Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrikes. Available Online at: https://prin. id/index. php/JURRIKES Studi Kasus Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi RSUD Caruban Kabupaten Madiun Zhafirah Egina Salsabila1*. Ayu Mahanani2. Fisnandya Meita Astari3 Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Indonesia Email: zhafiraegina@gmail. com1*, ayumahanani@unisayogya. fisnandyameitaastari@unisayogya. Alamat: Jl. Siliwangi No. Area Sawah. Nogotirto. Kec. Gamping. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55292 Korespondensi penulis: zhafiraegina@gmail. Abstract: A lopography or barium enema colostomy is a radiographic examination of the colon using a contrast medium inserted through a colostomy. This examination aims to evaluate the condition of the colon after the colostomy, including detecting the presence of obstructions or masses in the gastrointestinal tract. The contrast medium used is a type of non-ionic soluble water that is inserted through the stoma and anus orifice until it fills the entire colon, characterized by the exit of contrast through the stoma. The examination was carried out using several radiographic projections, including plain photographs of the AP abdomen, as well as post-contrast projections of the Antero Posterior (AP). Right Posterior Oblique (RPO). Left Posterior Oblique (LPO), and This study aims to find out the procedure for the Lopography examination at the Radiology Installation of Caruban Hospital and the medical reasons for the use of two channels of input of contrast media, namely through the stoma and anus. The method used is qualitative descriptive research with a case study approach. The study was carried out from November to May 2025, with one post-colostomy patient as a sample. Data collection was carried out through direct observation, interviews with medical personnel, and documentation of radiographic procedures. Data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study showed that the procedure of Robotic examination did not require any special preparation before the procedure. The non-ionic contrast medium used is mixed with aquades at a ratio of 1:3 . bout 200 c. , and inserted through both the stoma and the anus to obtain a thorough visualization of the colon. The selection of two input paths aims to ensure that there are no blockages or masses that block the contrast flow. The projections used are adjusted to provide maximum information about the structure of the colon after colostomy. Keywords: Anus. Colon. Colostomy. Lopography. Stoma. Abstrak: Lopography atau colostomy barium enema merupakan pemeriksaan radiografi terhadap colon menggunakan media kontras yang dimasukkan melalui colostomy. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi colon pasca tindakan colostomy, termasuk mendeteksi adanya obstruksi atau massa di dalam saluran Media kontras yang digunakan adalah jenis water soluble non-ionik yang dimasukkan melalui lubang stoma dan anus hingga memenuhi seluruh colon, ditandai dengan keluarnya kontras melalui stoma. Pemeriksaan dilakukan menggunakan beberapa proyeksi radiografi, antara lain foto polos AP abdomen, serta proyeksi postkontras Antero Posterior (AP). Right Posterior Oblique (RPO). Left Posterior Oblique (LPO), dan lateral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan Lopography di Instalasi Radiologi RSUD Caruban serta alasan medis dari penggunaan dua jalur pemasukan media kontras, yaitu melalui stoma dan anus. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan dari bulan November hingga Mei 2025, dengan satu orang pasien post colostomy sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan tenaga medis, dan dokumentasi prosedur radiografi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan Lopography tidak memerlukan persiapan khusus sebelum Media kontras non-ionik yang digunakan dicampur dengan aquades dengan rasio 1:3 . ekitar 200 c. , dan dimasukkan baik melalui stoma maupun anus untuk mendapatkan visualisasi colon secara menyeluruh. Pemilihan dua jalur pemasukan bertujuan untuk memastikan tidak adanya sumbatan atau massa yang menghalangi aliran kontras. Proyeksi yang digunakan disesuaikan untuk memberikan informasi maksimal mengenai struktur colon pasca colostomy. Kata kunci: Anus. Colon. Colostomy. Lopography. Stoma. Received: Juni 29, 2025. Revised: Juli 13, 2025. Accepted: Juli 27, 2025. Online Available: Juli 29, 2025 Studi Kasus Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi RSUD Caruban Kabupaten Madiun LATAR BELAKANG Colon merupakan pencernaan terakhir pada tubuh manusia yang bekerja untuk menghancurkan makanan menjadi asam amino, glukosa, lemak, air, vitamin dan mineral serta bahan sisa hasil pencernaan terakhir yang dibuang menjadi feses. Sedangkan yang bermanfaat akan disalurkan kembali ke seluruh tubuh (Putra et al. , 2. Fungsi utama dari colon adalah untuk melakukan penyerapan makanan yang tidak mampu diserap di usus halus. Menyerap air dan garam sehingga dapat mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Melalui penyerapan air tersebut colon juga berperan dalam membentuk konsistensi feses . air atau pada. Diameter colon sekitar 6 cm dengan panjang 1,5 meter. Sisa makanan yang melewati usus besar akan berakhir di bagian rektum yang merupakan muara dari colon (Putri & Rahman, 2. Salah satu dari banyak jenis penyakit yang dapat menyerang usus besar dalam tubuh manusia adalah colon cancer. Pemeriksaan radiografi lopography untuk pasien colon cancer dilakukan agar bisa memperlihatkan visualisasi colon dan posisi cancer (Hulopi, 2. Pemeriksaan radiologi merupakan pemeriksaan yang menggunakan sinar x untuk mendeteksi penyakit pada tahap awal, sehingga dapat dengan muda meningkatkan efektivitas pengobatan yang dilakukan (Wulandari et al. , 2. Pemeriksaan radiologi semakin berkembang dari masa ke masa, salah satu pemeriksaanya adalah dengan menggunakan media kontras. Media kontras adalah substansi yang digunakan untuk memperjelas struktur gambar organ tubuh . aik dari segi anatomi maupun fisiolog. dalam pemeriksaan radiologi (Mufida et al. , 2. Media kontras biasa digunakan agar dapat memperlihatkan secara jelas anatomi dan kelaianan-kelainan yang terjadi pada usus besar (Colo. (Alrin Leonanda et al. , 2. Lopography atau colostomy barium enema adalah pemeriksaan secara radiografi dari usus besar atau colon menggunakan media kontras yang dimasukkan kedalam colostomy . ubang stom. (Hulopi, 2. Colostomy adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk membuat lubang pada dinding perut, khususnya pada usus besar, akibat dari kerusakan pada bagian usus (Halemani et al. , 2. Lubang yang dibuat pada usus dalam prosedur colostomi disebut stoma, yang berfunsi untuk tempat pengeluaran isi usus. Pembentukan stoma dapat menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi sehingga pasien perlu mendapatkan edukasi dan informasi kesehatan . ischarge plannin. yang tepat (Fredy et al. , 2. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Menurut Rahmania et al . Lopography merupakan teknik pemeriksaan secara radiologis dari colon dengan cara memasukan media kontras positif berjenis water solubel ke dalam colon melalui lubang buatan. Media kontras yang digunakan adalah lopamiro sebanyak 50 ml di campur dengan aquades sebanyak 100 ml yang dimasukan ke dalam spuit 50 cc. gel diberikan pada ujung kateter agar menggurangi rasa sakit pasien pada saat kateter dimasukan ke dalam stoma. Kemudian di injek ke stoma sampai mengisi seluruh colon dan dapat ditandai dengan keluarnya kontras melalui stoma, kemudian foto dengan proyeksi AP . ntero posterio. Menurut Maulidya dan Mukmin . Pemberian media kontras dalam pemeriksaan Lopography pada pasien dengan ileus post ileustomi dilakukan menggunakan kateter No. 18 yang dimasukkan ke dalam stoma distal. media kontras yang digunakan adalah medai kontras water soluble yang dicampur dengan NaCl dengan perbandingan 1:5 dengan total volume 600 cc. Proses pemberian media kontras dimulai dengan memasukkan 200 ml iohexol yang larut dalam air ke dalam stoma distal, kemudian dilakukan dengan proyeksi AP-Abdomen. media kontras iohexol sebanyak 200 ml kembali dimasukam ke stoma distal, pemberian media kontras iohexol 200 ml dilakukan lagi dengan pengambilan foto menggunakan proyeksi RPO dan LPO. Menurut Lampignano dan Kendrick . Lopography . olostomi barium enem. merupakan pemeriksaan radiologi dari usus besar dengan memasukkan media kontras positif ke dalam usus besar melalui stoma pada dinding abdomen Pemeriksaan colostomy barium enema menggunakan media kontras barium sulfat, namun pada indikasi tertentu digunakan media kontras water soluble. Proyeksi yang digunakan dalam pemeriksaan Lopography yaitu Antero Posterior (AP)/Postero Anterior (PA). Right Posterior Oblique (RPO). Kemudian setelah usus dikosongkan terdapat penambahan foto post evakuasi pada pemeriksaan colostomy barium enema. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada periode November hingga Desember 2024 di RSUD Caruban Kabupaten Madiun, pemeriksaan Lopography dilakukan dengan menggunakan proyeksi foto polos abdomen antero posterior (AP) dan foto post kontras Antero Posterior (AP). Right Posterior Oblique (RPO), / Left Posterior Oblique (LPO), dan lateral kanan. Teknik pemasukan media kontras menggunakan media kontras Non ionic dengan perbandingan 1:3 50cc media kontras dan aquades 150cc yang di masukan melalui stoma dan 1:3 50cc media kontras dan aquades 150cc lagi dimasukan melalui anus. Yang di masukan menggunakan spuit dan kateter. Studi Kasus Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi RSUD Caruban Kabupaten Madiun Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, terdapat isu utama yang menarik untuk Pemasukan media kontras melalui stoma dan anus, peneliti berkeinginan untuk mendalami lebih lanjut mengenai Studi kasus pemeriksaan Lopography dengan klinis post colostomy di instalasi radiologi kabupaten madiun. LANDASAN TEORI Anatomi colon Colon merupakan pencernaan terakhir pada tubuh manusia yang bekerja untuk menghancurkan makanan menjadi asam amino, glukosa, lemak, air, vitamin dan mineral serta bahan sisa hasil pencernaan terakhir yang dibuang menjadi feses. Sedangkan yang bermanfaat akan disalurkan kembali ke seluruh tubuh. Usus besar memiliki Fungsi utama untuk mengabsorbsi air kembali dan untuk mengeluarkan mucus yang berfungsi untuk melumasi dan membantu mengeluarkan feses beserta gas-gas (Putra et al. , 2. Diameter usus besar sekitar 6 cm dengan panjang 1,5 meter. Sisa makanan yang melewati usus besar akan berakhir di bagian rektum yang merupakan muara dari usus besar atau anus (Putri & Rahman, 2. Colon terdiri dari bagian-bagian seperti colon, secum, appendix, dan rectum, yang secara keseluruhan memiliki panjang sekitar 5 kaki. colon sendiri terbagi menjadi tiga segmen, yaitu colon ascendens, colon transversum, dan colon desenden (Husairi et al. Gambar 1. Anatomi usus besar (Husairi et al. , 2. Keterangan: Appendix Ileum Cecum Taeniae coli Ascendens colon Right colic flexure A Transverse colon Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Left colic flexure A Omental appendices A Haustra of colon Descendens colon Sigmoid Rectum Anal canal Colon ascendens bergerak ke atas dari cecum menuju hati, lalu membentuk lengkungan tajam ke kiri di flexura hepatica untuk beralih menjadi colon transversum. Cecum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup leosekal. Appendix adalah organ berbentuk cacing yang berpangkal di cecum, lumennya sempat di bagian proximal dan melebar di bagian distal. Memiliki Panjang sekitar 2 sampai 20 cm dan, appendix ini mempunyai akhir yang buntu sehingga agen infeksi dapat masuk kedalamanya yang tidak dapat dikeluarkan sendiri, ketika terjadi infeksi, maka akan timbul kelainan pada appendix ini (Lampignano & Kendrick, 2. Rectum adalah bagian saluran pencernaan yang berakhir pada saluran anal (Chalik, 2. Rectum memiliki panjang berkisar 6 inchi . dengan bagian distal berukuran 1 inchi . ,5 c. dibatasi membentuk saluran anus (Long et al, 2. Fisiologi Colon Colon adalah bagian integral dari sistem pencernaan yang terletak di antara usus halus dan rektum. Fisiologi colon mencakup sejumlah fungsi vital yang mendukung kesehatan pencernaan. Menurut Sari dan Bintang . Fungsi utama usus besar penyerapan air dan elektrolit: colon berfungsi menyerap sebagian besar air dan elektrolit dari sisa makanan yang tidak dicerna. Proses ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Berikut merupakan fungsi colon menurut (Sari dan Bintang 2. Pembentukan Feses: Setelah penyerapan air, sisa makanan yang tersisa di colon dikompresi menjadi feses. Proses ini melibatkan pergerakan peristaltik yang membantu mendorong isi usus menuju rektum. Produksi Lendir: colon juga memproduksi lendir yang berfungsi untuk melumasi permukaan mukosa, memudahkan pergerakan feses, serta melindungi dinding usus dari A Fermentasi Bakteri: Di dalam colon, terdapat mikrobiota yang berperan dalam fermentasi sisa makanan, menghasilkan gas dan beberapa vitamin seperti vitamin K dan Studi Kasus Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi RSUD Caruban Kabupaten Madiun biotin, yang penting bagi kesehatan tubuh. Patologi colon Adapun patologi pada colon antara lain : Kanker colon adalah kanker usus yang paling umum terjadi dan merupakan penyebab umum dari ketiga kematian akibat kanker pada wanita dan pria. Pasien kanker colon yang mengalami perforasi cenderung memiliki tingkat kekambuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami perforasi, karena kondisi ini dianggap sangat berisiko (Suryantini et , 2. Ca rectum atau kanker rektum adalah keganasan yang terjadi pada organ rectum. Salah satu penyebab ca rectum adalah masalah nutrisi dan kurangnya olahraga. Gejala yang sering terjadi pada ca rectum adalah adanya penggumpalan darah dalam satu jaringan cerna, diare atau kostipasi, serta penurunan berat badan, penderita ca rectum juga merasakan nyeri di abdomen atau rectum, kejang rectum, dan kelelahan yang berlanjut Menurut (Wati et al. , 2. Ca colon sigmoid merupakan lokasi kanker usus besar yang paling umum. kanker sigmoid dapat menyebabkan pneumaturia dan infeksi saluran kemih akibat fistula ke kandung kemih. Selain itu, fistula gastrokolik juga dapat menyebabkan muntah feses atau diare parah. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kemungkinan kesembuhan dari kanker usus besar (Loffeld et al. , 2. Colostomy Stoma adalah bagian luar dari lengkung usus dari dinding perut anterior, yang dilakukan selama prosedur pembedahan. Hal ini dilakukan untuk mengalihkan atau mendekompresi usus yang tersisa. Colostomy adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk membuat lubang pada dinding perut, khususnya pada usus besar, akibat dari kerusakan pada bagian usus (Halemani et al. , 2. Hal ini biasanya dilakukan untuk mengobati suatu penyakit atau untuk menghilangkan penyumbatan dan untuk mencegah sisa usun terkontaminasi dengan Kondisi ini dapat bersifat sementara atau permanen, tergantung pada indikasi yang Sebagian besar stoma bersifat inkontinensia, yang berarti tidak ada kontrol sukarela terhadap keluarnya flatus dan feses dari stoma. Menurut (Society, 2. ada 3 jenis A loop colostomy . loop colostomy terlihat seperti stoma yang besar akan tetapi memiliki Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. 2 lubang. Satu lubang untuk mengeluarkan kotoran dan satu lubang lagi untuk mengeluarkan lendir. Usus besar membuat lendir untuk melindungi dirinya dari bahan yang akan memasuki colon. Transversum colostomy double-barrel merupakan pembedahan 2 lubang stoma dengan tujuan satu lubang untuk mengeluakan feses dan satu lubang lagi untuk mengeluarkan lendir . toma yang kecil disebut dengan fistula lendi. Terkadang ujung bagian usus yang tidak aktif dijahit tertutup dan dibiarkan didalam perut. Descending and sigmoid colostomy adalah jenis colostomy yang palimg umum, dibuat di colon sigmoid dan terletak hanya beberapa inchi lebih rendah dari colon Dikarenakan terdapat lebih banyak colon yang berfungsi agar dapat mengeluarkan feses padat pada waktu yang lebih teratur. Colostomy descendens ataupun colostomy sigmoid dapat memiliki pembukaan laras ganda atau laras Tunggal, barel Tunggal atau end colostomy. Media kontras Media kontras merupakan zat yang membantu mem-visualisasikan beberapa struktur selama melakukan pemeriksaan radiologi, media kontras terbagi menjadi 2 yaitu media kontras negative dan media kontras positif. Media kontras negative mengatenuasi sinar- X kurang dari jaringan lunak pada tubuh, namun tidak ada media kontras negative yang tersedia secara Sedangkan media kontras postitif adalah media kontras yang lebih mengatenuasi sinar- X lebih dari jaringan lunak pada tubuh, dan dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu iodine water soluble dan non water soluble (Lampignano & Kendrick, 2. Teknik Pemeriksaan Lopography Lopography atau colostomy barium enema adalah suatu teknik pemeriksaan secara radiologis dengan pemasukkan media kontras positif ke dalam usus melalui lubang buatan . pada daerah abdomen dan melalui anus. dimulai dengan persiapan pasien, persiapan pasien pada pemeriksaan Lopography yaitu pasien diminta untuk mengirigasi stoma sebelum menjalani pemeriksaan melakukan irigasi stoma sebelum pemeriksaan, yang bertujuan untuk membersihkan bagian colon, merangsang kontraksi colon sehingga saat pemeriksaan berlangsung gambaran anatomi yang ingin dilihat tidak tertutup feses. Selain itu fungsi dari irigasi stoma adalah untuk mengurangi pembentukan gas dan mencegah konstipasi atau sudah buang air besar, sehingga pasien merasa nyaman pada saat dilakukan pemeriksaan Lopography (Mulyati & Walidaeni, 2. pasien diminta untuk melakukan diet seperti pada standar pemeriksaan barium enema (Lampignano & Kendrick. Studi Kasus Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi RSUD Caruban Kabupaten Madiun Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan adalah Pesawat sinar x. Detector. Computer. Printer. Kateter. Perlak. Handscoon. Penjepit/ klem. Kantong . Gel vaselin. Media kontras water soluble. Air. Nacl. Selanjutnya. Media kontras yang digunakan menurut (Lampignano & Kendrick, 2. pada Pemeriksaan colostomy barium enema menggunakan media kontras barium sulfat namun. Media kontras water soluble dapat digunakan jika ada indikasi perforasi dan obstruksi colon. Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan barium sulfat yaitu retensi barium di dalam colon selama ke dalam rongga peritoneum, dan reaksi hipersensitivitas yang disebebkan oleh zat aditif di dalam barium sulfat (Speck, 2. Proyeksi yang digunakan pada pemeriksaan Lopography, yaitu proyeksi foto polos abdomen antero posterior (AP) dan Antero Posterior (AP). Right Posterior Oblique (RPO), / Left Posterior Oblique (LPO), dan post evakuasi. Posisi pasien yang tepat dan penggunaan media kontras yang sesuai sangat penting agar gambar yang dihasilkan akurat (Lampignano & Kendrick, 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Radiologi RSUD Caruban Kabupaten Madiun pada periode November 2024 hingga Maret 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani pemeriksaan Lopography, dengan sampel penelitian terdiri dari satu pasien yang mengalami kasus Post Colostomy Pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode, yaitu observasi terhadap proses pemeriksaan Lopography, wawancara dengan satu dokter spesialis radiologi dan tiga radiografer, serta dokumentasi mengenai teknik Alat dan bahan pada saat penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dokumentasi, perekam suara, alat tulis. Kemudian data yang diperoleh dibuat dalam bentuk naratif, untuk kemudian diverifikasi berdasarkan teori yang telah di tetapkan dan ditarik kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Identitas Pasien Nama : Ny. Umur : 72 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Alamat No. : 18x Klinis : Post colostomy Permintaan foto : Lopography Tanggal pemeriksaan : 25-11-2024 Riwayat Pasien Penelitian ini dilakukan pada seorang Pasien yang telah melakukan proses pembuatan lubang stoma beberapa bulan yang lalu dan datang ke instalasi radiologi diantar oleh keluarganya serta membawa surat pemermintaan pemeriksaan Lopography dengan klinis Post Colostomy. Prosedur Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi Kabupaten Caruban Oe Persiapan pasien Persiapan pasien tidak memperlukan persiapan khusus, pasien hanya mengganti baju dengan baju pemeriksaan yang telah disediakan Rumah sakit, dan menanda tanggani informan consent pertanyaan tersebut didukung dengan pernyataan informan satu dan tiga sebagai berikut : Aupersiapan pasien sebelum dilakukan colostomy Radiologi Lopography persiapan pasienya tanpa persiapan khusus dan menanda tangani informant consent Ay (I3/Radiografe. Auuntuk persiapan Lopography di instalasi radiologi RSUD Caruban itu tidak memiliki persiapan khusus, langsung dikerjakanAy. 1/Radiografe. Oe Persiapan Alat dan Bahan Persiapan alat dan bahan dalam pemeriksaan Lopography Alat dan bahan yang digunakan untuk pemeriksaan colostomy: Pesawat x-ray Gambar 2. Pesawat DR (RSUD Caruban, 2. Studi Kasus Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi RSUD Caruban Kabupaten Madiun Detector Gambar 3. Detector (RSUD Caruban, 2. Computer Gambar 4. Computer (RSUD Caruban, 2. Kateter Spuit Klaim Bengkok Handscoon Baju pasien Selimut Film Media kontras iohexol Gambar 5. Spuit (RSUD Caruban, 2. Gambar 6. Media kontras (RSUD Caruban, 2. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Aquades Jelly Printer Gambar 7. Aquades (RSUD Caruban, 2. Gambar 8. Printer (RSUD Caruban, 2. Peryataan tersebut didukung dengan pernyataan informan dua sebagai berikut: Auuntuk alat, alat x-raynya di persiapkan dalam keadaan baik, kolimasinya baik, platenya sudah siap kita pake DR kita lihat batrenya sudah terisi penuh, computer, film, alat-alat yang kecil-kecil seperti klaim, handscoon,bengkok, untuk media kontrasnya iohexol media kontras Non ionic di tambah dengan aquades alatalatnya udah kateter pake ukuran 16,jelly,baju pasien persiapkan selimut jika diperlukan, spuit bisa pake ukuran 20/50Ay (I2/Radiografe. Oe Persiapan Media Kontras Media kontras yang digunakan pada pemeriksaan Lopography di instalasi radiologi RSUD Caruban adalah media kontras berjenis kontras non ionic yang di campur dengan aquades dengan perbandingan 1:3 media kontras 50ml dan aquades 150ml sebanyak 200cc yang dimasukan melalui stoma dan untuk pemasukan media kontras melalui anus menggunakan perbandingan 1:3 media kontras 50ml dan aquades 150ml sebanyak sebanyak 200cc hal ini didukung dengan pernyataan informan sebagai berikut : AuMedia kontras non-ionic yang dicampur dengan air atau aquades dengan perbandingan 1:3 total sekitar 200 cc. Media kontras dimasukkan terlebih dahulu melalui stoma distal, kemudian dilakukan foto dengan proyeksi AP, lateral, dan oblique kanan-kiri. Selanjutnya, media kontras juga dimasukkan melalui anus sebanyak 200 cc,Ay (I1/Radiografe. Studi Kasus Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi RSUD Caruban Kabupaten Madiun Oe Teknik Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi RSUD Caruban Proyeksi yang digunakan adalah proyeksi AP polos abdomen untuk melihat persiapan pasien, setelah di masukan media kontras dilanjutkan dengan proyeksi AP post kontras yang bertujuan untuk melihat anatomi secara utuh dari struktur colon. Lateral untuk melihat posisi stoma dari samping melihat posisi stoma lebih ke proximal atau distal . RPO bertujuan untuk melihat flexura lienalis supaya tidak tumpeng tindih dengan colon descendens dan LPO untuk melihat flexura hepatica agar tidak superposisi dengan colon ascendens. Dibuat proyeksi AP. Lateral. RPO dan LPO ini sebagai pembanding dengan posisi yang lain agar lokasi kelainan semakin tegas dan akurat. peryataan tersebut didukung dengan pernyataan informan tiga sebagai berikut: Proyeksi foto pada colostomy pertama foto plain post kontrasnya ada 2 yang dari stoma AP, lateral, oblique kanan dan kiri. AP post kontras yang bertujuan untuk melihat anatomi secara utuh dari struktur colon Lateral untuk melihat posisi stoma lebih ke proximal atau distal. RPO bertujuan untuk melihat flexura lienalis supaya tidak tumpeng tindih dengan colon descendens dan LPO untuk melihat flexura hepatica agar tidak superposisi dengan colon ascendens. tujuan proyeksi AP. Lateral. RPO dan LPO ini sebagai pebandingan dengan posisi yang lain agar lokasi kelainan semakin tegas dan akurat (I3/Radiografe. Ay Pada gambar nomor 9 terdapat gambaran citra radiograf pemeriksaan Lopography pada proyeksi antero posterior (AP) post kontras yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Caruban. Gambar 9. Proyeksi AP antero posterior,gambar a pemasukan media kontras melalui anus dan gambar b pemasukan media kontras melalui stoma radiologi RSUD Caruban 2024 . Alasan Pemasukan Media Kontras Melalui Stoma dan Anus. Berdasarkan observasi penulis, alasan pemasukan media kontras pada pemeriksaan Lopography dengan klinis Post colostomy di instalasi radiologi RSUD Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Caruban kabupaten Madiun berdasarkan hasil wawancara dengan responden, pemasukan media kontras melalui stoma dan anus adalah untuk membandingkan dan membantu dokter dalam membuat expertise, tujuanya untuk membandingkan apakah kontras dari stoma dan anus bertemu atau tidak, untuk mengevaluasi benar- benar tidak ada terjadi sumbatan atau massa. karena pemasukan media kontras melalui anus bukan metode rutin Pemeriksaan dari bawah hanya dilakukan untuk memastikan adanya sumbatan total, bukan sebagai prosedur standar, dan untuk menilai potensi terbukanya jalur colon yang dilakukan pada pemeriksaan Lopography, pemasukan media kontras yang rutin dilakukan itu hanya pemeriksaan Lopography melalui atas. Hal ini sesuai dengan pernyataan Informan tiga dan empat sebagai berikut: Auuntuk membandingkan dan membantu dokter dalam membuat expertise, prosedurnya seharusnya dari lubang stoma atas aja injeksi dari anus itu opsional sesuai request dari dokter radiolog tujuanya untuk membandingkan apakah kontras dari stoma dan anus bertemu atau tidakAy (I3/Radiografe. AuPemeriksaan ini bukan prosedur rutin, biasanya hanya dilakukan lopography dari atas untuk melihat apakah ada sumbatan di colon. Jika kontras dari atas dan bawah tidak bertemu, berarti ada sumbatan atau massa. (I4/Dokter spesialis Radiolog. Pembahasan Prosedur Pemeriksaan Lopography dengan klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi Kabupaten Caruban A Persiapan pasien Persiapan pasien tidak pada pemeriksaan Lopography tidak memperlukan persiapan khusus, pasien hanya mengganti baju dengan baju pemeriksaan yang telah disediakan Rumah sakit. Menurut Mulyati dan Walidaeni . , persiapan pasien pada pemeriksaan Lopography yaitu pasien diminta untuk mengirigasi stoma sebelum menjalani pemeriksaan melakukan irigasi stoma sebelum pemeriksaan, yang bertujuan untuk membersihkan bagian colon, merangsang kontraksi colon sehingga saat pemeriksaan berlangsung gambaran anatomi yang ingin dilihat tidak tertutup feses. Menurut Wati et al . Persiapan pasien pada pemeriksaan Lopography adalah sehari sebelum melakukan pemeriksaan pasien diminta untuk makan-makanan lunak dan mudah dicerna seperti bubur dan kecap, selanjutnya pasien diminta untuk minum dulcolax setelah makan pagi 1 tablet dan makan malam 1 tablet, kemudian pasien diminta untuk puasa 8-10 jam sebelum pemeriksaan, selama puasa pasien boleh Studi Kasus Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi RSUD Caruban Kabupaten Madiun minum air putih, kurangi bicara dan tidak merokok sampai pemeriksaan dilakukan hal ini dilakukan untuk mengurangi udara yang masuk ke dalam usus. Menurut peneliti sebaiknya Pemeriksaan Lopography memerlukan persiapan khusus dengan mengirigasi stoma dan puasa agar colon bersih dari feses dan tidak menganggu hasil radiograf. Persiapan Alat dan Bahan Persiapan alat dan bahan dalam pemeriksaan Lopography Alat dan bahan yang digunakan untuk pemeriksaan colostomy, alat x-ray DR, imaging platenya kita lihat batrenya sudah terisi penuh, computer, film, klaim, handscoon,bengkok, media kontrasnya iohexol, aquades, kateter ukuran 16, jelly, baju pasien, selimut, spuit Menurut Sari et al . , persiapan alat dan bahan untuk pemeriksaan Lopography yaitu pesawat DR dengan fluroskopi, media kontras water soluble. Nacl. Kateter balon No. 16, spuit ukuran 50cc dan marker. Sedangkan Menurut Menurut Wati et al . , alat dan bahan yang digunakan pada pemeriksaan lopography adalah Computed Radiography (CR), imaging plate, reader, printer, unit computed radiography, marker, gunting, tisu, bengkok, gelas besar, dan perlak kemudian alat dan bahan steril yaitu foley cathether ukuran 18 c m dan 22 cm, spuit 50 ml, media kontras. NaCl, baju pasien, klem, jelly, dan kassa. Menurut pendapat peneliti penggunaan alat dan bahan di instalasi radiologi RSUD caruban pada pemeriksaan Lopography sudah hampir sama dengan jurnal Sari et al . , namun terdapat perbedaan pada penggunaan modalitaas yang mana RSUD Caruban tidak menggunakan fluroscopy. Penggunaan fluroscopy berguna untuk memantau media kontras yang mengisi colon. Persiapan Media Kontras Media kontras yang digunakan pada pemeriksaan Lopography di instalasi radiologi RSUD Caruban adalah media kontras berjenis kontras non ionic yang di campur dengan aquades dengan perbandingan 1:3 media kontras 50ml dan aquades 150ml sebanyak 200cc yang dimasukan melalui stoma dan untuk pemasukan media kontras melalui anus menggunakan perbandingan 1:3 media kontras 50cc dan aquades 150cc sebanyak sebanyak 200cc. Menurut Lampignano dan Kendrick . , lopography . olostomi barium enem. merupakan pemeriksaan radiologi dari usus besar dengan memasukkan media Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. kontras positif ke dalam usus besar melalui stoma pada dinding abdomen Pemeriksaan colostomy barium enema menggunakan media kontras barium sulfat. Sedangkan menurut Maulidya dan Mukmin . , media kontras yang digunakan adalah medai kontras water soluble yang dicampur dengan NaCl dengan perbandingan 1:5 dengan total volume 600 cc. Namun menurut pendapat peneliti penggunaan media kontras non ionic pada pemeriksaan Lopography di instalasi radilogi RSUD Caruban kabupaten Madiun sudah tepat karena pengguanaan media kontras water soluble atau non ionic mudah di serap oleh tubuh dan tidak meninggalkan residu dari sisah kontras. Teknik Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi RSUD Caruban. Proyeksi yang digunakan adalah proyeksi AP polos abdomen untuk melihat persiapan pasien, setelah di masukan media kontras dilanjutkan dengan proyeksi AP post kontras yang bertujuan untuk melihat anatomi secara utuh dari struktur colon. Lateral untuk melihat posisi stoma dari samping melihat posisi stoma lebih ke proximal atau distal . RPO bertujuan untuk melihat flexura lienalis supaya tidak tumpang tindih dengan colon descendens dan LPO untuk melihat flexura hepatica agar tidak superposisi dengan colon ascendens. Dibuat proyeksi AP. Lateral. RPO dan LPO ini sebagai pembanding dengan posisi yang lain agar lokasi kelainan semakin tegas dan Menurut Lampignano dan Kendrick . Proyeksi yang digunakan dalam pemeriksaan Lopography yaitu Antero Posterior (AP). Postero Anterior (PA). Right Posterior Oblique (RPO). Post Evakuasi. Sedangkan menurut Menurut Wati et al . Proyeksi yang digunakan yaitu foto polos BNO. AP post kontras dan Lateral post kontras sudah cukup untuk menegakan diagnosa, tanpa penambahan proyeksi Right Posterior Oblique (RPO) dan Left Posterior Oblique (LPO). Menurut peneliti proyeksi yang digunakan pemeriksaanya Lopography dengan klinis post colostomy di instalasi Radiologi RSUD Caruban sudah hampir sama dengan teori (Lampignano & Kendrick, 2. yaitu proyeksi Antero Posterior (AP)/Postero Anterior (PA). Right Posterior Oblique (RPO), namun di instalasi Radiologi RSUD Caruban tidak menggunakan proyeksi post-evakuasi tetapi menggunakan proyeksi lateral untuk memperlihatkan lokasi dari stoma lebih berada di proximal atau distal. Studi Kasus Pemeriksaan Lopography dengan Klinis Post Colostomy di Instalasi Radiologi RSUD Caruban Kabupaten Madiun Alasan Pemasukan Media Kontras Melalui Stoma dan Anus Berdasarkan observasi penulis, alasan pemasukan media kontras pada pemeriksaan Lopography dengan klinis Post colostomy di instalasi radiologi RSUD Caruban kabupaten Madiun berdasarkan hasil wawancara dengan responden, pemasukan media kontras melalui stoma dan anus adalah untuk membandingkan dan membantu dokter dalam membuat expertise, tujuannya untuk membandingkan apakah kontras dari stoma dan anus bertemu atau tidak, dan untuk mengevaluasi benar-benar tidak ada terjadi sumbatan atau massa. karena pemasukan media kontras melalui anus bukan metode rutin pemeriksaan dari bawah hanya dilakukan untuk memastikan adanya sumbatan total, bukan sebagai prosedur standar, dan untuk menilai potensi terbukanya jalur colon yang dilakukan pada pemeriksaan Lopography, pemasukan media kontras yang rutin dilakukan itu hanya pemeriksaan Lopography melalui atas. Menurut Maulidya dan Mukmin . Pemberian media kontras dalam pemeriksaan Lopography pada pasien dengan ileus post ileustomi dilakukan menggunakan kateter No. 18 yang dimasukkan ke dalam stoma distal. media kontras yang digunakan adalah medai kontras water soluble yang dicampur dengan NaCl dengan perbandingan 1:5 dengan total volime 600 cc. Sedangkan menurut Lampignano dan Kendrick . , pada pemeriksaan Lopography menggunakan media kontras positif yang dimasukan melalui stoma pada dinding abdomen. Menurut peneliti terdapat perbedaan pemasukan media kontras yang dilakukan di RSUD Caruban dengan teori, yang mana RSUD Caruban memasukan media kontras melalui stoma dan anus yang bertujuan untuk memastikan apakah kontras dari stoma dan dari anus bertemu jika tidak bertemu berarti ada sumbatan atau massa lain. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Prosedur pemeriksaan Lopography dengan klinis post colostomy di RSUD Caruban kabupaten Madiun tidak memperlukan persiapan khusus, pasien hanya mengganti baju dengan baju pemeriksaan yang telah disediakan Rumah sakit. Media kontras yang digunakan merupakan media kontras non ionic yang dicampur dengan air atau aquades dengan perbandingan 1:3 atau 200 cc untuk masuk melalui stoma dan media kontras perbandingan 1:3 atau 200 cc untuk dimasukan melalui anus. Proyeksi yang digunakan untuk pemeriksaan Lopography dengan klinis post colostomy di RSUD Caruban kabupaten Madiun adalah proyeksi AP polos abdomen untuk melihat persiapan pasien, setelah di Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. masukan media kontras dilanjutkan dengan proyeksi AP post kontras yang bertujuan untuk melihat anatomi secara utuh dari struktur colon. Lateral untuk melihat posisi stoma dari samping melihat posisi stoma lebih ke proximal atau distal . RPO bertujuan untuk melihat flexura lienalis supaya tidak tumpeng tindih dengan colon descendens dan LPO untuk melihat flexura hepatica agar tidak superposisi dengan colon ascendens. Alasan pemasukan media kontras melalui stoma dan anus adalah untuk membandingkan dan membantu dokter dalam membuat expertise, tujuanya untuk membandingkan apakah kontras dari stoma dan anus bertemu atau tidak. Jika kontras dari atas dan bawah tidak bertemu berarti ada sumbatan atau massa. Dan ini bukan prosedur rutin yang dilakukan pada pemeriksaan Lopography di RSUD Caruban. Saran Berdasarkan hasil penelitian diatas sebaiknya pemeriksaan Lopography melakukan persiapan pasien seperti puasa sebelum melakukan pemeriksaan agar tidak menganggu hasil UCAPAN TERIMA KASIH