Journal Physical Health Recreation (JPHR) Volume 5 Nomor 4 . September 2025 https://jurnal. id/index. php/JP e-ISSN : 2747- 013X Pelaksanaan Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah Kelas V dan VI di SD Juara Medan Implementation Of School Health Effort Activities For Grades V And Vi At SD Juara Medan Jenas Pardomuan1 . Jepry Hartanta Saragih2. Julia Sisilia Siagian3. Jen Rahmad Gea4. Jhon Fernando Tarigan5 . enasperdomuan@gmail. com1, jeprysrg@gmail. com2, juliasiagian@gmail. jengea@gmail. com4, jhontrg@gmail. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 1. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202412. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 3. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna ,Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202414. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 5 Abstract. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa masih banyak institusi pendidikan yang tidak memiliki fasilitas sanitasi. Fasilitas tersebut meliputi tempat pembuangan sampah, fasilitas penyediaan air bersih, saluran pembuangan air limbah, serta tidak adanya toilet dan fasilitas pembuangan kotoran manusia. Di lokasi SD Juara Medan, tujuan investigasi ini adalah untuk mengetahui tingkat kebersihan lingkungan, ketersediaan air bersih, dan penyelenggaraan fasilitas toilet dan pembuangan kotoran Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dengan populasi sebanyak 113 orang yang merupakan murid SD Juara Medan. Hanya siswa kelas 5 yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini, yang berjumlah 23 orang dari total sampel Karena jumlah populasi lebih dari seratus orang, maka jenis pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Cakupan sampel berkisar antara sepuluh hingga dua puluh lima persen. Statistik deskriptif atau persentase digunakan untuk menilai data yang dikumpulkan melalui distribusi kuesioner kepada individu yang berpartisipasi dalam survei. Terdapat tingkat keberhasilan sebesar lima puluh persen dalam penelitian yang dilakukan terhadap kebersihan lingkungan di SD Juara Medan. dikategorikan kurang baik, hal ini menandakan bahwa jumlah tempat sampah yang tersedia di SD Juara Medan masih kurang mencukupi kebutuhan yang ada. Sedangkan fasilitas pembuangan kotoran manusia dan toilet dinilai cukup memadai sebesar 47%, dan fasilitas penyaluran air bersih dinilai kurang memadai sebesar 53%. Kesimpulan secara keseluruhan adalah bahwa semua faktor yang diinvestigasi sudah Keywords: Pelaksanaan. Kegiatan. Usaha Kesehatan Sekolah. 1 Pendahuluan Setiap sistem pendidikan, khususnya sekolah dasar, memberikan penekanan yang signifikan pada proses belajar mengajar sebagai komponen utama dari struktur pendidikan. Dalam setiap usaha untuk meningkatkan kualitas sekolah dasar, proses belajar mengajar harus menjadi fokus perhatian utama. Penyediaan sarana dan prasarana, buku atau sumber belajar, kurikulum, kualitas guru, metode mengajar, sikap siswa, motivasi siswa, sanitasi lingkungan, dukungan orang tua atau pengawasan terhadap pendidikan anak di luar sekolah, dan faktorfaktor lain bukanlah satu-satunya faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas Sekolah Dasar (SD) perlu membangun sistem pendidikan yang sesuai untuk tingkat sekolah dasar dalam rangka mewujudkan tujuan mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Terlepas dari kenyataan bahwa ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi prestasi akademik, penulis menaruh perhatian yang lebih besar untuk meneliti kesehatan sekolah. Menurut penjelasan yang diberikan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Depkes. AuSalah satu hak asasi masyarakat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan, dapat dipenuhi melalui pengembangan pembangunan kesehatan. Ay Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat dievaluasi dengan menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), maka pembangunan kesehatan harus dipromosikan sebagai suatu inisiatif yang merupakan Sektor kesehatan merupakan salah satu komponen utama dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang dapat membantu memfasilitasi pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, terampil, dan ahli untuk mencapai pembangunan kesehatan yang efektif. Kutipan di atas sangat jelas menunjukkan bahwa kesehatan adalah salah satu faktor utama yang dapat berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya sehat, tetapi juga cerdas, kompeten, dan berpengetahuan luas untuk memastikan pembangunan kesehatan yang sejahtera. Sangat penting bagi kita untuk mengajarkan gaya hidup sehat pada anak sejak usia dini agar dapat memperoleh sumber daya manusia yang sehat dan cerdas. Program kesehatan anak usia sekolah mencakup Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang merupakan salah satu komponen dari program tersebut. Anak usia sekolah adalah anak yang berusia antara enam sampai dengan dua puluh satu tahun. Berdasarkan tahapan pertumbuhan dan perkembangannya, anak-anak dibagi menjadi dua subkelompok: pra-remaja, yang berusia antara enam hingga sembilan tahun, dan remaja, yang berusia antara sepuluh hingga sembilan belas tahun. Sekolah Dasar Juara yang berlokasi di Medan. Sumatera Utara, merupakan lokasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang merupakan upaya terpadu lintas program dan lintas sektor untuk meningkatkan kesehatan dan membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di lapangan oleh penulis, ditemukan bahwa UKS tidak diterapkan dengan cara yang tepat. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kondisi sarana prasarana dan pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pelaksanaan kebersihan lingkungan di SD Juara Medan, penulis ingin melihat lebih jauh aspek-aspek berikut ini: pengelolaan sampah, fasilitas penyediaan air bersih, fasilitas pembuangan sampah, dan fasilitas pembuangan kotoran manusia dengan adanya toilet sekolah. Hal ini didasarkan pada uraian yang telah disampaikan di atas serta fenomena yang penulis temui selama bekerja di lapangan. 2 Metode Berdasarkan jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif maka data yang terkumpul akan di analisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan data dan menyajikan data tersebut dalam bentuk distribusi frekuensi, skor rata-rata . , standar deviasi, dan tingkat pencapaian responden. Untuk mencari nilai persentase yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Persentase dapat dihitung dengan menggunakan rumus: P = n x 100 % (Sudjana, 1989:. Keterangan: Jumlah Persentase Jawaban Frekuensi Jumlah responden Untuk menentukan acuan klasifikasi tingkat pencapaian responden digunakan klasifikasi menurut Nana Sudjana . sebagai berikut: 90 - 100% Sangat Baik 80 - 89% Baik 65 - 79% Cukup 55 - 64% Kurang 0 - 54 % Kurang Sekali 3 Hasil Deskripsi Data Hasil verifikasi dari jumlah sampel responden yang dijadikan sampel pada penelitian dari 23 responden yang diberikan angket setelah diperiksa. Semua responden mengisi angket dengan benar dan dilanjutkan dengan pengolahan data penelitian. Berdasarkan analisis data dapat disampaikan sebagai berikut: Pengetahuan Usaha Kesehatan Sekolah Untuk mendapatkan data tentang pengetahuan Usaha Kesehatan Sekolah di Sekolah Dasar Juara Medan Pada penelitian ini penulis membagikan angket penelitian kepada siswa sebanyak 13 butir pertanyaan. untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel 1 di bawah ini. Jml Tidak 87,88 96,97 69,69 50,00 66,66 72,72 80,30 83,33 72,24 63,63 72,21 81,81 59,09 74,19 12,12 3,03 30,30 50,00 33,33 27,27 19,69 16,66 10,60 36,36 28,78 18,18 40,90 25,21 Berdasarkan tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa dari 66 responden yang menjawab Apakah murid sudah mengetahui tentang kesehatan pribadi?, yang menjawab AuyaAo sebanyak 58 orang . ,88%) responden dan yang menjawab AutidakAy sebanyak 8 orang . ,12%) responden. Apakah murid sudah mengetahui mencuci tangan sebelum makan, yang menjawab AuyaAy sebanyak 64 orang . 97%) rcspondcn dan yang menjawab tidak sebanyak 2 orang . ,03%) responden. Apakah setiap mandi pakai sabun, 46 orang . ,69%) responden menjawab AuyaAy, 20 orang . ,30%) responden menjawab tidak. Apakah setiap habis makan gigi digosok, 33 orang . ,00%) responden menjawab AuyaAy, 33 orang . ,00%) responden menjawab tidak. Adakah memotong kuku sekali seminggu, 44 orang . ,66%) responden men jawab AuyaAydan 22 orang . 33%) responden menjawab tidak. Adakah setiap hari guru memperhatikan kesehatan anda, 48 orang . ,72%) responden yang menjawab AuyaAy dan 18 orang . ,27%) responden yang men jawab AutidakAy Adakah sekali 6 bulan guru memeriksa mata?, yang menjawab AuyaAoAo sebanyak 53 orang . ,30%) responden dan yang menjawab tidak sebanyak 13 orang ( 19,69%) responden. Apakah di sekolah ada dokter kecil, 55 orang . ,33%) responden menjawab yaAy. 66%) responden menjawab tidak. Adakah di dalam lokal anak yang nakal di nasehati guru?, 49 orang . ,24%) responden menjawab AuyaAy dan 7 orang . ,60%) responden menjawab tidak. Adakah guru melaksanakan penimbangan berat badan?, yang menjawab AuyaAoAo sebanyak 42 orang . ,63%) responden dan yang menjawab AutidakAy sebanyak 24 orang . Apakah di sekolah anda ada pagar?. yang menjawab AuyaAy sebanyak 47 orang . ,2 1 %) responden dan yang menjawab tidak sebanyak 19 orang . ,78%) responden. Adakah di setiap lokal mempunyai tong sampah?, 54 orang . 81 %) responden menjawab AuyaAy. 12 orang ( 18. 18%) responden menjawab tidak. Adakah di sekolah ada WC memenuhi syarat kesehatan?, yang menjawab AuyaAy sebanyak 39 orang . ()Q%) responden dan yang menjawab AutidakAy sebanyak 27 orang . Pengetahuan usaha kesehatan Sekolah Dasar Juara Medan ditinjau dari hasil penyebaran angket ada dua persentase yaitu klasifikasi baik dan klasifikasi kurang. Klasilikasi baik yang menjawab 1 3 pertanyaan yang menyatakan AuyaAy, 632 dengan klasifikasi ( 74. 19%) klasifikasi kurang yang menjawab AutidakAy. sebanyak 21 ( dengan persentase . ,21%) untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table 3 Sarana dan Prasarana Usaha Kesehatan Sekolah Untuk mendapatkan data tentang sarana dan prasarana siswa SD N 05 Tonang Raya Kecamatan Dua Koto. Pada penelitian ini penulis membagikan angket penelitian kepada siswa sebanyak 9 butir pertanyaan yang di bagi kedalam 2 indikator. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini: Tabel 2. Distribusi Frekwensi Kendala Yang Berhubungan Dengan Sarana dan Prasarana Jml 37,87 56,06 54,54 60,60 84,84 75,75 62,12 59,09 81,81 63,63 Tidak 62,12 49,96 47,47 39,39 15,15 24,24 37,87 40,90 18,18 36,63 Berdasarkan tabel 4 di atas dapat dilihat bahwa dan 66 responden yang menjawab pertanyaan: Adakah di sekolah guru menjaskan tentang makanan yang bergizi?. yang menjawab yaAy sebanyak 25 orang . 87%) responden dan yang menjawab AutidakAo sebanyak 41 orang . 12%) responden. Tersedianya tempat tidur di ruang UKS, yang menjawab AuyaAy sebanyak 37 orang . responden dan yang menjawab AutidakAy sebanyak 31 orang . 96%) responden Tersedianya di dalam ruangan UKS timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan, yang menjawabAyyaAy sebanyak 36 orang . ,54%) responden dan yang menjawab tidak sebanyak 30 orang . ,47%) responden Apakah diruang UKS tersedia meja dan almari, 40 orang . ,60%) responden menjawab AuyaAy 26 orang . ,39%) responden menjawab tidak Adakah di ruang UKS tergantung poster tentang kesehatan, 56 orang . ,84%) responden menjawab AuyaAy. 10 orang . ,15%) responden menjawab tidak Adakah di dalam almari obat merah, 50 orang . ,75%) responden menjawab AuyaAydan 16 orang . 24%) responden menjawab tidak Adakah tersedia di dalam almari obat betadhine, 41 orang . , 12%) resporiden yang menjawab AuyaAy dan 25 orang . ,87%) responden yang menjawab tidak. Adakah tersedia di dalam almari amoniak?, yang menjawab AuyaAy sebanyak 39 orang . 09%) responden dan yang menjawab tidak sebanyak 27 orang . ,90%) responden. Apakah di dalam ada almari pengukur tensi, 54 orang . ,8 l%) responden menjawab AoyaAy. 12 orang ( 18,18%) responden menjawab tidak. Sarana dan prasarana di Sekolah Dasar Juara Medan , ditinjau dari hasil penyebaran angket ada dua klasifikasi. yaitu klasifikasi baik dan klasifikasi kurang. Sarana dan prasarana ini ada sembilan pertanyaan yang menyatakan Au yaAy 378 . ,63 %) yang menyatakan baik dan 218 . 63 %) yang menyatakan kurang. Hubungan Kerjasama Sekolah dengan Puskesmas Untuk mendapatkan data tentang kerjasama sekolah dengan Puskesmas siswa Sekolah Dasar Juara Medan Pada penelitian ini penulis membagikan angket penelitian pada siswa sebanyak 8 butir pertanyaan yang di bagi kedalam 3 indikator. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3 berikut: Tabel 3. Distribusi Frekwensi Kendala Yang Berhubungan Dengan Sarana dan Prasarana 48,48 63,63 51,51 69,69 63,63 Tidak 51,51 36,36 48,48 30,30 36,36 Jml 89,39 86,36 68,18 66,57 10,60 13,63 31,81 32,38 Berdasarkan tabel 3 di atas dapat dilihat bahwa dari 66 responden yang menjawab pertanyaan: Adakah Puskesmas memberikan pemeriksaan gigi, 42 orang . 63%) responden menjawab AuyaAo, 24 orang . 36%) responden menjawab tidak. Adakah tersedia di dalam almari parasetamol, yang menjawab AuyaAy sebanyak 32 orang . ,48 %) responden dan yang menjawab AutidakAy sebanyak 34 orang . ,5l%) responden. Adakah kunjungn puskesmas ke sekolah ,. yang menjawab AuyaAy sebanyak 42 orang . ,63%) responden dan yang menjawab AutidakAy sebanyak 24 orang . Adakah puskesmas melakukan imunisasi di sekolah?, yang menjawab AuyaAy sebanyak 34 orang . 5l%) responden dan yang menjawab tidak sebanyak 32 orang . Adakah Puskesmas memberi imunisasi, 46 orang . ,69%) responden menjawab AuyaAy, 20 orang . ,30%) responden menjawab tidak Adakah Puskesmas memberikan penyuluhan tentang DBD, 59 orang . ,39%) responden menjawab AuyaAydan 7 orang . ,60%) responden menjawab tidak Adakah Puskesmas memberikan penyuluhan tentang Dokter Kecil, 57 orang . responden yang menjawab AuyaAy dan 9 orang . ,63%) responden yang menjawab tidak. Adakah Puskesmas memberikan makanan tambahan?, yang menjawab AuyaAy sebanyak 47 orang . ,18% ) responden dan yang menjawab tidak sebanyak 21 orang . ,81 %) Kerjasama sekolah dengan puskesmas di Sekolah Dasar Juara Medan ditinjau dari penyebaran angket ada dua klasifikasi yaitu klasfikasi baik dan klasifikasi kurang. Kerjasama sekolah dengan puskesmas ada delapan pertanyaan yang menyatakan AuyaAy, 357 . ,57%) dan yang menyatakan tidak 162 . ,38 %) untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3. Diskusi Berdasarkan hasil analisis yang telah di lakukan maka dalam bagian ini akan dilanjutkan dengan pembahasan terhadap hasil temuan tersebut. Pengetahuan Usaha Kesehatan Sekolah Pelaksanaan pengetahuan Usaha Kesehatan Sekolah di dapatkan bahwa dari keseluruhan jawaban responden tentang pengetahuan Usaha Kesehatan Sekolah, . 19%) responden menyatakan AuyaAy terhadap pertanyaan yang diajukan kepadanya dan selebihnya . 03%) yang menyatakan tidak. Dari hal ini siswa sudah memiliki pengetahuan tentang Usaha Kesehatan Sekolah. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Nadiar . 7: . Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah adalah Aumencapai keadilan kesehatan anak yang sebaik-baiknya di mana anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya, tidak mempunyai kelainan dan tidak mengidap suatu penyakit serta mempunyai sikap, tingkah laku dan kebiasaan hidup sehatAy. Berdasarkan hal di atas bahwa pendidikan siswa di Sekolah Dasar Juara Medan pada umumnya sudah terlaksana dengan baik. Sarana dan Prasarana Pelaksanaan sarana dan prasarana bahwa dari keseluruhan jawaban responden tentang sarana dan prasarana di dapatkan . ,63%) responden menyatakan ya dan . 63%) menjawab tidak dan hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa sudah memiliki pengetahuan tentang sarana dan Menurut Depkes . 2: . harus memiliki kelengkapan sebagai berikut: Autempat tidur, meja dan kursi, lemari dan obat-obatan, air bersih, air hangat dan alat ukur suhu dan kartu siswa yang harus ada di dalam ruangan UKSAy. Dari hal diatas, dapat disimpulkan bahwa siswa Sekolah Dasar Juara Medan sudah baik sarana dan prasarananya. Kerjasama Sekolah Dengan Puskesmas Kerjasama sekolah dengan Puskesmas didapatkan bahwa dari keseluruhan jawaban responden tentang kerjasama di sekolah dengan Puskesmas didapatkan 66,73% responden menyatakannya tidak dapat disimpulkan bahwa siswa sekolah sudah memiliki kerjasama dengan Puskesmas dengan baik. Menurut Depkes RI . 2 : . bahwa tugas dan fungsi Puskesmas adalah pelaksanaan kegiatan pembinaan kesehatan dari gugus dalam bentuk usaha sekolah yang mencakup : Memberikan pencegahan terhadap suatu penyakit imunisasi dan pencegahan lainnya. Merencanakan pelaksanaan kegiatan dengan Kepala Sekolah, guru, dan orang tua peserta didik dan karyawan sekolah. Memberikan bimbingan teknis kepada sekolah dan guru dalam pelaksanaan UKS. Memberikan penyuluhan tentang kesehatan kepala sekolah dan guru dalam mclaksanakan UKS. Kesimpulan Telah diadakan penelitian tentang Pengetahuan Usaha Kesehatan Sekolah Dasar Juara Medan maka pada akhir pembahasan ini dapat di ambil kesimpulan : Pengetahuan Usaha Kesehatan Sekolah Sekolah Dasar Juara Medan ditinjau dari hasil penyebaran angket ada dua klasifikasi yaitu klasifikasi baik dan klasifikasi kurang. Tiga belas pertanyaan yang menyatakan AuyaAy, 632 . 19%) yang menjawab AutidakAo. sebanyak 216 . ,03 %). Sarana dan prasarana di Sekolah Dasar Juara Medan ditinjau dan hasil penyebaran angket ada dua klasifikasi. yaitu klasifikasi baik dan klasifikasi kurang. Sarana dan prasarana ini ada sembilan pertanyaan yang menyatakan Au yaAy 378 . 63 %) yang menyatakan AutidakAy 218 . ,63%) Kerjasama sekolah dengan puskesmas di Sekolah Dasar Juara Medan ditinjau dari penyebaran angket ada dua klasifikasi yaitu klasifikasi baik dan klasifikasi kurang. Kerjasama sekolah dengan puskesmas ada delapan pertanyaan yang menyatakan AuyaAy 357 ,57%) dan yang menyatakan AutidakAy 162 . ,38 %) Daftar Pustaka