Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember 2025 https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 PENGGUNAAN RASCH MODEL UNTUK MENGANALISIS AITEM INSTRUMEN STRES PENGASUHAN ORANG TUA ANAK USIA DINI Putri Andita Rahmaningtyas1. Mubiar Agustin2. Tina Hayati Dahlan3 1,2,3 Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia e-mail: *1putri. psikopend23@upi. edu, 2mubiar@upi. edu, 3tinadahlan_psi@upi. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aitem pada instrumen stress pengasuhan orang tua anak usia dini. Proses analisis aitem dilakukan dengan pendekatan rasch model menggunakan aplikasi Winstep. Instrumen ini terdiri dari tiga dimensi utama, yaitu: Faktor Orang Tua. Lingkungan Keluarga, dan Sumber Daya, yang terdiri dari 50 aitem. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh 25 aitem yang memenuhi kriteria analisis aitem. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa nilai reliabilitas aitem sebesar . , hal ini berarti bahwa aitem tersebut sangat baik untuk digunakan dalam instrumen stress pengasuhan. Instrumen stress pengasuhan ini berpotensi membantu dalam mengukur tingkat stres orang tua dalam konteks pengasuhan anak usia dini. Selain itu, penggunaan instrumen ini dapat mendukung pelaksanaan penelitian ilmiah, perancangan intervensi, serta perumusan kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan perkembangan anak usia dini secara optimal. Kata Kunci: Orang Tua. Anak Usia Dini. Stress Pengasuhan. Rasch Model ABSTRACT This study aims to analyze the items on the parenting stress instrument for parents of early childhood. The items analysis process was carried out with the Rasch Model approach using the Winstep application. This instrument consists of three main dimensions, namely: Parental Factors. Family Environment, and Available Resources, which consists of 50 items. Based on the results of the analysis, 25 items were obtained that met the criteria for item The results of this analysis show that the reliability item value is . , this means that the items are very good for use in parenting stress instruments. This parenting stress instrument has the potential to assist in measuring parenting stress levels in the context of early childhood parenting. In addition, the use of this instrument can support the implementation of scientific research, intervention development, and policy formulation oriented towards improving family wellbeing and optimal early childhood development. Keywords: Parents. Early Childhood. Parenting Stress. Rasch Model PENDAHULUAN Pengasuhan (Parentin. adalah proses penting yang penuh tantangan di setiap fase, terutama pada orang tua anak usia dini. Pengasuhan kemampuan sosial, emosional, dan akademik anak, di mana stres yang disebabkan oleh pola asuh tersebut juga dapat berdampak pada perkembangan anak (Azzahra and Suprayogi Masa usia dini merupakan periode krusial dalam perkembangan anak yang membutuhkan keterlibatan penuh dari orang tua, baik secara fisik maupun emosional. Namun, keterlibatan ini sering kali menjadi sumber stres tersendiri bagi orang tua. Tingkat stress pengasuhan yang dialami oleh ayah dan ibu mungkin bervariasi. Tingkat stres yang dirasakan oleh ayah selama menjalani peran pengasuhan turut dipengaruhi oleh banyaknya jumlah anak dalam keluarga (Dylan and Lentari Sementara pada ibu bekerja cenderung mengalami tingkat stres pengasuhan yang lebih tinggi dibanding ibu rumah tangga karena beban ganda peran yang menguras waktu, tenaga, dan pikiran, yang dapat berdampak negatif pada pola pengasuhan seperti sikap kasar, keras, dan kurangnya kasih sayang terhadap anak (Gina and Fitriani 2. Stres pengasuhan adalah hasil dari serangkaian penilaian yang dibuat oleh setiap orang tua tentang tingkat komitmen atau bagaimana mereka terlibat dalam tanggung jawab pengasuhan (Abidin 1. Stres pengasuhan yang dialami oleh 36-50% orang tua karena tuntutan pengasuhan, perilaku anak, atau masalah perkembangan, dapat berdampak negatif pada kesehatan mental orang tua, hubungan orang tua-anak, dan hasil anak, yang berpotensi menimbulkan masalah emosional dan perilaku, disfungsi sosioemosional, dan berkurangnya kompetensi sosial, serta mendorong beberapa orang tua untuk mencari bantuan professional (Fang et al. Orang tua yang mengalami tingkat stres pengasuhan tinggi cenderung menerapkan pola asuh otoriter, menunjukkan interaksi yang lebih negatif, dan memiliki keterlibatan yang lebih rendah dalam hubungan dengan anak (Lestari and Widyawati 2. Seperti dalam penelitian (Hutabarat and Sulastra 2. , hasil wawancara awal dengan delapan ibu yang memiliki anak batita mengungkap bahwa mereka merasakan beban tanggung jawab yang tinggi karena harus menjalani peran baru sebagai ibu sambil mengelola pengasuhan anak, pekerjaan rumah tangga dan/atau https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 473 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . emosional, termasuk di lingkungan perkotaan. Aspek mendasar dari setiap teori tentang stres pengasuhan anak berkisar pada keseimbangan dinamis antara persepsi orang tua tentang tuntutan yang terkait dengan peran mereka dan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi tuntutan tersebut (Deater-Deckard Stres pengasuhan dipandang sebagai faktor motivasi yang mendorong orang tua untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung upaya pengasuhan mereka (Abidin 1. Meskipun stres pengasuhan telah dikonsepsikan dalam berbagai cara (Abidin, 1992. Belsky, 1984. Crnic dan Low, 2002. Webster-Stratton, 1990. dalam (Deater-Deckard 2. ), terdapat dua pendekatan utama dalam menilai dan menguji penyebab serta dampaknya. Pendekatan ini meliputi: parent child-relationship (P-C-R) theory dan daily hassles theory. Teori Parent child-relationship (P-C-R) merupakan teori yang paling banyak dipelajari tentang stres pengasuhan anak membagi tiga domain: domain "orang tua" (P), yang mengacu pada aspek stres yang berasal dari dalam diri orang tua. domain "anak" (C), yang melibatkan stres yang muncul dari perilaku anak. domain "hubungan orang tua dan anak" (R) yang berhubungan dengan stres dalam hubungan orang tua dan anak itu sendiri. Menurut teori P-C-R, tingkat stres yang lebih tinggi ada di domain orang tua (Deater-Deckard Stres pada domain orang tua paling terkait dengan masalah dalam fungsi orang tua itu sendiri . isalnya, depresi, kecemasa. , stres pada domain anak lebih erat sifat-sifat . isalnya, masalah perilak. , sementara stres pada domain disfungsi orang tua-anak terutama berkaitan dengan tingkat konflik dalam hubungan orang tua-anak (Bendell. Stone. Field, dan Goldstein, 1989. Eyberg. Boggs, dan Rodriguez, 1992 dalam (DeaterDeckard 2. Menurut teori Daily Hassles, stres pengasuhan dapat dianggap sebagai stres yang wajar dialami oleh sebagian orang tua. Teori ini mengemukakan bahwa stres pengasuhan sering terjadi dan tidak selalu berdampak buruk dalam kehidupan sehari-hari. Kesulitan yang dihadapi dalam pengasuhan (Daily Hassle. lebih sering disebabkan oleh tugas-tugas rutin pengasuhan, bukan oleh faktor seperti isolasi sosial, perceraian, atau kehilangan pekerjaan. Sebaliknya, teori ini menyatakan bahwa stress pengasuhan merupakan peristiwa stres ringan yang terjadi dalam sebagian keluarga sehari-hari. Stres ini muncul ketika orang tua menghadapi perilaku E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 anak yang bermasalah, melaksanakan tugas harian anak, atau mengatur jadwal rutinitas yang rumit yang sering bertentangan dengan pekerjaan dan urusan rumah tangga. Teori ini tidak bertentangan dengan teori P-C-R, melainkan memperluas dan melengkapi pemahaman tersebut (Deater-Deckard 2. Oleh karena itu, penting untuk memiliki alat ukur yang dapat mengidentifikasi tingkat stres pengasuhan, memahami faktor-faktor pemicunya, dan dampaknya. Instrumen stres pengasuhan digunakan untuk mengukur tingkat stres orang tua dalam pengasuhan anak usia Instrumen ini dapat mendukung penelitian, perancangan intervensi, dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan keluarga serta perkembangan anak yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis aitem pada instrumen stres pengasuhan yang sesuai dengan kriteria analisis aitem berdasarkan rasch model. METODE Penelitian ini difokuskan pada analisis menggunakan Rasch Model. Sejumlah 147 responden pada penelitian ini merupakan orang tua yang memiliki anak usia 0 Ae 6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan dalam satu waktu . ross-sectiona. melalui google form. Tabel 1 Demografi Responden Karakteristik (N) Peran Orang tua Ayah Ibu Pendidikan Orang Tua SMP SMA Usia Anak 0 Ae 1 Tahun 2 Ae 3 Tahun 4 Ae 5 Tahun 6 Tahun Status Pendidikan Anak Sudah Sekolah Belum Sekolah (%) Dapat dilihat dari tabel 1 Demografi Responden, orang tua yang menjadi responden dalam penelitian ini lebih dominan ibu dibandingkan ayah. Untuk tingkat Pendidikan orang tua, didominasi oleh orang tua yang berpendidikan S1. Selain itu, pada kategori usia anak, didominasi oleh orang tua yang mempunyai anak dengan usia 4-5 Tahun dan status pendidikan anak didominasi oleh sudah https://ejournal. id/index. php/mp | 474 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . Penelitian dilakukan berdasar pada instrumen yang disusun oleh penulis mengacu pada aspek teori menurut (Deater-Deckard 2. stres pengasuhan dapat didefinisikan secara ringkas sebagai serangkaian proses yang memicu respons psikologis dan fisiologis negatif ketika orang tua berusaha untuk mengatasi tantangan menjadi orang tua. Menurut (Abidin 1. stres pengasuhan adalah stres yang dialami oleh orang tua akibat tuntutan peran pengasuhan yang tidak sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Stres ini mencakup ketidakmampuan orang tua dalam mengatasi tuntutan pengasuhan anak, baik dalam aspek emosional, fisik, maupun Menurut (Belsky pengasuhan adalah hasil dari interaksi antara faktor-faktor pribadi orang tua, karakteristik Stres pengasuhan muncul ketika orang tua merasa tertekan oleh peran mereka dan berjuang untuk memenuhi harapan yang ada dalam pengasuhan. Dari tiga teori ini disimpulkan bahwa stres pengasuhan adalah tekanan yang dirasakan oleh orang tua ketika tuntutan kemampuan emosional, fisik, atau sumber daya yang dimiliki. Stres ini dapat berasal dari tiga aspek utama: . faktor orang tua, seperti peran pengasuhan, pribadi orang tua, kelelahan fisik, stress emosional, gangguan tidur atau kesehatan. lingkungan keluarga, seperti kondisi keluarga, karakteristik anak, hubungan orang tua dan anak. sumber daya yag tersedia, seperti dukungan sosial, sumber daya finansial, waktu yang tersedia untuk Dalam penelitian ini. Rasch Model digunakan untuk menganalisis aitem dari instrumen yang disusun. Analisis Rasch dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan dalam menyusun instrumen, memantau kualitasnya, menilai kinerja responden, serta memungkinkan penyesuaian instrumen seiring perkembangan peserta, sehingga peneliti dapat mengukur variabel dengan cara yang lebih mendalam dan bermakna (Boone 2. Wright Map adalah alat analisis Rasch yang berguna untuk menilai kinerja instrumen dengan menampilkan urutan dan jarak mengidentifikasi pola yang mencerminkan struktur instrumen (Davis and Boone 2. Rasch Model memiliki kelebihan dalam menghasilkan skala pengukuran berinterval sama, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih akurat (Prayoga et al. Pemodelan Rasch mampu menghasilkan nilai E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 pengukuran standar error untuk instrumen yang digunakan yang dapat meningkatkan ketepatan perhitungan (Sumintono and Widhiarso 2. Analisis pengolahan data dilakukan dengan bantuan output table pada aplikasi Winstep Pada analisi rasch model, instumen dikatakan sebagai instrumen yang baik jika (Sumintono and Widhiarso 2. Tabel 2 Kriteria Instrumen Rasch Model Nilai Alpha Cronbach < 0,5 : buruk 0,5 Ae 0,6 : jelek 0,6 Ae 0,7 : cukup 0,7 Ae 0,8 : bagus > 0,8 : bagus sekali Nilai Person Reliability < 0,67 : lemah dan Item Reliability 0,67 Ae 0,80 : cukup 0,81 Ae 0,90 : bagus 0,91 Ae 0,94 : bagus sekali > 0,94 : istimewa HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Tingkat kesukaran (Item Measur. Analisis Item Measure dapat dilihat pada output tables 13 pada aplikasi winstep. Analisis ini untuk melihat tingkat kesukaran dari aitem, apakah aitem dapat dipahami atau disetujui oleh responden. Gambar 1 Item Measure https://ejournal. id/index. php/mp | 475 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Dapat dilihat pada gambar 1, data yang terdapat pada kolom measure adalah nilai logit yang akan dianalisis. Pada gambar 1, aitem B34 memiliki nilai logit tertinggi . yang berarti paling susah disetujui responden. Sementara aitem B21 memiliki nilai logit yang terendah (-2,. yang berarti paling mudah untuk disetujui. Dari gambar 1 didapatkan nilai deviasi standar . Jika nilai ini dikombinasikan dengan rata-rata nilai logit, menurut (Sumintono and Widhiarso 2. tingkat kesulitan aitem bisa dikelompokkan, misalnya: 0,0 logit 1SD adalah satu kelompok aitem susah disetujui. lebih besar dari 1SD adalah aitem yang sangat susah disetujui. logit -1SD adalah aitem yang mudah disetujui. lebih kecil dari -1SD adalah aitem yang sangat mudah disetujui. Tingkat kesulitan butir aitem dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut. Tabel 3. Tingkat Kesukaran Butir Aitem Kategori Sangat Susah Disetujui Susah Disetujui Mudah Disetujui Sangat Susah Disetujui Interval Nilai Logit (Measur. >1,99 0,00 s/d 1,99 0,00 s/d -1,99 < -1,99 Dari gambar 1 dan tabel 3, didapatkan kelompok kategori aitem sebagai berikut: aitem dengan kategori sangat susah disetujui adalah aitem B34, aitem dengan kategori susah disetujui adalah aitem A4. B23. B31. C44. B35. B22. B32. C48. A5. A18. A1. A19. B30. A7. A13. C45. C49. A17. B26. C42. A2. A6. A20. B33, sementara aitem dengan kategori mudah disetujui adalah aitem A12. A14. B36. B38. C47. B25. A3. C46. C50. A16. C39. A11. B29. B28. A9. B27. C40. A15. B37. C41. A10. A8. B24. C43 dan aitem yang sangat susah disetujui adalah aitem B21. Analisis Item Map Analisis Item Map dapat dilihat pada output tables 12 pada aplikasi winstep. Analisis ini untuk melihat posisi sebaran dari konstruk aitem, sebaran aitem pada instrumen menunjukkan cakupan yang luas dan representatif terhadap populasi responden yang diteliti. Pada gambar 2 Item Map, terlihat bahwa sebaran aitem terbagi secara horizontal dan Aitem yang berada pada posisi sama secara horizontal dalam Wright Map (Item Ma. mencerminkan adanya pengulangan dalam mengukur konstruk, sementara jarak antar aitem menunjukkan kemungkinan kelemahan dalam instrumen (Davis and Boone 2. Gambar 2 Sebaran Item Map Dari gambar 2 tersebut didapati aitem B22 dan B32, aitem A13. A19 dan A7, aitem A2. A20, dan A6, aitem A12 dan A14, aitem B33 dan B36, aitem B25 dan B38, aitem C46 dan C50, aitem A11 dan A9, aitem B27. B28, dan B29 menyebar sejajar secara horizontal dan memiliki konstruk yang sama, maka dari itu perlu dilakukan pemilihan satu aitem saja. Sementara untuk aitem B34. B31. C44. B35. A5. C48. B30. A17. B26. C42. C47. A3. A16. C39. A15. C40. B37. C41. A10. A8 B24. C43, dan B21 tidak memiliki konstruk yang sama di tiap barisnya sehingga tidak ada pengulangan dalam mengukur konstruk maka aitem-aitem ini memiliki sebaran yang baik dan dapat Analisis Item Fit Analisis Item Fit dapat dilihat pada output tables 10 pada aplikasi winstep. Analisis aitem fit dalam Rasch Model dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana respon terhadap suatu aitem sesuai dengan prediksi Rasch Model. Proses mengidentifikasi apakah suatu item berfungsi secara konsisten dalam mengukur konstruksi yang dimaksud, ditunjukkan melalui nilai fit statistik seperti outfit mean square, outfit zstandard, dan Point Measure Correlation. Aitem yang tidak sesuai . mengindikasikan adanya penyimpangan dari asumsi model dan dapat mempengaruhi validitas pengukuran https://ejournal. id/index. php/mp | 476 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . Gambar 3 Item Fit E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Nilai Point Measure Correlation (Pt Mean Cor. : 0,4 < Pt Measure Corr < 0,85 Jika nilai infit-outfit terlalu sesuai dengan model . , maka nilainya cenderung mendekati 0, sedangkan jika kurang sesuai . , nilainya akan semakin menjauh dari angka 1 (Surya. Angela, and Ryan 2. Pada gambar 3 dapat terlihat bahwa aitem C40. B21. C48. C41. C43. B35 memenuhi kriteria misfit order, sehingga aitem-aitem tersebut harus Namun, ada juga beberapa aitem yang memenuhi satu atau dua kriteria misfit order yaitu: aitem A10. B31. C39. A2. B34. B24. B23. C49. C42. B29. A7. B30. B38. A5. A20, aitem-aitem masih dapat digunakan pada Sementara untuk aitem lainnya yang tidak termasuk kriteria misfit order sangat dapat digunakan pada instrumen, seperti aitem C45. A15. A9. C46. B26. C47. A6. B36. A11, A16. A18. A8. B33. C50. B22. A14. A12. B27, A17. B28. C44. B37. B25. A19. A13. A3. B32, A4. A1. Item Fit menjelaskan apakah butir soal berfungsi normal melakukan pengukuran atau tidak, dengan kriteria yang digunakan untuk memeriksa kesesuaian butir soal yang tidak sesuai . tem misfit. adalah (Sumintono & Widhiarso, 2. Nilai Outfit mean square (MNSQ) yang diterima: 0,5 < MNSQ < 1,5 Nilai Outfit Z-Standard (ZTSD) yang diterima: -2,0 < ZTSD < 2,0 Dimensi Indikator Faktor Orang tua Peran Pengasuhan Pribadi Orang Tabel 4 Hasil Analisis Aitem F( )/ Kode Pernyataan Aitem UF(-) Aitem Saya merasa bahagia menjalankan peran sebagai orang tua Kelelahan Fisik A11 Stres Emosional A14 A15 A16 A17 A18 B23 B24 Lingkungan Keluarga Gangguan Tidur atau Kesehatan Kondisi Keluarga PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan beberapa aitem yang harus dihilangkan karena misfit order dan sebaran aitem secara horizontal yang memiliki konstruk sama. Maka dari itu, dari 50 aitem yang dianalisis didapatkan 25 aitem yang sesuai dengan kriteria analisis aitem. Berikut ini 25 aitem yang memenuhi kriteria analisis aitem, yaitu: A4. A5. A6. A8. A11. A14. A15. A16. A17. A18. B23. B24. B25. B26. B27. B31. B32. B36. B37. C39. C42. C44. C45. C47. C50 Saya merasa siap secara pikiran dan perasaan untuk menjalankan tanggung jawab mengasuh anak Saya merasa ragu dengan kemampuan saya sebagai orang tua dalam mengasuh anak Harapan saya terhadap pengasuhan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang saya hadapi Saya merasa lelah secara fisik setelah menjalani aktivitas pengasuhan anak Saya merasa marah atau kesal tanpa alasan yang jelas saat mengasuh anak Ketika anak saya tantrum . isalnya menangis atau berteriak berlebiha. , saya merasa cemas Saya merasa terbebani karena ingin menjadi orang tua yang sempurna untuk anak saya Saya merasa gagal dalam memenuhi kebutuhan anak saya Saya sulit tidur di malam hari karena terus memikirkan cara mengasuh anak Keharmonisan dalam keluarga kami mendukung pengasuhan anak yang lebih baik Saya merasa harus mengorbankan kebutuhan pribadi untuk memenuhi kebutuhan anak saya https://ejournal. id/index. php/mp | 477 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . B25 B26 B27 B31 B32 B36 B37 C39 C42 C44 C45 C47 C50 Karakteristik Anak Hubungan orang tua anak Sumber Daya Dukungan Sosial Finansial Waktu yang (Quality Tim. Pada tabel 4 Hasil Analisis Aitem dapat dilihat bahwa terdapat 25 aitem dengan 3 dimensi yaitu: faktor orang tua dengan indikator peran pengasuhan, pribadi orang tua, kelelahan fisik, stress emosional, gangguan tidur atau kesehatan. Lalu, ada dimensi lingkungan keluarga yang memiliki indikator kondisi keluarga, karakteristik anak, dan hubungan orang tua Ae anak. Selanjutnya ada juga, dimensi sumber daya dengan indicator dukungan sosial, finansial, waktu yang tersedia . uality tim. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Saya merasa tidak mampu memenuhi standar pengasuhan yang diharapkan oleh orang disekitar saya Saya merasa mampu memenuhi harapan anak saya dalam hal perhatian atau dukungan yang mereka butuhkan Saya merasa frustasi ketika anak saya tidak mau mendengarkan saya Anak saya memiliki kebutuhan khusus dalam pengasuhan Anak saya menunjukkan perilaku yang sulit dikendalikan, sehingga membuat saya merasa stres Anak saya sering menolak mengikuti arahan saya dalam rutinitas sehari-hari, . eperti tidak mau makan atau tidak mau Saya merasa hubungan saya dengan anak sering terganggu ketika saya sedang stres Saya merasa stres ketika harus mengasuh anak tanpa bantuan dari anggota keluarga lain Saya merasa kesulitan mencari dukungan dari oranglain ketika menghadapi masalah pengasuhan Saya merasa mampu memenuhi kebutuhan dasar anak saya seperti: makanan, pakaian, dan tempat tinggal Biaya pendidikan anak menjadi beban bagi saya Saya merasa stabil secara finansial untuk mendukung kebutuhan pengasuhan anak Saya merasa sulit untuk menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan pengasuhan anak Aitem - aitem tersebut dapat diuji tingkat reliabilitasnya untuk menentukan apakah item tersebut memenuhi kriteria sebagai aitem yang Pengujian reliabilitas ini dapat dilakukan sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4 (Summary Statisti. Pada gambar 4 dapat terlihat bahwa 25 aitem yang didapatkan dari hasil analisis memiliki reliabilitas aitem dengan nilai . , reliabilitas person dengan nilai . serta nilai alpha Cronbach sebesar . Hal ini menunjukkan bahwa secara nilai alpha Cronbach termasuk dalam kategori bagus sekali, sementara untuk nilai reliabilitas aitem dan reliabilitas person menunjukkan bahwa konsistensi jawaban dari responden bagus dan kualitas aitem Ae aitem dalam instrumen KESIMPULAN Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis aitem yang telah dilakukan melalui berbagai proses dalam aplikasi Winstep menujukkan bahwa dari 50 aitem, didapatkan 25 aitem yang memenuhi kriteria analisis Rasch Model. Instrumen ini dapat digunakan sebagai alat ukur tingkat stres orang tua anak usia dini. Selain itu, instrumen ini juga dapat menentukan program interevensi dalam mengatasi stres pengasuhan. Gambar 4 Summary Statistic DAFTAR PUSTAKA