Kalbisocio. Jurnal Bisnis & Komunikasi. Vol. No. September 2025. E-ISSN 2829-1301 Kajian Literatur Sistematis atas Perkembangan Akuntansi Keberlanjutan Periode 2020Ae2025 Maulana Malik Muhammad . Vicky Septian Rachman . Akuntansi. Fakultas Manajemen dan Humaniora. Universitas Pradita Jl. Gading Serpong Boulevard No. 1 Tower 1. Banten 15810 Email Korespondensi: maulana. malik@pradita. Desain Komunikasi Visual. Fakultas Ilmu Komputer dan Desain. Universitas Kalbis Jalan Pulomas Selatan Kav. Jakarta 13210 Email: vicky. rachman@kalbis. Abstract: This study is a systematic literature review (SLR) analyzing the development of Sustainability accounting from 2020 to mid-2025. It primarily focuses on the integration of environmental, social, and governance (ESG) aspects into organizational performance reporting and measurement. Sustainability accounting has evolved into a strategic necessity for transparency and accountability, moving beyond voluntary initiatives. The SLR findings highlight the importance of standardized reporting frameworks and robust regulations to mitigate greenwashing risks and enhance the credibility of sustainability data. The adoption of digital technologies such as artificial intelligence (AI), big data, and blockchain has emerged as a growing trend, improving reporting accuracy, efficiency, and auditability. However, key challenges remain in the development of valid methodologies for measuring social and environmental impacts and addressing limitations related to diverse local and cultural contexts. This study recommends the development of new methodologies, longitudinal studies, technological exploration, local context analysis, and strong collaboration among academics, practitioners, regulators, and civil society to advance the field. Keywords: Sustainability Accounting. ESG. Reporting. Greenwashing. Digital Technology. Abstrak: Penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis (SLR) yang menganalisis perkembangan akuntansi keberlanjutan dari tahun 2020 hingga pertengahan 2025. Fokus utamanya adalah integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam pelaporan dan pengukuran kinerja organisasi. Akuntansi keberlanjutan telah menjadi kebutuhan strategis untuk transparansi dan akuntabilitas, tidak lagi sekadar inisiatif sukarela. Temuan SLR menyoroti pentingnya standardisasi pelaporan dan regulasi yang kuat untuk mengurangi risiko greenwashing dan meningkatkan kredibilitas data keberlanjutan. Pemanfaatan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan blockchain teridentifikasi sebagai tren yang berkembang pesat, meningkatkan akurasi, efisiensi, dan auditabilitas pelaporan. Namun, tantangan utama masih terletak pada metodologi pengukuran dampak sosial dan lingkungan yang valid serta keterbatasan dalam konteks lokal dan budaya yang beragam. Penelitian ini menyarankan pengembangan metodologi baru, studi longitudinal, eksplorasi teknologi, dan analisis konteks lokal, serta kolaborasi erat antara akademisi, praktisi, regulator, dan masyarakat sipil untuk kemajuan bidang ini. Kata kunci: Akuntansi Keberlanjutan. ESG. Pelaporan. Greenwashing. Teknologi Digital. Dalam lima tahun terakhir, literatur menunjukkan peningkatan signifikan dalam pembahasan mengenai integrasi pelaporan keberlanjutan dalam praktik perusahaan (Dumay et al. , 2020. Milne & Gray, 2. Perkembangan ini turut didorong oleh inisiatif global seperti GRI. SASB, dan ISSB, yang menjadikan Sustainability accounting PENDAHULUAN telah berkembang menjadi bidang penelitian yang semakin penting, seiring meningkatnya kesadaran global akan keberlanjutan dalam bisnis. Gray . mendefinisikan Sustainability accounting sebagai cabang akuntansi yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup dimensi sosial dan lingkungan. Kalbisocio. Jurnal Bisnis & Komunikasi. Vol. No. September 2025. E-ISSN 2829-1301 strategis dalam mendorong transparansi korporasi dan memungkinkan pemangku perusahaan secara holistik (Eccles & Krzus, 2018. KPMG, 2. Meski menunjukkan tren positif, kajian kritis atas literatur terkini mengungkap berbagai tantangan yang masih dihadapi, khususnya dalam integrasi data sosial dan lingkungan ke dalam proses manajerial dan pengambilan keputusan (Adams & Simnett, 2011. Unerman et al. , 2. Beberapa hambatan mencakup belum seragamnya standar pelaporan serta kesenjangan antara data keuangan dan non-keuangan. Dalam konteks tersebut. Sustainability accounting tidak hanya bertujuan menyajikan data, tetapi juga membangun legitimasi dan mengelola reputasi perusahaan (Clarkson et al. , 2011. Fonseca, 2. Peran akuntan pun mengalami transformasi, dari sekadar pencatat keuangan menjadi pengelola informasi strategis, pengembang metrik ESG, serta penjaga transparansi data (Bebbington et al. , 2014. Cho et al. , 2. Artikel ini disusun dengan empat tujuan utama. Pertama, menyintesis secara kritis literatur Sustainability accounting yang terbit antara tahun 2020 hingga Periode ini menandai lonjakan perhatian global terhadap isu keberlanjutan dan munculnya standar baru seperti ISSB. Sintesis ini tidak hanya mengevaluasi argumen utama dan kontribusi teoritis dalam literatur untuk konsistensi diskursus akademik. Kedua, artikel ini memetakan tren-tema utama dan pendekatan metodologis dalam penelitian terkiniAitermasuk topik integrasi ESG dalam strategi perusahaan, dampak Sustainability accounting investasiAidengan dominasi studi kualitatif, kuantitatif, maupun pendekatan campuran. Untuk mendukung analisis kualitatif, artikel ini juga menyajikan analisis dinamika riset secara kuantitatif. Dengan pertumbuhan publikasi, jumlah kutipan, jaringan kolaborasi peneliti, serta pusatpusat riset unggulan dapat diidentifikasi secara visual. Analisis ini memberikan gambaran objektif mengenai struktur, intensitas, dan penyebaran pengetahuan dalam bidang Sustainability accounting di tingkat global. Terakhir, jurnal ini berupaya mengidentifikasi gap literatur dan peluang riset lanjutan, misalnya kurangnya eksplorasi tentang pengukuran dan integrasi data non-finansial secara efektif dalam sistem akuntansi perusahaan. Dengan demikian, artikel ini diharapkan mampu tidak hanya memetakan lanskap pengetahuan yang telah ada, tetapi juga menawarkan arah bagi penelitian masa depan di bidang Sustainability accounting yang semakin strategis. II. METODE PENELITIAN Transformasi akuntansi keberlanjutan berakar dari konsep triple bottom line oleh Elkington . , yang menekankan tanggung jawab perusahaan tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan Pendekatan ini melahirkan perusahaan, di mana performa tidak hanya diukur dari sisi finansial, melainkan juga kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Dalam kerangka teori legitimasi, praktik pelaporan keberlanjutan menjadi sarana kepercayaan publik, seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap tanggung jawab sosial perusahaan. Tinjauan sistematis dalam studi ini dilakukan dengan mengikuti protokol Tranfield et al. dan Kitchenham . guna menjamin transparansi dan ketelitian metodologis. Data diperoleh dari Scopus. Web of Science, dan Google Scholar dengan rentang waktu publikasi 2020Ae2025 dan kata kunci seperti AuSustainability accounting Ay serta frasa Artikel yang dipilih harus berstatus peer-reviewed, berbahasa Inggris, dan Kalbisocio. Jurnal Bisnis & Komunikasi. Vol. No. September 2025. E-ISSN 2829-1301 secara eksplisit membahas aspek akuntansi pelaporan, dan audit. Artikel nonakademik keberlanjutan tanpa kaitan dengan akuntansi dikeluarkan dari analisis. Dalam tahap analisis, pendekatan bibliometrik menggunakan VOSviewer digunakan untuk memetakan tren topik. Sementara itu, analisis tematik berbasis coding manual diterapkan untuk menggali tema utama, celah penelitian, serta tantangan dan peluang yang ada. Kombinasi memberikan gambaran menyeluruh dan mendalam mengenai arah dan dinamika penelitian akuntansi keberlanjutan dalam lima tahun terakhir. Metode analisis tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pola dan tema utama yang berulang secara sistematis dalam literatur Sustainability accounting selama periode 2020Ae2025. Proses ini merupakan inti dari pendekatan kualitatif pengkodean manual yang cermat terhadap publikasi terpilih yang telah lolos kriteria inklusi dan eksklusi ketat. Dengan pendekatan ini, tujuan utamanya adalah merumuskan kategori tematik yang berfokus pada perkembangan konsep, praktik, dan tantangan yang relevan dalam bidang Sustainability accounting . Adopsi kerangka kerja analisis tematik dari Braun & Clarke . memastikan proses yang terstruktur dan Ini dimulai dengan fase familiarisasi data, di mana tim peneliti akan membaca secara berulang artikel-artikel yang relevan untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang isinya. Selanjutnya, pengkodean awal akan dilakukan, mengidentifikasi fitur-fitur menarik dari data yang relevan dengan pertanyaan Kode-kode ini kemudian akan tema-tema potensial yang lebih luas, diikuti dengan tahap peninjauan dan penyempurnaan tema untuk memastikan koherensi internal dan perbedaan yang jelas antar tema. Pendekatan ini memungkinkan kami untuk secara mendalam memahami narasi yang dominan, kesenjangan pengetahuan, dan arah riset yang muncul dari data kualitatif yang diekstraksi dari literatur. Misalnya, mengungkap bagaimana diskusi mengenai pelaporan ESG (Environmental. Social. Governanc. telah berkembang, tantangan dalam pengukuran dampak sosial yang belum terkuantifikasi secara efektif, atau bagaimana perusahaan menghadapi isu greenwashing dalam praktik pelaporan Selain itu, metode ini akan membantu mengidentifikasi bagaimana standar baru seperti yang diterbitkan oleh International Sustainability Standards Board (ISSB) mulai memengaruhi praktik akuntansi keberlanjutan dan diskursus Melalui proses yang teliti ini. Tabel 1. Statistik Publikasi Sustainability accounting 2020Ae2025 Tahun Jumlah Database Artikel Terbanyak Top Journals Referensi