http://journal. id/index. php/anterior Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kesempatan Kerja Di Kalimantan Tengah The Influence of the Human Development Index and Economic Growth on Employment Opportunities in Central Kalimantan Abstrak Rima Harati Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Indonesia *email: rimahrti74@gmail. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia. Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kesempatan Kerja Di Kalimantan Tengah selama tahun 2013 Ae 2024 dengan menggunakan alat analisis regresi berganda dan uji asumsi klasik. Dari hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut bahwa variable Indeks pembangunan manusia tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kesempatan kerja sedangkan variable Pertumbuhan ekonomi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kesempatan kerja Di Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil uji asumsi klasik disimpulkan bahwa model regresi ini memenuhi asumsi normalitas, terjadi multikolinearitas pada model regresi ini, tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada model regresi yang digunakan, maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak terjadi gejala atau masalah autokorelasi. Abstract Kata Kunci: Indeks Pembangunan Manusia,Pertumbuhan Ekonomi,Kesempatan Kerja Keywords: Human Development Index. Economic Growth. Employment Opportunities This study aims to analyze the effect of the Human Development Index and Economic Growth on Employment Opportunities in Central Kalimantan during the period 2013 Ae 2024 using multiple regression analysis and classical assumption The results of the analysis show that the Human Development Index variable does not have a significant effect on Employment Opportunities, whereas the Economic Growth variable has a significant effect on Employment Opportunities in Central Kalimantan. Based on the results of the classical assumption tests, it is concluded that the regression model meets the normality assumption, there is multicollinearity in the regression model, no heteroscedasticity symptoms occur in the regression model used, and it can be concluded that there are no symptoms or problems of autocorrelation in the regression model A2025 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This Open Access CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). PENDAHULUAN Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia . , dalam mengukur dimensi kesehatan digunakan angka harapan hidup, selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan indikator angka harapan lama Adapun untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk dapat hidup layak. Menurut Napitupulu . , indeks pembangunan manusia memuat tiga dimensi penting dalam pembangunan yaitu terkait dengan aspek pemenuhan kebutuhan akan hidup panjang umur dan hidup sehat, untuk mendapatkan pengetahuan dan mampu memenuhi standar hidup layak. Semakin baik tingkat kesehatan tenaga kerja, pengetahuan yang tinggi dan memperoleh hidup yang layak, maka hasil kerja akan semakin bagus dan berkualitas, justru sebaliknya semakin buruk keadan tenaga kerja, maka hasil pekerjaannya akan semakin buruk pula atau tidak berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa tiga dimensi penting dalam pembangunan manusia menjadi indikator untuk menilai kuliatas sumber daya manusia yang siap untuk berkerja sehingga mampu mengurangi tingginya tingkat pengangguran di suatu wilayah (Mahroji, 2. Indeks pembangunan manusia merupakan indeks komposisi yang didasarkan pada tiga indicator yaitu kesehatan, pendidikan serta standar hidup manusia (Hakim, 2. Indeks pembangunan Anterior Jurnal. Volume 24 Special Issue I. Februari 2025. Page 51 Ae 58 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 manusia merupakan salah satu aspek yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Gorontalo, jika setiap masyarakat memiliki sumber daya manusia yang berkualitas maka dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Sumber daya manusia yang berkualitas dapat dicapai dari investasi pendidikan dan kesehatan melalui penguasaan ilmu dan ketrampilan (Gani, 2. Terdapat indikator untuk menetapkan standar kehidupan individu yaitu IPM, yang dilakukan penilaian atas taraf pendidikan, kesehatan, serta ekonomi (Digdowiseiso, 2. Secara nasional, data Indeks Pembangunan Manusia menggambarkan tren yang selalu naik. Perihal ini disebabkan dari perbaikan berkelanjutan pada kualitas sistem pendidikan serta kesehatan, dan oleh sebab itu pengembangan sumber daya manusia, sudah mempengaruhi pertumbuhan IPM Indonesia (BPS, 2. Meningkatnya kualitas pada sumber daya manusia merupakan satu dari banyak hal yang menjadi petunjuk yang signifikan untuk mendeskripsikan keberhasilan dalam pembangunan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan tolok ukur yang digunakan dalam melihat kualitas manusia disetiap IPM mempunyai tiga unsur yaitu kesehatan, pendidikan yang dicapai dan standar kehidupan. Ketiga unsur tersebut sangat penting dalam menentukan tingkat kemampuan daerah (Mutmainnah, 2. Indeks Pembangunan Manusia berfungsi untuk mengukur capaian dari pembangunan manusia yang berdasarkan komponen dasar kualitas hidup yang dapat mempengaruhi tingkat produktivitas yang dihasilkan oleh Komponen dasar dari Indeks Pembangunan Manusia itu mencakup keterampilan dan kesehatan. Kedua hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Semakin tingginya kualitas hidup manusia maka akan menunjang peningkatan produktivitas barang dan jasa yang akan dihasilkan, dengan begitu semakin tinggi IPM akan mempengaruhi tenaga kerja dalam mencari pekerjaan (Mahroji & Nurkhasanah, 2. Hafiz & Haryatiningsih . dan Aisyah & Nur . menemukan bahwa IPM berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Sementara. Putri et al. , . menemukan hal yang sama bahwa IPM berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja (Raihan, 2. Menurut Zaris, 1987:. pertumbuhan ekonomi merupakan sebagian dari perkembangan kesejahteraan masyarakat yang diukur dengan besarnya pertumbuhan domestik regional bruto (PDRB) perkapita. Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat (Sukirno,1994:. Kemajuan ekonomi suatu daerah menunjukkan keberhasilan suatu pembangunan meskipun bukan merupakan satu-satunya indikator keberhasilan pembangunan (Todaro:2. Ada tiga macam ukuran untuk menilai pertumbuhan ekonomi yaitu pertumbuhan output, pertumbuhan output per pekerja, dan pertumbuhan output per kapita. Pertumbuhan output digunakan untuk menilai pertumbuhan kapasitas produksi yang dipengaruhi oleh adanya peningkatan tenaga kerja dan modal di wilayah tersebut. Pertumbuhan output per tenaga kerja sering digunakan sebagai indikator adanya perubahan daya saing wilayah tersebut . elalui pertumbuhan produktivita. Sedangkan pertumbuhan output per kapita digunakan sebagai indikator perubahan kesejahteraan ekonomi (Bhinadi:2. (Afiat, 2. Pembangunan ekonomi memiliki arti yang luas,tidak hanya sekedar menaikan produk domestik bruto pertahun, tetapi juga menyangkut kegiatan-kegiatan yang dilakukan suatu negara untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat. Jadi pembangunan ekonomi harus dipandang sebagaisuatu proses saling keterkaitan dan salingmempengaruhi anatara faktor-faktoryang menyebabkan terjadinya pertumbuhan ekonomi terebut dapat diindentifikasi dan dianalisis dengan seksama(Datu. Engka dan Rorong,2. Tujuan utama pembangunan ekonomi selain berupaya untuk menciptakan pertumbuhan yang setinggi-tingginya, pembangunan harus pula berupaya untuk menghapus atau mengurangi tingkat kemisikinan, ketimpangan pendapatan dan tingkat pengangguran atau upaya menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk sebab dengan kesempatan kerja masyarakat akan memperoleh pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (Ernita. Amar dan Syofyan,2. (Suatan, 2. Menurut Sumarsono . memberikan definisi bahwa kesempatan kerja adalah lapangan pekerjaan yang sudah di duduki dan masih lowongan. Lebih jauh dijelaskan bahwa dalam teori kesempatan kerja dikenal istilah elastisitas pemerintah akan tenaga kerja yang diartikan sebagai persentasi perubahan pemerintah akan tenaga kerja sehubungan dengan perubahan pemerintah akan tenaga kerja yang disebabkan dengan perubahan satu persen pada tingkat upah. Menurut Simanjuntak . faktor-faktor yang mempengaruhi kesempatan kerja yaitu: 1. ) kondisi perekonomian, 2. ) pertumbuhan penduduk, 3. ) produktivitas/kualitas sumber daya manusia, 4. tingkat upah, 5. ) struktur umur. Jumlah penduduk yang semakin besar telah membawa akibat jumlah angkatan kerja yang semakin besar pula. Ini berarti semakin besar pula jumlah orang mencari pekerjaan atau menganggur. Rima Harati. Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kesempatan Kerja Di Kalimantan Tengah Agar dapat dicapai keadaan yang seimbang maka mereka semua dapat tertampung dlam suatu pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan keinginan serta keterampilan mereka. Ini akan membawa konsekuensinya bahwa perekonomian harus selalu menyediakan lapangan pekerjaan bagi angkatan kerja baru (Zasriati, 2. Kalimantan Tengah sebagai salah daerah dengan jumlah penduduk yang banyak juga memiliki tingkat indeks Pembangunan manusia yang meningkat dari tahun, dilihat pada tahun 2015 tingkat IPM sebesar 68,53 dan tahun 2020 menjadi sebesar 71,05 dan terakhir pada tahun 2024 sebesar 74,28. Ini menunjukkan bahwa kualitas pembangunan manusia di Kalimantan Tengah semakin baik dalam bentuk tingkat kesejahteraannya. Selain itu juga pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah dari tahun ke tahun meningkat dan kesempatan kerja juga meningkat dari tahun ke tahun yang dapat dilihat dari tabel 1 dibawah ini : Tabel 1. Indeks Pembangunan Manusia. Pertumbuhan Ekonomi Dan Kesempatan Kerja Di Kalimantan Tengah Tahun IPM (X. Pertumbuhan (X. Ekonomi Kesempatan Kerja (Y) Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka 2015,2020,2022, 2025 Berdasarkan landasan teori dan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti dengan judul Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia. Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kesempatan Kerja Di Kalimantan Tengah dengan menggunakan tahun 2013-2024. METODOLOGI Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif mengacu pada metode pengumpulan data yang berbasis angka atau statistik. Penelitian ini mengandalkan metode ilmiah untuk menjelaskan hubungan antar https://w. com/search?pglt=299&q=penelitian kuantitatif Data dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data berupa angka-angka yang diperoleh dari sumber yang terkait dengan penelitian ini yaitu Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah. Data yang dikumpulkan adalah data IPM. Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) dan Kesempatan Kerja dari tahun 2013-2024. Menurut Sugiyono, . menyatakan bahwa data sekunder yaitu sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku referensi, jurnal penelitian, internet dan lain Ae lain (Beno, 2. Metode Analisis Data Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dilakukan sebelum pengujian hipotesis, untuk memastikan apakah persamaan dalam model regresi dapat diterima secara ekonometrika. Uji asumsi klasik dilakukan dengan menguji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi. Uji Normalitas Anterior Jurnal. Volume 24 Special Issue I. Februari 2025. Page 51 Ae 58 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Uji normalitas data merupakan salah satu asumsi dari statistik parametrik. Uji normalitas bertujuan untuk menguji normal tidaknya data sampel. Distibusi data yang normal adalah distribusi data yang menyerupai bentuk bel atau genta. Data populasi selalu berdistribusi normal karena setiap populasi mempunyai sifat normal. Data sampel hanya dapat digeneralisasikan pada populasi apabila mempunyai sifat normal sebagaimana populasinya. Bila data sampel berdistribusi normal maka pengolahan datanya dapat menggunakan statistik parametrik dan hasil pengolahan data atas sampel dapat digeneralisasikan kepada populasi. Ada banyak cara untuk menguji normalitas data dengan menggunakan SPSS, baik cara grafik atau dengan rumus tertentu. Pada grafik Normal PP-Plot, garis diagonal menunjukkan nilai normalitas yang diharapkan. Apabila titik-titik berada atau dekat garis diagonal, maka data penelitian diinterpretasikan mempunyai distribusi yang normal. UJI NORMALITAS DENGAN SPSS . : Uji P-P Plot - Rizki Data Analyst Uji Multikolineritas Uji multikolineritas merupakan hubungan linear antar variabel independen dalam regresi berganda. Pengujian multikolenearitas dilakukan dengan melihat. jika Variance Infaltion Factor > 10 dan Tolence < 10 maka penelitian dapat dinyatakan terjadi multikolenearitas, sebaliknya jika nilai Variance Inflation Factor < 10 dan Tolerance > 10 maka penelitian bebas dari gejala multikolenearitas (Razak, 2. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastistas merupakan bagian dari uji asumsi klasik di analisis regresi. Salah satu metode yang umum digunakan dalam uji heteroskedastisitas yaitu uji glejser. Uji glejser dilakukan dengan cara meregresikan variabel independen dengan variabel Abs_res (Abosulte Residua. Apabila terjadi gejala dalam heteroskedastisitas akan mengakibatkan sebuah keraguan, dengan kata lain memunculkan hasil yang tidak akurat pada analisis regresi, karena model regresi yang baik jika datanya tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Glejser dilakukan dengan cara meregresikan antara variabel independen dengan nilai absolut residualnya (ABS_RES). Dasar pengambilan keputusan menggunakan uji Glejser sebagai berikut: 1. Jika nilai Signifikasi (Sig. ) > 0,05, maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi 2. Jika nilai Signifikansi (Sig. ) < 0,05, maka terjadi gejala heteroskedastisitas. UJI HETEROSKEDASTISITAS GLEJSER - AS28 Group Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi merupakan bagian dari uji asumsi klasik di analisis regresi. Salah satu metode yang bisa digunakan dalam uji autokorelasi yaitu uji run test. Uji autokorelasi run test adalah metode uji statistik yang digunakan untuk mengetahui apakah ada korelasi di antara observasi yang berdekatan dalam suatu sampel data. Uji ini digunakan dalam analisis time series, di mana data yang dianalisis diambil dari waktu ke waktu. Untuk melakukan uji autokorelasi run test, pertama-tama kita harus menghitung jumlah run dari data yang Kemudian, dibandingkan dengan jumlah run yang diharapkan jika data tidak memiliki autokorelasi. Jika jumlah run yang diperoleh dari data sama dengan jumlah run yang diharapkan, maka dapat ditolak hipotesis bahwa data memiliki autokorelasi. Namun jika jumlah run yang diperoleh dari data berbeda dari jumlah run yang diharapkan, maka dapat diterima hipotesis bahwa data memiliki autokorelasi. Data dinyatakan lolos dalam uji autokorelasi run test jika nilai Signifikansi atau P-Value lebih besar dari 0,05 (>0,. UJI AUTOKORELASI RUN TEST - AS28 Group Analisis Regresi Berganda Analisis regresi linier berganda adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yang diuji terhadap variabel terikat. Beberapa pengaruh yang dihasilkan dari hasil pengolahan data yaitu . pengaruh positif dan signifikan, . pengaruh positif dan tidak signifikan, . pengaruh negatif dan signifikan dan . pengaruh negatif dan tidak signifikan (Purba, 2. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini digunakan alat analisis Regresi Linier Berganda. Alat analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui lebih dari satu pengaruh variabel bebas terhadap variabel Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel bebas yaitu jumlah penduduk dan upah minimum regional dan variabel terikatnya adalah Kesempatan kerja di Kalimantan Tengah. Rima Harati. Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kesempatan Kerja Di Kalimantan Tengah Rumus: Y = a b1X1 b2X2 e Keterangan: Y = Kesempatan kerja X1 = Indeks Pembangunan Manusia X2 = Pertumbuhan Ekonomi a = Konstanta b = Koefisien regresi. e = Error term. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Hasil Uji Asumsi Klasik : Uji Normalitas Hasil uji normalitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Dari grafik diatas disimpulkan bahwa titik-titik pada P-Plot menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi ini memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Hasil uji multikolinearitas penelitian ini dilihat pada tabel 2 berikut. Tabel 2. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber : Data Diolah,2025 Berdasarkan tabel 2 di atas diketahui dari hasil uji nilai VIF variabel X1 dan X2 sebesar 17. 001 lebih besar dari 10 atau nilai Tolerance lebih kecil dari 0,1 maka dapat dikatakan terjadi multikolinearitas pada model regresi Uji Heteroskedastisitas Hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji Glejser, pengaruh Jumlah Penduduk dan Upah Minimum Regional terhadap Kesempatan Kerja di Kalimantan Tengah dapat dilihat pada tabel 3 berikut. Anterior Jurnal. Volume 24 Special Issue I. Februari 2025. Page 51 Ae 58 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Tabel 3. Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model (Constan. Standardized Coefficients Beta Unstandardized Coefficients Std. Error Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber : Data Diolah,2025 Dari hasil analisis diatas diketahui bahwa nilai sig. untuk variabel (X. IPM sebesar 0,638. Sementara itu, nilai sig. untuk variabel (X. Pertumbuhan Ekonomi sebesar 3,061. Oleh karena nilai signifikansi X1 dan X2 lebih besar dari 0,05, maka menurut dasar pengambilan keputusan dalam uji Glejser dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada model regresi yang digunakan. Uji Autokorelasi Hasil uji asumsi klasik pada uji autokorelasi pengaruh Jumlah Penduduk dan Upah Minimum Regional terhadap Kesempatan Kerja di Kalimantan Tengah dapat dilihat pada tabel 4 berikut. Table 5. Autocorrelation Test Runs Test Unstandardized Residual Test Value Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Asymp. Sig. -taile. Median Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. 000 atau lebih besar dari (>) 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala atau permasalahan autokorelasi pada model Dengan demikian, permasalahan autokorelasi yang tidak dapat diselesaikan dengan Uji Durbin Watson dapat diatasi dengan Uji Run, sehingga analisis regresi linier dapat dilanjutkan. Analisis Regresi Berganda Uji Regresi Linier Berganda Autokorelasi Pengaruh Jumlah Penduduk dan Upah Minimum Regional terhadap Kesempatan Kerja di Kalimantan Tengah Tahun 2014-2023 dapat dilihat pada Tabel 5 berikut. Tabel 6. Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Sumber : Data Diolah,2025 Standardized Coefficients Beta Dari hasil analisis regresi linier berganda disimpulkan sebagai berikut : Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Rima Harati. Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kesempatan Kerja Di Kalimantan Tengah Variabel IPM (X. dilihat dari nilai sig. sebesar 0,638 > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa IPM (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap Kesempatan Kerja di Kalimantan Tengah. Variabel Pertumbuhan penduduk (X. dilihat dari nilai sig. sebesar 0,014 < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa Pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap Kesempatan Kerja di Kalimantan Tengah. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis di atas, dijelaskan sebagai berikut : IPM (X. secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja di Kalimantan Tengah. Dari hasil analisis dijelaskan bahwa peningkatan atau penurunan kesempatan kerja di Kalimantan Tengah selama kurun waktu 2013-2024 tidak dipengaruhi oleh Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Tengah. Hal tersebut dapat disebabkan oleh faktor-faktor di luar variabel di atas antara lain IPM adalah berkaitan dengan kualitas hidup, pendidikan dan kesehatan sedangkan kesempatan kerja memperkerjakan tenaga yang berkaitan dengan kebutuhan pasar meskipun IPM berkaitan dengan ketrampilan yang dimiliki tetapi ketrampilan yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi (X. secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja di Kalimantan Tengah. Hal ini menjelaskan bahwa kesempatan kerja yang meningkat setiap tahunnya di Kalimantan Tengah selama kurun waktu 2013-2024 berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Hal ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang meningkat setiap tahun di Kalimantan Tengah secara otomatis memerlukan tambahan tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi merupakan perbandingan antara perekonomian sekarang dengan yang sebelumnya, ketika kondisi perekonomian meningkat dibandingkan dengan kondisi perekonomian sebelumnya berarti telah terjadi pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi berarti terjadi peningkatan di bidang ekonomi mulai dari jumlah produksi barang dan jasa, omset, pendapatan dll. Yang pasti salah satu tanda terjadinya pertumbuhan ekonomi adalah terjadi peningkatan hasil produksi dari barang atau jasa. Meningkatnya hasil produksi/jumlah produksi ini bisa disebabkan oleh beberapa sebab antara lain meningkatnya kapasitas produksi tiap pengusaha, bertambahnya pelaku usaha dll. Berdasarkan asumsi klasik dijelaskan bahwa model regresi ini memenuhi asumsi normalitas, terdapat multikolinearitas dalam model regresi ini, tidak terdapat gejala heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan, maka disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terdapat gejala atau masalah autokorelasi. KESIMPULAN Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa: Variabel Jumlah Penduduk (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap Kesempatan Kerja di Kalimantan Tengah selama kurun waktu 2014-2023. Peningkatan Kesempatan Kerja dapat disebabkan oleh tersedianya lapangan kerja yang tersedia . ermintaan tenaga kerj. , tingkat pendidikan, pengetahuan, keahlian dan keterampilan, usia angkatan kerja dan jumlah tenaga kerja yang tersedia, besarnya permintaan masyarakat secara keseluruhan. Variabel Upah Minimum Regional (X. berpengaruh signifikan terhadap Kesempatan Kerja di Kalimantan Tengah selama kurun waktu 2014-2023. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya kenaikan upah dan kesempatan kerja memiliki hubungan yang kompleks. Secara umum kenaikan upah dapat mendorong peningkatan produktivitas dan daya beli masyarakat yang pada akhirnya dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak. Selain itu, dengan upah yang lebih layak, pekerja dapat lebih termotivasi untuk bekerja dan mencari pekerjaan, yang pada akhirnya dapat menciptakan lebih banyak kesempatan Dimana kesempatan kerja di Kalimantan Tengah, baik formal maupun nonformal, seringkali tidak bergantung pada pendidikan dan pengalaman melainkan pada keinginan untuk bekerja atau motivasi, sehingga upah minimum regional yang layak mendorong pekerja produktif di Kalimantan Tengah untuk menerima pekerjaan yang dapat memberi mereka upah yang layak. Berdasarkan asumsi klasik dijelaskan bahwa model regresi ini memenuhi asumsi normalitas, terjadi multikolinearitas pada model regresi ini, tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada model regresi yang digunakan, maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak terjadi gejala atau masalah autokorelasi. DAFTAR PUSTAKA