JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 4349 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. ANALISIS KELENGKAPAN DAN KEAKURATAN PENGISIAN SURGICAL SAFETY CHECKLIST PASIEN RAWAT INAP BEDAH DI RSUD KOTA KENDARI Suci Dwi Yanti Institut Sains Teknologi dan Kesehatan AoAisyiyah. Kendari. Indonesia, sucidwiyanti73@gmail. ARTICLE INFORMATION Received: June, 6, 2023 Revised: August, 10, 2023 Available online: September, 30, 2023 KEYWORDS Surgical safety checklist. Rekam Medis. Rumah Sakit. Pasien Bedah. PMK Nomor 11 tahun 2017. Surgical safety checklist. Medical Records. Hospitals. Surgical Patients. PMK Number 11 of 2017 CORRESPONDENCE Suci Dwi Yanti ISTEK AoAisyiyah Kendari Indonesia sucidwiyanti73@gmail. ABSTRACT One indicator to assess the quality of health service in hospital is the availability of complete and accurate medical record (MR). This study aims to determine the level of completeness and accuracy of contents and filling of Surgical safety checklist in the MRs of inpatient surgery in Kendari City Hospital based on PMK number 11 of 2017. The design of this study is quantitative with descriptive approach. This study uses a sampling technique that is simple random sampling. The results of this study are in terms of the completeness of the contents of the Surgical safety checklist which is in the bad category, with a completeness level of less than 100% . 45%). While in terms of accuracy of filling the Surgical safety checklist is in the category not good that is less than 100% ie . where this shows weak functioning of the medical record as legal evidence. So, the Hospital needs to hold more routine socialization about SOPs. Director decrees and MR legal regulations to medical officers and Surgical safety ABSTRAK Salah satu indicator untuk menilai mutu suatu pelayanan kesehatan di rumah sakit (RS) adalah tersedianya suatu rekam medik (RM) yang lengkap dan akurat, agar tercapainya standar pelayanan minimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelengkapan dan keakuratan isi dan pengisian Surgical safety checklist pada RM rawat inap bedah di RSUD Kota Kendari berdasarkan PMK nomor 11 tahun Desain Penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu dengan acak sederhana . imple random samplin. Adapun hasil pada penelitian ini yaitu Dari segi kelengkapan isi Surgical safety checklist berada dalam kategori tidak baik yaitu dengan tingkat kelengkapan kurang dari 100% yakni . ,45%). Sedangkan dari segi keakuratan pengisian Surgical safety checklist berada dalam kategori tidak baik yaitu kurang dari 100% yakni . dimana hal ini menunjukan masih lemahnya fungsi RM sebagai bukti hukum. Sehingga pihak RS perlu mengadakan sosialisasi secara lebih rutin lagi tentang SOP. SK Direktur dan peraturan hukum RM kepada para petugas medis dan Surgical safety checklist. This is an open access article under the CC BY-ND license. Yanti. Suci Dwi. Analisis Kelengkapan dan Keakuratan Pengisian Surgical SafetyAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 4349 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Keselamatan Pasien Rumah Sakit yang tercantum dalam PENDAHULUAN Globalisasi saat ini menuntut seluruh elemen Permenkes Nomor 11 Tahun 2017 adalah rumah sakit menggunakan suatu checklist atau proses lain untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu dan kualitas melakukan verifikasi praoperasi tepat-lokasi, tepat- dalam pelayanan. Salah satu intitusi kesehatan yaitu prosedur, dan tepat- pasien dan semua dokumen serta Rumah sakit, dimana Rumah sakit merupakan institusi peralatan yang diperlukan tersedia, tepat/benar, dan Checklist dengan tujuan tersebut telah pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang dicontohkan oleh WHO yaitu WHO Surgical Safety menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan Checklist. Dengan demikian, untuk pasien dengan gawat darurat. tindakan bedah, rumah sakit harus menyelenggarakan Data World Health Organization (WHO) bahwa selama lebih dari satu abad, perawatan bedah telah menjadi komponen penting dari Rekam Medis. Formulir Persetujuan Tindakan Kedokteran dan Surgical Safety Checklist sesuai dengan peraturan hukum (Agustina. Nelly . Pemerintah Indonesia telah menetapkan sanksi perawatan kesehatan di seluruh dunia, satu untuk setiap 25 orang hidup. Menurut penelitian di 56 negara dari 192 negara WHO tahun 2004, diperkirakan 234,2 persetujuan tindakan kedokteran dan penerapan checklist juta prosedur pembedahan dilakukan setiap tahun atau proses lain untuk melakukan verifikasi praoperasi berpotensi komplikasi dan kematian (Weiser, 2008 ). tepat-lokasi, tepat-prosedur, dan tepat-pasien. Sanksi World Health Organization (WHO) pada hukum yang berhubungan dengan rekam bulan Juni 2008 meluncurkan program Safe Surgery disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun Saves Lives sebagai upaya untuk keselamatan pasien 2009 yaitu sanksi administratif berupa teguran, teguran dan mengurangi jumlah angka kematian di seluruh tertulis atau denda dan pencabutan izin bagi rumah Untuk itu. WHO memperkenalkan Surgical Safety Checklist pada tahun 2009 yang tidak menyelenggarakan rekam medis. Selain itu, dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004, ditegaskan tentang sanksi hukum yang cukup kematian dan komplikasi atau kecacatan akibat berat, yaitu dipidana dengan pidana kurungan Penelitian yang dilakukan pada delapan lama 1 . tahun atau denda paling banyak rumah sakit dunia, menunjukkan bahwa Surgical Safety Rp 50. 000,00 bila dokter terbukti sengaja tidak Checklist terbukti menurunkan angka kematian dari membuat rekam medis. 1,5% menjadi 0,8%, penurunan komplikasi dari 11% Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti menjadi 7% dan penurunan infeksi nosokomial dari lakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari 6,2% menjadi 3,4% (Hayness, 2. yang juga merupakan salah satu Rumah Sakit sebagai WHO Surgical Safety Checklist berisi 19 item pusat rujukan yang ada di Sulawesi Tenggara. Dimana yang terdiri dari tiga tahap. Tiga tahap tersebut yaitu jumlah pasien rawat inap sejak tahun 2014 hingga 2018 Sign In . ebelum induksi anestes. Time Out terus menunjukan peningkatan, yakni 6. 516, 7. ebelum insisi kuli. dan Sign Out . ebelum 674, 9. 196 dan 10. 006 dengan jumlah kunjungan rawat pasien meninggalkan kamar operas. (Saefulloh. M inap tertinggi yaitu pasien bedah. Dimana peneliti juga dkk,2. mendapatkan data ketidaklengkapan pengisian Formulir Salah satu elemen penilaian dalam Sasaran Persetujuan Tindakan Kedokteran berdasarkan dokter Yanti. Suci Dwi. Analisis Kelengkapan dan Keakuratan Pengisian Surgical SafetyAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 4349 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. operator bedah. RSUD Kota Kendari pada bulan Mei sampai Juli 2019 Mengingat pentingnya pelaksanaan surgical berdasarkan Permenkes nomor 11 tahun 2017 dengan safety checklist yang sesuai dengan persyaratan Langkah hukum, maka peneliti mtertarik untuk meneliti isu mengolah data hasil analisis ke dalam bentuk persentase. diatas sehingga tujuan peneliti dalam penelitian ini HASIL PENELITIAN yaitu untuk meneliti Implementasi Kelengkapan dan Keakuratan surgical safety checklist Rawat Inap Bedah Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari METODE Lokasi dan Rancangan penelitian Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari provinsi Sulawesi Tenggara. Isi Formulir WHO SSCL menurut Permenkes Nomor 11 Tahun 2017 Isi Formulir WHO SSCL di RSUD Kota Kendari Sign In (Sebelum Induksi Anestes. Sign In (Sebelum induksi anastesi ) : pada bulan Agustus-September 2019. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang menganalisis berkas Rekam Medis dengan menggunakan Checklist. Apakah daerah sisi yang akan dioperasi sudah Apakah obat dan dalam keadaan lengkap dan siap Objek dan Sampel penelitian Objek penelitian ini adalah isi dan pengisian surgical safety checklist Rawat Inap unit Bedah di Apakah dengan pasien: operasi, prosedur dan persetujuan? RSUD Kota Kendari, yang terdiri dari 89 Sampel berkas pada Rekam medis rawat inap bedah, pada bulan Mei hingga Juli 2019. Metode pengumpulan data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi. Observasi dilakukan Apakah pasien memliki alergi? Apakah pasien pernafasan dan risiko aspirasi? dengan cara mengamati dan mencatat secara langsung dengan obyek yang diteliti, sehingga peneliti berusaha mendapatkan data tentang tingkat kelengkapan dan keakuratan surgical safety checklist Rawat Inap Bedah RSUD Kota Kendari berdasarkan Permenkes nomor 11 tahun 2017. Dalam Apakah Pulse Oxymetri pada pasien berfungsi dengan baik? Apakah pasien memiliki risiko kehilangan darah . ml/kg untuk ana. Identitas Prosedur Bagian/si si yang Instrume Saturasi IV Line Riawayat alergi (Ya/Tida. Site Mark daerah operasi (Ya/Tidak terdapat pada Pre Anestesi. Persediaan penelitian berupa lembar checklist dan buku catatan. Analisis data Penyulit Anasthesi (Tidak/ Ya, obat tersedi. Risiko aspirasi (Tidak/Ya. Peralatan sia. menggunakan instrumen Langkah pertama dalam mengolah data kuantitatif dalam penelitian ini adalah menganalisis tingkat kelengkapan dan keakuratan isi dan pengisian Surgical safety checklist Rawat Inap unit Bedah di Yanti. Suci Dwi. Analisis Kelengkapan dan Keakuratan Pengisian Surgical SafetyAA. Lengkap Konfirmasi : (Ya/ Tida. terdapat pada pre Anestesi. Kelengka JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 4349 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Risiko Pendarahan . ewasa Ou 500 cc, anak Ou 7 cc/kgBB ) instrumen telah Tidak/Ya Persediaa Time Out(Sebelum insisi kuli. , berisi : Konfirmasi nama dan tugas setiap anggota tim operasi Konfirmasi akan dilakukan Apakah profilaksis telah Berapa lama durasi Kemungki nan blood Antisipasi keadaan kritis, untuk dokterdan anastesi: Apakah ada hal spesifik Antisipasi keadaan kritis, perawat: Apakah Konfirmasi bagian/sisi Site mark dan Antisipasi Critical events Dokter bedah : Kemungki nan KTD. Sebutkan nama semua tim Antisipasi keadaan kritis, untuk operator bedah, berisi: Apakah Diskusi Time Out (Sebelum Insisi Kuli. , berisi: Kasus Durasi Perkiraan Antisipasi Critical eventsDokter Anestesi . aktor risiko Antisipasi Critical eventsPerawat instrument dan Konfirma Jumlah Tidak Lengkap (Point 60 menit an tidak Sign Out (Sebelum pasien meninggalkan kamar operas. , berisi Pencatatan nama prosedur yang telah dilakukan Review instrumen, jarum dan kassa Memastikan spesimen telah Mencatat setiap alat yang tidak/kurang berfungsi dan hal penting yang perlu menjadi Operator Bedah. Dokter Anestesi dan Perawat mereview postoperasi dan rencana pokok pasca operasi Kesimpulan Yanti. Suci Dwi. Analisis Kelengkapan dan Keakuratan Pengisian Surgical SafetyAA. Jumlah Implant Alat g medis lain siap Foto Xterpampang, ada tanda (Ya. Tidak Dobel ce. Sign Out (Sebelum pasien meninggalkan Ruang Operas. Konfirmasi Kelengkapan alat (Kassa. Instrumen. Bahan operasi PA (Tidak/Y. Pemberian label PA Permasalahan Pesanan khusus bedah dan paska bedah Pengisian RM Anesthesi Tanda tangan Kelengkapan Kelengkapan kurang dari 100% Lengkap Tidak Baik JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 4349 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Surgical Safety Checklist tentang pedoman operasi PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, isi dan pengisian dikamar bedah yang berisi 19 item dan terdiri dari tiga dari Surgical Safety Checklist di RSUD Kota Kendari Tiga tahap tersebut yaitu Sign In . ebelum belum sesuai dengan Permenkes Nomor 11 Tahun induksi anestes. Time Out . ebelum insisi kuli. dan 2017 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit dan Sign Out . ebelum pasien meninggalkan kamar Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yang Tujuan utama dari Surgical Safety Checklist mengacu pada Kepmenkes Nomor 129 Tahun 2008 adalah untuk menurunkan angka Kejadian Tak yang mewajibkan pengisian rekam medis 100% Diharapkan (KTD) di kamar operasi (WHO, 2. Adapun persyaratan dari isi rekam medis Tujuan dari checklist ini dalam praktiknya juga untuk yang tidak terpenuhi apabila ditinjau dari Permenkes memperkuat/membina kerjasama dan komunikasi yang Nomor 11 Tahun 2017 yaitu pada tahapan Time Out memastikan setiap langkah yang ada pada checklist Point meminimalkan dan menghindari Surgical Safety profilaksis 60 menit sebelum pembedahan. Dari hasil risiko cedera masih terbilang tidak baik, hal ini terhadap pasien. Checklist memberikan panduan menunjukkan bahwa tenaga kesehatan RSUD Kota dengan cara melakukan interaksi secara lisan kepada Kendari belum memenuhi Standar Akreditasi Rumah seluruh anggota tim untuk mengkonfirmasikan apakah Sakit dan Permenkes yang berlaku. standar pelayanan sudah sesuai untuk setiap pasien Checklist Penelitian ini menganalisis kelengkapan dan yang akan dioperasi (Siagian, 2. keakuratan pada 89 sampel formulir Surgical safety Pada rekam medis di RSUD Kota Kendari, semua checklist yang terdapat pada berkas rekam medis item yang harus ada dalam rekam medis telah rawat inap bedah di Rumah Sakit Umum Daerah kota tercantum dalam formulir-formulir tertentu. Formulir- Kendari yang dilaksanakan pada bulan agustus sampai formulir tersebut yaitu Formulir Rawat Inap. Formulir dengan September tahun 2019. Dimana penelitian ini Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Formulir Catatan menggunakan pedoman peraturan Menteri kesehatan. Dokter. Formulir Catatan Pra Operasi. Formulir yaitu Permenkes Nomor 11 Tahun 2017 tentang Catatan Operasi. Formulir Keselamatan pasien. Formulir Catatan Pemakaian Obat. Formulir Resume Catatan Suhu Nadi. Medis. Formulir Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya Formulir Persetujuan Tindakan Kedokteran. Formulir peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pemberian Informasi Tindakan Kedokteran Tanpa didukung suatu sistem pengelolaan rekam Formulir Checklist Patient Safety (WHO, 2. Sign In (Sebelum Induksi Anestes. Tujuan administrasi rumah sakit akan berhasil sebagaimana Permenkes mengharuskan konfirmasi dengan pasien Sedangkan tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya Implementasi di RSUD Kota Kendari pelayanan kesehatan di rumah sakit (Depkes RI, identitas pasien, prosedur, dan bagian yang akan Sebagaimana yang telah diluncurkan WHO operasi, prosedur, dan Namun, beberapa aspek seperti riwayat Yanti. Suci Dwi. Analisis Kelengkapan dan Keakuratan Pengisian Surgical SafetyAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 4349 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. alergi, risiko aspirasi, dan risiko kehilangan darah menit sebelum pembedahan pada tahap Time Out. belum tercakup sepenuhnya. Kelengkapan dan Pengisian Rekam Medis: Time Out (Sebelum Insisi Kuli. Penelitian ini juga menyoroti bahwa rekam medis yang Formulir Permenkes mencakup konfirmasi anggota berisi Surgical Safety Checklist harus diisi secara tim, antibiotik profilaksis, serta antisipasi kondisi lengkap sesuai dengan ketentuan. Namun, temuan Namun, di RSUD Kota Kendari, pemberian menunjukkan bahwa kelengkapan dan keakuratan Ini pengisian formulir SSCL dalam rekam medis di RSUD menunjukkan bahwa penerapan profilaksis antibiotik Kota Kendari belum memenuhi standar, yang mengacu belum dilakukan secara konsisten. pada Kepmenkes Nomor 129 Tahun 2008 yang Sign Out (Sebelum Pasien Meninggalkan Kamar mengharuskan pengisian rekam medis 100% lengkap. Operas. Tujuan Rekam Medis dan Keselamatan Pasien: Permenkes Rekam medis memiliki tujuan utama untuk menunjang spesimen, dan pemulihan pasca operasi. RSUD Kota upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan keamanan Kendari pasien di rumah sakit. Dalam hal ini, kelengkapan dan Pemeriksaan keakuratan pengisian formulir SSCL dalam rekam Anatomi Patologi (PA) Ini medis sangat penting untuk memastikan keselamatan menunjukkan perlunya peningkatan dalam pelabelan pasien selama prosedur operasi. dan dokumentasi. Implementasi WHO Surgical Safety Checklist: Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan WHO Surgical Safety Checklist dirancang untuk bahwa Surgical safety checklist pada Rekam medis meminimalkan risiko dan cedera terhadap pasien Rawat Inap Bedah RSUD Kota Kendari belum dengan memperkuat komunikasi dan kerjasama tim memenuhi persyaratan hukum dan sangat berpotensi Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menimbulkan masalah hukum jika tidak ada implementasi checklist ini di RSUD Kota Kendari upaya perbaikan. belum optimal dalam mengatasi risiko yang ada dalam prosedur operasi. KESIMPULAN Implikasi dan Rekomendasi: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap implementasi Surgical Safety Checklist (SSCL) di RSUD Kota Kendari, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Penelitian ini menunjukkan bahwa isi dan pengisian Surgical Safety Checklist di RSUD Kota Kendari belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor Tahun Keselamatan Pasien Rumah Sakit dan Standar Pelayanan Minimal meningkatkan implementasi Surgical Safety Checklist di RSUD Kota Kendari: Kelengkapan dan Kesesuaian dengan Peraturan: (Permenke. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas. Rumah Sakit. Terdapat ketidaksesuaian dalam beberapa poin, seperti tidak Peningkatan Kesadaran dan Pelatihan: Tenaga kesehatan di RSUD perlu mendapatkan pelatihan dan kesadaran lebih lanjut mengenai pentingnya pengisian formulir SSCL secara lengkap dan akurat sesuai dengan ketentuan. Peninjauan dan Penyesuaian Formulir: RSUD perlu meninjau kembali formulir SSCL yang digunakan dan memastikan bahwa semua poin yang diharuskan sesuai dengan Permenkes Nomor tercantumnya pemberian antibiotik profilaksis 60 Yanti. Suci Dwi. Analisis Kelengkapan dan Keakuratan Pengisian Surgical SafetyAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 4349 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. 11 Tahun 2017 telah tercantum. Audit dan Monitoring Rutin: Melakukan audit dan monitoring rutin terhadap pengisian formulir SSCL dalam rekam medis, serta menerapkan tindakan korektif jika ditemukan kekurangan. Penguatan Kolaborasi Tim: Penting meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara semua anggota tim operasi guna memastikan setiap langkah pada checklist dijalankan secara Peningkatan Rekam Medis: Memastikan bahwa rekam medis diisi secara akurat dan lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. REFERENSI