43 ISSN: 2548 - 1843 PENGARUH LATIHAN RENTANG PERGERAKAN SENDI TERHADAP KEKUATAN OTOT. LUAS GERAK SENDI DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE DI RS HUSADA JAKARTA Ni Made Suarti*) Rohani*) *)Dosen Akademi Keperawatan RS Husada. Jakarta, 10730. Indonesia ABSTRAK Stroke adalah sindrom klinis akibat gangguan suplai darah ke otak dan mengakibatkan gangguan motorik berupa hemiparese. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh latihan rentang gerak sendi (RPS) terhadap kekuatan otot, luas gerak sendi (LGS) dan kemampuan fungsional pasien stroke di RS Husada Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experiment pre dan post test design dengan kelompok kontrol. Jumlah sampel penelitian 30 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji t-test independen dan uji t-test dependen. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan otot meningkat . =0,. dan kemampuan fungsional meningkat . =0,. secara signifikan setelah diberikan latihan RPS. Kesimpulan penelitian ini adalah latihan RPS berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot dan kemampuan fungsional. Saran peneliti yaitu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, dan penggunaan latihan ini sebagai intervensi mandiri dalam asuhan keperawatan pasien stroke. Kata kunci : stroke, hemiparese, latihan RPS, kekuatan otot. LGS, kemampuan ABSTRACT Stroke is a clinical syndrome caused by blood supply disruption to the brain, it has an effect on many functions of the body. The most obvious motoric deficit effect is The aim of this study is to identify the effect of RPS exercise to muscle strength, joint range of motion and functional ability of patient with stroke at Sint Carolus Hospital Jakarta. A quasi experimental with control group pretest-posttest design was used in this study. The total samples of 30 patients with stroke were selected by a consecutive sampling method. The result showed that muscle strength . =0,. and functional ability . =0,. were significantly improved after given RPS exercise. This study recommended on the needs of further research, and the use of this exercise as an independent nursing intervention in providing care to stroke patient. Key words : stroke, hemiparese. RPS exercise, muscle strength, joint range of motion, functional ability. JKH/ Volume 1/ Nomor 2/ Juni 2017 Pengaruh Latihan Rentang Pergerakan Sendi . (N. Suarti & Rohan. 500 ribu penduduk di Indonesia Pendahuluan Stroke merupakan kondisi abnormal terkena serangan stroke (Yastroki. Defisit kemampuan jangka panjang yang paling umum terjadi karena pembentukan embolus atau thrombus stroke adalah hemiparesis (Lewis. Hemiparesis merupakan suatu mengakibatkan iskemik jaringan otak bentuk defisit motorik yang dapat yang pada kondisi normal diperdarahi Kockrow, pasien mengalami Stroke diklasifikasikan menjadi dua Hasil tipe utama, yaitu stroke hemoragik Davenport, . %) dan stroke non hemoragik . menemukan bahwa sebanyak . %) (Lewis, 2. 62% pasien stroke mengalami lebih (Christensen Angka kejadian stroke meningkat (Siswono, 2. Data tahun 2007 dari Organisasi (WHO) Kesehatan Dunia sebanyak 15 juta orang per tahun di seluruh dunia terkena stroke (World Health Report. Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah penderita stroke terbesar di Asia Dennis Warlow dari satu tipe komplikasi (American Heart Association/ AHA. Komplikasi yang dapat terjadi pada pembentukan thrombus yang dapat mengakibatkan terjadinya Deep Vein ThRPSbosis (DVT). atrofi otot, jatuh, penurunan fleksibilitas sendi yang kontraktur dan nyeri sendi. Rentang Pergerakan Sendi (RPS) atau penyakit nomor tiga yang mematikan Latihan Range of Motion (ROM) setelah penyakit jantung dan kanker dan menempati urutan pertama dalam intervensi fundamental perawat yang hal penyebab kecacatan fisik (Pdpersi. Setiap tahunnya diperkirakan pencegahan terjadinya kondisi cacat JKH/ Volume 1/ Nomor 2/ Juni 2017 Pengaruh Latihan Rentang Pergerakan Sendi . (N. Suarti & Rohan. permanen pada pasien stroke. Lewis pasien stroke dan untuk mengetahui . apakah faktor-faktor perancu, seperti: sebaiknya latihan pada pasien stroke usia, jenis kelamin, frekuensi stroke, dilakukan beberapa kali dalam sehari untuk mencegah komplikasi. kekuatan otot, luas gerak sendi dan Rumah Sakit Husada Jakarta stroke berhubungan dengan kemampuan fungsional pasien stroke. jumlah pasien stroke yang dirawat Metode Penelitian Diketahui pasien stroke hemoragik pada tahun rancangan quasi experiment pre dan 2006 sebanyak 122 orang dan pasien post test design dengan kelompok stroke non hemoragik sebanyak 211 . roup Sedangkan pada tahun 2007, terhadap kekuatan otot, luas gerak stroke hemoragik dan non sebanyak 109 orang dan 239 orang. Melihat kejadian stroke, perawat yang sangat penting dalam upaya pencegahan cacat permanen pada pasien stroke, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang bagaimana pengaruh latihan RPS terhadap kekuatan otot, luas gerak sendi dan kemampuan fungsional pasien stroke di RS Husada Jakarta. Tujuan RPS sendi dan kemampuan fungsional Total sebanyak 30 responden yang dibagi sebanyak 15 orang pasien stroke yang diberikan penanganan standar rumah sakit dan latihan RPS 4x sehari selama 7 hari. dan kelompok kontrol sebanyak 15 orang pasien stroke yang hanya diberikan penanganan standar rumah sakit. Penilaian kekuatan otot, luas gerak sendi dan kemampuan fungsional responden dilakukan pada hari pertama dan ketujuh untuk kedua menjelaskan pengaruh latihan RPS kelompok responden. Populasi dalam terhadap kekuatan otot, luas gerak penelitian ini adalah seluruh pasien sendi dan kemampuan fungsional stroke rawat inap yang mengalami JKH/ Volume 1/ Nomor 2/ Juni 2017 Pengaruh Latihan Rentang Pergerakan Sendi . (N. Suarti & Rohan. hemiparese di Husada Jakarta pada luas gerak sendi dan kemampuan Februari Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive Analisis Hasil digunakan yaitu uji t-test independent. Analisis t-test dependen dan General Linear analusis univariat dan bivariat Model. Alat Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur pasien Stroke di RS Husada. Februari 2017 digunakan adalah format pengkajian penilaian kekuatan otot, luas gerak sendi dan kemampuan fungsional. Jenis Kelompok Intervensi Kontrol Mean 56,27 64,27 MinMak 95%CI 49,8-62,7 58,1-70,4 skala kekuatan otot dan Rerata umur responden adalah 60,27. Index Barthel. Usia termuda dari seluruh responden Analisis adalah 25 tahun . ,33%) dan umur penelitian adalah analisis univariat tertua adalah 85 tahun. Responden dari karakteristik responden, rerata terbanyak berumur antara 41-65 tahun kekuatan otot, rerata luas gerak sendi yaitu sebanyak 20 orang . ,7%). dan rerata kemampuan fungsional Analisis dengan uji t-test independen dan t-test mengetahui pengaruh latihan RPS terhadap kekuatan otot, luas gerak sendi dan kemampuan fungsional. Analisis General Linear Model mengetahui hubungan faktor perancu . sia, jenis kelamin, frekuensi stroke, jenis strok. dengan kekuatan otot. Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Frekuensi Stroke dan Jenis Stroke pasien Stroke di RS Husada. Februari 2017 . Variabel Jenis Kelamin: Laki-laki Perempuan Frekuensi Stroke : Serangan pertama Serangan kedua/lebih Jenis stroke: Stroke hemoragik Stroke non Persentase JKH/ Volume 1/ Nomor 2/ Juni 2017 Pengaruh Latihan Rentang Pergerakan Sendi . (N. Suarti & Rohan. Hasil penelitian diperoleh pasien laki- kedua atau lebih dan tidak ditemukan laki berjumlah 16 orang . ,3%) sedangkan perempuan sebanyak 14 kekuatan otot antara stroke non orang . ,7%). Hasil penelitian ini Diketahui sebelumnya Kwakkel, laki dibandingkan perempuan (Lewis, menemukan bahwa ada hubungan Distribusi rerata kekuatan otot dan kemampuan fungsional pasien Stroke di RS Husada. Februari 2017 . Variabel Jenis Kelp. Mea Medi Kuat otot Kuat otot Fungsion Intervensi Intervensi Kontrol Intervensi Kontrol 2,93 2,13 0,88 1,32 1,01 1,25 Fungsion Intervensi 61,67 Min Mak 2,4-3,4 1,5-2,9 3,6-4,8 1,4-2,8 52,879,1 47,067,6 74,893,9 51,871,5 Tidak signifikan rata-rata kekuatan otot antara responden yang berumur < 60 serangan stroke (AHA, 1. Tabel 4 Distribusi rerata luas gerak sendi pasien Stroke di RS Husada. Februari 2017 . Variabel Jenis Kelp. Intervensi Bahu . Kontrol Pangkal . Intervensi Lutut . Intervensi Kontrol Kontrol antara sebelum intervensi . dan yang terlihat pada pasien setelah 95%CI Rata-rata kekuatan otot meningkat . rehabilitasi terhadap efek rehabilitasi Tabel 3 stroke lebih banyak terjadi pada laki- rata-rata berumur > 60 tahun. Diketahui juga bahwa tidak ada perbedaan rata-rata kekuatan otot antara responden yang mengalami serangan pertama dengan responden yang mengalami serangan Waktu Sebelum Sesudah Sebelum Sebelum Sesudah Sebelum Sebelum Sesudah Sebelum LGS