DARMA CENDEKIA e-ISSN 2963-167X Vol. No. Desember 2024, hlm. http://w. com/index. php/darmacendekia/index DOI: https://doi. org/10. 60012/dc. DESAIN TONG SAMPAH SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK KARAKTER SISWA Fitria Iswari1*. Martha Tisna Ginanjar Putri2. Widya Nuriyanti3 Universitas Indraprasta PGRI1,2,3 fitriaiswari@gmail. Marthatisna91@gmail. com 2, widyanuriyanti@gmail. Kata Kunci: Melukis. Tong Sampah. Karakter. Cinta lingkungan Abstrak: Sampah adalah salah satu permasalahan lingkungan yang telah menjadi tantangan global yang semakin mendalam. seluruh dunia, manusia menghasilkan sejumlah besar sampah setiap harinya, dan masalah pengelolaan sampah menjadi semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan konsumsi yang meningkat pesat. Sampah tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang serius bagi masyarakat di seluruh dunia. Pentingnya menjaga lingkungan ini berdampak Panjang ke depan . Tong Sampah atau tempat sampah adalah wadah yang digunakan sebagai penampungan sementara sebelum sampah-sampah tersebut di salurkan ke penampungan akhir. Sayangnya tong sampah yang berada di tempat mitra kami kurang memadai dan kurang terawat. Sebelumnya sudah ada penelitian serupa tentang pembuatan tong sampah yang bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dalam permasalahan ini sekolah membutuhkan media yang mudah dibuat dan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan yang menyenangkan akan mudah diingat oleh para siswa. Tong sampah yang dilukis dalam bentuk yang menarik serta ditulis dalam ujaran positif akan selalu dibaca siswa yang berada di sekolah sebagai upaya dalam membentuk karakter siswa dan kesadaran peduli Keyword: Painting. Trashbin. Character. Environment Caring Abstract: Waste is one of the environmental issues that has become an increasingly profound global challenge. Worldwide, humans generate a significant amount of waste every day, and the problem of waste management is becoming more complex with the growth of population, urbanization, and rapid consumption. Waste is not only an environmental problem but also creates serious social, economic, and health impacts on communities The importance of preserving the environment has long-term implications. Trash bins or waste bins are containers used as temporary storage before the waste is directed to final Unfortunately, the trash bins at our partner's location are inadequate and poorly maintained. Previous research has been conducted on creating waste bins with the aim of fostering students' environmental awareness. In this issue, the school needs a medium that is easy to create and in the form of enjoyable Fun activities are easily remembered by students. Trash bins that are painted in an attractive form and written in positive Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember hlm. Fitria Iswari. Martha Tisna Ginanjar Putri. Widya Nuriyanti Desain Tong Sampah sebagai Upaya Membentuk Karakter Siswa statements will always be read by students at the school as an effort to shape students' character and environmental awareness. Diserahkan: Direvisi: Diterima: PENDAHULUAN Sampah adalah salah satu permasalahan lingkungan yang telah menjadi tantangan global yang semakin mendalam. Di seluruh dunia, manusia menghasilkan sejumlah besar sampah setiap harinya, dan masalah pengelolaan sampah menjadi semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan konsumsi yang meningkat pesat. Sampah tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang serius bagi masyarakat di seluruh dunia. Berdasarkan data sistem informasi pengelolaan sampah dari Menteri Lingkungan Hidup terdapat timbunan sampah sebesar 35. 557 ton per tahun. Persoalan sampah bukan hanya dalam jumlahnya namun juga penumpukan sampah di berbagai tempat. Dari Media Indonesia dengan headline AuTumpukan Sampah di Depok Meluber hingga ke Bahu JalanAy. SAMPAH di tempat pembuangan sampah di Kota Depok. Jawa Barat meluber. Sampah-sampah yang meluber tersebut antara lain terlihat di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Cisalak. Pasar Tugu. Pasar Agung. Pasar Kemiri Muka. Pasar Sukatani. Pasar Musi. Pasar Sawangan Baru. Dari berita tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa peliknya persoalan sampah menjadi hal yang serius apabila tidak ditangani dengan serius. Pembiasaan membuang sampah pada tempatnya sebagai salah satu tindakan menjaga lingkungan sehingga sampah tidak berada di berbagai tempat atau di sembarang tempat. Namun, usaha untuk menumbuhkan karakter cinta lingkungan harus dimulai sedini mungkin sehingga para anak terbiasa dengan Tindakan peduli lingkungan. Sekolah merupakan tempat mendidik para siswa siswi. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pembangunan di suatu negara secara Di Indonesia , pendidikan telah menjadi fokus perhatian dan upaya yang berkelanjutan guna menghadirkan perubahan positif bagi Masyarakat. Berdasarkan UU no 20 tahun 2003 yang berbunyi pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar serta proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sementara itu Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ay Dari pengertian dan fungsi pendidikan nasional secara bersama mengembangkan sikap peserta didik agar menjadi manusia yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia. Menjadi manusia yang berkarakter terutama terhadap lingkungan. Penanaman, pemahaman, dan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian serta kualitas lingkungan sangat baik jika mulai diterapkan melalui pendidikan (Marjohan & Afniyanti, 2. Mata Pelajaran khusus tentang pendidikan hidup belum ada, namun sekolah sering menyisispkan dalam kegiatan sehari-hari seperti operasi semut serta kegiatan P5 Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember hlm. Fitria Iswari. Martha Tisna Ginanjar Putri. Widya Nuriyanti Desain Tong Sampah sebagai Upaya Membentuk Karakter Siswa yang terkait dengan lingkungan. Pentingnya menjaga lingkungan ini berdampak Panjang ke depan. Karena dikehidupan selanjutnya akan ada generasi dimasa depan yang yang berkesempatan untuk hidup dengan kondisi bumi yang nyaman (Hasnidar, 2. Pendidikan lingkungan penting diberikan sejak dini, sehingga anak tumbuh dengan bekal atau paham tentang pentingnya lingkungan sehat bagi kehidupan hal ini sejalan dengan Hasil penelitian oleh (Masruroh, 2. hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan penting untuk diberikan, sehingga tumbuh rasa kepedulian dan pengetahuan lingkungan, serta perilaku mereka. Dalam pembentukan karakter tidak diperoleh secara instan atau cepat, hal ini membutuhkan proses. Keterbiasaan perilaku peduli lingkungan akan membentuk karakter peduli lingkungan, dan manusia akan memiliki kebiasaan merawat serta menjaga lingkungan (Bahrudin, 2. Di dalam K13 atau kurikulum 2013 dengan mengedepankan pendidikan karakter dan didalamnya terdapat pendidikan karakter peduli lingkungan atau dapat dikatakan juga sebagai pendidikan karakter adiwiyata (Nuzulia et al. , 2. Tong Sampah atau tempat sampah adalah wadah yang digunakan sebagai penampungan sementara sebelum sampah-sampah tersebut di salurkan ke penampungan akhir. Sayangnya tong sampah yang berada di tempat mitra kami kurang memadai dan kurang terawat. Sebelumnya sudah ada penelitian serupa tentang pembuatan tong sampah yang bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap Penelitian yang dilakukan oleh Riza Nurfalah dan Z. Mutaqin dengan judul AuProgram Pendampingan Pembuatan Tong Sampah dan Edukasi Pemeliharaan Kebersihan Pada Anak di Lingkungan Palasari Rw 04Ay penilitian ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap kebersihan lingkungan dari usia dini, serta meningkatkan kesadaran betapa pentingnya menjaga kebersihan dan Kesehatan Artikel ini membahas pembuatan program jumat bersih sebagai wujud kesadaran kebersihan pada anak-anak dengan bersama-sama membersihkan kantor RW, edukasi tentang pentingnya pemeliharaan kebersihan dilingkungan palasari kepada anak-anak, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembuatan tong sampah untuk ditemoatkan di jalan umum (Nurfalah Riza & Mutaqin Z, 2. Kegiatan melukis merupakan kegiatan yang menyenangkan. Menurut (Isma Tantawi, 2. Seni lukis adalah seni yang dikomunikasikan dengan garis dan warna, sejalan dengan tantawi (Wiratno, 2. menjelaskan bahwa seni lukis adalah melukis diatas media kanvas sebagai sebuak ekpresi pelukis, namun namun karya seni lukis bukan hanya diatas kanvas saja tetapi di atas media apa saja. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan melukis merupakan bentuk ekpresi dari pelukis berupa garis, wrana maupun bidang yang dijadikan sebagai media komunikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SDN Bedahan 4 yang berlokasi di Jl Rawa Bengkok RT 03/07 Perigi. Bedahan. Kec. Sawangan. Kota Depok. Jawa Barat, dengan kode pos 16519. Dari ahsil Survey yang diperoleh dilatarbelakangi oleh minimnya kesadaran siswa tentang lingkungan. Hal ini terlihat dari : Minimnya kepedulian siswa terhadap lingkungan sehingga sampah berserakan di sekitar lingkungan sekolah. Minimnya jumlah tong sampah yang dimiliki sekolah. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember hlm. Fitria Iswari. Martha Tisna Ginanjar Putri. Widya Nuriyanti Desain Tong Sampah sebagai Upaya Membentuk Karakter Siswa Gambar 1 Tempat Sampah Lama Dalam permasalahan ini sekolah membutuhkan media yang mudah dibuat dan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan yang menyenangkan akan mudah diingat oleh para siswa. Tong sampah yang dilukis dalam bentuk yang menarik serta ditulis dalam ujaran positif akan selalu dibaca siswa yang berada di sekolah sebagai upaya dalam membentuk karakter siswa dan kesadaran peduli lingkungan. Sikap sadar tersebut merupakan sikap tanggap dan mampu memberikan solusi pada isu-isu lingkungan (Kusumaningrum, 2. Berdasarkan paparan latar belakang tersebut serta penelitian sebelumnya maka tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui kegiatan melukis tong sampah. METODE PKM ini menggunakan pendekatan kemitraan. Sekolah yang kami hubungi mengutarakan pemasalahan atau kebutuhan sekolah tersebut yang sesuai dengan kepakaran para tim. Dalam kegiatan ini ada beberapa metode pelaksanaan yang dibagi dalam lima tahap. Tahap Komunikasi Setelah menyepakati lokasi serta mitra yang akan diajak bekerjasama,anggota mulai melakukan koordinasi dengan mitra. Tim pelaksanamemastikan kegiatan ini adalah bagian dari Tri Darma perguruan Tinggi serta menjamin bahwa kegiatan ini diberikan oleh narasumber yang berkompeten dibidangnya. Tim pelaksana melakukan koordinasi baik melalui pesan singkat atau tatap muka demi kelancaran kegiatan, sehingga mendapatkan surat persetujuan kesediaan mitra. Tahap pengumpulan observasi dan pengumpulan data. Dalam tahap ini tim melakukan observasi dengan cara melakukan wawancara kepada mitra tentang kondisi/ permasalahan yang dihadapi guna mendapatkan data yang relevan yang berguna untuk kegiatan Abdimas nantinya. Tim melakukan observasi tentang perilaku siswa serta kondisi di lapangan. Tahap Persiapan Kegiatan. Tim mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti Tong sampah, cat, serta materi untuk membuat desain yang akan Digambar oleh tim, guru , dan siswa. Dalam tahap persiapan ini Tim memberikan 4 tong sampah kepada sekolah yang akan digunakan dalam kegiatan melukis bersama para siswa dan beberapa guru di SDN Bedahan 4. Tahap Pelaksanaan. Tim Pelaksana melakukan kegiatan pengabdian Masyarakat dengan cara datang ke Sekolah SDN Bedahan dengan membawa tong sampah, cat , dan kuas. Selanjutnya siswa , guru dan tim pelaksana PKM melukis tong sampah bersama. Tahap pertama Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember hlm. Fitria Iswari. Martha Tisna Ginanjar Putri. Widya Nuriyanti Desain Tong Sampah sebagai Upaya Membentuk Karakter Siswa dalam melukis tong sampah Tim pelaksana membuat sketsa sesui dengan tema yang telah ditentukan. Selanjutnya dengan sketsa yang telah dibuat oleh tim pelaksana akan dilanjutkan oleh para siswa dengan cara melukis tong sampah tersebut dengan warna yang mereka inginkan. Tidak hanya memberi warna siswa juga bisa menambahkan gambar yang mereka inginkan sesuai dengan tema yang telah diberikan. Hal ini tentu mampu membentuk karakter cinta terhadap lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan berlangsung selama 4 jam. Setelah selesai melukis tong sampah tim pelaksana. Guru dan siswa melakukan dokumentasi. Tahap Penyusunan Laporan Tim pelaksana membuat laporan kegiatan pengabdian kepada masyrakat dan laporan Akhir. Penerapan Iptek disesuaikan dengan keahlian atau kepakaran para tim. Fitria Iswari dan Widya Nuriyanti merupakan Master Pendidikan dalam hal ini akan merancang slide PPt untuk disosialisaikan kepada para siswa tentang karakter peduli Marta Tisna merupakan ahli dalam bidang seni maka bertugas sebagai membuat desain pada tong sampah. Tahap Observasi Persiapan Gambar 2 Diagram Alur Pelaksanaan HASIL Sosialisasi AuCinta LingkunganAy Kegiatan sosialisasi terhadap lingkungan untuk siswa sekolah dasar bertujuan membentuk karakter, menumbuhkan rasa cinta dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk mendengarkan penjelasan, kemudian akan dilanjutkan dengan mengecat tong sampah. Selain itu, siswa juga diberikan penjelasan sederhana tentang dampak positif menjaga kebersihan lingkungan terhadap kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan edukatif, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan kebiasaan baik pada siswa untuk menjaga lingkungan, membuang sampah dengan benar, dan peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh kepala sekolah wakil kepala sekolah, beberapa wali kelas dan beberapa siswa dari 3 angkatan. Tahapan dalam kegiatan sosialisasi antara lain: Pembukaan yang dilakukan oleh MC yaitu Ibu Widya Nuriyanti, kegiatan ini mengutarakan maksud dari kegiatan ini. Gambar 3 Pembukaan oleh Widya Nuriyanti Selanjutnya sambutan yang diberikan oleh pihka sekolah yaitu Ibu Yanti dan pak Arham. Tim memberikan kenang-kenangan kepada pihak sekolah. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember hlm. Fitria Iswari. Martha Tisna Ginanjar Putri. Widya Nuriyanti Desain Tong Sampah sebagai Upaya Membentuk Karakter Siswa Selanjutnya Fitria Iswari salah satu anggota tim memberikan sosialisai kepada para Pada proses kegiatan tersebut diawali dengan brainstorming kemudian memberikan sosialisai tentang pentingnya mencintai lingkungan. Selain itu para siswa memahami mana sampah yang mampu didaur ulang dan sampah yang tidak dapat di daur ulang. Tim memberikan pemahaman apa pentingnya lingkungan bersih, kemudian bagaimana peran para siswa dalam menjaga lingkungan sekolah dan sekitar agar tercipta lingkungan yang sehat. Gambar 4 Sosialisasi kepada siswa Gambar 5 Materi PPT sosialisasi Setelah sosialisai selesai Bu Martha Tisan salah satu anggota tim memberikan penjelasan bagaimana cara melukis nanti dilapangan. Diberikan macam-macam warna, bagaimana menciptakan warna baru dari mencampurkan aneka warna dasar ( kuning, biru , mera. kemudian bagaimana vara melukis, bahan dan alat yang akan digunakan sudah disiapkan oleh Tim sehingga para siswa bisa langsung mengkreasikan ide mereka dalam bentuk melukis tong sampah. Proses Melukis Tong Sampah Melukis tong sampah merupakan kegiatan inti pada pelaksanaan PKM ini. Sekolah memiliki minim tempat sampah kegiatan ini mampu memberikan ilmu pengetahuan dan Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember hlm. Fitria Iswari. Martha Tisna Ginanjar Putri. Widya Nuriyanti Desain Tong Sampah sebagai Upaya Membentuk Karakter Siswa membangun karakter mencintai lingkungan. Pada kegiatan ini pihak sekolah sedan gada mahasiswa KM . ampus mengaja. dimana tim dibantu oleh para mahasiswa untuk melancarkan jalannya kegiatan. Sebelum memulai kegiatan melukis para siswa dibagi menjadi empat kelompok dimana masing Ae masing kelompok terdiri dari 7 siswa yang akan bekerjasama dalam melukis tong sampah. Di dalam kegiatan tersebut pertama Ae tama tong sampah akan dibuat sketsa lebih awal. Tim PKM membuat sketsa gambar terlebih dahulu untuk mempermudah para siswa melukis tong sampah tersebut, kemudian Tim juga membantu para siswa dalam pencampuran warna tersebut. Selama pendampingan melukis tong sampah siswa diarahkan secara teknik dalam melakukan pengecatan tong sampah, karena tong sampah terbuat dari bahan plastik dan cat yang digunakan ialah cat minyak. Melukis di bahan plasik dengan menggunakan cat minyak memang agak sedikit sulit karena sifat cat minyak yang sulit melekat pada bahan plastic, namun hal ini sudah dipertimbangkan penggunaan cat minyak jauh lebih baik daripada menggunakan cat lain, karena cat minyak tidak akan luntur apabila terkena oleh air tentu saja hal ini menjadi pertimbangan besar oleh tim mengingat tong sampah akan diletakan di ruang terbuka sehingga akan terkena hujan dan panas secara langsung. Gambar 6 Proses kegiatan melukis tong sampah Setelah kegiatan melukis tong sampah selesai, tong sampah tersebut dijemur di bawah terik matahari beberapa jam, hal ini bertujuan untuk mengeringkan cat sehingga tidak saling menempel. Hasil dari tong sampah berjumlah empat buah yang akan ditaruh di letakan di beberapa kelas . Adapun karakter yang digambar para siswa bertemakan bumi dimana ada gambar bumi dengan air yang melimpah, ada seorang dewi yang melindungi bumi, serta ada bumi yang memeluk dirinya sendiri dengan ditambahkan icon hati yang menandakan bahwa manusia harus mencintai bumi. Gambar 7 Hasil kegiatan Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember hlm. Fitria Iswari. Martha Tisna Ginanjar Putri. Widya Nuriyanti Desain Tong Sampah sebagai Upaya Membentuk Karakter Siswa PEMBAHASAN Kegiatan sosialisai ini merupakan salah satu cara dalam menumbuhkan karakter siswa akan cinta lingkungan. Kegiatan melukis tong sampah bukan sekadar seni, melainkan upaya membentuk karakter cinta lingkungan pada para siswa. Dalam suasana kreatif dan penuh semangat, anak-anak dengan antusias melibatkan diri mereka dalam melukis dan menghias tong sampah. Proses ini tidak hanya tentang mengembangkan keterampilan seni, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penting tentang tanggung jawab terhadap Melalui sentuhan warna dan imajinasi mereka, siswa belajar untuk menghargai kebersihan lingkungan sekitar mereka. Mereka menyadari bahwa merawat lingkungan dimulai dari tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya. Melukis tong sampah menjadi sarana menyampaikan pesan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga keindahan bai kalam maupun lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menciptakan generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan serta keindahan lingkungan hidup. Pendidikan karakter sebagai tujuan dari pendidikan nasional tercermin dalam UU Nomor 20 Tahun 2003, khususnya pada Bab 1 Pasal 1 Ayat 1 mengenai sistem pendidikan Pasal tersebut menyatakan bahwa "pendidikan adalah upaya yang disadari dan terencana untuk menciptakan lingkungan belajar dan proses pembelajaran, sehingga peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya demi memperoleh kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang dibutuhkan baik bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, maupun negara. " Dengan kata lain, pendidikan bertujuan untuk membentuk karakter yang kuat dan berintegritas pada peserta didik, melibatkan aspek spiritual, moral, kepribadian, dan keterampilan. UU tersebut mencerminkan komitmen untuk menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, mampu mengendalikan diri, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (Dini Palupi Putri, 2. menyatakan bahwa Pendidikan karakter bertujuan agar peserta didik sebagai penerus bangsa mempunyai akhak dan moral yang baik, untuk menciptakan kehiupan berbangsan yang adil, aman dan makmur. Hal ini penting karena Karakter seseorang akan menjadi positif apabila didasarkan dengan nilai-nilai moral dan ertika yang berlaku dan disepakati oleh masyarakat (Eka Santika, 2. Dari kegiatan ini maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter memiliki beberapa fungsi yang meliputi: Mendorong perkembangan kemampuan dasar peserta didik agar mampu berpikir secara cerdas, berperilaku dengan moral dan berakhlak. Pembentukan dan pengembangan potensi peserta didik untuk mampu mengembangkan kemampuan berpikir yang baik, memiliki hati nurani yang baik, keinginan . , dan membentuk kebiasaan yang positif. Penguatan dan perbaikan individu, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya dan turut serta dalam mengembangkan potensi instansi atau masyarakat secara keseluruhan. Sebagai filter budaya, diharapkan masyarakat mampu memilih dan menilai budaya bangsa lain yang tidak sejalan dengan nilai Ae nilai budaya Indonesia Menanamkan rasa malu, yaitu perasaan takut terhadap munculnya perilaku negatif dari diri sendiri. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember hlm. Fitria Iswari. Martha Tisna Ginanjar Putri. Widya Nuriyanti Desain Tong Sampah sebagai Upaya Membentuk Karakter Siswa SIMPULAN Berdsarkan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa permasalahan sampah dan minimnya tempat sampah di sekolah dapat dipecahkan secara bersama oleh siswa, pihak sekolah , dan wali murid. Dengan cara secara bergotong royong membuat tempat sampah yang layak di Sekolah. karakter penting dibentuk sejak dini . pembentukan karakter tidak terjadi secara Instan dalam kuruin waktu yang singkat. Sehingga perlu dilakukan aktivitas berulang sehingga membentuk kebiasaan, yang akhirnya tidak hanya menjadi kebiasaan semata melainkan menjadikan sebuah karakter. tim pengabdian masayrakat telah melakukan sosialisasi tentang cinta lingkungan dan melukis tong sampah sehingga menjadi lebih menarik, hal ini sebagai upaya untuk membentuk kebiasaan baik siswa dalam membuang sampah pada tempatnya dan cinta lingkungan UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih saya ucapkan kepada LPPM Universitas Indraprasta yang telah menaungi kegiatan Tridarma Dosen, kemudian sekolah SDN Bedahan 4 Depok yang telah bersedia menjadi Mitra Kami , dan yang terakhir kepada mahasiswa yang terlibat serta siswa-siswi SDN Bedahan yang sangata antusias selama kegiatan berlangsung. REFERENSI