Pengaruh Mindfulness Spiritual Islam Terhadap Kemampuan Mengontrol Emosi Pada Pasien Skizofrenia Ainun Najib Febrya Rahman 1*. Hanafi 2. Haryati Septiani 3. Muhammad Luthfi 4 Dwin Seprian 5 Faculty of Medicine. University Of Tanjungpura Pontianak Tanjungpura University. Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi. General Ahmad Yani. Pontianak West Kalimantan, 78124 Email: ainunnajib. fr@ners. ABSTRACT The prevalence rate of schizophrenia patients who experience emotional control problems is 264 out of 1000 patients and occurs in schizophrenia patients aged over 15 years. The results of previous studies showed that 32% of patients with schizophrenia are prone to committing acts of violence, and 16% of patients experience death due to violent behavior which is an expression of the inability to control emotions and delusions experienced. This study aims to determine the effect of Islamic spiritual mindfulness intervention on the ability to control emotions in schizophrenia patients. This study used a quasi-experimental design with a pre-test post-test with control group design. The number of samples was 60 respondents selected from the population using random sampling which was divided into two groups. The intervention group was given four mindfulness sessions in two To see the effect of Islamic spiritual mindfulness on the ability to control emotions in schizophrenia patients, the test used was the Mann Whitney test. The results showed that after being given the intervention, the patient's ability to control emotions increased . = 0. The intervention group had a higher average value . than the control group . It can be concluded that Islamic spiritual mindfulness intervention has a more significant effect on the ability to control emotions of schizophrenia patients. Islamic spiritual mindfulness can be made a routine part of therapy programs in psychiatric hospitals, mental health clinics, and rehabilitation centers for schizophrenia patients, especially in Muslim-majority areas Keywords:Emotional control. Mindfulness spiritual. Schizophrenia ABSTRAK Angka prevalensi pasien skizofrenia yang mengalami masalah kontrol emosi berjumlah 264 dari 1000 pasien dan terjadi pada pasien skizofrenia yang berumur diatas 15 tahun. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 32 % pasien dengan skizofrenia rentan melakukan tindak kekerasan, serta 16% pasien mengalami kematian akibat dari perilaku kekerasan yang merupakan ekspresi dari ketidakmampuan mengontrol emosi dan delusi yang di alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi mindfulness spiritual islam terhadap kemampuan mengontrol emosi pada pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan quasy-experiment design dengan rancangan pre-test post-test with control group design. Jumlah sampel adalah 60 responden yang dipilih dari populasi menggunakan random sampling yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok intervensi diberikan empat sesi mindfulness dalam dua minggu. Untuk melihat pengaruh mindfulness spiritual islam terhadap kemampuan mengontrol emosi pasien skizofrenia uji yang digunakan adalah uji mann whitney. Hasil menunjukkan setelah diberikan intervensi kemampuan mengontrol emosi pasien mengalami peningkatan . =0,. Kelompok intervensi memiliki nilai rata-rata lebih tinggi . daripada kelompok kontrol . Dapat disimpulkan bahwa intervensi mindfulness spiritual islam berpengaruh lebih signifikan terhadap kemampuan mengontrol emosi pasien Mindfulness spiritual Islam dapat dijadikan bagian rutin dari program terapi di rumah sakit jiwa, klinik kesehatan mental, dan panti rehabilitasi untuk pasien skizofrenia, khususnya di wilayah mayoritas islam. Kata Kunci: 1. Kontrol emosi, 2. Mindfulness spiritual, 3. Skizofrenia Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 1. Mei 2025 ISSN: . 2656-6222, . 2657-1595 DOI 10. 1234/jkr. Available online: https://ojs. id/index. php/jkr 38 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 1. Mei 2025 PENDAHULUAN Gangguan jiwa memiliki persentase 13% dari penyakit secara menyeluruh dan akan meningkat pesat menjadi 25% pada tahun 2030, gangguan jiwa memiliki hubungan dengan perilaku bunuh diri, sekitar 90% perilaku bunuh diri dari satu juta kasus setiap tahunnya diakibatkan gangguan jiwa (Kementerian Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan, 2. Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang ditandai dengan distorsi dalam berpikir, persepsi, emosi, dan kemampuan individu untuk berinteraksi secara normal dengan lingkungan sekitarnya (Ahmed,2. Angka prevalensi pasien skizofrenia yang mengalami masalah kontrol emosi berjumlah 264 dari 1000 pasien dan terjadi pada pasien skizofrenia yang berumur diatas 15 tahun (Rahmanto, 2. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 32 % pasien dengan skizofrenia rentan melakukan tindak kekerasan, serta 16% pasien mengalami kematian akibat dari perilaku kekerasan yang merupakan mengontrol emosi dan delusi yang di alami (Gaite et al. , 2. Di RSJ Provinsi Kalimantan Barat ditemukan sebanyak 295 kasus kekambuhan dan readmission pasien skizofrenia terjadi pada tahun 2018 akibat RPK berulang karena tidak mampu mengontrol emosi. Sebanyak 70% pasien dengan skizofrenia memiliki gejala risiko perilaku kekerasan (RPK) akibat tidak mampu mengontrol emosi yang dimiliki dan stigma yang ditimbulkan dari perilaku kekerasan tersebut dapat mempengaruhi hubungan komunikasi antara pasien dengan keluarga (Brown, 2. Orang dengan skizofrenia berisiko lima kali lebih besar melakukan perilaku kekerasan dari pada orang pada umumnya (Barlati et al. , 2. Selain Mindfulness spiritual Islam, beberapa terapi lain yang dapat digunakan untuk mengontrol emosi meliputi terapi kognitif perilaku (CBT), terapi seni . rt interpersonal, serta teknik manajemen stress berbasis latihan pernapasan dan meditasi (Carter, 2. Mindfulness spiritual Islam sangat diperlukan agar dapat memberikan perubahan perilaku agar menghasilkan koping yang lebih adaptif sehingga dapat membantu pasien untuk mencapai kesembuhan dan meningkatkan kemampuan mengontrol emosi pasien (Munif et al. , 2. Mindfulness spiritual Islam berperan penting dalam membantu individu mengelola emosi secara lebih stabil, melalui pendekatan kesadaran diri yang nilai-nilai sehingga tercipta ketenangan batin, pengendalian diri, dan ketahanan emosional dalam menghadapi berbagai tekanan hidup (Fernandez, 2. Berdasarkan penjelasan diatas tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mindfulness spiritual islam terhadap kemampuan mengontrol emosi pada pasien skizofrenia. Ainun Najib dkk. Pengaruh Mindfulness Spiritual | 39 METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasy-experiment design dengan rancangan pre-test post-test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani rawat inap dengan skizofrenia yang berada di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini telah lulus uji etik dengan nomor uji etik SK nomor 420/6028. Teknik Pengambilan Sampel Jumlah sampel adalah 60 responden yang dipilih dari populasi menggunakan random sampling. Populasi di bagi pembagian 30 kelompok kontrol dan 30 kelompok intervensi (Gonzalez, 2. Responden Responden akan dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia yang terdiagnosa risiko perilaku kekerasan usia 18-55 tahun lakilaki/perempuan, pasien dapat membaca dan menulis, pasien yang selama perawatan 3 minggu mengalami perilaku amuk, dalam kondisi tenang dan kooperatif, bersedia menjadi responden, rawat inap di rumah sakit, beragama Islam, dan tidak mengalami waham yang bisa dilihat dari rekam medis. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah pasien yang tidak mengikuti penelitian dari awal sampai akhir. Prosedur Sebelum diberikan intervensi responden pada kedua kelompok kontrol dan intervensi dilakukan pre-test terlebih dahulu kemudian diberikan intervensi mindfulness selama 4 kali dengan bantuan enumerator dan pengawasan Intervensi diberikan setiap 3 hari sekali setiap minggunya dan dilakukan selama 2 minggu, dengan durasi 5 Ae 10 Setelah diberikan serangkaian intervensi pada pertemuan terakhir kemudian dilakukan post-test pada kedua kelompok untuk melihat perbedaan kemampuan mengontrol emosi pasien. Instrumen Kuesioner Regulasi Emosi Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan komite etik di RSJ Provinsi Kalimantan Barat dengan nomor Etical Clerance 420/6028. Instrumen yang digunakan dalam penelitian merupakan dikembangkan oleh Donatus Korbianus. Sebelumnya telah dilakukan ijin penggunaan instrumen kepada penyusun Kuesioner regulasi emosi terdiri dari 10 pertanyaan dengan jumlah skor minimal 10 dan maksimal 40, rentang skor 10-20 kontrol emosi buruk, rentang skor 21-30 kontrol emosi sedang dan rentang skor 31-40 kontrol emosi baik. Uji validitas instrumen dilakukan pada 20 pasien skizofrenia dengan RPK dan didapatkan hasil 10 pertanyaan valid dari 10 pertanyaan. Hasil uji validitas menunjukkan r hitung berada dalam rentang . ,522-0,. dimana r hitung> r tabel . Uji reliabilitas sudah dilakukan dengan nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh adalah 0,882 yang berarti reliabilitas tinggi, sehingga bisa di tarik kesimpulan bahwa keseluruhan item reliabel dan mempunyai reliabilitas yang kuat. 40 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 1. Mei 2025 Analisis Data Analisis membandingkan dan menganalisa hasil yang didapat dari pre-test dan post-test kelompok perlakuan dan kelompok Untuk melihat pengaruh mindfulness spiritual Islam terhadap kemampuan mengontrol emosi pasien skizofrenia uji yang digunakan adalah uji Mann Whitney p=0,000<0,05. HASIL Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 60 responden. Hasil analisis homogenitas variabel pada penelitian ini adalah sebagai berikut Tabel 1. Homogenitas Variabel Confounding Variabel Kontrol . (%)) Usia Jenis Kelamin Laki-laki 15 . Perempuan 15 . Pendidikan Terakhir Pendidikan Dasar 10 . Pendidikan Menengah 20 . Pekerjaan Wiraswasta Lainnya 10 . Tidak Bekerja 17 . Lama Dirawat Kali dirawat Kelompok Intervensi Kontrol . (%)) (MeanASD) 30,07A7,56 18 . Intervensi (MeanASD) 33,8A8,57 20 . 11,10A5,20 7,00A11,10 p-value (X. 0,381 0,604 0,200 0,062 11,11A5,23 2,48A1,89 0,246 0,117 Pada tabel 1 dapat disimpulkan bahwa semua variabel homogen secara signifikan . >0,. yaitu umur . =0,. , jenis kelamin . =0,. , pendidikan . =0,. , pekerjaan . =0,. , lama rawat . =0,. dan berapa kali dirawat . =0,. Tidak terdapat perbedaan karakteristik responden antara kelompok kontrol dan intervensi. Tabel 2. Pengaruh Mindfulness Spiritual Islam Terhadap Kemampuan Mengontrol Emosi Pasien Skizofrenia Sebelum dan Sesudah Diberikan Intervensi Pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Intervensi Kemampuan Mengontrol Emosi Sebelum Sesudah Kontrol Mean Rank Sum Rank 26,92 807,50 15,50 465,00 Intervensi Mean Rank Sum Rank 34,08 1022,50 45,50 1365,50 0,108 0,000 Ainun Najib dkk. Pengaruh Mindfulness Spiritual | 41 Pada tabel 2 dengan menggunakan uji Mann Whitney dapat dismpulkan bahwa tidak terdapat peningkatan kemampuan dalam mengontrol emosi pada pasien skizofrenia sebelum diberikan intervensi . =0,108>0,. , namun setelah diberikan intervensi kemampuan mengontrol . =0,000<0,. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil post-test menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki nilai rata-rata lebih tinggi . Dapat disimpulkan bahwa intervensi mindfulness spiritual Islam berpengaruh lebih signifikan terhadap kemampuan mengontrol emosi pasien skizofrenia. Hal ini sejalan dengan penelitian tentang gambaran spiritualitas pada pasien dengan skizofrenia, hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatkan spiritualitas pasien tentu juga akan meningkatkan kemampuan mengontrol emosi pasien Semakin tinggi tingkat spiritualitas seseorang tentu akan memberikan banyak manfaat terutama pada pasien dengan gangguan jiwa (Triyani et al. , 2. Penelitian lain menyebutkan bahwa dengan meningkatkan spiritualitas tentu juga dapat meningkatkan integritas sosial, mengurangi risiko bunuh diri dan meningkatkan kemampuan mengontrol emosi. Penelitian ini menggunakan design quasy menunjukkan hasil dengan p-value=0,000 artinya terdapat pengaruh pemenuhan kebutuhan spiritual terhadap kualitas hidup pasien skizofrenia (Grover et al. , 2. Mindfulness spiritual islam yang diberikan untuk mengatasi kemampuan mengontrol emosi pasien dilakukan dengan cara menumbuhkan rasa kebaikan, penerimaan dan kesabaran. Mindfulness spiritual menjadi bagian penting dalam mengontrol emosi pada pasien karena memiliki tujuan dalam mengatasi masalah yang akan timbul dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Peningkatan spiritualitas dapat membuat kemampuan mengontrol emosi juga menyadari dosa-dosa di masa lalu dan meminta ampunan dari Allah SWT (Mohr et , 2. Hal tersebut didukung oleh mindfulness spiritual dapat meningkatkan kemampuan mengontrol emosi pada pasien TB paru, tingginya nilai kesejahteraan spiritual diikuti juga dengan tingginya kemampuan seseorang dalam mengontrol Penelitian ini dilakukan kepada 45 responden yang mengalami TB paru dengan nilai signifikan . =0,000<0,. (Sadipun et , 2. Spiritualitas dapat dikaitkan dengan keyakinan hubungan manusia dengan Tuhan, kehidupan, kematian dan perilaku hidup sehat (Nethercott et al. , 2. Memelihara spiritualitas dapat meningkatkan kekuatan batin, kesadaran pribadi sehingga dapat meningkatkan kemampuan untuk mengatasi emosi yang muncul dan mampu menghadapi penyakit yang dialami (Mohr et al. , 2. 42 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 1. Mei 2025 Intervensi mindfulness yang dilakukan secara online memberikan dampak yang positif pada stress, ansietas, depresi dan kontrol emosi, latihan mindfulness melalui digital dapat berdampak sama seperti latihan dengan pendampingan langsung (Spijkerman et al. Mindfulness responden yang secara rutin melakukan merupakan suatu kondisi terbebasnya jiwa dari berbagai penyakit rohani, kondisi spiritual yang tinggi tampak dari hadirnya keikhlasan . idho menerima pengaturan Alla. , tauhid . idak menduakan Alla. , tawakal . erserah diri sepenuhnya kepada Alla. (Mistler et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa terapi mindfulness spiritual Islam terbukti dapat mengontrol perasaan emosi negatif pasien skizofrenia dengan membantu pasien jadi jauh lebih bisa bertawakal terhadap permasalahan kesehatan yang dialaminya. Diharapkan intervensi mindfulness spiritual Islam dapat membantu dalam memonitoring kemampuan mengontrol emosi pasien serta dapat memudahkan perawat dalam memberikan intervensi keperawatan kepada pasien sehingga pendokumentasian tindakan juga bisa tersimpan dengan baik dan mengurangi lama rawat serta menurunkan angka readmission pasien setelah diberikan intervensi mindfulness spiritual Islam. DAFTAR PUSTAKA