Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X PENGARUH KOMBINASI POLA PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L. Moenc. VARIETAS BIOGUMA EFFECT OF A COMBINATION OF FERTILIZATION PATTERNS ON THE GROWTH AND YIELD OF SORGHUM (SORGHUM BICOLOR L. MOENCH) BIOGUMA VARIETIES Shiva Farhah Ilhami P. F1*. Darso Sugiono1. Vera Oktavia Subardja1 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Singaperbangsa Karawang. Jl. HS. Ronggowaluyo. Telukjambe Timur. Karawang. Jawa Barat. Indonesia 41361 ABSTRAK Sorgum merupakan tanaman serealia yang dapat tumbuh pada berbagai keadaan lingkungan sehingga potensial dikembangkan, khususnya pada lahan marginal beriklim kering di Indonesia. Untuk meningkatkan hasil produktivitas sorgum, disamping penggunaan varietas unggul juga dapat dilakukan dengan pola pemupukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan kombinasi pola pemupukan paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang. Desa Puseurjaya. Kecamatan Telukjambe Timur. Kabupaten Karawang. Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret 2023 - Juli 2023. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal. Perlakuan pada percobaan ini berjumlah 7 perlakuan dengan 4 kali ulangan. yang terdiri dari : A (Pupuk Hayat. B (Pupuk Hayati NPK). C (Pupuk Organik Cai. D (Pupuk Organik Cair NPK ). E (Pupuk Hayati Pupuk Organik Cai. F (Pupuk Hayati Pupuk Organik Cair NPK). G (NPK). Hasil percobaan menunjukkan kombinasi pola pemupukan memberikan adanya pengaruh nyata pada perlakuan E (Pupuk Hayati Pupuk Organik Cai. terhadap panjang akar sebesar 84,75 cm sementara kombinasi pola pemupukan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang malai, hasil bobot per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot brangkasan, dan bobot akar. Kata Kunci : Sorgum, pupuk organik, pupuk anorganik, pertumbuhan, hasil ABSTRACT Sorghum is a cereal crop that can grow in various environmental conditions so it has the potential to be developed, especially on marginal land with a dry climate in Indonesia. To increase sorghum productivity, besides using superior varieties, fertilization patterns can also be used. The purpose of this research is to obtain the best combination of fertilization patterns for the growth and yield of sorghum plants (Sorghum bicolor L. Moenc. This research was conducted in the Greenhouse of the Faculty of Agriculture. Singaperbangsa University. Karawang. Puseurjaya Village. East Telukjambe District. Karawang Regency. West Java Province. This research will be carried out in March 2023 - July 2023. The method used is an experimental method using a single factor randomized block design (RAK). There were 7 treatments in this experiment with 4 repetitions. consisting of: A (Biological Fertilize. B (Biological Fertilizer NPK). C (Liquid Organic Fertilize. D (Liquid Organic Fertilizer NPK). E (Biological Fertilizer Liquid Organic Fertilize. F (Biological Fertilizer Fertilizer Liquid Organic NPK). G (NPK). The experimental results showed that the combination of fertilization patterns showed a real effect on root length of 84. 75 cm, while the combination of fertilization patterns had no real effect on plant height, stem diameter, number of leaves, panicle length, yield weight per plant, number of seeds per plant, weight 100 seeds, stover weight, and root weight. Keywords: Sorghum, organic fertilizer, inorganic fertilizer, growth, yield -----------------------------------------------------------------*) Penulis Korespondensi: E-mail: farhahshiva@gmail. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 digunakan yaitu pupuk anorganik dan pupuk organik (Fanindi, et al. , 2. Penambahan pupuk anorganik jika dilakukan secara terus menerus dan berlebihan akan mengakibatkan efek negatif terhadap kesuburan tanah. Pola pemupukan yang direkomendasi oleh Kementerian Pertanian adalah pola pemupukan berimbang dan terpadu. Perimbangan kombinasi antara pupuk anorganik, organik dan hayati sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman. Masukan pupuk anorganik dimaksudkan untuk mencukupi hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Sementara pupuk organik akan memberikan pengaruh positif terhadap proses ketersediaan hara bagi tanaman, ketersediaan karbon dan energi bagi mikrobia Masukan pupuk hayati dimaksudkan untuk memperkaya kandungan mikrobia tanah yang berperan dalam siklus hara dan proses dekomposisi bahan organik tanah (Dewanto. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa aplikasi kombinasi ketiga jenis pupuk tersebut dalam jumlah perimbangan tertentu terbukti dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk oleh tanaman dengan (Arifin et. , al, 2. Untuk itu maka dilakukan pola pemupukan yang baik dengan mensubstitusikan pengurangan mengkombinasikan antara pupuk organik cair dan pupuk hayati. Dengan demikian penggunaan pola pemupukan diharapkan dapat meningkatkan kuantitas maupun kualitas sorgum. Oleh karena itu maka dipandang perlu melakukan penelitan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pola pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. varietas bioguma. Pendahuluan Data statistik menunjukkan rata-rata produktivitas sorgum dunia pada tahun 2017 617,5135 kg/ha atau 2,7 ton/ha dengan total produksi di dunia mencapai 60 juta ton (Food and Agriculture Organization-Statistik, 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa keunggulan tersebut dapat menjadikan sorgum sebagai salah satu sumber pangan yang dipertimbangkan di Indonesia. Tanaman sorgum memiliki sumber karbohidrat, dengan nilai gizi sekitar 83% karbohidrat, 3,50% lemak, dan 10% protein, sehingga sangat baik digunakan sebagai sumber bahan pangan maupun pakan ternak alternatif (Silvia et. , 2. Produksi sorgum di Indonesia masih rendah sehingga tidak masuk daftar negara penghasil sorgum dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Budi Daya Serealia pada 2019, produksi sorgum di Indonesia lima tahun terakhir hanya meningkat sedikit dari 6. 114 ton 695 ton. Peningkatan produksi tingkat reduksi penggunaan pupuk anorganik sekitar 2550% dengan tingkat pertumbuhan tanaman seimbang atau lebih tinggi ketika hanya rekomendasi sorgum di dalam negeri perlu mendapat perhatian khusus karena Indonesia sangat potensial bagi pengembangan sorgum (Subagio dan Aqil, 2. Pada budidaya tanaman sorgum, permasalahan yang ada adalah tingkat produksinya yang masih rendah baik kuantitas maupun kualitasnya. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan pupuk yang belum sesuai dengan Untuk meningkatkan produksi sorgum, berbagai cara dapat dilakukan diantaranya melalui perbaikan teknologi budidaya seperti penggunaan varietas unggul, pemupukan dengan pupuk organik dan hayati, pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida hayati, dan perbaikan pasca panen (Sukmadi, 2. Untuk meningkatkan hasil produktivitas sorgum, disamping penggunaan varietas unggul juga dapat dilakukan dengan pola pemupukan. Menurut Dewanto dan Londok . , pemupukan bertujuan mengganti unsur hara yang hilang dan menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan produksi dan mutu tanaman. Ketersediaan unsur hara yang lengkap dan berimbang yang dapat diserap oleh tanaman merupakan faktor yang menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman. Secara umum ada dua jenis pupuk yang bisa Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Lahan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang. Jl. HS. Ronggowaluyo. Desa Puseurjaya. Kecamatan Telukjambe Timur. Kabupaten Karawang. Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret 2023 hingga Juli Bahan yang digunakan adalah benih sorgum dari Ninu Farm varietas bioguma, polybag berukuran 60 cm x 60, cm pupuk hayati dengan merk dagang Formula 100 , pupuk organik cair dengan merk dagang Formula 100 , pupuk NPK Mutiara, sekam bakar, dan tanah sebagai media e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 Alat yang digunkan adalah label, penggaris atau meteran, timbangan digital, cangkul, jangka sorong digital, emrat, alat tulis, seed counter, amplop besar, kamera handphone. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor Tunggal. Penelitian ini dilakukan dengan 7 taraf perlakuan yang masingmasing diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 28 unit percobaan. Terdapat 7 perlakuan kombinasi yaitu A (Pupuk Hayat. B (Pupuk Hayati Pupuk NPK). C (Pupuk Organik Cai. D (Pupuk Organik Cair Pupuk NPK). E (Pupuk Organik Cair Pupuk Hayat. F (Pupuk Organik Cair Pupuk Hayati Pupuk NPK), dan G (Pupuk NPK). Data yang diperoleh dari hasil pengamatan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis uji F pada taraf 5%. Apabila hasil Uji F menunjukkan berbeda nyata, maka untuk mengetahui perlakuan yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman . , diameter batang . , jumlah daun . , panjang malai . , jumlah biji pertanaman, bobot 100 biji . , bobot brangkasan . , bobot akar . , panjang akar . , hasil bobot per tanman . Hasil dan Pembahasan Tinggi Tanaman Hasil analisis ragam menunjukan bahwa kombinasi pola pemupukan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. pada pada setiap waktu pengamatan Rata-rata tinggi tanaman dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Rata-rata Tinggi Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. Akibat Perbedaan Kombinasi Pola Pemupukan. Rata-rata Diameter Batang Kode 2 mst 4 mst 6 mst 8 mst KK (%) Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada analisis ragam taraf 5%. Kombinasi pola pemupukan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada setiap waktu pengamatan (Tabel . Pada umur 2 dan 4 mst rata-rata tinggi tanaman lebih tinggi terdapat pada perlakuan C . upuk organik cai. yaitu 37,25 cm dan 89,25 cm. Pada 6 dan 8 mst terlihat bahwa perlakuan B . upuk hayati pupuk NPK) memberikan rata-rata tinggi tanaman lebih tinggi jika dibandingkan dengan perlakuan lainya yaitu 186,25 cm dan 253,08 cm. Hal ini diduga unsur hara yang terkandung pada tanah belum dapat diserap oleh tanaman secara optimal, ini disebabkan karena pupuk organik melepas hara secara perlahan sehingga tanaman belum optimal mendapatkan hara untuk mendukung pertumbuhan seperti tinggi tanaman, walaupun sudah memperoleh tambahan N. P dan K dari pupuk anorganik. Hal ini sejalan dengan pernyataan Abdullah . dalam Agustini . bahwa penambahan unsur hara pada tanaman melalui pemupukan bekerja berbeda-beda dalam menguraikan unsur hara tergantung sifat dari pupuk yang digunakan, sehinga pemberian pupuk organik membutuhkan waktu penguraian yang lebih lama dibandingkan pupuk anorganik dalam hal penyediaan unsur Sorgum dapat tumbuh dengan baik jika kebutuhan unsur hara N. P dan K yang merupakan unsur hara utama dapat tersedia, dimana unsur hara ini sangat berperan dalam pertumbuhan tanaman secara umum pada fase vegetatif. Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 Diameter Batang Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukan bahwa kombinasi pola pemupukan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap diameter batang tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. pada setiap waktu Rata-rata diameter batang dapat dilihat pada Tabel 2. Hal ini diduga karena unsur hara yang terdapat pada tempat percobaan tergolong rendah dengan N-total 0,10% . dimana N sangat e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X pertumbuhan vegetatif seperti diameter batang. Hal ini sesuai dengan pernyataan Tando . yang menyatakan salah satu faktor yang menunjang tanaman untuk tumbuh dan produksi secara optimal adalah ketersedian unsur hara dalam jumlah yang cukup di dalam tanah. Hal ini sejalan dengan pernyataan Roswarkan dan Yuwono . dalam Pangestu . bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman membutuhkan kecukupan hara makro dan mikro lainnya terutama kandungan nitrogen yang tinggi. Tabel 2. Rata-rata Diameter Batang Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. Akibat Perbedaan Kombinasi Pola Pemupukan. Rata-rata Diameter Batang Kode 2 mst 4 mst 6 mst 8 mst KK (%) Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada analisis ragam taraf 5% jumlah daun tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. pada setiap waktu pengamatan. Rata-rata diameter batang tanaman sorgum dicantumkan pada Tabel 3. Jumlah Daun Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa kombinasi pola pemupukan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap Tabel 3. Rata-rata Diameter Batang Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. Akibat Perbedaan Kombinasi Pola Pemupukan. Rata-rata Diameter Batang Kode 2 mst 4 mst 6 mst 8 mst KK (%) Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada analisis ragam taraf 5% Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Faktor memepengaruhi pertumbuhan tanaman sorgum sehingga pemberian pola pemupukan kurang Syarat tumbuh sorgum optimum berupa iklim, yaitu suhu 23 - 27 EE, kelembaban 75-85% (Ishak et. , 2. , sedangkan kelembaban dilahan percobaan yaitu kisaran 70-96%, kisaran tersebut tidak sesuai dengan syarat tumbuh tanaman sorgum sehingga pertumbuhan tanaman sorgum kurang optimal. Kelembaban yang tinggi akibat curah hujan mempengaruhi masa vegetatif tanaman karena pupuk yang diberikan tercuci oleh air hujan. Nutrisi yang tersedia dalam pupuk tidak dapat diserap oleh tanaman disebabkan karena terjadinya proses pencucian unsur hara pada tanah . dari permukaannya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Lee . dalam Anwar . yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi kadar hara daun yaitu curah Tingkat pencucian tinggi terutama pada tanah dengan kandungan bahan organik rendah sebagaimana tanah yang digunakan pada penelitian ini dan pada lahan dengan curah hujan Panjang Malai Kombinasi pola pemupukan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap hasil panjang malai tanaman sorgum (Sorghum bicolor Moenc. Rata-rata panjang malai tanaman sorgum dicantumkan pada Tabel 4. yang dimobilisasi kembali dari penyimpanan sementara dalam bagian-bagian tanaman lain terutama bagian daun-daun atas dan ruas-ruas Jumlah Biji Per Tanaman Kombinasi pola pemupukan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah biji per tanaman sorgum. Rata-rata jumlah biji per tanaman sorgum dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 4. Rata-rata Panjang Malai Tanaman Sorgum Akibat Perbedaan Kombinasi Pola Pemupukan. Kode Rata-rata Panjang Malai KK (%) Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada analisis ragam taraf 5% Tabel 5. Rata-rata panjang tongkol dengan kelobot dan tanpa kelobot tanaman jagung manis Kode Jumlah Biji Per Tanaman KK (%) Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada analisis ragam taraf 5% Hal ini diduga karena fotosintat yang pembentukan malai, juga ditranslokasikan untuk pertumbuhan bagian lainnya sehingga terjadi persaingan dalam pemanfaatan unsur hara. Hal ini sejalan dengan Lakitan . dalam Muis . , fotosintat yang dihasilkan pada daun dan sel-sel fotosintetik lainnya harus diangkut ke organ atau jaringan lain agar dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan atau ditimbun sebagai bahan cadangan makanan. Menurut Goldsworthy dan Fischer . dalam Muis . menyatakan bahwa malai juga melakukan proses fotosintesis meski tidak sebesar daun. Pengisian bulir merupakan penyimpanan fotosintat yang berlangsung dalam malai bersama dengan bahan Serangan hama burung menjadi penyebab menurunnya hasil produksi tanaman sorgum, dimana burung ini memakan pati yang terdapat pada bulir sorgum sehingga beberapa tanaman sorgum mengalami kerusakan malai atau malai hanya terisi sebagian. Firmansyah . dalam Anwar . menyatakan masalah utama perkembangan luas panen tanaman sorgum adalah serangan hama burung yang dapat merusak hasil panen hingga 80%. Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Bobot 100 Biji Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi pola pemupukan tidak berpengaruh nyata terhadap bobot 100 biji. Rata-rata bobot 100 biji dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 7. Rata-rata bobot tongkol dengan kelobot dan tanpa kelobot tanaman jagung manis Brangkasan . Kode Basah Kering KK (%) Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada analisis ragam taraf 5% Tabel 6. Rata-rata Bobot 100 Biji Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. Akibat Perbedaan Kombinasi Pola Pemupukan. Kode Jumlah Biji Per Tanaman KK (%) Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada analisis ragam taraf 5% Hal tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya unsur hara yang tedapat didalam tanah. Menurut Harjadi . dalam SuAoud . , ketersediaan unsur hara bagi tanaman merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman karena unsur hara ini mempunyai peranan penting sebagai sumber energi dan penyusun struktural tanaman sehingga tingkat kecukupan hara berperan dalam mempengaruhi berat brangkasan dari suatu tanaman. Tanpa tambahan suplai unsur hara dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu sehingga berat brangkasan menjadi lebih rendah. Peningkatan hasil bobot brangkasan basah tanaman dapat mencapai hasil yang optimal, karena tanaman memperoleh hara yang dibutuhkan sehingga peningkatan jumlah maupun ukuran sel dapat mencapai optimal serta memungkinkan adanya peningkatan kandungan air tanaman yang optimal pula. Menurut Levy . dalam SuAoud et. , . sebagian besar berat brangkasan basah tumbuhan disebabkan oleh kandungan air. Lebih lanjut menurut Gardner . dalam SuAoud et. , . berat brangkasan basah tanaman umumnya sangat kelembaban tanaman. Jumin . dalam SuAoud , . menjelaskan bahwa besarnya kebutuhan air setiap fase pertumbuhan berhubungan langsung dengan proses fisiologi, morfologi serta faktor lingkungan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh berat 100 biji lebih berpengaruh oleh bentuk serta ukuran dari biji tersebut. Tinggi rendahnya bobot dari suatu biji dipengaruhi oleh sedikit banyaknya bahan kering yang terkandung pada biji, bentuk biji dan ukuran biji yang dipengaruhi oleh gen dari tanaman tersebut. Hal ini sesuai dengan Natalina dan Aslim . menyatakan pengisian biji menyebabkan percepatan penuaan daun sehingga masa pengisian biji menjadi semakin pendek dan Untuk memperlambat penuaan daun itu diperlukan penambahan N pada saat tanaman mulai berbunga yang sekaligus untuk meningkatkan suplai N saat pengisian biji pada biji-bijian serealia merupakan hal penting dalam masalah pangan dan mutu nutrisi dari protein yang dikendalikan oleh genetik Bobot Brangkasan Hasil analisis ragam menunjukan bahwa kombinasi pola pemupukan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap bobot brangkasan basah dan bobot brangkasan kering tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 Bobot Akar Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukan bahwa kombinasi pola pemupukan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap bobot akar tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. pada saat setelah dipanen. Rata-rata bobot akar dapat dilihat pada Tabel 8. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Panjang Akar Hasil analisis ragam menunjukan bahwa kombinasi pola pemupukan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap hasil panjang akar tanaman sorgum (Sorghum bicolor Moenc. Tabel 9. Rata-rata Panjang Akar Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. Akibat Perbedaan Kombinasi Pola Pemupukan. Kode Bobot Akar 42 bc 42 bc 33 bc KK (%) Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada analisis ragam taraf 5% Tabel 8. Rata-rata Bobot Akar Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. Akibat Perbedaan Kombinasi Pola Pemupukan. Kode Bobot Akar KK (%) Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada analisis ragam taraf 5% Kombinasi pola pemupukan memberikan pengaruh yang berbeda nyata antar perlakuan pada parameter panjang akar tanaman sorgum. Perlakuan E (Pupuk Organik Cair Pupuk Hayat. memberikan nilai rata-rata paling tinggi sebesar 75 cm, berbeda nyata dengan perlakuan C (Pupuk Organik Cai. A (Pupuk Hayat. D (Pupuk Organik Cair Pupuk NPK), dan G (Pupuk NPK) akan tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya yaitu perlakuan B (Pupuk Hayati Pupuk NPK) dan F (Pupuk Organik Cair Pupuk Hayati Pupuk NPK). Hal tersebut diduga karena Pemberian pupuk organik cair dapat merangsang perakaran serta mempercepat pertumbuhan tanaman. Hal ini sejalan dengan pernyataan Saifudin dalam Sara et , . bahwa pemberian POC dalam waktu dan konsentrasi yang tepat mampu merangsang perakaran, mempercepat pertumbuhan tanaman, serta mampu menyerap unsur lebih baik sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas Perkembangan akar dipengaruhi oleh struktur tanah dan unsur hara yang terkandung Akar yang panjang akan semakin efektif mencari nutrisi untuk kebutuhan tanaman. Aplikasi pupuk hayati penambat N terhadap tanaman sorgum mampu meningkatkan unsur hara dalam tanah. Peningkatan unsur hara N dalam Kombinasi menunjukkan perlakuan E (Pupuk Organik Cair Pupuk Hayat. memberikan nilai rata-rata bobot akar lebih tinggi yaitu sebesar 268. 33g jika dibandingkan dengan perlakuan lainya. Hal ini diduga bobot akar selain dipengaruhi oleh jumlah unsur hara dalam tanah, juga dapat ditentukan oleh sifat genetik dari varietas tanaman. Daryadi dan Ardian . menyampaikan bahwa perakaran tanaman lebih dikendalikan oleh sifat genetik dari tanaman tersebut dan kondisi tanah atau media tanam selain itu pola sebaran akar dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: penghalang mekanis, suhu tanah, aerasi, ketersedian hara dan Apabila jumlah akar pada tanaman dalam jumlah yang banyak maka akan mendukung pertumbuhan tanaman itu sendiri, karena pada dasarnya akar merupakan salah satu organ tanaman yang digunakan untuk menyimpan air dan biomasa dari tanah yang kemudian akan di distribusikan pada tanaman yang nantinya akan digunakan untuk proses metabolisme pada Sejalan dengan yang disampaikan oleh Fahrudin . bahwa apabila perakaran dengan baik maka pertumbuhan bagian tanaman yang lain akan berkembang baik pula, karena akar dapat menyerap unsur hara yang dibutuhkan tanaman. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 tanah dapat memicu pertumbuhan akar, sehingga akar mampu tumbuh semakin panjang. Terdapat pengaruh nyata kombinasi pola pemupukan terhadap panjang akar tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. varietas bioguma. Kombinasi pola pemupukan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, komponen hasil dan hasil tanaman Sorgum. Kombinasi pupuk organik cair dan pupuk hayati . erlakuan E) memberikan ratarata panjang akar paling tinggi yaitu sebesar 84,75 cm. Hasil Bobot Per Tanaman Kombinasi pola pemupukan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap hasil bobot per tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. Rata-rata hasil bobot per tanaman sorgum dicantumkan pada Tabel 10. Tabel 10. Rata-rata Hasil Bobot Per Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moenc. Akibat Perbedaan Kombinasi Pola Pemupukan. Kode Hasil Bobot Per Bobot Tanaman Ton/ha 52a . 4,67 6,20 3,44 3,73 4,35 3,41 4,62 KK (%) Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada analisis ragam taraf 5% *) Sebelum ditranformasi kedalam Ooycu 1 Daftar Pustaka