Penerapan Sistem Iinformasi Manajemen untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Pengelolaan Data Kesiswaan oleh Personil Tata Usaha di 4 Sekolah pada Perhimpunan Xyz Dwi BudimanA. Soegeng Wahyoedi2. Januar Budiman3 Perhimpunan XYZA. FEB Universitas Kristen Krida Wacana2,3 budiman@gmail. comA, swahyoedi@ukrida. id2, jbn2500@gmail. ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan pengembangan dan penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Kesiswaan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas layanan melalui SIM dalam mengelola data kesiswaan. Teknik analisisnya adalah menghitung persentase anggota yang memberikan respon positif dengan SIM. Dari segi kualitas analisis data, 100% anggota setuju bahwa instruksi dalam SIM mudah dipahami dan informasinya telah dijelaskan dengan jelas dan lengkap. 100% anggota setuju bahwa informasi yang dikeluarkan SIM sesuai dengan kebutuhan. Untuk manfaat informasi, 100% anggota setuju bahwa informasi yang dikeluarkan oleh SIM membantu dalam proses pemantauan dan membantu dalam proses pengambilan keputusan. Juga 100% anggota setuju bahwa SIM efektif dan efisien. Pengembangan dan penerapan SIM merupakan langkah yang tepat untuk dikembangkan lebih lanjut karena dapat meningkatkan kualitas layanan pengelolaan data kesiswaan. SIM dapat berguna untuk mengakses data dan informasi rencana strategis dengan mudah dan cepat serta membantu proses monitoring dan evaluasi sehingga mendukung proses pengambilan keputusan. Kata Kunci: SIM, manajemen kesiswaan, data, informasi KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2021 | 147 Pendahuluan Pengelolaan data dan informasimenjadi sangat penting dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir ini. Data dan informasi memiliki fungsi yang sangat strategis bagi perkembangan dunia. Pengelolaan data akan menghasilkan informasi yang akan berperan penting bagi dasar suatu organisasi untuk membuat perencanaan, pengambilan keputusan, pengendali terhadap pelaksanaan sebuah proses, dan sebagai dasar evaluasi dalam suatu kegiatan. Oleh karena itu, pengelolaan data dan informasi sangatlah penting untuk dilakukan. Pada era perubahan teknologi saat ini, data dan informasi begitu mudah dan cepat untuk diperoleh. Ketika organisasi sistem informasi, maka organisasi akan mendapatkan manfaat yang luar biasa dalam hal kecepatan dan jangkauan untuk dapat menyajikan informasi pada pelanggan, artinya kinerja organisasi dipandang efektif dan efisien (Haryono. Selain itu, manfaat penerapan teknologi sistem informasi dalam hubungan intra-organisasi adalah untuk mendukung operasional organisasi, pertimbangan dalam pengambilan keputusan, serta mendukung strategi untuk menentukan keunggulan kompetitif organisasi (Khristianto, dkk. Perhimpunan XYZ adalah sebuah perhimpunan pendidikan Kristen yang mengelola sekolah di 2 wilayah yakni Surabaya dengan 26 sekolah dan Sidoarjo dengan 9 sekolah. Sekolah tersebut terdiri dari beberapa jenjang yaitu 7 sekolah pada jenjang KB, 8 sekolah pada jenjang TK, 8 sekolah pada jenjang SD, 6 sekolah pada jenjang SMP, 5 sekolah pada jenjang SMA, serta 1 sekolah pada jenjang SMK. Selama ini, data kesiswaan pada Perhimpunan XYZ dikelola oleh personil tata usaha dari masingmasing sekolah. Namun muncul beberapa kendala dalam proses pengelolaannya yang dipandang kurang efektif dan efisien karena: Data kesiswaan dikelola secara manu- al sehingga proses pengelolaan data tidak dapat dilakukan secara cepat. Data kesiswaan dari masing-masing sekolah tidak saling terintegrasi sehingga menyulitkan penelusuran informasi siswa. Personil tata usaha dari masing-ma- sing sekolah membutuhkan waktu yang cukup banyak dalam mengelola data kesiswaan serta menyajikannya dalam bentuk laporan. Belum ada sistem yang membantu pengelolaan data kesiswaan. Kendala-kendalatersebut menyebabkan kualitas layanan pengelolaan data Perhimpunan XYZ dalam mengelola data kesiswaan dinilai tidak maksimal. Sampai saat ini belum ada upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Berdasarkan fakta itu, maka peneliti memandang perlu adanya tindakan untuk menerapkan Sistem Informasi Manajemen pengelolaan data. Hal yang dilakukan adalah 148 | PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. (Dwi Budiman. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. mengelola data menjadi informasi digital yang bermakna dan menyajikannya melalui aplikasi yang dapat diakses dengan mudah oleh personil tata usaha dari masing-masing Penggunaan Sistem Informasi Manajemen dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajib pada era ini, baik itu organisasi yang menghasilkan produk maupun jasa. Menurut Utami . , organisasi yang besar maupun kecil membutuhkan suatu sistem untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan melihat kembali serta menyalurkan Sistem Informasi Manajemen membantu menyiapkan informasi yang dibutuhkan sebagai pertimbangan dalam keputusan pengambilan keputusan strategis. Salah satu organisasi yang menerapkan Sistem Informasi Manajemen diteliti oleh Saleh, dkk . dalam penelitiannya mengenai Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Terhadap Kualitas Informasi Akuntansi dalam Upaya Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Pengguna Software Akuntansi pada Pemerintahan Aceh. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut adalah Sistem Informasi Manajemen berpengaruh pada kepuasan pengguna Sistem Informasi Manajemen yang dijalankan dengan baik dapat menghasilkan informasi yang relevan, mudah didapatkan, jelas, detail, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga meningkatkan kepuasan Hasil serupa dibuktikan oleh penelitian Indrasari . mengenai Pengembangan Sistem Informasi Manajemen untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Data dan Efektivitas Layanan Guru Bimbingan dan Konseling di SMA AuXYZAy Surabaya. Penelitiannya menghasilkan kesimpulan bahwa pengembangan Sistem Informasi Manajemen Bimbingan dan Konseling terbukti meningkatkan kualitas data serta meningkatkan efektivitas layanan guru dalam hal layanan asesmen dan riwayat pengentasan/penyelesaian masalah siswa. Sistem Informasi Manajemen sendiri merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil data kembali dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan sebuah perusahaan (Rochaety. Sistem Informasi Manajemen didesain untuk memudahkan mengontrol data dan informasi operasional organisasi. Sistem ini sangat membantu pihak yang membutuhkan informasi yang cepat dan akurat untuk mendukung pengambilan keputusan (Lipursari, 2. Kelebihan lain Sistem Informasi Manajemen adalah dalam hal penyimpanan data dan informasi. Menurut Anggadini . , penyimpanan data dan informasi dapat lebih efektif dan efisien daripada penyimpanan secara manual karena dapat diproses dengan cepat dan pencariannya tidak membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, penyimpanan secara digital akan mengurangi pembiayaan kertas . di aktivitas pekerjaan. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2021 | 149 Tinjauan Literatur Dalam perkembangan era teknologi informasi saat ini, pengembangan dan penggunaan Sistem Informasi Manajemen sudah menjadi hal yang wajib dalam suatu Utami . mengatakan baik organisasi besar maupun kecil membutuhkan sistem informasi. Berbagai organisasi sudah menggunakan Sistem Informasi Manajemen untuk kemajuan usaha agar dapat bersaing dalam menyajikan data dan informasi pada Selain itu, penggunaan Sistem Informasi Manajemen sendiri membawa keuntungan internal dalam kelangsungan suatu organisasi. Pengertian Sistem Informasi Manajemen dapat dipahami dari kata pembentuknya yaitu sistem, informasi, dan Sistem berarti sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Informasi berarti data yang telah diolah atau memiliki arti. Sedangkan manajemen berarti kumpulan aktivitas yaitu menyusun dan pengorganisasian, pergerakan, serta pengendalian atau pengawasan (Rusdiana. Menurut Rochaety . Sistem Informasi Manajemen adalah perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses evaluasi dan pengambilan keputusan. Pengembangan dan penerapan Sistem Informasi Manajemen merupakan kombinasi yang teratur antara: Manusia Manusia adalah sumber daya yang sangat berharga dalam organisasi. Sumber daya manusia berhubungan langsung dengan proses produksi dan pelayanan. dalam Sistem Informasi Manajemen ada manusia yang merancang sistem, manusia yang membuat program, manusia sebagai operator, dan manusia sebagai pengguna yang memiliki peran untuk memanfaatkan dan mengevaluasi sistem tersebut. Data dan informasi Data adalah fakta atau apapun yang dapat digunakan sebagai input untuk menghasilkan informasi. Data bisa berupa bahan untuk diskusi, pengambilan keputusan, perhitungan, atau pengukuran. Data yang merupakan sumber dasar dari informasi harus dikumpulkan secara lengkap dan akurat. Pengumpulan data akan memakan banyak waktu dan upaya sehingga organisasi harus benar-benar menentukan data apa yang penting untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Mc. Leod dalam Rusdiana . mengatakan suatu informasi yang berkualitas harus memenuhi empat ciri yaitu akurat . nformasi harus mencerminkan kondisi yang sebenarny. , tepat waktu . nformasi itu harus tersedia atau pada saat informasi tersebut diperluka. , relevan . nformasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhka. , dan lengkap . nformasi harus diberikan secara lengka. Perangkat keras . dan perangkat lunak . 150 | PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. (Dwi Budiman. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. Perangkat keras . yang dimaksud adalah komputer sebagai pengolah pusat Sistem Informasi Manajemen. Menurut Rusdiana dkk . , secara teori, komputer tidak selalu digunakan dalam Sistem Informasi Manajemen. Akan tetapi kenyataannya. Sistem Informasi Manajemen tidak mungkin dapat berfungsi tanpa melibatkan elemen komputer. Sistem Informasi Manajemen selalu berhubungan dengan pengolahan informasi yang didasarkan pada komputer . omputer based information processin. Syarat perangkat keras agar dapat digunakan untuk Sistem Informasi Manajemen adalah memiliki ingatan/memory yang besar untuk menyimpan data, kecepatan pengolahan yang tinggi, dan dapat beroperasi secara Sedangkan perangkat lunak . adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi . antara manusia sebagai pengguna dan perangkat keras . Salah satu bagian . ub-kela. perangkat lunak adalah Aplikasi dirancang dengan lebih spesifik dan berinteraksi langsung dengan suatu pekerjaan penggunanya (Rahman dan Alfaizi, 2. Untuk saat ini ada tiga macam aplikasi yaitu aplikasi berbasis komputer/ desktop, aplikasi berbasis web, dan aplikasi yang saat ini sedang berkembang yaitu aplikasi mobile. Aplikasi berbasis komputer/ desktop menggunakan komputer sebagai sarana untuk menjalankan program. Aplikasi berbasis web menggunakan browser dan jaringan internet. Sedangkan aplikasi mobile menggunakan mobile device. Jaringan komunikasi . ommunication Jaringan komunikasi akan membantu dalam pengumpulan data, memproses data tersebut menjadi informasi kemudian ditransfer ke berbagai departemen dalam organisasi sesuai dengan kebutuhannya (Reddy et. al, 2. Prosedur operasional sistem Prosedur adalah panduan/instruksi yang akan membantu sumber daya manusia dalam mengoperasikan dan menggunakan Sistem Informasi Manajemen akan membawa organisasi untuk menyimpan data dan informasi secara digital yang dapat lebih efektif dan efisien daripada penyimpanan secara manual karena proses menyimpan dan pencarian kembali dapat dilakukan dengan cepat (Anggadini, 2. Hal ini akan sangat menguntungkan karena akan meningkatkan kinerja karyawan. Karyawan tidak akan membuang banyak waktu untuk mencari suatu data yang dibutuhkan. Penyimpanan secara digital dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lama, mengurangi pemakaian kertas . , serta akan mengurangi pembelian kertas di aktivitas pekerjaan. Selain itu, keunggulan dalam menggunakan Sistem Informasi Manajemen adalah data dan informasi dapat dianalisa sehingga bermanfaat untuk proses pengontrolan, proses evaluasi kinerja karyawan, dan keputusan, termasuk keputusan untuk penentuan strategi keunggulan kompetitif organisasi (Khristianto, dkk, 2. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2021 | 151 Namun Sistem Informasi Manajemen juga dapat memberikan dampak bagi lingkungan sosial yaitu pengurangan tenaga Fungsi manusia sebagai tenaga kerja digantikan oleh penggunaan teknologi yang menguntungkan organisasi. Selain itu dengan adanya Sistem Informasi Manajemen sendiri membuat manusia menjadi ketergantungan rasionalitasnya (Rusdiana dkk, 2. Desain/struktur data Sistem Informasi Manajemen atau ERD (Entity Relationship Diagra. merupakan suatu model untuk menjelaskan mengenai hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang memiliki hubungan antar ERD bertujuan untuk membantu para pengembang sistem dalam merancang relasi antar tabel dalam membuat basis data. Jadi ERD menjadi dasar dalam pembuatan Sistem Informasi Manajemen. Haag-Cummings . menyebutkan hal yang penting untuk dipahami terlebih dahulu dalam penyusunan ERD adalah mengenai basis data dan relasi basis data. Basis data merupakan kumpulan informasi yang diatur dan diakses berdasarkan struktur logika informasi tersebut. Sedangkan relasi basis data menggunakan serangkaian atau file dua dimensi yang berhubungan secara logis untuk menyimpan informasi dalam bentuk basis data. Menurut Haag-Cummings . , langkah-langkah dalam mendesain dan menyusun ERD yang perlu dilakukan adalah: Mendefisikan entitas. Primary Key, dan Foreign Key. Entitas adalah suatu tempat/objek untuk menyimpan data. Pembuatan ERD membutuhkan kecermatan dalam menentukan entitas dalam suatu proyek atau Entitas berguna untuk menentukan peran, kejadian, lokasi, hal nyata, dan konsep penggunaan terbatas untuk basis data. Setelah menentukan entitas, tahap selanjutnya adalah menentukan Key . Penggunaan Key merupakan cara untuk membedakan suatu entitas di dalam himpunan entitas dengan entitas lain. Ada dua macam key yaitu Primary Key . unci utam. dan Foreign Key . unci tam. Primary Key adalah atribut pada entitas yang bersifat unik. Jadi setiap entitas hanya memiliki satu Primary Key saja. Sedangkan Foreign Key adalah Primary Key yang terhubung pada entitas lain. Mendefinisikan relasi antar entitas Relasi . dapat terdiri dari sejumlah entitas yang disebut dengan derajat Derajat relasi maksimum disebut dengan kardinalitas sedangkan derajat relasi minimum disebut dengan modalitas. Jadi kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain. Kardinalitas relasi yang terjadi di antara dua himpunan entitas, misalnya entitas A dan entitas B. Jenis hubungan yang terjadi antara entitas A dan entitas B dapat berupa Auone to oneAy. Auone to manyAy atau Aumany to manyAy. Relasi Auone to oneAy atau relasi Ausatu ke satuAy berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya. Relasi Auone to 152 | PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. (Dwi Budiman. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. manyAy atau relasi Ausatu ke banyakAy berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya. Atau setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya. Sedangkan relasi Aumany to manyAy atau relasi Aubanyak ke banyakAy berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya. Mendefinisikan informasi dari setiap relasi, yaitu relasi pada tabel/file data. Informasi ini berisi atribut-atribut pada setiap entitas pada tabel/file data yang Atribut merupakan ciri umum semua entitas atau semua yang ada pada Atribut juga sering disebut dengan field atau kolom dalam suatu ERD. Langkah selanjutnya adalah menggambar desain ERD berdasarkan entitas dan relasi yang sudah Menggunakan bahasa definisi data untuk membuat basis data Setelah ketiga langkah di atas selanjutnya, pembuatan basis data dilakukan berdasarkan ERD yang telah disusun Setelah proses pembuatan basis data dan ERD, langkah terakhir adalah menyerahkannya kepada tim programmer sebagai materi dasar pembuatan Sistem Informasi Manajemen. Manajemen kesiswaan pada dasarnya gabungan dua kata yaitu: manajemen dan Manajemen secara etimologi berasal dari bahasa Inggris yaitu dari kata kerja to manage yang artinya mengurus, mengatur, menggerakkan, dan mengelola (Echol dan Shadily, 1. Manajemen asal mulanya dari bahasa Italia yaitu maneggiare yang artinya mengendalikan. Istilah mengendalikan tersebut lebih berfokus pada Aumengendalikan kudaAy, sedangkan maneggiare juga merupakan bahasa Latin manus yang memiliki arti AutanganAy. Kata tersebut juga mendapat pengaruh dari bahasa Prancis yaitu menege yang memiliki arti Aukepemilikan kudaAy. Akhirnya bahasa Prancis kemudian mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi management yang artinya seni melaksanakan dan mengatur (Amanah, 2. Apabila dilihat dari asal katanya, manajemen berarti pengurusan, pengendalian, atau pembimbingan. Dari kata tersebut dapat diambil pengertian manajemen adalah pekerjaan mengatur, mengelola, dan juga mengarahkan pada sesuatu yang akan dicapai sesuai dengan urutan fungsi-fungsinya. Selanjutnya dalam digunakan untuk mengendalikan dan mengatur suatu organisasi. Beberapa pengertian manajemen dikemukakan oleh beberapa pendapat antara lain sebagai berikut: Menurut Terry sebagaimana dikutip Ngalim Purwanto, management is a district proses consisting of planning, organizing, actuating and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources (Purwanto, 2. Mana- KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2021 | 153 jemen adalah proses tertentu yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang ditetapkan dengan menggunakan sumber daya personal maupun material, manusia maupun benda dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Menurut Parker yang dikutip oleh Hu- saini Usman, menyatakan bahwa manajemen ialah seni melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang . he art of getting things done through peopl. (Usman, 2. Manajemen adalah menjalankan fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, pengerakan, dan pengendalian menjadi suatu rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh dalam proses pendayagunaan segala sumber daya secara efisien disertai penetapan cara pelaksanaannya oleh seluruh jajaran dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi (Sagala, 2. Berdasarkan pengertian manajemen dari beberapa tokoh di atas, peneliti menyimpulkan manajemen sebagai suatu proses yang direncanakan untuk menjamin kerja sama, partisipasi, dan keterlibatan sejumlah orang dalam mencapai sasaran dan tujuan tertentu yang ditetapkan secara Manajemen mengandung unsur bimbingan dan pengarahan sekelompok orang terhadap pencapaian sasaran umum. Kesiswaan berasal dari kata dasar siswa dalam kamus Bahasa Indonesia berarti murid atau pelajar yang mendapat imbuhan ke-an yang berarti segala sesuatu yang menyangkut dengan peserta didik atau yang lebih populer dengan siswa. Secara etimologi, siswa adalah siapa saja yang terdaftar sebagai objek didik di suatu lembaga pendidikan (Arikunto, 1. Dalam dunia pendidikan, peserta didik juga sering disebut dengan siswa atau anak Peserta didik adalah mereka yang sedang mengikuti program pendidikan pada suatu sekolah atau jenjang pendidikan tertentu (Imron, 2. Anak didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pembelajaran (Djamarah, 2. Keberadaan siswa merupakan unsur yang penting dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik adalah orang yang mempunyai pilihan untuk menempuh ilmu sesuai dengan cita-cita dan harapan masa depan (Prihatin, 2. Peserta didik merupakan komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan nasional (Hamalik, 2. Dari beberapa pendapat diatas dapat diambil pengertian peserta didik adalah orang atau individu yang mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuannya agar tumbuh dan berkembang dengan baik serta mempunyai kepuasan dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh pendidiknya. 154 | PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. (Dwi Budiman. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. Manajemen pengelolaan kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik mulai dari awal masuk . ahkan sebelum masu. hingga akhir . dari lembaga pendidikan (Qomar, 2. Menurut Mantja. Manajemen kesiswaan dalam manajemen pendidikan merupakan proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan peserta didik, pembinaan sekolah mulai dari penerimaan peserta didik pembinaan peserta didik berada disekolah, sampai dengan peserta didik menamatkan pendidikanya mulai penciptaan suasana yang kondusif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif (Mantja, 2. Manajemen kesiswaan merupakan salah satu bidang operasional Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Manajemen kesiswaan adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik . alam lembaga pendidikan yang bersangkuta. agar bisa mengikuti proses PBM dengan efektif dan efesien (Mulyono, 2. Dengan beberapa pengertian di atas, manajemen kesiswaan dapat diartikan sebagai usaha untuk melakukan pengelolaan peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus, layanan yang memusatkan perhatian pengaturan, pengawasan, dan layanan peserta didik di kelas dan di luar kelas demi kelangsungan dan peningkatan mutu sehingga lembaga pendidikan tersebut dapat berjalan dengan teratur, terarah, dan terkontrol dengan baik seperti pengembangan seluruh kemampuan, minat, dan kebutuhan sampai ia matang sehingga menjadi sumber daya manusia yang mempunyai potensi tinggi dan berdaya guna, yaitu peserta didik . Kegiatan manajeman kesiswaan itu bukanlah dalam bentuk kegiatan-kegiatan pencatatan peserta didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas, yang secara operasional dapat dipergunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan siswa melalui proses pendidikan. Metode Penelitian Peneliti penelitian diskriptif yaitu sebuah penelitian dengan cara proses mengumpulkan data dengan metode analisis pekerjaan dan Adapun lokasi penelitian adalah TK ABC dan SD DEF yang bertempat di Jalan Galaxi Klampis Utara No. 1-3, Surabaya. Jawa Timur serta SMP GHI dan SMA JKL yang bertempat di Jalan Manyar Tirtoasri Raya No. Surabaya. Jawa Timur. Penelitian mengenai pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan dilakukan dalam empat tahap kegiatan yaitu : Perencanaan Penelitian dimulai dengan membuat desain/struktur data Sistem Informasi Manajemen, dalam hal ini adalah Entity Relationship Diagram (ERD). Pelaksanaan Desain/struktur data Sistem Informasi Manajemen akan diimplementasikan dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan yang dikelola KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2021 | 155 oleh personil tata usaha dari masingmasing sekolah. Pengamatan Pengamatan Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan dilakukan saat uji coba oleh peneliti dan tim programmer terlebih dahulu, baru kemudian akan disosialisasikan dan diimplementasikan untuk personil tata usaha dari masing-masing sekolah. Refleksi Peneliti akan mengedarkan lembar evaluasi berupa angket mengenai kualitas layanan pengelolaan data dalam mengelola data kesiswaan Sistem Informasi Manajemen. Apabila hasil evaluasi kualitas data dan manfaat informasi belum maksimal, maka akan dilakukan perbaikan dalam sistem. Hasil Penelitian Angket uji coba aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan memuat pertanyaan mengenai kualitas data dan manfaat informasi pada aplikasi serta keberhasilan transformasi data manual menjadi data digital dalam aplikasi. Dari hasil rekap angket uji coba aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan yang tertera Tabel 4. hingga Tabel 4. , dapat dilihat bahwa respons personil Tata Usaha di TK ABC. SD DEF. SMP GHI, dan SMA JKL terhadap Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan sangat baik. Berikut ini adalah pembahasan hasil rekap angket tersebut. Hasil uji coba aplikasi mengenai kualitas data yang ada di dalam Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan, bisa dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Gambar , dan Gambar 4. Pada Gambar 4. menunjukkan bahwa menurut Personil Tata Usaha di TK ABC. SD DEF. SMP GHI, dan SMA JKL, petunjuk/instruksi dalam aplikasi sudah mudah dipahami. 100% responden menyetujui bahwa petunjuk/instruksi dalam aplikasi komputer sudah mudah untuk dipahami, baik dari sisi tampilan menu, tampilan antar halaman serta fitur-fitur yang disediakan mudah dimengerti. Hasil serupa juga ditunjukkan pada Gambar dan Gambar 4. menunjukkan bahwa penyampaian informasi yang dikeluarkan oleh aplikasi sudah dideskripsikan secara jelas dan lengkap. Sebanyak 100% responden Personil Tata Usaha di TK ABC. SD DEF. SMP GHI, dan SMA JKL setuju bahwa informasi yang ditampilkan sudah masuk dalam kriteria penyampaian informasi yang jelas dan Responden merasa sangat mudah menggunakan data-data yang disimpan dalam sistem untuk dipahami sebagai informasi. Hal ini berarti data yang ditampilkan sudah Pada Gambar 4. informasi yang ditampilkan oleh Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan sudah sesuai dengan kebutuhan responden. Sebanyak 100% responden Personil Tata Usaha di TK ABC. SD DEF. SMP GHI, dan SMA JKL menyatakan bahwa informasi yang dikeluarkan oleh aplikasi sudah sesuai dengan kebutuhan. Hasil uji coba aplikasi mengenai manfaat informasi yang 156 | PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. (Dwi Budiman. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. ada di dalam Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan, bisa dilihat pada Gambar 4. dan Gambar 4. Sebanyak 100% Personil Tata Usaha di TK ABC. SD DEF. SMP GHI, dan SMA JKL setuju bahwa informasi yang dikeluarkan oleh aplikasi membantu dalam proses pengelolaan data kesiswaan, sedangkan 75% responden setuju bahwa informasi yang dikeluarkan oleh aplikasi membantu dalam proses pengambilan Hal ini berarti pembuatan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan bisa membantu Perhimpunan XYZ dalam proses pengelolaan data kesiswaan dan pengambilan keputusan. Sedangkan ditinjau dari keberhasilan transformasi data manual menjadi data digital dalam aplikasi. Gambar menunjukkan 100% Personil Tata Usaha di TK ABC. SD DEF. SMP GHI, dan SMA JKL setuju bahwa aplikasi sistem informasi manajemen lebih efektif dan efisien untuk mengelola data kesiswaan daripada menggunakan cara manual. Pembahasan atas hasil yang telah disajikan di atas menghasilkan kesimpulan bahwa Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan ini telah menunjukkan kinerja yang memuaskan dalam menghasilkan informasi yang bermanfaat dari data kesiswaan yang ada. Tabel 4. 1 Ae Tabel Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 1 Gambar 4. 20 Ae Diagram Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 1 KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2021 | 157 Tabel 4. 2 Ae Tabel Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 2 Gambar 4. 21 Ae Diagram Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 2 Tabel 4. 3 Ae Tabel Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 3 158 | PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. (Dwi Budiman. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. Gambar 4. 22 Ae Diagram Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 3 Tabel 4. 4 Ae Tabel Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 4 Gambar 4. 23 Ae Diagram Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 4 KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2022 | 159 Tabel 4. 5 Ae Tabel Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 5 Gambar 4. 24 Ae Diagram Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 5 Tabel 4. 6 Ae Tabel Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 6 160 | PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. (Dwi Budiman. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. Gambar 4. 25 Ae Diagram Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 6 Tabel 4. 7 Ae Tabel Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 7 Gambar 4. 26 Ae Diagram Rekap Hasil Untuk Pertanyaan Angket No 7 KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2022 | 161 Berdasarkan pembahasan hasil uji coba aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan kepada personil Tata Usaha di TK ABC. SD DEF. SMP GHI, dan SMA JKL, dampak yang dirasakan antara lain: Kemudahan mengakses data kesiswaan. Pengguna tidak perlu lagi menggunakan cara manual untuk mengelola data kesiswaan. Asalkan ada koneksi internet, personil Tata Usaha di TK ABC. SD DEF. SMP GHI, dan SMA JKL dapat mengakses data kesiswaan mencarian data kesiswaan bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Keberadaan fitur AufilterAy dapat membantu personil Tata Usaha dengan mudah mencari data yang diinginkan Apabila ada perubahan data, maka proses update data bisa dilakukan dengan cepat sehingga personil Tata Usaha dapat langsung menerima informasi yang terbaru Sistem pengelolaan data kesiswaan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Adanya menu report . dapat membantu personil Tata Usaha untuk mengetahui pengelolaan data kesiswaan. Menghemat anggaran dan ramah ling- kungan karena tidak lagi menggunakan buku . Berdasarkan temuan peneliti. Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan dapat meningkatkan kualitas layanan pengelolaan data kesiswaan sesuai dengan teori dari Khristianto, dkk di tahun 2015 yaitu bermanfaat untuk proses pengontrolan dan pertimbangan dalam pengambilan Kesimpulan dan Saran Pengembangan Sistem Informasi Manajemen dapat meningkatkan kualitas layanan pengelolaan data kesiswaan TK ABC. SD DEF. SMP GHI, dan SMA JKL. Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan dapat digunakan sebagai dasar dari sistem informasi yang lain, seperti Sistem Informasi Manajemen Keuangan Siswa. Sistem Informasi Manajemen Bantuan Uang Sekolah Siswa. Sistem Informasi Manajemen Penerimaan Siswa Baru. Sistem Informasi Manajemen Bimbingan Konseling. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Agama Kristen, dan Learning Management System. Karena Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan menjadi pusat dari sistem informasi yang lain, maka Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan didesain secara efektif dan sederhana sehingga dapat mengakomodir kebutuhan dari seluruh sistem informasi yang Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan juga dapat bermanfaat bagi Perhimpunan XYZ untuk mengakses data dan informasi kesiswaan dengan mudah dan cepat serta membantu proses monitoring dan evaluasi sehingga mendukung proses pengambilan keputusan. 162 | PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. (Dwi Budiman. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. Peneliti hal yang menjadi saran apabila aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan dikembangkan lebih lanjut, antara lain: Haryono. Budi. How to Win Customer Through Customer Service with Heart. Format laporan Laporan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dinas pendidikan. Yogyakarta: Penerbit ANDI. Haag-Cummings. Management Information Systems for The Information Age. Seventh Edition. USA: The McGraw-Hill Companies. Pengembangan aplikasi Hamalik. Oemar. Proses Belajar Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Jurnal Harian untuk siswa. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Imron. Ali. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Apabila di kemudian hari ada peneliti ini, peneliti menyarankan penelitian aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan ini dikembangkan agar bisa terhubung dengan sistem penerimaan siswa baru sehingga proses pendaftaran siswa dalam Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan dapat DAFTAR PUSTAKA Buku Amanah. Dita. Pengantar Manajemen. Medan: UNIMED. Arikunto. Suharsimi. Pengelolaan Kelas dan Siswa. Jakarta: Rajawali. Djamarah. Syaiful Bahari. Guru dan Anak Didik dalam Interaktif Edukatif. Jakarta: PT. Rineke Cipta. Echol. John M. dan Hasan Shadily. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia. Khristianto. Wheny dkk. Sistem Informasi Manajemen (Pendekatan Sosiotekni. Jember: UPT Penerbitan. Diunduh pada 10092018 pukul 18. Mantja. Profesionalisasi Tenaga Kependidikan: Manajemen Pendidikan dan Supervisi Pengajaran. Malang: Elang Mas. Mulyono. Manajemen Administrasi Organisasi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Prihatin. Eka. Manajemen Peserta Didik. Bandung: Alfabeta. Qomar. Mujamil. Manajemen Pendidikan Islam: Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam. Jakarta: Erlangga. Purwanto. Ngalim. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Rahman. dan Farhan Alfaizi. Mengenal Berbagai Macam Software. Jakarta: Universitas Surya. Diunduh pada 06112018 pk 13. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2022 | 163 Rusdiana. A dkk. Sistem Informasi Manajemen. Bandung : CV. Pustaka