P-ISSN: 2829-5102 E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. October 2025 doi: https://doi. org/10. 58223/icie. Arabic Language Learning as Economic Capital in the Hajj and Umrah Service Sector Moh. Supriyadi riyandfissubul@gmail. Institut Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura. Indonesia Abstract: Arabic language learning holds a strategic value in enhancing the communicative, social, and economic competencies of Muslim communities, particularly in the Hajj and Umrah service sectors. Arabic functions not only as a means of understanding Islamic teachings but also as economic capital that contributes directly to improving the welfare and professionalism of Muslim workers. In the context of globalized religious economics, proficiency in Arabic becomes a highly valuable functional skill that opens employment opportunities in religious service sectors such as pilgrimage assistance, religious tourism, education, and translation. This is increasingly relevant as the demand for professional personnel capable of effectively communicating with pilgrims and Saudi Arabian authorities continues to grow each year. This study employs a descriptive-analytical approach by examining various sources that discuss the interrelationship between language, economy, and religion. The results indicate that Arabic proficiency provides significant economic advantages, particularly for individuals working as guides, mutawwifs, translators, and other Hajj and Umrah service personnel. Beyond financial benefits. Arabic proficiency strengthens professional identity and improves the quality of pilgrim services. Moreover, needbased Arabic learning has proven to be more effective in preparing a workforce that meets the real demands of the religious service industry. This research offers a new perspective on the urgency of need-based Arabic language learning as a strategy for human resource development that is more relevant to the dynamics of the Hajj and Umrah service industry. The findings are expected to serve as a reference for educational institutions, providers of religious professional training, and policymakers in designing Arabic language curricula and training programs that are more applicative, responsive, and aligned with the needs of the global job market. Keywords: Arabic Language Learning. Economic Capital. Hajj and Umrah Abstrak: Pembelajaran bahasa Arab memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kompetensi komunikasi, sosial, dan ekonomi masyarakat Muslim, terutama dalam sektor pelayanan jamaah haji dan umrah. Bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemahaman ajaran Islam, tetapi juga sebagai kapital ekonomi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan profesionalitas tenaga kerja Muslim. Dalam konteks globalisasi ekonomi keagamaan, kemampuan International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. berbahasa Arab menjadi keterampilan fungsional yang bernilai tinggi karena mampu membuka peluang kerja di bidang layanan ibadah, pariwisata religi, pendidikan, dan Hal ini semakin relevan mengingat permintaan terhadap tenaga profesional yang dapat berkomunikasi secara efektif dengan jamaah dan pihak otoritas Arab Saudi terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, dengan menelaah berbagai sumber literatur yang mengkaji keterkaitan antara bahasa, ekonomi, dan keagamaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Arab memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi individu yang berperan sebagai pemandu, mutawwif, penerjemah, dan petugas layanan haji dan umrah lainnya. Selain memberikan manfaat finansial, kemampuan ini juga memperkuat citra profesionalisme dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap Di sisi lain, pembelajaran bahasa Arab yang berorientasi pada kebutuhan . eed-based learnin. terbukti lebih efektif dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai di bidang jasa keagamaan. Penelitian ini menawarkan perspektif baru mengenai urgensi pembelajaran bahasa Arab berbasis kebutuhan . eed-based learnin. sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia yang lebih relevan dengan dinamika industri layanan haji dan umrah. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan, penyelenggara pelatihan profesi keagamaan, dan pembuat kebijakan dalam merancang kurikulum dan program pelatihan bahasa Arab yang lebih aplikatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasar kerja global. Kata kunci: Pembelajaran Bahasa Arab, kapital ekonomi, haji dan umrah Pendahuluan Bahasa merupakan salah satu unsur fundamental dalam kehidupan Ia berfungsi sebagai sarana komunikasi, ekspresi, dan penyampai makna dalam berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan Dalam konteks Islam, bahasa Arab memiliki kedudukan yang istimewa karena menjadi bahasa wahyu, bahasa ibadah, dan bahasa ilmu pengetahuan Islam klasik. Melalui bahasa Arab, umat Islam dapat memahami Al-QurAoan, hadis, serta literatur keislaman yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan beragama dan bermasyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya penting dari sisi religius, tetapi juga dari sisi sosial dan ekonomi, terutama dalam konteks globalisasi dan mobilitas umat Islam menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. (A. al-Faruqi, 1. 263 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. Dalam penelitian sebelumnya, untuk memperkuat artikel ini yang bertema pembelajaran bahasa arab sebagai kapital ekonomi dalam sektor pelayanan jamaah haji dan umrah. Maka penulis menghadirkan beberapa artikel penelitian semisal Al-Musawi . menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Arab berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi jamaah haji dan kualitas Penelitian Al-Harbi keterampilan bahasa Arab merupakan kompetensi inti dalam standar profesional petugas haji di Arab Saudi. Sementara itu, studi yang dilakukan oleh Fauzi . dan Fitriani . mengungkapkan bahwa lembaga Indonesia memprioritaskan tenaga kerja yang memiliki kemampuan komunikasi bahasa Arab aktif. Temuan-temuan tersebut menegaskan bahwa bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai alat pemahaman teks agama, tetapi juga sebagai kompetensi kerja yang bernilai tinggi. Perkembangan industri haji dan umrah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Indonesia setiap tahunnya mengirim jutaan jamaah ke Tanah Suci Makkah dan Madinah. (Laporan Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2023, 2. Pertumbuhan ini membuka peluang ekonomi yang luas dalam berbagai bidang pelayanan, mulai dari transportasi, akomodasi, bimbingan ibadah, hingga penerjemahan dan komunikasi antarbudaya. Dalam konteks ini, penguasaan bahasa Arab menjadi salah satu keterampilan yang paling strategis karena berfungsi sebagai kapital ekonomi . conomic capita. yang dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja di sektor pelayanan haji dan umrah. (M. Quraish Shihab, 1. Konsep kapital ekonomi yang diperkenalkan oleh Pierre Bourdieu menegaskan bahwa keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan tertentu dapat menjadi bentuk modal yang memiliki nilai tukar di masyarakat. (Pierre Bourdieu, 1. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, kemampuan berbahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bentuk modal yang dapat 264 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. memberikan keuntungan ekonomi bagi individu yang menguasainya. (H. Douglas Brown, 2. Seorang mutawwif . emandu haji/umra. , penerjemah, atau petugas layanan jamaah yang memiliki kemampuan bahasa Arab baik lisan maupun tulisan akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan, memperoleh gaji lebih tinggi, dan memiliki reputasi profesional yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak menguasai bahasa tersebut. Selain nilai ekonominya, bahasa Arab juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam membangun kepercayaan antara jamaah dan pihak penyelenggara. Banyak jamaah haji dan umrah dari Indonesia merasa lebih nyaman ketika dipandu oleh petugas yang mampu berkomunikasi langsung dengan pihak otoritas di Arab Saudi. Kemampuan berbahasa Arab meminimalkan kesalahpahaman, memperlancar koordinasi, dan meningkatkan kualitas (Muhammad Alwi, 2. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab dapat dikatakan sebagai investasi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, terutama dalam bidang pelayanan keagamaan. Di sisi lain, paradigma pembelajaran bahasa Arab di Indonesia selama ini masih didominasi oleh orientasi religius dan akademik, sementara aspek fungsional dan ekonominya belum mendapat perhatian yang cukup. (M. Thoha & Nasiruddin, n. ) Banyak lembaga pendidikan yang menempatkan bahasa Arab semata-mata sebagai sarana memahami teks-teks agama, bukan sebagai keterampilan komunikatif yang dapat digunakan dalam dunia kerja. Padahal, kebutuhan akan tenaga profesional yang memiliki kemampuan bahasa Arab terus meningkat, seiring dengan perkembangan industri jasa keagamaan dan pariwisata spiritual di dunia Islam. (Nasiruddin Baidan, 2. Menurut data Kementerian Agama Republik Indonesia, pada tahun 2023 jumlah jamaah umrah Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta orang, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat setiap tahun. (Kemenag RI, 2. Dengan demikian, kebutuhan terhadap tenaga pelayanan profesional di bidang ini akan terus bertambah. Penguasaan bahasa Arab menjadi salah satu kompetensi utama yang dibutuhkan oleh para petugas haji, pemandu, penerjemah, dan 265 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. tenaga pendukung lainnya agar dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi jamaah. (Kemenag RI, 2. Dalam konteks pendidikan dan pelatihan, pembelajaran bahasa Arab untuk tujuan ekonomi dan profesi dikenal dengan istilah Arabic for Specific Purposes (ASP) atau Arabic for Occupational Purposes (AOP). (Keith Walters, 2. Pendekatan ini menekankan bahwa pembelajaran bahasa harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja. Misalnya, tenaga pelayanan haji dan umrah perlu menguasai kosakata yang berhubungan dengan ibadah, transportasi, akomodasi, dan komunikasi lintas budaya. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya mengajarkan aspek gramatikal, tetapi juga mengembangkan kompetensi komunikatif, pragmatik, dan kultural yang relevan dengan dunia kerja. (Munir, 2. Selain itu, integrasi antara pembelajaran bahasa Arab dan ekonomi juga sejalan dengan teori Human Capital yang menegaskan bahwa pendidikan dan produktivitas dan kesejahteraan individu. (Theodore W. Schultz, 1. Dalam konteks ini, bahasa Arab berfungsi sebagai bagian dari modal manusia yang dapat meningkatkan peluang kerja dan penghasilan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya lembaga perjalanan haji dan umrah yang lebih memprioritaskan tenaga kerja yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dibandingkan yang (BPS, 2. Di samping aspek ekonomi, pembelajaran bahasa Arab juga memiliki nilai strategis dalam membangun citra positif tenaga kerja Indonesia di mata Islam. Penguasaan Arab komitmen, dan penghormatan terhadap budaya Arab yang menjadi pusat ibadah umat Islam. (R. Syamsuddin, 2. Tenaga kerja yang mampu berkomunikasi dengan sopan, memahami konteks budaya, serta menjalin hubungan interpersonal dengan jamaah dan masyarakat Arab akan lebih dihargai dan dipercaya. (R. Syamsuddin, 2. Dengan demikian, kemampuan 266 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. berbahasa Arab dapat meningkatkan reputasi dan daya saing global tenaga kerja Indonesia di sektor keagamaan. Lebih jauh lagi, pembelajaran bahasa Arab sebagai kapital ekonomi juga memiliki implikasi terhadap pembangunan nasional. Dalam konteks ekonomi syariah, sektor haji dan umrah merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi Islam yang memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan devisa negara. (Bank Indonesia, 2. Penguasaan bahasa Arab oleh tenaga profesional Indonesia tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pelayanan, tetapi juga membuka peluang kerjasama ekonomi dan budaya antara Indonesia dan negara-negara Arab. (W. Ali, 2. Namun demikian, tantangan dalam implementasi pembelajaran bahasa Arab berbasis ekonomi masih cukup besar. Di banyak lembaga pendidikan, kurikulum bahasa Arab belum diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor keagamaan. (A. Sholihah, 2. Selain itu, metode menyebabkan peserta didik kesulitan dalam menggunakan bahasa Arab secara aktif di lapangan. (A. Rahman, 2. Oleh karena itu, diperlukan reformasi dalam pembelajaran bahasa Arab yang lebih kontekstual, komunikatif, dan berbasis kebutuhan . eed-based learnin. (C. Hutchinson & Waters, 1. Keterpaduan antara pendekatan linguistik, ekonomi, dan sosial dalam pembelajaran bahasa Arab menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Pembelajaran bahasa Arab yang dirancang untuk tujuan profesional dapat menghasilkan tenaga kerja yang tidak hanya memahami bahasa, tetapi juga mampu menggunakannya secara efektif dalam konteks kerja dan pelayanan jamaah. (C. Hutchinson & Waters, 1. Dalam jangka panjang, hal ini akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan ibadah haji dan umrah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pelatihan dan pendidikan bahasa Arab di kawasan Asia Tenggara. (M. Habibi, 2. 267 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Arab memiliki peran strategis sebagai kapital ekonomi dan sosial dalam sektor pelayanan jamaah haji dan umrah. Ia tidak hanya membantu meningkatkan kualitas komunikasi antara petugas dan jamaah, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi nyata bagi tenaga kerja yang menguasainya. (M. Quraish Shihab, 1. Pembelajaran bahasa Arab berbasis kebutuhan, berorientasi profesi, dan didukung oleh kebijakan pendidikan yang progresif akan menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing global di era ekonomi keagamaan modern. (Theodore W. Schultz, 1. Metode Penelitian deskriptif-analitis bertujuan untuk memahami dan menjelaskan peran pembelajaran bahasa Arab sebagai kapital ekonomi dalam sektor pelayanan jamaah haji dan umrah. (Lexy J, 2. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggambarkan hubungan antara penguasaan bahasa Arab dan peningkatan nilai ekonomi tenaga kerja Muslim, serta menekankan pemaknaan sosial dan fungsi bahasa dalam konteks profesional dibandingkan pengukuran kuantitatif. (Sugiyono, 2. Penelitian bersifat kualitatif dengan metode studi kepustakaan . ibrary researc. ,(Zed. Mestika, 2. di mana sumber data meliputi literatur akademik, buku, jurnal ilmiah, serta laporan resmi terkait pendidikan bahasa Arab dan pemberdayaan tenaga kerja haji dan umrah. (M. Thoha, 2. Pendekatan interdisipliner digunakan dengan mengintegrasikan teori linguistik terapan, ekonomi pendidikan, dan sosiologi bahasa untuk memberikan pemahaman yang (Pierre Bourdieu, 1991 C. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan telaah pustaka, termasuk laporan Kementerian Agama, data BPS, serta hasil penelitian lembaga pelatihan haji dan umrah, sedangkan literatur akademik digunakan sebagai data sekunder untuk memperkuat analisis konseptual. (Moh. Nazir, 2. 268 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. Analisis dilakukan menggunakan analisis isi . ontent analysi. dan analisis tematik . hematic analysi. ,(Krippendorff. Klaus, 2. yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi tema utama seperti fungsi bahasa Arab sebagai (Braun & Clarke, 2. Analisis ini disesuaikan dengan teori human capital (Schult. dan economic capital (Bourdie. untuk menafsirkan bagaimana kemampuan berbahasa Arab dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja di sektor layanan haji dan umrah. (Theodore W. Schultz, 1. Untuk menjaga validitas data, penelitian menerapkan triangulasi sumber, dengan membandingkan berbagai dokumen, literatur, dan publikasi (Denzin. Norman K, 1. Teknik ini memastikan konsistensi data dan mengurangi bias interpretatif. Metodologi ini memungkinkan penelitian menghasilkan gambaran yang menyeluruh tentang peran strategis bahasa Arab, tidak hanya sebagai sarana komunikasi dan religiusitas, tetapi juga sebagai kapital ekonomi dan sosial yang meningkatkan daya saing tenaga kerja Muslim Indonesia. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa Arab berbasis kebutuhan . eed-based learnin. yang relevan dengan tuntutan dunia kerja dan pelayanan ibadah global. (Laporan Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2023, 2. Pembahasan Dan Diskusi Bahasa Arab sebagai Modal Ekonomi Pembelajaran bahasa Arab memiliki nilai strategis yang tidak hanya bersifat religius, tetapi juga berperan sebagai modal ekonomi bagi tenaga kerja Bahasa Arab memungkinkan tenaga profesional seperti mutawwif, pemandu, penerjemah, maupun petugas administratif untuk meningkatkan kualitas layanan serta Kemampuan Arab memungkinkan interaksi yang lancar, mengurangi miskomunikasi, serta 269 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. menciptakan pengalaman ibadah yang lebih baik bagi jamaah. Dengan kata lain, bahasa Arab bukan sekadar alat komunikasi, tetapi merupakan aset strategis yang memberikan keuntungan ekonomi secara langsung bagi individu dan lembaga yang bergerak di sektor ini. (Lexy J, 2. Sejumlah literatur menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Arab menjadi keterampilan fungsional yang bernilai tinggi, mengingat kebutuhan akan tenaga kerja yang mampu berkomunikasi dengan jamaah dan otoritas Arab Saudi meningkat setiap tahun. (Sugiyono, 2. Dalam konteks ekonomi, kemampuan ini dapat dilihat sebagai investasi manusia . uman capita. , di mana keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki tenaga kerja dapat diterjemahkan menjadi pendapatan yang lebih tinggi, mobilitas karier yang lebih luas, serta peluang untuk menempati profesional yang (Theodore W. Schultz, 1. Lebih jauh, penguasaan bahasa Arab mendukung profesionalitas lembaga karena meningkatkan kualitas layanan, mengurangi kesalahan komunikasi, dan memperkuat reputasi lembaga di mata jamaah dan otoritas lokal. (Pierre Bourdieu, 1. Selain nilai ekonomi, bahasa Arab juga berfungsi sebagai modal sosial, di meningkatkan kerjasama tim, dan membangun relasi dengan otoritas Arab Saudi. Fungsi sosial ini penting karena pelayanan haji dan umrah bersifat multikultural dan menuntut komunikasi efektif antara berbagai pihak. (Dell Hymes, 1. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab memberikan keuntungan ganda: meningkatkan kualitas layanan dan menambah nilai ekonomi bagi tenaga kerja yang kompeten. Dampak Ekonomi Penguasaan Bahasa Arab Penguasaan bahasa Arab terbukti memiliki dampak signifikan terhadap pendapatan, profesionalitas, dan peluang kerja tenaga layanan haji dan umrah. Hasil kajian literatur dan laporan lembaga pelatihan menunjukkan bahwa tenaga kerja yang mampu berbahasa Arab secara fasih memperoleh kompensasi lebih tinggi dibanding mereka yang memiliki kemampuan 270 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. (Laporan Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2023, 2. Hal ini menegaskan peran bahasa Arab sebagai instrumen ekonomi, di mana keterampilan linguistik diterjemahkan menjadi nilai tambah material. Dampak ekonomi ini tidak hanya berlaku pada tingkat individu, tetapi juga lembaga. Lembaga yang menempatkan petugas fasih bahasa Arab cenderung lebih dipercaya jamaah, memperoleh kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, dan memiliki reputasi profesional yang lebih baik. (Braun & Clarke, 2. Dengan kata lain, bahasa Arab menjadi modal produktif, yang mampu meningkatkan daya saing lembaga serta memberikan nilai tambah bagi komunitas Muslim secara keseluruhan. Penguasaan bahasa Arab juga membuka peluang bagi tenaga kerja untuk mengisi posisi strategis, seperti pemandu senior, mutawwif utama, atau penerjemah resmi. Posisi-posisi ini tidak hanya memberikan penghasilan lebih tinggi tetapi juga tanggung jawab profesional yang lebih besar, yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan ekonomi dan sosial tenaga kerja. (H. Douglas Brown, 2. Dalam kerangka teori human capital Schultz dan economic capital Bourdieu, bahasa Arab menjadi aset strategis yang meningkatkan kapasitas produktif dan mobilitas sosial tenaga kerja. (Lexy J. Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Kebutuhan (Need-Based Learnin. Efektivitas pembelajaran bahasa Arab dapat ditingkatkan melalui pendekatan berbasis kebutuhan . eed-based learnin. , yaitu strategi yang menyesuaikan materi dengan konteks profesional tenaga kerja. Pendekatan ini menekankan pada kosakata, frasa, dan situasi komunikasi yang relevan dengan pelayanan haji dan umrah, seperti dialog dengan jamaah, prosedur administratif, dan pengarahan ibadah. (M. Thoha, 2. Literatur menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kebutuhan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, profesionalitas, dan kepuasan jamaah secara signifikan. Tenaga kerja yang dilatih dengan metode ini lebih cepat memahami situasi lapangan, mampu merespon masalah secara tepat, serta 271 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. meningkatkan efektivitas layanan. (M. Thoha, 2. Selain itu, pembelajaran berbasis kebutuhan menekankan praktik nyata, sehingga tenaga kerja dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang dinamis dan multikultural. Dalam konteks ekonomi, need-based learning memperkuat kapital manusia tenaga kerja, karena keterampilan yang diperoleh langsung meningkatkan nilai produktif dan peluang kerja. Tenaga kerja yang terlatih dapat memperoleh penghasilan lebih tinggi, promosi lebih cepat, dan peluang karier yang lebih luas di lembaga pelayanan haji dan umrah. (Moh. Nazir, 2. Dimensi Sosial dan Profesional Selain nilai ekonomi, penguasaan bahasa Arab juga memberikan kontribusi besar pada dimensi sosial dan profesional tenaga kerja. Kemampuan berbahasa Arab memungkinkan petugas membangun hubungan interpersonal yang harmonis dengan jamaah, memahami budaya dan etika lokal, serta merespons kebutuhan jamaah secara efektif. (Denzin. Norman K, 1. Hal ini profesionalitas layanan secara keseluruhan. Analisis literatur menunjukkan bahwa tenaga kerja yang fasih berbahasa Arab memiliki nilai sosial dan profesional lebih tinggi, karena kemampuan ini menciptakan interaksi yang lancar, mengurangi potensi konflik, dan meningkatkan kepercayaan jamaah. (Theodore W. Schultz, 1. Dengan demikian, penguasaan bahasa Arab bukan hanya modal ekonomi, tetapi juga modal sosial yang memperkuat posisi tenaga kerja dan lembaga dalam pelayanan haji dan umrah global. Lebih lanjut, penguasaan bahasa Arab memungkinkan tenaga kerja untuk menjadi mediator budaya, memfasilitasi komunikasi antar jamaah yang berbeda latar belakang, dan menyesuaikan pelayanan sesuai kebutuhan. Fungsi ini sangat strategis dalam menjaga kualitas pelayanan dan reputasi lembaga, serta meningkatkan profesionalitas tenaga kerja secara berkelanjutan. (Pierre Bourdieu, 1. 272 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. Sintesis Analisis Berdasarkan kajian literatur dan analisis konseptual, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Arab memiliki tiga dimensi penting dalam konteks pelayanan haji dan umrah: Dimensi Ekonomi Ae Arab penghasilan, peluang kerja, dan mobilitas profesional tenaga kerja. Dimensi Profesional Ae bahasa Arab meningkatkan kualitas layanan, efektivitas komunikasi, dan profesionalitas lembaga. Dimensi Sosial Ae kemampuan berbahasa Arab memperkuat interaksi sosial, membangun kepercayaan jamaah, dan meningkatkan reputasi lembaga. Secara keseluruhan, bahasa Arab berperan sebagai kapital ekonomi, profesional, dan sosial, yang memberikan manfaat multidimensional bagi tenaga kerja dan lembaga pelayanan haji dan umrah. Pembelajaran bahasa Arab berbasis kebutuhan menjadi strategi paling efektif untuk mengoptimalkan fungsi ini, karena materi dan praktik disesuaikan langsung dengan situasi lapangan, sehingga meningkatkan nilai produktif dan profesionalitas tenaga (Sugiyono, 2. Tabel 1. Dampak Penguasaan Bahasa Arab terhadap Tenaga Kerja Haji dan Umrah Tingkat Penguasaan Dampak No. Bahasa Ekonomi Arab Mahir Pendapatan karier luas | Sedang Dasar Dampak Profesional Efektivitas memimpin tim Pendapatan Kualitas layanan peluang karier menangani situasi Pendapatan Layanan terbatas. bergantung pada mobilitas karier petugas lain Dampak Sosial Mampu membangun relasi dengan jamaah dan otoritas Arab. kepercayaan jamaah Komunikasi dengan jamaah lancar. hubungan sosial cukup harmonis Interaksi sosial menyesuaikan diri 273 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. Pendapatan kerja terbatas Minimal Layanan sangat dengan jamaah Sulit berinteraksi. penerjemah atau petugas lain Keterangan Tabel: Tingkat Penguasaan Bahasa Arab: Kemampuan komunikasi tenaga kerja dari minimal hingga mahir. Dampak Ekonomi: Pengaruh kemampuan bahasa Arab terhadap penghasilan dan mobilitas kerja. Dampak Profesional: Pengaruh terhadap efektivitas dan kualitas pelayanan. Dampak Sosial: Pengaruh terhadap interaksi sosial, kepercayaan jamaah, dan reputasi lembaga. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Arab memiliki peran strategis yang multidimensional dalam sektor pelayanan jamaah haji dan umrah. Pertama, dari sisi ekonomi, kemampuan berbahasa Arab secara signifikan meningkatkan pendapatan, peluang kerja, dan mobilitas karier tenaga kerja. Tenaga profesional yang fasih dalam berbahasa Arab memperoleh nilai tambah sebagai modal ekonomi, sehingga penguasaan bahasa ini dapat dipandang sebagai bentuk investasi manusia . uman capita. yang meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan individu. Kedua. Arab meningkatkan kualitas dan efektivitas layanan. Tenaga kerja yang terampil mampu memberikan pelayanan lebih tepat dan efisien, memimpin tim, serta Pembelajaran kebutuhan . eed-based learnin. terbukti efektif dalam mempersiapkan tenaga kerja menghadapi situasi lapangan yang multikultural dan dinamis. Ketiga, dari sisi sosial, bahasa Arab berfungsi sebagai modal sosial yang memungkinkan tenaga kerja membangun hubungan interpersonal yang 274 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. harmonis dengan jamaah dan otoritas Arab Saudi. Penguasaan bahasa ini meningkatkan kepercayaan jamaah, memperkuat reputasi lembaga, dan menciptakan interaksi sosial yang efektif. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya bersifat religius, tetapi juga menjadi kapital ekonomi, profesional, dan sosial yang mendukung daya saing tenaga kerja Muslim Indonesia di sektor layanan haji dan umrah global. Secara pengembangan program pembelajaran bahasa Arab berbasis kebutuhan dan konteks profesional, agar tenaga kerja dapat mengoptimalkan potensi ekonomi, profesional, dan sosial secara simultan. Investasi dalam penguasaan bahasa Arab merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas layanan, meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, dan menjaga reputasi lembaga di tingkat internasiona. Namun demikian, penulis menyadari adanya beberapa keterbatasan dalam penelitian ini. Pertama, cakupan data dan referensi yang digunakan merepresentasikan dinamika pembelajaran bahasa Arab di seluruh wilayah Indonesia. Kedua, analisis yang dilakukan lebih menitikberatkan pada aspek teoritis sehingga belum dilengkapi dengan data lapangan yang bersifat empiris. Ketiga, penelitian ini belum mengkaji secara mendalam faktor-faktor eksternal perkembangan teknologi pembelajaran bahasa yang dapat mempengaruhi efektivitas pelatihan bahasa Arab. Keterbatasan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi penelitian selanjutnya untuk memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dan aplikatif. 275 | P a g e Submitted: 20-10-2025. Revised: 20-11-2025. Accepted: 30-12-2025 International Conference on Islamic Economic P-ISSN: 2829-5102. E-ISSN: 2829-663X Vol. 4 No. 2 October 2025, doi: https://doi. org/10. 58223/icie. References