Jurnal An-Nahdla. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . MANAJEMEN PONDOK PESANTREN DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA SANTRI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QURAoAN SABILILLAH SENDANGSARI GARUNG Umi Rosidah1. Irega Gelly Gera2. Nur Innayah Ganjarjati3 1,2,3 STIT Tunas Bangsa Banjarnegara e-mail : irega. gera@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen Pondok Pesantren dalam pengembangan keterampilan wirausaha santri di Pondok Pesantren Tahfudzul QurAoan Sendangsari Garung. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. dan bersifat kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan Sabilillah Sendangsari Garung. Sumber data yang digunakan meliputi data primer yaitu hasil wawancara pimpinan Pondok Pesantren, santri, pengurus Pondok Pesantren, pembina kegiatan, dan alumni. Data sekunder diperoleh dari dokumentasi, foto kegiatan, arsip, profil pondok pesantren, dan catatan Pondok Pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan Sabilillah Sendangsari Garung menerapkan manajemen Pondok Pesantren dengan sistem manajemen perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengendalian. Dalam kegiatan wirausaha santri Pondok Pesantren juga menerapkan sistem manajemen yang sama, namun dalam pengorganisasian masih belum maksimal, hal ini disebabkan oleh adanya krisis kepengurusan dan terfokus pada pembangunan fisik Pondok Pesantren. Selain itu. Pengarahan oleh pengasuh dan pembina wirausaha masih kurang karena tidak rutin dan sekedar menanyakan masalah yang dihadapi santri. Faktor yang mendukung wirausaha santri yaitu sumber daya manusia, motivasi, dan fasilitas. Sedangkan faktor penghambatnya adalah emosi santri, pengorganisasian, kurang modal dan tempat. Upaya untuk peningkatan wirausaha diantaranya dengan perbaikan manajemen, pemenuhan sarana prasarana, dan menjalin kerjasama dengan pihak eksternal. Kata Kunci: Manajemen. Keterampilan Wirausaha. Pondok Pesantren Abstract The aim of this research is to understand the implementation of Islamic boarding school management in developing the entrepreneurial skills of students at the Tahfidzul QurAoan Islamic Boarding School in Sendangsari Garung. This study is field research with a qualitative descriptive approach. The research was conducted at the Tahfidzul QurAoan Sabilillah Islamic Boarding School in Sendangsari Garung. The data sources include primary data obtained from interviews with the boarding school leaders, students, administrators, activity supervisors, and alumni, and secondary data collected from documentation, activity photos, archives, the boarding school profile, and records. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The validity of the data was ensured using triangulation. Data analysis techniques involve data collection, data reduction, and data The findings indicate that the Tahfidzul QurAoan Sabilillah Islamic Boarding School applies management systems consisting of planning, organizing, directing, and controlling. The same management system is applied in the studentsAo entrepreneurial activities. however, the organizing aspect has not been optimal due to a management crisis and a primary focus on physical development projects at the school. Additionally, the guidance provided by mentors and supervisors in Jurnal An-Nahdla. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . entrepreneurship is limited as it is neither regular nor comprehensive, often restricted to addressing specific problems faced by students. The supporting factors for student entrepreneurship include human resources, motivation, and facilities. Conversely, the inhibiting factors are studentsAo emotional challenges, organizational issues, lack of capital, and inadequate space. Efforts to improve entrepreneurship include enhancing management practices, meeting infrastructure needs, and establishing collaborations with external parties. Keywords: Management. Entrepreneurial Skills. Islamic Boarding School PENDAHULUAN Jumlah Kegiatan berwirausaha merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan guna mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia. Semangat dan keterampilan wirausaha akan memperkaya dan memberdayakan setiap orang untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan bukan menjadi pencari pekerjaan. Semangat wirausaha perlu ditanamkan pada diri generasi muda Indonesia agar menghasilkan banyak wirausahawan di masa yang akan datang. Wirausaha akan menjadi bentuk pembangunan yang mampu mensejahterakan masyarakat dengan dibukanya suatu lapangan Kewirausahaan dapat ditanamkan melalui pendidikan formal maupun nonformal. Dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang. Pendidikan non formal merupkan jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Kewirausahaan dalam pendidikan formal biasanya dilaksanakan di sekolah formal, sedangkan kewirausahaan dalam pendidikan nonformal biasanya dilaksanakan dalam pendidikan non formal seperti pondok pesantren. Menurut Halim (Kompri, 2018:. pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan ilmu keislaman, dipimpin oleh kiai sebagai pemangku pondok pesantren dan dibantu oleh guru/ustadz yang mengajarkan ilmu-ilmu keislaman kepada santri, melalui metode dan teknik yang khas. Kompri . menyatakan bahwa Pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan islam dimana para santrinya tinggal di pondok yang dipimpin oleh kiyai. Para santri tersebut mempelajari, memahami dan mendalami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama islam dengan menekankan pada pentingnya moral agama islam sebagai pedoman perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan wirausaha dapat dilakukan dengan memproduksi kebutuhan konsumen sekitar maupun menawarkan jasa. Kewirausahaan di pondok pesantren dapat menjawab tantangan masyarakat yang memandang sebelah mata para santri dalam kegiatan duniawi. Dengan adanya kegiatan wirausaha menjadikan pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang baik untuk mengembangkan sumber daya manusia, karena turut andil dalam menciptakan generasi muda yang mempunyai kemampuan spiritual dan intelektual yang baik sehingga mampu bersaing di dunia modern. Penataan kegiatan wirausaha pada pondok pesantren dilakukan melalui sistem yang disebut manajemen pondok pesantren. Manajemen pondok pesantren adalah proses penataan dan pengelolaan lembaga pendidikan pesantren yang melibatkan sumber daya manusia dan non manusia dalam menggerakkan pencapaian tujuan pendidikan pesantren secara efektif dan efisien (Kompri, 2018:. Manajemen pondok pesantren merupakan suatu strategi yang dilakukan pesantren dalam rangka menyusun sistematika pembaharuan di pesantren. Pondok pesantren yang menerapkan manajemen dengan baik akan lebih mudah dalam pencapaian tujuan yang telah dibuat sebelumnya. Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan Jurnal An-Nahdla. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . Sabilillah selanjutnya disingkat PPTQ Sabilillah merupakan pondok pesantren yang berdiri pada tahun 1998 dibawah pimpinan kyai Rubiyanto dan tergolong pondok pesantren modern karena selain mempelajari ilmu agama juga mempelajari tentang ilmu umum. Manajemen di PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung dilakukan dalam beberapa aspek. Proses pelaksanaan manajemen diterapkan dalam rangka meningkatkan kualitas santri di PPTQ Sabilillah. Dalam peningkatan kualitas santri selain pelajaran umum dan keagamaan santri juga dibekali skill atau keterampilan sesuai kebutuhan Skill atau keterampilan dilakukan dengan berbagai strategi, salah satunya dengan pelatihan Berdasarkan observasi awal pada tanggal 11 Maret 2021 ditemukan fakta bahwa kegiatan wirausaha di PPTQ Sabilillah kurang berkembang. Keterbatasan sarana prasarana pondok pesantren menjadi salah satu faktor penghambat berkembangnya kegiatan wirausaha. Selain itu pengasuh pondok pesantren lebih menitikberatkan pada pencapaian ilmu keagamaan santri, ruang gerak yang diberikan kepada santri putri juga sangat terbatas sehingga untuk mengembangkan kewirausahaan santri putri cukup sulit. Dalam pengelolaan kegiatan wirausaha juga belum terdapat struktur organisasi yang jelas. Penelitian Widodo dan Nugroho . menyebutkan bahwa pondok pesantren dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan wirausaha memberikan gambaran bahwa pondok pesantren mampu menjadi agen pembangunan yang baik bagi santri maupun masyarakat sekitar. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam mengenai manajemen yang dilakukan oleh pimpinan dan pengurus pondok dalam mengembangkan keterampilan wirausaha santri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen dalam pengembangan keterampilan wirausaha di Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan Sabilillah Sendangsari Garung. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Penelitian ini bertempat di Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan Sabilillah Sendangsari kecamatan Garung, kabupaten Wonosobo, provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2021. Dalam penelitian ini informan yang diteliti untuk mendapatkan data primer adalah, pimpinan pondok pesantren, santri yang mengikuti keterampilan wirausaha, pengurus sebagai pengawas dan penyelenggara kegiatan, pembina kegiatan, alumni Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan Sabilillah Sendangsari. Dalam penelitian metode yang digunakan dalam pengumpulan data sebagai berikut, observasi, wawancara, dokumentasi. Keabsahan data yang dipakai peneliti menggunakan cara Triangulasi menurut Ibrahimdapat dimaknai sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data penelitian dengan cara membanding-bandingkan antara sumber, teori, maupun metode/teknik penelitian (Aeni, 2020:. Langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam analisis data adalah sebagai berikut pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi . HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Manajemen Dalam Pengembangan Keterampilan Wirausaha Di Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan Sabilillah Sendangsari Garung Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan terdapat temuan bahwa selain menyelenggarakan pendidikan agama PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung juga menyelenggarakan Jurnal An-Nahdla. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . pendidikan formal yaitu Madrasah Aliyah (MA), dengan demikian PPTQ Sabilillah termasuk dalam Pondok Pesantren Khalafiyah. Hal tersebut sesuai dengan teori Kompri . 8:38-. yang menyatakan bahwa Pondok Pesantren Khalafiyah (AoAshriya. Khalaf artinya kemudian atau belakangan, sedangkan ashri berarti sekarang atau modern. Pondok Pesantren khalafiyah adalah Pondok Pesantren yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan dengan pendekatan pendidikan modern, melalui satuan formal, baik madrasah (MI. MTs. MA atau MAK) maupun sekolah (SD. SMP. SMA dan SMK) atau nama lainya. Penerapan manajemen di PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung terdiri dari aspek pendidikan, aspek ekonomi, aspek kaderisasi, aspek hubungan kerja, dan lain sebagainya. Dalam hal ini PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung menerapkan unsur-unsur manajemen sesuai dengan teori Abdurrahman . 3:56-. yang mengatakan bahwa manajemen terdiri dari perencanaan . , pengorganisasian . , pengarahan . , serta pengendalian . Manajemen Program Kewirausahaan PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung Keberhasilan suatu lembaga pendidikan termasuk pesantren tidak lepas dari penerapan sistem manajemen yang baik. PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung dalam manajemennya baik keseluruhan secara umum maupun secara khusus dibidang kewirausahaan menerapkan sistem manajemen perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Hal ini sesuai dengan teori Kompri . yaitu manajemen adalah prorses perencanaan . , pengorganisasian . , pengarahan . , serta pengendalian . kegiatan anggota organisasi dan kegiatan penggunaan sumber-sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan Pertukangan PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung dalam pelaksanaan wirausaha pertukangan tidak ada kelas khusus. Santri junior belajar langsung dengan santri senior terutama yang pernah mengikuti pelatihan pertukangan di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonosobo. Pada awalnya kegiatan wirausaha pertukangan hanya untuk memproduksi kebutuhan internal Pondok saja. Namun banyaknya permintaan dari luar mendorong pihak Pondok Pesantren untuk menerima pesanan dari pihak eksternal. Keuntungan dari kegiatan wirausaha pertukangan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pertukangan seperti pemenuhan bahan, perlengkapan dan perawatan peralatan. Sebagaiamana manajemen pada umumnya, kegiatan wirausaha pertukangan PPTQ Sabilillah berusaha menerapkan fungsi dari manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan serta pengendalian untuk mengelola sumber daya agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Hal tersebut sejalan dengan teori Griffin . AuManajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran . secara efektif dan efisienAy (Ananda dan Banuera 2017:. Tata Boga (Kanti. Wirausaha tata boga PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung dilatarbelakangi oleh sekelompok santri putri yang termotivasi oleh produktivitas wirausaha santri putra. Pengelolaan kegiatan wirausaha tata boga tidak jauh berbeda dengan pengelolaan kegiatan wirausaha pertukangan. Tidak ada kelas khusus sehingga santri junior belajar langsung kepada santri senior dengan arahan-arahan dari pengurus guna mempermudah pencapaian tujuan. Dalam pengolahan wirausaha tata boga santri menggunakan modal berasal dari uang pribadi Jurnal An-Nahdla. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . Keuntungan dari wirausaha tata boga digunakan untuk kepentingan bersama seperti membeli peralatan kebersihan kamar, dan untuk diputarkan kembali sebagai modal. Pelaksanaan tata boga menerapkan fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Hal ini sesuai dengan teori G. Terry dalam jurnal Sagala . 5:22:. yaitu manajemen adalah suatu proses satu kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang kearah tujuan-tujuan organisasi atau maksud-maksud yang nyata. Perencanaan Manajemen Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan (PPTQ) Sabilillah Sendangsari Garung dalam Mengembangkan Keterampilan Wirausaha Santri Perencanaan PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung secara keseluruhan dilakukan dalam rapat bulanan. Namun dalam pelaksanaan kegiatan wirausaha santri perencanaan dilakukan sebelum kegiatan produksi di mulai melalui breafing. Rapat bulanan membahas mengenai struktural kegiatan dan evaluasi kegiatan selama satu bulan. Sedangkan rapat kecil atau breafing dilakukan untuk membahas mengenai anggaran biaya, apa yang akan dibuat, serta bagaimana sistem kerjanya. Perencanaan melibatkan pengurus dan santri. Perencanaan dilakukan guna memperjelas apa yang akan diproduksi, apa yang perlu disiapkan, serta apa yang harus dilakukan agar kegiatan produksi berhasil sesuai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan temuan di atas terlihat bahwa perencanaan di Pondok Pesantren sesuai dengan teori Abdurrahman . yaitu suatu proses untuk menentukan visi, misi, tujuan dan sasaran yang hendak dicapai pada masa yang akan datang. Selain itu, juga sejalan dengan teori Hafidhudin dan Tanjung . dalam Abdurrahman . bahwa AuPerencanaan adalah kegiatan awal dalam sebuah pekerjaan dalam bentuk memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan itu agar mendapat hasil yang optimalAy. Perencaan sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan wirausaha Pondok Pesantren agar dapat berjalan sesuai tujuan. Dengan adanya perencanaan yang jelas maka Pondok Pesantren akan berjalan lebih terarah. Hal ini sesuai dengan teori Sule. OT, dan Syaifullah, k. yang mengemukakan bahwa sebuah perencanaan harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu faktual dan realistis yang berarti rumusan sesuai dengan fakta dan wajar untuk dicapai dalam kondisi Logis dan rasional yaitu perumusan dapat diterima akal. fleksibel tidak kaku sesuai dengan perubahan yang terjadi. komitmen yaitu dapat dibangun dan melahirkan komitmen terhadap seluruh anggota untuk bersama-sama mewujudkan tujuan organisasi. serta komprehensif yang berarti menyeluruh. Sedangkan dalam artikel Lagi Belajar . /10/2. disebutkan bahwa perencanaan akan menjadi penting apabila setiap anggota organisasi mempunyai kesadaran diri yang tinggi tentang pentingnya perencanaan itu sendiri dalam membangun masa depan (Finan Iswati 2015:. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perencanaan sangat penting bagi kemajuan sebuah organisasi agar mempunyai arah dan tujuan yang jelas, namun menjadi tidak penting ketika anggota organisasi tidak mempunyai kesadaran diri yang tinggi tentang pentingnya perencanaan karena perencanaan yang sudah dibuat tidak akan dilaksanakan dengan baik. Pengorganisasian Manajemen Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan (PPTQ) Sabilillah Sendangsari Garung dalam Mengembangkan Keterampilan Wirausaha Santri Abdurrahman . menyatakan bahwa Aupengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang menggabungkan sumber daya manusia dan bahan melalui struktur formal dari tugas dan kewenanganAy. Berdasarkan pemaparan tersebut, dalam pengorganisasian PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung sudah sesuai, yaitu mempunyai struktur organisasi seperti lembaga Jurnal An-Nahdla. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . pada umumnya. Hal ini bertujuan agar tugas dan fungsi dari masing-masing bagian dapat berjalan dengan baik sehingga tidak terjadi tumpang tindih serta garis koordinasi jelas. Pendidikan formal seperti MA mempunyai struktur organisasi sendiri dalam menjalankan program kerjanya, begitupun dengan pendidikan nonformalnya. Pengorganisasian dilakukan untuk memperjelas tanggung jawab masing-masing individu. Dalam kegiatan wirausaha santri PPTQ Sabilillah pada awalnya memiliki struktur organisasi sebagaimana mestinya. Namun pada tahun ini mengalami krisis kepengurusan, hal ini disebabkan oleh banyaknya pengurus yang sudah selesai menempuh pendidikan dan memilih keluar . serta adanya pembangunan Pondok Pesantren sehingga lebih difokuskan pada pembangunan fisik Pondo Pesantren. Krisis kepengurusan menyebabkan beberapa permasalahan pada kegiatan wirausaha santri PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung, di antaranya banyak terjadi kontra karena tidak ada pemegang tanggung jawab yang jelas di wirausaha tata boga sehingga setiap individu menginginkan posisi yang sama . Sedangkan untuk wirausaha pertukangan mengalami kurang koorduinasi antara penanggungjawab dengan anggota. Dengan demikian dalam kegiatan wirausaha perlu disusun struktur organisasi untuk memperjelas tugas masing-masing individu dan bagian. Abdurrahman . struktur organisasi itu menggambarkan:. aktivitas kerja masing-masing unit dalam organisasi. hubungan di antara masing-masing unit aktivitas. jenis-jenis pekerjaan yang akan dilakukan oleh masing-masing kelompok. menentukan wewenang dan tanggung jawab masing-masing . memperjelas koordinasi antara masing-masing unit. Pengarahan dan Pengendalian Manajemen Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan (PPTQ) Sabilillah Sendangsari Garung dalam Mengembangkan Keterampilan Wirausaha Santri Pengarahan dan pengendalian kegiatan wirausaha PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung dilakukan oleh pembina dan pengasuh Pondok Pesantren dalam rangka melihat apakah kegiatan masih berjalan dengan baik atau tidak, apakah santri menemukan permasalahan atau tidak, serta pemberian motivasi agar kegiatan berjalan sesuai tujuan yang telah dibuat sebelumnya. Apabila terdapat masalah yang perlu diselesaikan maka diselesaikan secara bersama-sama. Pengarahan oleh pembina dan pengasuh dilakukan secara berkala namun tidak rutin. Dalam menghadapi permasalahan kegiatan wirausaha, pengasuh memberi kesempatan kepada santri untuk berusaha terlebih dahulu, apabila dirasa tidak menemukan solusi maka pengasuh akan melakukan Hal ini dimaksudkan agar jiwa berusaha anak akan semakin kuat sehingga terbentuk kader muda yang mandiri dan tidak mudah menyerah. Sedangkan pengarahan secara kontinu dilakukan oleh santri senior selama proses produksi berlangsung. Pengendalian dapat dilakukan secara formal melalui laporan pertanggungjawaban seperti laporan bulanan, triwulan, semester, maupun laporan tahunan. Pengendalian wirausaha pertukangan dilakukan melalui buku laporan kegiatan produksi kepada ketua pertukangan dan pembina untuk melihat hasil akhir semua proses kegiatan produksi santri apakah sesuai dengan biaya yang dianggarkan atau tidak. Sedangkan pengendalian wirausaha tata boga dilakukan dengan membuat rekapan bulanan yang di setorkan kepada pengawas atau Ibu Nyai selaku pengasuh untuk melihat apakah mengalami peningkatan atau penurunan untuk selanjutnya mendapat arahan-arahan. Berdasarkan hasil temuan di atas maka pengarahan dan pengendalian sesuai dengan teori Terry dikutip Abdurrahman . bahwa pengarahan sebagai mengintegrasikan usahausaha anggota atau kelompok sedemikian rupa sehingga tugas yang diberikan dapat diselesaikan sebagai pemenuhan tujuan kelompok. Selain itu juga sesuai dengan teori G. Terry dan L. Tue . bahwa pengendalian adalah standar proses penentuan segala sesuatu yang harus Jurnal An-Nahdla. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . dicapai, yaitu standar yang sedang dilakukan, meliputi pelaksanaan, menilai pelaksanaan, dan melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga sesuai standar (Abdurrahman 2013:. Temuan di atas juga sejalan dengan teori Robbins dan Coulter . yang mengemukakan Aubahwa yang dikendalikan dan dinilai adalah kinerja organisasi. Kinerja organisasi adalah hasil akhir semua proses kegiatan organisaiAy (Abdurrahman 2013:. Pengarahan dan pengendalian dalam kegiatan wirausaha santri mempunyai tujuan sama yaitu dalam rangka evaluasi menuju perbaikanperbaikan. PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung mampu mempertahankan eksistensinya selama 23 tahun serta mengalami perkembangan setiap tahun khususnya dari segi pembangunan, banyaknya cabang Pondok Pesantren yang tersebar di berbagai wilayah serta pengembangan Pembangunan dengan mengadakan asrama putri, tempat wirausaha kayu, menjahit, bangunan bengkel dan toko, serta melakukan renovasi masjid Pondok. Hampir semua kegiatan pembangunan berasal dari dana swadaya serta di bangun murni oleh santri putra PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung. Pengembangan keilmuan dengan menambahkan program tambahan Otomotif, dalam hal ini pelaksanaan masih menunggu gedung selesai di bangun. Selain itu, pesantren juga mendirikan PUSKESTREN (Pusat Kesehatan Pesantre. yang bekerjasama dengan dinas kesehatan Puskesmas Kecamatan Garung sebagai upaya pelatihan pertolongan pertama Pada kecelakaan di lingkungan pesantren sebelum selanjutnya di rujuk ke Puskesmas terdekat. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat dalam Mengembangkan Keterampilan Wirausaha Santri Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan (PPTQ) Sabilillah Sendangsari Garung Kegiatan wirausaha santri PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung telah berjalan kurang lebih selama 4 tahun. Dalam perjalanannya tidak terlepas dari beberapa faktor yang mendukung serta menghambat kegiatan. Di antara faktor pendukung dan penghambat kegiatan wirausaha santri PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung adalah sebagai berikut: Faktor Pendukung Kegiatan kewirausahaan santri PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung berjalan sejak Dalam perjalanannya kegiatan wirausaha selalu mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya permintaan dari konsumen luar pondok khususnya di bidang pertukangan, serta adanya pembangunan gedung koperasi . alam prose. sebagai pusat kebutuhan santri. Perkembangan kegiatan wirausaha tidak terlepas dari adanya faktor pendukung sebagai berikut: Sumber Daya Manusia dan Motivasi Sumber daya manusia yaitu keinginan santri untuk belajar tinggi, para santri tidak menitikberatkan pada keuntungan finansial namun cenderung pada proses pendidikan yang mereka terima. Selain itu, motivasi dari Pondok Pesantren dan lingkungan sekitar yang mendukung adanya kegiatan wirausaha santri mendorong santri lebih giat dalam mengikuti kegiatan wirausaha. Hal ini sesuai dengan teori Abdurrahman . mengungkapkan bahwa Motivasi adalah sesuatu yang pokok, yang menjadi dorongan seseorang untuk Dengan demikian, sumber daya manusia dan motivasi dari pihak pondok merupakan hal yang penting untuk mendorong siswa dalam berwirausaha. Sarana dan Prasarana Fasilitas ataau sarana prasarana yang disediakan Pondok menjadi faktor utama dalam mendukung berjalannya kegiatan wirausaha, karena tanpa fasilitas seperti peralatan dan lain sebagainya kegiatan akan berhenti sampai di angan-angan saja. Dengan demikian sarana dan prasarana menjadi faktor pendorong dalam proses kegiatan wirausaha santri yang menjadi Jurnal An-Nahdla. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . bagian dari proses pendidikan. Hal ini sesuai dengan teori Ananda dan Banuera . yaitu sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki suatu lembaga pendidikan merupakan bagian dari upaya pencapaian tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pembelajaran secara khusus. Dengan demikian sarana dan prasarana merupakan elemen penting yang mendukung dan memfasilitasi seluruh rencana baik kegiatan wirausaha maupun pendidikan lainnya sehingga dapat dilaksanakan. Faktor Penghambat Penyelenggaraan program wirausaha di PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung tidak selalu berjalan mulus. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor penghambat sebagai berikut: Keadaan Hati (Emos. Santri Manusia mempunyai dua emosi yaitu emosi positif dan emosi negatif. Keadaan hati . santri yang berubah-ubah menjadi salah satu faktor penghambat kegiatan wirausaha. Ketika emosi santri kurang baik maka dalam kegiatan produksi baik pertukangan maupun tata boga akan kurang maksimal. Hal ini sejalan dengan teori dalam artikel Seneng Ilmu . /10/2. bahwa AuEmosi yang ada pada satu waktu memengaruhi kepuasan kerja, bersama dengan latar belakang emosi yang melingkupi peristiwa tersebutAy (Admin Seneng Ilmu:. Tidak ada Kelas Khusus Kegiatan wirausaha PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung dilakukan secara tercampur, artinya tidak ada pemisah antara santri yang sudah mahir dengan santri yang baru tahap belajar. Hal ini banyak menyebabkan kerusakan peralatan dan menghabiskan bahan. Banyaknya kerusakan bahan oleh anak tahap belajar menyebabkan kegiatan produksi mengalami kekurangan bahan. Dengan demikian pengorganisasian dibutuhkan untuk pengelompokkan santri agar kegiatan lebih jelas. Hal ini sesuai dengan teori Abdurrahman . bahwa pengorganisasian menggabungkan sumber daya manusia dan bahan melalui struktur formal dan tugas kewenangan. Kurangnya Sarana Dan Prasarana Beberapa faktor penghambat kegiatan wirausaha santri PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung di antaranya adalah kekurangan Modal. Kurangnya modal kegiatan menyebabkan sarana dan prasarana yang disediakan mengalami kekurangan seperti bahan dan peralatan sehingga menghambat pekerjaan. Selain itu belum adanya tempat khusus pertukangan menjadi faktor penghambat kegiatan wirausaha kayu karena harus berpindah-pindah menyesuaikan tempat yang tidak digunakan menyebabkan proses produksi kurang efektif dan efisien. Berdasarkan pemaparan di atas bahwa kegiatan kewirausahaan santri di PPTQ Sabililah Sendangsari Garung sebagai proses pendidikan dalam pelengkapan sarana dan prasarana masih kurang hal ini sesuai dengan teori Daryanto dalam Ananda dan Banuera . sarana adalah alat yang secara langsung mendukung tercapainya tujuan pendidikan seperti buku sedangkan prasarana adalah alat yang tidak secara langsung dapat mendukung tercapainya tujuan seperti tempat. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan di PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung dalam manajemen Pondok Pesantren menerapkan sistem manajemen perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengendalian. Sistem manajemen Jurnal An-Nahdla. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . tersebut diterapkan dalam beberapa aspek seperti aspek pendidikan, aspek kaderisasi, dan aspek Namun dalam pelaksanaan kegiatan wirausaha pengorganisasian belum berfungsi secara maksimal disebabkan adanya krisis kepengurusan dikarenakan banyak pengurus yang mukim serta Pondok Pesantren sedang fokus pada pembangunan. Selain pengorganisasian, pengarahan oleh pengasuh dan pembina kegiatan wirausaha dilakukan tidak rutin sehingga berlangsung kurang maksimal. Dalam kegiatan wirausaha santri PPTQ Sabilillah Sendangsari Garung terdapat faktor pendukung seperti semangat santri, motivasi pihak Pondok Pesantren, serta fasilitas yang disediakan oleh pondok pesantren. Selain faktor pendukung, terdapat juga beberapa faktor penghambat seperti keadaan hati . santri, tidak adanya pengelompokkan santri, kekurangan modal, bahan dan peralatan serta belum adanya tempat khusus di bidang wirausaha pertukangan sehingga harus berpindah-pindah. DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. Manajemen Bisnis Syariah & Kewirausahaan. Bandung: CV Pustaka Setia. Aeni. Manajemen Pondok Pesantren dalam Meningkatkan Keterampilan Dakwah Santri Darul Amanah Sukorejo Kendal. Repository Institut Agama Islam Negeri Salatiga Tahun 2020. Aji. , dkk. Keterampilan Wirausaha Untuk Keberhasilan Usaha (Versi elektroni. Jurnal of Business Management Education, 3 . , 111-112. Amri. Manajemen Kewirausahaann di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin 28 Purwasari Kota Metro. Repository Institut Agama Islam Negeri Metro Tahun 2020. Ananda Rusydi dkk. Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan. Medan: CV Widya Puspita Fauzia . 0, 05 Novembe. Indonesia Resesi Jumlah Pengangguran Naik jadi 9,77 Juta Orang. Kompas. Diperoleh 13 Maret 2021, dari https://amp. com/money/read/2020/11/05/141654326/indonesia- resesi-jumlahpengangguran-naik-jadi-977-juta-orang Hamzah. Siti N. Manajemen Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Kewirausahaan Berbasis Agrobisnis Studi Multi Kasusdi Pondok Pesantren Mukminin Mandiri Sidoarjo dan Pondok Pesantren Nurul Karomah Pamekasan Madura. Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Pemalang Tahun 2015. Harahap Nursapia. Penelitian Kualitatif. Medan: Wal ashri Publishing Kompri. Manajemen dan Kepemimpinan Pesantren. Jakarta: Prenadamedia Group Masitoh. Manajemen Kewirausahaan. Diperoleh Juni http://file. edu/Direktori/FIP/JUR. _KURIKULUM_DAN_TEK. _PENDIDIKAN/1948062 61980112 MASITOH/Manajemen_Kewirausahaan_2Dra. _Masitoh,_M. Pd. Mulyadi. Kewirausahaan Bertindak Kreatif dan Inovatif. Palembang: Rafah Press Qustulani, dkk. Pengembangan Manajemen Pondok Pesantren AlHasaniyah Rawalini Teluknaga. Tangerang. Tangerang: Psp Nusantara Press Rosmita . Optimalisasi Fungsi Manajemen dalam Pengembangan Pondomm Pesantren Miftahul Huda 08 Banjit Waykanan. Repository Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Tahun Sagala. Manajemen dan Kepemimpinan Pondok Pesantren (Versi elektroni. Jurnal Tarbiyah, . Diperoleh Maret Jurnal An-Nahdla. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . http://jurnaltarbiyah. id/index. php/tarbiyah/article/view/37/99 Admin Seneng Ilmu. Perilaku Organisasi Bab Emosi dan Suasana Hati. Diperoleh 24 Agustus 2021, dari https://senengilmu. com/2016/10/Perilaku-Organisasi-Bab-Emosi-DanSuasana-Hati. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Wahyuningsih. Penanaman Nilai-nilai Kewirausahaan di Pondok Miftahul Ulum Batang. Repository Universitas Negeri Semarang Tahun 2019. Wibisono. Riset Bisnis dan Panduan Bagi Praktisi dan Akademisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama