Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Rancangan Keamanan Informasi Dan Perancangan Disaster Recovery Satker ZYX Ariq Rizky Attariqh. Benedicta Ursula Nelvina. Cahyo Nugraha Purnomo. Farrel Rio Lucky Rachmadi. Izma Shabry Pratama. Muhammad Fazli Mawla Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Email: 2310414027@mahasiswa. ABSTRAK Di era digital yang berkembang pesat, keamanan informasi menjadi aspek yang penting dan tidak dapat diabaikan. meskipun kemajuan teknologi memberikan kemudahan dalam penyimpanan, pengolahan dan distribusi hal ini juga membuka celah terhadap berbagai ancaman, seperti peretasan dan kebocoran informasi. Selain itu, faktor non-teknis seperti bencana alam yang waktu kejadiannya sulit diperkirakan dapat menjadi risiko yang harus diperhitungkan, karena dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur dan hilangnya data penting jika tidak diantisipasi dengan oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk merancang disaster recovery plan (DRP) serta mengidentifikasi potensi ancaman baik dari faktor internal maupun eksternal, dan merumuskan strategi pemulihan yang efektif dan terstruktur dalam menghadapi insiden. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumen. Penelitian ini menghasilkan dokumen Disaster Recovery Plan (DRP) untuk Satker ZYX sebagai pedoman pemulihan sistem informasi pasca-insiden. Disaster Recovery Plan (DRP) disusun melalui tahapan seperti identifikasi aset, risk assessment. BIA, hingga pengujian dan pemeliharaan rencana. Strategi pemulihan disesuaikan dengan prioritas sistem, mencakup penggunaan hot, warm, dan cold site, serta penerapan backup bertingkat dan peran tim yang Penerapan keamanan informasi masih memerlukan peningkatan, khususnya pada sistem informasi. Kata Kunci: Disaster Recovery Plan. Keamanan Informasi. Sistem Infomasi. ABSTRACT In the rapidly growing digital era, information security is an important aspect that cannot be ignored. although technological advances provide convenience in data storage, processing and distribution. this also opens gaps to various threats, such as hacking and information leaks. addition, non-technical factors such as natural disasters whose timing of occurrence is difficult to Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 predict can be a risk that must be taken into account, because it can cause infrastructure damage and loss of important data if not properly therefore this study aims to design a disaster recovery plan (DRP) and identify potential threats from both internal and external factors, and formulate an effective and structured recovery strategy in the face of incidents. The approach used is qualitative, with data collection techniques through interviews and document studies. This research produced a Disaster Recovery Plan (DRP) document for ZYX work unit as a guideline for post-incident information system Disaster Recovery Plan (DRP) is prepared through stages such as asset identification, risk assessment. BIA, to plan testing and Recovery strategies are tailored to system priorities, including the use of hot, warm, and cold sites, as well as the implementation of multilevel backups and structured team roles. Information security implementation still needs improvement, especially on information systems. Keywords: Disaster Recovery Plan. Information Security. Information System. PENDAHULUAN Pemerintahan Indonesia haruslah memiliki sistem informasi yang andal dan aman. Di dunia yang semakin terhubung, instansi pemerintah dan sektor pertahanan menghadapi tantangan besar dalam melindungi data-data sensitif mereka. Menurut Admass et al. , meningkatnya ancaman terhadap sistem informasi yang mengelola data penting merupakan masalah utama. Keamanan siber menjadi sangat penting karena potensi serangan yang dapat merusak integritas dan kerahasiaan data strategis (Li & Liu, 2. Digitalisasi dalam sektor pemerintahan, khususnya bidang pertahanan, menciptakan celah terhadap ancaman yang lebih kompleks sehingga memerlukan langkah-langkah keamanan yang tangguh (Tyth, 2. Satker ZYX, sebagai lembaga yang mengelola data strategis, harus memastikan bahwa sistem informasinya tidak hanya dapat diandalkan, tetapi juga mampu mengatasi berbagai gangguan yang mungkin muncul, baik dari ancaman internal maupun eksternal (Ajayi et , 2. Keamanan informasi dalam sistem layanan menjadi perhatian utama karena melibatkan data pribadi pengguna serta koleksi digital yang bernilai Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 penting bagi institusi. Data pengguna seperti identitas, riwayat informasi akun perlu dilindungi agar disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Satker ZYX dapat mengidentifikasi ancaman dari sumber eksternal . eperti serangan hacker atau viru. maupun internal . eperti kelalaian pengguna atau Menurut McIlwraith . , ancaman internal seringkali lebih berbahaya karena terkait langsung dengan kebijakan organisasi dan bagaimana setiap anggota staf mengikuti peraturan keamanan. Sementara itu, penelitian Sengan et al. menekankan pentingnya kesadaran keamanan informasi di seluruh pihak yang terlibat untuk mengurangi kerentanan terhadap ancaman eksternal dan internal. Sejalan dengan itu. Wangen & Ulven . menyatakan bahwa pengelolaan ancaman yang efektif memerlukan partisipasi semua pihak dalam menerapkan kebijakan keamanan informasi dan mitigasi risiko. Oleh karena itu, keamanan informasi harus dipandang sebagai tanggung jawab kolektif, dan peran serta seluruh elemen organisasi sangat penting untuk meminimalkan kerentanan terhadap serangan yang dapat mengancam keberlangsungan sistem informasi. Peningkatan security awareness terbukti memperbaiki perilaku kepatuhan staf secara signifikan dan mempertegas pentingnya budaya keamanan kolektif (Kavak, 2. Penting untuk membangun budaya keamanan informasi di lingkungan kerja agar setiap individu menyadari perannya masing-masing. Dengan demikian, setiap risiko dapat diminimalisir dan dampak kerugiannya dapat ditekan. Gangguan teknis seperti kerusakan server atau bencana alam juga menjadi ancaman Oleh karena itu, merancang Disaster Recovery Plan (DRP) berbasis standar seperti NIST SP 800-34 Rev. 1 sangat penting untuk mempercepat pemulihan sistem dan meminimalkan dampak kerusakan (Akbar. Sucahyo, & Gandhi, 2. Disaster Recovery Plan (DRP) merupakan dokumen penting yang berfungsi sebagai panduan bagi organisasi dalam menghadapi bencana Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 atau insiden yang dapat mengganggu operasional sistem informasi. Satker ZYX yang sangat bergantung pada infrastruktur digital, perlu menerapkan DRP untuk mengurangi efek gangguan operasional. DRP dirancang untuk menjamin kelangsungan layanan penting dan pemulihan sistem yang efisien pasca-bencana (Phillips & Mincin, 2. DRP yang tidak terstruktur akan menyulitkan institusi menangani masalah secara tepat waktu, mengakibatkan waktu pemulihan lebih lama dan kerugian yang lebih besar (McEntire, 2. Hal ini semakin penting mengingat kompleksitas dan ketergantungan tinggi terhadap teknologi informasi dalam sistem layanan pemerintahan berbasis digital (Linardos. Drakaki, & Tzionas, 2. Penerapan DRP yang efektif juga membantu pengelolaan infrastruktur kritis, yang memerlukan pemulihan terencana setelah bencana (Stamenkov. Oleh karena itu. DRP sangat penting untuk menjaga kelangsungan operasional dan ketahanan sistem, khususnya bagi lembaga seperti Satker ZYX yang mengelola data strategis. Selain itu, prosedur penanganan insiden juga harus disusun secara rinci, mulai dari tahap persiapan, pencegahan, respons, pemulihan, hingga evaluasi pasca-insiden. Perspektif layanan publik pun relevan di sini. Survei nasional di Amerika Serikat menemukan bahwa 51% perpustakaan sudah memiliki rencana tanggap darurat, tetapi hanya 13% yang memuat continuity-of-operations plan secara eksplisit. Ini menegaskan pentingnya budaya pemulihan layanan di sektor informasi untuk diperkuat (Antonelli et al. , 2. Satker ZYX dapat memanfaatkan hasil evaluasi keamanan informasi untuk menyusun DRP yang sesuai dengan kondisi sistem layanan yang ada. Phillips & Mincin . menyarankan bahwa DRP efektif harus dibangun berdasarkan hasil evaluasi ancaman terbaru dan kondisi sistem keamanan saat ini. DRP yang disesuaikan membantu institusi menghadapi ancaman lebih tepat. Hal ini sesuai dengan Li & Liu . , yang menekankan bahwa DRP yang baik dapat mempercepat pemulihan sistem sekaligus meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap keamanan layanan. Seperti yang diungkapkan McEntire , keberadaan DRP menunjukkan komitmen organisasi untuk menjaga Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 keamanan dan ketersediaan akses informasi pengguna. Oleh sebab itu, penelitian ini sangat penting untuk memperkuat sistem keamanan informasi Satker ZYX dan memastikan layanan tetap berjalan meskipun terjadi insiden yang mengganggu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Disaster Recovery Plan (DRP) yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi institusi, sebagai upaya untuk memastikan keberlangsungan operasional serta perlindungan terhadap data dan sistem informasi dari gangguan yang bersifat merusak atau mengganggu layanan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana sistem keamanan informasi saat ini telah diterapkan, mengidentifikasi potensi ancaman baik dari faktor internal maupun eksternal, dan merumuskan strategi pemulihan yang efektif dan terstruktur dalam menghadapi insiden. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan DRP yang komprehensif dan adaptif terhadap risiko yang mungkin terjadi. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi aktual sistem keamanan informasi pada layanan digital di Satker ZYX. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perancangan DRP dan kebijakan keamanan informasi yang adaptif terhadap ancaman siber serta mendukung keberlanjutan layanan digital Satker ZYX secara aman dan andal. METODE Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumen. Wawancara bersifat semi-terstruktur kepada para pimpinan dan staf Satker ZYX. Wawancara dilakukan secara langsung untuk menggali informasi mengenai kondisi keamanan informasi, potensi ancaman, serta kebijakan penanganan insiden yang diterapkan saat Penulis juga mengobservasi terhadap kondisi fisik infrastruktur sistem yang dikelola oleh Satker ZYX dan sistem pengelolaan data yang digunakan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Melalui metode ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi keamanan informasi di sistem kearsipan Satker ZYX. Metode kualitatif dipilih karena mampu memberikan pemahaman mendalam terhadap permasalahan yang diteliti melalui interaksi langsung dengan Gambar 1. Analisis data dari hasil wawancara dan studi dokumen menggunakan acuan dari standar NIST SP 800-34 untuk menyusun Disaster Recovery Plan yang terdiri dari: Mengembangkan kebijakan perencanaan kontinjensi Melakukan analisis dampak bisnis Mengidentifikasi kontrol pencegahan Membuat strategi kontinjensi Mengembangkan rencana kontinjensi Merencanakan pengujian, simulasi, dan latihan Merencanakan pemeliharaan sistem Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang aplikatif bagi institusi dalam meningkatkan keamanan informasi dan menyusun DRP yang sesuai. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menambah literatur mengenai keamanan informasi di setiap lembaga pemerintahan, khususnya di Indonesia. Oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapat memperkuat sistem keamanan informasi dan memiliki DRP yang dapat diandalkan dalam menghadapi situasi darurat di Satker ZYX. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi institusi sejenis dalam menerapkan kebijakan keamanan informasi yang HASIL DAN PEMBAHASAN Skema Sistem Satker ZYX Satker ZYX adalah unsur pendukung tugas dan fungsi Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Satker ZYX bertugas untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang Sistem Informasi Satker ZYX Sistem informasi yang terdapat dalam Satker ZYX terdiri dari : Sistem Arsip Surat Menyurat berhubungan dengan pengelolaan surat dinas, nota, disposisi Arsip Digital Lokal Satker ZYX berhubungan dengan penyimpanan hasil riset, dokumentasi visual Database Kegiatan Penelitian berhubungan dengan data proyek penelitian strategis Risk Assessment Penilaian risiko memberikan gambaran mengenai berbagai ancaman yang mungkin dihadapi, relevansi, kemungkinan terjadinya, dampak yang dapat ditimbulkan, serta level risiko yang terkait yang menggunakan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 kerangka NIST SP 800-34 Rev. 1 sebagai acuan. Penilaian risiko pada Satker ZYX ditandai dengan keterangan Confirmed (C). Anticipated (A). Possible (P). Sangat Tinggi (ST). Tinggi (T). Sedang (S). Rendah (R), dan Sangat Rendah (SR). beberapa penilaian risiko memiliki tingkat resiko sangat tinggi yang mampu memberikan dampak besar pada data Satker ZYX. Hasil penilaian risiko dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 1. Risk Assessment No. Ancaman Kebocoran data/informasi Relevansi Kemungkinan Impact Risiko Hacking Phishing Infeksi Virus/Malware Kesalahan Administrasi Kesalahan Prosedur Perangkat Rusak Perangkat Dicuri Instalasi Gagal Kegagalan Backup Data Hilang Data Rusak Sumber Daya Menipis Internet Terganggu Blackout/Mati Lampu Kebakaran Gempa Bumi Petir Banjir Business Impact Analysis (BIA) Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Business Impact Analysis (BIA) merupakan salah satu tahap penting dalam perancangan Disaster Recovery Plan (DRP) yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi dampak dari gangguan terhadap sistem informasi yang ada di Satker ZYX. BIA membantu dalam menentukan prioritas pemulihan sistem berdasarkan tingkat kritikalitasnya terhadap kelangsungan operasional dan fungsi organisasi. Dalam analisis ini, setiap sistem informasi akan dianalisis dampaknya jika terjadi gangguan, serta ditentukan Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO) yang sesuai. RTO dan RPO digunakan untuk menetapkan waktu maksimal yang dapat diterima untuk pemulihan sistem dan pemulihan data agar operasional tetap berjalan dengan minimal gangguan. Berikut ini adalah hasil BIA untuk beberapa sistem informasi yang ada di Satker ZYX. Tabel 2. Business Impact Analysis Sistem Informasi Fungsi Sistem Arsip Surat Pengelolaan surat dinas, nota. Menyurat Arsip Digital Lokal Penyimpanan Dampak Tinggi RTO 1 Jam Database Kegiatan Data Penelitian Jam Sedang 2 Jam Jam dokumentasi visual RPO Tinggi 1 Jam Menit Identifikasi Kontrol Pencegahan Tahap penting dalam pembuatan Rencana Pengurangan Bencana (DRP) adalah identifikasi kontrol pencegahan. Pada tahap ini dilakukan identifikasi pengendalian terhadap kerentanan sistem yang bertujuan untuk mengidentifikasi ancaman dan kekurangan yang dapat memengaruhi sistem informasi. Adapun kondisi ruangan yang menjadi tempat sumber informasi: terdapat ruangan server kecil yang hanya diisi 1 rak berisi server, terdapat UPS (Uninterruptible Power Suppl. sebagai pasokan listrik khusus di ruang server, dan perlindungan ruang server yang dikelilingi kaca tebal Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 tetapi tidak tahan api. Sehingga dapat diidentifikasi empat ancaman sebagai kendali pencegahan. Tabel 3. Identify Preventive Controls Ancaman Kebocoran data-data Tingkat Dampak Tinggi Kerentanan Belum Rekomendasi ada Membuat klasifikasi yang pasti terhadap data-data informasi/data yang penting untuk penting mendapat keamanan hanya orang tertentu yang dapat mengakses data/informasi sensitif Bencana alam Tinggi Banjir, kebakaran. Mengadakan pelatihan ada evakuasi pelatihan evakuasi secara Sedang kebakaran menggunakan material perlindungan tahan guncangan, dan Kerusakan perangkat perangkat tahan belum terverifikasi server atau pusat data Backup Mengatur dilakukan manual, belum otomatis otomatis dan membuat Kegagalan Tinggi Adanya koneksi dan router Menggunakan pemantauan jaringan dan penggunaan dua Pengembangan Rencana Kontingensi Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Mengacu pada pedoman NIST SP 800-34 Revision 1, setelah diketahui risiko dan dampak yang ditimbulkan berikut ini adalah strategi kontingensi untuk Satker ZYX, yang bertujuan untuk memastikan pemulihan sistem dan layanan setelah terjadinya Strategi ini dirancang untuk meminimalkan risiko dan mengembalikan operasional dengan efektif dalam menghadapi berbagai jenis gangguan. Backup dan Pemulihan Strategi Backup a Sistem Mission-Critical: Data dan aplikasi yang sangat penting untuk kegiatan penelitian Satker ZYX harus memiliki backup real-time dan backup penuh harian. Backup ini harus disimpan baik secara lokal maupun di lokasi cadangan . isalnya, penyimpanan cloud atau situs pemulihan bencan. a Sistem Penting: Backup incremental harian dan backup Backup ini juga harus disimpan di fasilitas luar lokasi untuk keamanan tambahan. a Sistem Prioritas Rendah: Data harus dicadangkan Sistem ini dapat menoleransi waktu pemulihan yang lebih lama, tetapi backup tetap penting untuk integritas data dan dampak pemulihan minimal. Metode Pemulihan a Cold Site: Untuk sistem prioritas rendah. Satker ZYX harus mempertahankan cold site yang dapat diaktifkan jika terjadi downtime yang lama. Situs ini akan memerlukan waktu fungsionalitas sistem. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 a Warm Site: Untuk sistem penting, warm site akan menyediakan situs pemulihan dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang sudah dikonfigurasi untuk pemulihan cepat saat dibutuhkan. a Hot Site: Untuk sistem mission-critical, hot site harus siap dengan replikasi data real-time dan sistem untuk memastikan tidak ada downtime untuk operasi penting. Penyimpanan Data di Luar Lokasi (Offsite Storag. Penyimpanan Data di Luar Lokasi a Satker ZYX harus menggunakan fasilitas penyimpanan data komersial untuk backup data di luar lokasi. Fasilitas ini menyediakan standar keamanan yang lebih tinggi dan perlindungan bencana. a Transportasi dan Penyimpanan: Data yang dibackup harus diberi label, diketik, dan diangkut dengan aman ke fasilitas luar lokasi. Jika data diperlukan untuk pemulihan, fasilitas akan mengirimkan data ke lokasi yang dibutuhkan . aik kembali ke Satker ZYX atau situs alternati. a Kriteria Pemilihan Fasilitas Penyimpanan di Luar Lokasi: Area Geografis: Pastikan bahwa fasilitas penyimpanan di luar lokasi tidak berada di zona risiko yang sama dengan pusat data utama untuk menghindari bencana yang mempengaruhi kedua lokasi. Keamanan: Pastikan fasilitas memenuhi standar keamanan yang diperlukan untuk melindungi data Biaya: Evaluasi biaya penyimpanan dan transportasi untuk mengoptimalkan anggaran. Situs Alternatif Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Satker ZYX harus memastikan bahwa ia memiliki jenis situs alternatif berikut untuk pemulihan: a Cold site, sudah cukup untuk sistem prioritas rendah. Ini menyediakan infrastruktur dasar tetapi memerlukan waktu untuk mengonfigurasi dan memasang perangkat setelah a Warm site, untuk sistem penting, warm site adalah pilihan yang ideal. Situs ini berisi perangkat keras dan perangkat lunak penting yang telah dikonfigurasi untuk pemulihan cepat, memungkinkan pemulihan operasional yang lebih cepat dibandingkan dengan cold site. a Hot site, untuk sistem mission-critical seperti database penelitian dan dokumentasi strategis, hot site diperlukan. Hot site ini akan sepenuhnya operasional dan mampu langsung mengambil alih sistem dari situs utama jika terjadi Tabel 4. Lokasi Alternatif Prioritas Keterangan Strategi Backup dan Frekuensi Lokasi Recovery Backup Alternatif Pemulihan Tinggi Dampak besar Menggunakan (Mission-Critica. dan digunakan perangkat Real-time Hot Site yang dan harian machine backup Sedang Dampak (Importan. proses digunakan dan replication Menggunakan perangkat Harian dan machine backup yang mingguan Warm Site Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Rendah (Lo. Dampak kecil Menggunakan perangkat Mingguan dan digunakan Cold Site machine backup Penggantian dan Perbaikan Perangkat Redundansi Perangkat a Perangkat redundan harus dipertahankan untuk sistem Perangkat yang dapat diganti saat berjalan . seperti pasokan daya, disk, dan antarmuka jaringan harus disimpan di tempat yang mudah dijangkau untuk meminimalkan downtime jika terjadi kegagalan. a Perjanjian dengan Vendor: Perjanjian harus dibuat dengan vendor untuk penggantian perangkat dengan cepat jika terjadi kegagalan. Perangkat pengganti harus disimpan di fasilitas pemulihan bencana atau diposisikan di tempat lain untuk memfasilitasi pemulihan yang cepat. Peran dan Tanggung Jawab Aktivasi Rencana Kontingensi a Koordinator ISCP (Rencana Kontingensi Sistem Informas. akan bertanggung jawab untuk mengaktifkan rencana kontingensi dan mengawasi pelaksanaannya. Koordinator akan memimpin tim pemulihan dan memastikan sumber daya dialokasikan dengan efektif. a Tim Manajemen: Manajemen senior, termasuk CIO, akan memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan terkait aktivasi rencana, prioritas pemulihan, dan pengeluaran Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Tim Pemulihan a Tim Pemulihan Teknis: Termasuk tim pemulihan server, pemulihan jaringan, dan pemulihan database. Tim ini akan menangani upaya pemulihan untuk berbagai komponen a Tim Pemulihan Aplikasi: Tim ini akan fokus pada pemulihan aplikasi perangkat lunak, terutama yang sangat penting untuk penelitian. a Tim Telekomunikasi: Untuk memastikan bahwa komunikasi dipulihkan dengan cepat. a Tim Urusan Hukum: Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa persyaratan hukum dan kepatuhan dipenuhi selama proses pemulihan. Setiap tim akan memiliki tanggung jawab yang jelas dan dilatih secara teratur untuk merespons berbagai skenario Pengujian dan Pelatihan Pengujian a Simulasi Berkala: Simulasi pemulihan bencana harus dilakukan secara berkala untuk menguji efektivitas strategi kontingensi dan waktu respons. Skenario yang diuji dapat mencakup serangan siber, kerusakan perangkat keras, atau bencana alam. Pelatihan a Pelatihan: Semua staf yang terlibat dalam pemulihan harus mengikuti pelatihan berkala untuk membiasakan mereka dengan peran dan tanggung jawab mereka dalam Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 a Evaluasi: Setelah setiap sesi pelatihan, umpan balik harus dikumpulkan untuk menilai efektivitas pelatihan dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Pemeliharaan dan Evaluasi Rencana Perbaikan Berkelanjutan a Rencana kontinjensi harus diperbarui secara rutin untuk mencakup perubahan dalam infrastruktur sistem, ancaman baru, atau pembaruan lingkungan operasional. a Evaluasi Pasca-Incident: Setelah setiap insiden atau post-mortem mengidentifikasi pelajaran yang dapat dipelajari, menilai efektivitas pemulihan, dan melakukan perbaikan pada Plan Testing. Training & Exercises Pengujian Rencana (Plan Testin. Pengujian rencana (Plan Testin. dilakukan untuk memastikan kemampuan pemulihan dari rencana kontingensi dapat divalidasi dan dapat diaktifkan sesuai dengan prosedur secara efektif saat Tabel 5. Pengujian Rencana (Plan Testin. Tujuan Aktivitas Frekuensi Langkah-langkah Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Validasi Melakukan pengujian Tahunan/Setela Menyusun skenario uji Efektivitas DRP coba pemulihan data dan Pemulihan memvalidasi prosedur Besar Sistem pemulihan sistem di ZYX. Pembaruan Menyusun tim penguji Satker sistem di Satker ZYX. masing-masing. dan pemulihan data Melakukan pemulihan data dari server lokal dan Pusdatin. Mengevaluasi pengujian dan memperbaiki prosedur pemulihan bila Memverifikasi Menguji Pemulihan sistem di platform Sistem pemulihan Tahunan server cadangan atau Alternatif perangkat keras lain akan diuji pemulihannya. Infrastruktur Menentukan sistem yang Melakukan alternatif . erver lokal atau Satker ZYX. Memverifikasi bahwa pemulihan berjalan lancar tanpa gangguan. Mencatat masalah yang ditemukan dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Uji Kelangsungan Mensimulasikan Operasi Tahunan Menyusun yang mempengaruhi . Satker ZYX, Menentukan tim yang atau gangguan server. Melakukan kelangsungan operasi dan Menyusun laporan hasil simulasi dan mengevaluasi efektivitas pemulihan. Pelatihan (Trainin. Pelatihan (Trainin. merupakan komponen kunci untuk memastikan kesiapan seluruh personel yang terlibat dalam proses kontingensi untuk merespons gangguan dengan efektif. Pelatihan ini dilakukan untuk mempersiapkan tim untuk menangani gangguan yang dapat mengganggu operasional dan meningkatkan koordinasi antar unit yang terlibat dalam pemulihan. Tabel 6. Pelatihan (Trainin. Tujuan Aktivitas Frekuensi Langkah-langkah Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Mempersiapkan Menyediakan Personel Tanggapan Darurat Setiap Menyusun materi pelatihan Tahun DRP berdasarkan sistem dan DRP untuk personel, prosedur yang berlaku di Satker ZYX. Menyusun jadwal pelatihan pemulihan data dan dan seminar untuk personel Melakukan dengan simulasi peran dalam Evaluasi hasil pelatihan Meningkatkan Melatih Koordinasi Antar Tim Setiap Menyusun materi pelatihan Tahun untuk koordinasi tim. koordinasi antar tim Satker (IT, ZYX. keamanan informasi. Pemulihan dan Sistem Melatih Data Melakukan terhadap hasil pelatihan dan mengidentifikasi celah dalam Pelatihan Mengorganisir pelatihan staf untuk Setiap Enam Menyusun skenario insiden merespons skenario Bulan yang melibatkan pemulihan pemulihan data dan data dan sistem. Mengorganisir pelatihan berbasis simulasi dengan tim tersedia dan prosedur Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 pemulihan yang telah Melakukan mengevaluasi kesiapan tim. Memberikan umpan balik dan memperbaiki prosedur. Latihan (Exercise. Latihan (Exercise. merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa tim pemulihan siap menghadapi insiden nyata dan dapat merespons dengan cepat serta efisien. Bagian ini termasuk berbagai jenis latihan yang bertujuan untuk menguji kemampuan tim dalam mengelola dan memulihkan sistem informasi Satker ZYX. Fokus latihan adalah untuk meningkatkan koordinasi tim dan meningkatkan waktu respons. Untuk mempelajari fungsi dan tanggung jawab setiap tim dalam situasi darurat, latihan ini melibatkan simulasi insiden besar, pemulihan fungsional, dan latihan berbasis diskusi. Tabel 7. Latihan (Exercise. Tujuan Aktivitas Frekuensi Evaluasi Melakukan Respons Tim berbasis diskusi untuk Kuartal mengeksplorasi peran dan Latihan tanggung jawab dalam Tabletop Setiap Langkah-langkah Menyusun skenario bencana berbasis diskusi. Mengorganisir bencana Satker ZYX. Melakukan diskusi peran dan respons tim. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Mengevaluasi hasil diskusi dan mengidentifikasi perbaikan yang dibutuhkan. Latihan Mensimulasikan Pemulihan Fungsional sistem secara langsung Setiap Enam Menyusun skenario latihan Bulan yang melibatkan pemulihan untuk menguji efektivitas pemulihan Satker ZYX. Mengkoordinasikan pemulihan dalam simulasi. Mengevaluasi hasil latihan dan memperbaiki prosedur jika Latihan Skala Mensimulasikan Setiap Penuh untuk kegagalan sistem besar Tahun pemulihan skala besar. Menguji Pemulihan pemulihan penuh di situs Sistem pemulihan . ot site atau Menyusun Melakukan pemulihan dari hot site atau warm site. Mengevaluasi pemulihan dan koordinasi tim selama latihan. Menyusun prosedur pemulihan. Plan Maintenance Pemeliharaan rencana ini diperlukan untuk menjaga tiap prosedur dari pemulihan bencana dapat berjalan dengan baik setiap Dengan melakukan tinjauan dan pembaruan secara berkala. Satker ZXY dapat memastikan bahwa setiap prosedur pemulihan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 tetap sesuai dengan kebutuhan aktual, peraturan terbaru, dan hasil evaluasi risiko terkini. Tabel 8. Plan Maintenance Deskripsi Poin Rencana Langkah-langkah Pemeliharaan Pembaruan dan Pembaruan dan tinjauan DRP 1. Menentukan interval tinjauan Tinjauan Rencana dilakukan secara berkala sesuai DRP. dengan interval yang telah 2. Melakukan audit keamanan Tinjauan ini dan evaluasi insiden yang terjadi. Menganalisis keamanan, insiden yang terjadi, organisasi, teknologi, ancaman, serta perubahan organisasi, dan regulasi eksternal. Melakukan perbaikan dan regulasi eksternal. Perubahan pembaharuan berdasarkan hasil asesmen risiko. asesmen risiko terbaru. Koordinasi Koordinasi internal dilakukan 1. Menentukan tim koordinasi Internal oleh Desk Pertahanan Siber internal yang terlibat. Satker ZYX. Pusdatin Satker 2. Mengadakan rapat koordinasi ZYX, satker pelaksana data dan untuk evaluasi dan penyusunan unit-unit DRP. keamanan informasi. Pelibatan 3. Melaksanakan pelatihan dan untuk simulasi DRP bagi semua pihak pelaksanaan, dan evaluasi DRP. yang terlibat. Mengevaluasi pelaksanaan DRP dan membuat laporan perbaikan. Koordinasi Koordinasi Eksternal melibatkan vendor penyedia eksternal yang perlu dilibatkan. TIK, Mengidentifikasi Menyusun lembaga koordinasi seperti eksternal. BSSN atau mitra keamanan 3. Menjalin komunikasi rutin luar negeri. Dilakukan sesuai untuk memastikan kesiapan dan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Satker ZYX kerahasiaan yang berlaku. Melakukan terhadap peraturan kerahasiaan Kontrol Distribusi Setiap dan Dokumentasi didokumentasikan Perubahan DRP 1. Membuat secara perubahan DRP secara lengkap sistematis, mencakup informasi . iapa, kapan, alasan, substans. Mengupdate nomor versi dan perubahan, tanggal perubahan, tanggal penerbitan DRP. serta alasan dan substansi 3. Menyebarkan dokumen DRP Setiap versi terbaru kepada pihak terkait. dilengkapi dengan nomor versi 4. Distribusi Menyelenggarakan pelatihan secara pembaruan DRP kepada seluruh terstruktur dan disertai dengan personel. pelatihan serta sosialisasi rutin. Ucapan Terima Kasih Terima kasih penulis sampaikan kepada BALITBANG KEMHAN RI, yang telah mendukung penelitian ini. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, hasil akhir dari penelitian ini berupa dokumen Disaster Recovery Plan (DRP) yang disusun untuk pedoman strategis persiapan menghadapi insiden serta prosedur pemulihan sistem informasi di Satker ZYX. dokumen ini berisikan langkah langkah yang terstruktur untuk menjaga layanan dan memastikan perlindungan terhadap aset informasi penting. Disaster Recovery Plan pada Satker ZYX dirancang melalui tahapan penting, meliputi identifikasi Skema Sistem Satker ZYX. Sistem Informasi Satker ZYX, risk assessment, business impact analysis (BIA). Identify Preventive Controls. Pengembangan Rencana Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Kontingensi. Plan Testing. Training & Exercises dan Plan Maintenance. Penerapan keamanan informasi pada satker ZYX masih memerlukan beberapa peningkatan, terutama dalam bidang sistem informasi Berdasarkan identifikasi risiko dan strategi kontingensi yang dirancang, ditemukan bahwa pemulihan sistem memerlukan pendekatan bertingkat sesuai dengan tingkat prioritas sistem. Untuk sistem dengan prioritas pemulihan tinggi diperlukan backup real-time dan pemulihan melalui hot site lalu untuk sistem dengan prioritas perlindungan sedang menggunakan backup harian dan pemulihan melalui warm site, sedangkan sistem dengan prioritas perlindungan rendah cukup menggunakan backup mingguan dan pemulihan melalui cold site. Selain itu, strategi cadangan dan pemulihan juga mencakup penggunaan penyimpanan data di luar lokasi, penggantian perangkat dengan sistem redundansi, serta penetapan peran tim pemulihan secara jelas dan terstruktur. Saran Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan untuk meningkatkan efektivitas Disaster Recovery Plan (DRP) antara lain ialah peningkatan infrastruktur DRP mengingat pemulihan data yang cepat merupakan hal yang krusial, khususnya data-data sensitif dan bersifat privasi. Peningkatan infrastruktur dapat berupa meningkatkan kapasitas keamanan infrastruktur baik secara lokal maupun di luar lokasi, cloud dan real-time. Pengembangan sistem backup otomatis juga perlu dipertimbangkan untuk mengurangi risiko kegagalan dalam proses backup manual. Pelatihan dan simulasi bencana juga perlu untuk dilakukan secara rutin untuk meningkatkan efektivitas waktu respons dalam mengidentifikasi kelemahan dalam proses DRP. Evaluasi DRP secara berkala juga sangat diperlukan, terutama setelah terjadi insiden besar atau perubahan dalam infrastruktur. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume __ Nomor __ Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA