi kesalahan diwilayah itu. Dengan begitu warga bisa merasa lebih nyaman serta merasakan terdapatnya proteksi serta kejelasan hukum untuk . Disamping itu kita pula wajib mengetahui serta membenarkan kalau warga pula wajib ikut berfungsi dan aktif buat menghasilkan keamanan serta ketentraman ditengah- tengah warga. Pada wilayah khusus semacam traffic light( lampu mera. , tempat hiburan serta tempat rawan kesalahan yang lain ialah target penting untuk aparat patrol polisi itu. Guna langlang di dalam kepolisian diemban oleh Dasar Sabhara, serta Dasar Kemudian Rute. Satuan- satuan itu bertanggung jawab kepada perawatan keamanan serta kedisiplinan, bagus di jalur, di sekolah, kantor- kantor, subjek rezim, serta tempat biasa yang lain. Langlang, pengaturan, kontrol, serta penjagaan dan jasa warga merupakan tugas- tugas elementer dalam aksi melindungi, yang target kuncinya merupakan melenyapkan ataupun sedikitnya meminimalisir bertemunya hasrat serta peluang terbentuknya pelanggaran ataupun kesalahan. Dasar Sabhara yang bekerja 24 jam ialah bagian terbanyak dalam kesatuannya bagus di Indonesia ataupun didunia. Dasar Kemudian Rute yang bekerja dalam lingkup kemudian rute, merupakan satuan- satuan yang dengan metode nyaris serupa dalam penerapannya mempunyai guna langlang. Dasar itu mengemban kewajiban serta tanggung jawab berat ialah melindungi keamanan serta kedisiplinan warga. Dalam bagan penerapan pembedahan teratur kepolisian hingga kewajiban langlang ditunjukan serta dipakai buat memencet jumlah terbentuknya kesalahan yang berhubungan analisa anatomi kesalahan yang mencakup antara lain jam rawan, tempat rawan, serta metode melaksanakan kesalahan yang amat efisien sanggup menghindari kesalahan serta memperkenalkan kedisiplinan biasa,. yang ialah ketentuan telak kenaikan mutu hidup serta ketentraman warga. Setelah itu apabila esoknya dengan ketetapan Kepala Dasar bersumber pada anjuran serta ditaksir karyawan hingga diadakan pembedahan spesial. PEMBAHASAN Andil kepolisian di warga merupakan kawan kerja yang silih menginginkan, kita akur kalau polisi ataupun aparat kepolisian di negara ini memiliki guna dalam bentuk kehidupan warga selaku pengayom warga, penegak hukum, ialah memiliki tanggung jawab spesial buat menjaga kedisiplinan warga serta menanggulangi kesalahan, bagus dalam wujud aksi kepada pelakon kesalahan ataupun dalam wujud usaha penangkalan kesalahan supaya para badan warga bisa hidup serta bertugas dalam kondisi nyaman serta aman. Dengan tutur lain, kegiatan- kegiatan polisi merupakan bertepatan dengan permasalahan sosial, ialah bertepatan dengan suatu pertanda yang terdapat dalam kehidupan sosial yang dialami selaku bobot ataupun kendala yang mudarat para badan warga itu. Warga yang diartikan merupakan warga setempat ialah tempat dimana tanda- tanda sosial itu terkabul. Ringkasnya, andil polisi dalam melempangkan hukum serta mencegah warga dari bermacam kendala rasa tidak nyaman serta kesalahan merupakan 2. Peran Patroli Polisi Dalam Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kejahatan Pada Polres Banyuwangi (Handoko Ardhi Nugroh. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 realitas yang tidak bisa dibantah. Bagus mencegah masyarakat warga ataupun mencegah bermacam badan serta adat sosial, kultur serta ekonomi yang produktif. Polisi mempunyai guna serta andil yang amat berarti dalam menghindari serta mengatasi kesalahan paling utama di kota- kota besar, tetapi terbebas dari fungsi- fungsi lain yang si berarti jadi atensi ialah guna langlang. Tiap hari dijalanan telah tidak asing lagi diramaikan oleh alat transportasi langlang polisi bagus yang memakai alat transportasi cakra 4 ataupun alat transportasi cakra 2. Langlang itu dicoba pada siang ataupun malam hari. Metode polisi mengemudikan alat transportasi polisi terkesan lebih bersahabat, dengan kecekatan lelet serta lampu rotoar yang menyala alhasil warga mempunyai rasa nyaman, aman serta merasa aman. Langlang amat efisien selaku aksi penangkalan serta penyelesaian kesalahan. Kesalahan ialah pertemuan antara hasrat dengan peluang, bila peluang itu dihilangkan hingga kesalahan dapat Sedemikian itu pula kebalikannya bila hasrat telah terdapat serta peluang tiba hingga kesalahan hendak terjalin. Apabila terdapat pelakon yang mau melaksanakan kejahatn lalu beliau memandang bagian langlang hingga beliau hendak membatalkan niatnya alhasil kesalahan itu belum luang terjalin, jadi pada dasarnya penangkalan pertemuan hasrat serta peluang seperti itu kewajiban dari langlang polisi. Terpaut kewajiban utama POLRI buat menjaga keamanan serta kedisiplinan warga, selaku penegak hukum, serta selaku abdi, penjaga dan pengayom warga, hingga pelanggaran hukum serta perbuatan kesalahan merupakan salah satu tanggung jawab berarti yang diemban oleh pihak kepolisian. Dibutuhkan sesuatu aksi yang pas buat bisa menanggulangi kasus kesalahan yang mulai dahulu menempel dalam kehidupan tiap hari di warga. Aktivitas langlang polisi seharusnya lalu dipertahankan serta ditingkatkan intensitasnya di wilayah rawan paling utama malam hari, serta yang jadi impian semua warga pastinya langlang polisi betul- betul dari hasrat personil lapangannya buat mengayomi serta melayani warga, bukan hanya membikin- bikin kekeliruan konsumen kemudian rute pula bea buas. Peradaban orang yang terus menjadi maju nyatanya diiringi oleh perbuatan kesalahan yang terus menjadi menggelisahkan, permasalahan kesalahan bukan lagi dalam golongan rasio kecil, apalagi tidak sedikit permasalahan kesalahan antarprovinsi serta pula antarnegara. Seluruh ini menghasilkan kewajiban serta tanggung jawab polisi terus menjadi berat, memerlukan profesionalisme supaya seluruh bisa berjalan alhasil polisi bisa dicintai warga. Andil polisi untuk warga amat berarti sekali. Bermacam berbagai tipe kesalahan yang sudah ditangani pihak kepolisian dalam membasmi kesalahan untuk buat tingkatkan atmosfer nyaman serta teratur begitu juga yang jadi tanggung jawab kepolisian. Kesuksesan penajaan guna kepolisian dengan tanpa meninggalkan etika pekerjaan amat dipengaruhi oleh kemampuan polisi yang digambarkan dalam tindakan serta sikap pada dikala melaksanakan kewajiban serta Profesionalisme polisi amat dibutuhkan dalam melaksanakan kewajiban selaku penegak hukum, mengenang kesalahan terus menjadi mutahir, bersamaan kemajuan serta perkembangan era. Di dalam penerapan tugasnya polisi memiliki wewenang diskresi yang bisa dicoba dengan cara perseorangan ataupun birokrasi. Diskresi merupakan sesuatu wewenang menyangkut pengumpulan sesuatu ketetapan pada situasi khusus atas bawah estimasi serta agama individu seorang, dalam perihal ini polisi. Aksi diskresi dicoba buat kesamarataan serta buat kebutuhan biasa, namun apabila dicoba buat kebutuhan individu ataupun golongan khusus diskresi itu ialah penggelapan. Aksi diskresi yang diputuskan oleh aparat operasional di alun- alun dengan cara langsung pada dikala itu pula serta tanpa memohon petunjuk ataupun ketetapan dari atasannya merupakan diskresi yang bertabiat perseorangan, selaku ilustrasi buat menjauhi terbentuknya penimbunan arus kemudian rute di sesuatu ruas jalur, aparat kepolisian berikan pertanda buat lalu berjalan pada juru mudi kendaaraan walaupun dikala itu lampu pengatur kemudian rute bercorak merah Ada pula aksi buat melepaskan masalah, buat menahan ataupun tidak melaksanakan penangkapan kepada terdakwa atau pelakon pelanggaran hukum ataupun mengakhiri cara investigasi, tidaklah aksi diskresi perseorangan aparat kepolisian. Aksi itu ialah aksi diskresi birokrasi sebab dalam pengumpulan ketetapan diskresi bersumber pada ataupun berdasar pada 2. Peran Patroli Polisi Dalam Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kejahatan Pada Polres Banyuwangi (Handoko Ardhi Nugroh. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 kebijaksanaan- kebijaksanaan arahan dalam badan serta perihal itu sudah dijadikan perjanjian diantara mereka. wujud langlang yang dilaksanakan Polres Banyuwangi terdapat 4, ialah langlang jalur kaki, langlang sepeda, langlang sepeda motor, serta langlang mobil. Langlang jalur kaki telah tidak sering dicoba sebab jumlah personil yang kurang serta area yang wajib ditelusuri amat besar. Sebaliknya langlang sepeda sedang intens dicoba pada pagi hari sehabis apel pagi serta petang hari saat sebelum apel petang. Langlang motor serta langlang mobil merupakan langlang yang teratur dilaksanakan sebab lebih efisien buat dilaksanakan mengenang besar area yang wajib dilindungi serta dapat dengan lekas membagikan jasa pada Dalam penerapannya langlang motor serta mobil lewat arah di wilayah rawan, subjek spesial, serta dilaksanakan pada ram jawan. Dampak dari menumpang bertumpukan tanggung jawab itu terjalin usaha bermotif Puluhan tahun dalam badan ABRI pula membuat polisi sedikit terbawa style militernya,Au menaklukkan kompetitorAy sertaAu berhasil perangAy. Sepatutnya bukankah polisi merupakan penjaga serta pengayom warga. Arah pada kewajiban ialah dorongan buat melaksanakan suatu ataupun bereaksi. Dorongan itu diiringi dengan kemauan kokoh buat menuntaskan kewajiban dengan cara efisien serta berdaya guna. Ketatnya patuh serta hirarki terkadang menyebabkan pada kewajiban dilaksanakan kelewatan. Anutan yang melembaga sering- kali ditafsirkan dengan cara telak. Yang lebih beresiko lagi bila arah pada kewajiban paling utama dilandaskan pada pemakaian kekerasan dengan cara legal. Polisi merupakan penegak hukum yang diberi wewenang buat melaksanakan kekerasan serta memakai senjata pada saat- saat khusus. Kesimpulannya mencuat tindakan warga yang menghindarkan diri buat berhubungan dengan polisi. Alhasil bila jadi korban perbuatan kesalahan serta cuma hadapi sedikit kehilangan hingga warga mengarah membatalkan niatnya buat memberi tahu ke polisi. Dalam melaksanakan kewajiban penangkalan serta penyelesaian kesalahan pihak kepolisian menemukan sebagian halangan, ada pula sebagian halangan itu selaku selanjutnya: Kekurangan jumlah personil di alun- alun. Terus menjadi Melonjaknya Nilai Kesalahan dari Tahun Ke Tahun. Alat serta prasana yang sedang kurang. Warga kurang ikut serta. PENUTUP Kesimpulan Kepolisian Republik Indonesia merupakan penjaga, pengayom, serta pelayan warga cocok dalam Artikel 13 serta Artikel 14 UU Nomor 2 tahun 2002 Mengenai Kepolisian Negeri Republik Indonesia. Dengan banyaknya kesalahan yang terjalin pastinya telah ialah kewajiban kepolisian dalam melaksanakan penangkalan serta penanggulangannya. Langlang selaku usaha penangkalan serta penyelesaian kesalahan dengan cara melindungi. Bentukbentuk langlang antara lain. Langlang Teratur. Langlang Berhati- hati, serta Langlang Insidentil, dengan memakai sarana ialah sepeda langlang, motor langlang, serta mobil Kesemuanya dicoba oleh kepolisian untuk memperkecil terbentuknya pertemuan hasrat serta peluang. Andil Polisi dalam menghindari serta mengatasi kesalahan merupakan selaku pengemban guna melindungi ialah menghindari supaya kesempatan terbentuknya kesalahan terus menjadi kecil serta pula selaku pengemban guna represif ialah menguak perbuatan kesalahan serta menangani pelakon kesalahan. Sedangkan tanggung jawab Polisi merupakan menghasilkan keamanan serta ketentraman untuk warga dengan melempangkan hukum dan membagikan proteksi, dukungan serta jasa pada warga. Sebagian aspek yang dialami polisi dalam melaksanakan guna langlang ialah. Kekurangan jumlah personil di alun- alun. Terus menjadi melonjaknya nilai kesalahan dari tahun ke tahun. Alat serta prasana yang sedang kurang, dan Warga kurang ikut serta. Saran 2. Peran Patroli Polisi Dalam Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kejahatan Pada Polres Banyuwangi (Handoko Ardhi Nugroh. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Kepolisian seharusnya lebih handal lagi dalam melaksanakan tugasnya, melenyapkan jiwa- jiwa tentara yang keras kepala serta mengubahnya dengan tindakan selaku penjaga, pengayom serta abdi warga yang sebetulnya. Akumulasi jumlah personil spesialnya pada Dasar Kemudian Rute serta Dasar Sabhara dan akumulasi alat serta prasana supaya polisi bisa melakukan kewajiban patrolinya dengan efisien serta berdaya guna. Butuh terdapatnya kerjasama antara lembaga polisi, penguasa serta warga buat memencet tingginya nilai kesalahan khusunya di area hukum Polres Banyuwangi. DAFTAR PUSTAKA