Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Vol. No. April 2026, pp. Tren Publikasi Ekonomi Syariah dalam Literatur Ekonomi dan Keuangan Islam . 0 - 2. Loso Judijanto IPOSS Jakarta. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi ekonomi syariah dalam literatur ekonomi dan keuangan Islam selama periode 2000Ae2026 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data penelitian diperoleh dari basis data Scopus dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk mengidentifikasi pola kolaborasi penulis, pengaruh literatur melalui analisis sitasi, serta perkembangan topik penelitian melalui analisis keyword co-occurrence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literatur ekonomi syariah mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan struktur kolaborasi yang semakin berkembang secara global, meskipun masih terdapat fragmentasi pada tingkat individu. Analisis sitasi mengindikasikan dominasi karya konseptual sebagai fondasi utama, dengan pergeseran menuju penelitian empiris yang berfokus pada keberlanjutan dan kinerja ekonomi. Sementara itu, analisis kata kunci menunjukkan bahwa topik utama berpusat pada islamic finance dan islamic economics, dengan perkembangan terbaru mengarah pada isu sustainability, microfinance, dan pendekatan bibliometrik. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai struktur intelektual dan arah perkembangan ekonomi syariah, serta mengidentifikasi peluang penelitian di masa depan, khususnya pada integrasi teknologi dan inklusi keuangan syariah. Received Apr, 2026 Revised Apr, 2026 Accepted Apr, 2026 Kata Kunci: Ekonomi Syariah. Keuangan Islam. Bibliometrik. Vosviewer. Scopus. Tren Penelitian Keywords: Islamic Economics. Islamic Finance. Bibliometric Analysis. Vosviewer. Scopus. Research Trends ABSTRACT This study aims to analyze publication trends in Islamic economics within the literature of Islamic finance and economics from 2000 to 2026 using a bibliometric approach. The data were obtained from the Scopus database and analyzed using VOSviewer to identify co-authorship patterns, influential publications through citation analysis, and research topic development through keyword co-occurrence analysis. The findings reveal a significant growth in Islamic economics literature, with increasingly global research collaboration, although fragmentation still exists at the individual level. Citation analysis indicates the dominance of conceptual studies as the foundational basis, with a gradual shift toward empirical research focusing on sustainability and economic performance. Furthermore, keyword analysis shows that the main research focus revolves around islamic finance and islamic economics, with emerging themes such as sustainability, microfinance, and bibliometric approaches. This study provides a comprehensive overview of the intellectual structure and development trends of Islamic economics research, while also identifying future research opportunities, particularly in the integration of technology and Islamic financial inclusion. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jekws A 316 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta. Indonesia Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Perkembangan ekonomi syariah dalam dua dekade terakhir menunjukkan dinamika yang sangat signifikan, baik dalam praktik industri maupun dalam ranah akademik. Ekonomi syariah tidak lagi dipandang sebagai sistem alternatif yang bersifat marginal, tetapi telah berkembang menjadi bagian integral dari sistem keuangan global. Hal ini ditandai dengan meningkatnya aset keuangan syariah secara global yang mencakup sektor perbankan, pasar modal, asuransi . , serta industri halal lainnya. Pertumbuhan ini mendorong meningkatnya perhatian akademisi dalam mengkaji berbagai aspek ekonomi syariah, mulai dari prinsip dasar hingga implementasi kebijakan dan inovasi keuangan (Nurfaidah et al. , 2024. Sianipar et al. , 2. Seiring dengan perkembangan tersebut, publikasi ilmiah dalam bidang ekonomi dan keuangan Islam juga mengalami peningkatan yang cukup pesat. Literatur akademik menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur perkembangan suatu disiplin ilmu. Melalui publikasi ilmiah, pengetahuan dapat disebarluaskan, diuji, dan dikembangkan secara berkelanjutan. Dalam konteks ekonomi syariah, publikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana diseminasi ilmu, tetapi juga sebagai refleksi dari arah penelitian, fokus kajian, serta isu-isu strategis yang berkembang di tingkat global (Auliani et al. , 2024. Pahlevi, 2. Oleh karena itu, analisis terhadap tren publikasi menjadi penting untuk memahami evolusi dan arah perkembangan ilmu ekonomi syariah. Meskipun jumlah publikasi meningkat, masih terdapat tantangan dalam memahami struktur dan pola perkembangan penelitian ekonomi syariah secara komprehensif. Banyak studi yang masih bersifat parsial, berfokus pada topik tertentu seperti perbankan syariah atau zakat, tanpa melihat keterkaitan antar tema secara lebih luas. Selain itu, distribusi kontribusi penulis, kolaborasi antar negara, serta perkembangan kata kunci penelitian belum sepenuhnya terpetakan secara Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk melakukan pemetaan literatur secara menyeluruh guna mengidentifikasi tren penelitian yang dominan serta potensi area penelitian yang masih terbuka (Donthu et al. , 2. Pendekatan bibliometrik menjadi metode yang relevan untuk digunakan. Analisis bibliometrik memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi perkembangan literatur secara kuantitatif dan visual, termasuk analisis co-authorship, citation, dan co-occurrence kata kunci. Dengan bantuan perangkat seperti VOSviewer, pola hubungan antar penulis, institusi, maupun tema penelitian dapat divisualisasikan secara lebih jelas. Pendekatan ini telah banyak digunakan dalam berbagai bidang ilmu untuk mengidentifikasi tren penelitian dan jaringan kolaborasi ilmiah (Donthu et al. , 2021. Eck & Waltman, 2. Periode waktu 2000 hingga 2026 merupakan rentang yang menarik untuk dikaji karena mencerminkan fase transformasi ekonomi syariah dari tahap perkembangan awal menuju fase maturitas. Pada awal tahun 2000-an, penelitian ekonomi syariah masih didominasi oleh kajian konseptual dan normatif. Namun, seiring berkembangnya industri keuangan syariah. Vol. No. April 2026, pp. A 317 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science penelitian mulai bergeser ke arah empiris dan aplikatif, termasuk analisis kinerja, stabilitas keuangan, serta integrasi dengan sistem keuangan global. Selain itu, munculnya isu-isu baru seperti fintech syariah, sustainability, dan ESG dalam perspektif Islam turut memperkaya literatur yang Meskipun terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi terkait ekonomi syariah, hingga saat ini belum terdapat pemetaan yang komprehensif mengenai tren perkembangan literatur ekonomi dan keuangan Islam secara global dalam periode panjang 2000Ae2026. Kurangnya analisis terintegrasi mengenai pola kolaborasi penulis, distribusi sitasi, serta perkembangan tema penelitian menyebabkan keterbatasan dalam memahami arah perkembangan disiplin ini secara sistematis. Oleh karena itu, diperlukan suatu kajian bibliometrik yang mampu mengidentifikasi struktur pengetahuan, tren utama, serta kesenjangan penelitian dalam bidang ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi ekonomi syariah dalam literatur ekonomi dan keuangan Islam selama periode 2000Ae2026 dengan menggunakan pendekatan bibliometrik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode bibliometrik untuk menganalisis tren publikasi dalam bidang ekonomi syariah selama periode 2000Ae2026. Pendekatan bibliometrik dipilih karena mampu memberikan gambaran sistematis mengenai perkembangan literatur ilmiah melalui analisis kuantitatif terhadap publikasi, sitasi, serta hubungan antar dokumen Metode ini juga memungkinkan identifikasi struktur pengetahuan, tren penelitian, serta pola kolaborasi antar peneliti dalam suatu bidang tertentu (Donthu et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini berfokus pada pemetaan ilmiah . cience mappin. untuk memahami dinamika perkembangan ekonomi dan keuangan Islam secara global. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari database Scopus sebagai salah satu basis data internasional yang memiliki cakupan luas dan kualitas indeksasi yang tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang relevan, seperti AuIslamic economicsAy. AuIslamic financeAy. AuSharia economicsAy, dan istilah terkait lainnya. Proses pencarian dibatasi pada dokumen yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2000 hingga 2026, dengan jenis dokumen berupa artikel jurnal, prosiding, dan review paper. Data yang diperoleh kemudian diekspor dalam format CSV yang mencakup informasi penting seperti judul, penulis, tahun publikasi, afiliasi, kata kunci, dan jumlah sitasi. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa data yang dianalisis bersifat representatif dan relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak VOSviewer yang dirancang khusus untuk analisis bibliometrik dan visualisasi jaringan ilmiah. Dalam penelitian ini, terdapat tiga jenis analisis utama yang digunakan, yaitu analisis co-authorship untuk mengidentifikasi pola kolaborasi antar penulis dan negara, analisis citation untuk mengukur pengaruh dan kontribusi ilmiah dari publikasi, serta analisis co-occurrence kata kunci untuk memetakan perkembangan tema Setiap analisis divisualisasikan dalam bentuk network visualization, overlay visualization, dan density visualization untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan antar elemen dalam literatur . an Eck & Waltman, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Co-Authorship Vol. No. April 2026, pp. A 318 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Analisis co-authorship dalam studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kolaborasi antar peneliti dalam bidang ekonomi syariah selama periode 2000Ae2026. Melalui pendekatan ini, dapat diketahui bagaimana jaringan kerja sama ilmiah terbentuk, siapa saja penulis yang berperan sebagai aktor kunci, serta sejauh mana tingkat kolaborasi antar individu, institusi, maupun negara. Visualisasi jaringan co-authorship memberikan gambaran mengenai struktur sosial dalam produksi pengetahuan, termasuk adanya klaster-klaster penelitian yang mencerminkan kelompok kolaboratif dengan fokus kajian tertentu. Visualisasi pada Level Penulis Visualisasi berikut menampilkan hasil analisis co-authorship dalam literatur ekonomi syariah menggunakan pendekatan jaringan berbasis VOSviewer. Peta ini menggambarkan hubungan kolaborasi antar penulis berdasarkan frekuensi publikasi bersama, di mana setiap node merepresentasikan penulis dan garis penghubung menunjukkan intensitas kerja sama. Selain itu, pengelompokan warna menunjukkan terbentuknya klaster kolaboratif yang mencerminkan komunitas penelitian dengan kedekatan topik atau jaringan akademik tertentu. Gambar 1. Visualisasi Penulis Sumber. Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa jaringan co-authorship dalam bidang ekonomi syariah masih terbagi ke dalam beberapa klaster yang relatif terpisah. Klaster berwarna biru yang berpusat pada Rusydiana Aam Slamet menunjukkan posisi sentral sebagai penghubung utama dalam jaringan kolaborasi, dengan keterkaitan ke beberapa penulis lain seperti Sukmana Raditya dan Napitupulu Rodame Monitorir. Hal ini mengindikasikan bahwa penulis tersebut memiliki peran signifikan dalam membangun jejaring akademik dan berkontribusi dalam memperluas kolaborasi lintas kelompok. Di sisi lain, klaster merah dan hijau tampak membentuk kelompok kolaborasi yang lebih terbatas dan cenderung bersifat internal. Vol. No. April 2026, pp. A 319 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Selain itu, tingkat kepadatan jaringan menunjukkan bahwa kolaborasi antar penulis dalam literatur ekonomi syariah masih belum sepenuhnya terintegrasi secara luas. Beberapa penulis seperti Athief Fauzul Hanif Noor. Furqani Hafas, dan Herianingrum Sri membentuk klaster tersendiri dengan konektivitas yang cukup kuat di dalam kelompoknya, namun memiliki keterbatasan hubungan dengan klaster lain. Hal ini mengindikasikan adanya fragmentasi dalam komunitas penelitian, di mana kolaborasi masih didominasi oleh kelompok kecil dibandingkan jaringan global yang terhubung luas. Kondisi ini membuka peluang bagi peningkatan kolaborasi lintas institusi dan negara guna memperkuat integrasi serta memperkaya perspektif dalam pengembangan studi ekonomi dan keuangan Islam. Visualisasi pada Level Institusi Visualisasi berikut menyajikan hasil analisis co-authorship pada tingkat institusi dalam penelitian ekonomi syariah yang diperoleh melalui pemetaan menggunakan VOSviewer. Peta jaringan ini menunjukkan hubungan kolaborasi antar lembaga akademik dan riset, di mana setiap node merepresentasikan institusi dan garis penghubung mencerminkan intensitas kerja sama dalam publikasi ilmiah. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktor institusional utama serta pola kolaborasi global dalam pengembangan literatur ekonomi dan keuangan Islam. Gambar 2. Visualisasi Institusi Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa jaringan kolaborasi antar institusi dalam bidang ekonomi syariah menunjukkan tingkat konektivitas yang cukup tinggi dan relatif Beberapa institusi seperti University of Munich. IZA Bonn. Chapman University, dan IFO Institute Munich tampak memiliki posisi strategis dalam jaringan, ditandai dengan banyaknya hubungan yang terjalin dengan institusi lain. Hal ini menunjukkan bahwa institusi-institusi tersebut berperan sebagai pusat kolaborasi internasional yang aktif dalam mendorong perkembangan Vol. No. April 2026, pp. A 320 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science penelitian ekonomi syariah, terutama melalui kerja sama lintas negara antara Eropa dan Amerika. Selain itu, keterlibatan institusi seperti University of Warwick. CAGE, dan CEPR di Inggris menunjukkan adanya kontribusi signifikan dari lembaga riset di kawasan Eropa dalam pengembangan literatur ini. Pola jaringan yang saling terhubung secara intensif mengindikasikan bahwa kolaborasi penelitian tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah berkembang menjadi jejaring global yang kuat. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya minat internasional terhadap ekonomi syariah serta membuka peluang untuk pengembangan riset yang lebih kolaboratif, multidisipliner, dan berbasis lintas wilayah guna memperkaya perspektif serta kualitas penelitian di masa Visualisasi pada Level Negara Visualisasi berikut menampilkan hasil analisis co-authorship berdasarkan negara dalam penelitian ekonomi syariah menggunakan pendekatan jaringan yang dihasilkan melalui VOSviewer. Setiap node merepresentasikan negara yang berkontribusi dalam publikasi ilmiah, sedangkan garis penghubung menunjukkan intensitas kolaborasi antar negara. Pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kerja sama internasional serta negara-negara yang memiliki peran dominan dalam pengembangan literatur ekonomi dan keuangan Islam. Gambar 3. Visualisasi Negara Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki posisi yang sangat sentral dalam jaringan kolaborasi global. Kedua negara ini berperan sebagai hub utama yang menghubungkan berbagai negara lain, baik di kawasan Asia maupun di luar kawasan tersebut. Indonesia tampak memiliki konektivitas yang luas dengan negara-negara seperti Malaysia. Bahrain. Turki, serta beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika seperti Nigeria. Sementara itu. Malaysia juga menunjukkan hubungan yang kuat dengan Pakistan. Jepang. Oman, dan Inggris. Hal ini Vol. No. April 2026, pp. A 321 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science mencerminkan bahwa kedua negara tersebut menjadi pusat pengembangan penelitian ekonomi syariah, terutama di kawasan Asia Tenggara. Di sisi lain, negara-negara seperti Amerika Serikat dan Turki membentuk klaster tersendiri dengan jaringan kolaborasi yang cukup kuat, terutama dengan negara-negara seperti Bangladesh dan beberapa negara Eropa. Inggris. Australia, dan Jerman juga terlihat berperan sebagai penghubung antara klaster Asia dan Barat, menunjukkan adanya integrasi lintas kawasan dalam penelitian ekonomi syariah. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa negara dengan konektivitas yang relatif terbatas, yang mengindikasikan bahwa kolaborasi global dalam bidang ini belum sepenuhnya merata. 2 Analisis Kutipan Analisis kutipan dilakukan untuk mengidentifikasi publikasi dan penulis yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan literatur ekonomi dan keuangan Islam. Tabel 1. Dokumen yang Paling Sering Dikutip Citations Authors and year (Sukmana, 2. (Zulkhibri, 2. (Mohammad & Shahwan, 2. (Alshater et al. , 2. (Becker et al. , 2. (Salma Sairally, 2. (Rehman et al. , 2. (Shinkafi & Ali, 2. (Ghlamallah et al. (Alam Choudhury. Source: Scopus, 2026 Title Critical assessment of Islamic endowment funds (Waq. lesson for government and future directions A synthesis of theoretical and empirical research on sukuk The objective of islamic economic and islamic banking in light of maqasid al-shariah: A critical review What do we know about zakat literature? A bibliometric review Religion in economic history: A survey Evaluating the corporate social performance of Islamic financial institutions: an empirical study Do corporate social responsibility disclosures improve financial performance? A perspective of the Islamic banking industry in Pakistan Contemporary Islamic economic studies on Maqasid ShariAoah: a systematic literature review The topics of Islamic economics and finance research Islamic venture capital: A critical examination Tabel 1 menunjukkan bahwa literatur ekonomi syariah yang paling sering dikutip didominasi oleh studi-studi yang bersifat konseptual, tinjauan literatur, dan sintesis teoritis, yang menandakan kuatnya fondasi normatif dan pemikiran dasar dalam perkembangan bidang ini. Artikel dengan sitasi tertinggi mengenai waqf mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap instrumen filantropi Islam sebagai bagian dari sistem ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, tingginya sitasi pada penelitian tentang sukuk (Zulkhibri, 2. serta maqasid al-shariah (Mohammad & Shahwan, 2013. Shinkafi & Ali, 2. menunjukkan bahwa instrumen keuangan dan kerangka tujuan syariah menjadi fokus utama dalam literatur. Kehadiran studi bibliometrik seperti (Alshater et al. , 2. dan (Ghlamallah et al. , 2. juga mengindikasikan adanya refleksi kritis terhadap perkembangan bidang ini. Sementara itu, topik corporate social responsibility (CSR) dan kinerja keuangan dalam konteks perbankan syariah menunjukkan pergeseran ke arah isu empiris dan keberlanjutan. Vol. No. April 2026, pp. A 322 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science 3 Analisis Keyword Co-Occurrence Analisis keyword co-occurrence digunakan untuk memetakan struktur konseptual dan tren topik penelitian dalam literatur ekonomi syariah. Dengan mengamati keterkaitan antar kata kunci yang sering muncul secara bersamaan, analisis ini mampu mengungkap tema-tema utama, hubungan antar konsep, serta evolusi fokus penelitian dalam periode yang diteliti. Hasil visualisasi co-occurrence juga menunjukkan klaster topik yang berkembang, sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika dan arah perkembangan riset dalam bidang ekonomi dan keuangan Islam. Visualisasi Jaringan Visualisasi berikut menampilkan hasil analisis keyword co-occurrence dalam literatur ekonomi syariah yang diperoleh melalui pemetaan menggunakan VOSviewer. Peta ini menggambarkan keterkaitan antar kata kunci yang sering muncul secara bersamaan dalam publikasi ilmiah, di mana ukuran node menunjukkan frekuensi kemunculan, sedangkan garis penghubung mencerminkan kekuatan hubungan antar konsep. Klaster warna yang terbentuk mengindikasikan kelompok tema penelitian yang saling berkaitan dan mencerminkan struktur konseptual dalam bidang ekonomi dan keuangan Islam. Gambar 4. Visualisasi Jaringan Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa kata kunci islamic finance dan islamic economics memiliki ukuran node terbesar dan posisi yang sangat sentral dalam jaringan. Hal ini menunjukkan bahwa kedua topik tersebut merupakan fokus utama dalam literatur ekonomi syariah dan menjadi fondasi utama dalam pengembangan penelitian. Keterkaitan yang kuat antara kedua konsep ini dengan berbagai kata kunci lain menandakan bahwa sebagian besar studi dalam bidang ini berpusat pada integrasi antara aspek teoritis ekonomi Islam dan praktik keuangan syariah. Vol. No. April 2026, pp. A 323 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Klaster berwarna merah menunjukkan fokus penelitian yang berkaitan dengan islamic economics, economic growth, waqf, dan sustainability. Hal ini mengindikasikan adanya perhatian yang semakin besar terhadap kontribusi ekonomi syariah dalam pembangunan ekonomi dan Topik seperti waqf dan pertumbuhan ekonomi menjadi bagian penting dalam diskursus mengenai bagaimana instrumen ekonomi Islam dapat digunakan untuk mendukung kesejahteraan sosial dan pembangunan berkelanjutan, terutama di negara berkembang. Sementara itu, klaster hijau menggambarkan hubungan antara economics, islamic finances, public finance, dan corporate governance. Klaster ini mencerminkan pendekatan yang lebih luas dan sistemik dalam melihat ekonomi syariah, termasuk bagaimana prinsip-prinsip syariah diintegrasikan dalam kebijakan publik dan tata kelola perusahaan. Kehadiran kata kunci seperti bibliometric dan content analysis juga menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap studi meta-analisis untuk memahami perkembangan literatur secara lebih komprehensif. Klaster biru dan kuning menunjukkan keterkaitan antara finance, banking, corporate social responsibility, serta financial stability. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian dalam bidang ekonomi syariah juga banyak berfokus pada aspek operasional dan kinerja sektor keuangan, termasuk bagaimana lembaga keuangan syariah berkontribusi terhadap stabilitas sistem keuangan dan tanggung jawab Topik CSR dalam konteks Islam menjadi penting karena mencerminkan nilai-nilai etika yang melekat dalam sistem ekonomi syariah. Visualisasi Overlay Visualisasi berikut menampilkan overlay visualization dari analisis keyword co-occurrence dalam literatur ekonomi syariah. Berbeda dari peta jaringan biasa, visualisasi ini tidak hanya menunjukkan keterkaitan antar kata kunci, tetapi juga memperlihatkan perkembangan temporal topik penelitian berdasarkan gradasi warna. Warna yang lebih gelap menunjukkan topik yang lebih awal muncul dalam literatur, sedangkan warna hijau hingga kuning menunjukkan topik yang lebih baru dan semakin banyak mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Gambar 5. Visualisasi Overlay Sumber: Data Diolah Vol. No. April 2026, pp. A 324 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Berdasarkan visualisasi tersebut, kata kunci seperti islamic finance, finance, economics, islam, banking, dan financial stability cenderung berada pada spektrum warna lebih gelap. Hal ini menunjukkan bahwa topik-topik tersebut merupakan tema awal yang menjadi fondasi utama dalam perkembangan literatur ekonomi syariah. Fokus awal penelitian tampak banyak diarahkan pada hubungan antara keuangan Islam, sistem perbankan, stabilitas keuangan, serta dasar-dasar ekonomi Islam sebagai kerangka konseptual utama. Seiring waktu, perhatian penelitian mulai bergeser ke tema yang lebih aplikatif dan multidimensional, seperti zakat, waqf, economic development, developing countries, sustainability, dan islamic banking. Warna hijau pada beberapa kata kunci tersebut menunjukkan bahwa literatur ekonomi syariah semakin berkembang ke arah pembahasan mengenai kontribusi instrumen keuangan Islam terhadap pembangunan, kesejahteraan sosial, dan Pergeseran ini memperlihatkan bahwa ekonomi syariah tidak hanya dipahami sebagai sistem keuangan, tetapi juga sebagai pendekatan pembangunan ekonomi yang memiliki dimensi sosial. Topik-topik yang berwarna kuning seperti bibliometric, content analysis, microfinance, dan islamic accounting menunjukkan kecenderungan penelitian yang lebih baru. Hal ini mengindikasikan meningkatnya minat akademik terhadap studi pemetaan literatur, evaluasi konseptual, serta perluasan kajian ekonomi syariah ke bidang akuntansi, pembiayaan mikro, dan Visualisasi Densitas Visualisasi berikut menampilkan density visualization dari analisis keyword co-occurrence dalam literatur ekonomi syariah menggunakan VOSviewer. Peta ini menunjukkan tingkat kepadatan kemunculan dan keterkaitan kata kunci dalam penelitian, di mana warna yang lebih terang . menunjukkan area dengan konsentrasi tinggi, sedangkan warna yang lebih gelap menunjukkan area dengan intensitas yang lebih rendah. Visualisasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tema-tema penelitian yang paling dominan dan sering dikaji dalam bidang ekonomi dan keuangan Islam. Gambar 6. Visualisasi Densitas Sumber: Data Diolah Vol. No. April 2026, pp. A 325 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa area dengan kepadatan tertinggi berpusat pada kata kunci islamic finance dan islamic economics, yang ditandai dengan warna kuning terang. Hal ini menunjukkan bahwa kedua topik tersebut merupakan fokus utama dalam literatur dan memiliki frekuensi kemunculan serta keterkaitan yang paling tinggi dibandingkan dengan kata kunci lainnya. Selain itu, kata kunci seperti finance, sustainable development, dan economics juga berada pada area dengan kepadatan tinggi, yang mengindikasikan bahwa penelitian dalam ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada aspek keuangan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi dan isu keberlanjutan. Di sisi lain, kata kunci yang berada pada area dengan kepadatan lebih rendah seperti islam, economic theory, corporate social responsibility, dan ethics menunjukkan bahwa topik-topik tersebut relatif kurang dominan dalam literatur atau memiliki keterkaitan yang lebih terbatas dengan tema utama. Meskipun demikian, keberadaan kata kunci tersebut tetap penting karena mencerminkan dimensi nilai, etika, dan teori yang menjadi dasar dalam ekonomi syariah. Pembahasan Hasil studi ini menunjukkan bahwa perkembangan literatur ekonomi syariah selama periode 2000Ae2026 mengalami pertumbuhan yang signifikan baik dari sisi kuantitas maupun kompleksitas tema penelitian. Analisis co-authorship mengindikasikan bahwa kolaborasi ilmiah masih cenderung terfragmentasi pada tingkat individu, namun mulai menunjukkan integrasi yang lebih kuat pada tingkat institusi dan negara. Negara seperti Indonesia dan Malaysia berperan sebagai pusat kolaborasi utama, yang tidak hanya mencerminkan dominasi jumlah publikasi, tetapi juga kontribusi strategis dalam menghubungkan jaringan penelitian global. Di sisi lain, keterlibatan institusi dari Eropa dan Amerika menunjukkan bahwa ekonomi syariah telah berkembang menjadi bidang studi yang bersifat internasional dan lintas kawasan. Dari perspektif analisis kutipan, hasil penelitian menegaskan bahwa literatur ekonomi syariah masih sangat dipengaruhi oleh karya-karya konseptual dan tinjauan literatur yang membahas prinsip dasar seperti maqasid al-shariah, sukuk, zakat, dan waqf. Tingginya tingkat sitasi pada studi-studi tersebut menunjukkan bahwa fondasi teoritis masih menjadi rujukan utama dalam pengembangan penelitian. Namun demikian, mulai terlihat adanya pergeseran menuju penelitian empiris, khususnya yang berkaitan dengan corporate social responsibility (CSR), kinerja keuangan, dan kontribusi ekonomi syariah terhadap pembangunan. Hal ini menunjukkan bahwa bidang ini sedang bergerak dari tahap konseptual menuju tahap aplikatif dan berbasis data. Analisis keyword co-occurrence memperlihatkan bahwa struktur konseptual penelitian ekonomi syariah bersifat multidimensional, dengan keterkaitan yang kuat antara tema keuangan Islam, ekonomi Islam, dan pembangunan berkelanjutan. Kata kunci seperti islamic finance dan islamic economics menjadi pusat jaringan yang menghubungkan berbagai topik lain, seperti sustainability, economic growth, dan developing countries. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ekonomi syariah tidak lagi terbatas pada aspek normatif, tetapi telah berkembang menjadi alat analisis untuk menjawab isu-isu global seperti ketimpangan ekonomi dan keberlanjutan Hasil overlay visualization menunjukkan adanya dinamika temporal dalam perkembangan topik penelitian. Pada fase awal, penelitian lebih berfokus pada aspek dasar seperti perbankan syariah, stabilitas keuangan, dan teori ekonomi Islam. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perhatian penelitian bergeser ke arah topik yang lebih kontemporer seperti microfinance. Vol. No. April 2026, pp. A 326 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science sustainability, bibliometric analysis, dan islamic accounting. Pergeseran ini mencerminkan adaptasi bidang ekonomi syariah terhadap perkembangan global, termasuk tuntutan akan transparansi, akuntabilitas, serta integrasi dengan isu keberlanjutan dan inklusi keuangan. Hasil density visualization menegaskan bahwa penelitian ekonomi syariah saat ini terkonsentrasi pada integrasi antara keuangan Islam dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa area yang belum banyak dieksplorasi secara mendalam, seperti digitalisasi keuangan syariah, fintech berbasis syariah, serta integrasi teknologi dalam sistem ekonomi Islam. Oleh karena itu, penelitian di masa depan perlu mengarah pada pengembangan topik-topik emerging tersebut dengan pendekatan yang lebih interdisipliner dan berbasis empiris, sehingga dapat meningkatkan relevansi dan kontribusi ekonomi syariah dalam menghadapi tantangan ekonomi global. KESIMPULAN Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa literatur ekonomi syariah mengalami perkembangan yang signifikan dan semakin kompleks selama periode 2000Ae2026, ditandai dengan meningkatnya kolaborasi internasional, dominasi karya-karya konseptual sebagai fondasi keilmuan, serta pergeseran menuju penelitian yang lebih empiris dan aplikatif. Struktur intelektual bidang ini berpusat pada integrasi antara islamic finance dan islamic economics yang berkembang ke arah isu pembangunan berkelanjutan, tanggung jawab sosial, dan pertumbuhan ekonomi. Meskipun jaringan penelitian global mulai terintegrasi, masih terdapat fragmentasi kolaborasi dan ketimpangan kontribusi antar negara. Selain itu, peluang pengembangan penelitian masih terbuka luas, terutama pada topik emerging seperti fintech syariah, digitalisasi, dan inklusi keuangan berbasis syariah, sehingga diharapkan dapat memperkuat kontribusi ekonomi syariah dalam menjawab tantangan ekonomi global yang semakin dinamis. DAFTAR PUSTAKA