Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 3 No. Juni 2025: Diterima Redaksi: 24-04-2. Revisi: 10-05-2025 | Diterbitkan: 16-05-2025 Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Pendidikan Karakter Siswa Kelas VII SMPN 12 Gorontalo Inda Yuliana Ngabito1. Melizubaida Mahmud2. Ardiansyah3. Roy Hasiru4. Imam Prawiranegara Gani5 1,2,3,4,5Pendidikan Ekonomi. Universitas Negeri Gorontalo. Indonesia Email: indaayuliana@gmail. ABSTRACT: This study aims to determine the influence of extracurricular activities on the strengthening of character education among seventh-grade students at SMP Negeri 12 Kota Gorontalo. Character education is a crucial component of student development, shaped not only by classroom instruction but also through active participation in non-academic activities. The results indicate a significant influence of extracurricular involvement on student character formation, with a determination coefficient of 54. These findings suggest that active participation in extracurricular activities substantially contributes to strengthening student character. The study recommends optimizing the management of extracurricular programs as an effective strategy for character education in schools. Keywords: character education, extracurricular activities, students, secondary ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler terhadap penguatan pendidikan karakter siswa kelas VII di SMP Negeri 12 Kota Gorontalo. Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian siswa yang tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran intrakurikuler, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan nonakademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kegiatan ekstrakurikuler dan penguatan karakter siswa, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 54,4%. Temuan ini mengindikasikan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler berkontribusi secara nyata terhadap pembentukan karakter siswa. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi manajemen kegiatan ekstrakurikuler sebagai strategi pendidikan karakter yang efektif di sekolah. Keywords: pendidikan karakter, kegiatan ekstrakurikuler, siswa, sekolah Copyright A 2025 The Author. This is an open-access article under the CC BY-SA license. Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional DOI: https://doi. org/10. 62238/jupsi. ( https://journal. com/index. php/jupsi Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 3 No. Juni 2025: PENDAHULUAN Pendidikan karakter merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang bertujuan membentuk peserta didik tidak hanya sebagai individu yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral, tanggung jawab sosial, dan kesadaran kebangsaan (Hafizi, 2. Pemerintah Indonesia telah menempatkan penguatan pendidikan karakter sebagai prioritas strategis melalui berbagai regulasi dan kebijakan pendidikan. Salah satunya adalah integrasi nilai-nilai karakter ke dalam aktivitas sekolah, baik melalui pembelajaran intrakurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler (Kemdikbud. Dalam praktiknya, pendidikan karakter menjadi dasar dalam mencetak generasi pelajar Pancasila yang beriman, berkebinekaan, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif (Adelia et al. , 2. Namun, implementasi pendidikan karakter di sekolah seringkali belum berjalan secara optimal. Penelitian Kosim . menunjukkan bahwa banyak sekolah belum berkomitmen penuh dan belum mengintegrasikan nilai-nilai karakter secara komprehensif dalam praktik keseharian. Salah satu pendekatan yang diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Sesuai Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014, kegiatan ekstrakurikuler adalah aktivitas di luar jam pelajaran yang berfungsi mengembangkan potensi, bakat, minat, serta kepribadian siswa secara Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menjadi wahana untuk membentuk nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerjasama. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter Febrianti et al. menemukan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler berdampak pada pembentukan karakter sosial dan tanggung jawab di tingkat SMA. Demikian pula Suhaidi . dalam kajiannya mengungkap bahwa partisipasi dalam kegiatan Rohis di sekolah menengah mampu membentuk karakter religius siswa secara nyata. Penelitian lain oleh Wahono dan Parmadi . juga menguatkan bahwa kegiatan pramuka mampu menanamkan nilai-nilai tanggung jawab pada siswa sekolah dasar. Meskipun demikian, sebagian besar kajian tersebut berfokus pada jenjang pendidikan menengah atas dan dasar, sementara keterkaitan spesifik antara ekstrakurikuler dan penguatan karakter di tingkat SMP masih relatif kurang dieksplorasi. Di sisi lain, berdasarkan temuan awal di SMP Negeri 12 Kota Gorontalo, diketahui bahwa sekolah telah menyediakan berbagai jenis kegiatan ekstrakurikuler yang meliputi bidang keagamaan . ultum, dzikir, sholat dhuh. , olahraga . ilat dan sepak bol. , kesenian . ari tradisiona. , serta organisasi sosial (Pramuka. OSIS. PKS. PMR). Sayangnya, partisipasi siswa dalam kegiatan tersebut masih rendah. Berdasarkan wawancara dengan guru di sekolah Ngabito. Mahmud. Ardiansyah. Hasiru. Gani tersebut, banyak siswa merasa tidak termotivasi untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karena menganggapnya kurang menarik atau terlalu membebani waktu mereka. Padahal, kegiatan ini berpotensi besar sebagai sarana pembentukan karakter bila dilaksanakan secara tepat sasaran dan berbasis kebutuhan siswa. Permasalahan ini menunjukkan adanya gap antara potensi strategis kegiatan ekstrakurikuler sebagai media pembentukan karakter dengan realitas implementasinya di sekolah. Maka dari itu, penelitian ini penting dilakukan untuk menguji secara empiris apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan ekstrakurikuler dan penguatan pendidikan karakter siswa di tingkat SMP, khususnya kelas VII. Penelitian ini juga diharapkan dapat mengisi kekosongan literatur dalam konteks lokal dan jenjang pendidikan menengah Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ekstrakurikuler berpengaruh terhadap penguatan pendidikan karakter siswa kelas VII di SMP Negeri 12 Kota Gorontalo. Berdasarkan kerangka tersebut, hipotesis yang diajukan adalah: AuTerdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan ekstrakurikuler terhadap penguatan pendidikan karakter siswaAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan dan mengukur hubungan antara kegiatan ekstrakurikuler dan penguatan pendidikan karakter siswa. Desain ini dipilih karena mampu memberikan gambaran yang sistematis dan objektif terhadap gejala yang diteliti, sekaligus menguji pengaruh antar variabel. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 12 Kota Gorontalo dengan jumlah 82 siswa. Karena jumlah populasi relatif kecil dan dapat dijangkau secara keseluruhan, maka teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh, di mana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian (Sugiyono, 2. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 12 Kota Gorontalo sebagai lokasi yang telah menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler dan memiliki kebijakan penguatan karakter di lingkungan Instrumen utama dalam penelitian ini adalah angket tertutup yang dirancang untuk mengukur dua variabel (J. , & P. Creswell, 2018. Creswell, 2. , yaitu variabel bebas (X) berupa partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan variabel terikat (Y) berupa penguatan pendidikan karakter Angket disusun berdasarkan indikator-indikator yang relevan dengan teori pendidikan karakter dan pelaksanaan ekstrakurikuler di sekolah, lalu dibagikan kepada seluruh responden. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk menggambarkan kecenderungan Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 3 No. Juni 2025: data dan distribusinya, serta analisis regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh signifikan antar variabel. Sebelum analisis utama dilakukan, data terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan kualitas instrumen, kemudian dilanjutkan dengan uji normalitas untuk memenuhi asumsi analisis parametrik, serta uji T . untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penguatan pendidikan karakter siswa kelas VII di SMP Negeri 12 Kota Gorontalo. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan IBM SPSS Statistics 21. 0, diperoleh nilai rata-rata untuk variabel kegiatan ekstrakurikuler (X) sebesar 82,37 dengan standar deviasi 8,61, sedangkan nilai median berada pada 83,00. Nilai minimum dari skor kegiatan ekstrakurikuler adalah 42 dan maksimum 95, menunjukkan adanya variasi partisipasi siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut. Informasi ini ditampilkan dalam Tabel 1 berikut: Tabel 1. Statistik Deskriptif Variabel Kegiatan Ekstrakurikuler (X) Kegiatan Ekstrakurikuler Mean 82,3780 Median 83,0000 Mode 90,00 Standard Deviation 8,61472 Variance 74,213 Range 53,00 Minimum 42,00 Maximum 95,00 Distribusi frekuensi skor kegiatan ekstrakurikuler memperlihatkan bahwa mayoritas siswa berada pada interval nilai yang tinggi. Sebanyak 45,1% siswa memiliki skor antara 75Ae85, dan 42,7% siswa memiliki skor antara 86Ae95. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler cukup tinggi. Distribusi lengkap ditampilkan dalam Tabel 2 berikut: Valid Missing Tabel 2. Distribusi Frekuensi Variabel Kegiatan Ekstrakurikuler (X) Frekuensi Skor No. Interval Ngabito. Mahmud. Ardiansyah. Hasiru. Gani Total Sumber: ola$h da$ta$ primer 2025 Pada variabel penguatan pendidikan karakter (Y), nilai rata-rata adalah 106,90 dengan standar deviasi 8,93 dan median sebesar 107,00. Skor minimum pada variabel ini adalah 77 dan maksimum mencapai 125, mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat karakter yang baik. Rangkuman statistik disajikan dalam Tabel 3 berikut: Tabel 3. Statistik Deskriptif Variabel Penguatan Pendidikan Karakter (Y) Pendidikan Ka$ra$kter Va$lid Missing 106,9024 Mea$n 107,5000 Media$n Mode 107,00 8,93130 Std. Devia$tion 79,768 Va$ria$nce 48,00 Ra$nge Minimum 77,00 125,00 Ma$ximum Distribusi frekuensi untuk variabel penguatan pendidikan karakter menunjukkan bahwa 49% siswa memiliki skor pada interval 105Ae113, dan 25% berada pada rentang 114Ae121. Rincian distribusi disajikan dalam Tabel 4 berikut: Tabel 4. Distribusi Frekuensi Variabel Penguatan Pendidikan Karakter (Y) Frekuensi No. Skor Interval Total Sumber: ola$h da$ta$ primer 2025 Sebelum dilakukan analisis regresi, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dengan metode Kolmogorov-Smirnov. Hasilnya menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,607, yang lebih besar dari 0,05. Ini berarti data berdistribusi normal dan memenuhi syarat untuk analisis regresi. Ringkasan uji normalitas ditampilkan pada Tabel 5 berikut: Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 3 No. Juni 2025: Tabel 5. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Statistik Mean (Unstandardized Residua. Std. Deviation Kolmogorov-Smirnov Z Signifikansi . -taile. Nilai 6,029 0,762 0,607 Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler berpengaruh signifikan terhadap penguatan pendidikan Koefisien regresi (B) sebesar 0,765, dengan nilai signifikansi 0,000, yang artinya sangat signifikan pada taraf 5%. Persamaan regresi yang terbentuk adalah = 43,892 0,765X, yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan skor ekstrakurikuler akan diikuti peningkatan skor karakter. Hasil lengkapnya terdapat pada Tabel 6 berikut: Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linier Sederhanaa Model Unsta$nda$rdized Sta$nda$rdized Coefficients Coefficients Std. Beta$ Error 43,892 6,480 6,773 (Consta$n. ,765 ,078 ,738 9,776 Kegia$ta$n_Ekstra$kurikuler Sig. ,000 ,000 a Dependent Variablle: Pendidikan Karakter Sementara itu, nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,544 menunjukkan bahwa 54,4% variasi dalam pendidikan karakter siswa dapat dijelaskan oleh partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, sedangkan 45,6% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Data tersebut dapat dilihat pada Tabel 7 berikut: Tabel 7. Koefisien Determinasi R Square Kontribusi Faktor Lain Dengan demikian, data empiris yang diperoleh dalam penelitian ini membuktikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler bukan hanya pelengkap kurikulum, melainkan merupakan salah satu sarana penting dalam penguatan karakter siswa. Keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan ini berbanding lurus dengan tingkat internalisasi nilai-nilai karakter yang mereka miliki. Ngabito. Mahmud. Ardiansyah. Hasiru. Gani PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan ekstrakurikuler dan penguatan pendidikan karakter siswa kelas VII di SMP Negeri 12 Kota Gorontalo. Temuan ini membuktikan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan non-akademik secara terstruktur mampu membentuk nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Dalam konteks ini, ekstrakurikuler tidak sekadar pelengkap kurikulum, melainkan ruang belajar karakter yang nyata. Sejalan dengan hal ini. Pratiwi . menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka efektif dalam menanamkan karakter disiplin siswa sejak dini melalui pendekatan pembiasaan dan keteladanan dalam aktivitas kelompok. Dalam teori pendidikan karakter, penguatan nilai tidak cukup melalui pendekatan kognitif semata. Karakter dibentuk melalui pengalaman sosial dan emosional yang intens, dan hal ini diperoleh melalui kegiatan ekstrakurikuler. Adelia et al. menjelaskan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler yang mendukung dimensi Profil Pelajar Pancasila seperti gotong royong, mandiri, dan religius akan berdampak positif terhadap karakter siswa, terlebih jika kegiatan tersebut dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Oleh karena itu, aktivitas ekstrakurikuler yang dirancang sesuai kebutuhan peserta didik menjadi wahana strategis dalam membentuk karakter generasi muda . Hasil regresi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 54,4% variasi dalam penguatan pendidikan karakter dipengaruhi oleh keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Angka ini tergolong tinggi dan memperkuat penelitian sebelumnya oleh Febrianti. Mahmud, & Hafid . , yang menemukan bahwa ekstrakurikuler berkontribusi besar terhadap pembentukan karakter sosial siswa di SMA Negeri 1 Paleleh Barat. Demikian juga Firdausi . menegaskan bahwa keaktifan dalam ekstrakurikuler berdampak langsung pada dimensi tanggung jawab, toleransi, dan kepemimpinan siswa SMA di Jepara. Temuan ini menunjukkan bahwa efek positif ekstrakurikuler tidak terbatas pada jenjang pendidikan tertentu, namun relevan di berbagai tingkat satuan pendidikan. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan kendala di lapangan, yaitu masih adanya sebagian siswa yang enggan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karena dianggap membosankan atau tidak sesuai dengan minat Fakta ini mengindikasikan bahwa keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya ditentukan oleh keberadaannya, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan dan keterlibatan siswa. Nur Habibah Hidayanti, . menegaskan bahwa tantangan utama dalam pendidikan karakter di sekolah adalah kurangnya kesadaran dan konsistensi dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam seluruh aktivitas sekolah, termasuk kegiatan di luar kelas. Maka dari itu, pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler harus dilakukan secara partisipatif dan responsif terhadap aspirasi siswa. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 3 No. Juni 2025: Dalam konteks pelaksanaan pendidikan karakter di masa kini, strategi kolaboratif sangat diperlukan. Aswat et al. mengungkapkan bahwa pendidikan karakter yang sukses adalah hasil dari sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar siswa. Oleh karena itu, meskipun ekstrakurikuler terbukti signifikan, efektivitasnya akan semakin kuat jika diikuti oleh konsistensi nilai yang ditanamkan di rumah dan lingkungan sosial siswa. Hal ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam membangun karakter, tidak hanya bersandar pada institusi sekolah semata. Akhirnya, temuan penelitian ini menegaskan pentingnya reorientasi paradigma ekstrakurikuler di sekolah-sekolah menengah pertama. Sekolah harus menjadikan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian integral dari kurikulum karakter, bukan sebagai pelengkap administratif. Jika dikelola dengan baik, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga membentuk kepribadian dan moralitas yang kokoh. Sejalan dengan gagasan Munjiatun . , penguatan karakter haruslah dipandang sebagai sebuah gerakan pendidikan, bukan sekadar kebijakan, dan harus terwujud melalui interaksi langsung siswa dengan nilai-nilai dalam tindakan nyata. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penguatan pendidikan karakter siswa kelas VII di SMP Negeri 12 Kota Gorontalo. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, semakin kuat karakter positif yang terbentuk dalam diri mereka, seperti disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kerja Model regresi sederhana yang dihasilkan membuktikan bahwa 54,4% variabel penguatan karakter dapat dijelaskan oleh keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Oleh karena itu, pihak sekolah diharapkan tidak hanya menyediakan kegiatan ekstrakurikuler sebagai rutinitas tambahan, tetapi mengelolanya secara kreatif dan sesuai minat siswa agar mampu menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif. Penelitian ini juga merekomendasikan perlunya kajian lanjutan yang dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang turut memengaruhi pembentukan karakter siswa, serta mendorong pengembangan kebijakan sekolah yang lebih integratif dalam menghubungkan kegiatan akademik dan non-akademik secara sinergis. DAFTAR PUSTAKA