JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. April 2026 Page 847-865 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah RANCANGAN BANGUN SISTEM INFORMASI PEMESANAN DAN PENJADWALAN TOUR GUIDE BERBASIS WEBSITE DENGAN ALGORITMA FIRST-COME-FIRST-SERVED Maulana Ihsan1. Yulia Fatmi2. Yeka Hendriyani3. Resmidarni4 1,2,3,4 Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: ihsanmau406@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 27 January 2026 Final Revised: 11 February 2026 Accepted: 16 March 2026 Published: 30 April 2026 Keywords: System Information Tour Guide Website Algorithm First-Come-FirstServed ABSTRAK The purpose of this study is to design and develop a web-based information system for booking and scheduling Tour guide services that can effectively, efficiently, and systematically facilitate the online reservation process for tourists. The system uses the First-Come-First-Served (FCFS) algorithm to automatically manage the order of bookings and scheduling of Tour guides. It is also designed to present clear and transparent information regarding Tour guide service fees across several tourist destinations in Pesisir Selatan. The system development method used is the prototype This method enables direct interaction between developers and users during the development process, allowing system requirements to be understood more clearly and reducing the risk of specification errors. The prototype method applied consists of several main stages: communication, quick planning, modeling quick design, construction of prototype, and deployment and feedback. The results of this study show that the developed system is able to significantly improve the quality of tourism The system successfully integrates information on tourist destinations, tour guide services, and the booking process into a single platform that is easily accessible, interactive, and well-structured, thereby helping tourists plan their trips more ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membangun sistem informasi pemesanan serta penjadwalan layanan Tour guide berbasis website yang mampu memfasilitasi proses reservasi secara online secara efektif, efisien, dan terstruktur bagi wisatawan dengan algoritma First-Come-First-Served (FCFS) untuk mengatur urutan pemesanan dan penjadwalan Tour guide secara otomatis dan juga dirancang untuk menyajikan informasi biaya jasa Tour guide secara jelas dan transparan di beberapa objek wisata di Pesisir Selatan. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode prototype. Metode ini memungkinkan interaksi langsung antara pengembang dan pengguna selama proses pengembangan sehingga kebutuhan sistem dapat dipahami secara lebih jelas serta mengurangi risiko kesalahan spesifikasi. Metode prototype yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan utama, yaitu communication, quick planning, modeling quick design, construction of prototype, serta deployment and feedback. Hasil dari penelitian ini sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan kualitas layanan pariwisata secara signifikan. Sistem yang dikembangkan berhasil mengintegrasikan informasi destinasi wisata, layanan tour guide, serta proses pemesanan dalam satu platform yang mudah diakses, interaktif, dan terstruktur, sehingga memudahkan wisatawan dalam merencanakan perjalanan secara Kata kunci: Kata sistem informasi, tour guide, website, algoritma First-Come-First-Served Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi pada era digital telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata. Integrasi teknologi berbasis web dalam layanan pariwisata memungkinkan wisatawan memperoleh informasi destinasi, melakukan pemesanan layanan, serta menyusun rencana perjalanan secara lebih cepat, akurat, dan fleksibel tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu (Suheri et al. , 2022. Idris, 2. Selain meningkatkan kemudahan akses informasi, penerapan sistem informasi digital juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan melalui penyajian data yang lebih terstruktur, transparan, dan mudah diperbarui sesuai kebutuhan pengguna (Ihsani et al. Di sisi pengelola, pemanfaatan teknologi informasi mampu mendukung efisiensi operasional, mempercepat proses administrasi, serta memperluas jangkauan promosi destinasi wisata secara lebih efektif (Munasiroh & Rohman, 2. Meskipun demikian, pada tingkat lokal, khususnya di kawasan wisata alam Kabupaten Pesisir Selatan, implementasi teknologi digital dalam pengelolaan layanan wisata masih belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga potensi pengembangan destinasi wisata daerah belum dapat diwujudkan secara maksimal. Teknologi Informasi (TI) dalam konteks pariwisata digital modern dapat didefinisikan secara luas sebagai sistem terintegrasi yang berfungsi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyebarkan data digital untuk mendukung pengambilan keputusan. Konsep TI melampaui perangkat keras, mencakup infrastruktur analitik seperti Big Data Analytics yang memfasilitasi integrasi data lintas platform untuk manajemen destinasi yang cerdas (Kyrym Varolyne & Maldonado-Erazo, 2. TI juga dipandang sebagai fondasi utama dari Revolusi Industri 4. 0 dan Smart Tourism, di mana konektivitas dan integrasi data menjadi kunci keberhasilan (BratiN et al. , 2025. Singh & Kaunert, 2. Lebih lanjut. TI mencakup instrumen proaktif seperti Kecerdasan Buatan (AI), yang mampu menciptakan layanan transformatif dan hyper-personalization berdasarkan analisis perilaku digital wisatawan (Florido-Benytez, 2024. Sahani et al. , 2. Dengan demikian. TI bukan sekadar alat bantu, melainkan tulang punggung utama yang memungkinkan terciptanya layanan adaptif dan context-aware di era pariwisata digital. Sistem Informasi (SI) merupakan seperangkat komponen yang saling terkait, bekerja sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyebarkan informasi guna mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, kontrol, analisis, dan visualisasi dalam suatu organisasi. Dalam konteks modern. SI tidak lagi sekadar alat pemroses data. ia telah bertransformasi menjadi tulang punggung yang vital dalam era digital (Laudon & Laudon. Secara struktural. SI terdiri dari tiga komponen esensial: manusia, proses, dan teknologi (Purnomo, 2. Lebih jauh. SI kontemporerAiterutama yang berbasis layanan cerdasAidikonseptualisasikan sebagai bagian integral dari ekosistem yang memanfaatkan data dan algoritma canggih, seperti algoritma penjadwalan, untuk mengolah informasi (Lee & Kim, 2025. Singh & Kaunert, 2. Untuk implementasi proyek (Rancang Bangu. , definisi SI yang relevan adalah sistem yang dikembangkan berbasis web yang bertujuan spesifik untuk memfasilitasi pengiriman layanan atau produk kepada pengguna secara efisien dan transparan (BratiN et al. , 2. Sistem Informasi Berbasis Website didefinisikan sebagai sistem informasi yang infrastrukturnya dikembangkan dan diakses menggunakan teknologi World Wide Web . melalui penjelajah web . , menjadikannya mudah diakses tanpa batasan Menurut (Laudon & Laudon, 2. , evolusi teknologi telah menempatkan SI berbasis Website sebagai standar industri untuk transaksi dan interaksi, menggantikan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served sistem berbasis desktop tradisional. Arsitektur sistem ini umumnya bersifat client-server dan memerlukan keahlian khusus dalam pengembangan dan implementasinya (Wijaya, 2. Fungsionalitas utamanya berpusat pada pengiriman layanan secara real-time, di mana komponen sistem dioptimalkan untuk mendukung interaksi pengguna secara transparan dan efisien (BratiN et al. , 2. Selain itu, faktor skalabilitas dan ketersediaan menjadi krusial, didukung oleh teknologi Cloud Computing yang memastikan sistem dapat menangani volume pengguna yang tinggi (Kurniawan, 2. Dalam konteks proyek, proses analisis dan desain sistem penjadwalan berbasis Website harus memastikan algoritma yang digunakan . isalnya FCFS) bekerja akurat dan antarmuka mudah digunakan, yang menjadi kunci keberhasilan aplikasi layanan (Sari & Octafian, 2. Data kunjungan wisatawan menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki kontribusi penting terhadap perkembangan daerah karena jumlah kunjungan dapat mencerminkan daya tarik destinasi sekaligus efektivitas pengelolaan wisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesisir Selatan, jumlah wisatawan meningkat dari 634 kunjungan pada tahun 2013 menjadi 2. 464 kunjungan pada tahun 2018, kemudian menurun menjadi 177. 283 kunjungan pada tahun 2020 akibat pandemi, dan kembali meningkat menjadi 942. 240 kunjungan pada tahun 2022. Tren tersebut menunjukkan bahwa minat wisatawan terhadap destinasi wisata di Kabupaten Pesisir Selatan masih relatif tinggi, namun memerlukan dukungan pengelolaan berbasis teknologi agar pelayanan wisata dapat dilakukan secara lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan (BPS Kabupaten Pesisir Selatan, 2023. Yulianto & Mayasari, 2. Pada studi sebelumnya di bidang sistem informasi reservasi, menunjukkan dominasi penggunaan algoritma First-Come-First-Served (FCFS) sebagai solusi yang efektif dalam menjamin keadilan alokasi sumber daya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penerapan FCFS mampu mengotomatisasi proses antrian serta meminimalkan terjadinya konflik pemesanan seperti double booking pada sistem reservasi berbasis web (Hidayat et , 2025. Annas, 2. Selain itu, implementasi FCFS juga terbukti meningkatkan efisiensi layanan dengan memastikan bahwa setiap permintaan diproses berdasarkan urutan waktu kedatangan tanpa adanya subjektivitas (Purwanto et al. , 2024. Pambudi, 2. Meskipun efektivitas algoritma FCFS telah banyak diterapkan, implementasinya masih didominasi pada pengelolaan sumber daya fisik seperti reservasi lapangan olahraga, restoran, maupun layanan klinik (Prabandaru & Suharyadi, 2025. Wibowo et al. , 2. Dalam konteks pariwisata, sistem reservasi umumnya masih berfokus pada pemesanan paket wisata, sementara proses alokasi sumber daya manusia seperti Tour guide masih dilakukan secara manual setelah reservasi dilakukan sehingga berpotensi menimbulkan inefisiensi Penelitian lain yang berkaitan dengan sistem rekomendasi dalam pemilihan layanan cenderung menggunakan pendekatan Collaborative Filtering yang berfokus pada pemilihan alternatif terbaik, bukan pada mekanisme penjadwalan berbasis antrian waktu (Mustofa et al. , 2. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan penelitian, yaitu belum adanya implementasi algoritma FCFS yang secara khusus dan terintegrasi digunakan sebagai inti logika bisnis dalam penjadwalan serta alokasi sumber daya manusia (Tour guid. secara otomatis pada sistem berbasis web, sehingga penelitian ini menawarkan kebaruan berupa penerapan FCFS untuk menjamin keadilan, transparansi, dan efisiensi dalam proses alokasi Tour guide pada desa wisata. Di sisi lain, sistem yang ada belum mampu menyediakan dukungan pengambilan keputusan berbasis data, seperti rekomendasi objek wisata yang disesuaikan dengan kondisi cuaca atau situasi aktual di lapangan. Padahal, faktor cuaca merupakan salah satu aspek Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served krusial dalam menentukan kelayakan kunjungan wisata alam. Ketiadaan fitur ini menyebabkan wisatawan berpotensi memilih destinasi yang kurang sesuai, sehingga menurunkan kualitas pengalaman wisata secara keseluruhan. Kondisi ini juga menyulitkan pengelola dalam mengatur distribusi sumber daya manusia secara efisien dan profesional (Styawati et al. , 2. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak akan sistem informasi berbasis website yang mampu mengintegrasikan proses reservasi, penjadwalan, serta penyediaan informasi secara otomatis, akurat, dan transparan. Tanpa adanya sistem yang terstruktur dan berbasis algoritma, permasalahan operasional seperti konflik jadwal, ketidakjelasan informasi, dan rendahnya kualitas layanan akan terus berulang, sehingga berpotensi menghambat pengembangan sektor pariwisata daerah serta menurunkan daya saing destinasi wisata di era digital (Ulfah & Mulyono, 2. Berdasarkan studi sebelumnya, algoritma First-Come-First-Served (FCFS) telah terbukti efektif dalam mengatur antrian secara adil dan meminimalkan konflik pemesanan pada berbagai sistem reservasi berbasis web. Metode ini bekerja dengan memproses setiap permintaan berdasarkan urutan kedatangan, sehingga memberikan transparansi dalam penjadwalan layanan dan mengurangi potensi tumpang tindih data pemesanan. Namun, implementasinya masih didominasi pada pengelolaan sumber daya fisik dan belum banyak diterapkan dalam konteks pengelolaan sumber daya manusia, khususnya tour guide pada sektor pariwisata (Anggoro & Mulyono, 2. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem informasi berbasis website yang mengintegrasikan algoritma FCFS sebagai mekanisme utama dalam proses pemesanan dan penjadwalan tour guide secara otomatis dan real-time. Sistem yang dirancang tidak hanya mengatur urutan pemesanan secara adil, tetapi juga menyediakan informasi komprehensif terkait tour guide, layanan, fasilitas objek wisata, serta rekomendasi destinasi berbasis kondisi kontekstual seperti cuaca. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, transparansi layanan, serta kualitas pengalaman wisatawan, sekaligus mendorong transformasi digital sektor pariwisata lokal agar lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional (Styawati et al. , 2023. Ulfah & Mulyono. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan rekayasa perangkat lunak . oftware engineerin. yang bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi pemesanan dan penjadwalan tour guide berbasis web pada destinasi wisata. Pendekatan ini dipilih karena tidak hanya berfokus pada analisis permasalahan dalam pengelolaan layanan tour guide yang masih dilakukan secara manual, tetapi juga menghasilkan solusi berupa sistem yang dapat digunakan secara langsung untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan penjadwalan, serta transparansi dalam pengelolaan sumber daya manusia secara real-time. Selain itu, sistem yang dikembangkan mengimplementasikan algoritma First-Come-FirstServed (FCFS) untuk menjamin keadilan dalam proses alokasi tour guide berdasarkan urutan waktu pemesanan. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode prototype. Metode ini memungkinkan interaksi langsung antara pengembang dan pengguna selama proses pengembangan sehingga kebutuhan sistem dapat dipahami secara lebih jelas serta mengurangi risiko kesalahan spesifikasi. Selain itu, metode prototype bersifat iteratif, di mana sistem dapat dikembangkan dan disempurnakan secara bertahap berdasarkan umpan balik Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa teknik, yaitu observasi, wawancara, dan studi pustaka. Observasi dilakukan secara langsung untuk memahami proses pemesanan dan penjadwalan tour guide yang sedang berjalan, termasuk alur reservasi dan pengelolaan jadwal. Wawancara dilakukan dengan pihak pengelola wisata serta tour guide untuk memperoleh informasi terkait kebutuhan sistem dan fitur yang Studi pustaka dilakukan dengan mengkaji berbagai literatur yang relevan untuk mendukung proses perancangan sistem. Gambar 1. Metode Pengembangan Prototype Metode prototype yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan utama, yaitu communication, quick planning, modeling quick design, construction of prototype, serta deployment and feedback. Tahap communication merupakan proses identifikasi kebutuhan sistem melalui komunikasi antara peneliti dan pengguna. Pada tahap ini ditentukan kebutuhan fungsional dan nonfungsional sistem, seperti fitur pemesanan tour guide, penjadwalan otomatis, serta pengelolaan data pengguna. Tahap quick planning merupakan tahap perencanaan awal yang mencakup penentuan ruang lingkup sistem, identifikasi aktor, serta perencanaan fitur utama yang akan Tahap modeling quick design merupakan proses perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML) yang meliputi use case diagram, activity diagram, dan class diagram untuk memodelkan interaksi sistem dan struktur data. Selain itu, dilakukan juga perancangan basis data serta antarmuka pengguna agar sistem mudah Tahap construction of prototype merupakan tahap implementasi sistem berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Laravel serta basis data MySQL. Pada tahap ini juga diimplementasikan algoritma First-Come-First-Served (FCFS) sebagai mekanisme utama dalam proses penjadwalan dan alokasi tour guide secara otomatis berdasarkan urutan waktu pemesanan. Tahap deployment and feedback merupakan tahap pengujian dan evaluasi sistem. Pengujian dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Selanjutnya, pengguna memberikan umpan balik yang digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan penyempurnaan sistem agar lebih optimal dalam mendukung proses pemesanan dan penjadwalan tour guide. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem informasi pemesanan jasa tour guide berbasis web yang dirancang untuk mendukung pengelolaan layanan wisata pada beberapa objek wisata di Pesisir Selatan. Sistem ini tidak hanya ditujukan bagi wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara, mengingat Pesisir Selatan merupakan salah satu destinasi unggulan di Sumatera Barat yang memiliki potensi wisata alam yang tinggi dan daya tarik Sistem yang dikembangkan menyediakan berbagai informasi penting terkait objek wisata, seperti deskripsi destinasi, fasilitas yang tersedia, serta layanan tour guide yang dapat dipilih oleh wisatawan. Selain itu, sistem juga memberikan rekomendasi waktu kunjungan terbaik untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisata. Dengan adanya sistem ini, wisatawan dapat melakukan pemesanan secara lebih mudah, cepat, dan terorganisir, sementara pihak pengelola serta tour guide dapat mengelola jadwal layanan secara lebih efisien dan terhindar dari bentrokan jadwal. Oleh karena itu, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan wisata serta mendukung pengelolaan destinasi wisata yang lebih profesional dan berbasis teknologi. Gambar 2. Halaman Utama Website Role login Dalam role login proses pemesanan layanan tour guide dirancang untuk memberikan kejelasan dan transparansi bagi wisatawan maupun penyedia jasa. Melalui mekanisme yang terstruktur, sistem mampu mengatur alur pemesanan secara sistematis sehingga meminimalkan terjadinya kesalahan, bentrokan jadwal, serta ketidakpastian informasi. Dengan demikian, baik wisatawan maupun tour guide dapat memperoleh kepastian layanan secara lebih adil, efisien, dan terorganisir. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served Gambar 3. Halaman pada Role Login Halaman Utama Wisatawan Halaman utama pengguna . menampilkan berbagai fitur informatif yang mendukung kebutuhan perjalanan wisata di Pesisir Selatan, meliputi informasi objek wisata, rekomendasi waktu kunjungan terbaik, serta rekomendasi destinasi berdasarkan kondisi Sistem juga menyediakan fitur pemesanan jasa tour guide yang dapat disesuaikan dengan preferensi dan biaya secara transparan. Selain itu, antarmuka pengguna dirancang secara intuitif dan estetis untuk meningkatkan kenyamanan serta pengalaman pengguna dalam mengakses sistem. Gambar 4. Halaman Utama Wisatawan. Perkiraan Cuaca dan Rekomendasi untuk Melakukan Perjalanan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served Halaman Kelompok Destinasi Halaman kelompok destinasi menampilkan pengelompokan objek wisata berdasarkan kategori tertentu yang bertujuan untuk mempermudah wisatawan dalam melakukan pencarian dan pemilihan destinasi. Dengan adanya pengelompokan ini, pengguna dapat mengakses informasi secara lebih terstruktur sehingga meningkatkan kemudahan dan efisiensi dalam menentukan pilihan wisata yang diinginkan. Gambar 5. Halaman Kelompok Destinasi Halaman Fasilitas dan Layanan Objek Wisata dan Tour guide Pada halaman fasilitas dan layanan objek wisata dan tour guide ini menyajikan infromasi yang sangat penting untuk memudahkan wisatawan mencari informasi tentang fasilitas yang disediakan setiap tempat wisata. Sehingga ada daya tarik wisatawan untuk mengunjungi objek wisata dan memakai jasa tour guide. Gambar 6. Halaman Fasilitas dan Layanan Objek Wisata dan Tour guide Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served Fitur Pemesanan Pada fitur pemesanan, wisatawan diberikan fleksibilitas untuk memilih tour guide sesuai dengan preferensi dan kebutuhan layanan. Sistem secara otomatis mengelola ketersediaan tour guide berdasarkan jadwal yang ada, sehingga hanya tour guide yang tersedia yang dapat dipilih oleh pengguna. Penerapan algoritma First-Come-First-Served (FCFS) memastikan bahwa setiap pemesanan diproses berdasarkan urutan waktu permintaan, sehingga menghindari terjadinya konflik atau bentrokan jadwal. Dengan demikian, sistem mampu memberikan proses pemesanan yang lebih adil, transparan, dan Gambar 7. Halaman Fitur Pemesanan Modul Admin Pada modul admin, sistem dirancang untuk mendukung pengelolaan data secara terintegrasi yang meliputi data pemesanan, data wisatawan, serta data tour guide. Fitur ini memungkinkan admin untuk melakukan monitoring dan pengelolaan layanan secara sistematis dalam satu platform. Dengan adanya sistem ini, proses administrasi menjadi lebih efisien, terstruktur, serta mengurangi ketergantungan pada komunikasi manual seperti penggunaan pesan instan, sehingga meningkatkan efektivitas dan profesionalisme pengelolaan layanan wisata. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served Gambar 8. Halaman Modul Admin Halaman Dashboard Wisatawan Sistem menyediakan fitur yang menampilkan data pemesanan dan riwayat pemesanan secara terstruktur, sehingga memungkinkan wisatawan untuk memantau status layanan yang telah dilakukan. Setelah pemesanan dikonfirmasi oleh admin, wisatawan dapat mengakses fitur komunikasi dengan tour guide serta mengunduh tiket sebagai bukti Fitur ini tidak hanya meningkatkan transparansi layanan, tetapi juga memberikan jaminan kepastian dan validitas transaksi bagi wisatawan. Gambar 9. Halaman Dashboard Wisatawan Modul Tour guide Pada modul tour guide, sistem menyediakan informasi pemesanan yang dilakukan oleh wisatawan dan telah mendapatkan persetujuan dari tour guide. Selain itu, tour guide dapat mengelola status ketersediaannya dengan mengatur kondisi aktif atau nonaktif. Fitur ini bertujuan untuk memberikan informasi ketersediaan secara real-time kepada wisatawan. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served sehingga proses pemesanan menjadi lebih terarah, transparan, dan terhindar dari potensi konflik jadwal. Gambar 10. Halaman Modul Tour guide Skenario Uji Coba Tabel 1. Hasil Pengujian Sistem Input Login benar Email dan password valid Login salah Password salah Akses tanpa login Buka url website Logout Klik tombol keluar Melihat destinasi Pemesanan jasa tour Melakukan pembayaran Klik halaman destinasi Klik boking sekarang dan masukan form pemesanan Lakukan pembayaran Melihat pemesanan Klik dashboard Ajukan reschedul Validasi/setujui pesanan. Klik halaman pemesanan dan klik setuji pesanan Klik halaman pesanan dan tolak Halaman tour guide dan tambah dan masukan data Halaman tour guide dan hapus tour guide Tolak pesanan Terima reschedule Tambah tour guide Hapus tour guide Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Output Diharapkan Masuk ke Halaman utama masing-masing role Pesan kesalahan tampil Di alihkan ke halaman landing page website Kembali ke halaman landing Masuk ke halaman destinasi Masuk ke halaman form Ke halaman pembayaran Pesanan dan Riwayat pemesanan terlihat Status pending Pesanan di terima Pesanan di tolak Status berubah Status pending Tour guide dihapus Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served Skenario Uji Coba Tambah objek wisata Hapus objek wisata Terima ajuan tourguide Tolak ajuan tour guide Terima ajuan tambahan objek wisata Tolak ajuan tambahan objek wisata Input Output Diharapkan Klik halaman objek wisata dan Klik halaman objek wisata dan hapus objek wisata Tour guide di tambahkan Tour guide di tolak Setujui Objek wisata ditambahkan Tolak Objek wisata ditolak Status pending Objek wisata dihapus Pembahasan Berdasarkan sistem yang telah dikembangkan, penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan kualitas layanan pemesanan jasa tour guide pada beberapa objek wisata di Pesisir Selatan. Sistem yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai media pemesanan, tetapi juga sebagai sarana penyediaan informasi wisata yang interaktif, mudah diakses, dan terintegrasi dalam satu platform. Melalui sistem berbasis web ini, wisatawan dapat memperoleh informasi terkait destinasi wisata, fasilitas yang tersedia, serta layanan tour guide yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital dalam sektor pariwisata mampu meningkatkan efektivitas penyampaian informasi sekaligus memperkuat daya tarik destinasi wisata. Selain itu, penggunaan sistem ini memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam merencanakan perjalanan ke berbagai objek wisata di Pesisir Selatan. Sistem menyediakan informasi yang komprehensif terkait destinasi, fasilitas pendukung, serta layanan yang akan diberikan oleh tour guide, sehingga wisatawan dapat memahami keunggulan masing-masing objek wisata sebelum melakukan kunjungan. Dengan demikian, sistem ini tidak hanya berperan sebagai media transaksi, tetapi juga sebagai media eksplorasi wisata yang informatif dan membantu proses pengambilan keputusan wisatawan. Dari sisi pengelolaan, sistem ini juga memberikan manfaat yang signifikan bagi tour guide dan admin. Sebelum adanya sistem, proses pemesanan dan pengelolaan layanan dilakukan secara manual melalui komunikasi personal, yang berpotensi menimbulkan ketidakteraturan dan inefisiensi. Dengan adanya sistem ini, seluruh proses pengelolaan dapat dilakukan secara terintegrasi dalam satu platform. Tour guide dapat mengetahui daftar pemesanan yang masuk secara real-time, sementara admin dapat mengelola data pemesanan, data wisatawan, serta informasi objek wisata secara lebih terstruktur dan Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi operasional serta profesionalisme dalam pengelolaan layanan wisata. Pada fitur pemesanan, sistem menghubungkan wisatawan dengan tour guide secara langsung melalui mekanisme yang terstruktur. Penerapan algoritma First-Come-First-Served (FCFS) memastikan bahwa setiap pemesanan diproses berdasarkan urutan waktu Dengan mekanisme ini, apabila seorang tour guide telah dipesan pada waktu tertentu, maka wisatawan lain tidak dapat melakukan pemesanan pada waktu yang sama, sehingga mampu mencegah terjadinya double booking. Implementasi algoritma ini memberikan jaminan keadilan, kepastian layanan, serta transparansi dalam proses Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served Selain fitur pemesanan, sistem juga dilengkapi dengan informasi prakiraan cuaca untuk beberapa hari ke depan serta rekomendasi waktu kunjungan yang sesuai dengan kondisi cuaca. Fitur ini memberikan nilai tambah bagi wisatawan dalam merencanakan perjalanan secara lebih optimal. Dengan adanya informasi tersebut, wisatawan dapat menentukan waktu kunjungan yang tepat sehingga pengalaman wisata menjadi lebih nyaman dan aman. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi informasi pendukung dalam sistem mampu meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan dalam penelitian ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan pemesanan tour guide secara manual, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata berbasis teknologi. Sistem ini mampu mengintegrasikan informasi, pemesanan, dan pengelolaan layanan dalam satu platform yang efisien, transparan, dan mudah digunakan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan pariwisata digital, khususnya pada pengelolaan layanan tour guide di tingkat lokal. Penggunaan metode Prototype dalam pengembangan sistem terbukti efektif dalam menghasilkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pendekatan pengembangan sistem secara iteratif memungkinkan peneliti melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem secara berkelanjutan berdasarkan umpan balik pengguna. Metode ini memberikan fleksibilitas dalam pengembangan sistem berbasis teknologi interaktif seperti Virtual Reality yang memerlukan pengujian pengalaman pengguna secara langsung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan memiliki tingkat fungsionalitas yang baik serta mudah digunakan oleh pengguna, sehingga menunjukkan bahwa metode Prototype dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam pengembangan sistem pariwisata digital. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perancangan dan implementasi sistem informasi pemesanan dan penjadwalan tour guide berbasis web pada objek wisata di Pesisir Selatan, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan kualitas layanan pariwisata secara signifikan. Sistem yang dikembangkan berhasil mengintegrasikan informasi destinasi wisata, layanan tour guide, serta proses pemesanan dalam satu platform yang mudah diakses, interaktif, dan terstruktur, sehingga memudahkan wisatawan dalam merencanakan perjalanan secara efektif. Penerapan sistem rekomendasi dan algoritma First-Come-First-Served (FCFS) dalam sistem terbukti mampu mengelola proses pemesanan secara adil dan transparan berdasarkan urutan waktu permintaan. Mekanisme ini efektif dalam menghindari terjadinya bentrokan jadwal . ouble bookin. serta memberikan kepastian layanan bagi wisatawan dan tour guide. Selain itu, fitur tambahan seperti informasi cuaca dan rekomendasi waktu kunjungan turut meningkatkan kualitas pengalaman pengguna dalam merencanakan perjalanan wisata. Dari sisi pengelolaan, sistem ini mampu meningkatkan efisiensi operasional bagi admin dan tour guide dengan menggantikan proses manual menjadi sistem yang terintegrasi dan real-time. Hal ini tidak hanya mempermudah pengelolaan data pemesanan dan jadwal, tetapi juga meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan wisata. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam mendukung digitalisasi sektor pariwisata, khususnya dalam pengelolaan layanan tour guide di tingkat lokal. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rancangan Bangun Sistem Informasi Pemesanan Dan Penjadwalan Tour Guide Berbasis Website Dengan Algoritma FirstCome-First-Served REFERENSI