Jurnal Enviro Prodi Teknik Lingkungan Ae ITN Malang PEMBUATAN KOMPOS MENGGUNAKAN SAMPAH TAMAN DAN KOTORAN KAMBING DENGAN MOL LIMBAH SAYUR KECAMATAN PALIBELO MAKING COMPOS USING GARDEN WASTE AND GOAT dung WITH MOLE VEGETABLE WASTE. PALIBELO DISTRICT Rafian Helmi, . Hardianto, . Anis Atriyani 1,2,. Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan. Institut Teknologi Nasional Malang Email : . fianarbani96@gmail. hardianto_itn@yahoo. anisatriyani@ymail. Abstrak. Sampah taman merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dikecamatan palibelo yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut agar menjadi bahan yang bernilai guna, salah satunya dengan melakukan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan MOL limbah sayur terhadap kinerja proses pengomposan campuran sampah taman dan kotoran kambing. Metode yang digunakan dalam penelitian yang bersifat eksperimental laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan MOL limbah sayur terhadap pengomposan. Bahan yang dikomposkan adalah 5 kg sampah taman dan 3,5 kg kotoran kambing. Pengomposan dilakukan dengan empat perlakuan, yakni penambahan mol limbah sayur dengan variasi 0 ml . ebagai kontro. , 10 ml, 30 ml, dan 50 ml per Kg bahan baku. Berdasarkan hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh penambahan MOL dengan variasi 10 ml dan 30 ml dan 50 ml terhadap proses Nilai rasio Corganik pada perlakuan 10 ml, 30 ml, 50 ml dan kontrol berturut-turut adalah 14,1%, 14%, 14,7% dan 16,1%. Nilai N-total pada perlakuan 10 ml, 30 ml, 50 ml dan kontrol berturut-turut adalah 0,81%, 0,78%, 0,79% dan 0,72%. Nilai kadar air pada variasi 1, 2, 3 dan kontrol berturutturut adalah 45%, 40,1%, 44,9% dan 37. Nilai rasio C/N pada perlakuan 10 ml, 30 ml, 50 ml dan kontrol berturut-turut adalah 17,4%, 17,9%, 18,6% dan 22,3%. Parameter diatas telah memenuhi SNI . -7030-2. tentang spesifikasi kompos dari Sampah organik domestik. Kata Kunci : kompos, sampah taman dan kotoran kambing. MOL limbah sayur. Abstract. Garden waste is one of the wastes produced in the Palibelo sub-district which can be further utilized to become useful materials, one of which is composting. The purpose of this study was to analyze the effect of adding MOL of vegetable waste to the performance of the composting process of a mixture of garden waste and goat manure. The method used in this research is an experimental This study aims to analyze the effect of adding MOL vegetable waste to composting. The composted material is 5 kg of garden waste and 3. 5 kg of goat manure. Composting was carried out with four treatments, namely the addition of moles of vegetable waste with variations of 0 ml . s a contro. , 10 ml, 30 ml, and 50 ml per kg of raw material. Based on the results of this study concluded that there was an effect of adding MOL with variations of 10 ml and 30 ml and 50 ml on the composting The value of the Corganic ratio in the 10 ml, 30 ml, 50 ml and control treatments were 14. 14%, 14. 7% and 16. 1%, respectively. The total N values in the 10 ml, 30 ml, 50 ml and control treatments were 0. 81%, 0. 78%, 0. 79% and 0. 72%, respectively. The values of water content in variations 1, 2, 3 and control were 45%, 40. 1%, 44. 9% and 37. The value of the C/N ratio in the 10 ml, 30 ml, 50 ml and control treatments respectively were 17. 4%, 17. 9%, 18. 6% and 22. The parameters above have complied with SNI . -7030-2. regarding the specification of compost from domestic organic waste. Keywords: compost, garden waste and goat manure. MOL vegetable waste. Jurnal Enviro Prodi Teknik Lingkungan Ae ITN Malang PENDAHULUAN Sampah merupakan permasalahan yang umum yang dihadapi oleh berbagai sektor termasuk sektor institusi pendidikan. peningkatan jumlah penduduk setiap persoalan dalam upaya penanganan Sejak Kecamatan Palibelo membangun Tempat Pengolahan Sampah (TPS) difungsikan sebagai sarana pengelolaan sampah secara mandiri yang melayani seluruh area Kecamatan Palibelo, mulai dari kegiatan pengangkutan sampah di tiap Ae tiap area desa hingga pengolahan sampah yang dilakukan terpusat di area Kecamatan Palibelo itu sendiri. Timbulan sampah di Kecamatan Palibelo menyebutkan bahwa pada tahun 2015 jumlah timbulan sampah sebesar 11,82 m3/hari dengan komposisi 43,68% merupakan sampah organik dan 56,32% merupakan sampah anorganik. Sehingga terdapat 4. 307 m3 sampah per tahun yang harus diolah. Timbulan sampah komposting untuk sampah organik biodegradable dan melakukan recycle untuk sampah anorganik. Menurut Anggarini . Komposisi timbulan sampah tertinggi untuk sampah organik di Kecamatan Palibelo adalah sampah daun dengan berat 321,94 kg/tahun atau sekitar 38,12%. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan sampah organik lainnya seperti sampah sisa makanan sejumlah 172,95 kg/ tahun . ,48%). Oleh karena itu, pengomposan sampah organik yang dilakukan di Kecamatan Palibelo sebagian besar berupa sampah daun kering. Kegiatan pengomposan berlangsung secara konvensional selama 3 Ae 5 minggu dalam bak Ae bak bersekat dengan ukuran 2 m3 sejumlah 23 bak. Sampah daun kering dilakukan pencacahan terlebih dahulu sebelum dikomposkan dalam kemudian diberikan larutan EM4 sebagai aktivator dan secara rutin akan dilakukan Dalam pembuatan kompos, aktivator digunakan untuk mempercepat proses kematangan kompos. Selain menggunakan aktivator komersial, dapat memanfaatkan mikroorganisme lokal (MOL). Larutan MOL merupakan hasil fermentasi yang dapat dibuat dari berbagai bahan yang tersedia di lingkungan sekitar Larutan mikroorganisme yang dapat merombak bahan organik, merangsang pertumbuhan tanaman dan sebagai agen pengendali hama penyakit tanaman (Sutari, 2. Menurut Purwasasmita . , larutan MOL dapat dibuat dengan cara sederhana, misalnya dengan memanfaatkan limbah yang ada disekitar lingkungan kita. Komponen utama yang harus dipenuhi dalam bahan pembuatan MOL adalah karbohidrat, glukosa dan sumber mikroorganisme. Dalam penelitian ini, akan dilakukan sampahtaman dan kotoran kambing dengan mol limbah sayur di Kecamatan Palibelo mikroorganisme lokal (MOL) yang terbuat dari campuran jenis dedaunan sebagai sumber mikroorganismenya, antara lain daun ketapang (Terminalia catapp. , daun angsana (Pterocarpus indicu. dan daun mahoni (Switenia mahagon. Sedangkan menggunakan air tepung beras dan tetes tebu . Larutan MOL ini akan difermentasi selama 14 hari sebelum ditambahkan ke bahan kompos. Jurnal Enviro Prodi Teknik Lingkungan Ae ITN Malang METODOLOGI Lokasi Penelitian Adapun lokasi-lokasi yang digunakan sebagai tempat penelitian adalah sebagai Sampah taman dan kotoran kambing diambil di Jln. Lintas Teke Palibelo. Desa Bre. Kecamatan Palibelo. Laboratorium Kesehatan Kota Bima. Merupakan tempat penelitian, yaitu membuat MOL limbah sayur dan pembuatan komposter. Variabel Penelitian Variabel penelitian ini terdiri dari 3, yaitu: Variabel bebas . adalah variabel yang nilainya menentukan variabel Pada penelitian ini variabel bebas adalah MOL limbah sayur dengan variasi 0 ml, 10 ml, 30 ml, dan 50 ml. Variabel terikat . variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel Pada penelitian ini variabel terikat adalah kualitas kompos dari bahan sampah taman dan kotoran kambing dan waktu pengomposan selama 27 hari. Variabel pengganggu (Confoundin. merupakan variabel yang berhubungan dengan variabel bebas dan terikat. Variabel pengganggu pada penelitian ini adalah pH, temperatur yang diukur setiap hari. air maka dilakukan pembalikan, bila ditambahahkan air sesuai dengan kebutuhan air tersebut. Kadar air akan sangat berpengaruh dalam mempercepat terjadinya perubahan dan penguraiaan bahan-bahan organik yang digunakan dalam pembuatan kompos. Kadar air adalah persentase kandungan air dari suatu bahan yang dapat dinyatakan berdasarkan berat basah . et basi. atau berdasarkan berat kering . ry basi. Pada penelitian ini pengukuran kadar air dilakukan semingu sekali. Apabila kadar air kurang dari yang ditentukan maka dilakukan penambahan air dengan menghitung terlebih dahulu jumlah air yang dibutuhkan dengan persamaan berikut ini: Mb-M/ MMa. (Persamaan 4. di mana: a = jumlah air yang dibutuhkan . M = kandungan kadar air yang diinginkan (%) Ma = kandungan kadar air dari air . %) Mb = kandungan kadar air dari bahan kompos (%) Perubahan kadar air dapat dilihat pada Gambar 4. 1 dibawah ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Pengaruh Penambahan MOL Terhadap Hasil Pengomposan C Analisis Kadar air Pengomposan Pengukuran kadar air pengomposan Mikroorganisme MOL limbah sayur dilakukan setiap minggu. Kadar air di sesuaikan dengan perlakuan 10ml, 30ml, 50ml dan Apabila terjadi kelebihan minggu minggu minggu minggu minggu 10 ml 30 ml Gambar 4. 1 Grafik Perubahan Kadar Air 50 ml Jurnal Enviro Prodi Teknik Lingkungan Ae ITN Malang o Analisis C-organik Analisis C-organik dilakukan setiap Jannah penguraian bahan organik terjadi, menghasilkan unsur C sehingga C-organik Kemudian minggu 0 minggu 1 minggu 2 minggu 3 minggu 4 matang, pengurai akan mati dan C-organik C-organik Gambar 4. 2 dibawah ini. pengomposan dapat dilihat pada Pengomposan Hasil perlahan-lahan 10 ml 30 ml Gambar 4. 2 Grafik Perubahan Corganik akan turun. Kandungan C-organik o Analisis banyaknya bahan organik yang N-Total Pengomposan terdapat dalam kompos selama Menurut organisme yang bertugas dalam Semakin intensif pelapukan bahan menghancurkan material organik organik berlangsung, maka akan membutuhkan nitrogen (N) dalam semakin sedikit keberadaan karbon jumlah yang besar. Nitrogen akan organik dalam suatu bahan. bersatu dengan mikroba selama Kandungan C-organik merupakan Starbuck, . Setelah dekomposisi dalam pengomposan pembusukan selesai, nitrogen akan dilepaskan kembali sebagai salah Kandungan C-organik merupakan satu komponen yang terkandung karbon yang digunakan sebagai nitrogen dalam jumlah yang tinggi untuk menyusun sel-sel dengan karena terjadi proses dekomposisi membebaskan CO2 dan bahan yang lebih sempurna. Sedangkan lainnya (Mirwan, 2. nitrogen yang rendah disebakan Tersedianya bahan baku kompos yang 50 ml Jurnal Enviro Prodi Teknik Lingkungan Ae ITN Malang mengandung nitrogen rendah dan karena pengemasan kurang baik (Mulyono, 2000 dalam Pitoyo. Kadar N-total berhubungan dengan kadar C-organik kompos. Kedua menentukan rasio C/N kompos. Menurut Hidyati, dkk. , . N total dalam kompos C/N sangat tergantung pada kandungan C dan N bahan yang dikomposkan (Mulyadi, 2. Nilai rasio C/N bahan organik merupakan faktor penting dalam pengomposan yang dibutuhkan mikrooragnisme sebagai sumber nutrisi untuk pembentukan sel sel Prinsip pengomposan adalah untuk menurunkan rasio C/N bahan organik hingga sama dengan C/N tanah (<. (Dewi dan Tresnowati, 2. Grafik perubahan rasio C/N dapat dilihat pada Gambar 4. 5 dibawah diperoleh dari hasil degradasi bahan yang mendegradasi bahan kompos. Grafik perubahan N-total dapat minggu minggu minggu minggu minggu dilihat pada Gambar 4. 4 dibawah 10 ml 30 ml Gambar 4. 5 Grafik Perubahan Rasio C/N Kompos dengan SNI 19 Ae 7030 Ae Perbandingan Kualitas minggu minggu minggu minggu minggu Hasil pengomposan sampah Taman 10 ml dan kotoran kambing pada berbagai 30 ml 50 ml Gambar 4. 4 Grafik Perubahan N-Total dengan standar kualitas kompos yang baik menurut SNI 19 Ae 7030 Ae o Analisis Rasio C/N Pengomposan Rasio C/N digunakan untuk mengetahui kematangan sampel yang didegradasi untuk dijadikan kompos (Laksana dan Chaerul. Kecepatan penurunan rasio Berikut disajikan tabel uji per minggu untuk parameter kadar air. C-organik. N-total dan rasio C/N kompos pada semua perlakuan. Rekapitulasi 50 ml Jurnal Enviro Prodi Teknik Lingkungan Ae ITN Malang Tabel Kesimpulan dibawah ini. Tabel Berdasarkan hasil penelitian dan Rekapitulasi Data pembahasan yang telah dilakukan Pengujian Laboratorium dari penelitian ini, maka dapat Parameter Kadar Air (%) disimpulkan bahwa: Min Min Min Min Min 30 ml 50 ml 10 ml C memberikan pengaruh signifkan Min Min Min Min 30 ml 50 ml dengan rasio C/N yang sudah memenuhi SNI 19 Ae 7030 Ae 2004. Sementara pada perlakuan tanpa Min 0,79 Min 0,59 Min 0,64 Min 0,72 1,21 0,83 0,69 0,74 0,81 30 ml 1,22 0,81 0,61 0,74 0,78 50 ml 1,22 0,94 0,69 0,79 Min Min Min Min Min 30 ml 50 ml Kontro 10 ml sumber: Data Primer 2021 . memenuhi SNI 19 Ae 7030 Ae 2004. Penambahan MOL dengan dosis 10 ml/kg, 30 ml/kg dan 50 ml/kg bahan signifikan terhadap kinerja dan hasil Hal tersebut ditandai Parameter Rasio C/N Para MOL kompos belum matang dan belum Min 1,18 Kontro 10 ml pada perlakuan penambahan MOL Parameter N-Total (%) dengan kompos yang sudah matang Min Kontro 10 ml Hal ini ditandai Parameter C-Organik (%) Penambahan MOL limbah sayur dengan nilai untuk setiap parameter masing-masing tidak berbeda jauh dan rasio C/N di akhir pengomposan sudah samasama memenuhi SNI 19 Ae 7030 Ae Nilai rasio C/N berturut-turut untuk perlakuan 10 ml, 30 ml, 50 ml dan kontrol adalah 17,4%, 17,9%, 18,6% dan 22,3%. Dapat Jurnal Enviro Prodi Teknik Lingkungan Ae ITN Malang disimpulkan bahwa penambahan Arifin. , dan Amik K. Pertanian MOL 10 ml/kg bahan sudah efektif Organik Menuju dalam proses pengomposan. Berkelanjutan. Pertanian Bayumedia Publishing. Malang. Saran Adapun saran dari penelitian ini Arlinda. Study of Comparative Chemical Quality Of Compost adalah sebagai berikut: Made From Oil Palm Bunches With C Perlu dilakukan pengujian kualitas Activator Of Activated Sludge Coca kompos dengan parameter yang Cola, lebih lengkap berdasarkan SNI 19 Ae Compost. Institut Pertanian Bogor. Cocomas And Bokashi 7030 Ae 2004. Melalui penelitian ini diharapkan Ayuningtias. Dyah Pengaruh Ketersediaan Oksigen dan Sistem Aerasi terhadap Laju Proses Pengomposan dan Kualitas Kompos Berbahan Baku Limbah Pencucian Kotoran DAFTAR PUSTAKA