Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Desember 2023 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 STRUKTUR MODAL TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA Dinarossi Utami1. Frecilia Nanda Melvani2. Riri Hanifa3 dinarossiutami@gmail. freciliananda@univ-tridinanti. ririhanifa@uss. Universitas Muhammadiyah Palembang1 Universitas Tridinanti Palembang2 Universitas Sumatera Selatan3 Corresponding author: dinarossiutami@gmail. ABSTRACT This research examines the influence of capital structure on stock returns of industrial sector companies in Indonesia. Capital structure in this study is measured by long term debt to capital, total debt to capitalization, short term debt to total assets, and debt to equity ratio, while the dependent variable is the stock return of companies in the Industrial Sector. This research data is panel data from Industrial Sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2015 to 2022. The sampling technique was non-probability and sample selection was based on purposive sampling to obtain 38 companies. The research data analysis method uses multiple regression analysis. The research results show that a company's capital structure can influence stock returns in the industrial sector. Capital structure refers to the composition of the sources of funds used by a company, such as share capital and debt. Each industrial sector has a preference for a different capital structure. Stable industries with predictable revenues may tend to have lower capital structures. Meanwhile, companies in fastgrowing sectors may be more inclined to use debt to fund growth. Keywords: capital structure, stock returns PENDAHULUAN Industri dipandang sebagai sektor utama bagi pembangunan ekonomi. Suatu negara dapat memiliki skala ekonomi dengan menerapkan teknologi canggih dan pembagian kerja serta manajemen ilmiah (Rahmah & Widodo, 2. Selanjutnya produksi dan penyerapan tenaga kerja akan meningkat dan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi dan pembentukan modal. Sektor industri juga mempunyai peran penting sebagai penggerak dan penopang utama perekonomian nasional walaupun masih berada pada kondisi terdampak akibat pandemi Covid-19. Pentingnya sektor industri tidak terlepas dari perannya sebagai leading sector yang mampu memacu pembangunan sektor lain, penyerap tenaga kerja dengan jangkauan yang luas, serta pemberi nilai tambah terhadap output yang dihasilkan (Nurhayani. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Desember 2023 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 Kinerja investasi perusahaan dapat digambarkan dengan perhitungan return saham. Return saham mencerminkan kinerja investasi pemegang saham dalam perusahaan. Dengan menghitung return saham, perusahaan dapat mengevaluasi sejauh mana investor telah mengalami pertumbuhan nilai investasinya. Return saham memberikan informasi yang penting untuk pengambilan keputusan keuangan perusahaan (Yuliastuti & Ratnawati, 2. Pemahaman tentang bagaimana investasi perusahaan diakui oleh pasar saham dapat memengaruhi keputusan manajemen terkait kebijakan dividen, rasio utang, dan strategi keuangan lainnya. Return saham yang positif dan kompetitif dapat meningkatkan daya tarik perusahaan bagi investor. Investor cenderung mencari perusahaan yang dapat memberikan return yang baik dan konsisten. Return saham perusahaan sektor industri dapat menjadi indikator kesehatan ekonomi suatu negara. Jika sektor industri menghasilkan return yang tinggi, ini dapat mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang baik dan kontribusi positif terhadap PDB (Mourine & Septina. Return saham perusahaan sektor industri juga dapat mencerminkan daya saing suatu negara dalam skala global. Jika perusahaan-perusahaan di sektor industri dapat bersaing secara efektif, ini dapat mengarah pada daya saing ekonomi yang lebih kuat di pasar internasional. Pemahaman return saham perusahaan sektor industri menjadi elemen penting dalam analisis ekonomi nasional dan dapat membantu merencanakan kebijakan ekonomi dan investasi yang Dengan memahami kinerja sektor industri, pemerintah dan pelaku pasar dapat merespons secara tepat terhadap dinamika ekonomi yang terus berubah. Berbagai faktor yang mempengaruhi return saham antara lain struktur modal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh positif terhadap return saham (Amri & Ramdani, 2020. Ningsih & Soekotjo, 2017. Purnamaningsih. Gusti, & Wirawati. Yuliastuti & Ratnawati, 2. Akan tetapi, terdapat penelitian yang juga menunjukkan hasil berbeda yakni struktur modal berpengaruh negatif terhadap return saham (Mourine & Septina, 2023. Muzakki & Zulaikha, 2. Perbedaan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa adanya celah untuk dilakukan penelitian pada tema tersebut. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh struktur modal terhadap return saham perusahaan sektor Industri di Indonesia. KAJIAN PUSTAKA Trade-Off Theory Teori ini menunjukkan bahwa perusahaan memilih struktur modal yang memberikan keseimbangan optimal antara keuntungan dan biaya dari penggunaan utang (Miller and Modigliani, 1. Keuntungan utang melibatkan pembayaran bunga yang dapat dikurangkan dari pendapatan sebelum pajak, sementara biaya melibatkan risiko keuangan dan pembayaran Tujuan perusahaan adalah mencari titik keseimbangan yang mengoptimalkan nilai Teori trade-off memiliki keterkaitan yang erat dengan pengaruh struktur modal terhadap return saham. Teori trade-off menyiratkan bahwa perusahaan cenderung memilih struktur modal yang menciptakan keseimbangan optimal antara keuntungan dan biaya penggunaan utang (Ghani. Adnan Hye. Rehan, & Salahuddin, 2. Teori trade-off menyarankan bahwa perusahaan berusaha mencari titik keseimbangan yang mengoptimalkan Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Desember 2023 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 nilai perusahaan melalui struktur modal. Keuntungan utang termasuk pengurangan pajak bunga, sementara biaya melibatkan risiko keuangan dan pembayaran bunga. Teori trade-off juga mempertimbangkan peran manajemen dalam membuat keputusan struktur modal. Keputusan manajemen terkait dengan bagaimana mengelola trade-off antara keuntungan dan biaya utang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan dan return saham (Claassen. Dam, & Heijnen, 2. Struktur modal yang tepat dapat mempengaruhi nilai perusahaan, yang kemudian dapat memengaruhi return saham. Jika perusahaan berhasil mencapai keseimbangan yang optimal, nilai perusahaan dapat meningkat, dan ini dapat tercermin dalam return saham yang lebih tinggi. Pengaruh Struktur Modal terhadap Return Saham Perusahaan Struktur modal perusahaan merupakan proporsi antara utang dan ekuitas yang digunakan untuk mendanai aset dan operasional. Struktur modal dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan dan juga return saham (Bui. Nguyen, & Pham, 2. Penggunaan utang dapat memberikan keuntungan pajak karena bunga utang dapat dikurangkan dari pendapatan sebelum pajak. Namun, biaya bunga juga harus dipertimbangkan. Jika biaya utang rendah dan keuntungan pajak signifikan, struktur modal yang lebih cenderung terhadap utang dapat meningkatkan return saham. Struktur modal yang cenderung terhadap utang juga dapat meningkatkan risiko Pembayaran bunga dan utang jangka pendek dapat menambah tingkat risiko keuangan perusahaan (Heckenbergerovy & Honkovy, 2. Investor mungkin menuntut imbal hasil yang lebih tinggi sebagai kompensasi untuk mengambil risiko tersebut. Penggunaan utang juga dapat memperbesar efek leverage keuangan (Mahirun, 2. Jika hasil investasi perusahaan lebih tinggi dari biaya utang, return saham dapat meningkat lebih cepat daripada jika perusahaan sepenuhnya didanai oleh ekuitas. Namun, efek leverage juga dapat memperbesar kerugian jika hasil investasi kurang dari biaya utang. Selain itu, struktur modal dapat memengaruhi keputusan dividen perusahaan. Jika perusahaan memiliki utang yang signifikan, manajemen mungkin perlu mengalokasikan sebagian besar laba untuk membayar bunga dan utang, meninggalkan sedikit ruang untuk pembayaran dividen kepada pemegang saham (Cuc. Vinh. Anh. Thuy, & Trinh, 2. Ini dapat mempengaruhi return saham bagi investor yang mencari dividen. Struktur modal yang tepat dapat meningkatkan efisiensi keuangan perusahaan. Penggunaan utang dengan bijak dapat memberikan biaya modal yang lebih rendah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan return saham (Rehan. SaAoad. Haron, & Hye, 2. Namun, perusahaan harus memastikan bahwa tingkat utangnya tetap dapat diatasi. Struktur modal perusahaan dapat diukur dengan berbagai rasio dan metrik keuangan yang memberikan gambaran tentang bagaimana perusahaan mendanai aset dan operasionalnya, antara lain: long term debt to capital, total debt to capitalization, short term debt to total asset, dan debt to equity ratio. Berdasarkan keterkaitan yang telah diuraikan, maka hipotesis penelitian ini yakni terdapat pengaruh struktur modal terhadap return saham perusahaan sektor Industri di Indonesia. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Desember 2023 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur modal terhadap return saham perusahaan Sektor Industri di Indonesia. Struktur modal pada penelitian ini yakni long term debt to capital, total debt to capitalization, short term debt to total asset, dan debt to equity ratio (Boshnak, 2023. Demidova & Bogatov, 2023. Ghani et al. , 2. Long term debt to capital merupakan indikator keuangan yang memberikan gambaran tentang struktur keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan sejauh mana perusahaan bergantung pada utang jangka panjang dalam pembiayaan modalnya. Total debt to capitalization merupakan indikator keuangan yang mengukur sejauh mana perusahaan bergantung pada utang, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dalam struktur modalnya. Short term debt to total asset merupakan ukuran keuangan yang menggambarkan sejauh mana perusahaan mengandalkan utang jangka pendek untuk membiayai aktivitasnya. Debt to equity ratio memberikan gambaran mengenai sejauh mana perusahaan membiayai operasinya dengan menggunakan utang dibandingkan dengan Sedangkan return saham perusahaan mencerminkan seberapa baik investasi mereka dalam saham berperforma. Investor sering menggunakan return saham sebagai salah satu kriteria dalam pengambilan keputusan investasi, bersama dengan analisis fundamental dan teknikal lainnya. Data penelitian ini merupakan data panel. Data dikumpulkan berdasarkan waktu periode tahun 2015 sampai dengan tahun 2022 dan data sekunder bersumber dari data yang Teknik pengambilan sampel dengan nonprobabilitas dan pemilihan sampel berdasarkan purposive sampling yang didasarkan karakteristik tertentu yang ingin diidentifikasi oleh peneliti sehingga diperoleh 38 perusahaan. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis regresi berganda. Adapun persamaan penelitian ini adalah sebagai ycIyceycycycycu = Oy yu1 yaycNyayaycnyc yu2 ycNyayaycnyc yu3 ycIycNyaycNyaycnyc yu4 yayaycIycnyc yuAycnyc Keterangan: i,t . erusahaan, period. Return . eturn saha. LTDC . ong term debt to capita. TDC . otal debt to capitalizatio. STDTA . hort term debt to total asse. DER . ebt to equity rati. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian akan menjelaskan gambaran data penelitian dan hasil estimasi regresi Penjelasan mengenai variabel-variabel utama yang digunakan dalam penelitian dapat menggambarkan keterwakilan sampel yang digunakan. Berikut tabel statistik masingmasing variabel penelitian yang digunakan dalam regresi dasar. eskripsi Statistik Penelitian Variabel LTDC TDC Observasi Rata-rata Maksimum Minimum Std. Dev. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Desember 2023 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 STDTA DER Return Sumber: Data sekunder yang diolah, 2023 Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata Return saham sebesar 0,092, mengindikasikan bahwa perusahaan belum mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Saham dengan return yang relatif kecil mungkin dianggap sebagai investasi yang kurang Investor mungkin lebih memilih investasi yang stabil dan konservatif jika mereka mencari perlindungan terhadap fluktuasi pasar yang besar. Berikut tabel hasil estimasi regresi penelitian ini. Hasil Estimasi Persamaan Penelitian Dependent Variable: Y Method: Panel EGLS (Cross-section weight. Date: 01/01/24 Time: 09:47 Sample: 2015 2022 Periods included: 8 Cross-sections included: 38 Total panel . observations: 295 Linear estimation after one-step weighting matrix Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. LTDC TDC STDTA DER Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. Weighted Statistics Root MSE Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Unweighted Statistics Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Desember 2023 R-squared Sum squared resid ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 Mean dependent var Durbin-Watson stat Sumber: Data sekunder yang diolah, 2023 Hasil estimasi persamaan dasar menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat pengaruh struktur modal terhadap return saham perusahaan pada sektor Industri di Indonesia. Masing-masing variabel pengukuran struktur modal juga berpengaruh signifikan terhadap return saham yang terlihat dari nilai probabilitas di bawah nilai 0,05. Long term debt to capital berpengaruh signifikan terhadap return saham mengindikasikan bahwa penggunaan utang dapat meningkatkan daya ungkit keuangan perusahaan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan potensi pengembalian bagi pemegang saham. Total debt to capitalization berpengaruh signifikan terhadap return saham mengindikasikan tentang sejumlah hal yang berkaitan dengan struktur modal perusahaan. Total debt to capitalization ratio mengukur sejauh mana perusahaan bergantung pada utang dalam struktur modalnya. Jika total debt to capitalization ratio tinggi, artinya perusahaan lebih bergantung pada utang, yang dapat meningkatkan potensi risiko dan potensi imbal hasil bagi pemegang saham. Perusahaan mungkin menggunakan utang untuk mendanai proyek-proyek pertumbuhan atau investasi. Jika penggunaan utang ini menghasilkan pertumbuhan yang baik, maka dapat memberikan dampak positif terhadap return saham. Pengaruh short-term debt to total asset ratio terhadap return saham dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana kebijakan utang jangka pendek suatu perusahaan mempengaruhi kinerja sahamnya. Short-term debt to total asset ratio mengukur sejauh mana perusahaan bergantung pada utang jangka pendek dalam total asetnya. Jika short-term debt to total asset ratio tinggi, ini dapat menunjukkan risiko likuiditas, terutama jika utang jangka pendek harus dilunasi dalam waktu yang singkat. Tingkat utang jangka pendek yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa perusahaan mungkin menghadapi kesulitan dalam membayar utangnya jika ada kebutuhan mendesak. Ini dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap risiko dan dapat menciptakan volatilitas dalam harga saham. Meskipun utang jangka pendek biasanya memiliki beban bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan utang jangka panjang, biaya keuangan tetap dapat mempengaruhi laba bersih yang tersedia untuk dibagikan kepada pemegang saham. Pengaruh debt to equity ratio terhadap return saham dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana struktur modal perusahaan mempengaruhi kinerja saham. Jika debt to equity ratio tinggi, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih bergantung pada utang, yang dapat meningkatkan leverage keuangan. Leverage dapat meningkatkan potensi imbal hasil bagi pemegang saham, tetapi juga meningkatkan risiko keuangan. Perusahaan dengan debt to equity ratio tinggi mungkin harus membayar jumlah bunga yang lebih besar. Bila beban bunga tinggi, ini dapat mengurangi laba bersih yang tersedia untuk dibagikan kepada pemegang saham, sehingga mempengaruhi return saham. Debt to equity ratio juga dapat mencerminkan sejauh mana perusahaan menggunakan utang untuk mendanai pertumbuhan dan investasi. Jika ini menghasilkan pertumbuhan yang baik, dapat memberikan dampak positif terhadap return Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Desember 2023 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 KESIMPULAN Struktur modal perusahaan dapat mempengaruhi return saham dalam sektor industri. Struktur modal mengacu pada komposisi dari sumber dana yang digunakan oleh perusahaan, seperti modal saham dan utang. Jika perusahaan menggunakan lebih banyak modal saham dibandingkan utang, struktur modal disebut low-leverage yang artinya risiko keuangan perusahaan lebih rendah karena tidak ada kewajiban bunga atau pembayaran utang yang harus Return saham mungkin lebih stabil, tetapi juga bisa lebih rendah karena ada kompetisi dalam memperoleh modal saham di pasar. Jika perusahaan menggunakan utang sebagai sumber dana yang signifikan, struktur modal disebut high-leverage yang artinya perusahaan harus membayar bunga dan pelunasan utang yang dapat meningkatkan risiko Namun, utang juga bisa memberikan efek leverage keuntungan, yang artinya laba perusahaan dapat meningkat secara proporsional lebih besar daripada biaya utang. Ini dapat meningkatkan return saham. Pemilihan struktur modal perusahaan tergantung pada beberapa faktor, seperti stabilitas pendapatan, persyaratan investasi, risiko bisnis, dan kebijakan Setiap sektor industri mungkin memiliki preferensi terhadap struktur modal yang Misalnya, industri yang stabil dengan pendapatan yang terprediksi mungkin cenderung memiliki struktur modal yang lebih rendah. Sementara itu, perusahaan di sektor yang berkembang pesat mungkin lebih condong menggunakan utang untuk mendanai DAFTAR PUSTAKA