ISSN 1979-2794 e-ISSN: 2655-6634 THE INTERACTION AND RESEPTION OF THE QURAoAN PEOPLE AT SAMPUNG VILLAGE (LIVING STUDY OF THE QURAoAN AT SAMPUNG VILLAGE. SARANG. REMBANG DISTRICT) Lau Han Sein1 Lau. han@fai. Saichul Anam2 anamsaichul18@gmail. Universitas Singaperbangsa Karawang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Abstract This study aims to look at the interaction and reception of the Qur'an in the people of Sampung Rembang Village. This research is a qualitative research with inductive descriptive method. The qualitative research model is research that tries to analyze descriptive data in the form of writing and The inductive descriptive method aims to describe and analyze data to get an overview or description of the form of interaction and reception of the Koran in the people of Sampung Rembang Village. This research wants to emphasize the position of the Qur'an as the main book of the Islamic Ummah which can penetrate every layer of society with all kinds of various meanings. The approach used in this research is Karl Mannheim's sociology of meaning approach which focuses on three things, namely objective meaning, expression, and documentary. This research found at least two findings. First, there were various receptions of the Koran in Sampung Rembang Village. Second, the meanings raised in the reception include, . Objective meaning, this is shown from the variety of interactions and receptions produced due to tradition and religious factors, . Expressive meaning, that the people of Sampung Village feel and believe there is peace thanks to the blessings of the Qur'an, also as a form of request for all needs, . Documentary Meal is manifested in a form of contextualization that is visible from the cultural system and people's behavior. Keywords: The Reception. Al-QurAoan. Meaning. Sampung Village. Abstrak Penelitian ini bertujuan melihat interaksi dan resepsi Al-QurAoan masyarakat Desa Sampung Rembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif induktif. Model penelitian kualitatif merupakan penelitian yang mencoba menganalisis data deskriptif yangb berbentuk tulisan dan tuturan. Metode deskriptif induktif bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data untuk mendapatkan gambaran umum atau deskripsi tentang bentuk interaksi serta resepsi al-QurAoan Lau Han Sein. Saichul Anam. The Interaction and ReseptionA. masyarakat Desa Sampung Rembang. Penelitian ini ingin menegaskan posisi al-QurAoan sebagai buku induk Umat Islam bisa menembus tiap lapisan masyarakat dengan segala bentuk pemaknaan yang beragam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi makna Karl Mannheim yang berfokus pada tiga hal, yaitu makna objektif, ekspresi, dan dokumenter. Penelitian ini setidaknya menemukan dua temuan. Pertama ditemukan beragam resepsi Al-QurAoan di Desa Sampung Rembang. Kedua, makna-makna yang dimunculkan dalam resepsi tersebut antara lain, . Makna Objektif, hal ini ditunjukkan dari ragam interaksi dan resepsi dihasilkan karena faktor tradisi dan agama, . Makna Eskpresif, bahwa masyarakat desa sampung merasa dan meyakini ada sebuah kedamaian berkat berkah al-QurAoan, juga sebagai wujud permohanan segala hajat, . Makan Dokumenter diwujudkan dalam bentuk kontekualisasi yang terlihat dari sistem budaya dan perilaku masyarakat. Kata Kunci: Resepsi. Al-QurAoan. Makna. Desa Sampung. PENDAHULUAN Umat Islam menyakini al-QurAoan adalah KalAmullAh yang di dalamnya memiliki dua dimensi sekaligus, yaitu al-QurAoan sebagai kalam Allah dan Al-QurAoan sebagai petunjuk bagi manusia setelah ditransformasikan dalam bahasa manusia. Dimensi pertama alQuran bersifat Ilahyah yang kemudian menunjukkan akan kesakralan al-QurAoan dan yang kedua al-QurAoan bersifat InsAniyyah atau sisi kemanusiaan. 1 Dua dimesnsi al-QurAoan ini tercermin dari fungsi al-QurAoan sebagai petunjuk bagi manusia yang berisi ajaran tentang aqidah, norma-norma kehidupan, dan syariAoat. 2 Sehingga Posisi al-QurAoan bisa disebut menempati posisi penting bagi kehidupan umat muslim. Namun ketika Al-QurAoan hadir, dikonsumsi dan diresepsi oleh masyarakat, kiranya ia mengalami berbagai pemaknaan yang terimplementasikan dalam beragam praktik sesuai dengan pengetahuan dan ideoginya masing-masing. 3 Ragam resepsi tersebut terus diekspresikan dan menjadi tradisi tertentu sesuai motivasi yang dimilkinya. Motivasi tersebut bisa berupa ekspresi bacaan al-QurAoan yang bertujuan untuk mendapatkan M Yahya. Al-QurAoan dalam Kebduyaan Hikmah Pesantren: Pemaknaan. PerformasiDiskursif dan Produksi Kultural. Disetasi di UIN Sunankalijaga Yogyakarta, 2021, 1. Muhammad Quraish Shihab. Membumikan al-QurAan. Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan, 1. , 40. Yani Yuliani. AuTipologi Resepsi Al-QurAoan Dalam Tradisi Masyarakat Pedesaan: Studi Living QurAoan Di Desa Sukawana. Majalengka,Ay Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 6, 02 . : 324, https://doi. org/10. 30868/at. DimaSTIKa Vol. No. 02, 2024 pahala, sebagai petunjuk dalam kehidupan, ataupun sebagai alat justifikasi terhadap suatu 4 Kerberagaman interaksi antara masyarakat dengan Al-QurAoan, disimpulkan sebagai sesuatu yang lazim, mengingat Alquran diperuntukan sebagai hudan bagi manusia, sekaligus memiliki relevansi di berbagai situasi dan zaman. Selain diekspresikan dengan cara dibaca dan dikaji dan diimplementasikan ajaran moralnya. Al-QurAoan diresepsi sebagai obat, benda yang berkekuatan magic, juga diresepsikan secara estetis seperti kaligrafi dan lainnya. Tulisan ini merupakan sebuah kajian atas interaksi dan resepsi masyarakat muslim terhadap al-QurAoan. Masyaakat Muslim, khsusnya di Indonesia memilki berbagai pola dan cara yang dilakukan untuk bisa berinteraksi dengan al-QurAoan. Alasan mendasar dari argumentasi ini adalah masyarakat muslim di Indonesia seringkali melibatkan al-QurAoan dalam berbagai aspek kehidupan. Fenomena interaksi masyarakat dengan al-QurAoan ini pada realitasnya memiliki konsepsi yang variatif dan dinamis. Seperti yang terjadi pada komunitas-komunitas yang melibatkan a-QurAoan dalam praktiknya, atau keyakinan air barokah sebab dibacaan ayat-ayat al-QurAoan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan kajian living al-Qur`an. Living al-Qur`an dapat diartikan sebagai suatu fenomena yang hidup di tengah masyarakat muslim terkait dengan al-Qur`an. Hanya karena fenomena sosial ini muncul lantaran kehadiran alQur`an, maka kemudian diinisialkan kedalam wilayah studi al-Qur`an, yang terkait dengan kehadiran al-Qur`an atau keberadaan al-Qur`an disebuah komunitas muslim 7 Penelitian ini mengambil objek masyarakat desa Sampung Kabupaten Rembang terkait interaksi masyarakat dan al-QurAoan. Interaksi ini menjadi bentuk respon Ahmad Rofiq. AuPembacaan ayat atomistik terhadap al-QurAoan: Antara Penyimpangan dan FungsiAy. Jurnal Studi Al-QurAoan dan Hadis. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Vol. No. 1, (Januari 2. , 3. Yuliani. AuTipologi Resepsi Al-QurAoan Dalam Tradisi Masyarakat Pedesaan: Studi Living QurAoan Di Desa Sukawana. Majalengka. Ay Wahyudi Wahyudi. AuPEMAHAMAN JAMAAoAH SEMAAoAN AL-QURAoAN JANTIKO MANTAB TENTANG BANYU BAROKAH,Ay IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya 18, no. : 31Ae47, https://doi. org/10. 24090/ibda. Muhammad Mansyur. AuLiving Qur`an dalam Lintas Sejarah Studi Al-Qur`anAy, dalam Metodologi Penelitian Living Qur`an dan Hadis, ed. Sahiron Syamsuddin, (Yogyakarta: Teras, 2. Lau Han Sein. Saichul Anam. The Interaction and ReseptionA. sosial masyarakat Desa Sampung dalam menghidupkan al-QurAoan. Seperti diantaranya khataman al-QurAoan, tadarusan, yasinan bersama. TPQ anak-anak di mushola. TPQ lansia, al-QurAoan dibaca ketika ada acara-acara tertentu . ematian, pernikahan, kelahiran, ibu hami. , ayat al-Quran juga ditulis oleh sebagian masyarakat untuk dibuat menjaga rumah atau hanya sekedar hiasan dinding . METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi pengetahuan yang ditawarkan Karl Meinhein dengan menjadikan perilaku (Behavio. masyarakat Sampung sebagai sebuah objek kajian untuk bisa ditarik dan diketahui makna . atas perilaku dan praktik yang dilakukan. Adapun untuk mendapatkan data, penelitian ini menggunakan beberapa teknik, sepeti kajian lapangan (Observas. , wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Dalam proses analisis data, penelitian ini menggunakan tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk Interaksi dan Resepsi Masyarakat Terhadap Al-QurAoan Keberadaan al-QurAoan sebagai sebuah teks suci bagi umat Islam akan terus memiliki tempat khusus. Al-QurAoan akan terus beririsan dengan perilaku, tradisi, kepercayaan dan ritual-rutual umat Islam, khususnya di Indonesia. 9 Interaksi dan resepsi umat Islam dengan al-Qur`an bukan hanya sebab posisinya sebagai sebuah kitab saja, melainkan kitab yang benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari yang begitu terasa dan nyata. Kemudian dalam mewujudkan al-Qur`an dalam kehidupan sehari-hari itu juga sangat beraneka ragam, tergantung pemaknaan alQur`an yang diberikan itu sendiri sebagai Firman atau sabda Allah SubuAnahu wa Ta`AlA dan juga tidak lepas dari pemaknaan manusia mengenai Tuhan itu sendiri, mengenai Allah SubuAnahu wa Ta`AlA. Matthew B. Miles. Michael Huberman, dan Johny Saldana. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, . nited State Of America: SAGE: 2. , 12. Dadan Rusmana. Metode Penelitian Al-QurAoan dan Tafsir, 295. Heddy Shri Ahimsa-Putra. AuThe Living Al-QurAoan: Beberapa Perspektif Antropologi,Ay DimaSTIKa Vol. No. 02, 2024 Interaksi umat Islam dengan al-QurAoan ini setidaknya dapat dilihat dari empat aspek, yakni aspek Oral. Aural. Tulisan, dan Perilaku. Aspek Aural dan Oral merupakan perwujudan al-Quran sebagai sebuah teks yang tertransformasikan dalam bentuk suara yang metodik, terukur dan ritmis. Perwujudan al-QurAoan sebagaiman berikut menjadikan al-QurAoan dapat dipelajari, dipraktikan dalam waktu dan tempat tertentu. Seperti, khataman al-QurAoan, pembacaan ayat al-QurAoan dalam satu tradisi atau acara tertentu. Al-QurAoan sebagai metode pengobatab, pembacaan al-QurAoan sebagai wirid, dan interaksi lainya. Di sisi lain, al-Quran sebagai sebuah teks juga berkaitan dengan sesuatu yang bisa didengarkan (Aura. Melalui aspek ini al-QurAoan dapat dimanifistasikan dalam kehidupan sehari-hari. Aspek Aurality ini bukan hanya terdefiniskan sebagai sebuah suara yang didengar saja, tetapi juga sesuatu yang masuk kedalam hati dan mampu mempengaruhi perilaku pendengarnya yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Apek ketiga sebagai perwujudan interaksi umat islam dengan al-QurAoan adalah dalam wujud tulisan. Tulisan dalam bentuk kaligrafi ayat-ayat al-QurAoan merupakan bentuk resepsi umat Islam dengan al-QurAoan. Keberdaan kaligrafi sebagai wujud interaksi umat Islam dengan al-QurAoan sangat banyak ditemui, seperti kaligrafi yang ditempel di dinding rumah, baik sebagai hiasan atau dipercayai memilki nilai relegius tersendiri. Aspek terakhir adalah bentuk perilaku manusia terhadap alQurAoan. Perlakuan umat Islam pada al-QurAoan ini didorong adanya berbagai konsep yang mereka buat dan yakini berdasar pada asas kesucian al-QurAoan sebagai teks ilAhi. Sehingga al-Quran selalu mendapat perlakuan khusus sebagai upaya mensucikannya, seperti selalu menampatkan al-QurAoan dibagian atas tumpukan, tidak boleh tersentuh kaki, dan lainya. 11 Empat aspek ini yang kemudian menjadi tolak ukur dan identifikasi interaksi serta resepsi masyarakat Islam dalam kajian living, khususnya di Desa Sampung sebagai objek kajian. Walisongo: Jurnal Penelitian https://doi. org/10. 21580/ws. Ahimsa-Putra. Sosial Keagamaan . Lau Han Sein. Saichul Anam. The Interaction and ReseptionA. Aspek Interaksi dan Resepsi Masyarakat desa Sampung dengan AlQurAoan Setiap muslim mempunyai keyakinan bahwa ketika dirinya berinteraksi dengan al-Qur`an, maka hidupnya akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Seorang muslim berupaya untuk dapat membacanya dan memahami isinya serta mengamalkannya untuk mendapatkan petunjuk al-Qur`an, meskipun membacanya saja sudah dianggap sebagai ibadah. Pembacaan al-Qur`an menghasilkan pemahaman yang beragam sesuai kemampuan masing-masing, dan pemahaman tersebut melahirkan perilaku yang beragam pula sebagai tafsir al-Qur`an dalam praksis kehidupan, baik pada dataran teologis, filosofis, psikologis, maupun Apek Oral Membaca al-Qur`an di kalangan Muslim terkadang dilakukan sendiri-sendiri dan terkadang dilakukan bersama. Terdapat individu yang mengkhususkan membaca al-Qur`an pada waktu dan tempat-tempat tertentu, misalnya pada malam jumat. Ada juga kelompok yang membaca surat tertentu dalam al-Qur`an pada waktu-waktu tertentu, misalnya membaca surat YAsn pada malam jumat sehingga menjadi tradisi yasinan. Setiap muslim mempunyai keyakinan bahwa ketika dirinya berinteraksi dengan al-Qur`an, maka hidupnya akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan Seorang muslim berupaya untuk dapat membacanya dan memahami isinya serta mengamalkannya untuk mendapatkan petunjuk al-Qur`an, meskipun membacanya saja sudah dianggap sebagai ibadah. Pembacaan al-Qur`an menghasilkan pemahaman yang beragam sesuai kemampuan masing-masing, dan pemahaman tersebut melahirkan perilaku yang beragam pula sebagai tafsir al- Ahmad Atabik. AuThe Living QurAoan: PoTreT Budaya Tahfiz AL-QurAoan Di NusanTaraAy 8, 1 . : 161Ae78, https://doi. org/http://dx. org/10. 21043/jupe. Muhammad Chirzin. AuMengungkap Pengalaman Muslim Berinteraksi dengan Al-Qur`anAy, dalam Metodologi Penelitian Living Qur`an dan Hadis, ed. Sahiron Syamsuddin, (Yogyakarta: Teras, 2. , 14-15. DimaSTIKa Vol. No. 02, 2024 Qur`an dalam praksis kehidupan, baik pada dataran teologis, filosofis, psikologis, maupun kultural. Menurut sebagian masyarakat Desa Sampung. Al-QurAoan dijadikan sebuah wiridan atau bacaan rutin. Diantaranya Murtiningsih15 seorang ibu rumah tangga sekaligus pengajar di TPQ. Ia menuturkan al-QurAoan tidak bisa lepas dari setiap interaksi manusia, al-QurAoan sudah menjadi kebutuhan bagi setiap manusia yang ingin menemukan kebahagian di dunia dan akhirat. Murtiningsih beranggapan bahwa kebiasaan ketika di pondok pesantren sangat mempengaruhi ketika Ia tidak memiliki wirid yang aneh-aneh, hanya dengan al-QurAoan beliau beranggapan dapat memberikan ketenangan batin. Diantaranya membaca surat at-aha setiap malam selasa. Sedangkan ketika malam jumat beliau membaca surat al-kahfi setelah itu membaca surat yAsn. Setelah subuh beliau istiqomahkan membaca tujuh surat di dalam al-QurAoan, yang pertama itu membaca surat yAsn, yang kedua membaca surat al-fuilat, yang ketiga membaca surat ad-dukhan, yang keempat membaca surat ar-rahmAn, yang kelima membaca surat al-wAqiAoah, yang keenam itu membaca surat al-mulk, dan yang terakir itu membaca surat al-fatu. Dan beliau mewajibkan setiap harinya membaca lima juz. Kemudian Masduki juga menuturkan16 bahwa ketentraman hati bisa didapatkan dengan al-QurAoan. Hati seorang akan mati jika tidak pernah Beliau mengatakan minimal sehari itu harus membaca al-QurAoan walaupun hanya membaca satu ayat. Ia mempunyai wirid membaca surat al-fatu ayat 1-5 dan Surat Al-Taubah 128 yang dilakukan setelah Sholat Subuh, serta alSharu sekaligus surat al-Fl, ketika sampai lafad soAosOeEA ca AosososIac eIososos acA a A ea acI eO acN eIososos acac aAbeliau membacanya tiga kali setelah itu baru membaca ayat setelahnya. Mudirun salah seorang pengajar di madrasah dinniyah juga menuturkan bahwa al-QurAoan itu memilik banyak manfaat. Beliau meyakini bahwa setiap Atabik. AuThe Living QurAoan: PoTreT Budaya Tahfiz AL-QurAoan Di NusanTara. Ay Murtiningsih. Wawancara. Sampung 12 Mei 2022. Masduki. Wawancara. Sampung 12 Mei 2022 Lau Han Sein. Saichul Anam. The Interaction and ReseptionA. perkara yang diniati, insyaallah akan mendapatkan keberkahanya. Ia merutinkan setiap selesai salat maghrib untuk membaca surat YAsn, surat al-WAqiAoah, dan juga surat al-Mulk. Iaumemiliki ijazah dari gurunya di AsmA` al-aq untuk membaca surat al-Baqarah ayat 1-5, dan diteruskan dengan membaca ayat kursi. Amalan tersebut dapat dipakai untuk menjaga rumah dari barang-barang ghaib yang ingin masuk ke dalam rumah. Beliau juga diberi ijazah ketika istrinya hamil untuk membaca surat Ysuf dan surat Maryam ketika akan tidur malam. Alhamdulillah berkat keberkahan dari al-QurAoan putra-putri beliau sekarang cerdas-cerdas. Dan alhamdulillah semuanya sekarang menghafalkan al-QurAoan. Berbeda dengan Mudirun. Lina Novianti yang merupakan pelajar di tingkat SMA menuturkan. AuSaya mulai dari kecil sudah diajari mengaji di TPQ setiap sore. Jadi banyak pesan-pesan guru saya waktu itu yang saya amalkan sampai Diantaranya saya sering membaca surat al-wAqiAoah ketika setelah ashar. Menurut guru saya ketika kita membaca surat al-wAqiAoah setelah salat ashar, insyaallah rizki kita akan dijamin sampai keesokan Saya juga membaca surat yasin setelah salat magrib. Dan menurut guru saya ayat 10 surat yasin ketika dibaca berulang-ulang akan memudahkan setiap kesulitan kita. Ay17 Selain itu Dasirin yang merupakan mudin di Desa Sampung juga menuturkan bahwa di Desa Sampung, khusunya di bulan ramadhan banyak anakanak yang tadarus di masjid setelah salat tarawih bersama. Mereka membaca sesuai jadwalnya masing-masing, dan biasanya selesai sampai jam 10 malam. Kalau di bulan-bulan biasa, setiap malam jumAoat terdapat rutinan jamaah tahlil dan yAsn. Setiap minggu bergantian di mushola-mushola RT. Jamaahnya mulai dari anak-anak muda sampai orang tua. Toni yang merupakan salah satu pelatih pencak silat Pagar Nusa di Desa Sampung juga menjelaskan, dia mempunyai wirid setelah selesai salat lima waktu yaitu membaca surat al-ikulA sebelas kali setelah itu ditiupkan ke telapak tangan lalu itu diusapkan ke seluruh badan. Dia menjelaskan amalan itu didapat ketika Lina Novianti. Wawancara. Sampung 14 Mei 2022 DimaSTIKa Vol. No. 02, 2024 pengesahan warga Pagar Nusa, dan dia sudah mengistiqomahkan sampai Menghafal Al-QurAoan Fenomena menghafal al-Qur`an di lingkungan masyarakat muslim Indonesia merupakan aktifitas kelompok manusia yang meliputi cara berfikir, bekerjasama dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan masyarakat Desa Sampung yang memiliki latar belakang pesantren pasti memiliki hafalan al-QurAoan. Murtiningsih menjelaskan dirinya mulai menghafalkan al-QurAoan sejak berada di Pondok Pesantren Narukan. Dia menghafalkan awalnya karena lingkungan pada waktu itu banyak yang menghafalkan al-Qur`an. Akhirnya dia mulai menghafalkan al-QurAoan kepada Kiyai Nursalim. Setiap pagi para santri termasuk dirinya menyetorkan hafalan kepada Kiyai Nursalim. Minimal satu lembar harus disetorkan, dan tidak boleh berlanjut ke lembar berikutnya sebelum lembar sebelumnya selesai disetorkan. Dia berkeyakinan bahwa orang yang menghafalkan alQurAoan memiliki kelebihan dan keistimewaan tersendiri. Apalagi ketika alQurAoan tersebut dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dina yang merupakan salah satu santri di pondok pesantren juga menjelaskan bahwa dia mulai menghafalkan al-QurAoan sejak berada di rumah. Ketika masih di TPQ dia mulai menghafalkan al-QurAoan mulai dari suratsurat pendek. Selain di TPQ dia juga dibimbing oleh kedua orang tua ketika di rumah. Dikarenakan kedua orang tuanya berlatar belakang pondok pesantren jadi mereka menginginkan anak-anaknya untuk menghafalkan alQurAoan. Dia menjelaskan awal mula menghafalkan al-QurAoan karena dorongan dari kedua orang tua dan juga dia banyak mendengar motivasimotivasi dari guru ketika belajar mengaji di TPQ. Dina juga menjelaskan tentang cara menghafalkan al-QurAoan yang dia lakukan, diantaranya dia Toni. Wawancara. Sampung 14 Mei 2022. Murtiningsih. Wawancara. Sampung 12 Mei 2022. Lau Han Sein. Saichul Anam. The Interaction and ReseptionA. memulai setelah salat lima waktu. Biasanya kalau ayat yang mudah dia bisa menghafalkan lima sampai sepuluh ayat dalam sekali duduk. Dia tidak akan melanjutkan ke ayat berikutnya sebelum di setorkan kepada santri senior. Dina juga terus menjaganya dengan cara dibaca setiap kali dia ingat, baik itu ketika salat sunnah, maupun ketika beraktifitas lainya. Berbeda dengan Dina. Zahro yang merupakan putri dari Murtiningsih menjelaskan bahwa dia menghafalkan al-QurAoan karena termotivasi oleh ibu yang merupakan hafidzoh. Dia bertekad sebelum masuk ke Pondok Pesantren Narukan dirinya harus mempunyai hafalan terlebih dahulu. Dia berkeinginan menghafal al-QurAoan selain motivasi dari orang tua, dirinya juga meyakini orang yang menghafalkan al-QurAoan kelak di akhirat akan memberikan jubah dan mahkota kepada ke dua orang tuanya. Simaan Al-QurAoan Dzikrun, yang merupakan salah satu tokoh agama di Desa Sampung menjelaskan bahwa semua masyarakat Desa Sampung akan mengadakan kegiatan simaan al-QurAoan ketika mereka memilik hajat seperti pernikahan, dan walimah at-Tasmiyah. Dan juga ketika selapanan masyarakat Desa Sampung juga melakukan simaan al-QurAoan. Khataman Al-QurAoan Nurul Hakim, yang merupakan salah satu tokoh agama di Desa Sampung juga menjelaskan bahwa dia memanfaatkan media sosial untuk sarana kebaikan, diantaranya dia dan teman-teman pengajar di SMP Sarang memiliki perkumpulan di media sosial untuk mengadakan khataman alQurAoan. Setiap pengajar mendapatkan bagian minimal 1 juz. Jadi, dalam setiap hari mereka bisa mengkhatamkan al-QurAoan. Menurut Nurul Hakim, kegiatan tersebut memiliki manfaat tersendiri, diantaranya untuk menjaga Dina. Wawancara. Sampung 14 Mei 2022. Zahro. Wawancara. Sampung 14 Mei 2022. DimaSTIKa Vol. No. 02, 2024 silaturahmi dari para pengajar di SMP Sarang, dan juga menjadikan media sosial sebagai sarana mencari kebaikan dan pahala. Al-QurAoan Sebagai Amalan Ibu Hamil Abdul Mustaqim telah menjelaskan di dalam bukunya. AuMetode Living QurAoan dan HadisAy, bahwa keberkahan dari al-QurAoan bisa didapatkan bagi manusia yang mempercayainya. Ketika seorang muslim menghadapi kesulitan hidup, kegoncangan jiwa, depresi, stress, sindrom, bisa disembuhkan dengan kekuatan magis spiritual yang ada di dalam ayat-ayat alQurAoan. Sri Wahyuni sebagai salah satu bidan di Desa Sampung menjelaskan kebanyakan ketika seorang ibu itu hamil mereka pasti mengalami ketakutan, baik disaat waktu mengandung maupun waktu akan melahirkan. Ketakutan seperti itu sudah menjadi sesuatu yang wajar, khusunya bagi ibu-ibu yang baru pertama kali mengandung. Rasa takut dan khawatir pasti selalu ada. Biasanya setiap ibu hamil yang kontrol akan diberi bacaan-bacaan dari potongan ayat-ayat al-QurAoan dengan tujuan agar menghilangkan rasa takut berlebihan terhadap dirinya sendiri maupun janin yang ada didalamnya. Indrana yang merupakan salah satu ibu rumah tangga menjelaskan bahwa dia ketika hamil anak pertama memiliki amalan rutin dari ayat-ayat alQurAoan diantaranya. Al-Taubah : 14. Ynus : 57. Ia juga tidak lupa membaca surat Maryam, surat Ysuf dan surat al-RaumAn. Menurutnya, surat ataupun ayat yang di baca memiliki keistimewaan tertentu. Ia menjelaskan bahwa bacaan-bacaan tersebut dimaksudkan sebagai doa agar beliau dan anak yang dikandungnya semuanya diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Allah. Al-QurAoan Sebagai Pengobatan Nurul Hakim. Wawancara. Sampung 12 Mei 2022. Abdul Mustaqim. Living QurAoan dalam Litasan Sejarah Studi Al-QurAoan, dalam Metodologi Penelitian Living QurAoan dan Hadis. Syahiron (Yogyakarta: TH-Press. , 70. Sri wahyuni. Wawancara. Sampung 14 Mei 2022. Indriyana. Wawancara. Sampung 13 Mei 2022. Lau Han Sein. Saichul Anam. The Interaction and ReseptionA. Dalam lintas sejarah Islam, praktek memperlakukan al-Qur`an atau surat-surat dan juga ayar-ayat tertentu dari al-Qur`an sehingga bermakna dalam kehidupan praktek umat pada dasarnya sudah terjadi ketika nabi Muhammad allA AllAh alayhi wa sallam. Masa dimana semua perilaku umat masih terbimbing wahyu lewat nabi Muhammad allA AllAh alayhi wa sallam secara langsung. Menurut riwayat nabi Muhammad allA AllAh alayhi wa sallam pernah menyembuhkan penyakit dengan ruqyah lewat surah alFAtiuah, atau menolak sihir dengan surah al-Mu`awwizatain. Apa yang pernah dilakukan oleh nabi Muhammad allA AllAh alayhi wa sallam ini tentu bergulir sampai generasi-generasi berikutnya. Bagi lidah dan telinga yang sama sekali asing dengan bunyi teks al-Qur`an maka peluang untuk memperlakukan al-Qur`an secara khusus menjadi lebih besar dibandingkan ketika masih berada dalam komunitasnya. Di Desa Sampung terdapat sebuah bentuk pengobatan dengan menggunakan sebagian dari ayat-ayat suci al-QurAoan. Diantaranya Nhasir yang menggunakan surat YAsn dan juga ayat kursi untuk mengobati penyakit menyembuhkan kesurupan, penyakit ayan, dan juga penyakit-penyakit malas dengan cara membacakan surat tersebut setelah itu ditiupkan kepada pasien dengan berdoa meminta kesembuhan dari Allah. Pembelajaran Al-QurAoan Desa Sampung memilik tiga TPQ, dua diantaranya adalah TPQ untuk anak-anak dan satu adalah TPQ lansia. Murtiningsih sebagai salah satu pengajar di TPQ menjelaskan, adanya TPQ di Desa Sampung itu karena dia perihatin melihat anak-anak banyak yang tidak mau mengaji. Sampai akhirnya dia mendirikan TPQ anak-anak mulai dari yang terkecil umur empat tahun sampai yang terbesar jenjang SMA. Mansur. Living Qur`an Dalam Lintas Sejarah Studi Qur`an, 3. DimaSTIKa Vol. No. 02, 2024 Berbeda dengan Murtiningsih. Damatin yang juga merupakan salah satu pengajar di TPQ Desa Sampung menjelaskan dia mengajar anak-anak mengaji karena letak TPQ di Desa Sampung awalnya berada di kampung barat, sedangkan anak-anak yang berada di kampung timur merasa jauh untuk berangkat mengaji. Maka dari itu Damatin berkeinginan untuk membuka TPQ di kampung timur agar anak-anak di kampung timur mau belajar mengaji. Dia juga menjelaskan bahwa mengajari anak kecil itu lebih mudah dari pada mengajari anak yang sudah besar. Jadi dengan diadakanya TPQ tersebut akan memberikan modal bagi anak-anak Desa Sampung untuk jenjang berikutnya. Aspek Aural Menurut penjelasan Murtiningsih yang merupakan salah satu pengajar di TPQ lansia, terdapat salah satu murid di TPQ lansia yang tidak bisa membaca alQurAoan. Akan tetapi, murid tersebut tetap rutin mengikuti pengajian di TPQ lansia tersebut. Meskipun tidak bisa membaca, dia memiliki niat untuk mencintai al-QurAoan dengan hanya mendengar ayat-ayat suci al-QurAoan. Menurut penjelasan Murtiningsih, murid tersebut hanya memaksimalkan indra pendengaranya untuk berinteraksi dengan al-QurAoan. Karena Murtiningsih selalu memberikan motivasi kepada para lansia mengenai keutamaan belajar al-QurAoan. Mbah Kami yang merupakan murid di TPQ lansia menjelaskan: AuAwit jaman nom mbiyen niku kulo mboten pernah sinau ngaji cung. Sampek saiki wis tuo akhire getun gak iso ngaji. Kulo niku mpun sepuh, nek dalu nggih mboten wonten penggawean nopo-nopo, makane kulo nderek ngaji teng TPQ ne mbah Mur. Kulo isin kaleh putu-putu kulo. Putune ae pinter-pinter ngajine mosok mbahe gak iso ngaji. Tapi senajan to kulo mboten saget ngaji, kulo seneng mirengke mbah-mbah ngaji teng TPQ lansia. Penting kulo niati mulyakke al-QurAoan insyaallah qurAoan iku bakal nyafaati ning akhirat mumpung kulo teseh diparingi kewarasan, makane kulo saget-sagetne nderek ngaji teng nggene mbah Mur. Ay29 Damatin. Wawancara. Sampung 14 Mei 2022. Murtiningsih. Wawancara. Sampung 12 Mei 2022. Kami. Wawancara. Sampung 13 Mei 2022. Lau Han Sein. Saichul Anam. The Interaction and ReseptionA. AuMulai zaman masih muda saya itu tidak pernah belajr mengaji. Sampai sekarang sudah tua akhirnya menyesal tidak bisa ngaji. Saya itu sudah tua, kalau malam juga tidak ada kegiatan apa-apa, makanya saya ikut mengaji di TPQ nya mbah Mur. Saya malu sama cucu-cucu saya. Mereka saja pintar-pintar mengaji masak saya tidak bisa mengaji. Tetapi meskipun saya tidak bisa mengaji, saya senang mendengarkan mbah-mbah mengaji di TPQ lansia. Yang penting saya niati memulyakan al-QurAoan insyaallah al-QurAoan akan mensyafaati ketika di akhirat Selagi saya masih diberikan kesehatan, makanya saya bisa-bisakan ikut mengaji di mbah Mur. Ay Menurut mbah Kami mencintai al-QurAoan tidak harus dengan bisa membaca kalam Allah tersebut. Meskipun tidak bisa membaca al-QurAoan dia mencoba berinteraksi dengan al-QurAoan melalui indra pendengaran. Dia mengaku senang meskipun hanya mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-QurAoan. Dia juga berkeyakinan al-QurAoan akan memberikan syafaat nantinya di akhirat kepada orang yang berniat memuliakan al-QurAoan. Dzikrun juga menuturkan, di Desa Sampung setiap sore menjelang maghrib khusunya pada hari jumAoat dan bulan ramadhan di masjid selalu rutin menyalakan tarhim yang berisi ayat-ayat suci al-QurAoan. Jika untuk hari-hari biasa tergantung dari pengelola masjid . arbot masji. , karena terkdang juga bekerja, jadi tidak rutin untuk menyalakan tarhim di masjid. Hal tersebut bertujuan untuk salah satu upaya menghidupkan masjid, dan juga untuk memberikan nilai spiritual kepada masyarakat Desa Sampung. Tulisan Sebagian masyarakat Desa Sampung masih menggunakan al-QurAoan sebagai bentuk tabarukan untuk melindungi dirinya dari perkara-perkara Diantaranya Nurul Hakim, yang merupakan salah satu tokoh agama di Desa Sampung menuturkan AuTanah yang saya tempati dulu itu terkenal wingitnya. Bahkan orang-orang Dzikrun. Wawancara. Sampung 12 Mei 2022 DimaSTIKa Vol. No. 02, 2024 disini tidak mau membeli padahal harganya murah. Dulu sempat ada orang yang menempati tanah ini, tapi orangnya meninggal. masyarakat di sini meyakini hal-hal seperti itu yang menjadi sebab meninggalnya pemilik rumah. Akirnya tanah ini saya beli, tapi saya sowan kiyai dulu sebelum bangun rumah yang baru. Akirnya sama kiyai Ustukhri Irsyad saya disuruh untuk menulis ayat kursi lalu dimasukan ke dalam botol. Setelah itu disuruh mengubur di setiap pojokan rumah. Saya juga menuliskan ayat kursi diatas pintu rumah. Alhamdulillah sampai sekarang keluarga saya tidak pernah terjadi apa-apa berkat keberkahan al-QurAoan. Jadi menurut Nurul Hakim, al-QurAoan dapat digunakan sebagai bentuk perlindungan diri. Karena dia meyakini maklhuk-makhluk ghaib selalu hidup bersampingan dengan manusia. Dengan keberkahan al-QurAoan, dia meyakini dapat menjadi perlindungan terhadap dirinya dari gangguan-gangguan makhluk ghaib. Berbeda dengan Nurul Hakim. Mudirun juga meyakini ayat-ayat alQurAoan yang ditulis dan diletakkan di dalam rumah akan memberikan manfaat tersendiri. Selain dapat digunakan sebagai hiasan rumah, ayat-ayat al-QurAoan yang ditulis dapat memberikan perlindungan kepada pemilik Seperti lafadzso soAosEac O aceIA so soA ac aceIAyang dia tulis di dalam rumah. Dia ca soAosIA ca caAoscEEA ca AosE eIA meyakini dengan keberkahan al-QurAoan rumah dan keluarganya akan terlindung dari syaithon. Perilaku Nurul hakim menjelaskan, sebagai seorang muslim pasti mengerti bagaimana cara memperlakukan al-QurAoan. Al-QurAoan merupakan pedoman hidup setiap manusia yang mengimaninya. Membacanya merupakan suatu ibadah yang tentunya setiap muslim ingin mendapatkanya. Dia mengajarkan hal-hal kecil kepada keluarga terkhusus anak-anaknya tentang bagaimana cara memperlakukan al-QurAoan. Seperti bagaimana cara menempatkanya, bagaimana cara membawanya, dan bagaimana etika membacanya seperti harus suci, membacanya menghadap kiblat, dan tidak boleh diletakkan di Nurul Hakim. Wawancara. Sampung 12 Mei 2022. Mudirun. Wawancara. Sampung 13 Mei 2022. Lau Han Sein. Saichul Anam. The Interaction and ReseptionA. Dia meyakini semua masyarakat di Desa Sampung pasti melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan terhadap al-QurAoan, karena dia beranggapan setiap rumah di Desa Sampung pasti memiliki kitab suci alQurAoan. Makna Interaksi Masyarakat Sampung dengan Al-QurAoan Berdasarkan Teori Karl Manheim Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim untuk menganalisis keterkaitan makna interaksi mayarakat Desa Sampung terhadap al-QurAoan. Selanjutnya penulis akan menjelaskan berdasarkan pada klasifikasi yang telah ditentukan oleh Karl Mannheim yaitu dengan membagi makna perilaku menjadi tiga macam makna, yaitu yang pertama makna objektif, yang kedua makna ekspresif, dan yang ketiga adalah makna dokumenter. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, makna objektif adalah makna yang ditentukan oleh konteks sosial di mana tindakan itu berlangsung. Makna ekspresif adalah makna yang ditentukan oleh pelaku tindakan itu sendiri. Sedangkan makna documenter adalah makna yang tersirat sehingga pelaku tindakan tidak sepenuhnya Penulis akan menjelaskan ketiga makna yang dikaitkan dengan interaksi masyarakat Desa Sampung terhadap al-QurAoan. Makna objektif Mengenai makna objektif dari interaksi masyarakat Desa Sampung sendiri sebenarnya tidak ada paksaan bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan alQurAoan, akan tetapi masyarakat tersebut berada di lingkungan yang mengajak masyarakat Desa Sampung untuk berinteraksi dengan al-QurAoan. Selain itu juga karena mayoritas masyarakat Desa Sampung beragama Islam. Karena di agama Islam banyak diajarkan mengenai keutamaan-keutamaan dan manfaat al-QurAoan yang secara tidak langsung mendorong masyarakat untuk berinteraksi dengan al-QurAoan. Dalam konteks pembacaan al-QurAoan, masyarakat menyadari interaksi Nurul Hakim. Wawancara. Sampung 13 Mei 2022. DimaSTIKa Vol. No. 02, 2024 mereka dengan al-QurAoan merupukan wujud ketaAodziman dan kepercayaan akan adanya keberkahan serta kebaikan dalam al-QurAoan. 34 Dari Hasil wawancara kepada beberapa warga Sampung, ditemukan ada beberapa sebab selain karena kepercayaan akan keberkahan al-QurAoan. Dasirin, salah satu warga desa Sampung menyebut budaya semaAoan atau membaca al-QurAoan, seperti Tadarus di bulan puasa, yasinan, bahkan membacanya secara individu merupakan sebuah usaha untuk terus menghdupkan tradisi dan budaya yang telah terbentuk sejak 35 Hal lain sebagaimana dikatakan Dzikrun, mempelajari al-QurAoan adalah sebuah kewajiban bagi umat Islam, baik dengan cara membaca atau memahami Makna Ekspresif Berbagai resepsi Al-QurAoan yang ditemukan di Desa Sampung menjadikan berbagai macam ekspresif yang didapat. Macam ekspresif ini tentu tidak dari satu orang saja, melainkan dari berbagai pelaku yang berbeda-beda. Dalam Konteks resepsi dan interaksi masyarakat desa Sampung terhadap alQurAoan setidaknya ada empat makna eksperif. Pertama, keyakinan yang akan adanya SyafaAoat dalam al-QurAoan ketika seseorang melanggengkan membaca alQurAoan. 37 Kedua. Al-QurAoan adalah salah satu tiang penyangga keharmonisan 38 Keberkahan yang ada dalam Al-QurAoan dapat memberi kemudahan dan keselamatan kepada masyrakat. 39 Keempat. Al-QurAoan akan mejaga perilaku seseorang. Sementara Aural ditransformasikan dalam bentuk kaligrafi di Desa Sampung, selain sebagai sebuah pajangan keindahan, juga memliki nilai spiritual sendiri. Nilai inilah yang paling penting. Dengan adanya sebuah kaligrafi tersebut, selain nanti siapapun Murtiningsih. Wawancara. Sampung 12 Mei 2022. Dasirin. Wawancara. Sampung 12 Mei 2022. Dzikrun. Wawancara, 12 Mei 2020. Mudirun. Wawancara. Sampung, 13 Mei 2022. Murtiningsih dan Nurul Hakim. Wawancara. Sampung 12 Mei 2022. Indriyana dan Toni. Wawancara. Sampung 13 Mei 2022. Dina. Wawancara. Sampung 14 Mei 2022. Lau Han Sein. Saichul Anam. The Interaction and ReseptionA. yang melihtanya akan membaca, sehingga secara tidak langsung ia mendapat kebaikan sebab membaca, tetapi dengan adanya kaligrafi yang ada di rumahrumah diharap bisa menjaga rumah dari hal-hal yang bersifat ghaib. Selain kaligrafi, kaitanya dengan resepsi aural atau estetis adalah adanya ayat-ayat al-QurAoan yang dikumandangkan di Masjid, atau yang sering disebut dengan tarhim. Lantunan ayat-ayat ini, selain sebagai pengingat akan datangnya waktu sholat subuh, juga sebagai bentuk interakasi lain dari masyarakat terhadap al-QurAoan. Sebab menurut beberapa warga, adanya lantunan ayat-ayat al-Quran melalui pengeras suara masjid ini merupakan salah satu upaya menghidupkan masjid, dan juga upaya untuk meningkatkan nilai spiritual masyarakat Desa Sampung. Makna Dokumenter Seperti yang telah dijelaskan di pembahasan sebelumnya bahwa makna dokumenter merupakan makna yang tersirat atau tersembunyi, sehingga pelaku suatu tindakan tersebut tidak sepenuhnya menyadari. Penulis mendapatkan makna dokumenter dari interaksi masyarakat Desa Sampung diantaranya adalah pertama, interaksi sebagian mayarakat terhadap al-QurAoan secara tidak langsung mempengaruhi masyarakat yang lain di lingkungan Desa Sampung. Karena ketika ada sekelompok jamaah melakukan rutinan untuk berinteraksi dengan alQurAoan seperti kegiatan rutinan YAsn dan tahlil, masyarakat yang sebelumnya tidak pernah mengikuti kegiatan tersebut secara tidak langsung akan memiliki rasa malu dan mulai perlahan berinteraksi dengan al-QurAoan. Kedua, interaksi masyarakat terhadap al-QurAoan yang sifatnya berjamaah secara tidak langsung dapat mempererat tali persaudaraan antara masyarakat Desa Sampung. Karena masyarakat secara tidak minta akan memberikan AusuguhanAy seadanya kepada jamaah tersebut. Ketiga, interaksi masyarakat terhadap al-QurAoan seperti kegiatan YAsn dan tahlil menjadikan tidak adanya Nurul Hakim. Wawancara. Sampung 13 Mei 2022. Dzikrun dan kami. Wawancara, 12 Mei 2022. DimaSTIKa Vol. No. 02, 2024 pengelompokan antara orang miskin dan kaya atau orang yang berpangkat atau Hal ini terbukti dalam kegiatan yasinan tersebut mereka semua duduk bersebelahan dengan yang lainya. Tidak ada pengelompokan diantara orang yang kaya dan juga yang miskin. Mereka semua duduk di bawah dalam satu Keempat, orang yang menghafalkan al-QurAoan secara tidak langsung dapat mempengaruhi orang-orang disekitarnya terutama keluarga. Seperti seorang ibu yang merupakan penghafal al-QurAoan, secara tidak langsung seorang ibu tersebut tanpa disadari akan memotivasi anak-anaknya untuk menghafalkan al-QurAoan juga. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan di Desa Sampung Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang mengenai interaksi masyarakat Desa Sampung terhadap al-QurAoan, maka dengan ini penulis dapat menyimpulkan bebrapa hal sebagai berikut: Interaksi masyarakat Desa Sampung terhadap al-QurAoan dapat dikelompokkan menjadi empat aspek, yaitu pertama dari aspek oral seperti wirid dengan al-QurAoan, menghafal al-QurAoan, tadarus al-QurAoan, semaAoan al-QurAoan, khataman al-QurAoan, alQurAoan sebagai pengobatan, al-QurAoan sebagai amalan ibu hamil. Yang kedua aspek aural, yang ketiga aspek tulisan, seperti kaligrafi al-QurAoan dan juga penulisan al-QurAoan sebagai pelindung, dan yang keempat adalah aspek tindakan . Makna dari interaksi masyarakat Desa Sampung terhadap al-QurAoan menurut teori karl Mannheim adalah jika dilihat dari makna objektifnya masyarakat Desa sampung berinteraksi dengan al-QurAoan karena faktor agama dan tradisi. Faktor ini memberi keyakinan kepada masyarakat Desa Sampung untuk berinteraksi terhadap al-QurAoan. Karena membaca al-QurAoan merupakan suatu ibadah apalagi dapat memahami makna dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan makna ekspresifnya yaitu dengan semakin banyaknya masyarakat yang berinteraksi dengan al-QurAoan ini menjadikan Desa Sampung lebih tentram dan damai. Lau Han Sein. Saichul Anam. The Interaction and ReseptionA. Selain itu sebagian masyarakat Desa Sampung memaknai sebagai sarana memohon agar tercapainya hajat, serta mendapatkan keberkahan dari al-QurAoan. Kemudian makna dokumenternya adalah mengangkat derajat masyarakat Desa Sampung, karena tidak ada pengkelompokkan ketika mereka semua berkumpul untuk berinteraksi dengan al-QurAoan seperti yasinan dan sebagainya. Dan juga setiap interaksi yang mereka lakukan dengan al-QurAoan, secara tidak langsung akan mempengaruhi perilaku masyarakat yang lain. DimaSTIKa Vol. No. 02, 2024 DAFTAR PUSTAKA